Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN KELELAHAN KERJA SUBJEKTIF PADA OPERATOR MESIN PRODUKSI PAKAN IKAN Tria Melissa; Endang Dwiyanti
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 7 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.038 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v7i2.2018.191-199

Abstract

Fatigue is a subjective feeling that everyone feels. Work fatigue may occur due to various factors such as age, years of working life, nutritional status, and noise. The purpose of this study was to know the relation between the factors cause work fatigue at fish feed production machine operator. This research was descriptive observational with cross-sectional design. Population in this research is all worker machine operator of fish feed production who worked in the same shift at the time of the research. Samples were taken with a total sampling principle that all operator’s workers from production area who totaled 24 people. The variables were age, years of working life, nutritional status, noise, and subjective work fatigue. The results showed that most of the respondents were over 40 years old, had a working period over 10 years, had normal nutritional status, worked in the work area exceeding the noise treshold limit value and had moderate fatigue. The conclusions of this study are age, years of working life, and nutritional status has no relationship causing fatigue. Noise can be one of the factor of the occurrence of work fatigue because (54.2%) workers who work in the work area exceeding the standardize had a moderate fatigue.Keywords: noise, nutritional status, worker, work fatigue
Relationship between Work Climate and Physical Workload with Work-Related Fatigue Mustofani Mustofani; Endang Dwiyanti
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 8 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.98 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v8i2.2019.150-157

Abstract

Introduction: Work-related fatigue is a common problem in the workplace that must be solved because it has an impact on the occurrence of workplace accidents, reduces productivity and affects workers’ health. A survey conducted by the National Safety Council on 2010 workers in 2017 stated that 69% of them experienced work-related fatigue and 13% of them could be attributed to workplace accidents. Other studies conducted by O'Neill and Panuwatwanich in 2013 stated the loss that could arise due to work-related fatigue is averaged around $ 1,000/week. The purpose of this study was to determine the relationship between work climate and physical workload with work-related fatigue on workers in the 5th warehouse of fabrication area of Bangun Sarana Baja Company. Metods: This study is an observational analytic with a cross-sectional approach with 30 respondents who were randomly selected using the simple random sampling method. Measurements of the work climate used heat stress apparatus by calculating the Wet Bulb Globe Temperature, and measurement of physical workload is carried out by observations referring to Indonesian national standard No. 7269 in 2009. Meanwhile, work-related fatigue is measured objectively by using reaction timer. Results: This study indicates the average work climate is exceeding TLV (28.4° C), and the majority of workers got a moderate physical workload (53.3%) and experience mild work-related fatigue (50%). Conclusion: There was no relation between work climate and work-related fatigue (p-value = 0.192) and there was a significant relationship between physical workload and work-related fatigue (p-value = 0.028, r = 0.400). Keywords: physcal workload, work climate, work-related fatigue
The Analysis of Worker Safe Behaviour based on the Antencendent Behaviour Consequence (ABC) Behaviour Model Anugrah Visar Rahman; Endang Dwiyanti
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 9 No. 3 (2020): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.595 KB) | DOI: 10.20473/ijosh.v9i3.2020.309-317

Abstract

Introduction: PT. Kreasindo Wira Darma is an electrical construction company offering substation and electrical transmission installation in Indonesia. The common basic cause of work accident is unsafe behaviour and unsafe condition. This research aimed to analyze the safe behaviour of construction workers at Blimbing substation using behaviour-based safety approach and Antencendent, Behaviour, Consequence (ABC) theory. Method: This research was an observational descriptive study using cross-sectional design. The data were collected using questionnaire, observation, and interview. There were a total of 20 construction workers at PT. Kreasindo Wira Darma which became the respondents for this study, and total population was used as the samples. This study’s variables include antencendent and consequence as independent variables and worker’s safe behaviour as the dependent variable. Results: most of construction workers had good knowledge by 90%, good awareness by 90%, all workers have good motivation and fulfilled need for safety by 100%, 18 workers said that there were Occupational Health Safety (OHS) rules in effect at the company by 90%, and workers said that they have received rewards/praises and punishments by 95%. Results also showed that most cosntruction workers have applied safe behaviour at the workplace. Conclusion: Workers will consistently practice safe behaviour when they are equipped with knowledge, awareness, good motivation, compliance with Occupational Health Safety (OHS) rules, and are given reward and punishment.             Keywords: behavior-based safety, electrical construction, safe behaviour
PEMBERDAYAAN PETUGAS LABORATORIUM UNTUK TERCIPTANYA LABORATORIUM SAFETY DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS AIRLANGGA Dani Nasirul Haqi; Endang Dwiyanti; Mulyono Mulyono; Putri Ayuni Alayyannur
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.501 KB) | DOI: 10.20473/jlm.v3i2.2019.58-60

Abstract

Terdapat 56 laboratorium kimia di Universitas Airlangga. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup banyak. Mengingat berbagai kegiatan mahasiswa dilakukan di laboratorium di berbagai fakultas di Universitas Airlangga dengan berbagai bahan kimia yang digunakan. Perlu dilakukan beberapa penyesuaian agar laboratorium kimia di Universitas Airlangga mampu menjadi laboratorium safety seperti penyusunan HIRADC. Pemberdayaan petugas laboratorium demi terciptanya laboratorium yang aman di lingkungan Universitas Airlangga dapat dilakukan dengan kegiatan workshop pembuatan HIRADC dan pendampingan pembuatan HIRADC. Kegiatan workshop pembuatan HIRADC merupakan kegiatan penyegaran kembali terkait penyusunan dokumen HIRADC. Hal ini dikarenakan sudah pernah dilakukan pemberian materi oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga terkait pembuatan dokumen HIRADC. Pihak FKM melakukan pendampingan kepada setiap laboran dalam menyusun dokumen HIRADCnya. Pihak FKM mendatangi setiap laboratorium untuk menganalisisdokumen HIRADC yang sudah ada sebelumnya dan melakukan perbaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya yang ada di setiap laboratorium.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN STATUS GIZI DENGAN KELUHAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT JALAN DI RSI JEMURSARI: Relation Between Workload and Nutritional Status With Fatigue Working of Outpatient Installation Nurses in RSI Jemursari Dewi Falupi Retnosari; Endang Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 3 No. 1 (2017): JIKep | Maret 2017
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.962 KB)

Abstract

Pendahuluan : Jumlah pasien yang terus meningkat menyebabkan semakin berat beban kerja petugas kesehatan, salah satunya adalah perawat. Semakin berat beban kerja yang ditanggung maka akan semakin besar resiko perawat mengalami keluhan kelelahan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan beban kerja dengan keluhan kelelahan kerja pada perawat di Rumah sakit Islam (RSI) Jemursari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah semua perawat bagian rawat jalan di RSI Jemursari sebanyak 30 responden. Variabel bebas yang diteliti adalah faktor individu yang terdiri dari usia, jenis kelamin, masa kerja, dan status gizi serta faktor pekerjaan yang terdiri dari beban kerja. Sedangkan untuk variabel terikat yang diteliti adalah keluhan kelelahan kerja. Data primer dengan menggunakan metode observasi, pengukuran denyut nadi, dan kuisioner. Data sekunder yang bersumber dari buku, penelitian sebelumnya, dan dokumen rumah sakit. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan korelasi spearman. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% memiliki beban kerja dengan kategori sedang, 63,4% responden memiliki status gizi normal, dan 90% responden mengalami keluhan kelelahan kerja dengan kategori lelah. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan keluhan kelelahan kerja dengan p=0,009 dan korelasi spearman sebesar 0,469 serta terdapat hubungan antara status gizi dengan keluhan kelelahan kerja dengan p=0,008 dan korelasi spearman sebesar 0,476. Pembahasan : Kesimpulan penelitian ini adalah beban kerja dan status gizi yang dimiliki oleh perawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari berhubungan dengan keluhan kelelahan kerja. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pengaturan waktu kerja dan istirahat. Kata Kunci : beban kerja, keluhan kelelahan kerja, perawat
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, MASA KERJA DAN TINGKAT KEBISINGAN DENGAN STRESS KERJA DI PT. X Rarahayu Candraditya; Endang Dwiyanti
JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 15, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.755 KB)

Abstract

Job stress can be caused by workplace environmental and individual factors. Physical environment such as noise, lighting, temperature, and the odor is part of workplace environment. Based on the Health Risk Assessment document of PT. X years 2011 - 2014, it is known that noise was the greatest physical environmental hazards that can be encountered at the sites. The purpose of this study was to analyze the relationship between noise level and work stress on the workforce in PT. X. This was an observational study conducted cross-sectional. The research variables were work stress, noise, education level and years of service. The total population in this study amounted to 55 people. The sample represents 50 people which were selected from a total population using simple random sampling technique. Primary data obtained from direct measurement using job stress questionnaire and Sound Level Meter. Furthermore, the data was processed statistically using computer help with Spearman correlation test. The result showed that there were two workers who experienced severe stress in PT. X had a working environment with noise levels above 85 dBA. While 20 workers that worked at the site with a noise level below or equal to 85 dBA only suffered mild stress. Statistical analysis showed significant value of p = 0.000 (p value α = 0.05), so it can be concluded that there is a significant relationship between noise level and work stress on workers at the workshop and office in PT. X.Keywords: noise, job stress, workshop
HUBUNGAN IKLIM KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN SUBYEKTIF DI PABRIK TAHU CV. BUDI SARI JAYA SIDOARJO Dica Ayu Oktavia; Endang Dwiyanti
JURNAL PENELITIAN KESEHATAN Vol 14, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.435 KB)

Abstract

Tofu factory CV. Budi Sari Jaya is one factory that has physical work climate that is heat because in theproduction process need high temperatures might cause subjective fatigue to workers. The purpose of this studywas to determine the relationship beetwen physical work climate with subjective fatigue in the tofu factory CV.Budi Sari Jaya Sidoarjo. This study was an observational study with cross sectional approach. The sample fromthis study used total population method caused the sample was consisted of 13 people. The results is there aretwo workspace boiler operator area and tofu cooking area that physical work climate exceed the Threshold LevelValue Keywords: physical work climate, subjective fatigue
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN GERAKAN REPETITIF DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PEKERJA WANITA BATA PRES Lintang Qusnul Budi Setiawati; Isas Awwalina; Endang Dwiyanti; Moch. Sahri; Denny Ardyanto
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 5 No 2 (2021): Medical Technology and Public Health Journal September 2021
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v5i2.2908

Abstract

Salah satu gangguan musculoskeletal yang dapat terjadi pada pergelangan tangan adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Pekerja wanita berisiko lebih tinggi terhadap kejadian CTS dibandingkan pria. Gerakan pekerjaan yang dilakukan secara repetitif dan berkepanjangan dapat memperbesar risiko terjadinya keluhan CTS. Pekerja wanita bata pres di Dusun Kaligoro masih melakukan aktivitas pencetakan bata pres secara manual dan berulang sehingga pekerja memiliki risiko mengalami keluhan CTS. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kuat dan arah hubungan antara masa kerja dan gerakan repetitif dengan keluhan CTS pada pekerja wanita bagian produksi bata pres di Dsn. Kaligoro, Ds. Kaligoro, Kec. Kutorejo, Kab. Mojokerto, Jawa Timur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun crossectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik simpel random sampling berjumlah 42 pekerja dari total populasi 47 pekerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara masa kerja (r=0,367) dan gerakan repetitif (r=0,493) dengan keluhan CTS. Semakin lama bekerja dan semakin banyak frekuensi gerakan repetitif yang dilakukan maka risiko pekerja mengalami keluhan CTS semakin besar.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Pada Perawat Dengan Metode Pengukuran DASS 21 Dan IFRC Viska Devintha Candra Kirana; Endang Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 6 No 1: April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.869 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v6i1.69

Abstract

Tuntutan kerja perawat untuk menangani pasien mengakibatkan aktivitas kerjanya meningkat. Peningkatan aktivitas kerja ini dapat mengakibatkan terjadinya stres kerja yang dapat menimbulkan kelelahan. Kelelahan dapat berakibat pada menurunnya produktivitas kerja serta terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi distribusi frekuensi usia dan jenis kelamin, serta mengetahui hubungan stres kerja dan kelelahan. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian analitik. Berdasarkan pengambilan data merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan perawat pada Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur yang bertugas pada ruang intermediate. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling dan proportional random sampling. Pengambilan data dibagi menjadi dua, yakni data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data primer menggunakan media kuisioner, sedangkan data sekunder diambil dari profil rumah sakit dan data kepegawaian. Variabel yang akan diteliti adalah stres kerja dan kelelahan. Untuk menganalisis data penelitian menggunakan bantuan software statistik deskriptif. Sebagian besar perawat yang mengalami stres kerja pada tingkta normal sebesar 69,2%. Dan sebanyak 69,2% perawat mengalami kelelahan pada tingkat yang rendah. Hasil uji statistik untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan kelelahan diperoleh nilai p = 0,000 dengan nilai α = 0,05. Jadi nilai p lebih kecil dari nilai α (p < α), dengan demikian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara stres kerja dengan kelelahan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah mayoritas perawat yang mengalami stres pada tingkat normal, maka akan mengalami kelelahan pada pada tingkat yang rendah. Ada baiknya dilakukan olahraga secara rutin dan refreshing secara periodik sebagai langkah untuk meminimalisir stres dan kelelahan.
Hubungan Personal Factors Dengan Unsafe Actions Pada Pekerja Pengelasan Di PT DOK Dan Perkapalan Surabaya Yusika Vienta Yudhawan; Endang Dwiyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 6 No 1: April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.49 KB) | DOI: 10.33475/jikmh.v6i1.70

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga. Berdasarkan teori Loss Caution Model, penyebab langsung kecelakaan kerja yaitu unsafe actions dan unsafe conditions. Penyebab yang melatarbelakangi adanya unsafe actions yakni personal factors dan job factors. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara personal factors yang meliputi tingkat pengetahuan dan kelelahan dengan unsafe action yang dilakukan oleh pekerja pengelasan di PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional, dilakukan dalam satu waktu, dan merupakan penelitian analitik. Sampel diambil dari total populasi pekerja pengelasan sebanyak 22 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah personal factors yang meliputi tingkat pengetahuan, kelelahan kerja, dan unsafe action. Pengumpulan data primer melalui kuisioner dan lembar observasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui data perusahaan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pekerja pengelasan baik (54,5%), pekerja pengelasan merasa kurang lelah (50%) dan unsafe action yang dilakukan dalam kategori sedang (68,2%). Berdasarkan uji statistik yang dilakukan diperoleh nilai signifikansi sebagai berikut: tingkat pengetahuan (sig 0,035) dan kelelahan (0,039). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara personal factors yaitu tingkat pengetahuan dan kelelahan dengan unsafe action pada pekerja pengelasan di PT Dok da Perkapalan Surabaya. Disarankan perlu adanya safety talk untuk meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan pekerja saat bekerja. Selain itu, perlu dilakukan pengaturan jam kerja untuk mengurangi kelelahan.
Co-Authors ., Sofia Aderilla, Savira Adinda Novia Ardhani Aditya Sukma Pawitra Afan Alfayad Afan Alfayad Agustin, Avita Fitri Ahmad Rido'i Yuda Prayogi Alayyannur, Putri Ayuni Alen Prahadinata Alfayad, Afan Alvin Alfian Arfandi Wiyono Andhini Aurelia Putri Andi Aziz Efendi Andika Savira Putri Andika Savira Putri Anugrah Visar Rahman Aprilia Dwi Purwanti Armaniel Ababil Asti Puspita Nurahma Avita Fitri Agustin Azielia, Zanifa Benny Dwi Prasetyo Bian Shabri Putri Irwanto Charisma Agustin Corie Indria Prasasti Corie Indria Prasasti Dani Nasirul Haqi Danta Azza Cahya Wirawan Dayinta Annisa Syaiful Dayinta Annisa Syaiful Deanida Ankhofiya Denny Ardyanto Desianti, Ni Kadek Evi Putri Dewi Falupi Retnosari Dica Ayu Oktavia Dicha, Nisrina Oksigendaru Dominikus Raditya Atmaka Dwidyah Laurensyah Heriyanto Putri Farahul Jannah Finda Istiqomah Firda Amelia Nur Fuaidah Firmansyah, Ervin Guan , Ng Yee Haidar, Mochamad Hana’ Izdihar Hermawan, Dio Kresna Heru Suswojo Imaduddin, Ahmad Indriati Paskarini Indriati Paskarini Intan Mega Pratiwi Irlangga Wisnu Wardana Irwansyah, Pindi Dwi Irwanto, Adella Saninah Putri Isas Awwalina Isas Awwalina Izdihar, Hana’ J Mukono J.Mukono Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Julia Rohmatun Nazila Juwono, Kholifah Firsayanti Khoir, Oktario Dinansa Khoirunisa, Arini Khuliyah Candraning Diyanah khusnul khotimah Kumalasari, Ulviana Dewi Kurniawati, Arsifa Tri Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Scorpia Lestari, Kusuma Scorpia Kusumoyudowibowo, Rafael Bagaswahyu Lilis Sulistyorini Lintang Qusnul Budi Setiawati Lisa, Sofia Nuria Lydia Elsa Sinta Mahmudah Mahmudah Mandagi, Ayik Mirayanti Martiana, Tri Maulid Diaturrochma Meita Nazla Adila Melzanda, Revida Nikita Mita Desy Yani Mitha Qurrota Ayuni Mitha Qurrota Ayuni Moch. Sahri Mochammad Chafidz Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Ilman Triyanto Muhammad Yusuf Mulia, Shinta Arta Mulyono S.KM., M.Kes Mustofani Mustofani Nia Tri Wulandari Ningtiyas, Shinta Feby Noeroel Widajati Novi Dian Arfiani Nurhayati Saridewi Oksigendaru Dicha, Nisrina Paskarini, Indriati Perumal, Velu Pradhana, Andrea Thrisiawan Purnomo Purnomo Putri, Githa Dwi Putri, Pebriana Anggun Lisa Putri, Sekarningtyas Rahardianti R Azizah R.Azizah Rachma, Erica Feby Ramadhan Syahputra Rarahayu Candraditya Ratih Berliana Ratna Dwi Puji Astuti Ratnaningtyas Wahyu Kusuma Wardani Retno Adriyani Ririh Yudhastuti Riza Irianingtyas Rizaldi, M Addin Rosemillen, Winny Rosydah, Alifiah Rosydah, Alifiah Rizky Sabila Putri Ayu Kusuma Sahabat Sutanto Saliza Mohd Elias Sani Eka Wiranti Sari, Eva Novita Sebayang, Susy Katikana Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Siti Rokhati Soedjajadi Keman Sofia Sofia, Sofia Sovia Rahmania Warda Sudarmaji SUDARMAJI SUDARMAJI Tasa Nabilla Thrisiawan Pradhana, Andrea Tri Martiana Tri Martiana Tria Melissa Ullya Nur Imama Vievi Ruldi Mufaidah Viska Devintha Candra Kirana Wahdah Dhiyaul Akrimah Wahyudiono, Denny Ardyanto Yulfa Tiara Kencana Yusika Vienta Yudhawan Zida Husnina Zida Husnina Zuhro, Andina Fatimatus