Articles
Kata kunci: Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Artikulasi
Amnan, Idar Wahyuni;
Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12231
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana penerapan sistem poin dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Makale, 2) Faktor-faktor yang menghambat dan mendukung penerapan sistem poin. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu wakasek bidang kesiswaan, guru BK, guru mata pelajaran atau wali kelas dan siswa di SMA Negeri 1 Makale . Jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) kebijakan penerapan sistem poin di SMA Negeri 1 Makale berjalan cukup efektif. Sistem poin ini dikenalkan pada siswa pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS) berlangsung dan orangtua diberikan lembaran foto copy tata tertib sekolah yang kemudian akan mereka tanda tangani sebagai bentuk persetujuan mereka. Dengan adanya sistem poin tersebut diharapkan para siswa dapat mengendalikan diri mereka dalam bertingkah laku, baik di dalam maupun di luar sekolah. 2) Faktor pendukung yaitu: a) dari diri sendiri yang memiliki kesadaran dan motivasi, b) dukungan dari orangtua. Faktor penghambat yaitu: a) dari diri sendiri yang cenderung susah untuk diatur, b) pergaulan siswa.
PKM Pada Remaja sebagai Agen Pengembangan Masyarakat Pedesaan di Kelurahan Paccinongang Kabupaten Gowa
Hanafie, Nurharsya Khaer;
Ahmad, M.Ridwan Said;
Amirullah, Amirullah
Humanis Vol. 20, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/humanis.v20i2.25492
This PKM is expected to be able to inform about the importance and strategic position of youth in the framework of national / regional development both historically and prospectively, provide an understanding of youth about their potential so that it can be actualized in the implementation of development and provide an understanding of the importance of increasing the ability and knowledge and skills of youth in welcoming the future. The output of the PKM is the increased confidence of the younger generation as development agents in their area; increasing the understanding of village officials and the community about the awareness that they carry out community tasks and guidance for future generations; There are several dominant supporting factors that are closely related to the development and development of youth in order to be said to be in harmony, namely the level of education that is owned and active in youth organizations. The final activity of this service was carrying out advocacy at the Paccinongang Village Headquarters, with 33 participants. Furthermore, this activity lasted for 1 day, Saturday. This activity is carried out one day which starts at 08.00- 14.00. This activity is focused on two main materials in relation to the influence of globalization and the role of adolescents as agents of community development. Provision of material is done in two ways, namely the first method using the lecture method and the second method using the question and answer method and discussion.Abstract This PKM is expected to be able to inform about the importance and strategic position of youth in the framework of national / regional development both historically and prospectively, provide an understanding of youth about their potential so that it can be actualized in the implementation of development and provide an understanding of the importance of increasing the ability and knowledge and skills of youth in welcoming the future.The output of the PKM is the increased confidence of the younger generation as development agents in their area; increasing the understanding of village officials and the community about the awareness that they carry out community tasks and guidance for future generations; There are several dominant supporting factors that are closely related to the development and development of youth in order to be said to be in harmony, namely the level of education that is owned and active in youth organizations. The final activity of this service was carrying out advocacy at the Paccinongang Village Headquarters, with 33 participants. Furthermore, this activity lasted for 1 day, Saturday. This activity is carried out one day which starts at 08.00-14.00. This activity is focused on two main materials in relation to the influence of globalization and the role of adolescents as agents of community development. Provision of material is done in two ways, namely the first method using the lecture method and the second method using the question and answer method and discussion
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PADA ANAK PEMULUNG SEKOLAH IMPIAN KOMUNITAS RUMAH DEDIKASI INDONESIA DI KOTA MAKASSAR
Ermiati Ermiati;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.855 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12840
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pelaksanaan pembelajaran pada anak pemulung Sekolah Impian Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia di kota Makassar, 2) Faktor yang menghambat pelaksanaan pembelajaran pada anak pemulung Sekolah Impian Komunitas Rumah Dedikasi Indonesia di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan informan menggunakan tehnik purposive sampling dengan kriteria yaitu; Ketua yayasan Smart Home, Kepala Sekolah dan Guru Sekolah Impian. Jumlah informan yaitu sebanyak 7 orang dengan 5 guru, 1 kepala sekolah dan 1 ketua yayasan. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan melalui tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan. Tehnik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan pembelajaran pada anak pemulung di Sekolah Impian yaitu adanya kegiatan rutin yang dilakukan sebelum proses pembelajaran inti, dimulai dari shalat dhuha berjamaah, mengaji, tahsin, merojaah, menghafal doa-doa harian dan shalat dzuhur berjamah. Metode yang digunakan pada pembelajaran Al-quran/mengaji dengan menggunakan metode ummi dan metode kaisa adapun pembelajaran umum menggunakan metode ceramah dan metode demostrasi. Adapun media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu terbuat dari bahan bekas yang seadanya, evaluasi/penilaian dimana untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap apa yang dipelajari selama proses pembelajaran dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. 2) Faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Impian antara lain; a) Guru (kekurangan tenaga guru dan pelatihan pembuatan RPP kurikulum K13), b) kurangnya sarana dan prasarana yaitu bangunan sekolah dan ruang kelas, c) lingkungan sosial yang tidak mendukung dikarenakan hidup dilingkungan perkumuhan serta kurangnya kesadaran akan pendidikan.
KONSTRUKSI MAKNA CANTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Surman Jahidin;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.572 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13252
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Konstruksi makna cantik oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. 2) Faktor yang mempengaruhi pemaknaan kecantikan oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu mahasiswa laki-laki dan perempuan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar angkatan 2015-2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Konstruksi makna cantik oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar yaitu dari dalam (cara mereka dalam bertutur kata, sopan santun, memiliki akhlak yang baik serta dapat menghargai antara sesama dan kecantikan dari luar (tinggi atau tidaknya, bulu mata panjang, putih, bersih, body montok, body langsing, sehat, tidak gemuk tidak kurus, pipi tembem, rambut pendek, serta mengikuti fashion yang trend) 2) Faktor yang mempengaruhi pemaknaan kecantikan oleh mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial Univeritas Negeri Makassar yaitu faktor eksternal yang di pengaruhi oleh lingkungan pergaulan, media, keluarga dan dan faktor internal yang dipengaruhi oleh pribadi.
PENDIDIKAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN ANAK DI KOMPLEKS PASAR SUDU KELURAHAN KAMBIOLANGI KABUPATEN ENREKANG
Nuralfiah JS;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.109 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12909
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Upaya orangtua menanamkan karakter kewirausahaan pada anak di Kompleks Pasar Sudu dan 2) Faktor pendorong orangtua dalam menerapkan pendidikan karakter. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu orangtua wirausaha (ayah dan ibu) yang bekerja miniman 6 hari dalam seminggu dari pagi hingga sore atau malam, memiliki anak berusia 12-40 tahun dan belum menikah. Jumlah informan sebanyak 18 orangtua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Upaya orangtua menanamkan karakter kewirausahaan pada anak adalah a) Mampu mengambil resiko, b) Kreatif dan inovatif, c) Mampu mengenali peluang, d) Mandiri, e) Kerja keras, f) Tanggung jawab, dan g) Disiplin. 2) Faktor yang mendorong orangtua dalam memberikan pendidikan karakter kewirausahaan adalah a) Faktor internal meliputi; kemauan orangtua dan kebiasaan dan b) Faktor eksternal meliputi; pendidikan dan lingkungan.
PERAN GURU DALAM MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA ISLAM AL-AZHAR 12 MAKASSAR
Marwati Marwati;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.866 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13233
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter di SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar, 2) Faktor mempengaruhi penerapan pendidikan karakter di SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu guru yang mengajar di SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar dengan masa kerja minimal 2 tahun dan guru wali kelas dengan jumlah informan sebanyak 8 guru dan siswa-siswi SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar dengan jumlah informan sebanyak 10 siswa kelas X dan kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter di SMA Islam Al-Azhar 12 Makassar yaitu a) Guru sebagai edukator menanamkan nilai karakter yaitu Religius melakukan cara pembiasaan. Disiplin, menerapkan aturan kedisplinan seperti guru selalu datang lebih awal ke sekolah, wali kelas menerapkan aturan kedisiplinan untuk kelasnya. Tanggung jawab meliputi pemberian tugas. Jujur meliputi pemberian kepercayaan, dan mandiri meliputi pemberian tugas. b) Guru sebagai Motivator dalam menerapkan karakter meliputi peran guru dalam menanamkan karakter religius dengan pemberian pujian bagi peserta didik yang rajin melakukan pembiasaan. Disiplin meliputi pemberian kasih sayang, selalu memberikan nasehat dan perhatian jika ada peserta didik melanggar. Tanggung jawab meliputi pemberian nasehat dan pengarahan ke peserta didik. Jujur meliputi pemberian nasehat dan pembiasaan, dan mandiri meliputi pemberian keyakinan agar peserta didik yakin denga kemampuannya c) Guru sebagai teladan dalam menerapkan pendidikan karakter meliputi peran guru dalam menanamkan karakter religius denga pemberian contoh. Disiplin meliputi pemberian teladan datang mematuhi tata tertib sekolah. Tanggung jawab meliputi pemberian contoh tentang karakter tanggung jawab. Jujur meliputi pemberian contoh yang baik ke peserta didik jujur dalam berkata maupun perbuatan dan mandiri meliputi pemberian contoh kemandirian yang dilakukan guru. d) Guru sebagai evaluator dalam menilai karakter meliputi peran guru dalam menilai karakter religius, disiplin, jujur, melalui pengamatan secara langsung dan untuk karakter tanggung jawab dan mandiri melalui pemberian tugas 2) Adapun faktor yang mempengaruhi peran guru dalam menerapkan pendidikan karakter yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan, dan faktor peserta didik.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN DI DESA AMBOPADANG KECAMATAN TUBBI TARAMANU KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Sitti Rahma Muthalib;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.417 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12120
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bagaimana peran masyarakat dalam pendidikan di Desa Ambopadang Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar, 2) Faktor yang mempengaruhi pendidikan dalam masyarakat di Desa Ambopadang Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria, orangtua yang memiliki anak putus sekolah sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Orangtua yang berprofesi sebagai petani yang bekerja dari pagi buta sampai sore hari mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap anaknya. Sehingga orangtua kurang berperan terhadap pendidikan anak. 2) Ada beberapa faktor yang menyebabkan terhambatnya pendidikan anak, seperti; orang tua kurang tegas terhadap pendidikan anak, jarak rumah ke sekolah terbilang jauh dan terkendala kendaraan membuat anak malas ke sekolah, anak merasa minder ke sekolah karena fisik yang tidak sesuai dengan umurnya, anak merasa malu ketika tidak naik kelas, dan anak bermasalah dengan teman sekolahnya. Lingkungan yang kurang mendukung karena lebih banyak anak yang putus sekolah dibanding yang bersekolah.
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SMAS MUHAMMADIYAH BENTENG KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR
Andi Octamaya Tenri;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.21 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12832
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa di SMAS Muhammadiyah Benteng. 2) Hambatan yang dilalui guru dalam upaya mengatasi kenakalan siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu guru bersertifikat pendidik, siswa kelas XI IPS 1 yang merupakan pindahan dari sekolah lain, dan siswa kelas XII IPS 2 yang pernah melakukan pelanggaran. Jumlah informan sebanyak 10 guru dan 10 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianaslisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Upaya guru dalam mengatasi kenakalan siswa adalah; a) Upaya yang bersifat preventif meliputi, pola bimbingan kelompok yang bersifat islami, sosialisasi rutin dan kegiatan ekstrakurikuler. b) Upaya yang bersifat regresif meliputi, pemberian hukuman atau sanksi. c) Upaya yang bersifat kuratif meliputi, pola bimbingan individu yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling 2) Hambatan yang dilalui guru dalam upaya mengatasi kenakalan siswa adalah a) Kurangnya tenaga pendidik/guru laki-laki b) Kurangnya kerjasama orangtua siswa.
KETERLAMBATAN PENYELESAIAN MASA STUDI STUDI KASUS MAHASISWA PECINTA ALAM DI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Fahriana Syamsuddin;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.723 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12064
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) cara mahasiswa pecinta alam membagi waktu antara kuliah dan organisasi, serta 2) Penyebab banyaknya jumlah mahasiswa pecinta alam yang mengalami keterlambatan dalam penyelesaian masa studi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria adalah mahasiswa aktif angkatan 2010, 2011, dan 2012 yang merupakan anggota mapala dari organisasi pecinta alam yang ada di universitas negeri Makassar, baik tingkat fakultas maupun tingkat Universitas. Jumlah informan adalah 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahawa: 1) alokasi waktu mahasiswa pecinta alam di Universitas Negeri Makassar antara kuliah dan organisasi cukup baik dikarenakan (a) mampu meperioritaskan kegiatan perkuliahan (menghadiri kelas perkuliahan) dengan kegiatan organisasi dan (b) kegiatan organisasi mahasiswa pecinta alam sangat jarang bertabrakan dengan jadwal perkuliahan. 2) faktor penyebab keterlambatan penyelesaian studi mahasiswa pecinta alam lebih disebabkan karena faktor internal dibanding faktor eksternal. Faktor internalnya adalah (a) motivasi dan (b) emosional. Sementara untuk faktor eksternalnya yaitu lebih disebabkan oleh faktor nonsosial, seperti keadaan (a) cuaca dan (b)letak kampus.
INTERAKSI SOSIAL SISWA DIFABEL DI SLB-C YPPLB CENDRAWASIH MAKASSAR
Islamiah dewi Syamrah;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.123 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12233
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Interaksi sosial antara sesama siswa difabel dan guru. 2) kendala-kendala dalam melakukan interaksi sosial antara sesama siswa difabel dan guru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan kriteria yaitu guru yang mengajar di SMPLB/ SMALB minimal 10 tahun dengan jumlah informan sebanyak 8 guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa difabel melakukan interaksi sosial dengan sesama siswa difabel dalam bentuk assosiatif dan dissosiatif. Adapun bentuk assosiatif seperti melakukan kerjasama saat praktek membedakan benda padat dan benda cair, kerjasama dalam membersihkan hasil karya pada mata pelajaran keterampilan, kerjasama dalam permainan futsal dan bentuk dissosiatif seperti persaingan dalam mengerjakan ujian dengan cepat dan memenangkan pertandingan dalam praktek pembelajaran olahraga. Proses akomodasi dilakukan oleh guru yaitu memberi tugas tambahan, memanggil nama siswa yang ribut dan menegur siswa yang mengganggu temannya. Adapun beberapa hambatan dalam melakukan interaksi sosial diantara sesama siswa difabel dan guru yaitu sulit memahami/ memaknai, belajar atau merespon tergantung suasana hati, harus menggunakan bahasa sederhana, harus berbicara dengan singkat dan jelas, sering bertikai antara perempuan dan laki-laki dalm hal saling mengejek yang menyebabkan perempuan kadang ngambek dan diam, mereka hanya mendengarkan orang-orang yang terbiasa dengannya seperti orang tua, guru yang mengajar dikelasnya dan kepala sekolah.