Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Di Bidan Praktik Mandiri Ranting Seberang Ulu I Selvy Apriani; Zen Hafy; Kms. Yusuf Effendi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akan berubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebut premenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguan pada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMH dan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitian observasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nya untuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasil analisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilai p=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<α). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidak ada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT.
Hubungan Kadar Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Panjang Siklus Menstruasi Premenopause Selvy Apriani; Zen Hafy; Yusuf Effendi
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi wanita merupakan sistem kompleks yang meliputi semua alat reproduksi wanita dan akan berubah sesuai dengan siklus perkembangan. Siklus perkembangan reproduksi wanita berlangsung secara alamiah mulai dari menarche sampai menopause. Sebelum terjadi menopause ada masa transisi yang disebut premenopause. Perubahan organ reproduksi pada masa premenopause ini ditandai dengan terjadinya gangguan pada menstruasi. Perpanjangan dan pengurangan siklus menstruasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Anti Mullerian Hormon (AMH) dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan mengetahui hubungan kadar AMH dan IMT terhadap panjang siklus menstruasi premenopause di BPM Ranting Seberang Ulu I.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomolekuler Kedokteran Universitas Sriwijaya dengan desain penelitian observasional analitik. Sebanyak 74 orang sample dipilih secara Convinience Sampling yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok siklus mesntruasi normal dan tidak normal. Kedua kelompok diukur TB dan BB nya untuk mengetahui IMT dan diambil darah vena untuk dialkukan pemeriksaan AMH dengan metode ELISA. Hasil analisis data AMH dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji Mann-Whitney. nilai p=0,004, IMT dan siklus menstruasi dilakukan dengan uji T Independen nilai p=0,484, AMH dan IMT dilakukan dengan uji Spearman nilai p=0,789 dengan nilai alpha 0,05 (p<α).Disimpulkan bahwa ada hubungan antara AMH dan siklus mestruasi, tidak ada hubungan antara IMT dan siklus mestruasi dan tidak ada hubungan antara AMH dan IMT.
Sekresi IFN-γ dan IL-10 Setelah Stimulasi Antigen Fusi ESAT-6-CFP-10 (EC610) pada Penderita TB Aktif dan TB Laten Sabri Prihantika; Nova Kurniati; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; M.Irsan Saleh; Zen Hafy; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v5i3.8897

Abstract

Sistem imunitas seluler sangat berperan dalam melawan infeksi TB yaitu peran sel limfosit T yang berdiferensiasi menjadi sel Th1 mensekresikan sitokin pro inflamasi IFN-γ dan sel Th2 yang mensekresi sitokin anti inflamasi IL-10. Antigen fusi EC610 bersifat spesifik dan memiliki antigenitas yang kuat terhadap stimulasi sel T. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan rerata kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 pada penderita TB aktif dan TB laten. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu secara in vitro dengan kultur PBMC yang distimulasi oleh antigen EC610 pada kelompok TB aktif dan TB laten. Penelitian dan pemeriksaan dilakukan di RSK Paru Provinsi Sumsel dan Laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta Pusat. Terdapat 21 subjek penderita TB aktif dan 28 subjek penderita TB laten yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran kadar IFN-γ dan IL-10 dilakukan menggunakan ELISA-Reader. Hasil penelitian menunjukkan kadar IFN-γ dan IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten. Tingginya kadar IFN-γ pada penderita TB aktif menunjukkan adanya respon imun protektif terhadap kuman M.tb sedangkan tingginya kadar IL-10 menunjukkan perannya sebagai anti inflamasi . Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar IFN-γ pada penderita TB aktif dan TB laten (p=0,769) dan terdapat perbedaan bermakna reata kadar IL-10 setelah stimulasi antigen EC610 lebih tinggi pada TB aktif daripada TB laten (p=0,000).
IFN-γ and IL-2 Secretion after ESAT-6-CFP-10 (EC-610) Fusion Antigen Stimulation from Patients with Active Lung Tuberculosis and Latent Lung Tuberculosis Bastian; Nova Kurniati; Kemas Ya'kub Rahadiyanto; M.Irsan Saleh; Zen Hafy; Fransisca Srioetami Tanoerahardjo; Jusak Nugraha; Eddy Mart Salim
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v6i2.10741

Abstract

The Secretion of IFN-γ and IL-2 After ESAT-6-CFP-10 Fusion Antigen Stimulation in Active and Latent TB Patients. This study held to discover how immune responses work and to know the pathogenesis of active TB and latent TB patients. This study used PBMC to stimulate T Cells with ESAT-6 and CFP-10 antigen fusion, and measure the level of IFN-γ and IL-2 with ELISA antibody sandwich (U-Cytech). 16 ml of blood were drawn to 5 tubes. ESAT-6 CFP-20 inducted one tube with QuantiFERON for IFN-γ assay. The other four tubes were PBMC isolated using Ficoll-Paque, and pre-incubated with stimulation of ESAT-6 CFP-10 fusion antigen for 24-72 hours at 370 C and measured using T-Spot and ELISA reader. We got from this study that there are no significant differences in IFN-γ levels for both groups with active TB and latent TB. Measurement of IL-2 levels showed significant differences between the two group.
STUDI LITERATR REVIEW: ASOSIASI POLIMORFISME GEN INTERFERON GAMMA +874 A/T TERHADAP PASIEN SKIZOFRENIA Agnes Felicia Lubis; Eddy Mart Salim; Abdullah Sahab; Zen Hafy
Oceana Biomedicina Journal Vol 5 No 2 (2022): Oceana Biomedicina Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/obj.v5i2.86

Abstract

Schizophrenia is an acute and chronic psychiatrist with many environmental and genetic determinants. Some reports suggest that it plays an important role in the regulation of the immune system in the cause of schizophrenia. The evidence collected shows a link between schizophrenia and psychopathology and decreased cytokine production. Interferon gamma +874 A/T gene polymorphism located at base tide to +874. Purpose: This literature review aims to identify polymorphism of the Interferon Gamma +874 A/T gene in Schizophrenia patients. Method: Design research is literature review. Literature searches are conducted by conducting international and national journal searches. The search results of the articles on the database were found as many as 32 articles. The number of articles that fit the inclusion criteria is as many as 28 articles. The results of the literature review obtained 5 journals that discuss polymorphism gene Interferon Gamma +874 A/T in pasein schizophrenia. The 5 journals are case study research. Result: From the articles that have been discussed, it can be concluded that the first 874+ polymorphisms of the interferon gamma gene are associated with the production of this compound. The presence of the AA genotype is associated with a decrease in cytokine production, and the AT genotype is associated with moderate cellulose production and high TT as well as cell production.
Hubungan metode deparafinisasi dengan kuantitas dan kualitas ekstrak dna hasil isolasi dari sampel arsip jaringan dalam blok parafin terfiksasi formalin Ray Suga Aulia Sentani; Zen Hafy; Subandrate
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v4i1.76

Abstract

Kuantitas dan kualitas hasil ekstraksi DNA dari jaringan FFPE sangat tergantung dari proses awal yang harus dilakukan pada sampel sebelum masuk kedalam tahapan ekstraksi DNA. Proses awal yang sangat menentukan keberhasilan ekstraksi DNA ini adalah proses deparafinisasi, yaitu proses penghilangan parafin jaringan dari parafin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas DNA yang diambil dari sampel arsip FFPE (Formalin-fixed paraffinembedded tissue) dengan metode deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil di RSUP Dr. Mohammad HoesinPalembang. Sebanyak 16 sampel arsip FFPE diambil dari Laboratorium Patologi Anatomi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Seluruh sampel kemudian dibagi menjadi 2 bagian sama rata kemudian dilakukan proses deparafinisasi menggunakan xylene dan mineral oil. DNA yang telah diisolasi akan diuji kuantitasnya menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 260nm. Uji kualitas akan dilakukan dengan menghitung OD Ratio260nm:280nm. Selain itu DNA juga akan diamplifikasi lalu dilakukan visualisasi dengan sinar UV. Konsentrasi yang didapatkan kemudian diuji dengan uji Wilcoxon dan menunjukkan adanya hubungan signifikan antara metode deparafinisasi dan konsentrasi yang didapat (P=0.036). Primer beta-actin (524bp)tidak ditemukan potongan gen yang diinginkan setelah elektroforesis, kemudian diuji dengan primer Mitin (142bp) menunjukan potongan gen yang diinginkan pada saat elektroforesis dan visualisasi UV.Terdapat hubungan yang signifikan antara metode deparafinisasi FFPE dengan kuantitas dan kualitas DNA yang didapat.
Pengaruh Pemberian N-asetylsistein Terhadap Kadar IFN-γ pada Penderita HIV/AIDS yang Menjalani Pengobatan Antiretroviral Sri Sulpha Siregar; Eddy Mart Salim; Zen Hafy; Nova Kurniati; Harun Hudari; Erial Bahar; Agustian Dwi Putra; Afriyana Siregar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i2.174

Abstract

Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit infeksi yang masih terus menjadi masalah besar bagi masyarakat global. Hasil estimasi dan proyeksi jumlah orang dengan HIV/AIDS di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 640.000 orang dan prevalensi secara nasional pada orang dewasa sebesar 0,4%. Berbagai macam bentuk infeksi yang disebabkan oleh HIV, salah satunya ditandai dengan turunnya jumlah sel limfosit T CD4+ dan juga penurunan kadar IFN-γ yang dapat menyebabkan percepatan replikasi virus hingga terjadi kegagalan sistem imun. N-asetilsistein (NAC) merupakan varian dari asam amino L-sistein yang merupakan sumber dari golongan sulfhydryl (SH) dan diubah dalam tubuh menjadi metabolit yang mampu menstimulasi sintesis gluthatione (GSH), menginduksi detoksifikasi dan bertindak secara langsung sebagai pemakan radikal bebas juga merupakan antioksidan diharapkan dapat memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian NAC terhadap perubahan kadar IFN-γ pada penderita HIV/AIDS di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan uji klinik acak tersamar ganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 32 pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok Plasebo dan NAC. Pada kelompok Plasebo, pasien diberi kapsul yang berisi laktosa dengan dosis 3x1 kapsul/hari, sedangkan kelompok NAC, diberi NAC dengan dosis 3x 200 mg/hari. Setiap kelompok diberi perlakuan sama selama 12 minggu. Darah pasien diambil sebelum dan setelah perlakuan untuk diperiksa kadar IFN-γ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji yang diberikan NAC maupun placebo tidak menunjukkan perubahan kadar IFN-γ yang bermakna setelah 12 mingguperlakuan(p>0,05). Kesimpulan penelitian, pemberian NAC tidak mempengaruhi kadar IFN-γ pada penderita HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV.
Hubungan Polimorfisme Gen Klotho C1818t dengan Kejadian Preeklamsia Efrieni; Legiran; Mgs. Irsan Saleh; Kms. Yusuf Effendi; Ferry Yusrizal; Rizal Sanif; Zen Hafy
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i3.184

Abstract

Angka kematian ibu akibat preeklamsia baik di dunia maupun di Indonesia masih tinggi. Preeklamsia merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki berbagai faktor risiko, diantaranya usia ibu, jumlah anak (paritas) dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Polimorfisme Gen Klotho C1818T dapat menyebabkan terjadi kelainan vaskularisasi plasenta yang akan mengakibatkan disfungsi endotel sehingga terjadi preeklamsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen Klotho C1818T dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain kasus kontrol, yaitu dengan cara membandingkan antara kelompok kasus yaitu ibu hamil dengan preeklamsia sebanyak 55 subjek dan kelompok kontrol yaitu ibu hamil normal sebanyak 55 subjek. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 110 subjek. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil pada variabel usia nilai p value 0,022 ; OR = 2,667 ; CI 95% = 1,136-6,258, variabel paritas dengan nilai p value 0,179 ; OR = 0,596 ; CI 95% = 0,279-1,272, variabel riwayat preeklamsia dengan nilai p value 0,000 ; OR = 10,494 ; CI 95% = 4,345-25,345. Pada genotipe CT dan TT terhadap kejadian preeklamsia didapatkan nilai p value 0,003 ; OR = 4,310 ; CI 95% = 1,564-11,878. Pada Alel T didapat nilai p value 0,000 ; OR = 3,973 ; CI 95% = 1,934-8,160. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara polimorfisme gen Klotho C1818T dengan kejadian preeklamsia.
The Expression of NFATc1 is more Predominant in Triple Negative Breast Carcinoma Patients Riana Sari Puspita Rasyid; Krisna Murti; Zen Hafy
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i1.193

Abstract

Karsinoma payudara adalah keganasan paling umum pada wanita di negara maju dan berkembang. Karsinoma payudara invasif diklasifikasikan menjadi 4 subtipe yaitu luminal A dan B, human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) dan triple negative yang memiliki prognosis terburuk. Nuclear factor of activated T cell (NFATc) 1 merupakan faktor transkripsi penting dalam proses transformasi dan perkembangan keganasan. Oleh karena itu, ekspresi NFATc1 dapat menentukan prognosis karsinoma payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran NFATc1 pada progresivitas karsinoma payudara. Bahan dan metode, 52 blok parafin dipilih dan disiapkan untuk menilai ekspresi NFATc1 dengan imunohistokimia. Data ini diambil dari rekam medis: yaitu klasifikasi molekuler, usia pasien, ukuran tumor, invasi limfovaskular dan grade tumor. Ekspresi NFATc1 positif diamati pada 4 sampel yaitu pada inti luminal A (1 dari 12; 8,8%), luminal B (1 dari 15; 6,7%), dan triple negative (2 dari 12; 16,7%), tetapi tidak ada ekspresi NFATc1 yang terdeteksi dalam sampel HER2. Secara klinis, pasien ini lebih banyak pada usia dekade kelima (38,5%), dengan ukuran tumor lebih besar (≥2 cm; 90%), invasi limfovaskular positif (80,8%), dan derajat tinggi (3; 59,6%). Ekspresi NFATc1 lebih dominan pada karsinoma payudara triple negative.
Demographic, Clinical, and Tumor Profile Of Meningioma In Mohammad Hoesin Hospital Palembang, Indonesia Dya Anggraeni; Yunni Diansari; Zen Hafy
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.v8i1.122

Abstract

Introduction. Meningioma was the most frequently reported primary intracranial tumor. There had been a few reports about meningioma profile in Indonesia. The objective of this study is to identify the profile of meningioma based on demographic, clinical, and tumor characteristics. Methods. This is a cross-sectional study using secondary data from medical records. There were 67 meningioma patients based on histopathological examination at Mohammad Hoesin Hospital  from January to December 2018. Various data were recorded, including demografic profile,  history of hormonal contraceptive use, neurologic symptoms, and tumor characteristic. Results. During 2018, the incidence of meningioma was 68,3% of all primary CNS tumors. Meningioma was mostly found in the age group 35-44 years (44.8%). Most of the patients was female (92.5%) and 29 patients (46.8%) had a history of hormonal contraceptive use. Headache showed the highest rate of clinical manifestation in meningioma patient (34.3%). Based on the location, convexity meningioma was the most frequently found (65.7%). Of the 67 meningioma patients, only 26 datas were obtained regarding a history of radiation exposure and all without a history of radiation. There was only one patient (1.5%) with a family history of malignancy (breast tumor). Based on histopathological examination, 60 patients (89.6%) reported as WHO grade I, mostly the meningothelial subtype (40%). The outcome was generally good in most patients (88.1%). Conclusion. In our institution, meningioma is the most commonly found primary brain tumor. Headache was the most common clinical manifestation and these tumors were mostly located in convexity of the brain, with the majority being WHO grade I and meningothelial subtype.
Co-Authors A, Rafdi A, Rafdi Abdullah Fikri Abdullah Sahab Afriyana Siregar Afriyana Siregar Agnes Felicia Lubis Agnes Felicia Lubis Agustian Dwi Putra Agustian Dwi Putra Agustina Br Haloho Amalia Amalia Anisah Nida'ul Haq Argentina, Fiva Ariesti Karmila aryani, Inda astri Aulia Annisa Rizki Bastian Bastian Bayu Winata Putera Calvin Ienawi Chairil Anwar Chairil Anwar Citra Ananta Avis Citra Dewi Defa Agripratama Ali Desi Arlindia Desi Oktariana Dian Puspitasari Didit Pramudhito Dwi Handayani Dwi Handayani Dwiana Ocviyanti Dwirini Retno Gunarti Dya Anggraeni Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Efrieni Erial Bahar Erial Bahar Erial Bahar Erial Bahar, Erial Ernawati Sinaga Evi Lusiana Fachmi Idris Fadhyl Zuhry Lubis Fadilah, Rizka Ferry Yusrizal Ferry Yusrizal Fitri Octaviana Fitri Octaviana Franajayakk, Indra Francisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Fransisca Srioetami Tanoerahardjo Gita Dwi Prasasty Hadi Nugraha Mustofa Haekal M Handayani, Sri Hartati Harun Hudari Harun Hudari Harun, Yusril Heni Maulani Heni Pujiastuti Henny Sulastri Hermansyah Hermansyah Iche Andriyani Liberty Iche Andriyani Liberty, Iche Andriyani Indra Franajayakk Inggarsih, Rara Irawan Mangunatmadja Irsan Saleh Irsan Saleh Jusak Nugraha Jusuf Fantoni Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya'kub Rahadiyanto Kemas Ya’kub Rahadiyanto Kemas Yusuf Effendi Kms Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kodrati, Adika Krisna Murti Krisna Murti kurniati, nova Laida Neti Mulyani Legiran Legiran Legiran Legiran M, Haekal M, Haekal M. Irsan Saleh Masagus Irsan Saleh Hasani Maya Eka Apriyanti Meiliza Indriani Mgs. Irsan Saleh Mgs. Irsan Saleh Mohamad Sadikin Muhammad Irsan Saleh Nita Hertati Nora Ramkita Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Kurniati Nova Lestari Novizar S Nur Riviati Ocktariyana, Ocktariyana Owen Hu Pancarani, Muftia Phey Liana Prihantika S., Sabrina Purnamasari, Septi Puspita, Riana Sari Puspita, Riana Sari R, Sentani R, Sentani Raden Muhammad Indra Radiyati Umi Partan Radiyati Umi Partan, Radiyati Umi Rafdi A Rafika Novianti Rahadiyanto, Kemas Ya'Kub Rahmi Widiyawati Ramadhayanti, Lidya Ramzi Amin, Ramzi Rasyid, Riana Sari Puspita Ray Suga Aulia Ray Suga Aulia Sentani Riana Sari Puspita Riana Sari Puspita Rasyid Rikka Wijaya Rini Nindela Rini Nindela, Rini Rizal Sanif Rizka Fadilah Rouly Pola Pasaribu S, Novizar S, Novizar Sabri Prihantika Sabrina Prihantika Saleh, M Irsan Saleh, Mgs. M. Irsan Sari, Nurmalia Purnama selly marisdina Selvy Apriani Sentani R SEPTI WULANDARI Soilia Fertilita Sri Handayani Sri Sulpha Siregar Sri Sulpha Siregar Subandrate Sudarto Sudarto Suly Auline Rusminan Susiwati Susiwati Syifa Alkaf Tanoerahardjo, Francisca Srioetami Tungki Pratama Umar Venny Larasati Venny Larasati Veny Larasati Veny Larasati Verli Saniba Welly Salutondok Wresnindyatsih Ya’kub Rahadiyanto Yudianita Kesuma, Yudianita Yulia Iriani Yunni Diansari Yusuf Effendi Yusuf Effendi Yusuf Effendi Yusuf Effendi Zen Ahmad Zen Ahmad Zen Ahmad Ziske Maritska Zulkarnain Musa