Claim Missing Document
Check
Articles

Inisiasi Pendampingan Pengelolaan Limbah B3 Domestik di Era Pandemi Covid-19 Prasasti, Corie Indria; Yudhastuti, Ririh; Sulistyorini, Lilis; Adriyani, Retno; Sudarmaji, Sudarmaji; Zahro, Alif Fatimatuz; Kurnia, Galuh Mega
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.987

Abstract

Increased volumes of domestic hazardous waste, especially during the pandemic, pose a serious challenge to health and the environment. In Medokan Ayu Village, Surabaya City, ineffective waste management has the potential to harm the community and the environment. Therefore, this community service activity aims to train housewives in identifying and managing domestic B3 waste in a safe and integrated manner. The method applied includes three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the implementation stage, socialization, training on waste sorting and labeling, and assistance in establishing waste banks were conducted through lectures, discussions, demonstrations, and hands-on practice. The evaluation results showed that 90% of the participants could practice B3 waste management correctly. In addition, 7 waste banks were formed in each RT that support waste management and provide economic benefits, with an income of up to Rp300,000 per RT. In conclusion, this activity succeeded in increasing community awareness and skills in effectively managing hazardous waste. This model can be replicated to support sustainable waste management in other areas.
Personal Hygiene, Pemakaian APD, dan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petugas Pengangkut Sampah Lucia Leony Fitriandini; Adriyani, Retno; Devi Ma’ariful Akliyah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5134

Abstract

Latar belakang: Dermatitis kontak iritan menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh petugas pengangkut sampah. Petugas pengangkut sampah melakukan kontak langsung dengan sampah sehingga berisiko menderita dermatitis kontak iritan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petugas pengangkut sampah. Metode: Penelitian observasional ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas sampah pada 7 TPS Kabupaten Banyuwangi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara, diagnosis dermatitis kontak iritan oleh dokter, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan uji statistik fisher’s exact test dengan p-value 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan (p-value = 0,000). Sementara itu, hasil analisis hubungan penggunaan penggunaan APD dengan dermatitis kontak iritan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dua variabel tersebut (p-value = 0,273). Kesimpulan: Personal hygiene memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petugas pengangkut sampah.
Parameter Analysis of COD and BOD Liquid Waste at Sidoarjo Steel Company 2022 Suryaningrum, Lina; Adriyani, Retno
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste is material or substance originating from a production process, both industrial and domestic. Steel companies in Sidoarjo monitor their domestic waste referring to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia number P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 concerning Domestic Wastewater Quality Standards. This study aims to analyze the COD and BOD parameters resulting from the processing of domestic waste from a steel company in Sidoarjo. This research is a non-reactive research, presenting information with secondary data sources from monitoring the quality of domestic wastewater and presented in a narrative descriptive manner. Sampling of wastewater at primary treatment outlets at 5 points, every month in 2022. COD and BOD analysis is carried out in the laboratory with procedures according to SNI. The results of monitoring the COD parameter tended to fluctuate and did not exceed the established quality standards, the same for the BOD parameter. It was concluded that the quality of the steel company's domestic waste for COD and BOD parameters met the applicable environmental quality standards
GAMBARAN SANITASI KAPAL DI WILAYAH KERJA BALAI KEKARANTINAAN KESEHATAN KELAS I PROBOLINGGO WILAYAH KERJA TANJUNGWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Annisa, Nijma; Ramadhan, Syahrul; Adriyani, Retno; Sari, Jayanti Dian Eka; Alami, Nungki Najfaris; Maskinah, Eni; Yudho, Haryo Bimo U.; Utomo, Moch. Wirjo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29752

Abstract

Sanitasi kapal merupakan aspek krusial dalam memutus mata rantai penularan penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai sanitasi kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Ketapang selama periode Januari hingga Desember 2023. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan formulir pemeriksaan sanitasi kapal. Sebanyak 2.327 kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Ketapang diperiksa dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, dan hasil pemeriksaan sanitasi kapal dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 40 Tahun 2015 tentang Sertifikat Sanitasi Kapal. Dari keseluruhan kapal yang diperiksa, ditemukan bahwa 2.322 kapal (99,76%) telah memenuhi syarat sanitasi sesuai dengan peraturan yang ada, sementara lima kapal (0,24%) tidak memenuhi syarat. Bagian kapal yang tidak memenuhi syarat meliputi geladak tempat parkir mobil, kantin, dek penumpang, dapur, gudang, ruang makan, dan tempat tidur ABK. Pada kelima kapal yang tidak memenuhi syarat ini ditemukan tanda-tanda keberadaan dan penemuan vektor serta rodent seperti tikus dan kecoa. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kapal telah memenuhi standar sanitasi yang ditetapkan, namun masih ada sebagian kecil kapal yang memerlukan perhatian lebih lanjut untuk perbaikan sanitasi, terutama pada bagian-bagian tertentu yang rentan terhadap keberadaan vektor dan rodent.
Karakteristik Santri sebagai Faktor Risiko Timbulnya Gejala Skabies di Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Banyuwangi Zulaikha, Putri Namira; Nur, Ardiati Fatma; Adriyani, Retno
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.175-183

Abstract

Background: Scabies is a skin disease that is easily transmitted when in close skin contact with sufferers for a long time. This disease is often found in densely populated places, one of which is in Islamic boarding schools. Objectives: This study aimed to analyze the risk factors associated with the characteristics of students with the incidence of scabies symptoms at the Salafiyah Islamic Boarding School, Banyuwangi Regency. Methods: This research was an observational study with a cross-sectional design. The research population consisted of all students in the Salafiyah Islamic Boarding School, Banyuwangi totaling 191 students. The sample size was 63 students by simple random sampling. Data collection was carried out online using a google form. Data analysis using chi-square test with α = 0,05. Results: The results showed that 42.9% of students had symptoms of scabies and found that two factors were statistically related to scabies symptoms in students, namely history of lived in other Islamic boarding schools (p=0.026) and history of preceding scabies (p=0.000). While the characteristics of age (p=0.380), gender (p=0.680), level of education (p=0.156), and length of stay in Islamic boarding schools (p=0.537) did not show a significant relationship with scabies symptoms in students. Conclusions: The history of living in other Islamic boarding schools and the history of preceding scabies statistically showed a significant relationship to the symptoms of scabies in students at Salafiyah Islamic Boarding School in Banyuwangi.
A Review of Bed Nets Usage and Sewerage Conditions as Risk Factors for Lymphatic Filariasis in Developing Countries Azzahra, Muhafasya Karunia; Shafwah, Diva Alishya; Sondakh, Cresti Sukmadevi; Retno Adriyani
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v16i1.2024.89-100

Abstract

Introduction: Lymphatic filariasis, a neglected tropical disease (NTD), is a parasitic disease caused by microscopic worms that live only in the human lymphatic system. Mosquitoes, as vectors of lymphatic filariasis, play an important role in the prevention of this disease. The aim of this study was to identify agent, vector, and physical environment risk factors for filariasis in developing countries through a literature review. Discussion: This study was conducted using the narrative literature review method. The main sources for this study were articles from Google Scholar, Research Gate, PubMed, Springer, Scopus, and DOAJ databases. The criteria for articles were published between 2012 and 2022, observational studies including cross-sectional, case-control, and cohort designs, open access, and articles were organized according to STROBE guidelines. This study showed that from a total of 100 articles found, 14 articles met the predetermined criteria. Wuchereria bancrofti is the most common agent of filariasis. Culex and Anopheles are the vectors. The presence of bed nets and sewerage conditions were physical environment risk factors for filariasis in developing countries. Conclusion: Prevention of filariasis can be achieved by using mosquito nets or insect repellent when sleeping at night. In addition, open drains should be cleaned regularly to prevent them from becoming breeding sites for mosquitoes as vectors.
Strategic recovery and enhancement of natural resources and environment post-Mount Semeru eruption in Lumajang Regency Hargono, Arief; Prihatiningtyas, Wilda; Prasasti, Corie Indria; Kuncoro, Eko Prasetya; Adriyani, Retno; Hartono, Rudy; Kurnia, Galuh Mega
Journal of Community Empowerment for Health Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.98597

Abstract

Introduction: Mount Semeru experienced a pyroclastic flow in 2021. Volcanic material was observed heading towards Lumajang Regency. Natural resources and the environment were significantly affected by the eruption of Mount Semeru. The eruption can have both short-term and long-term impacts on the surrounding natural resources and environment. In 2023, the National Disaster Management Authority (NDMA) in collaboration with Master of Disaster Management, Postgraduate School of Universitas Airlangga (MDM PGS UNAIR) implemented the Assistance for Recovery and Productivity Improvement of Natural Resources and Environment (ARPINRE) program in the areas affected by the Mount Semeru eruption, namely Lumajang Regency, East Java Province. This article aims to report the results of the ARPINRE program in Lumajang Regency.Methods: The disaster-prone area assistance was carried out based on various theories and approaches related to disaster management. These include Disaster Management, Water, Air, Sanitation, and Health (WASH) along with indicators from SPHERE.Results: Before conducting the assistance, the team conducted a study of inventory and prioritization of issues. Technical guidance activities were conducted as a follow-up to the established interventions. There were three technical guidance (I, II, III). Based on the results of pre-tests and post-tests distributed to technical guidance participants, as well as interviews with the self-sustaining community (SSC), it was concluded that there was an increase in public understanding of the importance of waste sorting and management through Integrated Waste Management Sites (IWMS) and the importance of biopores as a means of water conservation and composting. Stimulus provision, an integral part of this activity, was also carried out alongside technical guidance III. Evaluation results showed an increase in the average pre-test score from 52.67 to 65.33 in the post-test.Conclusions: Despite this increase, the average score remained low. Continued socialization about solid waste management is necessary.
Transformasi Limbah Organik Menjadi Eco enzyme Dalam Upaya Perbaikan Kualitas Udara Untuk Mencegah Stunting di Kabupaten Malaka Syafei, Arie Dipareza; Assomadi, Abdu Fadli; Febrianto, Arry; Muzakky, Achmad; Ahmad, Imam Safawi; Parmawati, Rita; Wulandari, Prisca Kiki; Nugroho, Agung Murti; Sudarmaji, Sudarmaji; Adriyani, Retno; Arfiani, Novi Dian
Sewagati Vol 9 No 6 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i6.8309

Abstract

Kabupaten Malaka, NTT, menghadapi krisis pengelolaan sampah akibat tidak adanya TPA. Timbulan yang dihasilkan hingga 27.885,12 juta ton pertahun. Masyarakat membakar sampah untuk mengurangi volume sampah yang ada. Pembakaran sampah melepaskan polutan berbahaya, seperti partikel halus PM2.5, karbon monoksida (CO), dioksin, furan, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), dan senyawa organik volatil (VOC). Polutan ini meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan stunting. Pengabdian masyarakat ini memperkenalkan eco-enzyme solusi penjernih udara alami. Metode kegiatan menggabungkan sosialisasi dampak polusi udara dan demonstrasi pembuatan eco-enzyme. Sebanyak 30 peserta terlibat dalam demonstrasi langsung pengolahan sampah organik. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan. Peserta yang memahami hubungan pembakaran sampah dan polusi udara meningkat dari 67% menjadi 90%. Selain itu, keterampilan praktis pembuatan eco-enzyme meningkat dari 13% menjadi 93%. Kegiatan ini membuktikan bahwa eco-enzyme tidak hanya menjadi solusi sederhana untuk mengurangi polusi udara dan sampah organik, tetapi juga strategi efektif untuk pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat, mencegah stunting, dan dapat mengurangi volume sampah. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka guna mendistribusikan eco-enzyme sebagai pembersih udara kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan evaluasi dan pemantauan hasil secara hybrid untuk memudahkan komunikasi dan menangani kegagalan dalam pembuatan eco-enzyme.
Utilization of Plastic Waste With Ecobricks: Education and Training for Junior High School Students Adriyani, Retno; Sulistyowati, Muji; Pratiwi, Damai Arum; Farapti, Farapti; Prameswari, Atika Anif; Hadyandiono, Chrisna Nur; Safaryna, Alifia M; Azmy, Ulul
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2025.011.02.11

Abstract

This community service program aimed to enhance environmental awareness and practical skills in plastic waste management among junior high school students in Banraas and Bancamara villages on Gili Iyang Island, Madura. Ecobricks are defined as plastic bottles densely packed with cleaned plastic waste to form durable, reusable building blocks. The training combined lecture-based sessions using fan media to explain the hazards of plastic pollution and introduce the concept and benefits of ecobricks followed by ecobricks practice for students. Pre-posttest revealed that the proportion of students score in the low category decreased from 10 percent to 0 percent, while those achieving high scores increased by 77 percent. Practical engagement was further demonstrated by enthusiastic participation in ecobrick assembly and quiz activities, and production of a simple table from ecobricks. This integrated approach successfully fostered students’ environmental responsibility, creative reuse practices, and community-wide promotion of sustainable waste management.
Implementasi Program BOOSTER sebagai Promotif Preventif untuk Meningkatkan Kesehatan Remaja di Desa Polorejo, Ponorogo : Penelitian Septya Fathonatun Nisak; Retno Adriyani; R. Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4004

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan fisik dan psikososial, sehingga diperlukan intervensi promotif preventif yang komprehensif di tingkat komunitas. Program Bimbingan, Obrolan, Skrining, Talkshow, dan Edukasi Remaja (BOOSTER) dikembangkan sebagai respons kebutuhan tersebut di Desa Polorejo, Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan kesehatan remaja melalui skrining form Integrasi Layanan Primer (ILP) serta mengevaluasi efektivitas intervensi edukatif yang diberikan. Metode mencakup skrining terhadap 102 remaja untuk memetakan tekanan darah, perilaku merokok, dan indikator kesehatan jiwa, serta pre post test pada 28 peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil skrining menunjukkan tiga isu utama yaitu, tekanan darah tinggi (31,37%), perilaku merokok (10,46%), dan masalah psikososial termasuk ketidaksukaan terhadap tubuh (11,8%). Temuan ini menjadi dasar pemilihan fokus intervensi Program BOOSTER yang dilaksanakan pada 26 Januari 2025. Evaluasi menunjukkan bahwa dari peserta yang awalnya memperoleh nilai pre test kurang baik, 96,42% berhasil mencapai skor baik pada post test. Observasi kegiatan juga memperlihatkan partisipasi aktif dalam sesi melukis emosi dan peracikan minuman herbal sebagai pembelajaran langsung. Secara keseluruhan, pendekatan edukasi partisipatif melalui Program BOOSTER efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja.
Co-Authors Abdu Fadli Assomadi Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agung Murti Nugroho Agustin, Avita Fitri Ahmad Zia Ul-Saufie Aini Fadlila Alami, Nungki Najfaris Alif, Achmad Anca Laika Annisa, Nijma Ardanisworo Lintang Wicaksani Arfiani, Novi Arief Hargono Atika Anif Prameswari Aulia Choirunnisa' Avita Fitri Agustin Ayu Putri Pitaloka Azmy, Ulul Azzahra, Muhafasya Karunia Birayu Jeny Afdhalash Chamidatul Umaiyah Chaterine Rahel Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Damai Arum Pratiwi Danuartha, Ida Bagus Gede Krishna Desi Listianingsih Devi Ma’ariful Akliyah Diva Alishya Shafwah Elamin, Muhammad Zamzami Endang Dwiyanti Eny Qurniyawati Eny Rohmawati Eva Rosdiana Dewi Farapti Farapti Fatma Nur Ardiati Febrianto, Arry Feryalin Navyanti Fitri Anisai Rohmah Fitriandini, Lucia Leony Galuh Mega Kurnia Hadyandiono, Chrisna Nur Hafida Yumna Huwaida Haibah, Anizah Izzi Hamedon, Titi Rahmawati Hana’ Izdihar Hari Basuki Notobroto Hartono, Rudy Herlina Susmaneli Hernanda Arie Nurfitria Hernanda Arie Nurfitria Huwaida, Hafida Yumna I Wayan Gede Artawan Eka Putra Ilyas Ibrahim Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Izdihar, Hana’ J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kencana, Yulfa Tiara Khairatul Annisa Khuliyah Candraning Diyanah Kuncoro, Eko Prasetya Kurnia, Galuh Mega Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari, Kusuma Scorpia Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Larasati, Adella Atika Lestari, Kusuma Lilis Sulistyorini Lucia Leony Fitriandini Lusno, Muhammad Maskinah, Eni Maulidiyah Dwi Azti Putri Mohd Yusmaidie Aziz Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhashonah, Izzuki Muhimatul Ummah Muji sulistyowati Mukono, Jojok Murti, I Gde Raju Sathya Muzakky, Achmad Namira Zulaikha Putri Naser, Mhd. Izzan Nayla Mohamed Gomaa Nasr Neil Harris NILA PUSPITA SARI Novi Dian Arfiani Nur, Ardiati Fatma Nuzulul Kusuma Putri Nuzulul Kusuma Putri Parmawati, Rita Putri, Alifia Fiarnanda Putu Ayu Widyary Dewanti R Azizah R. Azizah R. Azizah R.Azizah Rachman Setiawan Ramadhani, Fairuz Haniyah Randy Ghifari Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Resawati Intan Savitri Restu Alami Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rohmah, Shofiyatur Safaryna, Alifia M Sakti, Bagus Prayoga Saleh, Tania Ardiani Salsabila, Regina Sasi Riyadinil Ula Septya Fathonatun Nisak Setyoningsih, Dian Shafwah, Diva Alishya Shaharuddin bin Mohd Sham Shaharuddin Mohd Sham Sham, Shaharuddin bin Mohd Shelvi Indah Ayu Puspita Shofiyah Salma Farumi Sholiha, Nisrina Nuha Shulkhiatus Syafa'ah Sigit Ari Saputro Siswati Siswati Siti Nurshahida Nazli Soedjajadi Keman Sondakh, Cresti Sukmadevi Sudarmaji Sudarmaji Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Suryaningrum, Lina Syafei, Arie Dipareza Syahrul R, Syahrul Taufik Imadudin Ulfa Nurzila Ulfa Nurzila Ummi Sholichatur Rachma Utomo, Moch. Wirjo Viddina Xyquizintya Maroef Wardani, Ratnaningtyas Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wilda Prihatiningtyas Wulandari, Prisca Kiki Yeni Dhamayanti Yudho, Haryo Bimo U. Yulfa Tiara Kencana Yusrina Nurul Aanisah Zahro, Alif Fatimatuz Zida Husnina Zida Husnina Zulaikha, Putri Namira