Claim Missing Document
Check
Articles

Indoor PM₂.₅ and CO₂ Exposure and Respiratory Symptoms Among Toddlers in Daycare Centers in Surabaya Corie Indria Prasasti; Retno Adriyani; Khuliyah Candraning Diyanah; Namira Zulaikha Putri; Ahmad Zia Ul-Saufie; Siti Nurshahida Nazli; Galuh Mega Kurnia
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i1.2026.85-92

Abstract

Introduction: The high intensity of transportation and urban activities in Surabaya causes PM2.5 and CO2 exposure to fall into the unhealthy category for vulnerable group, including toddlers. The aims of this study is to investigate the association between indoor air quality and respiratory symptoms among toddlers in daycare centers in Surabaya. Methods: The research design of this study was cross-sectional and conducted in 15 daycare centers. The sample of this study were 149 toddlers aged 0–60 months and randomly selected from a total of 278 population. Respiratory symptoms were measured using the ISAAC questionnaire who was administered to parents. PM2.5 and CO2 were measured using AiRBOXSense Low-Cost Air Quality Sensors (LAQSs). Results and Discussion: The study shows that toddlers aged 24-60 months who experienced respiratory symptoms (69.4%) were higher than toddlers aged 0–24 months who experienced respiratory symptoms (30.6%). There was no significant association between respiratory symptoms and PM2.5. Significant associations were found only between respiratory symptoms and CO2 levels in the playroom (p = 0.041). Elevated levels of PM2.5 and CO2 were also observed in several daycare centers (bedroom and playroom). Conclusion: CO2 might be the only parameters that was directly associated with respiratory symptoms in this study. However, elevated PM2.5 and CO2 levels suggest potential long-term risks. Prevention efforts, continuous monitoring, and improvement of indoor environments in daycare settings were essentials to minimize potential exposures.
Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma; Adriyani, Retno; Sulistyorini, Lilis; Prasasti, Corie Indria; Azizah, R.; Lestari, Kusuma Scorpia; Sudarmaji, Sudarmaji; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Husnina, Zida; Astuti, Ratna Dwi Puji; Arfiani, Novi Dian; Murti, I Gde Raju Sathya; Jassey, Babucarr
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
Meta Analisis Hubungan Ketersediaan Air Bersih, Kepemilikan Jamban dan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita (2018-2023) Sholiha, Nisrina Nuha; Sulistyorini, Lilis; Adriyani, Retno; Ramadhani, Fairuz Haniyah
MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 24, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkmi.24.3.%p

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor lingkungan berperan terhadap kejadian stunting. Terdapat penelitian yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan yang bermakna. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko lingkugan yang paling dominan pada variabel artikel ilmiah yang meliputi ketersediaan air bersih, kepemilikan jamban, dan personal hygiene.Metode: Penelitian ini menggunakan meta-analisis yaitu menggunakan software JASP versi 0.18.0.0. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari Google Scholar dan Publish atau Perish kemudian dilakukan pemilahan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh 40 artikel penelitian pada periode 2018–2023.Hasil: Meta-analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih memiliki hubungan signifikan dengan penurunan risiko kejadian stunting pada balita (PR = 0,52; 95% CI: 0,38–0,93; p < 0,05) yang berarti balita yang memiliki akses terhadap air bersih memiliki risiko stunting hanya sebesar 52% dibandingkan anak yang tidak memiliki akses air bersih. Kepemilikan jamban juga berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (PR = 0,48; 95% CI: 0,41–1,06; p < 0,05) yang artinya balita dari keluarga yang memiliki jamban memiliki risiko stunting 48% dibandingkan keluarga tanpa jamban. Sedangkan personal hygiene menunjukkan hubungan yang protektif namun tetap signifikan PR = 0,65 (95% CI: 0,13–0,73; p < 0,05) yang berarti perilaku kebersihan diri yang baik dapat menurunkan risiko stunting sebesar 35%.Simpulan: Berdasarkan dari hasil meta-analisis yang dilakukan bahwa variabel kepemilikan jamban pada balita stunting sebagai faktor tertinggi. Diikuti oleh variabel ketersediaan air bersih sebagai faktor risiko kedua, sementara variabel personal hygiene menunjukkan pengaruh terendah. ABSTRACT Title: Meta-Analysis Relationship Between Clean Water Availability, Latrine Ownership, and Personal Hygiene on Stunting Incidence in Toddlers (2018-2023)Background: Stunting was a chronic malnutrition problem caused by insufficient nutrient intake over a prolonged period. Previous studies showed that environmental factors played a role in the incidence of stunting. Some research found a significant association with stunting, while other studies did not find a meaningful relationship. Therefore, the objective of this study was to analyze the most dominant environmental risk factors, which included the variables of clean water availability, toilet ownership, and personal hygiene.Methods: This study employed a meta-analysis using JASP software version 0.18.0.0. The data were sourced from Google Scholar and Publish or Perish. The articles were then selected based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 40 research articles from the period of 2018–2023.Results: The meta-analysis showed that clean water availability had a significant association with a reduced risk of stunting in toddlers (PR = 0.52; 95% CI: 0.38–0.93; p < 0.05). This indicated that toddlers with access to clean water had only a 52% risk of stunting compared to those without access. Toilet ownership was also significantly associated with stunting (PR = 0.48; 95% CI: 0.41–1.06; p < 0.05), meaning that toddlers from families with a toilet had a 48% risk of stunting compared to families without one. Meanwhile, personal hygiene showed a protective yet still significant relationship with a PR = 0.65 (95% CI: 0.13–0.73; p < 0.05), which meant that good personal hygiene practices could reduce the risk of stunting by 35%.Conclusion: Based on the results of the conducted meta-analysis, the variable of toilet ownership was identified as the highest contributing factor to stunting in toddlers. This was followed by the variable of clean water availability as the second risk factor, while the variable of personal hygiene demonstrated the lowest influence. 
Co-Authors Abdu Fadli Assomadi Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agung Murti Nugroho Agustin, Avita Fitri Ahmad Zia Ul-Saufie Aini Fadlila Alami, Nungki Najfaris Alif, Achmad Anca Laika Annisa, Nijma Ardanisworo Lintang Wicaksani Arfiani, Novi Arief Hargono Atika Anif Prameswari Aulia Choirunnisa' Avita Fitri Agustin Ayu Putri Pitaloka Azmy, Ulul Azzahra, Muhafasya Karunia Birayu Jeny Afdhalash Chamidatul Umaiyah Chaterine Rahel Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Damai Arum Pratiwi Danuartha, Ida Bagus Gede Krishna Desi Listianingsih Devi Ma’ariful Akliyah Diva Alishya Shafwah Elamin, Muhammad Zamzami Endang Dwiyanti Eny Qurniyawati Eny Rohmawati Eva Rosdiana Dewi Farapti Farapti Fatma Nur Ardiati Febrianto, Arry Feryalin Navyanti Fitri Anisai Rohmah Fitriandini, Lucia Leony Galuh Mega Kurnia Hadyandiono, Chrisna Nur Hafida Yumna Huwaida Haibah, Anizah Izzi Hamedon, Titi Rahmawati Hana’ Izdihar Hari Basuki Notobroto Hartono, Rudy Herlina Susmaneli Hernanda Arie Nurfitria Hernanda Arie Nurfitria Huwaida, Hafida Yumna I Wayan Gede Artawan Eka Putra Ilyas Ibrahim Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Izdihar, Hana’ J Mukono J. Mukono J.Mukono Jassey, Babucarr Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Kencana, Yulfa Tiara Khairatul Annisa Khuliyah Candraning Diyanah Kuncoro, Eko Prasetya Kurnia, Galuh Mega Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari, Kusuma Scorpia Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Larasati, Adella Atika Lestari, Kusuma Lilis Sulistyorini Lucia Leony Fitriandini Lusno, Muhammad Maskinah, Eni Maulidiyah Dwi Azti Putri Mohd Yusmaidie Aziz Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhashonah, Izzuki Muhimatul Ummah Muji sulistyowati Mukono, Jojok Murti, I Gde Raju Sathya Muzakky, Achmad Namira Zulaikha Putri Naser, Mhd. Izzan Nayla Mohamed Gomaa Nasr Neil Harris NILA PUSPITA SARI Novi Dian Arfiani Nur, Ardiati Fatma Nuzulul Kusuma Putri Nuzulul Kusuma Putri Parmawati, Rita Putri, Alifia Fiarnanda Putu Ayu Widyary Dewanti R Azizah R. Azizah R. Azizah R.Azizah Rachman Setiawan Ramadhani, Fairuz Haniyah Randy Ghifari Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Resawati Intan Savitri Restu Alami Ririh Yudhastuti Rizaldi, M Addin Rohmah, Shofiyatur Safaryna, Alifia M Sakti, Bagus Prayoga Saleh, Tania Ardiani Salsabila, Regina Sasi Riyadinil Ula Septya Fathonatun Nisak Setyoningsih, Dian Shafwah, Diva Alishya Shaharuddin bin Mohd Sham Shaharuddin Mohd Sham Sham, Shaharuddin bin Mohd Shelvi Indah Ayu Puspita Shofiyah Salma Farumi Sholiha, Nisrina Nuha Shulkhiatus Syafa'ah Sigit Ari Saputro Siswati Siswati Siti Nurshahida Nazli Soedjajadi Keman Sondakh, Cresti Sukmadevi Sudarmaji Sudarmaji Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Suryaningrum, Lina Syafei, Arie Dipareza Syahrul R, Syahrul Taufik Imadudin Ulfa Nurzila Ulfa Nurzila Ummi Sholichatur Rachma Utomo, Moch. Wirjo Viddina Xyquizintya Maroef Wardani, Ratnaningtyas Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wilda Prihatiningtyas Wulandari, Prisca Kiki Yeni Dhamayanti Yudho, Haryo Bimo U. Yulfa Tiara Kencana Yusrina Nurul Aanisah Zahro, Alif Fatimatuz Zida Husnina Zida Husnina Zulaikha, Putri Namira