Claim Missing Document
Check
Articles

PKM Pengemasan dan Pemasaran Produk Olahan pada Pelaku Usaha Berbasis Rumah Tangga di Desa Pancana Kabupaten Barru Suhaeb, Firdaus W.; Ahmad, M. Ridwan Said; Kaseng, Ernawati S.; Sadriani, A.; Suhaeb, Sutarsi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelatihan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengemasan produk dan pemasaran  produk sehingga pendapatan mitra pelaku UMKM dapat meningkat. Metode alih teknologi yang digunakan dalam kegiatan pelatihan PKM ini adalah Ceramah, Diskusi dan Tanya Jawab, Demonstrasi, dan pendampingan yang dilengkapi dengan teknik belajar sambil bekerja (learning by doing). Khalayak sasaran antara kegiatan PKM ini adalah pelaku UMKM di Desa Pancana Kabupaten Barru sebagai mitra PKM, sedang sasaran utama adalah pelaku UMKM berbasis rumah tangga di Desa Pancana. Hasil pelaksanaan pelatihan PKM menunjukkan bahwa adanya antusiasme peserta selama pelaksanaan pelatihan PKM. Hal ini terlihat dari motivasi peserta untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi, demostrasi dan aplikasi, serta pendampingan selama pelaksanaan pelatihan. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta dalam pelaksanaan pelatihan menunjukkan wujud keberdayaan dan muncul karakter kemandirian peserta pelatihan. Luaran pelaksanaan pelatihan adalah 1) Mitra PKM memiliki pemahaman dalam merancang desain kemasan produk olahan mereka. 2) Mitra PKM memiliki pemahaman dan keterampilan dalam merancang desain label dan teknik mendesain kemasan untuk produk olahan mereka.3) Mitra PKM memiliki pemahaman tujuan dan manfaat pemasaran secara on line melalui media sosial, serta bagaimana memasarkan produk secara on line. Kemudian mitra memiliki keterampilan tentang cara memasarkan produk secara on line line melalui media sosial, strategi membangun kredibilitas dan kepercayaan, cara mencari konsumen, dan cara membangun relasi melalui beberapa platfom media sosial.    Kata kunci: Pengemasan produk; Pemasaran; Produk olahan, Pelaku usaha
Living Amid Infrastructure Inequality: A Social Portrait of The Scavenger Community in Savana Settlement, Makassar City Ahmad, M. Ridwan Said; Dg Ngai, Mauliyanda Sam; Ramadhani, Kia; Fadzilah, Najmi Nurul
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i1.199

Abstract

Infrastructure inequality in Indonesia’s urban areas remains a structural issue that directly affects the urban poor. While city development continues to emphasize modernization and spatial aesthetics, marginalized groups, such as waste-picker communities, are excluded from accessing basic services and the right to adequate living space. This study aims to understand how urban poor communities adapt and build social resilience in the face of structural exclusion. By examining the everyday life dynamics of the waste-picker community in Savana Settlement, Makassar City, who live under conditions of severe infrastructural deprivation, this research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation to uncover the forms of social organization, survival strategies, and the meanings of space within the community. The findings reveal that the waste-picker community develops adaptive strategies grounded in social solidarity, informal economic networks, and collective labor. The absence of adequate infrastructure paradoxically reinforces collective awareness and a sense of belonging, shaping a distinctive form of social resilience built upon shared experiences. Furthermore, the Savana space functions not only as a physical setting but also as a symbolic domain that shapes their social identity, distinguishing them from residents of formal urban areas.
Implementation of The Olericulture Program in Realizing a Green School at SD Inpres Perumnas 1 Rappocini Makassar City Alam, Nadia S.; Ahmad, M. Ridwan Said; Sidik, Ramdani; Reski, Sulfa
DISCOURSE: Indonesian Journal of Social Studies and Education Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Citra Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69875/djosse.v3i1.245

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the olericulture program as a form of integrating environmental education at SD Inpres Perumnas 1 Rappocini, Makassar City. The program focuses on cultivating horticultural vegetables as a contextual learning medium to foster ecological awareness and character values among elementary school students. The research employed a descriptive qualitative approach using field observations, interviews, and photographic documentation as the main data sources. Data were analyzed through stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, emphasizing data validity through source triangulation. The findings reveal two key results. First, the olericulture activities at this school have created a participatory, ecology-based learning space that involves students, teachers, and the principal in a collaborative learning system. Through the practice of planting, caring for, and harvesting vegetables, students gain direct experiences that highlight the interrelationship between humans and nature, as well as values of responsibility and cooperation. Second, the implementation of this program demonstrates the school’s transformation toward a green school model that emphasizes sustainable learning and character building. This program aligns with the principles of ESD, which views education as a transformative process to foster ecological awareness and action from an early age. The study confirms that the olericulture program can serve as a relevant model for environmental education in elementary schools, particularly in urban areas with limited green space. The success of this program indicates that integrating ecological practices, project-based learning, and local values can strengthen students’ environmental literacy. The research recommends greater curriculum support, teacher training, and cross-sector partnerships to expand community-based green school models in Indonesia.
FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR PENGUATAN PEMIKIRAN KRITIS DALAM PENDIDIKAN IPS Aulia, Nurul; Usman, Sahrah Fadillah; Syukur, Muhammad; Ahmad, M. Ridwan Said
SOCIETY Vol. 16 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/society.v16i2.14514

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran filsafat ilmu dalam memperkuat pemikiran kritis dalam pendidikan IPS. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat ilmu memberikan landasan epistemologis dan metodologis yang membantu mahasiswa memahami, menganalisis, dan mengevaluasi fenomena sosial secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pemikiran filosofis mendorong pembelajaran IPS yang lebih reflektif, logis, dan komprehensif. Oleh karena itu, filsafat ilmu memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas pemahaman kritis dalam ranah pendidikan IPS. Kata kunci: filsafat ilmu, pendidikan IPS, berpikir kritis
Rekonstruksi Epistemik Era Digital melalui Perspektif Paradigma Ilmiah Kuhn: Analisis Literatur Filsafat Ilmu Padli, Sul; Syahruni, Nurul; Syukur, Muhammad; Ahmad, M. Ridwan Said
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1880

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi epistemik di era digital melalui perspektif paradigma ilmiah Thomas Kuhn dalam konteks budaya post-truth. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui identifikasi literatur, katalogisasi dokumen, serta pembacaan mendalam, lalu dianalisis menggunakan analisis tematik secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: pergeseran otoritas epistemik menuju algoritma, krisis verifikasi sebagai bentuk anomali ilmiah, meningkatnya risiko etis–epistemik, dan munculnya kebutuhan reorientasi epistemologi digital. Temuan ini memperlihatkan bahwa era digital memunculkan tekanan paradigmatik yang menandai fase krisis dalam kerangka Kuhn. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi epistemik ini memiliki implikasi luas bagi pengembangan teori epistemologi digital, literasi kritis, dan regulasi pengetahuan berbasis algoritma. Kajian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi manifestasi krisis epistemik pada konteks sosial dan institusional yang lebih spesifik.
Dynamics of Post-Defense Gift-Giving Among Students: Between Appreciation, Trends, and Financial Pressure Natalia, Devitri; Idrus, Idham Irwansyah; Ahmad, M. Ridwan Said; Najamuddin, Najamuddin
SIGn Journal of Social Science Vol 6 No 2: Desember 2025 - Mei 2026
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37276/sjss.v6i2.561

Abstract

Post-defense gift-giving practices in higher education have undergone a fundamental transformation. This practice has shifted from a mere emotional expression to a complex and dilemmatic sociological phenomenon. This study aims to critique the hegemony of digital trends and psychological pressure manifested as the Fear of Missing Out (FoMO). Such pressure transforms the tradition of appreciation into a ritual of simulacra that obscures the essence of academic celebration. This research employs a qualitative design with a phenomenological approach. Its objective is to explore the intersubjective experiences of 11 students selected through purposive sampling. Data were analyzed in depth using a synthesis of critical theories by Baudrillard and Mauss. The research results successfully deconstruct three key findings. First, the fundamental motive for gift-giving has shifted from a drive of sincere affection to a strategic effort of self-construal under the control of social media algorithms. Second, the gift object is no longer valued for its utility but operates as a sign value. This reproduces social stratification and class hierarchy through the consumption of global brands. Third, the creation of a reciprocity paradox. The illusion of group solidarity is inherently mechanical and comes at a high cost: economic alienation and the pressure of a morally binding debt of gratitude. This study concludes that student social interaction has been co-opted by market logic. Therefore, there is an urgent need to strengthen symbolic and financial literacy to liberate students from the trap of consumerism disguised as social support. Additionally, a more substantial, inclusive, and humanizing redefinition of academic solidarity is required.
Kesenjangan Infrastruktur Dasar dan Dampaknya Pada Kualitas Hidup di Kampung Pemulung Savana Kota Makassar Arifin, Ibrahim; Ahmad, M.Ridwan Said; Arifin, Zulkifli; Arifin, Ibrahim Ibrahim
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/14052970

Abstract

This study analyzes the gap in basic infrastructure in the Pemulung Savana Settlement, Makassar City, and its impact on the quality of life of the community. This research employs a descriptive qualitative method, with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is conducted using a thematic method to identify key problem patterns. The findings reveal that limitations in basic infrastructure such as restricted access to clean water, poor sanitation systems, unstable electricity, and inadequate roads and transportation negatively affect the well-being of the community. The lack of educational and healthcare facilities worsens socio-economic conditions, leading to low health levels and limited educational opportunities for children. The absence of essential services also increases the risk of disease and exacerbates poverty. Furthermore, the unclear land ownership status hinders infrastructure improvement efforts. These findings highlight that infrastructure disparities in marginal areas require serious attention from various stakeholders to develop inclusive and sustainable solutions. Improving access to basic services and implementing more equitable development policies are essential to enhancing the quality of life in the area.
PENDIDIKAN SEKSUAL SUKU TOLOTANG DI KABUPATEN SIDRAP Ruzadi , Andi Syahreza Nugrawan; Awaru , A. Octamaya Tenri; Ahmad, M. Ridwan Said
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 11 No 1 (2026): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/q89z4p53

Abstract

Pendidikan seksual dalam komunitas Suku Tolotang menghadapi berbagai persoalan mendasar yang menjadikannya isu penting dan mendesak untuk diteliti. Pembicaraan mengenai pendidikan seksual sebagai sesuatu yang membuat banyak orang tua merasa malu, canggung, atau tidak percaya diri untuk menjelaskan isu-isu penting seperti pubertas, menstruasi, batasan tubuh, dan risiko kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Orang tua memaknai pendidikan seksual di Suku Tolotang Kabupaten Sidrap, 2) Bentuk pendidikan seksual yang diterapkan dalam komunitas Suku Tolotang di Kabupaten Sidrap, 3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan seksual di Kalangan Suku Tolotang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan terdiri atas 10 orang yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria tertentu, Orang tua dari suku tolotang yang telah memiliki anak berusia 5-22 tahun dan Anak dari suku tolotang yang berumur 17-22 tahun. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Makna pendidikan seksual di Suku Tolotang adalah; a) pembinaan moral, etika, dan sopan santun dalam pergaulan, b) pendidikan seksual dikaitkan dengan penanaman rasa malu (siri), kehormatan keluarga, serta kepatuhan terhadap norma dan adat yang berlaku, c) seksualitas dipandang sebagai hal yang sensitif dan tabu untuk dibicarakan secara terbuka kepada anak. 2) Bentuk pendidikan seksual yang diterapkan adalah; a) penyampaian nasihat dan larangan terkait pergaulan anak dengan lawan jenis, b) pengawasan dan pengendalian perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tua dan keluarga, c) keteladanan orang tua. 3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan seksual; a) keterbatasan pengetahuan dan pemahaman orang tua mengenai pendidikan seksual, b) tidak tersedianya pedoman, program dari lembaga pendidikan yang berbasis pada nilai budaya, c) adanya anggapan bahwa pembahasan merupakan hal tabu dan tidak untuk dibicarakan secara terbuka.
DAMPAK PROGRAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI LUWU Reski Amalia; M. Ridwan Said Ahmad
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i1.77257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Pelaksanaan Program P5 terhadap pengembangan nilai-nilai karakter siswa Madrasah Aliyah Negeri Luwu, 2) Dampak program p5 dalam membentuk Pendidikan karakter siswa di madrasah Aliyah Negeri Luwu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah Informan dalam penelitian ini sebanyak 8  orang guru di Madrasah Aliyah Negeri Luwu yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu: 1) guru dengan pengalaman mengajar yang cukup lama dalam kurikulum Merdeka dan memahami perubahan karakter siswa. 2) guru yang Pernah terlibat langsung dalam Projek Penguatan Profil Pancasila. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Member check. Dengan  Analisis data yaitu Kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa :1) pelaksanaan Program P5 terhadap pengembangan nilai-nilai karakter siswa Madrasah Aliyah Negeri Luwu yaitu, a) Perencanaan, b) Pelaksanaan, c) refleksi dan d) evaluasi. 2) dampak program p5 dalam membentuk Pendidikan karakter siswa di madrasah Aliyah Negeri Luwu yaitu: 1) Dampak poistif yaitu; a) Nilai religius, b) Nilai kejujuran, c) Nilai kreativitas, d) Nilai kemandirian, e) Nilai tanggung jawaban g) kepedulian terhadap lingkungan. 2) Dampak negatif yaitu; a) Siswa hanya berfokus pada nilai, b) Beban proyek yangberlebihan, c) Ketimpangan peran dalam kelompok, d) Keterbatasan pemahaman guru, dan e) Minimnya dukungan orang tua.
Transformasi Moral Generasi Digital dalam Perspektif Filsafat Etika Widya Anugrah Rusdi; Nurfadhila Murtadir; Nezha Pangarungan; Muhammad Syukur; M. Ridwan Said Ahmad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.13630

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah cara generasi muda berinteraksi dan menerapkan nilai-nilai moral, sehingga ruang digital menjadi arena terbentuknya etika kehidupan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis transformasi moral generasi digital dalam perspektif filsafat etika dengan menelaah dinamika praktik bermedia di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif-filosofis terhadap artikel jurnal nasional terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan isu etika digital, moralitas generasi muda, dan nilai Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi moral generasi digital tidak merepresentasikan degradasi nilai semata, melainkan pergeseran dari moralitas normatif-konvensional menuju moralitas kontekstual-digital yang dipengaruhi oleh anonimitas, relasi terdistansiasi, dan logika algoritmik. Integrasi literasi digital berlandaskan etika, etika tanggung jawab, dan nilai Pancasila dipandang sebagai strategi dalam membangun kesadaran moral yang reflektif dan humanistik di era digital.
Co-Authors A. Aco Agus A. Dody May Putra Agustang A. Octamaya Tenri Awaru Abd. Hafid Agussalim Agussalim Agustang, Andi Agustang, Andi Dodi May Putra Aidul Akbar Aksayanti, Aksayanti Alam, Nadia S. Alda Khairunnisa Alwi, Khairunnisa Amalia, Sri Wahyuni Reski Amirullah -, Amirullah Amnan, Idar Wahyuni Anak Agung Gede Sugianthara Andi Akbar Andi Dody May Putra Agustang Andi Fahrul Andi Sadriani Andi Thamy Atiqah Sahrah Andina Rahmadani Anggun Renanci Anita Anita Ardianti, Nurul Arifin, Ibrahim Ibrahim Arifin, Jamaluddin Ashari Ismail Asmita Asmita Asniar Asniar Awaru , A. Octamaya Tenri Awaru, Andi Octamaya Tenri Ayu Septian Ayu Yunita sari Azzahra, Aisyah Zakiah Delfa Satriyani Dg Ngai, Mauliyanda Sam Dwita Aprilla Amir Ermiati Ermiati Evi Susanti Fadzilah, Najmi Nurul Fahriana Syamsuddin Faizah Safitri Faizah Zahra Safitri Fatwa, Muh. Nur Fhath, Muhammad Gersiani Matana Haerul Qadri Hanafie, Nurharsya Khaer Hasan Baharuddni Hasni Hasni Hasril Hasril Herawati Herawati Hidayatullah, Amin I Wayan Ariana Ibrahim Arifin Ibrahim Arifin Idrus, Idham Irwansyah Ihda, Hijriani Imam, Khaerul Indah Indah Indriyani, Nur Muhgni Iratantika, A. Islamiah dewi Syamrah Ismail . Ismail, Nurwahidah JS, Nur Alfiah JT, Aulya Ramadhani Juliayu Razak Jumadi Jumadi Jumiati Jumiati Kaseng, Ernawati S. Lita Sasmita Mahesti, Ivoni Marwati Marwati Mawarda, Sahra Mawarni, Iga Sakinah Muh Falak Cahyadi Muh Ikhsan J Muh. Abid Mustahar AM Muhammad Fajar Muhammad Syukur Muhammad Watif Massuanna Musdalifah, Andi Muzdalifah Mashuddin Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natalia, Devitri Nezha Pangarungan Nicky Astria Sarbianty Nur Aiza Basri Nur Asmiranda Nuraeni Mansur Nuralfiah JS Nurfadhila Murtadir Nurhasya Khaer Hanafie Nurhidayah Nurhidayah Nurikhsan, Muh. Nurilyan Wahyuni Nurlinda Nurlinda Nurul Qalbi Syamsul A Nurwijayanti Padli, Sul Pangera, Andi Muh. Fadhal Hiqh. T. Paramitha, Dyan Pratama, Arif Pratama, S.Si., M.Si., Mario Puspita, Nurfadila Putri khusnul Amriani Putri, Indah Ramadani, Andi Nur Ramadhani, Kia Raodatul Jannah Reski Amalia Reski Atmanegara Reski, Sulfa Rijal, Muh. Riska Aidilia Adha Riskawati M Rizki Nurfadilla Romi Romi Ropu, Muh. Homsur Homang Rusadi, Andi Syahreza Nugrawan Ruzadi , Andi Syahreza Nugrawan Sabaria Sabaria Sadriani, A. Sadriani, Andi Safitri, Nur Afia Saharia Saharia Salsabila, Unik Hanifah Saputra, Ilham Sari, Rara Noviana Sasmita, Fila Sidik, Ramdani Siti Nur Amalia Antaza Sitti Karmila H Sitti Rahma Muthalib Sofiana, Melfin Dwi Sri Rahmi Rahmi Sugianto Sugianto Suhaeb, Firdaus W. suhaeb, Sutarsi Sukmala Dewi Zain Sulaiman, Ramlah Sulasti Na'ran Surman Jahidin Syahruni, Nurul Syarifah Aini Syarifah Aini Torro, Supriadi Tri Hartini Usman, Sahrah Fadillah Vira, Vira Wati, Irma Watif Massuanna Massuanna Widya Anugrah Rusdi Wita Dwi Fany Syahputri Yuni Sarah Yusril, Muh Zainal Arifin Zainal Arifin Zulkifli Arifin Zulqarnain, A Muhammad Iman