Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Lingkungan Kepiting Bakau Di Perairan Pantai Desa Sungai Sayang Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur Gustina Gustina; Septy Heltria; Mairizal Mairizal; Nelwida Nelwida; Fauzan Ramadan; Ester Restiana Endang Gelis
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v8i1.12542

Abstract

Kualitas lingkungan hidup kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan aspek penting yang perlu dikaji melalui pendekatan data parameter oseanografi guna mendukung keberlanjutan populasi dan pemanfaatannya secara lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas habitat kepiting bakau di Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang dilaksanakan pada 15–30 Juli 2024. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 transek pada setiap stasiun. Penilaian kualitas habitat menggunakan pendekatan Indeks Kualitas Habitat (IKH) berbasis pembobotan dengan parameter suhu, salinitas, pH, genangan air pasang surut, jenis vegetasi, dan kerapatan vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ekosistem mangrove di lokasi penelitian tergolong kategori baik, dengan nilai IKH 57 pada Stasiun 1 dan nilai 51 pada Stasiun 2 dan 3. Analisis korelasi antara kualitas habitat dengan lebar karapas menunjukkan korelasi positif lemah (r = 0,38), sedangkan korelasi antara kualitas habitat dengan bobot tubuh menunjukkan korelasi positif sedang (r = 0,52). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi habitat di perairan Desa Sungai Sayang berada dalam kondisi baik dan mampu mendukung kelangsungan hidup kepiting bakau.
Effects of Dietary Rucah Fish Meal on the Performance and Protein Efficiency Ratio of Local Chickens Nurhayati Nurhayati; Farhan Dwi Ramadan; Faizah Jum’atul Hasanah; Jevi Mufit Hidayani; Nelwida Nelwida; Lisna Lisna; Fauzan Ramadan; Filawati Filawati
Jurnal Agripet Volume 26, No. 1, April 2026
Publisher : Animal Husbandry Department, The Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v26i1.468

Abstract

This study determined the effects of dietary Rucah fish meal on the performance and protein efficiency ratio of local chickens. Two hundred day-old local chicks (initial BW: 42.4 g; CV: 7.48%) were raised for eight weeks and assigned to a completely randomized design (CRD) consisting of five dietary treatments with four replicates of 10 birds each. The treatments were as follows: T0 = diet containing 12% Rucah fish meal, T1 = diet containing 14% Rucah fish meal, T2 = diet containing 16% Rucah fish meal, T3 = diet containing 18% Rucah fish meal, and T4 = diet containing 20% Rucah fish meal. Feed intake, body weight gain, feed conversion ratio, protein intake, protein efficiency ratio, slaughter weight, and carcass percentage were also recorded. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and parameters showing significant effects were further analyzed using Duncan’s multiple range tests. The inclusion of Rucah fish meal from 12% to 20% did not significantly affect (P>0.05) any of the measured parameters, including feed intake, body weight gain, feed conversion ratio, protein intake, protein efficiency ratio, slaughter weight, and carcass percentage. Overall, the results of this study indicate that Rucah fish meal can be included in local chicken diets at levels up to 20% without any adverse effects on growth performance, protein utilization, or carcass yield, demonstrating its potential as a sustainable and locally available alternative protein source for poultry production.
Efek Penggantian Jagung dengan Biji Alpukat yang Direndam Air Panas dalam Ransum terhadap Retensi Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar pada Ayam Broiler Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 12 No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.87 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v0i0.488

Abstract

This study was aimed to evaluate the effects of substitution of corn with avocado seed in the hot water on retention of dry matter, organic matter and crude protein of broiler chicken. This experiment was carried out in Poultry Nutrition Laboratory and the Department of Non Ruminant Nutrition of the University of Jambi. This study used 100 2-days broiler chickens strains Platinum given the basal ration with the addition of avocado seed flour. Completely Randomizing Design was used in the research with five treatments and four replications. The treatment given was the level of flour replacement of corn withavocado seed in the feed of BA-0 (no avocado seed), BA-5 (5% of avocado seed flour without soaking), BAR-% ( 5% avocado seed flour soaked in hot water), BA-10 (10% avocado seed flour without soaking) and BAR-10 (10% avocado seed flour soaked in hot water). Observed variables were retentions of DryMatter (DM), Organic Matter (OM) and crude protein (CP). The results showed that replacement of corn with avocado seed flour had no significant effect (P> 0.05) on retention of Dry Matter, Organic Matter and Crude Protein. In conclusion, the replacement of maize with wheat seeds, soaked avocadoseed and without soaking in hot water can be done without affecting the retention of Dry Matter, Organic Matter and Crude Protein.
Pengaruh Pemberian Kulit Ari Biji Kedelai Hasil Fermentasi dengan Aspergillus niger dalam Ransum terhadap Bobot Karkas Ayam Pedaging Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 14 No 1 (2011): Mei 2011
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.904 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v0i0.584

Abstract

The  study  was  conducted  to  determine  the  effect  of  feeding  fermented  epidermis  of  soybean  sedd with Aspergillus niger as substitution of maize and soybean meal in the ration on carcass weight of broiler . The study was carried out in Laboratory of Feed Science to analyze the nutrient content of feedstuffs and in the Cages under Laboratory of Poulty Nutrition, Faculty of Animal Science, University of Jambi for feeding trial.  The  experiment  was  designed  to  Completely  Randomized  Design  (CRD)  with  5  treatments  and  4 replications. Feeding trial used 100 DOC starins MB-202 P fed basal ration with different level of fermented epidermis  of  soybean  seed  with Aspergillus  niger as  treatment.  The  treatments  were  R0  (basal  ration without fermented epidermis of soybean seed with Aspergillus niger ), R1 (basal ration containing 10 % of fermented epidermis of soybean seed with Aspergillus niger), R2 (basal ration containing 20 % of fermented epidermis  soybean  seed  with Aspergillus  niger),  R3  (basal  ration  containing  30  %  of fermented  epidermis soybean seed with Aspergillus niger) and R4 (basal ration containing 40 % of fermented epidermis soybean seed with Aspergillus niger). Parameters measured were feed consumption, body weight and carcass weight. Result  of  this  study  showed  that  substitution of maize    and  soybean  meal  with  fermented  epidermis  of soybean seed using Aspergillus niger significantly (P<0,05) influenced feed consumption, body weight and absolute carcass weight but no significantlt (P>0,05) on percentage carcass weight of broiler. It is concluded that fermented epidermis of soybean seed with Aspergillus niger could be mixed in to the ration up to 40 % to substitute maize and soybean meal and it was not negative influenced on carcass weight of broiler. 
Perubahan Kandungan Protein dan Serat Kasar Kulit Nanas yang Difermentasi dengan Plain Yoghurt N, Nurhayati; N, Nelwida; S, Berliana
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 17 No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.106 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v17i1.2044

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perubahan kandungan protein dan serat kasar kulit nanas setelah difermentasi dengan plain yoghurt. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi. Bahan yang digunakan yaitu kulit nanas sisa pengolahan buah nanas di Desa Tangkit Baru, plain yoghurt dan bahan kimia untuk analisa proksimat. Plain yoghurt yang digunakan mengandung bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan pola faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor A (level yogurt 0, 3, 6, dan 9 ml/kg bahan) dan faktor B (lama fermentasi 24, 48, dan 72 jam). Setiap perlakuan diulang 5 kali. Peubah yang diamati yaitu kandungan bahan kering, protein, dan serat kasar. Data dianalisis ragam dan pengaruh nyata antar perlakuan diuji dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level yogurt tidak nyata (P>0,05) mempengaruhi kandungan bahan kering kulit nanas fermentasi tetapi lama fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05). Level yogurt atau lama fermentasi nyata (P<0,05) mempengaruhi kandungan protein, dan serat kasar kulit nanas fermentasi. Kombinasi level yogurt dan lama fermentasi tidak nyata (P>0,05) mempengaruhi kandungan bahan kering, protein, dan serat kasar. Penggunaan yogurt pada 3 ml/kg bahan memberikan hasil yang sama baiknya dengan kontrol dan lama fermentasi selama 24 jam memberikan hasil yang sama dengan fermentasi selama 48 jam. Disimpulkan bahwa terjadi perubahan kandungan protein dan serat kasar kulit nanas yang difermentasi dengan plain yoghurt. Kandungan protein dan serat kasar kulit nanas lebih baik didapatkan pada fermentasi menggunakan 3 ml/kg yogurt selama 24 jam.
Kandungan Asam Sianida, Bahan Kering Dan Bahan Organik Tepung Biji Karet Hasil Pengukusan Yatno, Y; Murni, Rasmi; Nelwida, N; Yani, Evi Novita
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 18 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.753 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v18i2.2674

Abstract

Biji karet merupakan salah satu bahan pakan hasil samping berkualitas dari perkebunan karet yang dapat dijadikan pakan ternak unggas maupun ruminansia. Salah satu kelemahan dari bahan pakan tersebut adalah tingginya kandungan asam sianida (HCN) yang dapat menyebabkan keracunan bila dikonsumsi oleh ternak. Salah satu cara untuk mengeliminasi bahkan menghilangkan kandungan antinutrisi tersebut yaitu dengan proses pengukusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengukusan terhadap penurunan asam sianida maupun perubahan zat makanan lainnya seperti bahan kering dan bahan organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dilakukan Analisis Ragam, sedangkan uji jarak berganda Duncan digunakan sebagai uji lanjut. Perlakuan yang terapkan adalah; P0 (tepung biji karet tanpa pengukusan sebagai kontrol), P1 (pengukusan tepung biji karet selama 10 menit), P2 (pengukusan tepung biji karet selama 20 menit) dan P3 (pengukusan tepung biji karet selama 30 menit). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama waktu pengukusan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap HCN tepung biji karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu pengukusan semakin signifikan menurunkan kandungan HCN, bahan kering maupun bahan organik tepung biji karet. Dapat disimpulkan bahwa pengukusan tepung biji karet selama 30 menit mampu menurunkan asam sianida 13 kali lebih rendah (9.542 - 0.712%) dibandingkan kontrol
Kandungan Nutrisi Black garlic Hasil Pemanasan dengan Waktu Berbeda: Nutrition content of Black garlic heated in different times Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana; NURHAYATI, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 22 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.963 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v22i1.6471

Abstract

Garlic as feed additives have been widely used to increase animals performance due to it can help absorption process of nutrients so that it can spur animal growth and produce healthy products. Garlic is crushed or damaged easily and when is broken, some of these bioactive sulfur components produce a strong pungent odor. Black garlic is fresh garlic that has been fermented for a period of time. Black garlic is formed through heating and causing the garlic turn to black because of its browning compounds. Black garlic does not exude a strong off-flavor, like fresh garlic because of changes to the compound allicin, which is responsible for its odor. The study was done to measure the nutritional content on black garlic based on different times of heat treatment at 600C. The research design was complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were time of heating; P0 (control, 0 day), P1 (15 days), P2 (30 days) and P3 (45 days) 500 g each. Parameters were moisture content, crude protein, ash, fat and carbohydrate. Data were analysed by analysis of variance, the significant effects were tested by Duncan’s multiple range test. To determine the best time of heating would be tested by Polynomial orthogonal. The results showed that different times of heat treatment significantly (P<0.05) affect nutrition of black garlic. Fifteen days of heating significantly incease moisture content but the moisture content decreased when heating was longer such as for 30 and 45 days. Longer time of heating increased significantly (P <0.05) the protein and fat content of black garlic, while the carbohydrate content significantly decreased (P <0.05). Polynomial orthogonal test resulted that the heating of garlic at 600C for 17 days gives the best nutrient content of black garlic. It was concluded that the length heating of garlic to produce the best nutrition content of black garlic was at a temperature of 600C for 17 days.
Efisiensi Protein Ayam Broiler yang Diberi Ampas Tahu Fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae (Protein Efficiency of Broiler Chicken Fed fermented Waste Tofu with Saccharomyces cerevisiae) NURHAYATI, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 22 No 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.27 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v22i2.6725

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan protein pada ayam broiler yang diberi pakan mengandung ampas tahu hasil fermentasi menggunakan Saccaromyces cerevisae. Ampas tahu difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae sebanyak 2 % dengan lama waktu fermentasi 72 jam. Setelah dipanen dianalisa kandungan nutrisinya dan diberikan pada ayam broiler sebanyak 200 ekor selama 5 minggu pemeliharaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0= Pakan komersil (kontrol), P1 = Pakan komersil + 10 % ampas tahu fermentasi, P2 = Pakan komersil + 20% ampas tahu fermentasi, P3 = Pakan komersil + 30% ampas tahu dan P4 = Pakan komersil + 40% ampas tahu fermentasi. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi protein, dan efisiensi penggunaan protein. Data yang diperoleh di analisis ragam dan pengaruh perlakuan terhadap peubah yang diamati diuji dengan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu hasil fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae sampai level 20% tidak berbeda nyata (P>0.05) dengan kontrol, tetapi semakin tinggi penggunaannya (>20%) dalam pakan nyata (P<0.05) menurunkan konsumsi pakan, konsumsi proein. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan ampas tahu fermentasi dalam pakan broiler dapat digunakan sampai 20% untuk memperbaiki efisiensi penggunaan protein.
Kandungan nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan Trichoderma viride,Saccaromyces cerevisiae dan kombinasinya. Nurhayati, Nurhayati; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 23 No 2 (2020): Nopember 2020
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.813 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v23i2.12938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan Trichoderma viride, Saccaromyces cerevisae dan kombinasinya. Materi yang digunakan adalah ampas tahu, dedak padi Trichoderma viride, dan Sacharomyces cerevisieae. Penelitian ini didisain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh perlakuan; P0= ampas tahu tanpa fermentasi (kontrol), P1= ampas tahu difermentasi dengan 5% Trichoderma viride, P2=ampas tahu difermentasi dengan 2% Sacharomyces cerevisieae dan P3= ampas tahu difermentasi dengan 5% Trichoderma + 2% Sacharomyses. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah bahan kering, protein kasar, serat kasar, bahan organik dan karbohidrat. Data yang diperoleh akan dianalisa sesuai rancangan yang digunakan dan jika terdapat pengaruh yang nyata akan dilanjutkan dengan Uji Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi berpengaruh tidak nyata terhadap kadar bahan kering ampas tahu, tetapi berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar protein kasar, serat kasar, bahan organik dan karbohidrat. Uji Duncan menunjukkan bahwa penggunaan Trichoderma viride dan Sacharomyces cerevisiae berpengaruh nyata (P<0.05) menghasilkan kandungan protein tertinggi dibanding dengan kombinasi dan kontrol. Trichoderma viride memberikan pengaruh nyata (P<0.05) menghasilkan kadar serat kasar ampas tahu yang paling rendah. Kadar bahan organik dan karbohidrat untuk semua perlakuan nyata (P<0.05) lebih rendah dibanding dengan kontrol. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah fermentasi menggunakan Trichoderma viridedan Sacharomyces cerevisiae lebih mampu meningkatkan kandungan protein kasar ampas tahu, sedangkan untuk menurunkan kadar serat kasar dapat dilakukan menggunakan Trichoderma viride.
Pengaruh Penggunaan Tepung Kunyit Dalam Ransum Yang Mengandung Bawang Hitam (Black Garlic) Terhadap Bobot Karkas Dan Lemak Abdomen Broiler Zulfikar, M. Irsyad; Berliana, Berliana; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.747 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.17854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung bawang hitam (Black Garlic) terhadap Karkas dan lemak abdomen broiler. Penelitian ini menggunakan 200 ekor DOC broiler, tepung bawang hitam (Black garlic) dan tepung kunyit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri P0 = 100% Ransum komersil (Kontrol), P1 = P0 + 3% Black Garlic, P2 = P1 + 0,5% Tepung Kunyit, P3 = P1 + 1% Tepung Kunyit, P4 = P1 + 1,5% Tepung Kunyit. Peubah yang diamati didalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan, bobot potong, karkas, dan lemak abdomen. Data diolah menggunakan analisis ragam dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung bawang hitam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum dan bobot lemak abdomen, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan persentase lemak abdomen. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kunyit dalam ransum yang mengandung 3% bawang hitam mampu meningkatkan konsumsi ransum, namun belum mampu menurunkan lemak abdomen, meningkatkan bobot karkas dan bobot potong pada ayam broiler.
Co-Authors A Budiansyah Abdul Azis Abdul Azis Afriani Afriani Afriani H Alfarizi, Muhammad Andhini, Jessyca Anie Insulistyowati, Anie ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Ariyani Tanti Berliana Berliana (Berliana) Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana S Bibit Bibit Bibit, Bibit Br Surbakti, MO. Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Tri Ananda Depison Depison Dyah Muji Rahayu Eko Wijayanto Eko Wiyanto Eko Wiyanto, Eko Endri Musnandar Ester Restiana Endang Gelis Evi Novita Yani Evi Novita Yani, Evi Novita F Farizal F. Ramadhan Fachry Abda El Rahman Faizah Jum’atul Hasanah Farhan Dwi Ramadan Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Fitri, Siska Mutia Gunawan, Irvan Gustina Gustina H Handoko, H Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hasan, M. Aqmal Aprilla Hasanah Hasanah Heru Handoko Heru Handoko Hilman Madian Insani Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Ibadillah, Sultonu Indra Sulaksana Indra Sulaksana Jasmine Masyitha Amelia Jevi Mufit Hidayani khusnul khotimah Kuswandi, Wawan Lestari, Sekar Yunita Lisna Lisna, Lisna Lisna, Lisna M. Abdul Latif M. Afdal M. Afdal M. Afdal, M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Irsyad Zulfikar Mairizal Mairizal Marpaung, Rifqi Nadela Maryo Tinambunan Maulana, M. Apri Maulida, Syafira Mawaddah, Prizky Mia Andriani Miradni, Asni Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Nasution, Annio Indah Lestari Noferdiman Noferdiman Noverdiman Noverdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati (Nurhayati) Nurhayati N Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati, Nurhayati Oktavia Sihombing P Sormin, Abel Luanda Pakpahan, Roberyo Pangentasari, Dwinda Parwati, Meisy Rian Prizky Nanda Mawaddah R. A. Muthalib Raguati Raguati Ramadan , Fauzan Ramadhan, Fauzan Ramdhan, Fauzan Rasmi Murni Rasmi Murni Ren Fitriadi Rita Mutia Rizky Janatul Magwa Sagala, Haposan Sanusi Sanusi Sembiring, Jesimiel Pranisa Septy Heltria Sukmawati, Mifta Suparjo Suparjo Suparjo Syafril Hadi Syahru Ramadhan Tinambunan, Maryo tussadiah, Arifa W. Kuswandi Wahyuni Wahyuni Wasir Ibrahim Wirandani, Atri Krismon Wiwaha Anas Sumadja Wulandari Wulandari Yatno Yoppie Wulanda Yun Alwi Yusyam Leni Zahara, Mustika Zulfikar, M. Irsyad