Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Mahasiswa Mengonsumsi Sugar Sweetened Beverage (SSB) Selama Pandemi COVID-19: College Students’ Behavior Consuming Sugar-Sweetened Beverages (SSB) During the COVID-19 Pandemic Edna Elkarima; Chrysoprase Thasya Abihail; Dicky Andhyka Priambudi; Trias Mahmudiono; Hario Megatsari; Diah Indriani; Gunawan Yoga Pratama
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.185-191

Abstract

Background: The development of Industry 4.0 makes it easy to access everything, such as food and beverages. Online food order platforms are often used among students nowadays. The COVID-19 pandemic has caused changes in purchasing behavior through online order services, especially with the policy of limiting community activities. Beverages such as boba, several types of tea, and coffee are often ordered online. Consumption for a long time and high frequency can increase body mass index, obesity, and the risk of non-communicable diseases. Objectives: This study aimed to determine the impact of the development of online ordering behavior of consuming sweet drinks (SSB) during the COVID-19 pandemic among college students in Surabaya, Indonesia. Methods: This was an observational study using a Mixed Method research design. A quantitative study with a Cross-Sectional research design and a qualitative study through an FGD was done. Results: Based on the results of the descriptive test, it was shown that tea was the most frequently purchased (daily) through online orders (12.95%). Discount greatly influences the respondents' reasons for ordering online (68.4%). Through FGD, most respondents considered promos being the biggest motivation to order. Conclusions: Currently, most 'modern' drinks are included in the SSB category. Consumption of SSB with repeated frequency for a long time will impact nutritional status. Government policies and related parties are needed to minimize the impact of SSB consumption habits, especially with the current pandemic.
PENGARUH EDUKASI GIZI PRESENTASI ORAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER MENGENAI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK BALITA STUNTING Farah Mumtaz Suwandiman; Trias Mahmudiono; Ira Suarilah; Abdullah Al Mamun; Nining Tyas Triatmaja; Cindra Tri Yuniar; Diah Indriani; Wadi'ah Hasna Nurramadhani; Nur Sahila; Martina Puspa Wangi; Eka Anisah Yusryana; Amanda Fharadita Olivia Rakhmad; Sasha Anggita Ramadhan; Nur Alifia Hera; Erwanda Anugrah Permatasari; Chrysoprase Thasya Abihail; Callista Naurah Azzahra; Ernadila Diasmarani Hargiyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17516

Abstract

Stunting pada balita sangat rentan untuk terjadi akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat selama 1000 HPK. Kader posyandu memiliki peran penting dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang balita serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengetahuan yang dimiliki oleh kader posyandu harus mumpuni dalam mengatasi stunting pada balita. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar pangan lokal menjadi salah satu alternatif para ibu dalam mengatasi stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi menggunakan metode presentasi oral terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu terkait PMT untuk balita stunting. Penelitian ini dilakukan di Pulau Kangean pada 22 Juni 2023. Penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan one group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 163 orang kader posyandu yang berada di bawah naungan Puskesmas Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sehingga sampel penelitian dipilih berdasarkan accidental sampling yang mencakup kriteria inklusi yaitu hadir dalam kegiatan edukasi gizi, mengisi kuesioner, serta termasuk kader yang berada di bawah arahan Puskesmas Arjasa sebanyak 33 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov. Akibat data tidak berdistribusi normal maka selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat ada atau tidak pengaruh edukasi gizi berbasis presentasi oral terhadap peningkatan pengetahuan kader posyandu untuk balita stunting. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dengan metode presentasi oral. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya komunikasi dua arah selama sesi berlangsung dan kegiatan dilakukan secara tatap muka. Maka terdapat pengaruh edukasi gizi presentasi oral terhadap peningkatan pengetahuan kader.
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN BESAR UANG SAKU DENGAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN PADA REMAJA SUKU TENGGER Amelia Yomanda; Lailatul Muniroh; Septa Indra Puspikawati; Diah Indriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18082

Abstract

Keragaman konsumsi didefinisikan sebagai upaya untuk meningkatkan asupan yang meliputi beberapa jenis kelompok bahan pangan agar mencapai kebutuhan zat gizi harian sesuai pedoman dan menjamin terciptanya kesehatan yang optimal. Pada kelompok usia remaja, mereka sudah memiliki kebebasan untuk memilih makanan yang ingin dikonsumsi, sehingga banyak aspek yang dapat memengaruhi terciptanya pola konsumsi yang beragam maupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi makan, tingkat pendidikan dan besar uang saku dengan keragaman konsumsi pangan pada remaja Suku Tengger. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan mulai dari Bulan April-November 2021 dengan menggunakan kuesioner online berupa google form mengingat penelitian ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Kuesioner tersebut ditujukan kepada populasi remaja Suku Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan kriteria usia 13-19 tahun dan bersedia mengikuti penelitian. Populasi remaja Suku Tengger sebanyak 150 orang dan didapatkan besar sampel yaitu 99 responden dengan teknik sampling studi partisipatif yakni berdasarkan responden yang mengisi kuesioner online. Hasil uji chi-square menampilkan nilai yang tidak signifikan antara frekuensi makan (p=0,430), tingkat pendidikan (p=0,147) dan besar uang saku (p=0,180) dengan keragaman konsumsi pangan remaja Suku Tengger. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan, tingkat pendidikan dan besar uang saku dengan keragaman konsumsi pangan pada remaja Suku Tengger. Konsumsi pangan beragam mayoritas terdapat pada responden dengan frekuensi makan lebih sedikit, serta tingkat pendidikan dan besar uang saku yang lebih kecil.
Studi Systematic Literature Review Hubungan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Ayu Pangestuti; Rachmah Indawati; Diah Indriani; Gerardin Ranind Kirana
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17299

Abstract

Gaya memimpin seseorang dapat mempengaruhi performa kelompok atau orang yang dipimpinnya. Dalam sebuah rumah sakit gaya kepemimpinan kepala ruangan juga berhubungan pada kinerja perawat. Gaya kepemimpinan yang efektif dalam suatu unit kerja akan berpengaruh pada perilaku kerja yang diindikasikan dengan peningkatan kinerja individu. Penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan gaya kepemimpinan terhadap kinerja perawat di rumah sakit. Penelitian menggunakan systematic literature review. Pencarian artikel/jurnal diakses dari pencarian internet dengan database google scholar. Dari review literatur ditemukan 5 jurnal yang ada kaitanya dengan gaya kepemimpinan, kinerja dan perawat di rumah sakit. Hasil review literatur mulai dari tahun 2018 sampai 2020, keseluruhan jurnal berasal dari dalam negeri. Penelitian yaitu gaya kepemimpinan yang di review adalah gaya kepemimpinan otoriter, demokratis dan laissez faire. Terdapat 3 jurnal menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruangan adalah demokratis dan 1 jurnal menyebutkan gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah otoriter. Dari jurnal yang di review gaya kepemimpinan kepala ruangan mayoritas menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Kinerja perawat mayoritas adalah dalam kategori baik. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat di rumah sakit. Dari penelitian ini adalah gaya kepemimpinan yang banyak berhubungan dengan kinerja perawat yang baik adalah gaya kepemimpinan demokratis. Oleh sebab itu, rumah sakit disarankan untuk menerapkan gaya kepemimpinan ini supaya kinerja perawat menjadi lebih baik.
Implementation level indicators of public facilities in Surabaya to smoke-free area regulation Christanto, Daniel; Martini, Santi; Dwi Artanti, Kurnia; Indriani, Diah
Public Health and Preventive Medicine Archive Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53638/phpma.2023.v11.i1.p03

Abstract

Background and purpose: The regulation of smoke-free area in Surabaya was adopted since 2008 and amended in 2019. Hotel, restaurants, and cafes are smokefree dedicated area under the regulation. Therefore, it is very important to review the implementation level of smoke-free area regulations in public places such as hotels, restaurants and cafes. This study aims to analyze how strong the indicators that forms the implementation level of public facilities with smoke free area regulations in Surabaya. Methods: This was a cross sectional survey carried out in 88 public facilities consisting of hotels and restaurants between June-August 2021. Confirmatory Factor Analysis (CFA) was carried out with the Analysis of Moment Structures (AMOS) Application to test the strength of each smoke-free area monitoring indicators that forms the implementation level of these public facilities. These indicators include: awareness of smoke-free area regulations, smoke-free area internal promotion, installation of smoke-free signs, no colaboration with tobacco industries, no violations and owning an internal policy related to smoke-free. Results: There were three strong indicators that are strongest in shaping smoke-free area implementation level at public facilities in Surabaya, including awareness of smoke-free area regulations (CFA 4.681), smoke-free area internal promotion (CFA 2.609) and installing a smoke-free sign (CFA 1.000). Meanwhile, the other three indicators showed weak association. Conclusion: Awareness of smoke-free area regulations, smoke-free area internal promotion and installation of smoke-free sign were the strong indicators for smokefree law (SFL) implementation. It is important to push for more internal dissemination involving cross sectors and improve other indicators.
SURVIVAL DIFFERENCES OF LOW BIRTH WEIGHT BASED ON SOCIO-ECONOMIC FACTORS Ruliyani, Hanin; Lestari, Novi; Indriani, Diah
Jurnal Biometrika dan Kependudukan Vol. 13 No. 1 (2024): JURNAL BIOMETRIKA DAN KEPENDUDUKAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbk.v13i1.2024.20-28

Abstract

IDHS 2017 showed the prevalence of low birth weight (LBW) infants in Indonesia is 7%. LBW can increase the risk of mortality, morbidity, and growth disorders. The survival of LBW infants can be influenced by socioeconomic factors. The purpose of this study is to analyze survival time differences of LBW infants based on socioeconomic factors. This research is a non-reactive study using secondary data from the IDHS 2017. Survival analysis using the Kaplan-Meier method and analysis of differences in survival curves using the Log Rank method. The independent variables in the study include parents' occupation, household wealth index, mother's education, and father's education. The measured event is infant mortality within one year. Mother's education (p value=0.069) has no difference in the survival time of LBW. The parent's occupation (p value=0.013) has a difference in the survival time of LBW. The probability of survival is 99% in LBW with non-working mothers. There is a difference in the survival time of LBW based on the household wealth index factor (p value=0.000) with the probability of survival for LBW born in the lowest wealth index family is 90%. Differences in the survival time of LBW have been found in the parents' occupation and household wealth index variables.
`Socio-Demographic Association with Nutritional Status in Children Aged 8-9 Years Old in Surabaya: Focusing on HAZ Status in Path Analysis Ardianah, Eva; Indriani, Diah; Soenarnatalina, Melaniani; Widjaja, Nur Aisiyah; Santoso, Febrina Mustika
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 13 No. SI1 (2025): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V13.ISI1.2025.1-15

Abstract

Background: Child health, growth, and nutrition are influenced by socioeconomic, cultural, demographic, climatic, nutrition, physical, hygiene, sanitation, medical, and environmental factors. LAZ/HAZ was used to assess the presence of 'stunting' in the population, which indicates chronic malnutrition. Objectives: to investigate the socio-demographics, lifestyle (sleep duration, screen time) and HAZ status of children in 2nd and 3rd grade of elementary school, and the correlation of socio-demographics with the anthropometric parameters. Methods: An observational study with a cross-sectional design was conducted during October – December 2022 in Surabaya, involving healthy children aged 9-10 years old who were in 2nd and 3rd grade of elementary school. Results: BMI-for-age z-score was higher in males than females. Overweight/obesity were prevalent in males (15.16% vs. 10.67%), and underweight and severely underweight were prevalent in females (12.27% vs. 14.23%). The prevalence of stunted/severely stunted was 12.39%. HAZ and WAZ were correlated positively with parental height. The number of children in the household had a negative, weak correlation with HAZ. The maternal education showed that the prevalence of maximal elementary school graduation was higher in stunted children than in normal children (29.27% vs. 18.14%, p=0.043). Fathers' salaries below minimum regional wage were more prevalent among stunted and severely stunted (81.71% and 75%, respectively) than normal subjects (60%), p=0.007. Conclusion: Socio-demographic factors affecting the prevalence of stunting in children were the father's salary and maternal education. Meanwhile, factors associated with HAZ were parental height and number of children in the household. The effect of socio-demography on HAZ was mediated by parental education, which stimulates household economics and has a further effect on food intake and child anthropometrics.
AKSI KOLABORATIF ORANG TUA, PUSKESMAS, DAN SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN TENTANG ANEMIA DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI KABUPATEN BANGKALAN Diah Indriani; Sigit Ari Saputro; Sri Widati; Muji Sulistyowati; Nendy Putra Salsabila; Riska Oktaviana; Aprillia Nurhayati; Tesalonika Pambudi; Aldiella Ayu Prasetya Astuti; Rery Afianto; Welldellin Yufuria; Azizah Zahrotul Adha; Giovanny Yan Mario Paridy Man; Sri Hardianti; Iidrie Iidrie
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Monitoring Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi tahun 2024,  persentase  cakupan  pemberian  tablet  tambah darah (TTD) pada remaja di di  Jawa Timur  sebesar  68.8%.  Kabupaten Bangkalan masih memiliki cakupan  pemberian  TTD dibawah rata rata Jawa Timur. Persentase  cakupan  pemberian  TTD pada remaja di Kabupaten Bangkalan sebesar  41.5%. Rendahnya konsumsi TTD dikarenakan kurangnya pengetahuan, sikap dan dukungan orang tua. Peningkatan pengetahuan, sikap dan dukungan orangtua dapat dilakukan melalui aksi kolaboratif dalam peningkatan konsusi TTD. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil pendidikan dan promosi kesehatan melalui Aksi Kolaboratif Orang Tua, Puskesmas, dan Sekolah dalam pencegahan Anemia pada remaja putri. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan tentang anemia dan konsumsi TTD dan memperkenalkan edutaintment Unonemia. Hasil: Tahapan pemberian edukasi peningkatan konsusi TTD dilakukan dengan 5 tahapan yaitu : perencanaan dan manajemen program, pelaksanaan situational assessment melalui pertemuan dengan pihak Puskesmas, situational assessment melalui pertemuan dengan pihak Sekolah, pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang anemia dan tablet tambah darah, dan penilaian pengetahuan dan kesadaran remaja putri dan pengetahuan orang tua tentang anemia dan konsumsi TTD dan didapatkan terjadi peningkatan  pengetahuan dan sikap setelah dilakukan pemberian edukasi (pengetahuan orang tua 49,05 dan posttest 73,6. Nilai rata-rata pretest sikap remaja putri sebesar 62,07 posttest sebesar 70,27. Nilai rata-rata sikap orang tua pretest sebesar 73,35 dan nilai posttest 90,75).
Pengaruh Pemberian Edukasi Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dan Orang Tua di Kabupaten Bangkalan Yufuria Christiansi, Welldelin; Indriani, Diah; Salsabilla, Nendy Putra; Oktaviana, Riska; Afianto, Rery; Yan Mario Paridy Man, Giovanny; Iitdrie, Iitdrie; Ayu Prasetya Astuti, Aldiella; Zahrotul Adha, Aziza; Hardianti, Sri; Nurhayati, Aprillia; Arina Pambudi, Tesalonika
Perilaku dan Promosi Kesehatan : Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. The results of the Indonesian Health Survey (SKI) in 2023 showed that the prevalence of anaemia in adolescents was 14.6%. Knowledge about blood tablets is one of the factors that can influence someone’s blood tablets consumption behavior. Increasing knowledge and attitudes regarding blood tablets consumption can be done through education. Aim. This study aims to analyse the effect of providing education on improving the knowledge and attitudes of parents and adolescent girls regarding anaemia prevention and consumption of blood supplement tablets in Socahah District, Bangkalan Regency. Method. This study used a quasi-experimental design by designing one group pre-test and post-test. The pre-test was conducted before the anemia prevention education. The post-test was conducted seven days after the training involving 89 adolescent girls aged 12-15 years and 40 parents in 3 junior high schools in Socah sub-district, Bangkalan district. Data were collected using validated questionnaires and analysed using the Wilcoxon test to measure changes in knowledge and attitudes. Result. Adolescent knowledge increased from 22.4% to 44.9% (p=0.00), as did attitudes which increased from 30.0% to 51.6% (p=0.00). In parents, there was a very significant increase in knowledge from 42.5% to 82.5% (p = 0.00), as well as an increase in attitude that reached 100% (p = 0.00). There was no effect of providing education in improving parental support in the prevention of anaemia and the importance of taking blood supplement tablets for adolescents (p = 0.45).
Perspektif Global terhadap Dampak Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Migran: Sistematic Literature Review Cahyani, Fatimah Dwi; Indriani, Diah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i02.3461

Abstract

Pekerja migran merupakan penggerak ekonomi bagi negara pengirim maupun penerima. Pekerja pada umumnya, pekerja migran juga mempunyai risiko sakit selama bekerja di negara tujuan, hanya saja mereka kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan terutama pekerja migran ilegal. Untuk menganalisa risiko kesehatan, perawatan kesehatan baik pekerja migran legal maupun ilegal, hambatan dalam penyediaan jaminan kesehatan serta integrasi aspek kesehatan dalam kebijakan migrasi. Literatur review dilakukan dengan pencarian peraturan, artikel jurnal, dan publikasi terkait lainnya melalui Google Scholar, Elsevier, Scopus, Peraturan perundang-undangan di Indonesia dan Database Publikasi World Health Organization (WHO) lalu dipilah menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Risiko kesehatan pekerja migran adalah menderita penyakit menular, tidak menular dan gangguan psikologis. Salah satu hambatan pekerja migran dalam memperoleh layanan kesehatan adalah belum tersedianya jaminan kesehatan yang memadai. Masalah perlindungan kesehatan bagi pekerja migran merupakan masalah yang bersifat bilateral atau regional, sehingga penyelesaian masalah melalui pembentukan perjanjian bilateral dan regional akan menjadi solusi yang efektif. Jaminan kesehatan pekerja migran baik legal maupun ilegal termasuk pekerja informal yang merupakan tanggungjawab negara pengirim maupun penerima pekerja migran dapat dituangkan dalam perjanjian bilateral dan regional. Pemerintah Indonesia membentuk Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang bertujuan dalam meningkatkan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan para pekerja migran dan keluarganya serta meminimalisir atau mencegah pemberangkatan pekerja migran ilegal.
Co-Authors Abdullah Al Mamun Abihail, Chrysoprase Thasya Afianto, Rery Aldiella Ayu Prasetya Astuti Alfiana Miranda Nur Afifah Ali Ghufron Mukti Amanda Fharadita Olivia Rakhmad Amelia Yomanda Andi Safutra Suraya Apriana Berkanis, Adelbertha Aprillia Nurhayati Ardianah, Eva Ari Setiawan Arief Wibowo Arief Wibowo Arina Dery Puspitasari Arina Pambudi, Tesalonika Astridya Paramita Astutik, Erni Ayu Pangestuti Ayu Prasetya Astuti, Aldiella Az Zahra, Annisa Azizah Zahrotul Adha Bayu Satria Wiratama Bella Dwi Saputri Boerhan Hidayat, Boerhan Budi Prasetyo Budi Prasetyo Cahyani, Fatimah Dwi Callista Naurah Azzahra Chatarina Umbul Wahyuni Christanto, Daniel Chrysoprase Thasya Abihail Chrysoprase Thasya Abihail Cindra Tri Yuniar Devi, Rafika Minati Dicky Andhyka Priambudi Dwi Artanti, Kurnia Edna Elkarima Eighty Mardiyan K, Eighty Eka Anisah Yusryana Ernadila Diasmarani Hargiyanto Erwanda Anugrah Permatasari Esta Ruri Solecha Farah Mumtaz Suwandiman Fatimatuz Zahra Oviary Satryo Fauzul Meiliani Firmanty Mustofa, Vina Gerardin Ranind Kirana Giovanny Yan Mario Paridy Man Girma Mengistu, Assaye Gunawan Yoga Pratama Hanindita, Meta Herdiana Hari Basuki Notobroto Hari Kusnanto Hari Kusnanto Hario Megatsari Iidrie Iidrie Iitdrie, Iitdrie Imam Subadi Intan Laraswati Ira Suarilah Joaquina Franscisca Belo Kardita Puspa Monitasari KUNTORO Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kuntoro Kurnia Dwi Artanti Lailatul Muniroh Lely Indrawati Lestari, Novi Lily Aina Luki Triyanto Lutfi Agus Salim Mahmud Aditya Rifqi Mahmudah Mahmudah Mahmudah Mahmudah Manihuruk, Surma Elisa Marius Iban Martina Puspa Wangi Martino, Nieko Caesar Agung Maulidiyatun Nafiisah Melinda Putri Amelia Rachman Muji sulistyowati Munfaridah Munfaridah Mustofa, Vina Firmanty Nailul Izza Nanda Ardianto Nendy Putra Salsabila Nining Tyas Triatmaja Nur Aisiyah Widjaja, Nur Aisiyah Nur Alifia Hera Nur Anisah Rahmawati Nur Sahila Nurfidaus, Yasmine Nurhayati, Aprillia Oktaviana, Riska Pangestuti, Ayu Pebriaini, Prisma Andita Permata Sari, Dewa Ayu Dewi Prasetya, Tofan Agung Eka Puspikawati, Septa Indra Putri, Dian Utama Pratiwi Rachmah Indawati Rachmah, Qonita Rafika Minati Devi Rahmawati, Nur Anisah Ratna Dwi Puji Astuti Rery Afianto Ria Puspitasari Riris Wahyu Maharani Riska Oktaviana Roedi Irawan Rosita Dewi, Erni Rosyid, Alfian Nur Ruliyani, Hanin Rwahita Satyawati Dharmanta Safaryna, Alifia Merza Salsabilla, Nendy Putra Samsriyaningsih Handayani Santi Martini Santoso, Febrina Mustika Sasha Anggita Ramadhan Sigit Ari Saputro SITI NURUL HIDAYATI Socadevia, Annisa Soenarnatalina Melaniani Soenarnatalina, Melaniani Sri Hardianti Sri Hardianti Sri Widati Sulvy Dwi Anggraini Sumartini Sumartini Susi Hidayah Susy Kartikana Sebayang Syahirul Alim Tamara Nur Budiarti Tarawally, Abubakar Tesalonika Pambudi Trias Mahmudiono Ulaganathan, Vaidehi Vina Firmanty Mustofa Wadi'ah Hasna Nurramadhani Welldellin Yufuria Windhu Purnomo Wismoyo Nugraha Putra Yan Mario Paridy Man, Giovanny Yufuria Christiansi, Welldelin Yuly Sulistyorini Yunidar Ayu Pratama Yurike Adhela Zahrotul Adha, Aziza