Claim Missing Document
Check
Articles

Embriogenesis Somatik Beberapa Kultivar Seledri (Apium graveolens L.) pada Beberapa Konsentrasi Sukrosa dengan Media Dasar Gamborg B5 Utamy, Aisya Fitrianty Dwi; Amien, Suseno; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52966

Abstract

Embriogenesis somatik dapat menjadi metode pilihan untuk memperbanyak tanaman hasil program pemuliaan tanaman seledri. Penelitian ini bertujuan memperoleh genotip dan penambahan konsentrasi sukrosa yang terbaik untuk memperoleh embriogenesis somatik seledri. Percobaan dilakukan di Laboratorium Teknologi Kultur Jaringan Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Dilaksanakan mulai bulan Desember 2016 sampai Desember 2017. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tiga kultivar seledri yaitu Amigo, Moyang dan Tall Utah. Faktor kedua adalah penambahan konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 1% sebagai cek, 1.5%, 3% dan 4.5%. Media dasar yang digunakan yaitu media Gamborg B5 dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2.4 D 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan pengaruh mandiri dari kultivar dan penambahan konsentrasi sukrosa berpengaruh pada embriogenesis somatik. Kultivar Moyang dengan penambahan konsentrasi sukrosa 1% adalah yang terbaik karena unggul dalam pertumbuhan ukuran kalus, jumlah tunas,  jumlah akar dan jumlah daun.
Uji Daya Hasil 15 Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta) F1 Berdasarkan Karakter Hasil dan Komponen Hasil Di Jatinangor Wijaya, Wendy; Karuniawan, Agung; Carsono, Nono
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52969

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia penghasil ubi kayu yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh konversi lahan. Dengan meningkatnya kebutuhan dan impor ubi kayu Indonesia maka diperlukan ubi kayu yang dapat berproduksi tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini merupakan salah satu tahapan pada program pemuliaan untuk mengembangkan varietas ubi kayu lokal pada lokasi Jatinangor yang memiliki produksi lebih tinggi dari varietas sebelumnya. Jatinangor dipilih karena memiliki agroekologi yang mirip dengan kabupaten – kabupaten produsen ubi kayu di Jawa Barat antara lain Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi genotipe yang berpotensi menjadi varietas unggul baru dan menyiapkan bahan tanam untuk penelitian selanjutnya. Kegiatan penelitian telah dilakukan pada Kebun Percobaan Ciparanje Unpad, Jatinangor, Sumedang dengan periode waktu dari Desember 2019 hingga November 2020. Pengidentifikasian genotipe yang berpotensi unggul dilakukan dengan membandingkan lima belas genotipe uji dengan tiga varietas cek. Pembandingan dilakukan dengan metode Least Significant Increase (LSI) pada lima belas karakter agronomi. Hasil dari penelitian ini adalah Genotipe 1, Genotipe 4, Genotipe 8, dan Genotipe 9 melebihi varietas cek pada satu karakter agronomi atau lebih. Genotipe 1 memiliki karakter panjang umbi yang melebihi ketiga cek dan berat umbi per tanaman melebihi Cek 2. Genotipe 4 memiliki diameter yang melebihi Cek 2. Genotipe 8 melebihi Cek 3 pada karakter indeks panen. Genotipe 9 melebihi Cek 2 dan Cek 3 pada karakter indeks panen.
Identifikasi Plasma Nutfah Pisang Nangka (Musa acuminata) secara In-situ sebagai Sumber Aksesi Unggul di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Jawa Barat Anggraeni, Tiffani Dias; Ismail, Ade; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52970

Abstract

Pisang nangka (Musa acuminata) dapat dijadikan sebagai sumber energi yang baik karena mengandung kalori yang cepat diserap oleh tubuh. Selain itu, pisang nangka mengandung enam komponen utama yang diperlukan oleh tubuh manusia yaitu air, gula, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta asam folat yang cukup tinggi dan dapat juga dikatakan sebagai sebagai pangan fungsional karena memiliki pati resisten. Saat ini pisang yang lebih dikembangkan yaitu Cavendish, sedangkan Jawa Barat memiliki varietas lokal yaitu pisang nangka yang dapat dimanfaatkan. Karakterisasi merupakan salah satu prosedur awal program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan plasma nutfah dan kultivar unggul baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mengenai keragaman genetik pisang nangka di Kecamatan Cibalong. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey purposive sampling dan eksplorasi in-situ yang dilakukan di beberapa desa yaitu Desa Karyasari, Mekarsari, Karyamukti, dan Sagara di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Jawa Barat dari bulan Januari 2016 sampai dengan Maret 2016. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan nilai variasi genetik dan varians fenotipik. Hubungan kekerabatan dan analisis PCA menggunakan program XL-STAT 2016. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat keragaman yang luas pada pisang nangka berdasarkan hasil karakterisasi dari karakter vegetatif dan generatif menurut deskriptor pisang di Kecamatan Cibalong dan terdapat sumber plasma nutfah pisang nangka di Kecamatan Cibalong. Jenis pisang nangka  memiliki nilai INP yang lebih besar dibandingkan jenis pisang lain yaitu 88.56%. Hasil dendogram dari analisis cluster memperlihatkan bahwa variasi yang terdapat pada jenis pisang nangka adalah tinggi.
Diversitas Genetik Dahlia pinnata Cav Berdasarkan Karakter Morfologi di Jawa dan Sumatera dengan Menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA) Maulana, Haris; Maxiselly, Yudithia; Karuniawan, Agung; Purdianty, Amalia; Zulaicho, Zulaicho; Y.H., Anne
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52968

Abstract

Analisis diversitas genetik menggunakan 32 aksesi koleksi Dahlia pinnata Unpad, berdasarkan karakter morfologi (14 karakter) bertujuan untuk melihat penyebaran Dahlia pinnata di Indonesia. Analisis ini menggunakan PCA yang menggunakan eigen value sebagai nilai diskriminan. Rancangan percobaan menggunakan one row plot yang menjadikan setiap individu menjadi ulangan. Lokasi percobaan berada di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Hasil dari penelitian ini memperoleh grafik biplot dari nilai PCA yang menunjukkan bahwa aksesi-aksesi yang diamati memiliki penyebaran yang acak, tidak mengelompok spesifik. Hal ini menunjukkan perlu dilakukan analisis lebih lanjut berdasarkan karakter lain untuk menjustifikasi pola penyebarannya.
The effect of cow manure amendment and the ratio of gold mine tailings on sweet potato gold phytomining Noviardi, Rhazista; Joy, Benny; Sudirja, Rija; Setiawati, Mieke Rochimi; Djuwansah, Muhamad Rachman; Karuniawan, Agung; Sofyan, Emma Trinurani; Suryatmana, Pujawati
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2024.121.6665

Abstract

Artisanal and small-scale gold mining has commonly used the mercury amalgamation method for gold ore extraction. The processing waste or tailings often contain gold and other metals. This study examined the effects of cow manure amendment and the ratio of gold mine tailings on sweet potato     (Ipomoea batatas L.) gold phytomining. The pot experiment was conducted in the Faculty of Agriculture greenhouse at Padjadjaran University in Indonesia. The sweet potato MZ119 clone (an orange-fleshed sweet potato) was planted on a polybag (40 x 40 cm) consisting of 10 kg of planting media, which was a mixture of gold mine tailing and soil. The design used was a completely randomized design factorial with three replications. The first factor was ratios of gold mine tailing consisting of three levels, namely 30%, 50%, 70%, and 100% (w/w). The second factor was doses of organic manure, namely without cow manure, 250 g pot-1, 500 g pot-1, and 750 g pot-1. The results demonstrated that the application of cow dung and the gold mine tailings ratio (w/w) had a significant (p = 0.05) effect on plants' dry weight biomass, gold accumulation, and gold phytomining by sweet potato. The highest gold mass yield of 0.066 mg gold plant-1 was achieved by a 50% (w/w) gold mine tailing ratio and 750 g pot-1 cow manure treatment.
Penilaian Keragaman Morfologi Teh (Camellia sinensis) Ber-dasarkan Karakter Daun dan Bunga saat Periode Reproduktif Wahyudin, Abdillah Azzam; Bakti, Citra; Maxiselly, Yudithia; Prayoga, Muhammad Khais; Syahrian, Heri; Karuniawan, Agung
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Pusat Penelitian Teh dan Kina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v3i2.197

Abstract

Tanaman teh (Camellia sinensis) dapat menghasilkan bunga dan biji, yang dapat dimanfaatkan oleh pemulia tanaman dalam proses persilangan buatan. Pemulia dapat memprediksi keberhasilan persilangan buatan dengan menganalisis keragaman genetik tetua yang akan disilangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik aksesi teh dari benih illegitim pada masa reproduksi. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus 2023 sampai dengan Januari 2024 di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan tanpa tata ruang. Sebanyak tiga belas aksesi terpilih pada populasi saat periode berbunga diidentifikasi penampilan morfologinya sejumlah 15 karakter. Data hasil pengamatan digunakan untuk menganalisis analisis komponen utama dan analisis klaster menggunakan software XLSTAT, sedangkan visualisasi data menggunakan R Program. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahwa 13 aksesi teh mempunyai keragaman genetik yang tinggi. Hasil tersebut berlandaskan keragaman genetik pada 5 komponen utama yang mencapai 89.11% dan analisis klaster yang terbagi menjadi 3 klaster utama dengan persentase terbesar pada klaster ketiga yaitu sebesar 46.15%.
Seleksi Toleransi Cekaman Kekeringan pada Delapan Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Lokal Damayanti, Farida; Fachrunnisa, Laras Sitta; Slamet, Whitea Yasmine; Carsono, Nono; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.59232

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu permasalahan besar dalam bidang pertanian di Indonesia karena dapat mengakibatkan penurunan hasil yang signifikan. Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tingkat toleransi cekaman kekeringan pada genotipe kacang tanah lokal koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni - November 2014 di fasilitas rumah kaca kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan split plot yang diulang tiga kali. Petak utama adalah perlakuan pemberian air/water availability (dua taraf) yaitu pemberian air optimal (100% water availability dan 25% water availability). Adapun anak petak adalah genotipe kacang tanah (sepuluh taraf), terdiri dari delapan genotipe kacang tanah lokal yaitu Soe Timur, Atambua, Kanonang Putih, Gorontalo C, Larantuka, Tondegesan Putih, Madura 2, Kinali Putih, serta varietas yang telah dilepas yaitu Singa dan Jerapah. Data dianalisis menggunakan uji Fisher taraf nyata 5%, uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT), dan Least Significant Difference (LSD) taraf nyata 5%. Pembobotan dan perangkingan untuk menentukan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki nilai Drought Tolerance Indeks (DTI) lebih baik dibandingkan varietas Singa dan Jerapah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Gorontalo C, Madura 2 dan Atambua merupakan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki penampilan yang lebih baik dibandingkan genotipe Singa dan Jerapah berdasarkan nilai DTI untuk karakter morfologi, hasil dan komponen hasil, serta parameter toleransi cekaman kekeringan. Terdapat korelasi positif antara karakter hasil (bobot basah polong) dengan parameter LRWC 80, namun tidak terdapat korelasi antara karakter komponen hasil (jumlah polong) dengan parameter pengamatan toleransi cekaman kekeringan.
Genetic variability in 12 butterfly pea (Clitoria ternatea L.) accessions: a dual approach with cluster and principal component analysis Algina, Azka; Ustari, Debby; Wicaksono, Arif Affan; Concibido, Vergel; Karuniawan, Agung
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37117

Abstract

Understanding genetic variability is crucial for enhancing the breeding programs of butterfly pea (Clitoria ternatea L.), particularly in the face of the demand for improved crop varieties. This study aims to (i) evaluate the genetic variability of 12 butterfly pea accessions based on 28 agro-morphological traits and (ii) analyze the genetic relationships among these accessions. The research was conducted from December 2022 to October 2023 at the Ciparanje Experimental Field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design employed a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 12 accessions and three replications. Observations were made on 28 agro-morphological traits. Data analysis was performed using analysis of variance (ANOVA), principal component analysis (PCA), and agglomerative hierarchical clustering (AHC). ANOVA results indicated significant diversity among the 12 accessions based on 17 agro-morphological traits. PCA results showed that the first six principal components accounted for 89.1% of the total genetic variability and identified all traits as contributing factors to the genetic variability among the accessions. AHC analysis grouped the accessions into two main clusters, with Euclidean distances ranging from 1.00 to 4.00, indicating varying levels of genetic relatedness. These findings underscore the importance of genetic variability in formulating breeding strategies, particularly in the selection of parents based on targeted agro-morphological traits. ABSTRAK Informasi keragaman genetik sangat penting untuk mendukung program pemuliaan tanaman telang (Clitoria ternatea L.), khususnya dalam menghadapi permintaan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengevaluasi keragaman genetik dari 12 aksesi kembang telang berdasarkan 28 karakter agro-morfologi dan (ii) menganalisis hubungan genetik di antara aksesi-aksesi tersebut berdasarkan 28 karakter agro-morfologi. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2022 hingga Oktober 2023 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 12 aksesi dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan pada 28 karakter agro-morfologi. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANOVA), analisis komponen utama (PCA), dan pengelompokan hierarki aglomeratif (AHC). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa 12 aksesi telang beragam secara signifikan berdasarkan 17 karakter agro-morfologi. Hasil PCA menunjukkan bahwa enam komponen utama pertama menjelaskan 89,1% dari total keragaman genetik dan mengidentifikasi 28 karakter agro-morfologi sebagai karakter yang berkontribusi terhadap keragaman genetik 12 aksesi telang. Analisis AHC mengelompokkan 12 aksesi menjadi dua kelompok utama dengan jarak Euclidean berkisar antara 1,00 hingga 4,00, mengindikasikan tingkat kekerabatan genetik yang jauh. Temuan ini menegaskan pentingnya keragaman genetik dalam merumuskan strategi pemuliaan yang efektif, terutama dalam pemilihan tetua berdasarkan karakter agro-morfologi yang ditargetkan.
Estimasi Daya Gabung Galur Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Pada Karakter Kegenjahan Dan Hasil Dengan Menggunakan Genotipe+Genotipe x Environment (GGE) Biplot Syihab, Fakhri Nasharul; Karuniawan, Agung; Ismail, Ade; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Jurnal AGRO Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/37280

Abstract

Sweet corn is an important commodity in Indonesia, but its productivity is low due to the use of seeds that have undergone genetic degradation. This research aims to estimate general combining ability (GCA) and spesific combining Ability (SCA) on maturity characteristics and sweet corn yield. The research was conducted in Cikajang Village, Garut Regency, from April to July 2023, using a randomized block design with 40 treatments repeated three times. Analysis was carried out using the Genotype + Genotype x Environment (GGE) Biplot method. The variance results showed a significant effect of line, tester, and line x tester interactions on male flowering age, female flowering age, harvest age, and yield. From the GGE Biplot analysis, the "mean vs stability" pattern identified GCA, with 9 lines having good GCA at male flowering age, 14 at female flowering age, 7 at harvest age, and 10 at yield. The "Which Won Where/What" pattern identified SCA, where the 3 best line x tester combinations were found at male flowering age, 2 at female flowering age, 3 at harvest age, and 4 at yield. The use of GGE Biplot makes it easier to estimate combining ability, so that lines with good GCA are recommended as parents, and hybrids with the best SCA are recommended as superior cultivars that produce earliness and high yields. ABSTRAK Jagung manis merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, namun produktivitasnya rendah karena penggunaan benih yang mengalami degradasi genetik. Penelitian ini bertujuan mengestimasi daya gabung umum (DGU) dan daya gabung khusus (DGK) pada karakter kegenjahan dan hasil jagung manis. Penelitian dilakukan di Desa Cikajang, Kabupaten Garut, dari April hingga Juli 2023, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 40 perlakuan yang diulang tiga kali. Analisis dilakukan menggunakan metode Genotipe + Genotipe x Lingkungan (GGE) Biplot. Hasil varians menunjukkan pengaruh signifikan dari line, tester, serta interaksi line x tester terhadap umur berbunga jantan, umur berbunga betina, umur panen, dan hasil. Dari analisis GGE Biplot, pola "mean vs stability" mengidentifikasi DGU, dengan 9 galur memiliki DGU baik pada umur berbunga jantan, 14 pada umur berbunga betina, 7 pada umur panen, dan 10 pada hasil. Pola "Which Won Where/What" mengidentifikasi DGK, di mana 3 kombinasi line x tester terbaik ditemukan pada umur berbunga jantan, 2 pada umur berbunga betina, 3 pada umur panen, dan 4 pada hasil. Penggunaan GGE Biplot mempermudah estimasi daya gabung, sehingga galur dengan DGU baik direkomendasikan sebagai tetua, dan hibrida dengan DGK terbaik direkomendasikan sebagai kultivar unggul yang menghasilkan umur genjah dan hasil tinggi.
Inventory and Disease Incidence in 38 Accessions of Taro Plants (Colocasia esculenta L.) in Jatinangor, Sumedang Regency, West Java Yulia, Endah; Yunira, Alma; Hidayat, Syarif; Djaya, Luciana; Widiantini, Fitri; Suganda, Tarkus; Karuniawan, Agung
CROPSAVER Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cropsaver.v7i2.58942

Abstract

Taro is an important agricultural commodity with considerable prospects for international market competition. However, its cultivation faces several challenges, particularly pathogen infections that can lead to substantial yield losses. Conducting a disease inventory in taro plants is essential for effective disease management and serves as a preliminary step in developing resistant taro varieties. This study aimed to document diseases affecting 38 accessions of taro plants. The research was conducted from August to October 2021 at the Ciparanje Jatinangor Experimental Field and the Phytopathology Laboratory within the Department of Plant Pests and Diseases at the Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, located in Sumedang Regency. The methodology employed both qualitative and quantitative descriptive approaches. Data collection involved observing the incidence and severity of diseases, as well as identifying the pathogens responsible for the diseases. A total of 292 taro plants were examined during this study. The diseases identified included brown leaf spot (Cladosporium colocasiae), shot hole (Phoma sp.), orange leaf spot (Neojohnstonia colocasiae), white leaf spot (putative Pseudocercospora colocasiae), and leaf blight (Phytophthora colocasiae), along with other symptoms suspected to be caused by root pathogens and viruses.The most prevalent disease observed at the experimental site was brown spot disease, while leaf blight was identified as the most damaging. The incidence of leaf spot and leaf blight reached 100% across nearly all accessions of taro planted at the research site, with the highest severity of disease recorded at 49.65%.
Co-Authors A. N. Oktafian Acep Atma Wijaya, Acep Atma Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Adhi Irianto Mastur, Adhi Irianto Adi R. H. Oksifa Aep Wawan Irwan Ai Yanti Rismayanti Aina Anna Roosda Ajang Maruapey Algina, Azka Amalia Murnihati Noerrizki Andina Chotimah Anggraeni, Tiffani Dias Anjali Detha Safitria Anne Nuraini Anne Nurbaity Arif Affan Wicaksono Asana Matsuura B. L. Visser Bambang Sriyadi Benny Joy Budi Irawan Budi Nugroho Budi Waluyo Budian Sahala Chotimah, Andina Citra Bakti, Citra Concibido, Vergel D Ustari D Ustari, D D. Veronika D. Veronika, D. D.W Utami Debby Ustari Dedi Ruswandi Dewi, Yeni Wispa Djuwansah, Muhamad Rachman Emma Trinurani Sofyan Endah Yulia Endah Yulia Endah Yulia Ernah, Ernah Eso Solihin Eva Oktaviani Eva Oktaviani F. Rumawas F. Rumawas, F. Fachrunnisa, Laras Sitta Fadhillah Laila, Fadhillah Fajar Maulana Wijaya Kusumah Farida Damayanti Fitri Widiantini H. C. Becker H. C. Becker, H. C. Hana D Rahayu Haris Maulana Harlino Nandha Prayudha Harlino Nandha Prayudha Hendi N Wicaksono Heri Syahrian, Heri Hidayati Nafi’ah, Hanny Jutti Levita Kusumah, Fajar Maulana Wijaya Leni Nuraeni Luciana Djaya, Luciana M. L. Widiastuti M. Saraswati Matsuura, Asana Maulana, Haris Maulana, Haris Meddy Rachmadi Megianti Agtari Mieke Rochimi Setiawati Murdaningsih H. K., Murdaningsih H. Murgayanti Murgayanti Mutia Dewi Roselina Nadia Nuraniya Kamaluddin Nani Hermiati Neni Rostini Neni Rostini Noerrizki, Amalia Murnihati Noladhi Wicaksana Nono Carsono Pangestika, Kintan Widya Pratiwi, Vika Faraditha Prayoga, Muhammad Khais Prayudha, Harlino Nandha Pujawati Suryatmana Puji Syara Anggia Purdianty, Amalia Purwono Purwono, Purwono Putri Ardhya Anindita Ramdan Firmansah Reginawanti Hindersah Reviana Aulia Reza Dwiwardhana Rhazista Noviardi Rhazista Noviardi Ridara, Fadila Ridwan Setiamihardja Rija Sudirja Rima Suci Mulyani Riska Fitriani Rostini, Neni Rudianto, Safira Damayanti Santoso, Dwi Andreas Saskia Pratiwi Sitaresmi Dewayani Slamet, Whitea Yasmine Sosiawan Nusifera Supriatun, T Suseno Amien Syaiful Anwar Syarif Hidayat Syariful Mubarok Syihab, Fakhri Nasharul T Supriatun T. K. Putri T. K. Putri, T. K. T. Suganda Tarkus Suganda Tati Nurmala Tati Nurmala Tia Setiawati Tia Setiawati Tresna Kusuma Putri Trixie A. Ulimaz Trixie Almira Ulimaz Utamy, Aisya Fitrianty Dwi Vera Oktavia Subarja Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vika Faradhita Pratiwi Virda Aziza Virda Aziza W. Link W. Link, W. Wahyudin, Abdillah Azzam Warid Ali Qosim Wawan Sutari Wendy Wijaya WICAKSONO, ARIF AFFAN Wicaksono, Hendi N Wijaya Kusumah, Fajar Maulana Y.H., Anne Yani Maharani, Yani Yanti Rismayanti, Ai Yeni Wispa Dewi Yoshua Liberty Filio Yudithia Maxiselly Yunira, Alma Yusup Hidayat Yuyun Yuwariah Zulaicho, Zulaicho