Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PANCING RAWAI (longline) DENGAN UMPAN BERBEDA DI SUNGAI PENGABUAN KELURAHAN PELABUHAN DAGANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT P Sormin, Abel Luanda; Nelwida, Nelwida; Magwa, Rizky Janatul; Alwi, Yun; Ramadan, Fauzan; Arfiana, BS Monica
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan di Sungai Pengabuan, Kelurahan Pelabuhan Dagang menggunakan berbagai jenis umpan hidup seperti ikan sepat, ikan seluang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil tangkapan ikan menggunakan jenis umpan yang berbeda pada alat tangkap rawai di Sungai Pengabuan, Kelurahan Pelabuhan Dagang. Penelitian tentang pengaruh pemberian umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan ikan ini dilaksanakan dari tanggal 7 Maret – 19 April 2023 di Sungai Pengabuan Kelurahan Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umpan yang paling efektif digunakan nelayan untuk melakukan penangkapan ikan di Sungai Pengabuan. Alat yang digunakan adalah alat tangkap rawai sepanjang 45m dengan 30 mata pancing No. 11 merek Bradley, termometer, pH meter, secchi disk, kamera, alat tulis, laptop, meteran, dan perahu. Bahan yang digunakan adalah umpan ikan sepat, ikan seluang, dan cacing tanah dengan berat masing-masing umpan ±8 gram. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu metode penangkapan secara langsung dengan Uji Rancangan Acak Lengkap (RAK). Penangkapan dilakukan pukul 07.00-15.00 WIB. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan Annova satu arah dan di lanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil analisis menunjukkan pada perlakuan menggunakan umpan cacing tanah mendapatkan hasil tangkapan yang berbeda sangat nyata (P
PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING PADA ALAT TANGKAP RAWAI TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI DANAU KERINCI KABUPATEN KERINCI Sanusi, Sanusi; Noferdiman, Noferdiman; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati; Lisna, Lisna; Wiyanto, Eko
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.26610

Abstract

Mata pancing atau kail dengan ukuran tertentu sangat menentukan besarnya hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran mata pancing yang paling efektif digunakan nelayan untuk melakukan penangkapan ikan di Danau Kerinci. Alat yang digunakan adalah alat tangkap rawai, mata pancing merek daiichi No.1 dan No.2, termometer, pH meter, kamera, alat tulis, meteran, dan perahu. Adapun bahan yang diteliti yaitu hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap rawai. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu metode penangkapan secara langsung oleh peneliti dengan dibantu nelayan setempat. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ukuran mata pancing menunjukkan perbedaan yang nyata pada hasil tangkapan ikan barau dan ikan nila, Sedangkan pada ikan medik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Kata Kunci: rawai, mata pancing, hasil tangkapan
KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN BUBU TEMBILAR DI DANAU TELUK KENALI KOTA JAMBI Pakpahan, Roberyo; Depison, Depison; Gelis, Ester Restiana Endang; Nelwida, Nelwida; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.35174

Abstract

Danau Teluk Kenali merupakan danau yang terletak di Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Danau Teluk Kenali memiliki luas sekitar 30 Ha. Masyarakat setempat melakukan kegiatan penangkapan ikan umumnya menggunakan alat tangkap seperti tangkul, jaring, jala, tajur, dan beberapa jenis bubu seperti bubu gerugu dan bubu tembilar. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan pada alat tangkap bubu tembilar di Danau Teluk Kenali Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi mengamati langsung objek penelitian. Data yang dihimpun yaitu: jumlah ikan, berat ikan, jenis hasil tangkapan dan faktor lingkungan. Jumlah alat tangkap bubu tembilar yang digunakan sebanyak 8 buah dioperasikan sebanyak 10 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman serta indeks dominansi. Dari hasil penelitian total ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 509 ekor dengan berat total keseluruhan 42.992 g terdiri dari 8 spesies yaitu: ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan keperas (Cyclochellichthys apogon), ikan beterung (Pristolepis grooti), ikan palau (Osteochilus kappenii), ikan gabus (Channa striata), ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis), dan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus). Nilai indeks keanekaragaman 1,89, indeks keseragaman 0,91 dan indeks dominansi 0,16. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman hasil tangkapan bubu tembilar termasuk dalam kategori sedang, sedangkan tingkat keseragaman termasuk dalam kategori tinggi dan tingkat dominansi tergolong rendah.
Komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Miradni, Asni; Arfiana, Bs. Monica; Nelwida, Nelwida; Mairizal, Mairizal; Ramdhani, Farhan; Heltria, Septy
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.37885

Abstract

Komposisi hasil tangkapan adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi keragaman sumber daya hayati. Komposisi hasil tangkapan adalah istilah yang umumnya digunakan dalam bidang perikanan dan kelautan untuk merujuk kepada proporsi relatif dari berbagai jenis spesies yang tertangkap dalam suatu proses penangkapan ikan atau aktivitas perikanan lainnya. Proses ini mencakup penelitian tentang struktur tangkapan yang melibatkan berbagai jenis ikan, udang, moluska, serta organisme laut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan ikan menggunakan gillnet di Kampung Nelayan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Peralatan yang digunakan adalah alat tulis, kamera, laptop dan alat tangkap gillnet menggunakan mesh size 2 inci dengan ukuran kapal 1 GT. Hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat 15 spesies ikan yang tertangkap dari alat tangkap gillnet yaitu ikan duri (Cephalocassis borneensis), ikan lomek (Harpadon nehereus), ikan malung (Muraenesox cinereus), ikan gulamah (Panna microdon), ikan sebelah (Pleuronectiformes), ikan beliak mata (Llisha elongata), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan bawal (Pampus argenteus), ikan pari (Telatrygon zugei), ikan sembilang(Plotosus canius), ikan langgai (Lepturacanthus savala Cuvier), ikan hiu (Chiloscyllium arabicum), ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus), ikan kurau (Eleutheronema tetradactylum), dan ikan pirang (Setipinna tenuifilis). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap adalah ikan gulamah (Panna microdon) sebanyak 102,8 kg atau 28,62 % dan yang paling sedikit adalah ikan kakap merah (Lutjanus malabaricus) sebanyak 1 kg atau 0,28 %.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Alat Tangkap Payang di Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang Sembiring, Jesimiel Pranisa; Mairizal, Mairizal; Arfiana, Bs Monica; Nelwida, Nelwida; Ramadan , Fauzan; Wulanda, Yoppie
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i01.41044

Abstract

Desa Bungus Selatan yang terletak di pesisir Sumatera Barat mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan menggunakan berbagai jenis alat tangkap seperti millennium gillnet, bubu, rawai, jaring pantai (beach seine), bagan perahu, dan payang. Penelitian ini berfokus pada keragaman hasil tangkapan alat tangkap payang di Desa Bungus Selatan, Kecamatan Teluk Kabung, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui observasi langsung dari tujuh kapal yang menggunakan alat tangkap payang. Observasi mencakup identifikasi spesies, jumlah ikan, dan total berat hasil tangkapan. Total ikan yang tercatat sebanyak 68.621 ekor dengan berat keseluruhan 5.666,57 kg. Hasil tangkapan terbanyak adalah ikan tuna (3.841 kg atau 67,78%), sedangkan yang paling sedikit adalah cumi-cumi (21,4 kg atau 0,38%). Analisis keanekaragaman menunjukkan nilai indeks Shannon-Wiener (H') sebesar 0,56 yang tergolong rendah. Indeks keseragaman juga rendah (0,35), dan indeks dominansi tinggi (0,70), yang mengindikasikan dominasi oleh beberapa spesies tertentu. Spesies yang teridentifikasi meliputi Euthynnus affinis, Katsuwonus pelamis, Caranx ignobilis, Stolephorus sp., dan Loligo chinensis. Temuan ini mencerminkan rendahnya keanekaragaman spesies dan tingginya dominansi dalam hasil tangkapan payang yang menunjukkan perlunya pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Pelatihan Produksi Nugget Berbasis Daging Ayam Kampung pada Kelompok Peternak Ayam di Desa Sidelego-Merangin Azis, Abdul; Afriani, Afriani; Lukman, Haris; Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana; Nurhayati, Nurhayati; Muthalib, R A; Depison, Depison; Alwi, Yun; Insulistyowati, Anie; Handoko, Heru
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.17088

Abstract

The recognition of processing chicken nuggets by the group of farmers in Sidelego village is an alternative to increase added value from the use of meat from the old chicken. This community service aims to increase the knowledge and skills of the farmers in Sidelego village utilizing chicken meat as a chicken nugget product. The community service activity involved 20 participants from a farmer's group in Sidelego village. The procedure for this activity is designed in 4 stages, including the preparation, training, demonstration, and evaluation of the activity. The farmers' first evaluation showed that most had consumed chicken nuggets; however, they had never tried to make chicken nugget products. The farmers' response to this activity was perfect, and they actively participated in the delivery of training materials and the practice of making chicken nuggets. The evaluation at the end of the activity, most of the participants (80-90%) were able to understand the materials of the training, and they could make chicken nugget products with a high level of acquisition. About 70% of participants with a moderate acquisition level could design modified nugget products with various kinds or variants, such as nuggets with additional ingredients, such as various types of vegetables or tempeh. Based on the preference test, most of the participants gave an assessment of chicken nugget products in the range of preference levels from the moderate to like a category on the color (80.00%), aroma (80%), taste (70.00%) and texture (80%). It was concluded that most participants (80-90%) understood the process of producing chicken nuggets. The chicken nuggets product can be received very well with the preference level in all categories (color, aroma, taste, and texture).
Chemical Quality (Water Content, Protein, Fiber) and Organoleptic Properties of Chicken Nuggets with Addition of Vegetables Nurhayati, Nurhayati; Parwati, Meisy Rian; Khotimah, Khusnul; Handoko, Heru; Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana
Jurnal Agripet Vol 24, No 2 (2024): Volume 24, No. 2, October 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i2.31117

Abstract

This study aimed to assess the chemical quality (moisture content, protein, and fiber) and organoleptic properties of chicken nuggets with the addition of vegetables. The materials used included chicken breast, wheat flour, tapioca flour, bread crumbs, eggs, pepper, salt, ice water, carrots, broccoli, spinach, and young corn. Five treatments were applied: P0 (no vegetable addition), P1 (carrot addition), P2 (broccoli addition), P3 (spinach addition), and P4 (young corn addition). The research employed a Completely Randomized Design (CRD) for analyzing chemical quality and a Randomized Block Design (RBD) for examining organoleptic properties. Preferences were tested using the Kruskal-Wallis test. The chemical quality measurements included moisture content, protein, and crude fiber, while the organoleptic measurements assessed color, aroma, texture, taste, and preference. The results showed that the addition of vegetables significantly (P0.05) affected moisture content but had no significant effect (P0.05) on protein and fiber content. Furthermore, the addition of vegetables significantly (P0.05) influenced the color, aroma, and taste of the nuggets, but did not significantly affect (P0.05) texture and preference. It was concluded that incorporating 10% vegetables into chicken nuggets increased moisture content without affecting protein and fiber levels or overall preference. The addition of carrots yielded the highest scores for aroma and taste preference.
Substitusi Tepung Bawang Putih (Allium sativum) dengan Bawang Hitam (Black Garlic) dalam Ransum terhadap Umur Bertelur dan Bobot Telur Pertama Puyuh (Coturnix - coturnix japonica) Berliana, Berliana; Nurhayati, Nurhayati; Nelwida, Nelwida
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12779

Abstract

ABSTRAK. Untuk mendapatkan produksi terbaik dalam pemeliharaan puyuh maka harus memperhatikan ransum yang diberikan dimana ransum yang berkualitas baik akan meningkatkan penyerapan zat makanan yang berguna untuk meningkatkan performa awal produksi seperti umur pertama bertelur, bobot badan saat pertama bertelur, bobot telur pertama dan konversi ransum yang terbaik pula. Performa awal merupakan kunci keberhasilan untuk produksi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa awal bertelur pada puyuh yang bahan pakannya diganti dari tepung bawang putih menjadi bawang hitam. Materi yang digunakan adalah 200 ekor puyuh betina umur 3 minggu yang dipelihara sampai umur bertelur pertama. Perlakuan yang diberikan adalah penggantian tepung bawang putih dengan bawang hitam sehingga diperoleh 5 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 10 ekor puyuh. Perlakuannya adalah P0=100% ransum komersil tanpa penambahan tepung bawang putih dan bawang hitam (kontrol), P1=100% ransum komersil+3% tepung bawang putih+0% bawang hitam, P2=100% ransum komersil+2% tepung bawang putih+1% bawang hitam, P3=100% ransum komersil+1% tepung bawang putih+2% bawang hitam, P4=100% ransum komersil +0% tepung bawang putih+3% bawang hitam. Penelitian ini didesain menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan jika terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, bobot badan dan umur saat bertelur pertama dan konversi ransum. Hasil dari penelitian menunjukkan penggantian tepung bawang putih dengan bawang hitam tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P0.05) terhadap konsumsi ransum, bobot badan dan umur saat bertelur pertama, dan konversi ransum puyuh. Kesimpulan yang diperoleh bahwa substitusi tepung bawang putih dengan bawang hitam sampai 3 % dalam ransum belum dapat memperbaiki performa awal produksi telur pada puyuh.(Substitution garlic with black garlic in the ration on early egg production of layer quail (Coturnix - coturnix japonica))ABSTRACT. Quail production depends on the feed and feeding where feed quality will increase quail ability to digest and absorb the nutrients, thus, will improve the performance of early egg production, body weight at first egg laid, egg weight and feed conversion. The performance of early egg production is key to success and subsequent determinant of production. This study aimed to determine the performance of early egg production of quail fed ration contained garlic that was substituted by black garlic. The study used 200 female quail at 3 weeks of age and was kept until the first day of laying egg. The treatments were the substitution level of garlic with black garlic, namely P0 = 100% commercial feed without garlic and black garlic, P1 = 100% commercial feed + 3% garlic + 0% black garlic, P2 = 100% commercial feed + 2% garlic + 1% black garlic, P3 = 100% commercial feed + 1% garlic + 2% black garlic, and P4 = 100% commercial feed + 0% garlic + 3% black garlic. The research was designed into Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications those 10 quails each. The parameters were feed consumption, body weight and age at the first day of laying egg, and feed conversion. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and the significant effect of the treatment would be tested using Duncans Multiple Range Test. Results of this study showed that there was not significant different (P0.05) among treatment groups on feed consumption, body weight and age at the first day of laying egg, and feed conversion. It is concluded that using black garlic up to 3 % or 2.91 % in ration to substitute garlic does not improve quail early egg production performance yet.
Morphometrics and Meristics of Senangin (Eleutheronema Tetradactylum) Results of Gillnet Catch in Mendahara Ilir of East Tanjung Jabung District Haryani, Nova; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; Nelwida, Nelwida; Gelis, Ester Restiana Endang; Farizal, Farizal
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6045

Abstract

Mendahara Ilir is an area located on the coast with the majority of the community working as fishermen. Fishermen in this area catch fish using Gillnet fishing gear. Overfishing is a form of excessive fishing, the fish population is decreasing over time so that it can cause extinction and will cause degradation of fish resources leading to the extinction of the Senangin species. The purpose of this study was to determine the morphometric and meristic measurements of Senangin (Eleutheronema tetradactylum) in the waters of Mendahara Ilir which can be used as a consideration in making fisheries resource management policies. The method used in this study was the survey method. Data collection was carried out on 30 Senangin samples. Morphometric measurements used 11 characters and meristic calculations used 7 characters. The results of this study showed that the longest Senangin was 65.8 cm and the shortest was 19.0 cm. The average length of the Senangin obtained was 34.7 cm. The determination coefficient R2 of senangin from morphometric characters to total length (TL) ranges from 0.94 to 0.99 where the value shows a very close relationship. The correlation results are influenced by food availability. Meristics of senangin are D.II; D17-19, A.II: A15-70, P.II: 10-76, C.II: 31-182, scales on the tail stem with a total of 136 and a minimum number of 40, lateral line scales with a total of 170 and a minimum number of 62. The conclusion is that Senangin in the Mendahara Ilir waters are still well maintained habitat in Mendahara Ilir.
PELATIHAN KEUANGAN USAHA PENGOLAHAN KERUPUK IKAN PADA KELOMPOK PENGOLAHAN IKAN KELURAHAN TENGAH KOTA JAMBI Hariski, M; Afriani; Hasanah; Wulandari; Nelwida; Muhammad Noufal Puryazufidho; Syifa Zati Hulwani
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4593

Abstract

Kegiatan pelatihan keuangan usaha kelompok pengolahan ikan di Kelurahan Tengah Kota Jambi sebagai upaya peningkatan kemampuan menghitung uang masuk dan uang keluar menggunakan buku kas harian bagi pelaku pengolahan kerupuk ikan. Pelatihan keuangan usaha dibuat sesuai dengan kebutuhan kelompok pengolahan ikan dengan pendekatan praktik menghitung keuangan secara manual dengan menggunakan buku kas harian yaitu mencatat keuangan harian yang terdiri dari keterangan, debet, kredit dan saldo. Melalui kegiatan pelatihan kelompok pengolahan ikan mendapatkan keterampilan pengelolaan keuangan usaha yang dijalankannya. Selain menghasilkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertata, kegiatan pelatihan ini juga dapat memberikan solusi yang efektif untuk keberlanjutan usaha pengolahan ikan kedepannya.
Co-Authors A Budiansyah Abdul Azis Abdul Azis Afriani Afriani Afriani Afriani H Alfarizi, Muhammad Andhini, Jessyca Anie Insulistyowati, Anie Arbajayanti, Rahma Dini ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiana, BS Monica Arfiana, Bs. Monica Ariyani Tanti Berliana Berliana (Berliana) Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana Berliana S Bibit Bibit Bibit, Bibit Br Surbakti, MO. Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Tri Ananda Depison Depison Dyah Muji Rahayu Eko Wijayanto Eko Wiyanto Eko Wiyanto, Eko Endri Musnandar Ester Restiana Endang Gelis Evi Novita Yani F Farizal F. Ramadhan Fachry Abda El Rahman Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Filawati Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Gunawan, Irvan H Handoko, H Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hasan, M. Aqmal Aprilla Hasanah Hasanah Hasanah Heru Handoko Heru Handoko Hilman Madian Insani Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Ibadillah, Sultonu Indra Sulaksana Indra Sulaksana Jasmine Masyitha Amelia khusnul khotimah Lisna Lisna Lisna, Lisna Lisna, Lisna M. Abdul Latif M. Afdal M. Afdal M. Afdal, M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Irsyad Zulfikar Mairizal Mairizal Marpaung, Rifqi Nadela Maryo Tinambunan Maulana, M. Apri Maulida, Syafira Mawaddah, Prizky Mia Andriani Miftahudin, Imam Miradni, Asni Muhammad Noufal Puryazufidho Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Nasution, Annio Indah Lestari Noferdiman Noferdiman Noverdiman Noverdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati (Nurhayati) Nurhayati N Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurliana P Sormin, Abel Luanda Pakpahan, Roberyo Parwati, Meisy Rian Prizky Nanda Mawaddah Putinur R. A. Muthalib Raguati Raguati Ramadan , Fauzan Ramadhan, Fauzan Ramdhan, Fauzan Rasmi Murni Ren Fitriadi Riris Roiska Rita Mutia Rizky Janatul Magwa Sanusi Sanusi Sembiring, Jesimiel Pranisa Septy Heltria Setiyano, Regi Sukmawati, Mifta Suparjo Suparjo Suparjo Syafril Hadi Syahru Ramadhan Syifa Zati Hulwani Tinambunan, Maryo tussadiah, Arifa W. Kuswandi Wahyuni Wahyuni Wasir Ibrahim Wawan Kuswandi Wiwaha Anas Sumadja WULANDARI Wulandari Wulandari Yatno Yoppie Wulanda Yun Alwi Zahara, Mustika