Articles
A Analisis Cemaran Bakteri Coliform Dan Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Pada Air Galon Di Desa Sungai Danau: Analisis Cemaran Bakteri Coliform Dan Identifikasi Bakteri Escherichia Coli Pada Air Galon Di Desa Sungai Danau
Taufik Kurahman;
Rohama Rohama;
Rina Saputri
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 3 No 1 (2022): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33859/jpcs.v3i1.224
Currently, the use of refill drinking water depots (DAMIU) is relatively higher, so that the use of DAMIU must pay attention to sanitation and hygiene to support DAMIU to avoid contamination with Coliform bacteria, one example of Coliform bacteria is Escherichia Coli bacteria. Escherichia coli bacteria is one of the causes of diarrheal disease. Diarrhea is an endemic disease with the potential for extraordinary events (KLB) which often leads to death in Indonesia. The prevalence of diarrhea in Indonesia is 6.8% or 1,017,290 people and it is known that Tanah Bumbu district is the third largest contributor to diarrhea, which is 4.3% or as many as 2006 people in South Kalimantan, so it is necessary to test DAMIU in Sungai Danau Village. using the MPN method.
Interaksi Farmakokinetika Kombinasi Captopril Dengan Rebusan Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Wistar
Rina Saputri;
Mustaqimah Mustaqimah;
Ali Rakhman Hakim
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31001/jfi.v19i2.1451
Hypertension is a disease that cannot be cured, but can only be controlled, therefore hypertensive patients must get the treatment for the rest of their life. Currently, the treatment pattern of the community has started to return to using natural ingredients as a therapeutic alternative. The community considers the use of herbal medicines is safe, but actually when the herbal medicines is taken together with synthetic medicines, there are interaction potential that should be monitored. The purpose of this study was to analyze the Pharmacokinetic Interaction of Captopril Combination with Soursop Leaf Decoction. This study was an advanced experimental study with a random block design. The group of test animals was divided into three groups, namely the captopril group, the combination group of captopril and soursop leaf decoction at the same time, and the combination group of captopril and soursop leaf decoction with an consumption interval of 2 hours. The results of the descriptive analysis showed that there were differences in the pharmacokinetic profile of each group. Combination with captopril with soursop leaf decoction is able to increase captopril levels in blood plasma and increase the elimination rate of captopril. However, the statistical analysis showed there is no significant difference.
Aktivitas Antibakteri Nira Aren (Arenga pinnata Merr) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
Risky Amelia;
Putri Vidiasari Darsono;
Rina Saputri
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.765 KB)
Jerawat adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih kemudian meradang sehingga memicu penyumbatan pada pori-pori. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah bakteri Staphylococcus epidermidis. Jerawat yang diinfeksi bakteri dapat disembuhkan dengan penggunaan antibiotik, namun penggunaan antibiotik saat ini banyak menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka waktu panjang, sehingga diperlukan alternatif obat untuk mengatasi jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri nira aren (Arenga pinnata Merr) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan pengujian KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah true experimental dengan post test only with control group design. Metode pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dan dilusi cair. Hasil penelitian Nira aren (Arenga pinnata Merr) positif mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri dengan rata-rata zona hambat 9,3 mm menggunakan metode difusi cakram dan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) terdapat pada konsentrasi 33%. Hasil uji statistik Kruskall Wallis 0,007 dan Mann Whitney 0,025 yang artinya terdapat perbedaan bermakna antara kelompok konsentrasi nira aren dan kontrol positif dengan kontrol negatif. kesimpulan penelitian ini nira aren (Arenga pinnata Merr) positif mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) 33% dan tidak memiliki nilai KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum).
Efektivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Kelakai (Stenochlaena palustris) Asal Gambut Kalimantan Selatan
Rina Saputri;
Ali Rakhman Hakim;
Amanda Shelvia Savitri;
Anisa Ujuldah;
Aulia Damayanti;
Aima Pitriya
Sains Medisina Vol 1 No 4 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.81 KB)
Kelakai (Stenochlaena palustris) diketahui mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid terdapat di hampir semua bagian tanaman, seperti daun, bunga, buah, batang dan akar, dan dilaporkan memiliki sifat antioksidan yang dapat sebagai agen antiinflamasi. Tujuan dati penelitian untuk mengetahui efektivitas antiinflamasi dari ekstrak daun kelakai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Ekstraksi menggunakan metode ekstraksi ultrasonik. Pengujian antiinflamasi menggunakan karagenin sebagai penginduksi radang. Obat natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Dosis ekstrak kelakai yaitu 100mg/kg BB, 250mg/kg BB, dan 500 mg/kg BB. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak kelakai dengan dosis 500 mg/kg BB memiliki kemampuan lebih baik menghentikan radang dibandingkan obat natrium diklofenak. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kelakai memiliki kemampuan yang lebih baik dari obat natrium diklofenak.
Efektivitas Edukasi Menggunakan Media Leaflet dan Konseling terhadap Pengetahuan Pelajar di SMA Negeri 5 Banjarmasin tentang Zat Kimia Berbahaya di dalam Kosmetik
Fakhria Rizqina;
Rina Saputri;
Tuti Alawiyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.674 KB)
Pendahuluan: Saat ini penggunaan kosmetik meningkat, namun masih banyak produsen curang yang menambahkan zat aktif kimia berbahaya pada kosmetik. Usia remaja merupakan usia peralihan, para remaja mulai peduli terhadap penampilan. Berbagai produk kecantikan dan perawatan kulit wajah sangat menarik perhatian bagi para remaja. Keputusan dalam membeli suatu produk kosmetik seringkali tidak didasari dengan pengetahuan yang memadai untuk memilih kosmetik yang aman. Oleh karena itu perlunya dilakukan edukasi tentang zat-zat kimia berbahaya di dalam kosmetik. Tujuan: Mengetahui efektifitas edukasi menggunakan media leaflet dan konseling terhadap pengetahuan pelajar di SMA Negeri 5 Banjarmasin tentang zat kimia berbahaya di dalam kosmetik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian true experimental dengan rancangan pretest and posttest control group design. Populasi pada penelitian ini adalah pelajar di SMA Negeri 5 Banjarmasin dengan sampel 249 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan google form. Analisis data menggunakan SPSS versi 26. Hasil: Pengetahuan pelajar sebelum diberikan edukasi masih kurang, mayoritas pengetahuan kurang sebanyak 73,5%, sedangkan pengetahuan pelajar setelah diberikan edukasi mayoritas pelajar memiliki pengetahuan baik sebanyak 86,7% pada kelompok leaflet dan konseling, sebanyak 53,0% pada kelompok leaflet dan tidak terjadi peningkatan pengetahuan pada kelompok kontrol negatif. Efektifitas edukasi menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok dengan nilai P-value 0,001. Simpulan: Pemberian edukasi menggunakan media leaflet dan konseling dinyatakan efektif dapat meningkatkan pengetahuan pelajar di SMA Negeri 5 Banjarmasin.
Efektifitas Edukasi DAGUSIBU Obat Tetes Mata Melalui Media Leaflet Dan Video Terhadap Pengetahuan Masyarakat Desa Tebing Tinggi Hulu Sungai Selatan
Sri Rupaida;
Rina Saputri;
Muhammad Riduansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.04 KB)
Pendahuluan: Obat tetes mata merupakan salah satu obat yang cukup sering digunakan secara bebas di masyarakat. Pengetahuan yang kurang menyebabkan kesalahan dan terapi yang kurang optimal. Edukasi menggunakan media leaflet dan video adalah upaya meningkatkan pengetahuan. Tujuan: Menganalisis efektifitas edukasi DAGUSIBU obat tetes mata melalui media leaflet dan video terhadap pengetahuan masyarakat Desa Tebing Tinggi Hulu Sungai Selatan. Metode: Metode penelitian kuantitatif true eksperimental dengan pendekatan pretest dan posttest with control group design. Pengambilan sampel secara stratified random sampling berjumlah 160 responden dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Hasil analisis statistik Wilcoxon Signed Ranks Test pada kuesioner pretest dan posttest kelompok kontrol 0,475 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil kelompok intervensi 0,0001 terdapat perbedaan yang signifikan, terjadi peningkatan pengetahuan kategori baik menjadi 66,25%. Hasil analisis statistik Mann-Whitney pada kuesioner pretest antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi 0,892 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, pada kuesioner posttest 0,0001 menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi setelah diberikan edukasi menggunakan media leaflet dan video. Simpulan: Edukasi menggunakan media leaflet dan video efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tebing Tinggi Hulu Sungai Selatan.
Efektifitas Edukasi DAGUSIBU Obat Analgetik Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Masyarakat Kecamatan Tapin Selatan
Zhafirah Ressa Azzahra;
Rina Saputri;
Subhannur Rahman
Health Research Journal of Indonesia Vol 1 No 1 (2022): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.494 KB)
Pendahuluan: Nyeri merupakan perasaan tidak nyaman, sehingga menjadi penyebab seseorang mengkonsumsi obat. Obat analgetik dapat dibeli secara bebas, sehingga menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan karena kurangnya pengetahuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kurangnya pemahaman tersebut adalah dengan memberikan edukasi. Tujuan: Mengetahui efektifitas edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan DAGUSIBU obat analgetik di Kecamatan Tapin Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan pretest and posttest control group design. Pembagian sampel menggunakan metode stratified random sampling dan analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney dan Willcoxon Signed Rank Test. Hasil statistik uji Willcoxon pada kelompok kontrol didapatkan nilai 1.000 yaitu tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kuesioner pertama dan kuesioner kedua, sedangkan pada kelompok intervensi didapatkan nilai 0.0001 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan pada kuesioner pertama dan kuesioner kedua. Hasil: analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney pada kuesioner pertama didapatkan nilai 1.000 yaitu tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi. Berbeda pada kuesioner yang kedua didapatkan nilai 0.0001 yang menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui pemberian edukasi melalui media leaflet efektif untuk meningkatkan pengetahuan DAGUSIBU obat analgetik masyarakat Kecamatan Tapin Selatan.
Studi Bioekivalensi Obat Paracetamol Generik Dan Non Generik Secara In Vitro
Siti Mutaharah;
Saftia Aryzki;
Rina Saputri;
Yusuf Anggoro Mukti
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Drugs are one component of health that is irreplaceable in order to improve public health status. There are 2 types of drugs circulating in the market, namely generic and non-generic. Paracetamol is classified as a class 1 biopharamcetic drug which is formulated as a product with high solubility in water and has high intestinal permeability, almost 100% absorption can be expected at least as much as 85% of the soluble product in in vitro testing. In vitro testing was carried out for 180 minutes with a span of 15 minutes using generic paracetamol and patented paracetamol to determine whether there is a difference in the quality of the drugs and to make comparisons with the aim of knowing their bioequivalence.
Edukasi dagusibu obat tukak peptik di Kelurahan Mantuil Kota Banjarmasin
Rina Saputri;
Ali Rakhman Hakim;
Mustaqimah Mustaqimah
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tukak peptik merupakan penyakit akibat gangguan pada saluran gastrointestinal atas yang disebabkan sekresi asam dan pepsin yang berlebihan oleh mukosa lambung. Pengobatan tukak peptik ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, menghilangkan keluhan, menyembuhkan tukak, mencegah kekambuhan dan komplikasi. Pada masyarakat sering terjadi kesalahan cara penggunaan obat dan mengakibatkan tidak tercapainya efek terapi yang optimal karena kurangnya kesadaran dan informasi yang didapatkan. Selain itu dampak dari kesalahan pengelolaan obat akan tampak di lingkungan. Pencemaran lingkungan karena pembuangan obat yang tidak tepat akan terjadi dan menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem di sekitar. Salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar adalah DAGUSIBU. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan metode sosialisasi, pemberian edukasi, dan konseling kelompok. Kegiatan pengabdian meliputi tiga tahapan, yaitu tahap perencanaan dan persiapan, tahap penyuluhan dan pelatihan, dan tahap evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan obat tukak peptik dan menunjukkan masyarakat lebih memahami pengelolaan obat yang tepat. Masyarakat merasa terbantu dengan kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan seperti ini tetap berlanjut.
Profil Fitokimia, Antibakteri, Antiinflamasi, Dan Aktivitas Antioksidan Daun Jeruju (Achanthus ilicifolius)
Mustaqimah, Mustaqimah;
Saputri, Rina;
Hakim, Ali Rakhman
Sains Medisina Vol 2 No 6 (2024): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63004/snsmed.v2i6.417
Tumbuhan jeruju (Acanthus ilicifolius L) banyak ditemukan di daerah lahan basah pada muara sungai sebagai vegetasi mangrove. Jeruju tergolong tumbuhan laut naik dan menempati perairan muara, dengan tingkat rasa asin yang rendah. Secara khusus, Daun jeruju telah banyak digunakan secara tradisional untuk pengobatan. Komponen fitokimia pada daun jeruju seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenol, steroid, dan terpenoid dilaporkan memiliki sifat antibakteri dan antioksidan. Daun jeruju dilaporkan memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat, antibakteri, dan antiinflamasi. Daun jeruju memiliki potensi terapi untuk kesehatan.