p-Index From 2021 - 2026
10.771
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan Analisis: Jurnal Studi Keislaman WALISONGO Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Analisa JIA (Jurnal Ilmu Agama) Tajdida Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Profetika Journal of ICSAR Jurnal Manajemen & Supervisi Pendidikan AJIS : Academic Journal of Islamic Studies Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam qolamuna : Jurnal studi islam al-Afkar, Journal For Islamic Studies SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Jurnal At-Tarbiyat (Jurnal Pendidikan Islam) Jurnal Pendidikan dan Konseling Instructional Development Journal Hikmah JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI International Journal of Business, Law, and Education Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Fitrah: Journal of Islamic Education Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Journal of Contemporary Islamic Education Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Interdisciplinary Social Studies Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education Jurnal Komunikasi Islam Tanjak: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Journal of General Education and Humanities Journal of Educational Sciences Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Prosiding University Research Colloquium Analisa: Journal of Social Science and Religion Jurnal Ilmu Multidisplin Media Bina Ilmiah Jurnal Lektur Keagamaan International Journal of Emerging Issues in Islamic Studies Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Kartika: Jurnal Studi Keislaman Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism International Conference on Education for All Proceeding of International Conference of Islamic Education Journal of Innovative and Creativity Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Maharot : Journal of Islamic Education EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran International Journal of Language and Culture Profetika: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Teknologi Multimedia dalam Mendukung Pembelajaran Bahasa Arab dengan Buku Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayk Thoyib, Fachri Muhammad; Jinan, Mutohharun; Hidayat, Syamsul
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol 7, No 2 (2023): November
Publisher : LPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v7i2.24201

Abstract

Teknologi pembelajaran bahasa Arab merupakan penggunaan perangkat lunak, aplikasi, dan solusi digital untuk membantu individu dalam mempelajari bahasa Arab dengan lebih efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pemanfaatan penggunaan teknologi dan pengaruh penggunaan teknologi terhadap pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan buku “"Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayk". Metode penelitian menggunaan penelitian kualitatif, dengan cara melakukan proses eksplorasi dan pemahaman yang bermakna terhadap individu ataupun kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap pembelajaran di kelas, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pertama analisis konten, kemudian melakukan interpretaif dan yang terakhir yaitu dengan analisis komparatif. Hasil dalam penelitian ini yaitu Pembelajaran Bahasa Arab di SMP Islam Terpadu Al Madinah  dengan menggunakan multimedia yaitu  adanya bahan ajar yang berbentuk digital seperti powerpoint, Latihan soal, audio percakapan, dan konten pembelajran yang dapat dapat diakses dalam situs resmi Al-Arabiyah Lil Jami' (Arabic For All). Pembelajaran di Madrasah Mutawassithah Imam Bukhari Solo pengguanaan mutimedia lebih banyak menggunakan teknologi audia untuk mendengarkan percakapan dalam bahasa Arab.  Penggunaan multimedia dalam pembelajaran di kedua sekolah dinilai efektif karena dapat menarik perhatian siswa, mengurangi kejenuhan siswa dalam proses pembelajaran dan dapat mendukung proses pembelajaran bahasa Arab terhadap kemampuan berbicara siswa dengan bahasa Arab.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT KH.AHMAD DAHLAN DAN KH.MAS MANSUR Zul Fadhli Al Alim; Mutohharun Jinan; Ari Anshori
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.754

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap pemikiran KH.Ahmad dan KH.Mas Mansur dalam memandang nilai-nilai pendidikan Islam. Hasil dari pemikiran kedua tokoh tersebut membuat organisasi Muhammadiyah bisa berkembang pesat dan maju terutama karena nilai-nilai pendidikan islam modern yang dikembangkannya. Nilai Pendidikan Islam sangat penting dalam mendidik pribadi-pribadi yang sesuai dengan pedoman hidup di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Pengembangan pembelajaran pendidikan agama di sekolah sangat diperlukan mengingat pendidikan agama diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan terkait krisis akhlak dan moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam menurut KH.Ahmad Dahlan.2) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan Islam. 3) mendeskripsikan persamaan dan perbedaan konsep nilai pendidikan Islam menurut KH.Ahmad Dahlan dan KH.Mas Mansur. penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif deskriptif karena data yang diperoleh berupa tulisan,kata-kata,gambar,foto dengan jenis studi pustaka (library reseacch) dengan cara menghimpun,mengkaji dan menelaah data,dokumen atau karya berkaitan dengan objek penelitian. Hasil Penelitian konsep yang dibangun mengenai tentang pendidikan islam menurut KH.Ahmad Dahlan adalah tentang kesempurnaan budi pekerti yang lahir dalam diri manusia itu sendiri. Nilai pendidikan islam diantaranya nilai tentang budi pekerti (akhlak), nilai tentang sosial dan nilai kemasyarakatan. Dalam implementasi pengalaman nilai pendidikan, hal pokok yang perlu dijalankan adalah dengan metode pemberian keteladananan sebagai pembelajaran uswah hasanah pada manusia. Sedangkan menurut KH.Mas Mansur konsep nilai pendidikan adalah bagaimana manusia itu tidak boleh angkuh ketika sudah mendapatkan ilmu dan bisa mengendalikan hawa nafsu. Nilai-nilai pendidikan Islam yang perlu dipelajari adalah tentang pendidikan sosial keagamaan dan pendidikan akhlah. Nilai-nilai pendidikan Islam yang diterapkan KH.Mas Mansur dengan melakukan melakukan gerakan ta’awun (tolong-menolong) dengan memperhatikan anak yatim dan orang-orang miskin,membuat balai kesehatan dan membentuk persatuan juru rawat Muhammadiyah.
The Headmaster’s Strategy in Improving Teachers’ Professionalism at MI Muhammadiyah Srebegan Nugroho, Joko Agung; Anshori, Ari; Jinan, Mutohharun
Interdisciplinary Social Studies Vol. 1 No. 7 (2022): Special Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v1i7.146

Abstract

Background: The Head of a Madrasah is the leader of education unit level education, which must be responsible for all Madrasah activities. In addition, the Head of Madrasah is an education leader whose position is very important in the Madrasah environment because the Head of Madrasah is more closely and directly related to the implementation of each educational program. Aim: Revealing the strategy of the Head of MI Muhammadiyah Srebegan in improving the professionalism of the teachers Method: Fieldwork is used in this study. A descriptive analysis using inductive thinking was employed as the method. Meanwhile, this research relies on observation, interviews, and documents to get the necessary information. Findings: The Head of Madrasah’s strategy for developing teacher professionalism at MI Muhammadiyah Srebegan starts with defining Madrasah's vision, mission, and goals. Madrasah's external and internal environments are observed during the procedure. The final step in the strategy development process for the head of MI Muhammadiyah Srebegan was to formulate the Madrasah plan, which is included in the Madrasah Work Program, which is prepared once a year at the start of the school year.
Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Siswa Dalam Karakter Disiplin Melalui Shalat Berjamaah Felix Ferdiyanto, Wahyu; Jinan, Mutohharun
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i3.77141

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam terhadap siswa dalam karakter disiplin melalui shalat berjamaah di SMKN 7 Surakarta. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pembinaan Guru PAI terhadap Siswa dalam karakter disiplin shalat berjamaah di SMKN 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa SMKN 7 Surakarta. Temuan penelitian ini membuktikan pembinaan Guru PAI terhadap siswa sangat penting untuk mengembangkan karakter disiplin siswa melalui implementasi shalat berjamaah. Namun, dari hasil penelitian ini menemukan bahwasannya Guru PAI masih mengalami beberapa kendala yakni masih banyak siswa yang mengabaikan shalat berjamaah ini sehingga guru PAI harus mampu membimbing, memotivasi, memfasilitasi dalam penanaman karakter disiplin ini. Pembinaan ini mempunyai tujuan untuk memberikan bekal dan pengaruh yang positif terhadap penanaman karakter kedisiplinan siswa. Kata kunci: Pembinaan Guru PAI, Karakter Disiplin, Shalat Berjamaah
Digital Pedagogy in Action: Enhancing Critical Thinking through YouTube in Islamic Religious Education Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi; Anggraini, Fadhilla Nangroe; Mutohharun Jinan; Muh. Nur Rochim Maksum; Rabi’atuladawiyah Binti Jamaludin
Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education Vol 5 No 2 (2025): Tadibia Islamika: Journal of Holistic Islamic Education, November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/tadibia.v5i2.12751

Abstract

The integration of information technology in education has become increasingly critical in the digital era, particularly for enhancing pedagogical effectiveness. YouTube, as the world's most prominent video-sharing platform, has emerged as a significant educational tool across diverse disciplines, including Islamic Religious Education (PAI). Despite providing global access to extensive educational content, substantial challenges persist in its pedagogical implementation, particularly regarding inadequate digital literacy among Indonesian secondary school students. This study investigates the utilization of YouTube as an instructional medium for developing critical thinking skills in PAI learning contexts. Employing a qualitative case study design, this research collected data through semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis involving PAI teachers and students from multiple Indonesian high schools. Findings reveal that while YouTube offers diverse educational content with potential to foster critical thinking development, the majority of students engage in passive consumption patterns, lacking analytical depth in processing presented material. Although interactive features, including comment sections, content sharing, and subscription mechanisms, demonstrate potential for promoting deeper cognitive engagement, their educational benefits remain underutilized. The study identifies two principal barriers to effective YouTube integration: insufficient student digital literacy and inconsistent content quality. These findings contribute to the emerging scholarship on digital platform utilization in religious education and provide empirical evidence for enhancing critical thinking pedagogy through technology-mediated instruction in Indonesian educational contexts.
Implementasi Pendidikan Humanis untuk Membentuk Karakter Unggul di Ma'had Darul Fikri Bringin Kauman Ponorogo Iyan Alan Setyawan; Mahasri Shobahiya; Mutohharun Jinan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (April–Mei 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i1.852

Abstract

Pendidikan humanisme merupakan pendekatan yang mengutamakan pengembangan potensi individu secara holistik, dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan individu, dan moralitas. Tujuan utama dari pendidikan ini adalah membentuk karakter peserta didik yang unggul, dengan menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan moral. Penelitian ini berfokus pada implementasi pendidikan humanisme di Ma'had Darul Fikri, sebuah lembaga pendidikan Islam di Ponorogo, yang bertujuan untuk membentuk karakter unggul pada peserta didiknya. Pendekatan humanisme diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, memberikan penghargaan terhadap martabat peserta didik, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, integritas, serta pengendalian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali penerapan pendidikan humanisme di Ma'had Darul Fikri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendidikan humanisme berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menghargai martabat peserta didik, terdapat tantangan besar dalam implementasinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan penerapan pendidikan ini antara lain adalah kurangnya pemahaman yang mendalam dari pendidik mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan humanisme, ketakutan terhadap dampak hukum terkait perlindungan anak, serta ketidakseimbangan dalam penegakan disiplin yang menyebabkan penurunan dalam pembentukan karakter unggul peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mengoptimalkan penerapan pendidikan humanisme, perlu adanya penekanan lebih lanjut pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman yang lebih mendalam bagi pendidik mengenai esensi pendidikan humanisme. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan humanisme tidak hanya menghindari kekerasan, tetapi juga secara efektif membentuk karakter yang kuat dan kritis pada peserta didik.
Transforming Islamic Education in Modernity: Reassessing Sir Syed Ahmad Khan’s Thought Nur Ihsan, Muhammad Zidan; Jinan, Mutohharun; Maksum, Muh. Nur Rochim; Alauddin, Muhammad Badat
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v9i2.2339

Abstract

This article analyzes Ahmad Khan's educational thought as part of the epistemological reform project in Islamic education in the 19th-century colonial context. Using a literature review approach, this article explores the social background, philosophical foundations, epistemology, methodological goals, and criticisms and limitations of the educational reform initiated by Khan. The results show that Ahmad Khan's educational thinking cannot be reduced to a form of westernization or a pragmatic response to British colonialism. Khan's thinking is rooted in an internal critique of the intellectual stagnation of Muslims triggered by the dichotomy of knowledge, the dominance of taqlid, and the reduction of education to a means of doctrinal transmission. Through the integration of revelation and reason, Ahmad Khan shifted the conflict between religion and science from the theological realm to the methodological, thus opening space for affirming scientific rationality without discarding the role of revelation as a moral and spiritual orientation. However, this article also emphasizes that Khan's integration remains transitional and problematic, due to the lack of a strict methodological framework for defining the limits of intellectual authority and the social limitations on its implementation. Thus, the main contribution of Khan's educational thought lies in opening the crustacean shell for the development of modern Islamic education, not in the order of the final educational model itself, which is ready to be implemented.
Al-Ghazali's Sufi Thought as a Foundation of Contemporary Islamic Spirituality: Evidence from Classical and Modern Islamic Discourses Ghazali, Imam; Jinan, Mutohharun; Najib, Farouq Muhammad
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v10i2.15102

Abstract

This article explores the Sufi philosophy of Abu Hamid al-Ghazali as articulated in al-Munqidz min al-Dhalal. It examines the continuing relevance of al-Ghazali's Sufi thought to contemporary Islamic spirituality, with particular emphasis on education and the promotion of religious moderation. Employing a qualitative library-based research method, the study analyzes classical and modern primary and secondary sources. The findings reveal that spiritual purification (tazkiyat al-nafs) and the harmonization of intellect and inner conscience constitute fundamental pathways toward ma'rifatullah. Al-Ghazali's ideas remain significant for cultivating an Islamic spirituality that is rational, moderate, and ethically grounded. These insights advance Islamic studies and educational practice, especially in the design of a holistic educational framework capable of responding to modern spiritual challenges.
PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN ANAK: PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN Khoiriyah, Nurul Asma; Jinan, Mutohharun
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8934

Abstract

Education in the modern era serves not only as a means of transferring knowledge but also as a primary tool in building individual character and advancing society. Ibn Khaldun's thinking emphasizes that education is strongly influenced by the family, school, and community environments, which shape children's mindsets, behaviors, and moral values. A religious and communicative family environment, a school that encourages intellectual development, and a society that upholds the values ??of justice, equality, and cooperation are important factors in creating a holistic education. This article examines Ibn Khaldun's educational thinking, which emphasizes the balance between naqli (the natural) and aqli (the rational) knowledge, as well as the importance of instilling adab (good manners) in the educational process. This research demonstrates that good education must pay attention to the interaction between individuals and their social environment and focus on building strong character. In the context of globalization and technological advancement, the influence of social media and the social environment is a determining factor in children's character development. The conclusion of this study is that children's education must involve synergy between families, schools, and communities to shape a generation that is intellectually intelligent, has noble character, and cares about social life. ABSTRAK Pendidikan di era modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat utama dalam membangun karakter individu dan kemajuan masyarakat. Pemikiran Ibnu Khaldun menekankan bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang membentuk pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai moral anak. Lingkungan keluarga yang religius dan komunikatif, sekolah yang mendorong perkembangan intelektual, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan kerja sama, merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Artikel ini mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun, yang menekankan keseimbangan antara ilmu naqli dan aqli, serta pentingnya penanaman adab dalam proses pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik harus memperhatikan interaksi antara individu dan lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pembentukan karakter yang kuat. Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi, pengaruh media sosial dan lingkungan sosial menjadi faktor penentu dalam perkembangan karakter anak. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendidikan anak harus melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan peduli terhadap kehidupan sosial.  
The Relationship between Religion and State in the Context of Globalization: A Theoretical and Practical Analysis in the Modern Era Mohammad Rifky; Mutohharun Jinan
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 25 No 2 (2025): Analisis : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v25i2.29722

Abstract

The relationship between religion and the state is a classic issue in social and political science studies that remains relevant amidst the dynamics of globalization and increasing religious pluralism. Globalization not only influences economic and political structures but also demands that states restructure the relationship between religion and the state to ensure religious freedom, protect minority rights, and maintain social stability and cohesion. Countries with strong religious traditions, such as Saudi Arabia, the Vatican, and Israel, tend to position religion as the primary source of legitimacy in state policy, either through theocratic patterns or religious-secular configurations. Meanwhile, multicultural countries such as Indonesia and India implement a symbiotic pattern by seeking a balance between the role of religion and the principle of pluralism. This study uses a library method with a qualitative descriptive-analytical and critical approach. Data were obtained from primary and secondary literature analyzed through a process of classification, reduction, and thematic analysis. The results show that countries with strong religious legitimacy tend to face serious challenges in managing pluralism and protecting the rights of religious minorities. Conversely, multicultural countries that adopt a symbiotic pattern are relatively more adaptive, although they still face the potential for social conflict. This finding confirms that the success of relations between religion and state is highly dependent on policies that are inclusive, democratic, and oriented towards respecting human rights.
Co-Authors Abd Azis Hasyim Abdullah Mahmud Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi Aboubacar Barry Aditiya Fachrie Zanardi Abdurrahman Afief El Ashfahany Agus Widodo Ahmad Adi Nugroho Ahmad Nurrohim Ainur Rhain Akbar Waliyuddin Pakpahan Alan Setyawan, Iyan Alauddin, Muhammad Badat Alfan Rifai Alief Nabilah Alifian Choirudin Zain Ambarwati, Andreana Putri Ammar Wangyee Andri Nirwana A. N. Andri Nirwana AN Anggraini, Fadhilla Nangroe Anis Kusumawardani Ari Anshori Ari Anshori, Ari Arilana Nur Izzi Ayu Agustina Eka Putri Bahtiar, Luth Hafizh Bella Misbahati Putri Bello Ali Choiron, Alfian Achmad Damar Hardiansah Dewi Nurlita Kurniawati Dhaifullah Mochtar Adi Pratama Diah Eka Sulistia Rini Dini Zakia Zahra Elfrida Nur Ma'rifah Fadhia Ananda Fadhia Ananda Fadhilla Nangroe Anggraini Fadhilla Nangroe Anggraini Fadhlurrahman Rafif Muzakki Fahmi Ulum Al Mubarok Fahrudin Fahrul Rozi Fahrul Rozi Farouq Muhammad Najib Fauzan Addinul Jihad Felix Ferdiyanto, Wahyu Firman Priyanto Fitriyan, Yassir Hafidh Haedar Nashir Hafidz . Hafidz Hafidz Hafidzd Hanida Putri Utami Hannah Ummu Atikah Imam Ghazali Intan Dian Saputri Istanto Istanto Istanto Iyan Alan Setyawan Iyas Ali Nurani Iyas Ali Nurani Izzaty, Arina Jermanda Ridwan Kurniaji Karumiadri, Muh Kewa, Sukmawati Putri Jamalia Ina Kharis Nugroho Khoiriyah, Nurul Asma Khoirunissa, Khoirunissa Latifah Insani Muslimah Murni Latifah, Mar’atul Linda Asmara Lutfi Azzahrowaini Lutfi, M Lutfi Maulana Luth Hafizh Bahtiar M Shobarin Syakur M. Rizki Saputra M.A. Fattah Santoso Mahasri Shobabiya Mahasri Shobahiya Maulana Ridho, Arman Melani Agus Nurhanifah Mohammad Ali Mohammad Ali Mohammad Archie Hardinagoro Mohammad Rifky Mohammad Zakki Azani Mufidatul Azizah Muh Nur Rochim Maksum Muhamad Faqihudin Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Ali Muhammad Faiz Isra Muhammad Natsir Tarani Muhammad Wildan Shohib Muthoifin nafi, dian Najib, Farouq Muhammad Nisrina Huwaida Qurrottu Aini Nisrina Huwaida Qurrottu'Aini Nita Safitri Nugroho, Ahmad Adi Nugroho, Joko Agung Nur Ihsan, Muhammad Zidan Nurdin Arifin Nurdin Arifin Nurul Asma Khoiriyah Nurul Latifatul Inayati Oktaviyani, Rissa Oscharil Aji Mukti Putri Aqilah Salsabila Putri, Hanifa Sahaja Rabi’atuladawiyah Binti Jamaludin Rafsanjani, Hasmi Rahmawati, Anggraini Putri Rama Akbar Wirasandika Ramadani, Amilia Rizka Ramadhani, Novrima Rita Hartati Rohmah, Isna Annisa Salim, Hakimuddin Sari, Rika Siti Ersa Meylani Siti Hadiyati Nur Hafida Solichah, Etik Nur Sudarno Sudarno Sudarno Sudarno Sugiyanti Sugiyanti Sukirman Syamsul Hidayat SYAMSUL HIDAYAT Syarif Mamang Tarani, Muhammad Natsir Thoyib, Fachri Muhammad Tri Setiyarini Triono Ali Mustofa Trisno Susilo Tuti Mayukha Ulfiyatu Ni’mah Afiffah Viky Nur Vambudi Wachidi Wahid Muhammad Zukhruf Wardani, Risma Waston Yassir Hafidh Fitriyan Yusuf Ibnu Sina Yusuf Mukhtar Taqiyyuddin Zainal Arifin Zakiya Salsabillah Zul Fadhli Al Alim