p-Index From 2021 - 2026
7.497
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Medula Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Journal of Biomedicine and Translational Research Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry JPSriwijaya Sari Pediatri Biomedical Journal of Indonesia Molecular and Cellular Biomedical Sciences (MCBS) Qanun Medika - Medical Journal Faculty of Medicine Muhammadiyah Surabaya Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Acta Biochimica Indonesiana SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Jurnal Plastik Rekonstruksi Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Scientia Psychiatrica Indonesian Journal of Anesthesiology and Reanimation (IJAR) Sriwijaya Journal of Surgery Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Natural Sciences Engineering and Technology Journal Open Access Indonesian Journal of Medical Reviews Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Wal'afiat Hospital Journal International Journal of Islamic and Complementary Medicine Journal of Anesthesiology and Clinical Research Jurnal Riset Kedokteran Conferences of Medical Sciences Dies Natalis WAL'AFIAT HOSPITAL JOURNAL
Claim Missing Document
Check
Articles

Komorbiditas Non Fisik Autism Spectrum Disorder (ASD) di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Muhammad Adib Dwitamma Putra; Ziske Maritska; Bintang Arroyantri Prananjaya
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i1.162

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan dengan ciri khas defisit yang menetap pada komunikasi dan interaksi sosial, keterbatasan dan pengulangan pola perilaku, minat, aktivitas, yang muncul pada tahap perkembangan awal dan menyebabkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan, serta fungsi penting lainnya. Angka kejadian ASD meningkat tiap tahun. Meningkatnya angka kejadian ASD ini juga meningkatkan angka kejadian atau prevelansi dari komorbiditas pada ASD, komorbiditas yang paling sering adalah komorbiditas non fisik. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian potong lintang. Terdapat 313 pasien ASD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang yang memenuhi kriteria inklusi, laki-laki sebesar 82,4%, perempuan 17,6% dan usia balita merupakan kategori usia paling umum bagi pasien ASD dengan prevelansi 80,8%. Komorbiditas non fisik ASD yang paling sering terjadi adalah Retardasi Mental 19,5%, ADHD 15%, Gangguan Affek/Mood 0,6%, Anxietas 1,3%, sedangkan 63,6% merupakan ASD tanpa komorbiditas non fisik. Obat yang digunakan juga umumnya Risperidone, Vit B complex dan tambahan Sosial integrasi untuk ADHD & SLB untuk Retardasi Mental. Sebagian besar penderita ASD di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tidak memiliki komorbiditas non fisik, tapi sisanya memiliki komorbiditas non fisik, dimana komorbiditas non fisik yang paling sering adalah Retardasi Mental.
Detection of Fluoroquinolone Resistance in Mycobacterium tuberculosis Isolate caused by Mutation in the gyrA gene Citra Wulandari; Ziske Maritska
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i1.213

Abstract

Tuberkulosis yang resistan terhadap obat merupakan masalah kesehatan masyarakat. TB yang resistan terhadap obat rifampisin dan isoniazid dikenal sebagai MDR-TB, sedangkan XDR-TB adalah MDR-TB yang juga resisten terhadap obat lini kedua, seperti fluoroquinolones (levofloxacin, ofloxacin, dan moxifloxacin). tuberkulosis yang resistan terhadap rifampisin (RR-TB), di mana 78 persen di antaranya menderita tuberkulosis yang resistan terhadap berbagai obat (MDR-TB) (MDR-TB). Fluoroquinolones adalah kelas antimikroba spektrum luas yang telah menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Fluoroquinolones memiliki aktivitas melawan Mycobacterium tuberculosis baik secara in vitro maupun in vivo. Fluoroquinolones dapat menyebabkan resistensi jika digunakan secara tidak tepat atau berlebihan. Menurut beberapa penyelidikan, mayoritas isolat M. tuberculosis yang resistan terhadap fluorokuinolon (sekitar 50-90 persen) memiliki mutasi pada gen gyrA Daerah Penentuan Resistensi Kuinolon QRDR. Namun, keterlibatan genetik dari berbagai mutasi gen gyrA pada isolat Mycobacterium TB yang resisten terhadap resistensi fluoroquinolone tetap menjadi pola mutasi gen gyrA yang tidak diketahui pada isolat Mycobacterium tuberculosis yang resisten. Pada penelitian sebelumnya, mutasi pada gen gyrA ditemukan pada kodon 90 dan 94.
Neuropsychiatric Aspects of Long Covid Bintang Arroyantri Prananjaya; Muhammad Yusuf Wijahaska; Chris Alberto Amin; Carissa Delania; Ziske Maritska; Nita Parisa; Mohammad Hilal Atthariq Ramadhan
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.v8i1.125

Abstract

Long COVID is a term used for persistent symptoms after being infected with COVID-19 with an estimated point of onset ranging from 3-12 weeks after infection. The risk factors for the occurrence of Long COVID are influenced by age, gender, comorbidity, ethnicity, and the severity of the acute phase. It is known that central, peripheral, and psychological factors play an important role in chronic fatigue, which is one of the most common symptoms of Long COVID. The most common neuropsychiatric clinical manifestations in Long COVID are sleep disturbances, fatigue, depression, anxiety disorders, decreased cognitive function or decreased concentration, and post-traumatic stress disorder. Therapeutic management for Long COVID cases involves various aspects, such as physical rehabilitation, management of pre-existing co-morbidities, mental health support management, and social services.
Genetics of Familial Hypercholesterolemia Ziske Maritska; Aditya Rafrenda; Amirah Adillah; Balqis Wulandari; Endah Rahmadani; Ernes Putra Gunawan; Khumaisiyah Khumaisiyah; Nur Rakhman Pratama; Trizky Nataza Putra
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v9i3.166

Abstract

Cholesterol is a necessary component of numerous physiologic processes that must be strictly regulated. Multiple genetic disorders, such as Familial Hypercholesterolemia, frequently induce dysfunctional cholesterol metabolism. Familial hypercholesterolemia (FH) is a frequent hereditary autosomal co-dominant marked by disarray by increased plasma amounts of low-density lipoprotein (LDL) cholesterol and premature cardiovascular disease. Familial Hypercholesterolemia (FH) is increasing but often remains underdiagnosed. This review aims to outline existing information on Familial Hypercholesterolemia with a focus on genetics, diagnostic strategies, treatments, and guidelines for management.
A Recombinant DNA Technique in The Genetic Engineering of Insulin from Bacteria rahman, Khaidir Yusuf; Sanely; Defa Pratama; Ziske Maritska
Jurnal Riset Kedokteran Volume 3, No.2, Desember 2023, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v3i2.2626

Abstract

Abstract. Human Growth and human insulin were the first proteins to be produced on an industrial scale. Methods: The research method used in this study was a clinical literature review on recombinant DNA techniques from insulin in bacteria from the review literature taken from Pubmed and SCopus, for further search and analysis with other existing research. Recombinant DNA technology comprises altering genetic material outside an organism to obtain enhanced and desired characteristics in living organisms or as their products. Two biosynthetic insulin analogs have sufficiently long duration of action for use as once-daily basal insulins. Some biosimilars have been developed to human insulins as produced by Lilly and NovoNordisk, but their use is more restricted given the problems encountered by the use of human insulin, see Dolinar et al for a recent review of the field. Several companies have developed or are developing depot preparations that can be administered one a week instead of once a day. Recombinant DNA technology is an important development in science that has made the human life much easier. The clinical effect of Growth hormone therapy in children can be best measured on an annual basis and compared with predicted adult height whereas failure to lower blood sugar can be seen immediately in insulin or insulin analogue therapy. Abstrak. Pertumbuhan Manusia dan insulin manusia adalah protein pertama yang diproduksi dalam skala industri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur klinis mengenai teknik DNA rekombinan dari insulin pada bakteri dari tinjauan literatur yang diambil dari Pubmed dan SCopus, untuk selanjutnya dicari dan dianalisis dengan penelitian lain yang sudah ada. Teknologi DNA rekombinan terdiri dari pengubahan materi genetik di luar suatu organisme untuk memperoleh karakteristik yang ditingkatkan dan diinginkan pada organisme hidup atau sebagai produknya. Dua analog insulin biosintetik mempunyai durasi kerja yang cukup lama untuk digunakan sebagai insulin basal sekali sehari. Beberapa biosimilar telah dikembangkan untuk insulin manusia seperti yang diproduksi oleh Lilly dan NovoNordisk, namun penggunaannya lebih dibatasi mengingat permasalahan yang dihadapi dalam penggunaan insulin manusia, lihat Dolinar dkk untuk tinjauan terbaru di lapangan. Beberapa perusahaan telah mengembangkan atau sedang mengembangkan persiapan depot yang dapat diberikan satu kali dalam seminggu, bukan sekali sehari. Teknologi DNA rekombinan merupakan perkembangan penting dalam ilmu pengetahuan yang telah membuat hidup manusia lebih mudah. Efek klinis terapi hormon pertumbuhan pada anak-anak paling baik diukur setiap tahun dan dibandingkan dengan prediksi tinggi badan orang dewasa, sedangkan kegagalan menurunkan gula darah dapat langsung terlihat pada terapi insulin atau analog insulin.
Medical education in clerkship: From here and out Bintang Arroyantri Prananjaya; Zain Budi Syulthoni; Ziske Maritska; Lathifah Nudhar; Syarifah Aini; Puji Rizki Suryani; Diyaz Syauki Ikhsan
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 8 No 02 (2024): Qanun Medika Vol 08 No 02 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v8i02.21094

Abstract

The COVID-19 pandemic has changed many things in the medical education system. This change requires adaptation and modification from education providers, teachers, and students. A virtual learning system has been implemented instead of a face-to-face learning system. However, this makes several challenges and issues that must be considered. Virtual learning is considered less attractive and interactive and not effective in teaching clinical skills. For student clerks, the reduced time to undergo education in the hospital leads to fewer case exposures. Another problem is the facilities and infrastructure. Several ways to solve this problem have been implemented while minimizing risk and taking strict precautions. Some institutions modify and innovate to maximize the effectiveness of learning activities. In addition to technical and effectiveness issues, changes in the education system also have an impact on the mental health of medical students, therefore it is important for institutions to be sensitive to changes and risks to students' mental health during the pandemic.
Risk of Vitamin D Deficiency in Medical Students Based on The Characteristics of Food Intake and Sun Exposure Vienna Dwinda Putri; Syarif Husin; Ardesy Melizah Kurniati; Julius Anzar; Ziske Maritska; Syarinta Adenina
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bji.v10i1.173

Abstract

Introduction. The need for Vitamin D can be fulfilled through direct synthesis from Vitamin D stores in the skin with the help of ultraviolet B rays. Therefore, sufficient Vitamin D intake and sun exposure are needed. Most of the activities of medical students on campus are indoors from morning to evening, so it is suspected that there is a risk of Vitamin D deficiency. The purpose of this study was to identify the risk of Vitamin D deficiency based on the characteristics of Vitamin D from food intake and sun exposure in Faculty of Medicine students, Universitas Sriwijaya. Methods. This research was a descriptive study using a questionnaire and observation. Age, sex, BMI and use of related drugs were recorded. The food survey method used was the repeated food recall which was then analyzed using Nutrisurvey 2007. Subjects filled out a questionnaire to obtain data on exposure scores and sun protection scores. The research subjects were students of the Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya who were willing to sign informed consent and were present at the time of sampling. Results. The results from the data of 259 subjects showed that 98.8% of the subjects did not meet their vitamin D intake needs, with an average consumption of 123 ± 142 IU. Types of food that contribute the most Vitamin D are catfish (40%) and eggs (20%). None of the subjects took supplements containing Vitamin D. Sun exposure was sufficient for most subjects (62.9%), but most subjects were at risk of deficiency due to the use of sun protection (62.2%) Conclusion. There is a risk of deficiency in most medical students due to a lack of Vitamin D intake and the use of sun protection.
Promosi Kesehatan Jiwa Berbasis Media Sosial (Instagram Live) Bagi Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19 Maritska, Ziske; Prananjaya, Bintang Arroyantri; Nabila, Safa Putri; Parisa, Nita
Wal'afiat Hospital Journal Vol 4 No 1 (2023): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v4i1.98

Abstract

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir menyebabkan disrupsi layanan kesehatan di berbagai bidang kesehatan tanpa terkecuali termasuk layanan kesehatan jiwa di seluruh negara di dunia. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi media sosial sebagai media promosi kesehatan jiwa di masa pandemi COVID-19. Penelusuran literatur dilakukan di 2 situs pencari (Google Scholar dan PubMed) yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Dari hasil penelurusuran diketahui bahwa media sosial sering dijadikan sebagai sarana untuk berbagi informasi dengan banyak orang lainnya. Aksesnya yang relatif mudah menjadikan media sosial sebagai platform berbagi yang cukup efektif dengan jangkauan yang luas. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang dan usia adalah Instagram. Penggunaan Instagram sebagai salah satu media edukasi atau penyuluhan kesehatan yang murah, dan mudah untuk diakses masyarakat luas merupakan salah satu opsi yang efektif dalam upaya promosi kesehatan di masa pandemi. Berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berdampak positif terhadap upaya promosi kesehatan termasuk promosi kesehatan jiwa. Berdasarkan hasil survey WHO di akhir tahun 2021, didapatkan masih banyak masyarakat yang tidak dapat mengakses layanan kesehatan baik di tingkat perawatan primer maupun lanjut di era pandemi COVID-19. Situasi ini dapat berdampak pada information flow di dunia kedokteran dan kesehatan di mana dikhawatirkan dapat menyebabkan tersebarnya informasi kesehatan yang menyesatkan (misleading atau false information/hoax). Karena keterbatasan interaksi sosial akibat situasi pandemi, salah salah satu metode yang dapat digunakan untuk melaksanakan promosi kesehatan sekaligus penyuluhan/edukasi tentang berbagai topik kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat luas adalah dengan menggunakan media sosial.
GLUT4 as A Protein Target for T2DM Therapy with Natural Compounds Sutandar, Vivi Hendra; Saleh, Mgs. Irsan; Maritska, Ziske
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2023.121.289-293

Abstract

WHO reported 1.9 million death cases of diabetes patients in 2019. Diabetes is caused by damage in the pancreas which resulted in a lack of insulin or insulin resistance. Medication for T2DM mainly focuses on lowering blood glucose and treating affected organs. Current medications are still lacking, thus research is needed in finding novel medications to accommodate T2DM. This paper aims to present the current research on potential plant extract in increasing GLUT4 translocation in diabetes conditions. insulin resistance state affecting GLUT4 translocation which is important in affecting glucose uptake. Some research shows that plant extract proved to be potential in increasing the translocation of GLUT4 and helping lowering blood glucose levels.
Good Perinatal Outcome of Rhesus Incompatibility in Multigravida without Anti-D Injection Therapy: A Rare Case Report Husada, Abdillah; Lestari, Peby Maulina; Maritska, Ziske; Sari, Dian Puspita; Al Farisi Sutrisno, Muhammad; Stevanny, Bella
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i2.668

Abstract

Introduction: Rhesus (Rh) incompatibility problem arises exclusively when an Rh-positive male impregnates an Rh-negative female, resulting in maternal Rh sensitization to produce anti-D antibodies that can bind and destroy Rh-positive erythrocytes of the fetus. Hemolytic disease of the neonate due to Rh incompatibility ranges from self-limited hemolytic anemia to severe hydrops fetalis. Rh incompatibility can be prevented by administering anti-D injection therapy containing Rh Intravenous Immunoglobulin (RhIVIG). We report a rare case of good perinatal outcome of rhesus incompatibility in multigravida without anti-D therapy injection due to weak D phenotype.Case Illustration: A gravida 3, para 2 woman at 27 weeks gestation with Rh-negative blood type, who has not experienced any previous compatibility problems, came to our facility for routine antenatal care. The husband has an Rh-positive blood type with a Dd genotype (heterozygous), suggesting a 50% probability that the offspring will have an Rh-positive blood type. Laboratory results showed a negative Coombs test and weak D phenotype. The patient had never received an anti-D therapy injection in this pregnancy and her previous two pregnancies. None of her children developed hemolytic disease in the neonate. Ultrasonography showed a well-developed 27-week gestational age fetus with no major congenital disorders. The good perinatal outcomes of her children might be due to weak D phenotype. Pregnant women with weak D phenotype have fewer D antigens that can still result in Rh sensitization but not enough to cause serious complications to the fetus. Conclusion: Rhesus incompatibility with weak D phenotype can have good perinatal outcomes without anti-D injection therapy. Administration of Anti-D injection remains a viable option to prevent subsequent Rh alloimmunization.Inkompatibilitas Rhesus pada Multigravida dengan Luaran Perinatal Baik tanpa Terapi Injeksi Anti-D: Laporan KasusAbstrakPendahuluan: Masalah inkompatibilitas Rhesus (Rh) muncul secara eksklusif pada ayah Rh-positif dan ibu Rh-negatif, sehingga terjadi sensitisasi Rh ibu untuk menghasilkan antibodi anti-D yang dapat mengikat dan menghancurkan eritrosit janin yang Rh-positif. Penyakit hemolitik pada neonatus akibat ketidakcocokan Rh dapat berupa anemia hemolitik yang bisa sembuh sendiri hingga hidrops fetalis berat. Inkompatibilitas Rh dapat dicegah dengan pemberian terapi injeksi anti-D yang mengandung Rh Intravenous Immunoglobulin (RhIVIG). Kami melaporkan kasus langka dengan hasil perinatal yang baik inkompatibilitas rhesus pada multigravida tanpa injeksi terapi anti-D akibat fenotip D yang lemah.Ilustrasi Kasus: Seorang wanita gravida 3, para 2 pada usia kehamilan 27 minggu dengan golongan darah Rh-negatif, yang sebelumnya tidak mengalami masalah kompatibilitas, datang ke fasilitas kami untuk pemeriksaan antenatal rutin. Suami mempunyai golongan darah Rh-positif dengan genotipe Dd (heterozigot), sehingga kemungkinan keturunannya mempunyai golongan darah Rh-positif sebesar 50%. Hasil laboratorium menunjukkan tes Coombs negatif dan fenotipe D lemah. Pasien belum pernah menerima suntikan terapi anti-D pada kehamilan ini dan dua kehamilan sebelumnya. Semua anaknya tidak menderita penyakit hemolitik pada neonatus. Hasil USG menunjukkan janin usia kehamilan 27 minggu berkembang baik tanpa cacat bawaan mayor. Hasil perinatal yang baik mungkin disebabkan oleh lemahnya fenotip D. Ibu hamil dengan fenotip D yang lemah memiliki antigen D yang lebih sedikit sehingga masih dapat menyebabkan sensitisasi Rh, namun tidak cukup menyebabkan komplikasi serius pada janin.Kesimpulan: Inkompatibilitas rhesus dengan fenotip D lemah dapat memberikan outcome perinatal yang baik tanpa terapi injeksi anti-D. Injeksi Anti-D tetap dapat diberikan untuk mencegah aloimunisasi Rh di kemudian hari.Kata kunci: Fenotip D lemah, Imunoglobulin Rh, Inkompatibilitas rhesus, Multigravida, Terapi injeksi anti-D
Co-Authors Abdullah Sahab Achmad Zulfa Juniarto Adam Triyoga Aditya Rafrenda Agustina Septi Hijir Aisyah Izzatinisa Al Farisi Sutrisno, Muhammad Alya Rahmadani Amalia Salsabilla Amirah Adillah Amirah Dhia Nabila Sinum Andhika Diaz Maulana Anggraini, Friska Ardesy Melizah Kurniati Ardesy Melizah Kurniati Ardy Oktaviandi Ardy Santosa Ardy Santosa Arroyantri Prananjaya, Bintang Arroyantri, Bintang Arroyantri, Bintang Atikah M. Ihsan Awang Budi Saksono Ayeshah A Rosdah Azalia Talitha Zahra Azizah Hanun Yasmin Baharudin Baharudin Balqis Wulandari Basir, Salni Beauty Novianty Benny Issakh Benny Issakh Bintang Arroyantri Bintang Arroyantri P Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bintang Arroyantri Prananjaya Bunga Anggreini Sari Carissa Delania Cendy Legowo Ching Leng Kee Chris Alberto Amin Citra Wulandari Citra Wulandari Clinton F.M Sitanggang Corinna Faustina Dastamuar, Shalita Defa Pratama Diah Andini Dian Puspita Sari Dian Puspita Sari Dian Widia Lestari Didit Pramudhito Dipta Anggara Diyaz Syauki Ikhsan Diyaz Syauki Ikhsan Eka Febri Zulissetiana Eka Febri Zulissetiana Eka I Fitriana Eka I Fitriana Eka Kurniawan Perangin-Angin Ella Amalia, Ella Emelda Emelda Endah Rahmadani Endi Taris Pasaribu Endi Teris Pasaribu Ernes Putra Gunawan Fachmi Idris Fakhri Abdurrahman Fakhri Abdurrahman Febryana Ramadhani Machyar Ferdy Rahadiyan Fiona Widyasari Firmansyah Basir Fitri Az-Zahrah Fitri Mareta Elzandri Friska Anggraini Ganda Purba Tasti Hartati Hartati Hawari Martanusa Husada, Abdillah Ignatius Aldo Winardi Ina Rahmawati Inggarsih, Rara Irfan Ferdinand Tambunan Irga, Muhammad Irsan Saleh issakh, Benny Jayawarsa, A.A. Ketut Jessica Putri Salim Jessica William Joko Marwoto Joko Marwoto Julius Anzar Karina, Mathius Kemas Yusuf Effendi Khairunnisa, Tyas Citra Khumaisiyah Khumaisiyah Larasati, Veny Lathifah Nudhar Lawrencia Toline Layal, Kamalia Leonardo Satria Lovina Lovina Lusia Hayati Lusia` Hayati M. Khairul Kahfi Pasaribu MA Husnil Farouk Mahayu Dewi Ariani Manurung, Maya Rina Santara Masagus Irsan Saleh Hasani Mayasari Mayasari Mgs Irsan Saleh Mgs. A. Rifqi Murtadho Mgs. Irsan Saleh, Mgs. Irsan Mohammad Hilal Atthariq Ramadhan Mufida Muzakkie Mufida Muzakkie Muhammad Adib Dwitamma Muhammad Adib Dwitamma Putra Muhammad Barkah Muhammad Fakhri Altyan Muhammad Febriandi Djunaidi Muhammad Fikri Aulia Muhammad Hilal Atthariq Ramadhan Muhammad Irsan Saleh Muhammad J. Aldwin Muhammad Rizky Hidayatullah Muhammad Yusuf Wijahaska Muzakkie, Mufida Nabila Rizki Sakinah Nabila, Safa Putri Najla Khairunnisa Nita Parisa Novita Angkirani Novita Sari Noviyanti Eliska, Noviyanti Nudhar, Lathifah Nur Rakhman Pratama Pasaribu, Endi Taris Pasaribu, M. Khairul Kahfi Peby Maulina Lestari, Peby Maulina Perawati Perawati Prananjaya, Bintang Arroyantri Puji Rizki Suryani Puji Rizki Suryani Puji Rizki Suryani Purnamasari, Septi Puspa Zulaika Putra, Marco Manza Quardetta, Rovania Yantinez RACHMAT HIDAYAT Rachmat Taufan Raden Ayu Mulya Liansari rahman, Khaidir Yusuf Rahmat Afif Rahmi Isman Rani Iswara Rara Inggarsih Ratna Sari Devi, Ratna Sari Ricky Fajar Adiputra Rini Nindela Rini Nindela Rini Nindela, Rini Riri Juliantika Rizka Fathia Robby Pardiansyah Rosalie Dorothea Rovania Yantinez Quardetta Rovania Yantinez Quardetta S.N.A Ratna Sari Devi S.N.A. Ratna Sari Devi Safa Nabila Putri Safa Nabila Putri Salim, Jesica Putri Salni Salni Salni Salni Sanely Saphira Nada Khalishah Saputra, Andre Sarah Sari H. S., Maharani Puspita Sarmoko Sarmoko Sativandi Riza Savero Evan Abisha Evan Abisha Sendy Aditya Nugraha Septi Purnamasari Setiadi Winata Shalita Dastamuar Siti Rahma Anissya Kinanti SNA Ratna Sari Devi Sri Nita Sri Nita Stevanny, Bella Sultana MH Faradz Suryani, Puji Rizki Sutandar, Vivi Hendra Syarif Husin Syarifah Aini Syarifah Aini Syarinta Adenina Syauki Ikhsan, Diyaz Syifa Syifa Alkaf Syifa Syifa Syulthoni, Zain Budi Tan Yue Ming Theofilus Aswadi Tiara Fatrin Tinton Ardiyan Tinton Ardiyan Toline, Lawrencia Tri U. Pratiwi Triwani Triwani Triwani Triwani Triwani Triwani Trizky Nataza Putra Try Merdeka Puri Tryvanie R Putra Uswati Uswati Venny Patricia Victor Pulpa Seda Vienna Dwinda Putri Villicia Angellika Yundari, Yundari Yuni Dwi Marantika Yusuf, Khaidir Yusuf Yuwono Zabila Adwie Prilishia Zabrina Zerlinda Zen Hafy Zulkifli