Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN UMUR, PENGTAHUAN DAN PERILAKU KONSUMSI YODIUM DENGAN KEJADIAN GOITER PADA WANITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GEDUNG MENEG KABUPATEN TULANG BAWANG TAHUN 2015 Achmad Farich; Yesi Nurmalasari
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.115 KB) | DOI: 10.33024/.v2i3.707

Abstract

Penyakit goiter sendiri cenderungmenyerang para wanita lima sampaidelapan kali lebih besar dibandingkan pria,khususnya Wanita. Wanita rentankekurangan yodium. Puskesmas GedungMeneng merupakan salah satu Puskesmaspelayanan kesehatan dengan kasus goitertertinggi di Kabupaten Tulang Bawang,berdasarkan data Sistem Pencatatan danPelaporan Terpadu (SP2TP) PuskesmasGedung Meneng tahun 2013 prevalensipenderita goiter sebesar 38 orang (17,5%)dan meningkat ditahun 2014 menjadisebesar 52 orang (21,8%). Tujuanpenelitian diketahui hubungan umur,pengetahuan dan perilaku konsumsiyodium dengan kejadian goiter padaWanita di Wilayah Kerja PuskesmasGedung Meneng Kabupaten TulangBawang tahun 2015.Jenis penelitian adalah kuantitatif, desainpenelitian analitik pendekatan crosssectional.Populasi adalah seluruh wanitayang mengalami gangguan tyroidsebesar108 orang besar sampel 86 orang, tekniksampling simplerandom sampling metodelottre Analisis data menggunakan chisquare.Hasil penelitian didapat kejadian goiterpada wanita lebih tinggi pada kategoritidak goiter sebesar 58 orang (67,4%),umur wanita lebih tinggi padakategoritidak berisiko sebesar 44 orang(51,2%), pengetahuan lebih tinggi padakategori kurang baik sebesar 58 orang(67,4%), perilaku konsumsi yodium padawanita lebih tinggi pada kategori tidakmengandung yodium sebesar 50 orang(58,1%). Hasil uji statistik chi squaredidapat ada hubungan umur (p value =0,007 < 0,05), ada hubungan pengetahuan(p value = 0,023 < 0,05) dan ada hubunganperilaku konsumsi yodium (p value =0,004 < 0,05) dengan kejadian goiter padawanita.Diharapkanmanajemen Puskesmas GedungMeneng dapat lebih meningkatkansosialisasi tentang goiter khususnya padawanita usia subur. Dan merencanakanlangkah-lagkah intervensi agar masalahkekurangan yodium di masyarakat bisateratasi.melalui penyuluhan tentangpencegahan terjadinya goiter khususnyapada wanita usia subur
Perbedaan Penggunaaan Birth Ball Terhadap Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Yulianti Yulianti; Ledy Octaviani Iqmy; Achmad Farich
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Berdasarkan data dari Dinas Provinsi Lampung, sebanyak 37.264 ibu mengalami nyeri persalinan sebesar 30,0%. di Kota Bandar Lampung sebesar 20,0%.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui Perbedaan penggunaan birth ball terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di Klinik Krakatau Bandar Lampung Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif, rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yaitu kegiatan percobaan (experiment), Quasy Eksperimen yaitu Two Group Pretest-Postest Design. Populasi sebanyak 38 orang. Sampel sebanyak 30 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol 15 orang, 15 orang untuk kelompok intervensi. Pengambilan sample teknik purposive sampling. Analisa data univariat untuk mengetahui rata-rata nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, analisa bivariat menggunakan uji T-test independent.Hasil : Hasil penelitian adalah diketahui rata-rata nyeri pada kelompok intervensi sebelum menggunakan birth ball sebesar 6,67, sesudah menggunakan birth ball sebesar 3,73, pretest pada kelompok kontrol sebesar 6,73, rata-rata nyeri posttest pada kelompok kontrol sebesar 6,13Simpulan : Diketahui ada Perbedaan menggunakan birth ball terhadap nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di Klinik Krakatau Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji t-test independent didapat p value 0,000 0,05.Saran dalam penelitian ini adalah agar menggunakan birth ball pada ibu bersalin kala I fase aktif sebagai salah satu alternatif menurunkan nyeri dalam persalinan.Kata Kunci :Birth Ball, Nyeri Persalinan, Persalinan Background: Based on data from the Lampung Provincial Office, as many as 37,264 mothers experienced labor pain at 30.0%. in the city of Bandar Lampung by 20.0%.Purpose: The purpose of this study was to know the difference in using a birth ball for pain in the first stage of labor at the Krakatau Clinic in Bandar Lampung in 2020.Methods: This type of research is quantitative, the design used in this study is a quasi-experimental, namely experimental activities (experiment), Quasy Experiment, namely Two Group Pretest-Postest Design. Population of 38 people. A sample of 30 people divided into 2 groups, namely the control group 15 people, 15 people for the intervention group. Purposive sampling technique sampling. Univariate data analysis to determine the average pain in the intervention group and control group, bivariate analysis using the independent T-test.Results: The results showed that the average pain in the intervention group before using the birth ball was 6.67, after using the birth ball was 3.73, pretest in the control group was 6.73, the average posttest pain in the control group was 6.13.Conclusion: It is known that there is a difference in using a birth ball for pain in the first stage of labor in the active phase of the Krakatau Clinic in Bandar Lampung in 2020, the results of the independent t-test obtained p value 0.000 0.05. The suggestion in this research is to use a birth ball for mothers who give birth during the first phase of the active phase as an alternative to reduce pain during labor.Keywords :Birth Ball, Labor Pain,Labor  
Pengaruh Status Gizi, Keterpaparan Rokok Dan Riwayat Kontak Serumah Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung Alwa Ayu Azzahra; Achmad Farich; Khoidar Amirus; Nurhalina Sari; Agung Aji Perdana
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.719

Abstract

Abstrak TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Status gizi, keterpaparan asap rokok, dan riwayat kontak serumah merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena TB. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan status gizi, mencegah keterpaparan asap rokok, dan mengurangi riwayat kontak serumah dengan penderita TB dapat membantu menurunkan angka kejadian TB. Puskesmas kedaton menduduki urutan pertama dengan kasus tuberkulosis paru se Kota Bandar Lampung pada tahun 2020-2022. Pada tahun 2022 puskesmas kedaton memiliki jumlah kasus terbanyak dengan jumlah 90 (77%) kasus. Pada tahun 2023 dari bulan januari sampai juni kasus tuberkulosis paru sebanyak 112 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi, keterpaparan rokok dan riwayat kontak serumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien tuberkuloasis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik untuk pengambilan jumlah sampel yaitu Purposive sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 132 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Didapatkan sebagian besar responden memiliki status gizi cukup sebanyak 93 orang (70.5%), keterpaparan rokok sebanyak 81 orang (61.4%), riwayat kontak sebanyak 78 orang (59.1%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian (p–value = 0,000), keterpaparan (p–value = 0,001), riwayat kontak (p–value = 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru. Riwayat kontak merupakan faktor dominan (p-value= 0,002) yang dapat mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru sehingga masyarakat di himbau agar dapat menghindari kontak secara langsung dengan pasien tuberkulosis paru tanpa menggunakan pelindung diri seperti masker dikarnakan tuberkulosis paru menyebar melalui percikan dahak yang dikeluarkan pasien ketika batuk ataupun bersin. Kata kunci: Status gizi, keterpaparan rokok, riwayat kontak serumah, kejadian tuberkulosis paru
HUBUNGAN RIWAYAT GEJALA PENYAKIT INFEKSI DAN SANITASI TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 TAHUN DI SD NEGERI 1 SRENGSEM Nurmaasari, Yesi; Mustofa, Festy Ladyani; Farich, Achmad; Asisah, Sahra Nur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.9717

Abstract

Abstrak: Hubungan Riwayat Gejala Penyakit Infeksi Dan Sanitasi Terhadap Status Gizi Anak Usia 6-12 Tahun Di SD Negeri 1 Srengsem. Status gizi adalah suatu keadaan tubuh yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi oleh tubuh. Kekurangan dan kelebihan gizi dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status gizi yaitu gejala riwayat penyakit infeksi dan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan riwayat gejala penyakit infeksi dan sanitasi lingkungan terhadap status gizi anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan  rancangan penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah  semua siswa di SDN 1 Srengsem yang berusia 6-12 tahun. Sampel yang digunakan berjumlah 225 siswa yang dipilih dengan metode statified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran berat dan tinggi badan anak serta pengisian kuisioner. Uji statistik dengan menggunakan uji Spearman. Hasil uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan antara riwayat gejala penyakit infeksi dengan status gizi anak usia 6-12 tahun di SDN 1 Srengsem karena nilai ρ value 0,147 atau > 0,05. Sedangkan hasil uji statistik juga menunjukan terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan dengan status gizi anak usia 6-12 tahun di SDN 1 Srengsem dengan nilai ρ value 0,000 atau <  0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,313 artinya tingkat kekuatan hubungan cukup. Status gizi anak di SDN 1 Srengsem tahun 2023 tidak dipengaruhi oleh gejala penyakit infeksi (ISPA dan Diare) dimana penelitian riwayat gejala  yang dialami oleh anak hanya kurun waktu 1 bulan terakhir.Sedangkan status gizi dipengaruhi oleh sanitasi lingkungan, dimana sanitasi lingkungan yang buruk bisa mempengaruhi status gizi anak.
HUBUNGAN FAKTOR IKLIM DENGAN KASUS DBD DI KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 – 2019 Dininta, Gilang Fitra; Hermawan, Dessy; Alfarisi, Ringgo; Farich, Achmad
Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/rj.v15i2.2790

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) case in Bandar Lampung City shows an increasing trend of cases. In 2014, the number of cases was 389 cases; by the end of 2018, it had increased to 1,114 cases. Climatic factors are thought to have contributed to the increase in cases. This study aims to determine the relationship between climate factors and the number of dengue cases in 2015-2019. The study used secondary data with a cross-sectional design. Data were obtained from the Bandar Lampung City Health Office and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). Univariate analysis with Mean, Median, Minimum-Maximum. The Kolmogorov-Smirnov test was carried out to determine the normality of the data, followed by bivariate analysis with Pearson Correlation and Spearman's Rank. Multivariate analysis was performed with Linear Regression by considering the regression assumption. The study found that more dengue cases were in January, February, March. A negative correlation was shown between temperature and the incidence of DHF (r=-0.274; p-value=0.038), and a positive correlation with humidity (r=0.390; p-value=0.002), and rainfall (r=0.370; p-value= 0.005). Air humidity and rainfall affect the number of dengue cases, respectively 33.0% and 30.5%. The results of this study have provided evidence of a relationship between climate factors and cases of DHF. It is hoped that this can be an input for the prevention and control of dengue fever.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN YANG TERPASANG KATETER DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Kumala, Indra; Farich, Achmad; Yanti, Dhiny Easter; Hermawan, Dessy; Amirus, Khoidar
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12192

Abstract

Abstrak :  Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien yang Terpasang Kateter Di Ruang Rawat Inap Penyakit dalam RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK Provinsi Lampung. Infeksi nosokomial merupakan masalah global, ada sekitar 9% lebih dari 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit di seluruh dunia. Terdapat 40% dari seluruh infeksi nosokomial merupakan infeksi saluran kemih (ISK) dan 80% dari ISK terjadi sesudah pemakaian alat, terutama akibat kateterisasi. Jenis penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode penelitian observasional analitik dan pendekatan case control, bertempat di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dilaksanakan Maret-Agustus 2023, dengan melibatkan 100 pasien di ruang rawat inap penyakit dalam. Pemilihan sampel dengan purposive sampling. Analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat (Regresi Logistik Ganda). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia pasien (p=0.001, OR=4.27), prosedur pemasangan kateter (p=0.000, OR=7.38), lama hari kateter terpasang (p=0.000, OR=33.41), dan perawatan indwelling (p=0.000, OR=6.0) merupakan faktor kejadian ISK, sedangkan variable jenis kelamin (p=0.28) bukan menjadi faktor. Variabel perawatan indwelling kateter merupakan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Ketiga variable yang berhubungan dengan kejadian ISK hanya mampu menjelaskan 2,22% atas variable dependent. Disimpulkan variable usia, prosedur pemasangan kateter, lama hari kateter terpasang, dan perawatan indwelling merupakan faktor kejadian ISK, sedangkan variable jenis kelamin bukan merupakan faktor. Variabel perawatan indwelling kateter merupakan yang paling berpengaruh terhadap kejadian ISK. Ketiga variable yang berhubungan dengan kejadian ISK hanya mampu menjelaskan 2,22% atas variable dependent.
Pengaruh Pemberian Ice Pack Dengan Penurunan Nyeri Perineum Pada Luka Jahitan Ibu Bersalin Aulia, Bunga Septa; Evrianasari, Nita; Farich, Achmad
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i2.1184

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang nyata dan yang potensial. Survey pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di BPS Nurhasanah di temukan bahwa pada bulan Desember tercatat ada 33 orang (100%)  ibu bersalin dan 16 (48.5%) diantaranya mengalami luka perineum. Sedangkan pada bulan Januari tercatat ada 17 orang (100%) ibu bersalin  di BPS Nurhasanah, dimana 9 (52.9%) diantaranya mengalami luka perineum. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pemberian ice pack dengan penurunan nyeri perineum pada luka jahitan ibu bersalin di BPS Nurhasanah, S.Tr.Keb. Gudang Lelang Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, Rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan pretest – posttest with control group. Populasi dan sampel 30 orang, teknik sampling purposive samping analisa data menggunakan univariat dan bivariate, dengan uji statistik t-tes.Hasil : Rata-rata nyeri perineum pada luka jahitan ibu bersalin di BPS Nurhasanah terhadap masing-masing 15 responden sebelum diberi ice pack pada kelompok eksperimen adalah 8,20, pada kelompok kontrol adalah 8,53, pada kelompok eksperimen yang sudah diberi ice pack adalah 3,47, dan pada kelompok kontrol adalah 7,33. Hasil uji statistik menggunakan tes-independen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian ice pack dengan penurunan nyeri perineum pada luka jahitan ibu bersalin di BPS Nurhasanah, S.Tr.Keb. Gudang Lelang Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Bagi peneliti selanjutnya di harapkan hasil penelitian pengurangan nyeri dengan menggunakan ice pack ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dan masukan untuk peneliti selanjutnya karena dalam penelitian ini waktunya cukup singkat dan prosesnya sangat mudah untuk dilakukan. ABSTRACTBackground : Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from real and potential tissue damage. A preliminary survey conducted by researchers at BPS Nurhasanah found that in December there were 33 people (100%) giving birth and 16 (48.5%) of them had perineal injuries. While in January there were 17 people (100%) of women giving birth at Nurhasanah Independent Midwife, of which 9 (52.9%) had perineal injuries. The purpose of this study is to know the effect of giving ice packs with decreasing perineal pain in maternal suture wounds at Nurhasanah, S.Tr.Keb. Independent Midwife of Bandar Lampung City year of 2019.Research Method : Quantitative research type, Quasi Experimental research design with a pretest - posttest with control group approach. Population and sample of 30 people, purposive sampling technique beside data analysis using univariate and bivariate, with statistical t-test.Result : Average perineal pain in maternal suture wounds at Nurhasanah Independent Midwife for each of the 15 respondents before being given ice packs in the experimental group was 8.20, in the control group was 8.53, in the experimental group that had been given ice packs was 3, 47, and in the control group was 7.33. Statistical test results using an independent test obtained p-value of 0.000 (α <0.05) which means that there is an influence of giving ice packs with a decrease in perineal pain in maternal suture wounds at Nurhasanah, S.Tr.Keb. Independent Midwife Bandar Lampung City in 2019. For further researchers, it is expected that the results of pain reduction studies using ice packs can be used as reference material and input for future researchers because in this study the time is quite short and the process is very easy to do.
Pengaruh Edukasi Kesehatan dengan Media Video tentang Cuci Tangan terhadap Pengetahuan Anak untuk Cegah Covid di SDN 3 Tempuran 12B Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023 Mevia, Dila Artha; Triswanti, Nia; Anggunan, Anggunan; Farich, Achmad
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i2.5092

Abstract

Background: Covid-19 is transmitted through droplets (splashes) when talking, coughing and sneezing from people infected with the Coronavirus. In addition, this disease can also be transmitted through physical contact (touch or handshake) with sufferers and touching the face, mouth and nose by hands that are exposed to the Coronavirus. Clean living behavior (PHBS) is one of the prevention of Covid-19, for example, washing hands with soap. Research Methods: Analytical Survey using a cross-sectional approach with 34 samples according to the research criteria. Data collection was carried out in July 2023. This research was conducted at SDN 3 Tempuran, Trimurjo District, Central Lampung Regency, Lampung Province, with data analysis using SPSS 26. Research results: There were 34 samples of research respondents, the highest was in the 11 year age group, namely 12 respondents (35.3%) with an average of 10.21, it was known that there were more women, namely 19 respondents (55.9%). Then the class of respondents was divided into grades 4.5 and 6 and most were found in Grade 6 students, namely 14 respondents (41.2%). The majority of children's knowledge distribution before being given education is low knowledge in 21 respondents (61.8%). While the distribution of children's knowledge after being given education was the majority in high knowledge in 21 respondents (61.8%). The p-value was obtained 0.000 (p-value <0.005). Conclusion: there is the influence of video media on the level of knowledge of handwashing with soap in preventing COVID-19..
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kepatuhan ARV Pada Pasien HIV AIDS Di Puskesmas Sukabumi Bandar Lampung Aini, Fadhilah; Hasbie, Neno Fitriyani; Fitriani, Dita; Farich, Achmad
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.15784

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) bisa menyebabkan AIDS. Orang yang terkena HIV/AIDS menghadapi lebih banyak tantangan, termasuk dari fisik, psikologis, serta sosial. Dikarenakan semua orang disekitar dia menghindari atau mengucilkan mereka, Masalah psikologis yang mereka hadapi sangat besar. Beberapa atau bahkan sebagian besar masyarakat mengakatan HIV AIDS penyakit yang bisa menular serta berbahaya yang bisa melawati kegiatan sehati-hari, sebagai bersentuhan tangan atau lewat ludah saat sedang berbicara. Studi analitik kuantitatif, desain cross-sectional, dan metode pengambilan sampel total dengan kuesioner digunakan dalam jenis penelitian ini. Analisis hubungan dukungan sosial dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV AIDS di Puskesmas Sukabumi menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat meningkatkan kepatuhan pasien HIV AIDS terhadap ARV. Terdapat hubungan emosional dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV AIDS dengan p = 0.019 (p < 0,05), tidak ada hubungan instrumental dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV AIDS dengan p = 0,373 (p > 0,05), dan ada hubungan informatif dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV AIDS dengan p = 0,005 (p < 0,05) dan adanya hubungan dukungan persahabatan dengan kepatuhan ARV pada pasien HIV AIDS dengan p = 0,036 (p < 0,05).
Differences In The Effectiveness Of Red Onion Compress Therapy On Fever In Infants Post-DPT Immunization Wati, Ni Ketut Marnila; Evrianasari, Nita; Yantina, Yuli; Farich, Achmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.17180

Abstract

Pendahuluan: Demam yang sering terjadi pasca imunisasi atau sering disebut dengan KIPI. KIPI merupakan suatu gangguan yang sering terjadi pada bayi dan balita. Data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, terdapat 33,4% bayi yang mengalami KIPI dan 6,8% mengalami KIPI dengan demam tinggi. Menurunkan berbagai cara, salah satu diantaranya menggunakan kompres bawang merah.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT di Wilayah Kerja Puskesmas Non Rawat Inap Indraloka Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2024.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre experiment dan one group pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian bayi yang demam pasca imunisasi DPT di Wilayah Kerja Puskesmas Non Rawat Inap Indraloka Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 40 orang. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh sebelum diberikan terapi kompres bawang merah pada bayi pasca imunisasi DPT adalah 38,038oC dan setelah diberikan terapi kompres bawang merah menurun menjadi 37,15 oC. Dengan median sebelum di kompres 38,0 oC dan sesudah di kompres 37,0 oC Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT.Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT. Kata kunci: Kompres, Bawang Merah, Demam, Imunisasi DPT, KIPI ABSTRACT Introduction: Fever occurring after immunization, often referred to as Adverse Events Following Immunization (AEFI), is a common issue in infants and toddlers. According to the Basic Health Research data in Indonesia, 33.4% of infants experience AEFI, and 6.8% of them have high fever. Various methods can be used to manage fever, one of which is using a red onion compress.Purpose: This study aims to determine the difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization in the working area of Indraloka Jaya Primary Health Care, Tulang Bawang Barat Regency 2024.Method: This is a quantitative study using a pre-experimental design with a one-group pretest and posttest approach. The sample consists of 40 infants experiencing fever post-DPT immunization in the working area of Indraloka Jaya Primary Health Care, Tulang Bawang Barat Regency. Purposive sampling was used for selecting the sample. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test.Results: The results indicate that the average body temperature before administering red onion compress therapy was 38.038°C, and it decreased to 37.15°C after the therapy. The median temperature before the compress was 38.0°C and 37.0°C after the compress. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization.Conclusion: A significant difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization. Keywords: Compress, Red Onion, Fever, DPT Immunization, AEFI
Co-Authors Agung Aji Perdana Aini, Fadhilah Alfarisi, Ringgo Alifah, Muthia Deswita Alwa Ayu Azzahra Alwa Ayu Azzahra Amelia Valentine Angelina, Christin Anggraeni, Dini Anggraini Anggraini Anggunan, Anggunan Asisah, Sahra Nur Asri Mutiara Putri Aulia, Bunga Septa Awaliyah, Kharismatul Beta Gustilawati Bio Lerianza Candra Farid Rifai Chelda Ernita Dainty Materniti Dainty Maternity Dalfian Dalfian Dalfian, Dalfian Deviani Utami Dian Yunita Dinda Ayu Pratiwi Dininta, Gilang Fitra Djamil, Adrian Rival Eka Sari Siregar, Fitri Eksa, Dwi Robbiardy Evrianasari, Nita F, Christin Angelina Fatimah Azzahra Festy Ladyani Mustofa Fina Apriliana Fitriani, Dita Fonda Octarianingsih Shariff Gewang, Annissa Achmadsyah Gunawan, M. Ricko Gusmilyani Gusmilyani Gustiawan, Ricki Hasbie, Neno Fitriyani Hasbie, Neno Fitriyani Herlin Mega Susanti Hermawan, Dessy Hesty Ahisya Indra Kumala Iqmy, Ledy Octaviani Jannatia, Adelia Dwi Kapitan, Rifki Khoidar Amirus Kholis, Muhammad Rafiq Lathifah, Neneng Siti Lestari, Sri Maria Puji Liasari, Deny Eka Lolita Sary Lutifanawati, Dewi Marissa Anggraini Marlinda Agustina Masa Irawan Mayasari Mayasari Mevia, Dila Artha Mohammad Ridho Irawan Muhammad Yusmansyah Lubis Muhani, Nova Nopi Sani Nurhalina Sari Nurmaasari, Yesi nurmalasari, yesi Oktaria, Dyanis Pratiwi, Suci Isna Purwaningrum, Ratna Putra, Agung Pradana Putri, Ratna Dewi Rachmawati Rachmawati Rachmawati, Fijri Rahma Fauzia Al Erza Ratna Purwaningrum Rillyani Rillyani Rimawati, Veronica Ela Risma Agusmayanti Riyanti Riyanti Rizka Rahmawati, Rizka Samino Samino Sandayanti, Vira Selly Oktaviani Sosya Mona Seprianti Sri Maria Puji Lestari Sudiadnyani, Niputu Sudirahayu, Ika Sugiharto, Joko Supadmi, Kiki Supriyati Supriyati Susila Susila T. Marwan Nusri Tanti Kristiana Tenry Derma Pratama Triswanti, Nia Triyoso Triyoso Upik Febriani Utama, M. Panca Bio Utami, Vida Wira Utari, Elitha M Wahid Tri Wahyudi Wati, Ni Ketut Marnila Yanti, Dhiny Easter Yasmin Julianti S.Ningsih Yenni Rusli Yuli Yantina Yulianti Yulianti Yuliati Shoffiyah Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Zulhafis Mandala