Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Keberhasilan E-Learning Dalam Perspektif Sistem Informasi (Studi Kasus Universitas Terbuka) Azka Bazil Danish Rahmat; Kudang Boro Seminar; Arif Imam Suroso
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.5.3.373

Abstract

As a pioneer in e-learning implementation, UT is required to be able to provide an adequate information technology system continuously, particularly to reach an extensive area of Indonesia. The purpose of this study was to asses of e-learning implementation and to evaluate the factors that influenced e-learning at UT using the DeLone and McLean information system models. Data was collected using a structured questionnaire among two respondent categories, namely students and lecturers, using a convenience sampling method. The data from 300 respondents were then analyzed using the Partial Least Square method. The results indicate that information quality, system quality, service quality positive significantly influenced user satisfaction. Thus, information quality and service quality positive significantly influenced usage. The usage positive significantly influenced user experience, and the usage and user experience positive significantly influenced the net benefit. The conclusion was UT had implemented comprehensive e-learning with high success rates. This success was from the technical aspects of system quality and service quality. Effectively, this success also came from system usage, user satisfaction, and net results. The need for research Implications was explored for a suggestion for better management and utilization of e-learning strategies at the Indonesia Open University.Keywords: DeLone dan McLean, e-learning, information system, PLS, Open UniversityAbstrak: UT sebagai pionir perguruan tinggi yang menerapkan e-learning dituntut selalu dapat menyediakan sistem teknologi informasi yang memadai untuk menjangkau luasnya wilayah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai kondisi penerapan e-learning dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya dengan menggunakan model sistem informasi DeLone dan McLean. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan mahasiswa dan dosen menjadi responden penelitian. Pengumpulan sampel dilakukan dengan metode convenience sampling. Data dari 300 responden kemudian dianalisis dengan Partial Least Square. Hasilnya adalah kualitas informasi, kualitas sistem, dan kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna. Kualitas layanan dan kualitas informasi berpengaruh positif terhadap penggunaan. Penggunaan berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, dan penggunaan serta kepuasan pengguna berpengaruh positif terhadap hasil bersih. Kesimpulan yang diperoleh adalah UT telah mengimplementasikan e-learning secara menyeluruh dengan tingkat keberhasilan tinggi. Keberhasilan tersebut dilihat secara teknis yang tercermin dari kualitas sistem dan kualitas layanan. Secara efektifitas, keberhasilan tercermin dari penggunaan sistem, kepuasan pengguna, dan hasil bersih. Beberapa implikasi dari penelitian ini kemudian disajikan sebagai usulan bagi strategi pengelolaan dan pemanfaatan e-learning di UT yang lebih baik lagi.Kata kunci: DeLone dan McLean, e-learning, PLS, sistem informasi, Universitas Terbuka
MODEL DISEMINASI PENERAPAN MOBILE MONEY DI MASYARAKAT PEDESAAN KABUPATEN TASIKMALAYA Edi Sukmadirana; Kudang Boro Seminar; Muhammad Firdaus; Yandra Arkeman
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 7 No. 1 (2021): JABM Vol. 7 No. 1, Januari 2021
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.7.1.145

Abstract

Tasikmalaya District is one of the West Java regions with good agribusiness potentials in food crops and ruminant livestock. The potentials must be utilized properly to have an impact on regional economic improvements. This research aimed to design a dissemination model for mobile money application in rural communities, especially in Tasikmalaya District, in three sub-districts: Singaparna, Rajapolah, and Ciawi, using a structured approach through Soft System Methodology (SSM). The model must be built in a system, through a four-layered model, with components for each layer: a) Layer-1 consists of values, infrastructure (network, smartphone, merchant), customer capabilities, & regulations; b) Layer-2 consists of institutional support (local government and related agencies); c) Feature, communities, and communication media; d) Sweetener program. In the implementation process, layer-1's readiness is a priority that must be met first, followed by layer-2, layer-3, and layer-4's readiness.Keywords: dissemination model, soft system methodology, mobile money, Tasikmalaya
Pengaruh Adopsi Teknologi PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi) Berbasis Pertanian Presisi terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Jembungan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Faiz Ridhan Faroka; Kudang Boro Seminar; Pudji Muljono
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 11 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.02 KB) | DOI: 10.46937/1120139066

Abstract

Abstract   The highly increase of crop production in the future will be a compulsion and utilization of field will be more intensive. Therefore, precise pescription of crop fertilization is required. Site Specific Nutrient Management (SSNM) application is an innovative technology for rice farming through fertilization recommendation based on the principles of precision farming. The SSNM web-based application was developed by IRRI (International Rice Research Institute) in Philippines in collaboration with Agricultural Research & Development Council (LITBANG Pertanian) .The aim of this research is to study the impact, paritcularly on farmers’ income, in utilizing web-based version of SSNM. There was a significant differences in fertilization cost between the usage of SSNM-based farming system and manual-based farming system.. The manual based fertilization cost is Rp 23,078. (12.93 % of total cost) whereas the SSNM-based fertilization cost is Rp 320,065 ( 20.62% of total cost. The application of SSNM was able to increase average rice production about 314.38 kg / hectare and thus farmers income raised to Rp 1,100,328 / hectare. Keyword : site-specific fertilization, rice framing, rice production, SSNM, precision farming
PEMANFAATAN CYBER EXTENSION SEBAGAI MEDIA INFORMASI OLEH PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR ( Utilization of Cyber Extension as Information Media by Agricultural Counselor in the District of Bogor) Abung Supama Wijaya; Sarwititi Sarwoprasodjo; Kudang Boro Seminar
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 13 No. 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.632 KB) | DOI: 10.46937/13201510380

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the characteristics and relations of counselor, obstacle of media use, information seeking phases on Cyber Extension and Cyber Extension utilization. The information stages intended use the theory of information seeking, namely: starting, chaining, browsing, differenciating, monitoring, and extracting. This study is conducted to 61 counselors in the Regent/District of Bogor, originationg from three different BP3K. This study is a quantitative research utilizing questionnaires as the research  instrument and applying Spearman rank statistic test to analyze the relation between the characteristics of a counselor, the obstacle of media use for information seeking process, and Cyber Extension utilization. The study results state that the characteristics of a counselor has a definite relation with the information seeking phases on the age and motivation indicators. The obstacle of media use has a definite relation with the information seeking phase, and the information seeking phase in Cyber Extension has a definite and positive relation with the utilization of Cyber Extension. Keywords: Cyber Extension, Information Seeking, Counselor  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik dan hubungan penyuluh, hambatan penggunaan media, tahapan pencarian informasi pada Cyber Extension dan pemanfaatan Cyber Extension. Tahapan informasi yang diamksud menggunakan teori pencarian informasi yaitu, starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring dan extracting. Penelitian ini dilakukan kepada 61 penyuluh di Kabupaten Bogor yang berasal dari tiga BP3K yang berbeda.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian dan menggunakan uji statistik rank Spearman untuk menganalisis hubungan antara karakteristik penyuluh, hambatan penggunaan media untuk proses pencarian informasi dan, penggunaan Cyber Extension. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik penyuluh memiliki hubungan nyata dengan tahapan pencarian informasi  pada indikator umur dan motivasi. Hambatan penggunaan media  berhubungan nyata dengan tahapan pencarian informasi dan tahapan pencarian informasi pada Cyber Extension berhubungan positif dan sangat nyata dengan pemanfaatan Cyber Extension.Kata kunci: Cyber Extension, Pencarian Informasi, Penyuluh
Efektivitas Website Desa Malasari Dan Peran Internet Opinion Leader (Effectiveness of Malasari Village Website and Role of Internet Opinion Leader) Siska Mulyawaty; Pudji Muljono; Kudang Boro Seminar
Jurnal Komunikasi Pembangunan Vol. 14 No. 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.684 KB) | DOI: 10.46937/14201613762

Abstract

Utilization of Information and Communication Technology (ICT) is one solution to deliver information of governance and public services optimally to the village level. This research aimed to analyze website visitor characteristics, dimensions of website quality, role of internet opinion leader, and effectivenes of village website, also to analyze the correlation between three variables with effectiveness of village website. This study used correlational approach of quantitative. Data analysis used descriptive and inferential statistical analysis, also t-test analysis. Collecting data used a survey method by spreading e-questionnaire to 40 website visitors of two sample groups, active members of Facebook accounts Pewarta Desa Malasari and commenters on website. Based on the characteristics of website visitors, only indicator of monthly income and frequency of accessing website correlated significantly with effectiveness of village website. Information quality has strongest correlation with the effectiveness of village website, especially on the cognitive effects. The role of internet opinion leaders has no significant correlation with effectiveness of village website. Other findings showed that Facebook account of Pewarta Desa Malasari and Aji Panjalu acted as active internet opinion leaders. Village website can be effective as development information dissemination media by fullfil dimensions of website quality, and maximize the role of internet opinion leaders via social media. The use of social media has become important in supporting the existence of the village website, so it can do further research to see the relationship with the effectiveness of communication.Key words: effectivenness, village website, Facebook, internet opinion leader
Desain Konseptual Personalisasi Pencarian Pada Perpustakaan Online: Kasus Perpustakaan Pusat IPB Firman Ardiansyah; Kudang Boro Seminar; B Mustafa
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.798 KB) | DOI: 10.29244/jpi.6.1.%p

Abstract

Current IPB Center Library search engine has been developed to serve all users, independent of the special needs of any individual user. Personalized search is to carry out retrieval for each user incorporating his/her interest. This research propose a novel technique to learn user profile from user lending history to represent long-term interest and user search history to represent short-term interest. The user profiles are then used to improve retrieval effectiveness in online search. A general profile are learned from a category hierarchy. These two profiles are combined to map a user query into a set of categories which represent the user’s search intention and serve as context to disambiguate the words in the user’s query. Online search is conducted based on both the user query and the set of categories. Several profile learning and category mapping algorithms and a merging algorithm are evaluated. Experimental results indicate that this technique to personalize search is effective.
Memposisikan Perpustakaan Daerah dalam Pengembangan E-Government Indonesia Wawan Wiraatmaja; Kudang Boro Seminar
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2006): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.246 KB) | DOI: 10.29244/jpi.6.1.%p

Abstract

This paper tries to show the position of the public library as one of the local devices in developing e-government in Indonesia. It is described about the egovernment and how important is the integral understanding to a variety of the government elements in supporting the development. The description is based on the understanding of the Indonesian government model with its current local autonomy which give the local government a huge power to execute the government functions. The library is directed as the information dissemination elements and the coomunication device between the local goverment and thesociety.
Paper ini menyajikan beberapa aplikasi  teknologi informasi dan multimedia dalam  manajemen pelayanan perpustakaan yang  lebih memikat, bersahabat, cepat, dan akurat. Beberapa layanan yang dideskripsikan  adalah navigasi ruangan pustaka, penelu-suran item pustaka, interlibrary loan (ILL),  dan informasi produk cetak dan multimedia. Metoda penelusuran pustaka yang komprehensif diakomodir dengan meng-gunakan model jaringan semantik (semantic  nets) yang memungkinkan penelusuran  satu atau lebih ob Kudang Boro Seminar
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpi.4.1.%p

Abstract

Paper ini menyajikan beberapa aplikasi  teknologi informasi dan multimedia dalam  manajemen pelayanan perpustakaan yang  lebih memikat, bersahabat, cepat, dan akurat. Beberapa layanan yang dideskripsikan  adalah navigasi ruangan pustaka, penelu-suran item pustaka, interlibrary loan (ILL),  dan informasi produk cetak dan multimedia. Metoda penelusuran pustaka yang komprehensif diakomodir dengan meng-gunakan model jaringan semantik (semantic  nets) yang memungkinkan penelusuran  satu atau lebih obyek dari berbagai jalur  asosiasi (relasi) yang relevan dengan  keinginan pengguna.
Pengembangan Sistem Informasi Pengadaan Bahan Perpustakaan Terintegrasi Dalam Proses Bisnis Di Perpustakaan Swiss German University Maria Margrith Tirtasari; Kudang Boro Seminar; Badollahi Mustafa
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.251 KB) | DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p

Abstract

Sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan saat ini belum menjadi fokus utama dalam perancangan sistem informasi di perpustakaan perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu prototipe sistem informasi terintegrasi guna menunjang proses bisnis pengadaan bahan perpustakaan di Perpustakaan Swiss German University. Penelitian ini terdiri dari empat tahapan yaitu wawancara dengan tiga perpustakaan universitas yang telah menerapkan sistem informasi pengadaan, wawancara dengan semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan guna menganalisis kebutuhan staf, perancangan prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan dan pengujian prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan oleh semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan. Wawancara awal menunjukkan bahwa hampir seluruh unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan merasakan bahwa proses pengadaan bahan perpustakaan memakan waktu lama dan minimnya informasi mengenai status pemesanan bahan perpustakaan tersebut. Berdasarkan kebutuhan semua unit yang terlibat dalam proses pengadaan bahan perpustakaan dirancang sebuah prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan yang tidak membutuhkan proses yang lama dalam mengajukan order, menyetujui order dan mengetahui status pemesanan bahan perpustakaan.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe sistem informasi pengadaan bahan perpustakaan dapat menghemat waktu dan proses persetujuan pengadaan bahan perpustakaan tidak terhambat karena sistem informasi dapat diakses dimanapun tanpa menghambat proses bisnis pengadaan bahan perpustakaan.Keywords : Information system, prototype, acquisition, university library, Swiss German University
Pengembangan Sistem Authority Control Terintegrasi Dalam Proses Bisnis Perpustakaan Triani Rahmawati; Kudang Boro Seminar; Janti G. Sudjana
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.647 KB) | DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p

Abstract

Authority control  adalah kegiatan menetapkan, membuat, dan menggunakan istilah standar yang dipakai dalam katalog perpustakaan beserta acuannya. Sampai saat ini authority control belum banyak digunakan, padahal  authority control merupakan hal yang penting bagi perpustakaan sebagai bentuk kontrol bibliografi. Oleh karena itulah, perlu dikembangkan sebuah sistem authority control yang efektif, yang dapat dijadikan alat atau sarana bagi pustakawan dalam menentukan keseragaman akses pada katalog sehingga terdapat konsistensi dalam penentuan titik akses informasi dan untuk meningkatkan hasil temu kembali informasi. Rancangan sistem authority control dalam penelitian ini menggunakan metode SDLC (System Development Life Cycle)  yang meliputi studi kelayakan, investigasi sistem,  analisis sistem, desain sistem, implementasi, serta review dan maintenance (Avison dan Fitsgerald (2006). Penelitian ini dilakukan  sampai tahap pembuatan prototipe. Fasilitas yang disediakan dalam rancangan sistem ini adalah fasilitas penelusuran dan input data yang terdiri dari tajuk subjek, tajuk nama pengarang,  dan tajuk badan korporasi.Kata Kunci: Authority Control, Perpustakaan Nasional RI, Titik Akses Informasi, Referensi Silang, Tajuk Subjek, Tajuk Nama Pengarang, Tajuk Badan Korporasi
Co-Authors - Sudradjat, - A. Haris Rangkuti Abdi Kurniawan Abung Supama Wijaya Aditya, Edit Lesa Agik Suprayogi Agus Buono Agus Ghautsun Niam Agus Maulana ahmad yani Akhiruddin Maddu Ali Djamhuri Ali Usman, Ali Alimuddin Alimuddin Alvin Fatikhunnada Amiruddin Saleh Amrozi Arief Ramadhan Arif Imam Suroso Arif Kurnia Wijayanto Aritonang, Melva Linda Az Zahra, Fatimah Azka Bazil Danish Rahmat B Mustafa Badollahi Mustafa Bagus Sartono Bayu Ardy Kresna Bayu Indrayana Budhi Hascaryo Iskandar Dedy Wirawan Soedibyo Defiana Arnaldy Diki Gita Purnama, Diki Gita Djuara P Lubis Dodi Nandika Dodik Briawan Drajat Martianto Dwi Susanto Edi Sukmadirana Eneng Tita Tosida Eni Sumarni Eva Maulina Aritonang Evy Damayanthi Faiz Ridhan Faroka Firman Ardiansyah Firmansyah, Raden Arief Gananda Hayardisi Gibtha Fitri Laxmi Ginting, Victor Hardinsyah Haris Budiman Harry Imantho Hartoyo Hartoyo Hartoyo Herry Suhardiyanto Heru Sukoco Herwindo Dharmawan I Dewa Made Subrata I Wayan Astika Imam Teguh Saptono Imantho, Harry Irman Hermadi Janti G. Sudjana Joko Hermanianto Joko Ratono Joko Ratono Karlisa Priandana koekoeh santoso komariah komariah Kurniawan, Abdi Ligar, Bonang Waspadadi Liyantono . Liyantono, - Lucia Cyrilla Luh Putu Ratna Sundari Maria Margrith Tirtasari Marimin , Mohamad Agus Setiawan Mohamad Solahudin Mohammad Aftaf Muhajir Mohammad Solahudin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad Muhammad Firdaus Muhammad Riza Muladno - Muliati, Vika Febri Muyassar Allam Suyuthi Nakao Nomura Nanda, Muhammad Achirul Nasution, Syahrial Nelwan, Leopold Oscar Nugraha Edhi Suyatma Oktaviana Purnamasari Onno Widodo Purbo Pradeka Brilyan Purwandoko Pudji Muljono Purwandoko, Pradeka Brilyan Rachma Fitriati Rani Audona RATNA SARI Ridi Arif Rivangga Yuda Hendika Rizky Mulya Sampurno RR. Ella Evrita Hestiandari Rudi Afnan Samudra, Ami Anggraini Satyanto Krido Saptomo Seminar, Annisa Utami Shelvie Nidya Neyman Sidharta, Veranus Sirojul Munir Siska Mulyawaty Sitti Eha Faihah Sofyan Sjaf Sri Wahjuni Sugiyanta Suhendi, - Sumiati Sumiati Suryo Wiyono Sutrisno Mardjan Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Syahrial Nasution Taufik Makbullah Triani Rahmawati Usman Ahmad Wawan Hermawan Wawan Wiraatmaja Wichitra Yasya Widodo Widodo Widodo Widodo Yandra Arkeman Yulia Dwi Indriani Yulianti, Nila Susila Yusra Fernando