Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Layanan Informasi Untuk Meningkatkan Perencanaan Karir Remaja di Panti Asuhan Alfian, Dahlya; Yendi, Frischa Meivilona; Nurfarhanah, Nurfarhanah; Febriani, Rahmi Dwi
Consilium Vol 3, No 1 (2023): Consilium
Publisher : Consilium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0903cons

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana perencanaan karir remaja di panti asuhan sebelum diberikan layanan informasi (2) mengetahui bagaimana perencanaan karir remaja di panti asuhan sesudah diberikan layanan informasi (3) mengetahui bagaiamana perencanaan karir remaja di panti asuhan sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian ini sebanyak 22 remaja yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket) perencanaan karir. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Tingkat perencanaan karir remaja sebelum diberikan layanan informasi sebesar 58,06% berada pada kategori sedang, (2) Tingkat perencanaan karir remaja setelah diberikan layanan informasi sebesar 76,24% berada pada kategori tinggi, (3) Perbedaan perencanaan karir remaja sebelum dan setelah diberikan layanan informasi berdasarkan uji-t didapatkan sebesar 26,36, artinya layanan informasi efektif untuk meningkatkan perencanaan karir remaja.
Sikap remaja gen-z berlatar budaya Minangkabau terhadap perilaku seks bebas Putriani, Lisa; Handayani, Puji Gusri; Kurnia, Reni; Putra, Febri Wandha; Febriani, Rahmi Dwi
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap remaja Gen-Z berlatar belakang budaya Minangkabau terhadap perilaku seks bebas ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan konatif, serta menguji perbedaan sikap remaja Gen-Z berlatar belakang budaya Minangkabauterhadap perilaku seks ditinjau dari jenis kelamin. Data dikumpulkan melalui teknik simple random sampling dan didapatkan 292 remaja laki-laki dan perempuan yang tersebar di Provinsi Sumatera Barat yang berlatar belakang budaya Minangkabau. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik parametrik yaitu dengan menggunakan Paired-Sample T-test dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menjelaskan bahwa fenomena sikap remaja Minangkabau terhadap perilaku seks bebas berada pada kategori menolak. Kemudian jika dilihat dari aspek kognitif berada pada kategori menolak, aspek afektif ragu-ragu, dan aspek konatif menolak. Selanjutnya, terdapat perbedaan sikap remaja terhadap perilaku seksual bebas ditinjau dari jenis kelamin, dimana remaja laki-laki cenderung lebih menerima perilaku seks bebas dibandingkan dengan remaja perempuan. Oleh karena itu, berdasarkan temuan penelitian ini, diharapkan kerjasama dengan berbagai pihak baikorangtua, guru di sekolah dan masyarakat dalam hal menumbuhkan pemahaman berbudaya Minangkabau pada remaja agar terhindar dari bahaya dari seks bebas.
Are there work-family conflict differences between male and female employees? Febriani, Rahmi Dwi; Triyono, Triyono; Handayani, Puji Gusri; Yendi, Fricha Meiviolona; Putriani, Lisa; Yuca, Verlanda
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9, No 2 (2023): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202323241

Abstract

Work and family are the most important parts of human life that cannot be easily separated. Therefore, individuals must have the ability to balance their responsibilities in work and family life to become individuals with positive and loyal behavior at work. In balancing work and family, conflicts and dilemmas often arise in determining the priorities of these two things, giving rise to a situation called work-family conflict. This research aims to (1) describe employee work-family conflict based on gender (men and women), and (2) examine differences in employee work-family conflict based on gender. This research uses quantitative research methods with a comparative descriptive research type. The research sample was 100 employees of Padang State University. The research results show that there are differences in work-family conflict between male and female employees.
Trauma Psikologis pada Anak Korban Kekerasan Orangtua Hayati, Khofifah; Yendi, Frischa Meivilona; Sukma, Dina; Febriani, Rahmi Dwi; Suri, Gusni Dian
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001116chr2024

Abstract

Fenomena trauma psikologis pada anak yang menjadi korban kekerasan oleh orangtua merupakan suatu isu kritis yang semakin mengemuka di Indonesia. Anak-anak yang mengalami kekerasan tidak hanya menderita luka fisik tetapi juga dampak psikologis yang mendalam, seperti trauma, kecemasan, depresi, dan masalah perilaku yang sering terbawa hingga dewasa. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan gambaran trauma psikologis pada anak korban kekerasan orangtua berdasarkan pada aspek fisik, aspek kognitif, aspek emosi, aspek behavior, aspek sosial. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah 37 peserta didik, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket trauma psikologis dengan menggunakan model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan: 1) gambaran trauma psikologis berdasarkan aspek fisik pada kategori sedang (45,05%); 2) aspek kognitif pada kategori tinggi (48,6%); 3) aspek emosi pada kategori sedang (48,6%); 4) aspek behavior pada kategori tinggi (45,9%); 5) aspek sosial pada kategori tinggi (54, 1%). Sehingga disimpulkan bahwa trauma psikologis pada anak yang mengalami kekerasan terhadap anak dikategori sedang dalam artian trauma ini biasanya tidak melibatkan ancaman langsung terhadap kehidupan, tetapi tetap menimbulkan dampak yang signifikan pada kesejahteraan emosional dan psikologis anak. Maka dari itu diperlukan layanan konseling individual dan konseling kelompok sebagai tindak lanjut untuk mengentaskan permasalahan yang dialami peserta didik.
Hubungan self-efficacy dengan work readiness pada siswa SMK Afifah, Zahra Nisrina; Ardi, Zadrian; Handayani, Puji Gusri; Febriani, Rahmi Dwi
Counseling and Humanities Review Vol 4, No 2 (2024): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001074chr2024

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK. Hal tersebut terjadi karena Work Readiness siswa yang masih rendah, salah satu faktor yang mempengaruhi Work Readiness yaitu Self-Efficacy yang artinya adanya keraguan pada siswa terhadap kemampuan dirinya. Penelitiana ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Efficacy dengan Work Readiness siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Adapun sampel penelitian ini sebanyak 218 siswa SMKN 1 Lubuk Sikaping yang dipilih dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Data diperoleh dengan memberikan instrumen penelitian berupa angket Self-Efficacy dan angket Work Readiness yang sudah diuji validitas. Lalu diolah dengan menggunakan metode statistik untuk mencari hubungan antara kedua variabel menggunakan teknik pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Self-Efficacy berada pada kategori sedang dengan persentase 80,7%, (2) Work Readiness berada pada kategori sedang dengan persentase 79,8%, (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara Self-Efficacy dengan Work Readiness dengan rxy=0,751 dan taraf signifikansi sebesar 0,000.
GAMBARAN SELF REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA DITINJAU DARI BIDANG ILMU EKSAKTA DAN SOSHUM Lathifa Khairah; Frischa Meivilona Yendi; Zadrian Ardi; Rahmi Dwi Febriani; Rima Pratiwi Fadli
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i1.1193

Abstract

This study is motivated by the observation that some students struggle to manage their time and study situations, often prioritizing activities that do not support their personal development. This indicates that students may have inadequate self-regulated learning. The objectives of this research are to describe: 1) the overall self-regulated learning of students, 2) the self-regulated learning of students in the exact sciences, 3) the self-regulated learning of students in the social sciences, and 4) to examine the differences in self-regulated learning between students in the exact sciences and social sciences. This research employs a quantitative approach with a comparative descriptive design. The sample consisted of 388 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a self-regulated learning questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and t-test analysis with Microsoft Excel and SPSS 26. The findings reveal that: 1) the overall self-regulated learning of students is categorized as high; 2) the self-regulated learning of students in the exact sciences is categorized as high; 3) the self-regulated learning of students in the social sciences is categorized as moderate; and 4) there is a significant difference in self-regulated learning between students in the exact sciences and social sciences. The implications for counseling services that can be provided include informational services and group guidance.
Konseling Kelompok Berbasis Pendekatan Adlerian Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik Febriani, Rahmi Dwi; Neviyarni, Neviyarni; Karneli, Yeni; Netrawati, Netrawati
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.35464

Abstract

Students have various problems, one of which is related to self-confidence that needs to be explored and eradicated. School counselors have challenges in alleviating students' trust problems in schools. Counselors are required to have competence in counseling services in schools. The purpose of this study is to provide an overview of group counseling based on the Adlerian approach to increase students' self-confidence. This research uses a qualitative research method with a literature review approach. A literature study is a method used to collect data or sources related to the Adlerian approach that was adopted in a study and then analyzed by the descriptive analysis method. The Adlerian approach is one of the most popular approaches to group counseling in practice. In this article, we will discuss the analysis of group counseling based on the Adlerian approach to increase students' self-confidence. Based on the analysis of the group counseling approach, the Adlerian approach can increase students' self-confidence.                                                
The phenomenon of social loafing in high school students Gustiani, Hesti; Yeni, Frischa Meivilona; Neviyarni, Neviyarni; Febriani, Rahmi Dwi; Zahri, Triave Nuzila
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0051201ijaccs

Abstract

Adolescents tend to join social groups based on similarities and comfort. In group learning, all members are expected to participate equally; however, this is not always the case. Individuals often exert less effort in groups compared to working independently, a phenomenon known as social loafing. This study aimed to describe students' social loafing based on two dimensions: dillution effect and immediacy gap. Using a quantitative descriptive method, the study involved 216 high school students selected through proportional random sampling from a population of 440 students. Data were collected using a validated social loafing scale. Results indicated that social loafing based on the dillution effect dimension was categorized as low (48.15%), while social loafing based on the immediacy gap dimension was categorized as medium (54.63%). School counselor are encouraged to mitigate social loafing through information services, individual counseling, and group counseling interventions.
Gender Differences in Self-Harm Behavior among University Students Victimized by Bullying Handayani, Puji Gusri; Hidayat, Hafiz; Putriani, Lisa; Yendi, Frischa Meivilona; Febriani, Rahmi Dwi; Sari, Azmatul Khairiah; Adlya, Soechi Izzati; Gusinia, Azzahra Hardi
Bisma The Journal of Counseling Vol. 8 No. 3 (2024): December
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v8i3.87862

Abstract

The underlying issue of this study is the increasing prevalence of bullying as a concerning social problem in education, which negatively impacts victims, including a tendency toward self-harm behavior as a maladaptive coping mechanism. This research aims to analyze self-harm behaviors among university students who are victims of bullying and to examine gender differences in these behaviors. The study employs a quantitative approach with a descriptive method. The sample comprises 261 university students who experienced bullying, selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Self-Harm Inventory (SHI) and analyzed descriptively and comparatively. The findings reveal that 70.93% of students exhibit low levels of self-harm behavior. However, significant gender differences were observed, with female students showing higher levels of self-harm compared to male students. This study concludes that although the majority of students fall into the low self-harm category, the moderate category requires special attention, particularly among female students. Based on these findings, it is recommended that universities adopt strategic measures to prevent bullying through both preventive and curative approaches. Recent information in this study reveals that, the implementation of effective counseling services and program interventions can be a significant effort to reduce the impact of bullying and self-harm behavior among students.
Hubungan Persepsi Siswa tentang Disiplin dengan Perilaku Membolos Khaswita, Layla Hadi; Ardi, Zadrian; Yendi, Frischa Meivilona; Febriani, Rahmi Dwi
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 1 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001300chr2025

Abstract

Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk pelanggaran tata tertib sekolah yang berdampak negatif pada proses belajar, prestasi akademik, dan pembentukan karakter siswa. Fenomena ini masih banyak ditemukan di berbagai sekolah, termasuk di SMPN 4 Lubuk Alung, sehingga memerlukan kajian mendalam untuk menemukan faktor-faktor yang berpengaruh. Salah satu faktor yang diperkirakan berkaitan adalah persepsi siswa terhadap penerapan disiplin sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi siswa tentang disiplin dengan perilaku membolos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan uji Pearson. Sampel penelitian terdiri atas 203 siswa SMPN 4 Lubuk Alung yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi skala persepsi disiplin dan skala perilaku membolos. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 31.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi siswa tentang disiplin dengan perilaku membolos berada pada kategori sedang, dengan arah hubungan negatif yang signifikan (r = –0,581; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi siswa terhadap disiplin, semakin rendah kecenderungan mereka untuk membolos. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pihak sekolah dan guru bimbingan dan konseling memperkuat program pelatihan disiplin yang melibatkan partisipasi aktif siswa, sehingga persepsi positif terhadap tata tertib dapat terbentuk dan perilaku membolos dapat diminimalkan.
Co-Authors A. Muri Yusuf Abdul Hanan Abdullah, Azizah Abqoriah, Febi Abdiah Adinda Amalia Adlya, Soechi Izzati Adzkia, Naufal Afdal Afdal Afifah, Zahra Nisrina Akilah, Nurul Alfian, Dahlya Amanta, Azira Eldrida Anisa Yudita, Anisa Arafani, Adnan Arwin Arwin Aulia, Jusratul Azkiyah, Nurzhila Azmatul Khairiah Sari Bella Sonia Cusinia, Azahra Hardi Daharnis Daharnis Dari, Messy Wulan Dina Sukma dion, nofrion Erwin Pri Utomo Fitria Kasih Frischa Meivilona Yendi Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Gustiani, Hesti Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hafiz Hidayat Hamimah, Hamimah Hanifa, Nurul Hariko, Rezki Hasan, Ikhwanul Hastiani -, Hastiani Hayati, Khofifah Herman Nirwana Humayroh, Dinda Ifdil Ifdil Isabel Intan Pandini Kenedi, Ary Kiswanto Khaswita, Layla Hadi Khumairah, Nadiva Kurnia, Reni Lathifa Khairah Maharani, Intan Maharani, Violanisa Mardin, Asna Marimbun Marimbun Marjohan Marjohan Marwinda, Wulan Sephia Mega Iswari Nabila, Syifaun Nasution, Indra Pernanda Putra Netrawati, Netrawati Neviyarni Neviyarni Neviyarni, Neviyarni Nilma Zola Nora Dwi Putri, Besti Nurfarhanah Nurfarhanah Nuryanis, Nuryanis Puji Gusri Handayani Puji Handayani Putra, Febri Wandha Putri, Ramtia Darma Putriani, Lisa Rahayu Hardianti Utami Rahmi, Adinda Salsabila Ramanda, Revana Ditha Rangkuti, Intan Lestari Ridho, Fadilur Rima Pratiwi Fadli Rima Pratiwi Fadli Rosanty, Nabilah Saddam Al Aziz Safira Zahira Putri Shaamilah Binti Shahabuddin Siti Sri Rahayu Soeci Izzati Adlya Sukmawati, Indah sulis purwanto Syahril, Putri Wie Taufik Taufik TRIAVE NUZILA ZAHRI Triyono Triyono Triyono Triyono Triyono Triyono Triyono, Triyono Triyono, Triyono Ulfa Nofutri Yendi, Fricha Meiviolona Yeni Karneli Yeni, Frischa Meivilona Yesi Anita Yuca, Verlanda Zadrian Ardi Zola, Nilma Zuardi, Zuardi