Claim Missing Document
Check
Articles

PENGOLAHAN CABAI SEGAR MENJADI PRODUK OLAHAN “ TEPUNG CABAI “ Armadi, Yukiman; Kesumawati, Neti; Hayati, Rita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

         Kecamatan Curup Utara yang terletak di Propinsi Bengkulu merupakan dataran tinggi dengan kondisi tanah yang subur dan cocok untuk usaha budidaya tanaman.  Banyak hasil-hasil pertanian yang berasal dari daerah ini, salah satunya adalah cabai merah keriting yang mempunyai tingkat kepedasan yang tinggi. Biasanya cabai ini menjadi inceran wisatawan yang datang ke daerah ini untuk dijadikan buah tangan. Kondisi ini merupakan peluang bisnis yang tidak dapat diabaikan karena menguntungkan secara ekonomi sehingga dapat meningkatkan perekonomian para petani cabai. Pada tahu 2016 luas tanam di Kecamatan Curup Utara  34  ha dengan produksi mencapai  289  ton. Hasil yang berlimpah ini di satu sisi sangat membahagiakan para petani tetapi di sisi lain membuat miris hati petani karena banyaknya cabai yang tidak laku terjual dan membusuk. Apalagi hasil produksi cabai mereka kalah bersaing dengan cabai-cabai yang masuk dari daerah lain, seperti Lampung dan Padang. Berdasarkan hasil pembicaraan awal dengan  anggota kelompok wanita tani Matahari, mereka menghendaki agar para penyuluh member informasi berupa ilmu pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai. Hal mendasari permintaan mereka adalah  produk ini akan dapat dijual ke pasaran pada saat harga melonjak tinggi sehingga dapat meraup keuntungan yang besar; pembuatannya sangat mudah; serta bahan bahan bakunya (cabai) sangat melimpah di Kecamatan Curup Utara.   Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya berupa; pendidikan dan penyuluhan tentang pengolahan pascapanen; pelatihan dalam pembuatan  tepung cabai.  Kegiatan pengabdian yang dilakukan diharapkan akan meningkatkan wawasan anggota kelompok wanita tani Matahari dalam pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai dan meminimalisir kerugian di tingkat petani cabai akibat banyaknya cabai yang rusak/busuk.  Dari aspek produksi akan dihasilkan produk  tepung cabai .  Kata Kunci : Hortikultura, Umur Simpan,  Tepung  Cabai
PENGENALAN PRODUK OLAHAN JUS JAGUNG MANIS DAN MANISAN TERONG PADA MASYARAKAT TANI DI DESA LUBUK PENYAMUN KABUPATEN KEPAHIANG Hayati, Rita; Kesumawati, Neti; Armadi, Yukiman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pertanian, berupa jagung manis dan terong dikelompokkan pada produk pertanian yang cepat membusuk. Salah satu penyebabnya adalah produk pertanian ini banyak mengandung air sehingga mempermudah tumbuhnya jamur yang akan merusak kondisi mortologis/fisiologis. Petani Lubuk Penyamun yang umumnya menanam jagung manis dan terong sering mengalami kerugian akibat sifat kedua komoditi tersebut, terutama  padaa hasil panen berlimpah dan  tidak laku terjual. Pada kondisi ini, para petani terpaksa menjual dengan harga murah atau membiarkan jagung manis dan terong membusuk di lahan-lahan. Alasan mereka dalah biaya pemanenan tidak dapat mendatangkan keuntungan.  Berdasarkan permasalahan tersebut  diperlukan sentuhan teknologi yang dapat mengolah jagung manis dan terong menjadi produk olahan yang bernialai jual tinggi, seperti jus jagung manis dan manisan terong. Ada dua manfaat yang didapat apabila teknologi ini diterapkann, diantaranya  meningkatkan pendapatan petani Desa Lubuk Penyamun serta meningkatkan potensi sumberdaya alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Selaku tenaga pengajar Fakultas Pertaniann berkeinginan membantu menyelesaikan permasalahan di atas  pengabdiaaan kepada masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan jus jagung dan manisan terong. Tujuan pengabdiaan masyarakat adalah memberdayakan masyarakat petani dalam pengembangan produk  jus jagung manis dan manisan Terong. Selain itu, masyarakat petani dapat membuka usaha baru jus jagung manis dan manisan Terong. Kegiatan PKM menerapkan beberapa metode, diantaranya melaksankan penyuluhan tentang arti pentingnya memperpanjang umur simpan jagung manis dan terong pada tanggal 28-31 Agustus 2019 dengan jumlah peserta 35 orang dan ditambah mahasiswa 12 orang. Selanjutnya, dilaksanakan demonstrasi pembuatan jus jagung manis dan manisan terong. Kegiatan pengabdiaan kepada Hasil dari pengabdiaan masyarakat dapat disimpulkan: (1) Secara keseluruhan kegiatan pelatihan pembuatan manisan terong dan jus jagung manis pada masyarakat tani Desa Lubuk Penyamun berjalan baik dan lancar; (2) Kegiatan pengabdian masyarakat direspon yang tinggi dan antusias oleh masyarakat tani terhadap semua kegiatan yang telah dirancang oleh tim pengabdi; (3) Dampak pelatihan memberikan bekal keterampilan berbagai materi yang telah diberikan diharapkan akan memotivasi terbentuknya usaha rumahan (home industri) yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Keyword: Manisan terong, Jus jagung manis, produk olahan    
KAJIAN PENGGUNAAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Nanda Fadila; Hayati, Rita; Ramadhani, Almuna
Jurnal Agrivet Vol 32 No 1 (2026): AGRIVET (on progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v32i1.15574

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) on the viability and vigor of tomato seeds (Solanum lycopersicum L.). The research was motivated by the importance of high-quality seeds as the foundation of tomato cultivation. Seed viability and vigor determine uniformity, growth rate, and seedling tolerance under changing environmental conditions. The experiment was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, using two tomato varieties (Karina and Grand Sakina F1) and eight rhizobacterial isolates (Azotobacter sp., Necercia sp., Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium,Pseudomonas diminuta, Flavobacterium sp., Bacillus polymixa, and Bacillus stearothermophillus). A factorial completely randomized design (2×9) with three replications was applied. Results indicated that the Karina variety exhibited higher seed viability and vigor compared to Grand Sakina F1. PGPR treatments did not significantly affect viability; however, some isolates such as Necercia sp. and Bacillus stearothermophillus tended to improve vigor, particularly in vigor index, uniformity, and relative growth rate. Conversely, Flavobacterium sp. showed relatively lower vigor values. These findings highlight the importance of selecting superior varieties and suitable PGPR isolates to enhance the physiological quality of tomato seeds in a sustainable manner.
PENGARUH PEMBERIAN TRICHOKOMPOS DAN BIOCHAR SEKAM PADI TERHADAP SERAPAN HARA N, P, K SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) PADA TANAH ULTISOL Nurfadillah, Jelita Amalia; Hayati, Rita; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99147

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh trichokompos dan biochar sekam padi terhadap serapan hara N, P, K dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah ultisol. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Trichokompos dengan kode (C) yang terdiri dari dosis: C0 tanpa perlakuan trichokompos, C1 20 ton/ha atau 400 gram/polybag, dan C2 30 ton/ha atau 600 gram/polybag, sedangkan faktor Biochar dengan kode (B) terdiri dari dosis B0 tanpa perlakuan, B1 10 ton/ha atau 200 gram/polybag, B2 20 ton/ha atau 400 gram/polybag dan B3 30 ton/ha atau 600 gram/polybag. Perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 36 polybag, setiap perlakuan tanaman diulang sebanyak 2 set perlakuan, sehingga total 72 polybag. Variabel pengamatan adalah serapan nitrogen tanaman, serapan fosfor tanaman, serapan kalium tanaman, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman. Perlakuan trichokompos dosis 30 ton/ha meningkatkan serapan P, serapan K, berat kering bagian atas tanaman, dan berat pipilan per tanaman.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Ade Saputra, Surya Afendy, Florensius Irwan Afriyanto Agustine, Leony Ainun Marliah Al-Amin, Al-Amin Aldri Frinaldi Alhaddad, Abdul Mujib Amrullah Amrullah Anggi Pratama Anshari, Gusti Zakaria Apriana, Isna Arafat, Yasir ari krisnohadi Arief, Fiera Budiarsyah Armadi , Yukiman Armadi, Yukiman Armilia Sari, Armilia Artanti Puspita Sari Asadi Abdullah Asfaruddin Asfaruddin Bambang Widiarso Caroline, Agnes Cyntia Dedi Kurniawan Denah Suswati Dewi, Arsita Maharani Kusuma Dwi Maharrani Edi Efrita Edy Marwan Efrita , Edi Eka Suzanna Erida Nurahmi ERYANSYAH, ERYANSYAH Estuninggusti, Gati Fadhilah Naulina, Alfi Fadhlurrahman, Syarif Novel Farida Ariyani Feni, Rita Fiftinova Fiftinova Fiftinova, Fiftinova Firmanto, Dunstan Ardi Hadiana, Claudia Bella Hajar Mukaromah Hariswan Putera Jaya Hariswan Putra Jaya, Hariswan Putra Hasanah, Riska Hasanuddin Hasanuddin Hesti Wahyuni Anggraini, Hesti Wahyuni Husna, Rika Ida Rosmalina, Ida Irawan, Ria Irhamni, Dinda Islamuddin Islamuddin Islamuddin, Islamuddin Ismahan Umran Ismail Sulaiman Jafrizal Jafrizal, Jafrizal Jihansyah, Jihansyah Junaidi Junaidi juraidah, juraidah Kesumawati , Neti M. Yogi Riyantama Isjoni Machdalena Vianty Maheran Mulyadi Maragaraya, Yerikho Mardiana - Marwan, Edy Maudy, Melly Maulida, Syarifah Maulidi Maulidi Mawar, Supriadi Melianti, Melianti Muchlis, Rita Zurina Muhammad Saleh Muharram, Reza Mulyadi, Maheran Mulyani Mulyani Mulyaningsih, Endang Muslih Hambali Muthmainnah Muthmainnah Mutmainah, Elni Nanda Fadila Nanda Mayani Nasution, Ummi Khairiah Natalia - Neli Definiati Nengsih, Helaria Setiani Neti Kesumawati, Neti Nicholas Ginting, David Samuel Nirwana, Salwa Nova Lingga Pitaloka, Nova Lingga Nurah Mani, Rita Amalia Nurfadillah, Jelita Amalia Nuriman, Muhammad Poespodihardjo, Angga Putra, Hanif Ramadhan Fahmi Putri, Dhelittya Finaliyani Putri, Ermalati Ramadhan, M Osa Ramadhani, Almuna Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Riduansyah, . rini hazriani Rini Susana Rita Inderawati Rita, Wusmalinda Rizka Wahyumi Rizki, Saffira Nurfadilah Romiyanto, Romiyanto Saputra, Surya Ade Sari, Puja Sarina Sarina Simamora, Melisa Kristina Siti Hafsah Sofendi SOFENDI SOFENDI, SOFENDI Sri ApriyanI Sulakhudin Sulakhudin Sumarno . Suryadi Suryadi Suryadi Sutarman Gafur Syamsuddin Syamsuddin Syapsan -, Syapsan Tera Maritha, Tera Tita Ratna Wulan Dari Tribudi, Yuli Arief Tribudi, Yuli Arief Usman Usman Vera, Konselia D. Vida Rana Nasution, Jilan Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies Wijaya, Alhenri YONAL, PETRUS Yupita, Anyon Yusnaweti, Yusnaweti Zuraida Zuraida