p-Index From 2021 - 2026
6.117
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : E-JURNAL LINGUISTIK

KEMAMPUAN BERBICARA NARATIF DENGAN METODE AUDIOLINGUAL PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Verayanti Utami, Ni Putu Dwi; Sudipa, I Nengah; Seri Malini, Ni Luh Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 1 No 2 (2015) September 2015
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.06 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aimed at finding out how far the use of audiolingual method could helpthe students of SMA Negeri 1 Kuta Utara on grade XI to improve their narrativespeaking ability. Some theoretical frameworks are used in this research, such as thetheory of behavioristic by Thorndike (2000) and theory the characteristics of theaudiolingual method by Effendy (2002). The data collection that used in this researchwere pre-observation, cycle I, and cycle II. The result of the quantitative data showedthat the use of audiolingual method could improve students speaking ability. It can beseen from the result of the students mean score on cycle II which was 85.81 andcategorized into very good level. The improvement of the students ability not onlyseen from the quantitative data, but also from qualitative data, i.e. from observation ofthe teacher’s activity and students activity in the classroom ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penggunaan metodeaudiolingual dalam meningkatkan kemampuan berbicara naratif peserta didik kelasXI Bahasa SMA Negeri 1 Kuta Utara. Landasan teori yang digunakan dalampenelitian ini yaitu teori belajar behavioristik oleh Thorndike (2000) dan karakteristikmetode audiolingual oleh Effendy (2002). Teknik pengumpulan data yang dipakaidalam penelitian ini, yaitu pratindakan, siklus I, dan siklus II. Hasil data kuantitatifmenunjukkan bahwa penggunaan metode audiolingual dapat meningkatkankemampuan berbicara naratif peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai reratayang diperoleh oleh peserta didik pada siklus II yaitu 85.81 dengan kategori sangatbaik. Peningkatan kemampuan peserta didik tidak hanya dilihat dari hasil datakuantitatifnya, tetapi juga terlihat dari data kualitatifnya, seperti observasi kegiatanpeserta didik di dalam kelas.
TRANSLATION OF FIGURATIVE SENSES IN BIANGKELADI INTO ENGLISH IN THE MASTERMIND Taopan, Talita Kum; Sudipa, I Nengah; Gde Sosiowati, I Gusti Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.107 KB)

Abstract

ABSTRACTSome textual materials are occasionally using figurative language. Figurative language is used in any form of communication, such as in daily conversation, articles in newspaper, advertisements, novels, poems, etc. The aim of this study is to analyze the translation procedures applied in translating figurative senses taken from a short story entitled Biangkeladi and translated into The Mastermind. Based on the analysis, there are two common procedures applied; there are transposition and modulation. By considering the figurative senses, the translator should have more attention to choose the lexicon used in TL and the lexicon used is appropriate to convey the meaning in TL ABSTRAKBeberapa teks ada kalanya menggunakan gaya bahasa majas, yang digunakan dalam berbagai ragam komunikasi, seperti dalam percakapan sehari- hari, dalam tulisan artikel, Koran, majalah, novel, puisi dan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis prosedur penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan tulisan bergaya bahasa majas yang diambil dari sebuah cerita pendek berjudul Biangkeladi dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa sumber dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai bahasa target. Dari hasil penelitian, terdapat dua prosedur penerjemahan yang dipakai, yaitu Transposition dan Modulation. Dengan memperhatikan penggunaan gaya bahasa majas, seorang penerjemah akan memilih kata yang tepat untuk digunakan pada bahasa target dan kata yang digunakan dapat mengimplementasikan arti dari bahasa sumber
STRUKTUR DAN PERAN SEMANTIK VERBA MENYENTUH BAHASA BALI SUBTIPE MELAKUKAN-TERJADI: KAJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA) Novita dewi, Anak Agung Alit; Sudipa, I Nengah
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 1 (2016) Maret 2016
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.372 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis leksikon-leksikon verba tindakan yang memiliki makna menyentuh dalam bahasa Bali. Jenis data dalam penelitian ini adalah data lisan yang berupa tuturan bahasa Bali dari penutur bahasa Bali itu sendiri. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dengan teknik rekam dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Teori Meta Bahasa Semantik (MSA) dan Peran Umum (Macro Role) digunakan untuk menganalisis data secara kualitatif melalui metode padan dan metode agih. Hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode formal dan informal.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat leksikon-leksikon verba menyentuh bahasa Bali yang memiliki polisemi maknamelakukan-terjadi. Polisemi makna tersebut ditinjau dari sudut hasil tindakan terhadap entitas berupa pengaruh fisik baik goodmaupun pengaruh fisik buruk bad. Setiap leksikon memiliki metabahasa yang ditinjau dari sudut cara kerja leksikon verba tersebut meliputi arah gerakan, jumlah gerakan, keceptan gerakan, kekuatan dari tindakan tersebut, ciri entitas yang dikenai tindakan, dan bagian tubuh yang digunakan sebagai instrumen ataupun benda yang dijadikan instrumen. Peran semantik terdiri atas peran umum argumen semantik dan peran khusus argumen semantik.Subtipe melakukan-terjadi memiliki peran khusus semantik agen, pasien, instrumen, dan lokasi dengan analisis berlapis ataupun analisis umum.Hasil analisis makna dan peran semantik dapat dilihat pada contoh leksikon verba berikut ini.Mingseg adalah tindakan menekan menggunakan kuku ibu jari hingga entitas menjadi hancur dan pada umumnya dilakukan untuk entitas kutu. Leksikon mingseg menghadirkan dua argumen yang menduduki peran umum sebagai actor dan undergoer. Peran khusus actor adalah sebagai agen yang mengendalikan peristiwa secara langsung. Peran khusus undergoer adalah sebagai pasien yang mendapatkan pengaruh fisik langsung dari agen.ABSTRACTThis study is aimed to analyze the lexicons of verb ‘do’ having meaning of ‘touching’ within in Balinese language. The type of the data in this research is spoken data of the Balinese language speaker. Data was collected by applying scruitinizing method in the form of recording and note taking techqniques. Natural Semantics Metalanguage and Macro Role theories were used to analyze the data qualitatively. The results of the data analysis were presented by applying formal and informal methods.The results of this study indicates that lexicons of verb ‘do’ having meaning of ‘touching’ within in Balinese language consist of the polisemy primitives primes ‘do’ and ‘happen’. The polysemy meaning of the lexicons was identified from the results of the action against the entity in the form of physical effects, both good and bad effects. The metalanguage of each lexicon was analyzed based on the entity, instrument, result, and the process of the action such as the direction of the motion, the amount of the motion, the speeand the power of the motion.Thesemantic roles of the lexiconsconsisted of macro-rolesand thematic- roles. The thematic roles of ‘do’ and ‘happen’ types are agent, patient, instrument, and locative.The results of the analysis of the semantic meaning and roles can be seen in the following example. ‘Mingseg’is a pressing action using the thumb nail to the entity being crushed and generally done to fleas. Lexicon ‘mingseg’ presents two arguments occupying macro-role as an actor and undergoer. The thematic role of the actor is the agent that controls the events directly. The thematic role of the undergoer is as the patient who received a direct physical effect of the agent. 
Co-Authors A. A. Gede Raka Mahendra Anak Agung Gede Hari Wishnawa Anak Agung Istri Ari Laras Utami Anak Agung Sagung Shanti Sari Dewi Antari, Ni Made Suwari Ayu Sastya Kartika Desak Ayu Krisna Dewi Dewa Ayu Carma Citrawati Dewa Ayu Febri Rantika Dewa Ayu Rengganis Wijayanti Dewa Ayu Widiasri Dewi, A.A.Sg. Shanti Sari Dian Saputra, I Made F. I M. Brata Fransiscus Sanur Gede Bagus Kalpa Wisesa Gede Primahadi Wijaya Rajeg Gusti Ayu Marcela Dewi Gusti Ayu Oka Cahya Dewi I Dewa Ayu Satria Dewi I Gde Yudhi Argangga Khrisnantara I Gde Yudhi Argangga Khrisnantara I Gede Budiasa I Gede krisna Wedhana C I Gusti Agung Istri Aryani I Gusti Ayu Gede Sosiowati I Gusti Ayu Ratih Chintya Anggreni I Gusti Komang Oka Wardayuna I Kadek Arditya Kurniawan I Ketut Artawa I Ketut Darma Laksana I Ketut Tika I Made Budiarsa I Made Dian Saputra I Made Netra I MADE RAJEG I Made Yudhi Putrawan I Nyoman Arya Wibawa I Nyoman Aryawibawa I Nyoman Sedeng I Nyoman Suarka I NYOMAN SUPARWA I Nyoman Weda Kusuma I Wayan Budi Juni Ardana I Wayan Cika I Wayan Nanditha Kusanaghi I WAYAN PASTIKA I Wayan Resen I Wayan Simpen I Wayan Simplen I Wayan Simplen I Wayan Suryasa I Wayan Widiadnyana I.B. Sudana Ida Ayu Leony Pratiwi Ida Ayu Made Puspani Ida Bagus Adi Sumanjaya Ida Bagus Gede Subawa Putra Ida Bagus Pramana Pidada Ida Bagus Putra Yadnya Kadek Putri Pradnyaningsih Kadek Ris Herwantinus Khrisnantara, I Gde Yudhi Argangga Komang Adi Maendra Komang Dian Puspita Candra Komang Dian Puspita Candra, Komang Dian Puspita Laksono Trisnantoro Luh Gede Novita Rahayu Luh Putu Laksminy M. Sudiana Mahendra Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Henra Dwikarmawan Sudipa Made Sri Satyawati Nazara, Wa’özisökhi Ni Ketut Sri Rahayuni Ni Km. Nidyantari Laksmi R. Ni Komang Pariadi Ni Luh Nyoman Seri Malini Ni Luh Supartini Ni Luh Sutjiati Beratha Ni Made Ayu Sulasmini NI MADE AYU SULASMINI . Ni Made Ayu Widiastuti Ni Made Dhanawaty Ni Made Erfiani Ni Made Suryati Ni Putu Diah Darmayanti Ni Putu Dwi Verayanti Utami, Ni Putu Dwi Ni Putu Nia Puspasari Ni Wayan Sukarini Novita dewi, Anak Agung Alit Oviana D.Y Libing Putra, Agus Naryagali Putu Agnatya Mahadi Putri Putu Ayu Asty Senja Pratiwi Putu Cindy Aprilia Dewi Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Putu Weddha Savitri Rajeg, Gede Primahadi Wijaya Rina Ayu Pertiwi Ristati Ristati Robert Masreng Salsa Bela Angelina Panjaitan Sang Ayu Isnu Maharani Santi Indriani, Ketut Saskara Tranggana Suari, Ida Ayu savitri, weddha Seno, Dominikus Supartini , Ni Luh Susanta, I Putu Agus Endra Susini, Made Taopan, Talita Kum Tasya Pratama Urbanus Laratmase Wa’özisökhi Nazara Widiasri, Dewa Ayu Wisesa, Gede Bagus Kalpa Yana Qomariana