Claim Missing Document
Check
Articles

Deconstruction of the character lydia bennet in jane austen’s pride and prejudice Hayati, Rita
(JELE) Journal Of English Language and Education Vol 3 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.615 KB) | DOI: 10.26486/jele.v3i2.280

Abstract

Pride and Prejudice is one of the greatest literary work. It is a story about the Bennets daughters’ love life. One of whom is Lydia Bennet, assumed as the antagonist, whose character is going to be deconstructed using Derrida theory of Deconstruction. The purpose of this research is to find out how the readers’ interpretation over a character in a story may be different from what has been expected by the author. The readers, however, may attack what has been structured hierarchically once they doubt about what it is written in the text. Since family is the first to shape a child’s behaviour, thus Lydia’s parents as well as her four older sisters are responsible for her misbehaviour.  
PENGARUH PEMBERIAN TRICHOKOMPOS DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH ULTISOL Nurfadillah, Jelita Amalia; Hayati, Rita; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99147

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh trichokompos dan biochar sekam padi terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah ultisol. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Trichokompos dengan kode (C) yang terdiri dari dosis: C0 tanpa perlakuan trichokompos, C1 20 ton/ha atau 400 gram/polybag, dan C2 30 ton/ha atau 600 gram/polybag, sedangkan faktor Biochar dengan kode (B) terdiri dari dosis B0 tanpa perlakuan, B1 10 ton/ha atau 200 gram/polybag, B2 20 ton/ha atau 400 gram/polybag dan B3 30 ton/ha atau 600 gram/polybag. Perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 polybag, setiap perlakuan tanaman diulang sebanyak 2 set perlakuan, sehingga total 72 polybag. Variabel pengamatan adalah serapan nitrogen tanaman, serapan fosfor tanaman, serapan kalium tanaman, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman. Perlakuan trichokompos dosis 30 ton/ha meningkatkan serapan P, serapan K, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN BEBERAPA JENIS SAWI TERHADAP KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) DAN PRODUKSI SAWI DI TANAH GAMBUT Syafitri, Tirta Yuliardi; Hayati, Rita; Umran, Ismahan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2445

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya tanaman sayuran seperti sawi, akan tetapi mempunyai masalah berkaitan dengan tingkat kemasaman tanah. Penggunaan abu terbang sebagai pengganti kapur dinilai lebih efisien selain dapat mengatasi masalah kemasaman tanah juga dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat akumulasi limbah batubara. Abu terbang dapat digunakan sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah, karena mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur pertanian. Abu terbang juga mengandung unsur mikro dan beberapa unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Di sisi lain abu terbang juga mengandung logam berat salah satunya Cd. Famili Brassicaceae (kubis-kubisan) tergolong tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat, sehingga sering digunakan dalam phytoextraction pada lahan yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu terbang (fly ash) dan beberapa jenis sawi terhadap kadar logam kadmium (Cd) dan produksi sawi di tanah gambut. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2012. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola Faktorial Split Plot yang terdiri dari 2 faktor. Sebagai petak utama (main plot) adalah faktor dosis abu terbang (a), terdiri atas 4 taraf yakni: a1 (300 g/polybag abu terbang), a2 (600 g/polybag abu terbang), a3 (900 g/polybag abu terbang) dan a4 (1200 g/polybag abu terbang). Anak petak (sub plot) adalah faktor jenis tanaman sawi (t) terdiri atas 4 taraf yakni : t1 (sawi pakcoy), t2 (sawi hijau), t3 (kailan), t4 (sawi keriting). Analisis meliputi pH tanah, berat basah tanaman setelah pemanenan, serta kadar logam berat Cd pada jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu terbang pada media tanam tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah gambut. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa tanaman sawi yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya kandungan logam berat Cd pada jaringan tanaman. Kata kunci: abu terbang, logam berat Cd, sawi, tanah gambut
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) PADA TANAH GAMBUT TERHADAP PRODUKSI TANAMAN FAMILI Brassicaceae DAN AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) Handayani, Maradeta Cristy; Hayati, Rita; -, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2673

Abstract

Pemanfaatan abu terbang (fly ash) pada tanah gambut untuk memperbaiki kesuburan tanah sebagai media tumbuh tanaman sayur-sayuran sangat potensial, karena jumlah fly ash yang cukup banyak serta keberadaan lahan kritis yang cukup luas. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian abu terbang (fly ash) pada tanah gambut terhadap produksi tanaman famili Brassicaceae dan akumulasi logam timbal (Pb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fly ash pada tanah gambut mampu meningkatkan pH tanah. Hasil penelitian mengindikasikan juga bahwa tanaman aman untuk di konsumsi karena pemberian fly ash pada tanah gambut tidak berpengaruh terhadap kadar logam timbal (Pb) pada tanaman famili Brassicaceae. Kata Kunci : Abu terbang (Fly Ash), tanah gambut, logam timbal(Pb) dan BrassicaceaeUtilization of fly ash on peat soil to improve fertility of soil as a growing medium vegetable crop potential, because the amount of fly ash are pretty much as well as the existence of critical area is quite extensive. This study to determine the effect of fly ash on peat soil to the plant family Brassicaceae production and metal accumulation of lead (Pb). The results showed that administration of fly ash on peat soils to increase soil pH. The results also indicate that the plant is safe for consumption because of the provision of fly ash on peat soil had no effect on levels of lead metal (Pb) in the plant family Brassicaceae. Keywords : Fly ash, peat soil, metal lead (Pb) and Brassicaceae
HUBUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH DARI BEBERAPA TIPE PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP POPULASI BAKTERI DAN FUNGI TANAH sartita, sartita; umran, ismahan; hayati, rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9410

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan bahan organic tanah dari beberapa tipe pemanfaatan lahan terhadap populasi bakteri dan fungi tanah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis data korelasi. Variabel yang diamati meliputi populasi bakteri, populasi fungi, bahan organic, pH Bakteri, Populasi Fungi, Bahan Organik, Tipe Pemanfaatan Lahan Tanaman Kacang Panjang tanah, temperature tanah, kelembaban tanah, C/N organic dan kadar air. Hasil isolasi dari setiap tipe pemanfaatan lahan menunjukkan bahwa jumlah populasi bakteri pada tipe pemanfaatan lahan kacang panjang 6 x 107, fungi 5 x 103, lahan ubi kayu bakteri 1,1 x 108, fungi9 x 103, lahan karet bakteri 8 x 107, fungi2,6 x 104, lahan rambutan bakteri 1,5 x 108, fungi 2,9 x 104, lahan durian 1,1 x 108 fungi 3,5 x 104 dan lahan gaharu 7 x 107 tanah fungi 2,5 x 104. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi bakteri dan fungi ditemukan pada semua sampel tanah pada beberapa tipe pemanfaatan lahan tersebut. Hasil analisis korelasi antara bahan organic dengan populasi bakteri yaitu 0,733 tergolong kuat sedangkan korelasi antara bahan organic dengan fungi yaitu 0,395 tergolong lemah. Kata-kata kunci : Populasi, Ubi Kayu, Karet, Rambutan, Durian dan Gaharu.
UJI KUALITAS AIR SUB DAS BATA DAS PINOH AKIBAT PERKEBUNAN KALAPA SAWIT Ihsan, Khairul; Junaidi, Junaidi; Hayati, Rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.10698

Abstract

Perusahaan perkebunan kelapa sawit dianggap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem sekitar seperti tercemar pupuk dan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di sepanjang Sub Daerah Aliran Sungai Bata yang digunakan sebagai areal perkebunan kelapa sawit. Pengukuran kualitas air seperti temperatur, derajat keasaman (pH), Kandungan sedimen (Total Suspended Solid/TSS), DO (dissolved Oxygen), COD (Chemical Oxygen Demand), BOD ( Biochemical Oxygen Demand), Nitrat/Nitrit, fosfor, debit aliran, dan kecerahan. Hasil penelitian pada Sub Daerah Aliran Sungai Bata ini menunjukkan bahwa pada titik I memiliki kriteria kelas satu untuk semua parameter yang diuji kecuali COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD ( Biochemical Oxygen Demand), pada titik II memiliki kriteria kelas satu kecuali COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD ( Biochemical Oxygen Demand) dan pada titik III memiliki kriteria kelas satu kecuali TSS (Total Suspended Solid), COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD ( Biochemical Oxygen Demand).
Identifikasi Kesuburan Tanah Alluvial pada Perkebunan Karet Rakyat di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Nobertus, NOBERTUS; Hayati, Rita; Krisnohadi, Ari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18736

Abstract

Karet merupakan komoditas yang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama peralatan rumah tangga yang merupakan bahan bakunya dari karet, seperti sol sepatu, kursi, selang, sikat, ember, pelapis kabel, ban, dan beranekaragam manfaat karet dalam kehidupan sehari-hari lainnya. Luas perkebunan karet secara umum di Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2008 adalah sebesar 32.145,1 ha dengan total produksi 11.140 ton dengan produktivitas 346,5 kg/ha/tahun dan pada tahun 2009 produksinya mengalami penurunan menjadi 10.958,7 ton, dengan produktivitas 340,9 kg/ha/tahun. Luas perkebunan karet di Kecamatan Sungai Ambawang sendiri adalah 13.001,4 ha dan merupakan terluas di Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah produksi sebesar 6.305,3 ton dengan produktivitas 484,9 kg/ha/tahun (BPS Kabupaten Kubu Raya 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah, rekomendasi umum hara N, P dan K untuk menunjang pertumbuhan dan produksi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya dengan luas umum kebun karet di Desa Lingga 500 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 2 umur tanaman yang berbeda-beda, dalam satu lokasi di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem grid dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, C-Organik Tanah, Kapasitas Tukar Kation, Calsium tersedia, Magnesium, Natrium, Kejenuhan Al, Bobot Isi, Kedalaman Pirit, Warna Tanah Kedalaman Muka Air Tanah dan Drainase. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat masam, Kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kadar kalium (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai sedang, magnesium (Mg) tersedia pada lokasi penelitian tergolong sangat sendah sampai rendah, natrium (Na) pada lokasi penelitian tergolong rendah, Kejenuhan Alumunium (Al) pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kedalaman sufidik dilokasi penelitian tergolong sangat dalam, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong sedang, Kejenuhan Basa pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, dan status kesuburan tanah pada lokasi penelitian tergolong rendah.Kata kunci :Status Hara, Tanaman Karet, Kesuburan Tanah.
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK YONAL, PETRUS; Sulakhudin, Sulakhudin; Hayati, Rita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23603

Abstract

Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasisehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanahberpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapasifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan StatusKesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pascapenambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunderadalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir padalapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) danbesarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahanorganik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksitanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Statuskesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun statuskesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir
ARTIKEL KARYA ILMIAH IDENTIFIKASI KESUBURAN LAHAN SAWAH PASANG SURUT PADA DUA JENIS TANAH DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH NAZIPIN, ISMAIL; HAYATI, RITA; ALHADAD, ABDUL MUJIB
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24490

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesuburan dan rekomendasi pemupukan lahan sawah pasang surut pada dua jenis tanah di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, dengan luas sawah pasang surut 46,83 ha dan luas sawah pasang surut di lokasi penelitian 6 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Parameter pengamatan Muka Air Tanah, Uji Pirit, Tekstur Tanah, Bobot Isi, pH tanah, C-Organik, N-total, P-total, P-tersedia, K-total, K-dd, KTK, KB, Salinitas, Fe-dd dan Rekomendasi Pemupukan. Hasilanalisis sifat kimiatanah menunjukan bahwa Reaksi tanah (pH) di lokasi 1 dan 2 tergolong masam berkisar antara 4,84-5,39, C-organik tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,88-1,39%, dengan kandungan N-total tergolong rendah berkisar antara 0,11-0,16%, P-total tergolong rendah sampai sedang berkisar antara 13,40-21,88 mg/100g, P-tersediatergolong rendah, sedang sampai tinggi berkisar antara 14,66-35,32 ppm, K-totaltergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 4,57-12,71 mg/100g, K-tersedia tergolong sangat rendah sampai sedang berkisar antara 0,05-0,29 cmol/kg, KTK tergolong rendah berkisar antara 6,80-10,71 cmol/kg, KB tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 19,57-28,56%, Salinitas berkisar antara 1,09-1,42 mS/cm tergolong rendah dan Fe-dd berkisar antara 40,13-61,08 ppm tergolong tinggi sampai sangat tinggi. Rekomendasi pemupukanLokasi 1A 264,39 kg Urea/ha, 1B 187,84 kg Urea/ha, 1C 264,26 kg Urea/ha. pupuk P (1A dan 1B) 150 kg SP-18/ha dan lokasi 1C 200 kg SP-18/ha. Pupuk KCl Lokasi 1A 271,41 kg KCl/ha dan Lokasi 1 (A dan B) 50 kg KCl/ha.Untuk Lokasi 2A 263,26 kg Urea/ha, 2B 262,03 kg Urea/ha, 2C 261,13 kg Urea/ha. Pupuk P (A,B, dan C 150 kg SP-18/ha), pupuk KCl (A dan B) 50 kg KCl/ha dan lokasi 2C 50,27 kg/ha. Kata kunci: Kesuburan, Lahan Sawah, Pasang Surut, Sungai Kunyit.
INDEKS KUALITAS TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA BELITANG DUA KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU Saputra, Muslimin; Hayati, Rita; Nusantara, Rossie Wiedya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35284

Abstract

Kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Indeks Kualitas Tanah pada penggunaan lahan di Desa Belitang dua Kecamatan Belitang Kab Sekadau. Indikator kualitas tanah adalah sifat, karakteristik atau proses fisika, kimia dan biologi tanah yang dapat menggambarkan kondisi tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan kebun kelapa sawit, kebun karet dan lahan hutan sekunder pada jenis tanah hapludult. Parameter yang di amati meliputi sifat fisik,kimia dan makro biologi tanah, untuk sifat fisik tanah yaitu Kadar Air Kapasitas lapang, Bobot isi, porositas total dan tekstur. Untuk sifat kimia tanah paremater yang di amati yaitu, pH, N-Total, P-total, K-Total, KB, KTK, Ca, Mg, C-Organik dan Bahan organik, dan untuk sifat biologi yang diamati hanya jumlah populasi cacing tanah pada setiap penggunaan lahan. Indeks kualitas tanah dihitung dengan menggunakan kriteria Mausbach dan Seybold (1998), yang dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan menggunakan analisis Minimum Data Set (MDS). Hasil penelitian menunjukkan Indeks Kualitas Tanah (IKT) pada ketiga penggunaan lahan berkriteria rendah dengan nilai kebun kelapa sawit sebesar 0,3, lahan kebun karet sebesar 0,32 dan lahan hutan sekunder sebesar 0,35. hal ini disebabkan kurangnya pemberian pupuk yang dilakukan oleh petani serta kurang nya pengetahuan petani setempat tentang kualitas tanah yang baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan Indeks Kualitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afendy, Florensius Irwan Agustine, Leony Ainun Marliah Al-Amin, Al-Amin Aldri Frinaldi ALHADAD, ABDUL MUJIB Alhaddad, Abdul Mujib Amrullah Amrullah Anggi Pratama Anshari, Gusti Zakaria Apriana, Isna Arafat, Yasir ari krisnohadi Arief, Fiera Budiarsyah Armadi, Yukiman Armilia Sari, Armilia Artanti Puspita Sari Asadi Abdullah Asfaruddin Asfaruddin Bambang Widiarso Caroline, Agnes Cyntia Dedi Kurniawan Denah Suswati Dewi, Arsita Maharani Kusuma Dwi Maharrani Edi Efrita Edy Marwan Efrita , Edi Eka Suzanna Erida Nurahmi ERYANSYAH, ERYANSYAH Estuninggusti, Gati Fadhilah Naulina, Alfi Fadhlurrahman, Syarif Novel Farida Ariyani Feni, Rita Fiftinova Fiftinova Fiftinova, Fiftinova Firmanto, Dunstan Ardi Hadiana, Claudia Bella Hajar Mukaromah Hariswan Putera Jaya Hariswan Putra Jaya, Hariswan Putra Hasanah, Riska Hasanuddin Hasanuddin Hesti Wahyuni Anggraini, Hesti Wahyuni Husna, Rika Hutapea, Despianto Ida Rosmalina, Ida Irawan, Ria Irhamni, Dinda Ismahan Umran Ismail Sulaiman Jafrizal Jafrizal Jihansyah, Jihansyah Junaidi Junaidi juraidah, juraidah Khairul Ihsan, Khairul M. Yogi Riyantama Isjoni Machdalena Vianty Maheran Mulyadi Maradeta Cristy Handayani Maragaraya, Yerikho Mardiana - Maudy, Melly Maulida, Syarifah Maulidi Maulidi Mawar, Supriadi Melianti, Melianti Muhammad Saleh Muharram, Reza Mulyani Mulyani Mulyaningsih, Endang Muslih Hambali Mutmainah, Elni Nanda Mayani Nasution, Ummi Khairiah Natalia - NAZIPIN, ISMAIL Neli Definiati Nengsih, Helaria Setiani Neti Kesumawati, Neti Nicholas Ginting, David Samuel Nirwana, Salwa Nobertus, NOBERTUS Nova Lingga Pitaloka, Nova Lingga Nurah Mani, Rita Amalia Nurfadillah, Jelita Amalia Nuriman, Muhammad Poespodihardjo, Angga Purba, Rinaldi Putra, Hanif Ramadhan Fahmi Putri, Dhelittya Finaliyani Ramadhan, M Osa Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Riduansyah, . rini hazriani Rini Susana Rita Inderawati Rizka Wahyumi Rizki, Saffira Nurfadilah Romiyanto, Romiyanto Rossie Wiedya Nusantara Saputra, Muslimin Saputra, Surya Ade Sari, Puja Sarina Sarina sartita, sartita Simamora, Melisa Kristina Siti Hafsah Sofendi SOFENDI SOFENDI, SOFENDI Sri ApriyanI Sulakhudin Sulakhudin Sumarno . Suryadi Suryadi Suryadi Sutarman Gafur Syamsuddin Syamsuddin Syapsan -, Syapsan Tera Maritha, Tera Tirta Yuliardi Syafitri Tita Ratna Wulan Dari Tribudi, Yuli Arief Tribudi, Yuli Arief Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Usman Usman Vera, Konselia D. Vida Rana Nasution, Jilan Wijaya, Alhenri YONAL, PETRUS Yupita, Anyon Yusnaweti, Yusnaweti Zuraida Zuraida