Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LOGAM ALUMUNIUM (Al) PADA KALENG MINUMAN BEKAS MENJADI TAWAS Abrar, Muhammad Ifan; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Meriatna, Meriatna; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13232

Abstract

Tawas terkenal sebagai agen penggumpal dalam pemrosesan limbah air yang sangat efisien untuk memisahkan partikel yang mengapung baik dalam bentuk koloid maupun suspensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi KOH terhadap jumlah tawas yang diperoleh serta mengetahui mutu kadar tawas yang diperoleh dari limbah kaleng minuman bekas. Prosesnya yaitu kaleng bekas yang digunakan diamplas dengan kertas pasir kemudian dipotong kecil-kecil. Lempengan kaleng dilarutkan menggunakan KOH 50 ml dengan variasi konsentrasi (5%, 15%, 25%, 35%). Disaring untuk mendapatkan filtrat. Filtrat ditambahkan larutan H2SO4 3M sebanyak 30 ml. Dioven pada suhu 70oC selama 1 jam. Tawas yang dihasilkan dihitung % yield, kelarutan dalam air, kadar aluminium dan penjernihan air sederhana. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan menerapkan kaleng tebs dan pocari sweat untuk menentukan kadar aluminium dalam tawas untuk penjernihan air waduk. Dari hasil yang diperoleh % yield paling tinggi pada kaleng pocari didapat pada konsentrasi KOH 35% sebesar 81,61% dan kaleng tebs pada konsentrasi KOH 35% sebesar 96,24%. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, maka makin cepat melelehkan kaleng bekas serta mampu menjerat lebih berlimpah aluminium pada kaleng. Namun, hal ini musti disertai peningkatan kadar H2SO4 agar memudahkan dan mempersingkat pembentukan tawas.
Karakterisasi Karbon Aktif Dari Limbah Padat Nilam Dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Harahap, Nurul Aulia; Kurniawan, Eddy; Ginting, Zainuddin; Muhammad, Muhammad; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.13414

Abstract

Meskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOHMeskipun tersedia secara luas, namun limbah penyulingan minyak nilam belum dimanfaatkan secara optimal dan mungkin dapat dijadikan sebagai bahan awal produksi karbon aktif. Zat amorf yang dikenal sebagai "karbon aktif" dibuat dari bahan yang mengandung karbon atau mengandung arang yang telah melalui proses tertentu untuk meningkatkan kemampuan adsorpsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi aktivator KOH yang optimal berbahan baku limbah padat nilam. Meskipun penelitian ini telah dilakukan sebelumnya, namun belum pernah dilakukan dengan cara seperti ini: menggunakan bahan baku limbah padat nilam dengan konsentrasi aktivator KOH yang berbeda untuk mencari karbon aktif yang optimal pada konsentrasi aktivator 4M. Untuk meningkatkan luas permukaan karbon dan memiliki serapan yang baik, penelitian ini akan menerapkan teknik karbonisasi dan aktivasi. Pada penelitian ini, limbah padat nilam dikarbonisasi pada suhu 300°C. Produk karbonisasi selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator KOH, dengan ukuran karbon berbeda dan konsentrasi karbon 50 dan 100 mesh. Berdasarkan penelitian dan pengujian diperoleh persentase serapan terbesar sebesar 94,01% pada sampel 100 mesh, kadar abu terendah sebesar 1,78% pada sampel 100 mesh, dan hasil pengujian kadar air terendah sebesar 5,78% pada sampel 50 mesh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas karbon aktif meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi larutan aktivator KOH. 
Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Kotoran Kambing dengan Bio Katalis Bacillus subtilis Suryani, Eni; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13713

Abstract

Limbah kotoran ternak bisa digunakan sebagai pupuk hal ini disebabkan mengandung unsur hara misalnya nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) yang penting bagi tanaman dan kesuburan tanah. Suatu kotoran hewani yang dipergunakan sebagai pupuk ialah kotoran kambing. Dalam penelitian ini dikaji pengaruh bioaktivator Bacillus subtilis terhadap kandungan nitrogen (N), phospor(P), kalium (K), rasio C/N dan kadar air pada pupuk yang telah dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya menggunakan Effective Microorganism (EM4) sebagai biaktivator dengan waktu 2-12 minggu. Pada penelitian ini digunakan Bacillus subtilis sebagai biaktivator dengan konsentrasi 50 ml pada waktu 7, 14 dan 21 hari pada proses pembuatan pupuk organik padat. Hasil analisa dibandingkan dengan SNI 7763:2018. Analisa pupuk kandang dilakukan pada hari ke 7, 14 dan 21. Hasil analisa pupuk dengan menggunakan bio katalis Bacillus subtilis lebih efisien dan membutuhkan waktu pengomposan yang singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Bacillus subtilis 50 ml dengan waktu 7 hari dimana kandungan Nitrogen 2.55%, Phospor 2.37%, Kalium 4.10%, Rasio C/N 15.43, dan kadar air 23.23%. Dengan diperolehnya hasil uji tersebut, maka pupuk kandang sudah sesuai SNI dan layak untuk digunakan pada tanaman.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH PADAT KELAPA MUDA (COCOS NUCIFERA L) DAN BOTTOM ASH (ABU BOILER PABRIK KELAPA SAWIT) MENGGUNAKAN PEREKAT GETAH KARET Harahap, Handoyo; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14168

Abstract

Biobriket merupakan sumber energi yang berasal dari biomassa yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti. Abu boiler merupakan hasil pembakaran di alat boiler pada pabrik PKS, sedangkan Limbah dari Kelapa Muda terdiri dari sabut dan tempurung yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biobriket. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan menggunakan dengan campuran bottom ash batu bara dari limbah PLTU proses karbonisasi. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui karakterstik biobriket yaitu dengan cara menganalisa Proximate, Nilai Kalor dan Laju pembakaran.. Pembuatan biobriket dilakukan dengan proses karbonisasi dengan ukuran Mesh 80, dan komposisi campuran limbah padat kelapa muda dan limbah bottom ash 100:0, 70:30, 50:50, 30:70, 0:100, menggunakan perekat getah karet dengan kadar perekat 2, 3 dan 4 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil optimum yaitu pada biobriket dengan komposisi bahan baku (70:30) dengan kadar perekat 2 gr dimana kadar air sebesar 1,024%, kadar abu sebesar 1,10%, zat terbang sebesar 10,83 %, karbon terikat 88,54%, nilai laju pembakaran sebesar 0,196 gr/menit dan analisa kalor yang didapat yaitu 7255,73 kal/gr. Maka biobriket yang dihasilkan memenuhi standar SNI, dimana untuk analisa air dan abu < 8%, Volatile Matter < 15%, Fixed Carbon >77% dan analisa kalor yaitu minimal 5000 cal/g (SNI 1/6235/2000).  Kata Kunci:Biobriket, Limbah Kelapa Muda, Limbah Bottom ash, Nilai Kalor, Proximate
PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG UNTUK PEMBUATAN ARANG BRIKET DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PEREKAT LEM K Aurora, Tassa; jalaluddin, jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Ginting, Zainuddin; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14317

Abstract

Ketika sumber daya alam semakin langka, pengembangan sumber energi alternatif menjadi penting. Salah satu pemanfaatan energi alternatif adalah penggunaan energi biomassa, dan penelitian ini limbah tongkol jagung digunakan menjadi bahan baku biomassa. Dalam penelitian ini ukuran partikel arang adalah 50 mesh, dengan perekat K 15, 20, 25, 30, dan 35% digunakan sebagai perekat, dan perbandingan bahan bakunya adalah 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Briket dibuat dengan metode karbonisasi, yaitu pembakaran bahan mentah untuk mengubah bahan organik menjadi karbon dan kemudian menghilangkan bahan organik tersebut. Arang mengandung air dan zat lain yang tidak diperlukan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. yang selama ini belum dilakukan adalah pemanfaatan lem K untuk membuat briket.Berdasarkan hasil penelitian, perbandingan bahan baku 60: 40 dan lem tulang 25% menghasilkan briket kualitas terbaik dengan sifat sebagai berikut: kadar air 4,02%, kadar abu 4,84%, massa jenis 0,45 g/cm3, nilai kalor 5,649 (kal/g). Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan lem tulang sebagai bahan perekat telah terbukti kegunaannya sebagai bahan perekat, dan limbah tongkol jagung serta serbuk gergaji kayu merupakan bahan baku alternatif dalam produksi briket.
EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT (Persea Americana Mill) DENGAN PELARUT N-HEKSANA Syahfitri, Ajeng; Ibrahim, Ishak; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14683

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dan kuantitas minyak biji alpukat. Minyak biji alpukat adalah minyak nabati yang berasal dari biji alpukat dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel. Biji alpukat tidak hanya mengandung antara 15-20% minyak, tetapi juga memiliki sejumlah sifat biologis, termasuk sifat antioksidan, larvasida, fungisida, hipolipidemik, amoebisidal, dan giardisidal. Hasil yang diinginkan dalam penelitian ini adalah bahwa minyak biji alpukat tersebut dapat dijadikan minyak dalam pembuatan biodiesel dengan melihat kualitas dan kuantitas minyak seperti %randemene, densitas, viskositas, kadar air, kadar ALB dan komposisi minyak biji alpukat. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah dilakukan dengan penambahan variasi dari pelarut n-heksana dan waktu ekstraksi. Pembuatan minyak ini menggunakan metode ekstraksi soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Dengan variasi volume pelarut n-heksana (150,200, 250, 300 dan 350 ml) dan waktu ekstraksi (180, 210, 240, 270 dan 300 menit) pada temperature 60oC. Setelah itu hasil ekstraksi minyak tersebut dipisahkan antara minyak dan pelarut n-heksana dengan metode distilasi pada temperatur 70oC sampai pelarut n-heksana tidak menetes. Hasil distilasi tersebut kemudian dianalisa %randemen, densitas, viskositas, kadar air, kadar FFA dan uji komposisi atau kandungan minyak dengan meetode GC-MS. Dengan hasil rata-rata % randemen yaitu 18,0907%, densitas 0.6923 gr/ml, viskositas 1,20966 cSt, nilai kadar air 0,1336%, nilai kadar ALB 0,1776% dan hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa mengandung asam palmitat atau senyawa asam n-heksadekanoat selama 32,689 menit. Pada penelitian ini, minyak biji alpukat dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku biodiesel.  
PENGARUH JUMLAH MASSA KEMIRI DAN WAKTU PROSES TERHADAP KUALITAS MINYAK KEMIRI DENGAN PROSES RENDERING Muliadi, Muliadi; Sulhatun, Sulhatun; Zulnazri, Zulnazri; Kurniawan, Eddy; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15050

Abstract

Minyak kemiri dibuat dengan menggunakan teknik memasak. Penelitian ini menggunakan beberapa faktor, lebih spesifiknya faktor layak pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 500 gram. Faktor bebas dalam pengujian ini meliputi musim memasak 50 menit, 70 menit, satu setengah jam, dan faktor penentu meliputi Densitas, Viskositas, dan pengujian (GCMS). Tujuan dari Pengujian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pemasakan buah kemiri dan massa kemiri terhadap sifat minyak yang dihasilkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah dengan jumlah kemiri yang berbeda dan analisa viskositas. Hasil eksplorasi menunjukkan kekentalan minyak kemiri terbaik adalah 0,83 g/cm3 pada waktu 70 menit dan konsistensi terbaik adalah 0,72 mPa.s pada massa kemiri 400 gr. Hasil pengujian GCMS menunjukkan bahwa zat yang terdapat pada contoh yang dibedah mempunyai bilangan korosif yang paling rendah yaitu metil ester (3,75%) sedangkan minyak dengan bilangan korosif yang lebih tinggi adalah sikloheksalosan dodekametil. Asam lemak jenuh seperti metil ester, asam miristat, asam oleat, asam linoleat, asam palmitat, asam stearat, asam arakidonat, dan trigliserida mendominasi kandungan sampel yang dianalisis pada uji komposisi (GC-MS).
Pengaruh Temperatur dan Waktu Terhadap Karakteristik Pektin dari Campuran Kulit Pisang Kepok dan Kulit Rambutan Menggunakan Pelarut Asam Asetat Puteri, Febbyola; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15162

Abstract

Pektin yaitu senyawa hidrokoloid yang sering digunakan pada industri makanan dan minuman, banyak digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan karena kemampuan untuk membentuk koloid dan gel dalam larutan. Permintaan pektin di Indonesia terus meningkat. Sayangnya, limbah kulit pisang kepok dan kulit rambutan masih banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang kepok seringkali hanya dianggap sebagai sampah organik atau digunakan sebagai pakan ternak, sementara kulit rambutan meskipun dihasilkan dalam jumlah besar akibat konsumsi masyarakat, umumnya hanya dibuang begitu saja tanpa pengolahan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur dan waktu terhadap karakteristik pektin dari campuran kulit pisang kepok dan kulit rambutan menggunakan pelarut asam asetat. Metode ekstraksi yang digunakan untuk penelitian ini melibatkan pelarut CH3COOH. Setelah itu, selama dua puluh jam, endapan pektin ditambahkan dengan etanol 96% untuk mengurangi residu asam. Endapan kemudian dikeringkan dalam oven selama tiga jam pada suhu 105oC untuk menghasilkan pektin kering. Variabel tetap penelitian ini adalah berat bubuk sampel sebesar 30 gram dan volume pelarut sebanyak 300 ml. Sementara itu, varibel yang divariasikan adalah temperatur (70oC, 80oC, 90oC, 100oC, dan 110oC) dan waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit). Yield, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan derajat esterifikasi adalah karakteristik pektin yang dipelajari. Menurut hasil penelitian, suhu dan waktu ekstraksi memiliki pengaruh besar terhadap hasil pektin. Suhu ekstraksi yang lebih tinggi dan durasi ekstraksi yang lebih lama menunjukkan bahwa rendemen, kadar metoksil, dan kadar galakturonat akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini mencakup rendemen pektin tertinggi 9,296%, kadar air terendah sebesar 9,555%, kadar metoksil tertiggi sebesar 6,262%, dan kadar galakturonat tertinggi sebesar 66,880%.
Pengaruh Tinggi Dan Kecepatan Aliran Chimney Di Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Partikulat Dengan Menggunakan Computational Fluid Dynamics Hukaimah, Hashifah; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chimney pada pabrik kelapa sawit merupakan tahap terakhir yang dilalui emisi hasil pembakaran bahan bakar boiler. Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) dilakukan untuk menganalisa konsentrasi partikulat dengan variasi tinggi dan kecepatan aliran chimney. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Metode CFD yang dilakukan menggunakan software Ansys Workbench (fluent) 2024 R1 dengan variasi tinggi chimney yang digunakan yaitu 20, 24, 28, 32, 36 m dan kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, 16 m/s. Diameter partikulat yang diamati 10 µm dengan laju emisi 0,0024 kg/s. Hasil penelitian didapatkan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 20 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 875, 152, 88,8, 70,6, dan 59,7 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 24 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 578, 152, 86,2, 69,9, dan 52,1 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 28 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 351, 114, 83,6, 68,7, dan 51,3 mg/m3. Konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 32 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 285, 100, 83,3, 62,8, dan 51,3 mg/m3. Dan konsentrasi partikulat pada tinggi chimney 36 m pada kecepatan aliran 8, 10, 12, 14, dan 16 m/s sebesar 171, 98,2, 76,2, 60,6, dan 50,5 mg/m3 Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan tinggi dan kecepatan aliran pada chimney menghasilkan konsentrasi partikulat yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya ruang partikulat untuk berdistribusi dan waktu partikulat berakumulasi yang lebih singkat.
PEMANFAATAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SEBAGAI ADSORBEN LOGAM TIMBAL (Pb2+) DALAM AIR MENGGUNAKAN AKTIVATOR ASAM NITRAT (HNO3) Syebrina, Annisa; Azhari, Azhari; Meriatna, Meriatna; Kurniawan, Eddy; Ishak, Ishak
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.20621

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu biomaterial yang dapat dibuat menjadi karbon aktif karena memiliki kandungan zat tanin sekitar 17,4%. Zat tanin dapat menyerap ion logam berat terutama  logam Pb2+ menggunakan metode adsorpsi. Adsorpsi adalah teknik yang digunakan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorpsi secara kuat sehingga menempel pada permukaaan bahan pengadsorpsi. Tujuan penelitian ini untuk melihat variasi lama waktu kontak dan kecepatan magnetic strirrer dari karbon aktif daun jambu biji (Psidium guajava L.) untuk penyisihan logam Pb2+. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan pada suhu 200„ƒ selama 1 jam, lalu di aktivasi menggunakan HNO3 10% selama 24 jam dengan waktu adsorbsi yaitu 20, 40, 60, 80, dan 10 menit serta kecepatan magnetic strirrer pada 120, 150, 180, 210 dan 240 rpm. Uji adsorbsi karbon aktif dilakukan pada logam Pb2+, karakterisasi karbon aktif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), kapasitas penyerapan persen penyerapan dan isoterm. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas penyerapan tertinggi kecepatan magnetic strirrer 240 rpm dengan lama waktu kontak 100 menit sebesar 0,2160 mg/g, efisiensi penyerapan adsorbsi tertinggi pada kecepatan magnetic strirrer 240 rpm dengan lama waktu kontak 100 menit sebesar 97,2165%, analisis isoterm Pb2+ menunjukkan model isotem mengarah pada isoterm langmuir dengan persamaan y = 5,316x - 0,4546 dengan nilai R2 = 0,9993
Co-Authors AA Sudharmawan, AA abdullah, humaira Abrar, Muhammad Ifan Agam Muarif Agus Salim Ahda Sabilla Situmorang Alamri , Annisa Rizqa Ananda, Dhea Riski Andri Nur rizky Andrianto, M. Heryadi Anggraini, Dea Riski Aprillia, Ricka Arif Widodo Armadani, Wika Aula Mayshura Aurora, Tassa Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari azhari, azhari azhari Basuki Santoso Chairina Chairina Chairinnisa, Chairinnisa Choirudin, Muhammad Alvin Cut Milya Cut Rika Saffira Dahliana Abdullah Damayanti Devia Ayu Setyowati Diema Hernyka Satyareni Dwi Fibrian, Ivan Eggi Diswanto Eki Supratiwi Eni Suryani Evi Maulida Fadlan, Moh Faisal Faisal Faisal Faisal Fajar DNA Febri Prima Fikri Hasfita Fikri Hasfita Firdaus, Firdaus Fitriani Fitriani Fitriani, Nurul Amira Fuji Maharani GITA SURYANI LUBIS Gunawan . Gunawan Gunawan Harahap, Handoyo Harahap, Nurul Aulia Hasibuan, Khalil Gibran Hery Widijanto Hijiriani, Awi Anugrah Hijjrah, Nur Hijratul Izzati Hukaimah, Hashifah humairah, syarifah siti Husnul Chatimah, Husnul Ibrahim, Ishak Inggit Sari Inggit Sari Iqbal Kamar Ishak Ibrahim Ishak Ishak Ishak Ishak Ishak, I jalal uddin Jalaluddin Jalaluddin - Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jannah, Rouzatul Japri, Bryan Anthony Jasmani Jasmani Kamar, Iqbal Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva Leni Maulinda Leni Maulinda, Leni Lisa Andriani Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luvia, Indal Mahfuddara Mahfuddara Marcelina Marcelina, Marcelina Mar’Atana, Agisna Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita masud, Masud Mauliza Asri Meilasari, Fitriana Meriatna Meriatna Muammar Khadafi Muhammad Farhan MUHAMMAD IVANTO Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muliadi Mulya, Maulana Heru Mulyatun Mulyatun Mulyawan, Rizka Muslikhin Hidayat Muslikhin Hidayat Mutiawati Mutiawati Nadira Diandra Nainggolan, Yuni O Narul ZA Nasrul ZA Nasrun Nasrun Nasrun, Mahdalena Ningrum, Gemilang Oktavia Nita Sari Novakarti , Ovy Novi Sylvia Nur , Fatmawaty Nurma Nurma nurul khotimah Nurul Safriani Oktaviani, Eva Pramuni P Yolanda, Kristina Desideria Parlindungan Hutapea Purwoko, Agus Puteri, Febbyola Putri Nurjannah Rahayu Lestari Raudhatul Jannah Resi Silvia Rina Zahara Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan rizki, sela rafidah Rosanti Dewi, Rosanti Rouzatul Jannah Rozanna Dewi Rully Marzuli Sigit Trahnawan Siti Mutrofin Siti Namira Sri Dea Varissa Sri Juniati Suci Wulandari Sudagung , Adityo Darmawan Sulhatun Sulhatun sulhatun, sulhatun sulhatun Sutrisno, Hendri Syahfitri, Ajeng Syahrul Khairi Syaikhuddin, Muhammad Miftakhul Syamsul Arifin Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarbaini Ginting Syebrina, Annisa Tauhid Nursalim Teguh Prastyo, Arya Tri Agusna PA, Angga Ulfa, Raudhatul Umairoh, Ummi Usman A. Gani Vania, Sherryl Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Budi Sediawan Wildan, Siti Wivina Diah Ivontianti, Wivina Diah Wiza Ulfa Fibarzi Yupiyanti Yupiyanti Zahara Firda Zahra Muharrani Ambarita Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zulfa, Rahmita Zulfida Najla Azni Zulnazri, Z