Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai heritabilitas lima komponen hasil kedelai dengan tiga metode pendugaan Agung Karuniawan; Ridwan Setiamihardja; Nani Hermiati; Achmad Baihaki
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6803

Abstract

Heritabilitas lima komponen hasil kedelai (Glycine max (L.) Merrill) telah dipelajari selama musim tanam bulan Agustus 1989 sampai dengan Maret 1990, di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, unit Arjasari, Bandung. Seratus sembilan genotip kedelai ditanam dalam rancangan acak kelompok dengan dua kali ulangan di dalam dua musim yang berbeda. Empat tetua dan dua single cross juga ditanam.Berdasarkan data gabungan dua musim tanam, nilai haritabilitas dalam arti luas menggunakan metode analisis komponen varians untuk karakter jumlah biji per polong, berat 100 biji, dan jumlah polong per tanaman adalah lebih dari 68%, yang menunjukkan bahwa seleksi untuk ketiga karakter tersebut dapat efektif.Terdapat perbedaan nilai heritabilitas antara metode Allard dibandingkan dengan metode Mahmud-Kramer untuk dua populasi single cross. Seleksi terhadap jumlah biji per tanaman dan berat 100 biji menjamin kemajuan seleksi untuk bobot biji per tanaman. Dua metode terakhir lebih mudah dan murah untuk dilaksanakan dibandingkan dengan metode komponen varians. Populasi yang digunakan mempengaruhi nilai duga haritabilitas. 
Keanekaragaman Genetik Populasi Mucuna Berdasarkan Karakter Morfologi dan Komponen Hasil Agung Karuniawan; Budian Sahala; Ade Ismail
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6703

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menduga keanekaragam genetik populasi Mucuna berdasarkan karakter morfologi dan komponen hasil. Percobaan lapangan telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Desa Ciparanje, Jatinangor, Jawa Barat dari bulan Maret sampai Agustus 2007 (musim kemarau) dan bulan Nopember 2007 sampai dengan Juli 2008 (musim hujan). Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 17 genotip sebagai perlakuan dan diulang dua kali pada setiap musim. Data dianalisis dengan analisis varians, uji homogenitas, dan analisis gabungan, serta uji lanjutan perbandingan nilai rata-rata mengikuti prosedur uji gugus Scott-Knott dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hubungan kekerabatan dianalisis dengan menggunakan program NTSYSpc versi 2.10q. Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi genotip x musim pada karakter jumlah daun 60 HST, sudut daun, panjang sepal, lebar sepal, jumlah stamen, bobot biji per tanaman, dan diameter polong. Sedangkan pengaruh genotip dan musim secara mandiri terlihat pada karakter panjang daun, lebar daun, panjang  petiolus, jumlah cluster per tanaman, lebar petal, jumlah biji per polong, dan bobot biji per polong. Genotip-genotip dengan penampilan baik secara umum berdasarkan karakter panjang daun, lebar daun, panjang petiolus, jumlah cluster per tanaman, jumlah biji per polong, dan bobot biji per polong pada kedua musim adalah MJB 1, MJB 2, MJTE 3, dan MS 2. Populasi Mucuna memiliki hubungan kekerabatan genetik yang dekat.
Penampilan Karakter Agronomi 16 Genotip Kedelai (Glycine max L. Merrill) pada Pertanaman Tumpangsari dengan Jagung (Zea mays L.) Pola 3:1 Acep Atma Wijaya; Hana D Rahayu; Adi R. H. Oksifa; Meddy Rachmadi; Agung Karuniawan
Jurnal Agro Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/436

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting di Indonesia. Namun, produksi kedelai nasional belum dapat memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pola tanam tumpangsari kedelai dengan jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mencari genotip kedelai yang mampu beradaptasi pada pertanaman tumpangsari dengan jagung pola 3:1 serta menghitung produktivitas penggunaan lahan setiap genotip pada pertanaman tumpangsari dengan jagung pola 3:1. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK). 16 genotip kedelai digunakan sebagai perlakuan, dan diulang sebanyak dua kali. Untuk melihat respons genotip pada pertanaman tumpangsari dilakukan dengan uji Least Significant Increase (LSI) pada taraf signifikansi 5%. Pendugaan produktivitas lahan pada setiap genotip dihitung berdasarkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan genotip kedelai yang memperlihatkan respons paling baik pada pertanaman tumpangsari kedelai jagung dibandingkan kultivar cek untuk tinggi tanaman yaitu genotip BTN 5 dan JT 3, karakter jumlah cabang produktif yaitu genotip BTN 5, karakter luas daun dan indeks luas daun yaitu genotip JT 3, karakter sudut daun yaitu genotip CK 6, karakter bobot per plot yaitu genotip KBI 2, dan Nisbah Kesetaraan Lahan yaitu genotip CK 6 dan KBI 2.Genotip   BTN 1, BTN 2, BTN 5, CK 15, CK 6, JT 3, KA 6, KA 7, KBI 2, KH 8, Cikuray dan Malikka memiliki nilai NKL lebih besar dari 1,0. Soybean is one of important agricultural commodity in Indonesia. However, the national soybean production is not sufficient to meet the needs of national soybean. Effort to do is by applying an intercropping soybean with corn. The objectives of the research was to find soybean genotypes that can adapt to intercropped plantation with corn in pattern of 3 : 1 as well as the productivity of the land use of each genotype in intercropping with maize in 3 : 1 pattern. The research used an experimental method randomized block design (RBD), 16 soybean genotypes as treatments, and repeated twice. To see the response of genotype in intercropping planting was done by using Least Significant Increase (LSI) at the level of significant 5%. Estimation of land productivity on each genotype was calculated with Land Equation Ratio value. The results showed that the best response of soybean genotype compared checks cultivar for plant height were genotype BTN 5 and JT 3, character number of productive branches was genotype BTN 5, the character of leaf area and leaf area index was genotype JT 3 , leaf angle character was genotype CK 6, characters of weights per plot was KBI 2 genotype and Land Equation Ratio value were  CK 6 and KBI 2. Genotypes of BTN 1, BTN 2, BTN 5, CK 15, CK 6, JT 3, KA 6, KA 7, KBI 2, KH 8, Cikuray and Malikka had Land Equivalent Ratio values greater than 1.0.
Daya hasil dan indeks panen ubi jalar unggul baru berdaging kuning (Ipomoea batatas L. (Lam.)) Agung Karuniawan; Reviana Aulia; Haris Maulana; Debby Ustari; Neni Rostini
Jurnal Agro Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/5704

Abstract

Estimasi daya hasil dan indeks panen dalam pemuliaan tanaman dibutuhkan untuk menyeleksi genotip ubi jalar. Genotip ubi jalar terseleksi yang berdaya hasil tinggi dapat digunakan sebagai bahan pendukung diversifikasi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh genotip ubi jalar berdaya hasil tinggi serta memiliki indeks panen tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dari bulan November 2018 sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan delapan genotip ubi jalar dan tiga genotip pembanding (Ac Putih, Kidal, dan Rancing). Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ubi per tanaman, jumlah ubi total, jumlah ubi ekonomis, bobot ubi per tanaman, bobot ubi total dan bobot ubi ekonomis menunjukan perbedaan yang nyata. Terdapat tujuh genotip yang berdaya hasil tinggi yaitu MZ 332, PR 91 (838), Awachy 4, KMDK, IND 38 (48), IND 8 (11), IND 264. Terdapat empat genotip ubi jalar unggul baru yang memiliki hasil indeks panen > 1 yaitu, Mz 332, PR 91(838), KMDK, dan IND 8(11).  ABSTRACT Estimation of yield and harvest index on sweet potato are needed to select new superior genotypes of sweet potato in the breeding program. Selected sweet potato genotypes with high yield can be used as supporting material for food diversification. The purpose of this study was to obtain new superior genotypes of yellow-fleshed sweet potato with high yield and high harvest index. The study was conducted in the Experimental field, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Sumedang Regency, West Java from November 2018 to April 2019. This study used eight sweet potato genotypes as treatment and three genotypes as check i.e. Ac Putih, Kidal and Rancing. The method used was randomized block design (RBD) with 11 treatments repeated three times. The results showed that the numbers of tuber per plant, numbers of tuber per plot, numbers of economic tuber, weight of tuber per plant, total weight per plot, weight of economic tubers were significantly different. There are seven genotypes with the high yield, i.e. MZ 332, PR 91 (838), Awachy 4, KMDK, IND 38 (48), IND 8 (11), IND 264. Four genotypes with harvest index > 1 i.e. Mz 332, PR 91 (838), KMDK, and IND 8 (11).
THE APPEARANCE OF PHENOTYPIC CHARACTER ON FIVE GENOTYPES OF CAYENNE PEPPER Eva Oktaviani; Neni Rostini; Agung Karuniawan
Jurnal Penelitian Saintek Vol 23, No 2: Oktober 2018
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.311 KB) | DOI: 10.21831/jps.v23i2.19158

Abstract

This study was aimed at determining the appearance of phenotypic characters in five cayenne genotypes in Sukamantri, Ciamis Regency. The research method used was the experimental method with Randomized Block Design (RBD) with five treatments repeated five times. Data were analyzed by variance and followed by Least Significant Difference (LSD) Test. The testing material consisted of five genotypes of cayenne pepper, namely one of the new superior varieties (Ratuni Unpad), and four varieties (CR8873, Dewata, Taruna, and Rabani). The tests were carried out in Sukamantri, Ciamis Regency in 983 m asl in August 2017 to February 2018. The observations were made on the character of the results and components of results which included the seed length, the seed diameter, the seed weight per unit, the seed weight per plant, the seed weight per plot, and the seed weight per hectare. The test results showed that there were differences in phenotypic characters between the five genotypes tested. The Dewata, Ratuni Unpad, and CR8873 genotypes show the highest potential yield (8.34 tons/ha, 7.71 tons/ha, and 7.24), with the character of fruit weights per fruit of 1.382 grams, 0.911 grams respectively. and 1,311 grams.PENAMPILAN KARAKTER FENOTIPIK HASIL PADA LIMA GENOTIP CABAI RAWITPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter fenotipik pada lima genotip cabai rawit di Sukamantri, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  dengan  lima  perlakuan  diulang  lima  kali. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Least Significant Difference (LSD). Bahan pengujian terdiri atas lima genotip cabai rawit, yaitu salah satu varietas unggul baru (Ratuni Unpad), dan empat varietas (CR8873, Dewata, Taruna, dan Rabani). Pengujian dilakukan di Sukamantri, Kabupaten Ciamis dengan ketinggian tempat 983 m di atas permukaan laut (dpl.) pada Agustus 2017 sampai Februari 2018. Pengamatan dilakukan terhadap karakter hasil dan komponen hasil yang meliputi panjang buah, diameter buah, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per plot, dan bobot buah per hektar.Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter fenotipik antarlima genotip yang diuji. Genotip Dewata, Ratuni Unpad, dan CR8873 menampilkan potensi hasil yang tertinggi (8,34 ton/ha; 7,71 ton/ha; dan 7,24); dengan karakter bobot buah per buah masing-masing sebesar 1,382 gram; 0,911 gram; dan 1,311 gram. 
Genetic Diversity of Butterfly Pea (Clitoria ternatea) from Indonesia Based on Flower and Yield Component Traits in Two Land Conditions Trixie A. Ulimaz; Debby Ustari; Virda Aziza; Tarkus Suganda; Vergel Concibido; Jutti Levita; Agung Karuniawan
Jurnal AgroBiogen Vol 16, No 1 (2020): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v16n1.2020.p1-6

Abstract

Genetic diversity among the butterfly pea genotypes is important information to support breeding program of this underutilized crop. The important characters to be targeted in the breeding program of this crop included yield and yield components of flowers that are strongly affected by the environment and have not been previously reported. This study aimed to determine the genetic diversity of butterfly pea (Clitoria ternatea L.) from Indonesia tested in two land conditions, namely dryland and former paddy fields, based on flower character and yield component traits. The results showed that butterfly pea accessions were divided into two main clusters with dissimilarity coefficient of 0.01–3.99 indicating wide genetic diversity across  accessions. The Mantel correlation showed that the genetic distance among accessions studied were not significantly correlated (r = 0.044, P = 0.8709). Based on principal component analysis (PCA), the eigenvalue ranged from 1.69 to 3.34 with a cumulative contribution of 72.64%. The traits that influenced genetic diversity in this study were flower length, weight of one fresh flower, total weight of pods, and weight of 100 seeds. The results of this study should be useful to support future butterfly pea breeding program.
Keragaman Fenotipik Bunga Telang Double Petal Asal Indonesia dan Thailand Berdasarkan Morfologi Bunga Virda Aziza; Trixie Almira Ulimaz; Debby Ustari; Tarkus Suganda; Vergel Concibido; Budi Irawan; Agung Karuniawan
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 14, No 1 (2021): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v14i1.15558

Abstract

AbstrakBunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman legum yang bagian bunganya telah banyak dimanfaatkan. Double petal adalah salah satu varian spesies bunga telang yang banyak ditemukan di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman fenotipik plasma nutfah bunga telang double petal asal Indonesia (Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur) dan Thailand berdasarkan morfologi bunga. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Data morfologi dianalisis menggunakan analisis multivariat berupa Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis) dan Analisis Klaster (Cluster Analysis) dengan bantuan program NTSYS 2.1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima komponen utama yang berpengaruh terhadap keragaman aksesi dengan persentase keragaman kumulatif 88,82%. Karakter tipe bunga, susunan mahkota bunga, keberadaan lunas, tipe benang sari, dan posisi kepala putik memberi pengaruh terbesar terhadap keragaman aksesi. Analisis klaster membagi aksesi-aksesi tersebut menjadi dua klaster dengan koefisien ketidakmiripan 3,01–6,83. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bunga telang double petal asal Indonesia dan Thailand memiliki keragaman yang luas dan kekerabatan yang jauh; aksesi asal Bali memiliki morfologi bunga dan klaster yang berbeda dengan aksesi asal Jawa Barat, Jawa Timur, dan Thailand. Informasi ini akan bermanfaat dalam merencanakan pengelolaan plasma nutfah dan pemuliaan bunga telang double petal. Abstract Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a legumeplant of which flower parts are widely used. One of butterfly pea variant is double petal which commonly found in Southern Asia. This study aimed to evaluate phenotypic diversity of double petal butterfly pea germplasm from Indonesia (Bali, West Java, and East Java) and Thailand based on flower morphology. The experiment was arranged in randomized complete blocks design with three replications. Morphology data were subjected to multivariate analysis using Principal Component Analysis and Cluster Analysis and performed by NTSYS 2.1. The result showed that there were five significant principal components that cumulatively explained 88.82% of variance. Existence of keel, aestivation type, position of stigma, type of stamen, and flower type gave high contributions to the diversity of accessions. Cluster analysis grouped the accessions into two clusters with dissimilarity coefficient from 3.01–6.83. From the results, it can be concluded that double petal butterfly pea from Indonesia and Thailand have wide diversity and genetic relationship; the accessions from Bali have different flower morphology and cluster compared to the accessions from East Java, West Java, and Thailand. The information will help planning management of the germplasm and breeding double petal butterfly pea.
Seleksi Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) Lokal Berdaya Hasil Tinggi Asal Indonesia berdasarkan Karakter Umbi Fadhillah Laila; Budi Waluyo; Agung Karuniawan
Agro Wiralodra Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v1i1.5

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah ubi kayu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ubi kayu mengandung karbohidrat tinggi dan berperan dalam diversifikasi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyeleksi 80 varietas ubi kayu budidaya lokal asal berbagai wilayah di Indonesia yang berpotensi hasil tinggi. Penelitian ini menggunakan 80 aksesi ubi kayu dari seluruh pulau-pulau besar di Indonesia yang disusun dalam rancangan Augmented dengan 3 tanaman kontrol per baris. Penelitian dilakukan dari Juli 2013-November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik dan fenotipik yang luas pada ubi kayu asal Indonesia berdasarkan karakter umbi. Potensi genetik berdasarkan karakter hasil dan komponen hasil terkategorikan tinggi dengan nilai heritabilitas 0,59-0,75. Uji lanjut LSI (Least Significant Increase) menyeleksi aksesi yang memiliki daya hasil tinggi pada karakter umbi diantaranya karakter jumlah ubi/tanaman pada aksesi 563, 570, dan 599. Karakter bobot ubi/tanaman pada aksesi 507,563, 598, dan 541. Karakter bobot/ubi pada aksesi aksesi 534,528 dan 541. Karakter bobot ubi/plot pada aksesi 629. Karakter potensi hasil pada aksesi 629. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai diversitas genetik aksesi-aksesi ubi kayu lokal Indonesia sehingga dapat dievaluasi untuk didapatkan hasil tinggi ubi kayu untuk diversifikasi pangan.
Hasil Tiga Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) terhadap Perbedaan Dosis Pupuk Hayati Hanny Hidayati Nafi'ah; Ai Yanti Rismayanti; Agung Karuniawan
Agro Wiralodra Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/agrowiralodra.v2i2.20

Abstract

Ubi kayu pada saat ini dibutuhkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk kebutuhan industri. Maka dari itu dibutuhkan upaya untuk mendapatkan klon ubi kayu unggul yang berkualitas dan berdaya hasil tinggi salah satunya dengan penambahan pupuk hayati pada teknologi budidayanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi karakter hasil klon ubi kayu yang telah diberi perlakuan pupuk hayati. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Split Plot dalam RAK pola faktorial 3 x 3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama sebagai main plot adalah klon yang terdiri dari tiga taraf yaitu : s1, s2, dan s3. Faktor kedua sebagai subplot adalah dosis pupuk hayati konsorsium yang terdiri dari tiga taraf yaitu : p0 (0 l per ha), p1 (2 l per ha) dan p2 (4 l per ha). Hasil penelitian menunjukkan klon ubi kayu memberikan respon terhadap aplikasi pupuk hayati untuk meningkatkan jumlah umbi ekonomis per tanaman.
KERAGAMAN GENETIK 64 AKSESI KUNYIT ASAL INDONESIA BERDASARKAN MARKA P450-BASED ANALOGUE (PBA) Tresna Kusuma Putri; Putri Ardhya Anindita; Noladhi Wicaksana; Tarkus Suganda; Vergel Concibido; Agung Karuniawan
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 31, No 2 (2020): Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v31n2.2020.123-134

Abstract

Kunyit merupakan tanaman penghasil rimpang yang memiliki banyak kegunaan, baik untuk konsumsi, industri obat, maupun pewarna. Pengembangan varietas unggul kunyit di Indonesia saat ini perlu didukung oleh adanya informasi keragaman genetik. Saat ini informasi mengenai keragaman genetik tanaman kunyit di Indonesia masih belum tersedia. Salah satu cara untuk memperoleh informasi keragaman genetik adalah dengan menggunakan marka molekuler yang mampu memberikan hasil yang akurat dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Marka PBA sebagai marka fungsional mampu mendeteksi gen P450 yang berkaitan dengan pembentukan metabolit sekunder pada area genom yang luas sehingga dapat dijadikan alternatif marka untuk mengidentifikasi keragaman genetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi keragaman genetik 64 aksesi tanaman kunyit menggunakan delapan pasang primer P450-Based Analogue (PBA). Penelitian dilakukan di Laboratorium Sentral Universitas Padjadjaran dari Juni 2019 hingga Januari 2020. Sebanyak 133 pita terdeteksi dengan rentang jumlah masing-masing alel 8 – 45 pita, dan rata-rata per alel 22,3 pita. Hasil analisis PIC menunjukkan adanya enam pasang primer PBA yang menunjukkan polimorfisme tinggi pada rentang 0,90 – 0,98 sehingga marka PBA dikategorikan sangat informatif. Analisis klaster membagi 64 aksesi kunyit ke dalam dua klaster utama berdasarkan tingkat kemiripan pada rentang 0,01 hingga 0,83. Aksesi CL-GTL01 yang berasal dari Gorontalo memiliki kemiripan yang rendah yaitu 0,01 terhadap 64 aksesi lainnya, sedangkan aksesi CL-NTB01 dan CL-PPB04 memiliki tingkat kemiripan yang tinggi pada jarak 0,83. Berdasarkan nilai PIC, jumlah pita polimorfik, dan jarak genetik, kunyit asal Indonesia memiliki keragaman yang luas berdasarkan marka PBA. 
Co-Authors A. N. Oktafian Acep Atma Wijaya, Acep Atma Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Adhi Irianto Mastur, Adhi Irianto Adi R. H. Oksifa Aep Wawan Irwan Aep Wawan Irwan Ai Yanti Rismayanti Aina Anna Roosda Ajang Maruapey Algina, Azka Amalia Murnihati Noerrizki Anggraeni, Tiffani Dias Anjali Detha Safitria ANNE NURAINI ANNE NURBAITY Arif Affan Wicaksono B. L. Visser Bambang Sriyadi Benny Joy Budi Irawan Budi Nugroho Budi Waluyo Budian Sahala Chotimah, Andina Citra Bakti, Citra Concibido, Vergel D Ustari D Ustari, D D. Veronika D. Veronika, D. D.W Utami Debby Ustari Dedi Ruswandi Dewi, Yeni Wispa Djuwansah, Muhamad Rachman Emma Trinurani Sofyan Endah Yulia Endah Yulia Endah Yulia Yulia Ernah, Ernah Eso Solihin Eva Oktaviani Eva Oktaviani F. Rumawas F. Rumawas, F. Fachrunnisa, Laras Sitta Fadhillah Laila, Fadhillah Fajar Maulana Wijaya Kusumah Farida Damayanti Fitri Widiantini H. C. Becker H. C. Becker, H. C. Hana D Rahayu Haris Maulana Haris Maulana Haris Maulana Haris Maulana Harlino Nandha Prayudha Harlino Nandha Prayudha Hendi N Wicaksono Heri Syahrian, Heri Hidayati Nafi’ah, Hanny Jutti Levita Kusumah, Fajar Maulana Wijaya Leni Nuraeni Luciana Djaya, Luciana M. L. Widiastuti M. Saraswati Matsuura, Asana Maulana, Haris Maulana, Haris Meddy Rachmadi Megianti Agtari Mieke Rochimi Setiawati Murdaningsih H. K., Murdaningsih H. Murgayanti Murgayanti Mutia Dewi Roselina Nadia Nuraniya Kamaluddin Nani Hermiati Neni Rostini Neni Rostini Noerrizki, Amalia Murnihati Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Pangestika, Kintan Widya Pratiwi, Vika Faraditha Prayoga, Muhammad Khais Prayudha, Harlino Nandha Pujawati Suryatmana Puji Syara Anggia Purdianty, Amalia Purwono Purwono, Purwono Putri Ardhya Anindita Ramdan Firmansah Reginawanti Hindersah Reviana Aulia Reza Dwiwardhana Rhazista Noviardi Ridara, Fadila Ridwan Setiamihardja Rija Sudirja Rima Suci Mulyani Riska Fitriani Rostini, Neni Rudianto, Safira Damayanti Santoso, Dwi Andreas Saskia Pratiwi Sitaresmi Dewayani Slamet, Whitea Yasmine Sosiawan Nusifera Supriatun, T Suseno Amien Syaiful Anwar Syarif Hidayat SYARIFUL MUBAROK Syihab, Fakhri Nasharul T Supriatun T. K. Putri T. K. Putri, T. K. T. Suganda Tarkus Suganda Tati Nurmala Tati Nurmala Tia Setiawati Tia Setiawati Tresna Kusuma Putri Trixie A. Ulimaz Trixie Almira Ulimaz Utamy, Aisya Fitrianty Dwi Vera Oktavia Subarja Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vergel Concibido Vika Faradhita Pratiwi Virda Aziza Virda Aziza W. Link W. Link, W. Wahyudin, Abdillah Azzam WARID ALI QOSIM Wawan Sutari Wendy Wijaya WICAKSONO, ARIF AFFAN Wicaksono, Hendi N Wijaya Kusumah, Fajar Maulana Y.H., Anne Yani Maharani, Yani Yanti Rismayanti, Ai Yoshua Liberty Filio Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia Yunira, Alma Yusup Hidayat Yuyun Yuwariah Zulaicho, Zulaicho