Articles
Mengurai Tantangan Guru Sekolah Dasar dalam Pemanfaatan Gamifikasi untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa
Yuliatin, Ida;
Rosmilawati, Ila
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v9i2.9970
Pemanfaatan gamifikasi dalam pembelajaran dasar semakin berkembang, namun guru sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguraikan tantangan-tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan gamifikasi guna meningkatkan keaktifan siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 22 artikel jurnal ilmiah terindeks SINTA yang relevan dan dapat diakses secara terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama mencakup keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep gamifikasi, kurangnya pelatihan teknis, keterbatasan infrastruktur teknologi di sekolah, serta resistensi terhadap inovasi pembelajaran. Selain itu, ditemukan bahwa tidak semua media gamifikasi sesuai untuk jenjang sekolah dasar karena keterbatasan usia dan kesiapan siswa dalam beradaptasi dengan teknologi. Beberapa studi juga menunjukkan rendahnya dukungan institusional dan minimnya evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas gamifikasi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru, dukungan kebijakan sekolah, dan pemilihan media gamifikasi yang kontekstual agar strategi ini dapat optimal dalam mendorong keaktifan siswa di kelas
Studi Analisis Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru dan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar
Hermansah, Hermansah;
Rosmilawati, Ila;
Juansah, Dase Erwin
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.9995
Kepemimpinan di sekolah sangat strategis untuk meningkatkan kinerja guru serta mutu pendidikan secara menyeluruh, pemimpin sebagai penggerak komunitas harus mampu berkolaborasi mewujudkan visi dan misi sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru serta pengaruhnya terhadap mutu pendidikan di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR), peneliti mengumpulkan data berupa artikel dengan tema yang sesuai pembahasan, kemudian artikel dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil dari penelitian studi Sytematic Literature Review (SLR) menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat menjalankan visi dan misi secara realistis. Kepemimpinan transformasional dapat memotivasi, menginspirasi, mendorong inovasi, membangun kolaborasi, memberdayakan kepemimpinan, dan memaksimalkan kinerja guru. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah menumbuhkan komitmen guru untuk melakukan transformasi pembelajaran dan dapat merubah mindset yang sangat dibutuhkan untuk mendukung mutu pendidikan. Kepala sekolah yang mengimplementasikan kepemimpinan transformasional selalu mengutamakan kepentingan organisasi dengan memberikan teladan dan berwibawa sehingga menumbuhkan kesadaran pada anggotanya. Kepemimpinan transformasional kepala sekolah dapat berdampak positif terhadap kinerja guru dan berkontribusi baik terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional (Social Emotional Learning) terhadap Kesejahteraan (Well-being) Siswa Sekolah Dasar: Sistematic Literature Review
Ani, Ani Minarti;
Rosmilawati, Ila;
Juansah, Dase Erwin
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10056
Pendidikan dasar merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan kesejahteraan emosional anak. Pendekatan Social Emotional Learning (SEL) menjadi salah satu solusi yang relevan dan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran pendekatan Pembelajaran Sosial Emosional (Social Emotional Learning/SEL) dalam meningkatkan kesejahteraan anak sekolah dasar. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menganalisis artikel-artikel ilmiah terbitan tahun 2020 hingga 2025 yang diperoleh dari PoP dengan pencarian Scopus dan tersitasi Mendeley. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi relevansi konteks pendidikan dasar, penerapan komponen SEL, serta indikator kesejahteraan psikologis siswa. Hasil telaah menunjukkan bahwa implementasi SEL secara konsisten berdampak positif terhadap berbagai aspek kesejahteraan anak, termasuk regulasi emosi, hubungan sosial, motivasi belajar, dan resiliensi. Selain itu, program SEL yang terintegrasi dalam kurikulum dan didukung oleh pelatihan guru memiliki efektivitas lebih tinggi. Kajian ini menyimpulkan bahwa SEL merupakan pendekatan strategis dalam membentuk karakter dan kesejahteraan siswa di era pembelajaran abad ke-21. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam merancang intervensi berbasis SEL yang kontekstual dan berkelanjutan
POLA PEMBINAAN KEPRIBADIAN DAN KEMANDIRIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA TANGERANG
Ravena, Aliyah;
Musyafa Ridha, Arini Rizqi;
Rosmilawati, Ila
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 01 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Februari 2024
Publisher : SEAN Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/abdimassean.v2i01.391
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) adalah tempat warga binaan pemasyarakatan dibina. Seluruh warga binaan berhak dan memilih hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada khalayak umum tentang bagaimana pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Tangerang dilakukan serta mampu membawa persepsi positif kepada para pembaca untuk tidak mendiskriminasikan para mantan narapidana setelah terjun ke dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pembinaan kepribadian dan kemandirian adalah dua bagian dari program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang. Pembinaan kepribadian ditunjukkan untuk membina kepribadian para warga binaan pemasyarakatan agar menjadi peribadi yang lebih baik, bertanggung jawab dan menjadi warga negara yang baik sedangkan pembinaan kemandirian ditunjukkan sebagi modal untuk para warga binaan pemasyarakatan dalam bekerja atau membuka usaha sehingga setelah masa tahanan mereka selesai. Pembinaan kepribadian berupa kegiatan kebugaran jasmani, kegiatan rohani, kegiatan peduli lingkungan, dan layanan komunikasi. Sedangkan pembinaan kemandirian berupa kegiatan pelatihan diantaranya sulam pita, sulam benang, merajut, menjahit, salon, dan tata boga.
Program Latihan Profesi (PLP) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pedagogi Mahasiswa
Hidayatullah, Taufiq;
Rosmilawati, Ila
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 11, No 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/jtni.v11i1.14452
Abstract: The aim of this research is to combine theoretical knowledge learned in lectures with applications that can be found in the real world. This study applies a quantitative descriptive approach. We were placed at SPNF SKB Serang City for this Professional Training Program (PLP) activity. The department's PLP program assists with teaching activities, office administration, and archiving. This research uses learning implementation observation sheets and learning implementation plan (RPP) review sheets to obtain data. Students have overall "good" pedagogical competence when taking PLP courses, with an average of 3.10 on a scale of 4.Key Words: Pedagogical Competence, PLPAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggabungkan pengetahuan teoritis yang dipelajari di kuliah dengan aplikasi yang dapat ditemukan di dunia nyata. Studi ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif. Kami ditempatkan di SPNF SKB Kota Serang untuk kegiatan Program Latihan Profesi (PLP) ini. Program PLP jurusan membantu kegiatan mengajar, administrasi kantor, dan pengarsipan. Penelitian ini menggunakan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar penelaahan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk mendapatkan data. Mahasiswa memiliki kompetensi pedagogik secara keseluruhan "baik" saat menempuh mata kuliah PLP, dengan rata-rata 3,10 dari skala 4.Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, PLP
Development of Culturally Responsive Teaching-Based Interactive Media to Improve Social-Emotional Skills and Learning Motivation in Primary School Students
Arini, Ririn;
Rosmilawati, Ila;
Hendrayana, Aan
Jurnal Paedagogy Vol 12, No 3 (2025): July : IN PROGRESS
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/jp.v12i3.15425
This study aims to develop an interactive media based on Culturally Responsive Teaching (CRT) to enhance the socio-emotional skills and learning motivation of elementary school students. The research follows the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and involves 42 students, divided into an experimental group and a control group. The instruments utilized include questionnaires, interviews, and tests. The data analysis technique in this study applies validity analysis and effectiveness analysis, measured using the N-Gain Score. The findings indicate that interactive media based on Culturally Responsive Teaching (CRT) has proven to be effective in improving elementary students’ socio-emotional skills and learning motivation, as evidenced by comprehensive N-Gain Score data. The experimental class achieved an average N-Gain Score of 0.74, whereas the control class recorded 0.29, demonstrating a high level of success in the implementation of this media. The CRT-based interactive media successfully transformed the concept of regional diversity from an abstract idea into a concrete and meaningful learning experience for students, thereby increasing their active engagement in the learning process.
Efektivitas Penerapan Pendekatan STEM dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif pada Siswa Sekolah Dasar
Yuniar, Erni;
Rosmilawati, Ila;
Juansah, Dase Erwin
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10013
Keterampilan berpikir analitis dan inovatif adalah unsur esensial yang harus terus diasah dan ditingkatkan sejak dini, terutama di jenjang sekolah dasar, sebagai bekal menghadapi tantangan di era global abad ke-21. Pendekatan STEM (ilmu sains, teknologi, rekayasa, dan matematika) dipandang sebagai strategi pengajaran yang efektif dalam mendukung penguatan dua keterampilan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk menelaah efektivitas pendekatan STEM dalam mengasah kemampuan bernalar secara logis dan kreatif peserta didik Pada jenjang sekolah dasar. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), dengan pendekatan yang menelaah berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEM mampu memperkuat kompetensi siswa dalam mengidentifikasi masalah, mengevaluasi solusi, serta menghasilkan ide-ide baru secara kreatif. Pembelajaran yang bersifat interdisipliner dan kontekstual terbukti efektif dalam merangsang keterlibatan aktif siswa dan mendorong mereka berpikir secara reflektif serta inovatif. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi pendekatan STEM sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, sarana pendukung, serta kurikulum yang adaptif. Kesimpulannya, pendekatan STEM memiliki efektivitas yang tinggi dalam upaya berperan dalam menumbuhkan kapasitas berpikir kritis dan imajinatif pada siswa jenjang sekolah dasar dengan catatan adanya dukungan yang memadai dalam penerapannya
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah: Implikasi bagi Praktik Pendidikan
Nana Supriatna, Muh;
Rosmilawati, Ila
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 1 (2025): January - April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pijies.v8i1.6516
Kepemimpinan kepala sekolah adalah bagian penting dari proses organisasi dan pencapaian sekolah karena kepala sekolah memiliki dampak besar pada kualitas praktik pengajaran dan pencapaian belajar siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode SLR dengan mengidentifikasi jurnal sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas model kepemimpinan transformasional dalam dunia pendidikan, menemukan komponen keberhasilan dan impilasi praktis untuk kepala sekolah dan pembuat kebijakan. Penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan transformasional yang diterapkan oleh kepala sekolah meningkatkan kinerja guru dan pencapaian akademik siswa. Terbukti juga bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja guru yang berdampak pada kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Kepemimpinan transformasional meningkatkan budaya kerja sama dan inovasi di sekolah, dan kepala sekolah mendorong guru untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan dan perbaikan proses pendidikan. Guru yang bekerja di bawah kepemimpinan transformasional juga lebih terlibat dan termotivasi untuk mencapai tujuan sekolah. Sehingga pentingnya kepemimpinan transformasional dalam pendidikan, terutama untuk kepala sekolah. Kepala sekolah yang menerapkan gaya kepemimpinan ini juga dapat menginspirasi dan memotivasi guru untuk meningkatkan kinerja akademik dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif. Beberapa hal yang mendukung keberhasilan kepemimpinan transformasional termasuk visi yang jelas, dukungan penuh untuk guru, stimulasi intelektual, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
Efektivitas Penerapan Pendekatan STEM dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif pada Siswa Sekolah Dasar
Yuniar, Erni;
Rosmilawati, Ila;
Juansah, Dase Erwin
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10013
Keterampilan berpikir analitis dan inovatif adalah unsur esensial yang harus terus diasah dan ditingkatkan sejak dini, terutama di jenjang sekolah dasar, sebagai bekal menghadapi tantangan di era global abad ke-21. Pendekatan STEM (ilmu sains, teknologi, rekayasa, dan matematika) dipandang sebagai strategi pengajaran yang efektif dalam mendukung penguatan dua keterampilan tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk menelaah efektivitas pendekatan STEM dalam mengasah kemampuan bernalar secara logis dan kreatif peserta didik Pada jenjang sekolah dasar. Kajian ini dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), dengan pendekatan yang menelaah berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian mengindikasikan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEM mampu memperkuat kompetensi siswa dalam mengidentifikasi masalah, mengevaluasi solusi, serta menghasilkan ide-ide baru secara kreatif. Pembelajaran yang bersifat interdisipliner dan kontekstual terbukti efektif dalam merangsang keterlibatan aktif siswa dan mendorong mereka berpikir secara reflektif serta inovatif. Meskipun demikian, keberhasilan implementasi pendekatan STEM sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, sarana pendukung, serta kurikulum yang adaptif. Kesimpulannya, pendekatan STEM memiliki efektivitas yang tinggi dalam upaya berperan dalam menumbuhkan kapasitas berpikir kritis dan imajinatif pada siswa jenjang sekolah dasar dengan catatan adanya dukungan yang memadai dalam penerapannya
Pembelajaran team games tournament menggunakan permainan tradisional gatrik untuk meningkatkan profil gotong royong dan koneksi matematis
Yuda, Erlangga Kusuma;
Hendrayana, Aan;
Rosmilawati, Ila
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol. 8 No. 4 (2025): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/jpmi.v8i4.27390
Many students struggle to understand length measurement, especially when solving real-life story problems. This reflects weak mathematical connection skills. Furthermore, students’ reluctance to collaborate with peers indicates a low cooperative learning profile. To address this issue, this study examines the impact of the Team Games Tournament (TGT) cooperative learning model, supported by the traditional game gatrik, on students’ mathematical connection skills and cooperation profile. A sequential explanatory mixed-method approach was used. Data were collected through tests, questionnaires, observations, and interviews. Quantitative data were analyzed using t-tests, while qualitative data were examined using Miles and Huberman’s interactive model, combined with Yin’s time series analysis. The results show that the TGT model with gatrik significantly improves both mathematical connection skills and cooperative behavior. This study provides insights for teachers to strengthen students’ mathematical and social competencies and serves as a reference for future research on cooperative learning and contextual media in education.