Claim Missing Document
Check
Articles

Conveyor Performance Analysis In Secondary Packaging Using the Time and Motion Study Method: Analisis Kinerja Conveyor pada Pengemasan Sekunder dengan Metode Time And Motion Study Haiyul Fadhli; Ica Winanda Anggraeni; Whulan Mudia; Marshal M. Kamil
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 10 No. 1, March 2026: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v10i1.26423

Abstract

To avoid a shortage of drug stocks in the market with the high number of market demands, PT. Trifa Raya Laboratories always evaluates to achieve good product quality, one of which is in the field of packaging by optimizing the amount of labor and time needed using conveyor tools. The purpose of this study is to determine the optimal amount of manpower needs in the secondary packaging process at PT. Trifa Raya Laboratories using the Time and Motion Study method. This method was chosen to measure the time and efficiency of worker movements in each packaging activity, so that it can increase productivity. Data were collected through direct observation in the field with variations in the number of workers (5, 6, and 7 people) and were carried out three times every 5 minutes at different times. The results showed that the packaging of envelopes and small boxes was optimal with 7 workers, resulting in productivity per person of 21.33 and 52.24 respectively. Meanwhile, the packaging of medium and large boxes is optimal with 5 and 6 workers, resulting in productivity per person of 68.53 and 65.44 respectively. The conclusions of this study emphasize the importance of determining the ideal number of workers to increase efficiency and productivity in the secondary packaging process, as well as the need to pay attention to the level of complexity of packaging and the skills of workers. ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Untuk menghindari kekosongan stok obat di pasaran dengan tinggi nya jumlah permintaan pasar, PT. Trifa Raya Laboratories selalu melakukan evaluasi untuk mencapai mutu produk yang baik salah satunya pada bidang pengemasan dengan mengoptimalkan jumlah tenaga kerja dan waktu yang dibutuhkan menggunakan alat conveyor. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang optimal pada proses pengemasan sekunder di PT. Trifa Raya Laboratories dengan menggunakan metode Time and Motion Study. Metode ini dipilih untuk mengukur waktu dan efisiensi gerakan pekerja dalam setiap aktivitas pengemasan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dengan variasi jumlah pekerja (5, 6, dan 7 orang) dan dilakukan sebanyak tiga kali setiap 5 menit pada waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan dus amplop dan kecil optimal dengan 7 pekerja, menghasilkan produktivitas per orang masing-masing sebesar 21,33 dan 52,24. Sementara itu, pengemasan dus sedang dan besar optimal dengan 5 dan 6 pekerja, menghasilkan produktivitas per orang masing-masing sebesar 68,53 dan 65,44. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penentuan jumlah tenaga kerja yang ideal untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pengemasan sekunder, serta perlunya perhatian terhadap tingkat kerumitan pengemasan dan keterampilan pekerja.
Evaluasi Kesesuaian Sistem Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Cdob 2025 Pada Salah Satu Pbf Di Kota Pekanbaru Haiyul Fadhli; Rofifah Alza; Hesti Rahmatia
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11297

Abstract

ABSTRAK Penyimpanan obat merupakan aspek penting dalam penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) untuk menjamin mutu, keamanan, dan stabilitas obat selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sistem penyimpanan obat di salah satu Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Pekanbaru berdasarkan standar CDOB tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pengumpulan data melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist dan wawancara dengan Apoteker Penanggung Jawab serta Kepala Gudang. Aspek yang dievaluasi meliputi sistem penyimpanan obat, kondisi ruangan, fasilitas gudang, pengaturan suhu dan kelembapan, pemisahan obat, keamanan gudang, serta kebersihan gudang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian sistem penyimpanan obat memperoleh persentase sebesar 84,6%, sedangkan kondisi ruangan dan fasilitas gudang memperoleh persentase sebesar 100%. PBF telah menerapkan penyimpanan obat pada ruang khusus, penggunaan rak atau pallet, metode FIFO dan FEFO, pemisahan obat rusak dan kedaluwarsa, pemantauan suhu dan kelembapan, pemisahan obat OOT dan prekursor, ketersediaan APAR, serta pembatasan akses gudang. Pemantauan suhu dilakukan tiga kali sehari dengan suhu ruang 25°C–30°C dan kelembapan tidak lebih dari 70%. Secara umum, sistem penyimpanan obat telah sesuai dengan standar CDOB, namun masih diperlukan perbaikan pada penandaan obat LASA dan penataan obat berdasarkan bentuk sediaan. ABSTRACT Drug storage is an important aspect in the implementation of Good Distribution Practice (GDP/CDOB) to ensure the quality, safety, and stability of medicines during the distribution process. This study aimed to evaluate the conformity of the drug storage system at one Pharmaceutical Wholesaler in Pekanbaru City based on the 2025 CDOB standards. This research used a descriptive observational method, with data collected through direct observation using a checklist and interviews with the Responsible Pharmacist and the Warehouse Supervisor. The evaluated aspects included the drug storage system, warehouse conditions, storage facilities, temperature and humidity control, drug separation, warehouse security, and warehouse cleanliness. The results showed that the conformity of the drug storage system reached 84.6%, while the conformity of warehouse conditions and facilities reached 100%. The Pharmaceutical Wholesaler had implemented drug storage in a special room, the use of shelves or pallets, FIFO and FEFO methods, separation of damaged and expired drugs, temperature and humidity monitoring, separation of OOT and precursor drugs, availability of fire extinguishers, and restricted warehouse access. Temperature monitoring was carried out three times a day, with room temperature maintained at 25°C–30°C and humidity not exceeding 70%. In general, the drug storage system complied with CDOB standards; however, improvements are still needed in the special labeling of LASA medicines and the arrangement of medicines based on dosage forms.
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI SNEDDS MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Rodhia Ulfa; Melzi Octaviani; Aina Novalia; Deni Anggraini; Haiyul Fadhli
Usadha Journal of Pharmacy Vol 5. No 3. (2026) : Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i3.1240

Abstract

Penggunaan minyak biji bunga matahari sebagai zat aktif sekaligus fase minyak dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) masih memerlukan optimasi formulasi yang terikur untuk menghasilkan sistem dengan karakteristik fisikokimia yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan SNEDDS berbasis minyak biji bunga matahari menggunakan Box-Behnken Design (BBD), serta mengevaluasi karakteristik fisikokimianya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan optimasi statistik multirespon terhadap minyak biji bunga matahari, Tween 80, gliserol, dan waktu pengadukan, yang diintegrasikan dengan karakterisasi nanoemulsi dan verifikasi eksperimental terhadap formula optimum. Setelah analisis GC-MS dan skrining formulasi awal, formulasi dioptimalkan menggunakan Design-Expert 13 berdasarkan transmitansi dan waktu emulsifikasi sebagai respons kritis. Formula optimum yang diperoleh pada komposisi yaitu 9,09% minyak biji bunga matahari, 83,33% Tween 80, dan 7,57% gliserol, dengan nilai desirabilitas sebesar 0,863. Formula tersebut menunjukkan transmittansi sebesar 99,67 ± 0,25%, waktu emulsifikasi 28,46 ± 0,02 detik, ukuran partikel 13,67 nm, indeks polidispersitas 0,324, dan potensial zeta sebesar −19,76 mV. Hasil verifikasi menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai yang diprediksi dan hasil eksperimen (p>0,05), yang mendukung validitas metode optimasi. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak biji bunga matahari dapat diformulasikan menjadi SNEDDS dengan karakteristik nanoemulsi yang baik. Pendekatan berbasis BBD memberikan dasar rasional untuk pengembahangan lebih lanjut pada sistem pengantaran obat berbasis lipid.
Aktivitas Antioksidan, Kandungan Fenolik Dan Flavonoid Total Dari Ekstrak Etanol Daun Sauropus androgynus Dari Berbagai Wilayah Provinsi Riau, Indonesia Rahayu Utami; Zahira Rifka; Hasti Syilfia; Furi Mustika; Farsesa Roscha Ulfa; Lestari Putri; Fadhli Haiyul
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 1 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i1.237

Abstract

Sauropus androgynus (katuk) merupakan tumbuhan obat dari famili Euphorbiaceae yang kaya akan senyawa fenolik dan flavonoid dengan potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kandungan fenolik dan flavonoid total dari ekstrak daun Sauropus androgynus dari beberapa wilayah di Provinsi Riau, Indonesia. Daun tumbuhan tersebut dikumpulkan dari lima lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Pelalawan (PLN), Kampar (KMP), Rokan Hulu (RHU), Kepulauan Meranti (KMI), dan Kota Pekanbaru (PKU). Simplisia daun katuk diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol . Penentuan kandungan fenolik dan flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri dengan menggunakan pereaksi Folin Ciocalteu dan AlCl3, sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak dievaluasi menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun katuk KMI memberikan total kandungan fenolik dan flavonoid tertinggi, dengan nilai masing-masing 79,536±0,349 mgGAE (Gallic Acid Equivalent)/g dan 67,780±2,295 mgQE (Quercetin Equivalent)/g ekstrak. Ekstrak ini juga memberikan aktivitas antioksidan yang paling potensial dan berbeda secara signifikan dengan ketiga ekstrak lainnya (PKU, PLN, dan KMP) dengan nilai IC50 32,7±3,43 μg/mL. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa faktor geografis berpengaruh terhadap kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan daun katuk.
Co-Authors Abdi Wira Septama Adel Zamri Adriani Susanty agistia, nesa Agustini, Tiara Tri Aina Novalia Ainun Nurain Nurdin Ainun Nurain Nurdin Alfayutia, Windi Allaya, Regina Alpasiri, Ikhsan Mauludi Amanda Putri Pratiwi Ananto, Deswita Sandra Tsalsabila Andika Bharada Rizky Soeharto Anggraeni, Ica Winanda Anita Lukman Apriko Jauwahir Arif Arsaf, Mohammad Armon Fernando Arsaf, Mohammad Arif Arsaf, Muhammad Arif Asraf, Muhammad Arif Azizah, Wahyu Benni Iskandar Dachriyanus Deni Anggraini deswita Sandra Tsalsabila Ananto Deswita Sandra Tsalsabila Ananto Devi Safitri Dewi, Erna Puspita Difa, Faradini Ramsanjami DINA FITRIYAH Dwi Winarsih Elsa Safitri Emrizal Enda Mora Erenda Yuneistya Erna Puspita Dewi Fadhila, Qonita Nur Fadillah, Ma’isyatul Farsesa Roscha Ulfa Fatma Sri Wahyuni Fatmalia, Anggun Fellysya, Nadya Safha Feriansyah, Robby Fina Aryani, Fina Fitriah, Dina Frasesa, Roscha Ulfa Furi Mustika Furi, Mustika Ginta Rio Maranti Hasti Syilfia Hazimah Hazimah, Hazimah Hefriza Putri Hesti Rahmatia Husnawati Husnawati Husnawati Ica Winanda Anggraeni Ihsan Ikhtiarudin Iriani, Revy Islamia, Elmas Ghalis Nur Jasril Jasril Jumadila, Ikhsal Mukri Khoiriah, Anisah Kolista Sisilawati Lestari Putri Maqfiroh, Wirdarani Mardianti, Tengku Shella Marshal M. Kamil Maspat, Rinta Mazani Febrina Meiriza Djohari, Meiriza Melzi Octaviani Miftahul Jannah Mohammad Arif Arsaf Muhtadi, Wildan Khairi Mustika Furi Mustika, Furi Musyirna Rahmah Nst Muti’ah, Try Hadirah Nadilla Alfitri Neni Frimayanti Ningsih, Yozi Fiedya Nofri Hendri Sandi Nofriyanti Noveri Rahmawati Nur Fitria Rohmatul Ummah Nurul fadillah, Nurul Nurul Latifah Pedro Anugrah Aswan Pratiwi, Amanda Putri Pratiwi, Erniza Putra, Diova Yuswidia Putri Lestari Putri Lestari, Putri Putri Pratiwi, Amanda Putri, Lestari Putri, Rusnita Putri, Sella Hilmalia Nur Al Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Utami Rahima Rahma Dona Rahma Dona, Rahma Rahmatunnur, Siti Rahmayanı, Wıky Rahmiwati Hilma Ricardo, Nadira Atiqah Rifani, Mhd Rifka, Zahira Rinta Maspat Rizki Wulandari Robiatun Adawiyah Rodhia Ulfa Rodhia Ulfa Rofifah Alza Roscha Ulfa, Farsesa Ruska, Shinta Liana Sandra Tsalsabila Ananto, Deswita Sari, Rinita Septi Muharni Silvana Anggraini Siregar, Lisa Andriyani Sitanggang, Sarah Dianora Sumbarita, Silvia Syilfia, Hasti Taqqia Sajja Wanda Trihardiyanto, Agus Tyasakti Viryana Ulfa Frasesa, Roscha Veithzal Rivai Zainal Venny Wulandari Viryana, Tyasakti Wanda, Taqqia Sajja Whulan Mudia Winda Tria Safitri Winda Yusma Ameliah Windarti Windarti windi Alfayutia Wira Noviana, Wira Noviana Wulandari, Venny Yanwirasti Yanwirasti Yuneistya, Erenda Yuswidia Putra, Diova Zahira Rifka Zamri, Wiedya Alfitrya