Claim Missing Document
Check
Articles

Divisi Program Manager dalam Kampanye PR Undip Environmentally Friendly Campus "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" Wulandari, Irawati Sri; Naryoso, Agus; Nugroho, Adi; Ulfa, Nurrist Suraya
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.973 KB)

Abstract

Pemanasan global sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dunia. Karena ulah manusia, planet ini sedang mengalami pemanasan global, atau yang biasa disebut sebagai global warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Universitas sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha pelestarian lingkungan sebagai usaha melindungi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi di lingkungannya. Undip memiliki komitmen untuk mereduksi pemanasan yang terjadi di bumi, terutama di kota Semarang dan sekitarnya. Undip memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan lingkungan melalui tagline Undip Environmentally Friendly Campus. Berdasarkan riset pra event, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum mengerti mengenai global warming, apalagi indikator universitas ramah lingkungan.Berdasarkan riset pra event tersebut, event dipilih sebagai cara untuk memperkenalkan Undip Environmentally Friendly Campus kepada khalayak target. Adapun khalayak target yang dipilih adalah berasal dari kalangan siswa SMA/SMK/MA yang berada di kawasan sekitar Undip, khususnya di kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Event diberi nama “Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)” dengan diawali roadshow ke sekolah-sekolah, photography challence, journalist writing contest, dan serangkaian acara yang memperkenalkan langsung peserta dengan praktisi Undip untuk memberikan pengetahuan mengenai Undip Environmentally Friendly Campus dan usaha pelestarian lingkungan.Event ini telah sukses dilaksanakan, diketahui dengan meningkatnya pengetahuan peserta sebanyak 37,90% dari hasil kuesioner pra event. Untuk keseluruhan program event "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)", berjalan efektif sesuai harapan panitia. Kegiatan yang efektif adalah roadshow, Photography Challence, Undip Gowes Ceria dan Field Trip, talkshow Undip Environmentally Friendly Campus, games dan kuis, penyerahan bibit tanaman mahoni, dan live accoustic. Sedangkan kegiatan yang kurang efektif adalah Journalist Writing Contest. Kata kunci: kampanye PR, event, universitas
PENGARUH INTENSITAS MENONTON YUK KEEP SMILE (YKS) DAN MEDIASI AKTIF ORANG TUA TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA ANAK Nur Akbar, Ninda Nadya; Herieningsih, Sri Widowati; Pradekso, Tandiyo; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.996 KB)

Abstract

Yuk Keep Smile (YKS) merupakan program komedi yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia dan memperoleh rating dan share tertinggi dibandingkan dengan program sejenis lainnya. Namun di samping itu, YKS juga mendapat banyak kecaman dan kritikan dari masyarakat luas. Hal ini dikarenakan dalam penayangannya, YKS menampilkan adegan-adegan kekerasan yang tidak seharusnya ada di dalam sebuah program komedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh intensitas menonton YKS terhadap perilaku agresif pada anak dan pengaruh mediasi aktif orang tua terhadap perilaku agresif pada anak. Upaya menjawab permasalahan dan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) dan Teori Mediasi Aktif Orang Tua. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 206 orang, yang merupakan siswa-siswi kelas IV dan V di SDN Srondol Kulon 02 Semarang. Sampel yang diambil berjumlah 70 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji kelayakan, uji asumsi klasik, dan dilanjutkan dengan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program aplikasi SPSS 20.Perhitungan statistik menunjukkan bahwa intensitas menonton YKS berpengaruh positif dan sangat signifikan (sig.=0,002) terhadap perilaku agresif pada anak dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 20,849 + 0,399X1. Mediasi aktif berpengaruh negatif dan sangat signifikan (sig.=0,000) dengan persamaan regresi linier sederhana Y = 40,125 – 0,227X2. Kesimpulan dari uji hipotesis adalah intensitas menonton YKS berpengaruh positif dan kecil terhadap perilaku agresif pada anak. Semakin tinggi intensitas anak menonton YKS, maka semakin tinggi perilaku agresif pada anak. Sedangkan mediasi aktif orang tua berpengaruh negatif dan kecil terhadap perilaku agresif pada anak. Semakin rendah orang tua melakukan mediasi aktif, maka semakin tinggi perilaku agresif pada anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel lainnya, seperti misalnya faktor demografis dan interaksi dengan peer group. Untuk pihak media disarankan untuk menayangkan program sesuai dengan konten aslinya, dan untuk orang tua disarankan untuk melakukan parental mediation secara rutin agar efek buruk yang ditimbulkan oleh media dapat diminimalisir. Kata kunci: intensitas menonton, mediasi aktif orang tua, dan perilaku agresif
Memahami Komunikasi Antarpribadi dalam Pengelolaan Hubungan Asmara Jarak Jauh Mahasiswa Kedinasan Akademi Kepolisian Soemantri, Yolan Enggiashakeh; Lestari, Sri Budi; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.739 KB)

Abstract

Memahami Komunikasi Antarpribadi dalam Pengelolaan HubunganAsmara Jarak Jauh Mahasiswa KedinasanAkademi KepolisianSkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Imu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Yolan Enggiashakeh S.NIM : D2C009026JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013Nama : Yolan Enggiashakeh SoemantriNIM : D2C009026Judul : Memahami Komunikasi Antarpribadi dalam Pengelolaan Hubungan AsmaraJarak Jauh Mahasiswa Kedinasan Akademi KepolisianABSTRAKKehadiran teknologi seyogyanya dapat menjadi solusi dalam permasalahan komunikasi jarakjauh. Namun hal tersebut tidak mampu dirasakan oleh mahasiswa kedinasan AkademiKepolisian yang tengah menjalin hubungan jarak jauh. Adanya peraturan akademi tetap sajamenjadi kendala bagi mereka untuk melakukan pengembangan hubungan denganpasangannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi antarpribadiyang dilakukan mahasiswa kedinasan Akademi Kepolisian dengan pasangannya dalampengembangan hubungan asmara jarak jauh yang dijalani dan pengelolaan konflik dalamhubungan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Analisis dan interpretasi data dilakukan dengan mengelompokkan dan menyusun data dalamkategori kemudian mencari kaitan antar kategori tersebut.Triangular theory of love dan prinsip dialektika pada hubungan menjadi pijakan dalampenelitian ini. Sedangkan attribute theory dalam pengelolaan konflik digunakan untukanalisis pengalaman subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalahwawancara mendalam kepada subjek penelitian yaitu mahasiswa kedinasan AkademiKepolisian dan pasangannya.Dalam mempertahankan hubungannya, setiap pasangan menanamkan pentingnya memahamisituasi komunikasi dan mengoptimalkan pengungkapan diri. Pengertian dan rasa salingpercaya juga ditanamkan dalam hubungan karena keterbatasan komunikasi sudah menjadibagian dalam hubungan asmara jarak jauh yang terkait peraturan kedinasan. Mahasiswakedinasan Akpol melakukan upaya pengelolaan komunikasi dengan melanggar peraturankedinasan dan mencuri kesempatan saat berada di dalam kampus atau asrama. Penggunaangambar sebagai bentuk ungkapan kepada pasangan merupakan komunikasi nonverbal yangdilakukan ketika melakukan interaksi melalui media. Komitmen yang kuat membuathubungan tersebut tidak mengarah pada pemutusan hubungan walaupun sering terjadikonflik. Sedangkan dalam pengelolaan konflik, perilaku avoidance terjadi pada awalmeningkatnya konflik serta sikap cooperative juga dilakukan oleh pasangan ketikamenghadapi permasalahan.Keyword : long distance relationship, pengembangan hubungan, pengelolaan konflik,instansi kedinasanName : Yolan Enggiashakeh SoemantriNIM : D2C009026Title : Understanding Interpersonal Communication in Long Distance RelationshipMaintenance of Police Academy’s StudentABSTRACTThe presence of technology should be a solution to problems of long-distancecommunication. But it is not able to be felt by the students of Police Academy that are in along distance relationship. Academy regulation remains an obstacle for them to undertake thedevelopment of a relationship with their partner.This study aims to determine how the management of interpersonal communicationconducted by students of the Police Academy in the development of long distancerelationship that endured and managing conflict in relationship. The method used in thisstudy is a qualitative descriptive with a phenomenological approach. Analysis andrepresentation of data is done by grouping into categories and looking for linkages betweenthem.The triangular theory of love and four dialectical principles of friendships became thefoundation of this research. While the attribute theory of conflict management is used for theanalysis of research subjects experience. Technique of data collection was in-depth interviewto study subjects which students of the Police Academy and their partners.In maintaining relationship, each partner instilling the importance of understanding thesituation of communication and optimizing self disclosure. Understanding and mutual trustalso invested in relationship because of the limitations of communication has become a partof the long distance relationship relevant official regulations. Police Academy official studentcommunications management efforts is break the rules and steal opportunities while oncampus or in the dormitory. The use of images as an expression of nonverbal communicationwhich is done when couples do interaction through the media. Strong commitment make therelationship does not lead to termination despite frequent conflicts. While in the managementof conflict, avoidance behavior occurred at the beginning of the conflict and cooperativebehaviour also performed by couples when dealing with problems.Keyword : long distance relationship, relationship development, conflict management,agency officialI. PendahuluanHubungan jarak jauh akan terasa lebih sulit dibandingkan dengan hubungan pacaranyang keduanya berada dalam satu lingkungan maupun satu wilayah yang berdekatan. Dimanadalam hubungan tersebut biasanya dapat terjadi intensitas pertemuan yang cukup tinggidibandingkan dengan mereka yang menjalani LDR. Terpisah jarak yang jauh membuatpasangan akan mengalami masalah yang lebih banyak. Masalah tersebut adalah masalahseperti perasaan depresi, stress, kesalahpahaman, kecurigaan, kecemburuan, kecemasan, danberbagai ketidakpastian.Akan tetapi dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, telah diciptakanberbagai alat komunikasi yang juga semakin canggih. Alat komunikasi tersebut mampumenjadikan hubungan yang sebenarnya dipisahkan jarak ratusan bahkan hingga ribuankilometer menjadi lebih dekat. Kesulitan-kesulitan dalam berkomunikasi dengan seseorangyang berbeda tempat dengan kita akan lebih mudah dan semakin terasa dekat. Komunikasimerupakan hal yang paling krusial. Komunikasi yang memanfaatkan teknologi bisa menjadialternatif paling brilian yang akan menyelamatkan sebuah hubungan cinta yang terpisahkanoleh jarak yang jauh.Kunci utama keberhasilan sebuah hubungan adalah adanya komunikasi yang baikserta rasa kepercayaan dan keterbukaan antara satu sama lain. Intensitas, durasi, frekuensidalam berkomunikasi merupakan pokok dalam memelihara kualitas hubungan asmara. Akantetapi, ada permasalahan tersendiri bagi pasangan yang salah satunya terikat suatu peraturankedinasan, dimana peraturan tersebut sangat membatasi komunikasi dengan dunia luar.Peraturan demikianlah yang ditetapkan dalam Akademi Kepolisian untuk tarunanya,sehingga diangkat sebagai kasus dalam penelitian ini. Mahasiswa kedinasan AkademiKepolisian tidak boleh menggunakan, membawa, atau menyimpan handphone ataunetbook/laptop ketika sedang di dalam kampus Akpol. Adanya peraturan tersebut membuatkomunikasi taruna dengan pasangan mereka pun menjadi sangat terbatas.Kesulitan berkomunikasi menjadi suatu penghambat dalam penyelesaian masalahmasalahyang terjadi pada hubungan keduanya. Terlebih lagi apabila hubungan yang dijalanimereka adalah hubungan jarak jauh atau LDR yang intensitas pertemuan nyata hanya dapatdilakukan jika taruna mendapatkan cuti semester. Padahal dalam hubungan asmara,pertemuan nyata penting terjadi untuk meningkatkan keintiman diantara keduanya. Dalampertemuan nyata, komunikasi nonverbal dapat terjadi diantara pasangan dimana mereka dapatmelakukan kontak mata secara fokus. Selain komunikasi nonverbal berupa kontak mata,bersentuhan juga menjadi hal yang natural yang terjadi untuk menunjukkan ketertarikannyakepada pasangan dan menunjukkan kebersamaan mereka.Pasangan kekasih umumnya dilandasi saling pengertian terhadap satu sama lain.Tuntutan akan perhatian yang lebih, komunikasi yang intens, serta komitmen dalamberhubungan merupakan beberapa hal yang mampu membuat keduanya menjadi lebih dekatdan lebih mengenal satu sama lain. Namun dalam menciptakan kondisi seperti ini bukanlahsuatu hal yang mudah sehingga memungkinkan munculnya konflik yang pada akhirnya akanberdampak hingga adanya pemutusan hubungan.Penelitian ini akan mencoba mendeskripsikan komunikasi antarpribadi yangdilakukan dalam pengelolaan hubungan asmara jarak jauh mahasiswa kedinasan AkademiKepolisian serta mengetahui cara pengelolaan konflik dalam hubungan asmara yangdilakukan oleh mahasiswa kedinasan Akademi Kepolisian dengan pasangannya.II. Kerangka Teori dan Metode PenelitianHubungan yang terbentuk oleh dua individu yang saling jatuh cinta ini merupakanhubungan antarpribadi yang berkembang, dipelihara, dan terkadang juga bisa hancur melaluikomunikasi. Sementara Beebe (2005:278) menyatakan tentang the triangular theory of love(teori segitiga cinta), dimana terdapat tiga dimensi yang dapat digunakan untukmendeskripsikan beberapa variasi dalam hubungan percintaan yaitu intimacy (kedekatan),commitment (komitmen), dan passion (gairah).Pengaruh media komunikasi seperti internet pada keintiman pasangan mampuberperan baik. Computer-mediated communication (CMC) atau komunikasi melaluikomputer merupakan bentuk komunikasi diantara orang-orang melalui media komputer,termasuk e-mail, chat room, bulletin boards, dan grup berita (Beebe, 2005:359).Dalam long distance relationship, terdapat pertukaran informasi yang dilakukan olehpasangan untuk memelihara kualitas hubungan yang dijalaninya, baik itu dengan mencariinformasi mengenai pasangannya atau bagaimana individu mengungkapkan berbagaiinformasi tentang dirinya. Interaksi dalam self disclosure yang dilakukan oleh pasanganadalah dengan melihat keluasa serta kedalaman topik informasi. Hubungan asmara hampirsama halnya dengan hubungan persahabatan, dimana hubungan ini memiliki pertukaraninformasi yang stabil. William Rawlins menyatakan mengenai empat prinsip dalamdialektika persahabatan, untuk mengelola komunikasi diantara individu yang terlibat.(Littlejohn, 1999:272-273)Social exchange adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa orang-orang membuatkeputusan dalam hubungan dengan memperkirakan serta membandingkan antara imbalan danbiaya. Pada Interpersonal Communication: Relating to Others dinyatakan bahwa dalam longdistance relationship, putusnya hubungan asmara dapat terjadi ketika biaya yang dikeluarkanlebih besar dibandingkan dengan imbalan yang didapatkan dari komunikasi yang hanyasebentar. Begitupun sebaliknya, hubungan dapat terus berlanjut dan konflik dapatdiminimalisisr. Sedangkan dalam pengelolaan konflik yang dilakukan adalah secara attribute,dimana individu menentukan bagaimana perilaku atau sikap saat konflik di dalam hubunganterjadi.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif, yang akan memahamipengalaman individu dan pasangan ketika menjalani hubungan jarak jauh. Subjek penelitianadalah mahasiswa kedinasan Akpol dan pasangannya.III. Hasil PenelitianHasil temuan penelitian menunjukkan adanya upaya yang dilakukan oleh informandalam melakukan pengelolaan hubungan. Pengalaman dari individu yang didapatkan darihasil penelitian dikelompokkan dalam tematik sebagai berikut.1) Frekuensi komunikasi yang berlangsungJumlah komunikasi yang dilakukan oleh pasangan yang lebih senior tentunya lebihbanyak dibandingkan dengan pasangan yang junior. Terlebih lagi pada saat awal menjalaniLDR, pasangan taruna paling junior bahkan harus menunggu enam bulan sama sekali tidakberkomunikasi. Waktu pesiar yang tidak lama membuat mereka memerlukan mediakomunikasi yang dapat menyampaikan informasi yang diinginkan dan segera mendapatkanumpan balik secara langsung. Informan taruna senior mencoba setiap fasilitas yang mampudigunakannya untuk dapat berkomunikasi dengan pasangannya. Pasangan jarak jauh jugalebih memilih media komunikasi skype karena dapat sedikit menggantikan pertemuan nyatamereka. Dalam pengelolaan komunikasinya, taruna-taruna junior memiliki cara-cara agardapat menggunakan alat komunikasi. Cara tersebut bahkan membuat mereka beranimelakukan pelanggaran peraturan Akpol.2) Durasi komunikasiMinimnya frekuensi komunikasi yang dapat dilakukan pasangan tingkat 1 dan 2memiliki waktu yang singkat pula dalam berkomunikasi. Dalam waktu yang begitu singkat,bahkan informan hanya mengatakan kabar dan salam tanpa mendapat umpan balik. Seluruhinforman baik, menggunakan waktu pesiar untuk menelepon pasangannya masing-masing.Namun di tengah kesibukan pekerjaannya, pasangan juga masih memanfaatkan waktukomunikasi yang ada untuk saling menghubungi.Para informan sama-sama memiliki tema-tema yang lama dibicarakan. Selama waktupesiar, Seluruh informan menjadikan kegiatan sehari-hari mereka sebagai tema yang selalumengambil waktu paling banyak. Tema tersebut sebagai ganti dari komunikasi yang tidakmampu mengcover seluruh komunikasi mereka selama satu minggu sebelumnya.3) Intensitas pertemuanSetelah pertemuan pun mereka juga masih harus bersembunyi agar tidak bertemu dengansenior-senior. Adanya hierarki di dalam Akpol membuat informan taruna junior tidak maubertemu seniornya saat berada di luar kampus Akpol. Intensitas pertemuan yang sangatminim juga menjadi suatu hal yang menarik. Dalam waktu hampir setahun menjadi pasangan,informan taruna senior hanya mendapatkan kesempatan dua kali bertemu. Kesempatanbertemu itu juga tidaklah lama, membuatnya sungkan ketika bertemu dengan pasangannyapertama kali.4) Komunikasi verbal dan nonverbal yang berlangsungRasa sayang dan cinta yang diungkapkan oleh bukan hanya ungkapan dalam bentukverbal. Perasaan tersebut ditunjukkan dengan berusaha untuk memberikan kejutan atauhadiah kepada pasangannya. Selain itu, saat mendapat kesepmatan juga dimanfaatkan denganmenghabiskan waktu berdua. Interaksi fisik yang sering dilakukan adalah hal sewajarnyaseperti menggandeng tangan pasangannya karena sebagai kekasih juga memiliki tugas untukmenjaga wanitanya.Informan menyatakan bahwa selama pertemuan saat pesiar ia tidak dapat melakukan halhalseperti pasangan lain pada umumnya. Mereka tidak pernah jalan-jalan di Mall atau ketepat-tempat keramaian. Saat berdua pun mereka tidak bisa dengan bebas bermesraan sepertiorang pacaran pada umumnya. Kegiatan mereka seringkali dibatasi oleh aturan yangmengikat.5) Pengungkapan diriTerbatasnya waktu komunikasi membuat kesempatan yang ada untuk salingmenghubungi juga sangat kurang. Mereka merasa komunikasi yang ada masih sangat kurang.Jarangnya pertemuan juga mempengaruhi bagaimana mereka melakukan self disclosure satusama lain. Dalam hubungan jarak jauh yang dijalani, pasanga memiliki rasa percaya antarasatu sama lain. Akan tetapi, mereka merasa bahwa pasangannya mengetahui dengan pastikegiatan yang dilakukan karena mereka sering menceritakan apa-apa saja yang dilakukanselama satu minggu. Tidak semua masalah diungkapkan oleh taruna kepada pasangannya.Para informan taruna dari penelitian ini sepakat tidak pernah menceritakan mengenaikehidupan di Akpol. Banyak yang mereka tutupi tentang kehidupan di asrama. Sebagianbesar yang diceritakan kepada pasangan masing-masing adalah hal-hal umum yang dapatdiketahui pihak luar.6) Kecurigaan dan prasangka yang dialami selama LDRMinimnya komunikasi dan jarangnya pertemuan secara langsung, menimbulkan rasacuriga dan prasangka dari tiap-tiap pasangan. Pasangan selalu ingin tahu dan merasa harustahu tentang apa yang dialami oleh pasangannya. Biar bagaimanapun, pasangan yang beradadi dunia luar dan ia pula yang lebih sering bertemu dengan banyak orang. Akan tetapikecurigaan tersebut tidak sampai menumbuhkan sikap posesif.Konflik yang terjadi dalam hubungan mereka selalu memiliki alasan yang sama yaitukecurigaan satu sama lain. Rasa curiga dan prasangka tersebut muncul ketika waktu DwiKresna (Informan III) bisa menelepon pasangannya, pasangannya malah tidak menjawab.Waktu berkomunikasi hanya saat pesiar, namun pasangannya malah tidak ada, membuatkecurigaan tersebut muncul. Dwi Kresna (Informan III) menerka-nerka apa yang dilakukanpasangannya yang tidak menjawab telepon, terlebih lagi pada malam Minggu dimana anakmuda biasanya pergi keluar rumah.7) Rasa empati dan supportivenessSetiap pasangan pasti memiliki setiap masalahnya sendiri. Dalam pemecahan tersebut,seringkali seseorang melibatkan orang lain hanya untuk mencurahkan keluhan yangdirasakan atau perasaan yang mengganjal dirinya. Akan tetapi, saat orang terdekat tidak bisaselalu ada mendampingi, maka orang lain lah yang menjadi tujuan mencurahkan apa yangterjadi. Ketiga informan taruna dalam penelitian ini adalah pribadi yang cenderung tertutupmengenai masalah pribadi. Mereka tidak pernah menceritakan permasalahan kepada oranglain, terlebih jika menyangkut masalah hubungan asmara. Berbeda dengan pasangannya yangmemiliki orang lain untuk mencurahkan cerita atas masalah yang dihadapi, baik itu kepadateman dekat ataupun keluarga.8) Imbalan dan biayaMengenai biaya yang dikeluarkan selama dalam hubungan jarak jauh, pasangan samasamamemiliki pengeluaran yang cukup besar. Masalah biaya juga menjadi hal yangdipertimbangkan dalam hubungan mereka. Belum lagi kekecewaan yang harus dibayar jugakarena tidak jadi bertemu dengan pasangan. Selain biaya yang berupa material uang, bentukbiaya lain yang dikeluarkan oleh pasangan adalah bentuk biaya secara psikologis. Biayatersebut seperti upaya serta pengorbanan yang dilakukan. Memberikan prioritas kepadapasangan juga merupakan salah satu bentuk biaya dari hubungan asmara yang dijalani parainforman seperti menggunakan sebagian besar waktu cuti atau libur bersama pasangannyadibanding dengan keluarganya di rumah. Saat mendapatkan kesempatan untukberkomunikasi, informan juga lebih sering menghubungi pasangan daripada menghubungikedua orangtuanya.Ada biaya yang dikeluarkan, ada pula imbalan yang didapatkan. Imbalan tersebut tidakhanya berupa apa yang secara langsung diinginkan dari hubungan dan dari pasangan. Salahsatu yang merupakan imbalan adalah masa depan hubungan serta sikap pasangan agar selalumengerti keadaan dan keterbatasan pasangan mereka yang berstatus sebagai taruna Akpol.9) Jenis konflikPenyebab utama konflik pada pasangan seringkali karena kurangnya pengertian. Namun,sejauh ini, konflik-konflik tersebut bisa diatasi oleh keduanya dan mereka selalu bisa kembalimenjadi lebih baik setelah pertengkaran. Konflik-konflik kecil juga terjadi pada hubungandipicu oleh rasa curiga satu sama lain karena tidak ada kabar saat hari pesiar. Akan tetapi,walaupun mereka sering mengalami kecurigaan dan prasangka satu sama lain, intensitaskonflik dalam hubungan mereka tidak sering terjadi bahkan jarang. Selain konflik tersebut,konflik yang terjadi kemudian adalah konflik besar yang tidak pernah dicari solusinya.Sehingga konflik itu pula yang mengantarkan hubungannya ke arah pemutusan hubungan.10) Pengelolaan konflikPada konflik kecil yang pernah terjadi, menyelesaikan dengan pasangannya denganmengakui kesalahan masing-masing, dan berkompromi. Walaupun pada awalnya pasangancenderung menghindar. Kekecewaan atas kepercayaan dan kesetiaan yang telah diberikanjuga hilang karena hadirnya pihak ketiga sehingga tidak ada penyelesaian untuk masalahberat seperti itu. Tiap informan memiliki pandangan yang berbeda atas hadirnyapermasalahan dan konflik dalam hubungan mereka. Konflik bisa sebagai pengingat bagidirinya untuk melakukan evaluasi dalam hubungan. sedangkan pasangan lain memilikipandangan berbeda berdasarkan pengalamannya. Menurutnya, konflik yang pernah adadalam hubungannya membuat ia lebih berhati-hati dalam mempercayai seseorang dan lebihberpikir panjang ketika akan memutuskan untuk kembali berkomitmen. Kepercayaan diantarapasangan juga harus lebih ditingkatkan karena seperti itulah resiko hubungan jarak jauh.11) Komunikasi pasca konflikPasca konflik terjadi, introspeksi yang dilakukan adalah dengan meminta pendapat dariteman satu asramanya. Sedangkan bagi pasangan yang tidak pernah mengalami konflik,mereka tetap melakukan antisipasi dengan terus menjaga komunikasi tetap baik. Merekatidak ingin ada lagi orang-orang iseng yang ikut campur dan mengganggu ketenanganhubungan mereka.IV. PembahasanUpaya komunikasi dilakukan oleh pasangan untuk mengoptimalkan frekuensi, durasi,dan intensitas pertemuan selama berhubungan jarak jauh. Pada komunikasi yangmenggunakan computer-mediated, ada kelemahan yang dapat menimbulkan ketidakpuasandibandingkan dengan komunikasi secara tatap muka. Isyarat nonverbal yang tidak dapatterbaca secara lengkap, peran kata-kata tertulis yang memiliki dampak besar dalam pesan,serta waktu yang lama saat merespons pesan menjadi kelemahan dalam CMC. (Beebe,2005:360-361)Mengelola komunikasi adalah faktor paling penting dalam mendukung suatuhubungan yang kuat, bahkan yang melewati jarak jauh. Semakin seseorang terbuka dan jujurdalam menjaga komunikasi, maka akan semakin sama kualitasnya pada hubungan jarak jauhdibanding hubungan jarak dekat. (Beebe, 2005:319)Hal-hal yang terkait dengan adanya kepercayaan, kepedulian, kejujuran, sikap salingmendukung, pengertian, dan keterbukaan. Indikasi pada intimacy itulah yangdikomunikasikan oleh pasangan hubungan jarak jauh. Sedangkan commitment yang diambiladalah komitmen pasangan untuk saling setia dan berupaya menghadapi kendala-kendaladalam hubungan mereka. Selain itu, rasa rindu juga menjadi hal paling utama yang ada dalamhubungan jarak jauh karena minimnya waktu yang dapat dihabiskan bersama.Bentuk tulisan, gambar, serta foto yang saling ditukarkan oleh informan dapat masukke dalam istilah emoticons. Orang-orang mengekspresikan perasaan cinta, dan benci sertapengalaman hubungan jarak jauh baik dalam konteks tatap muka atau mediatedcommunication.Dalam mediated-communication berbasis teks, bentuk paralinguistik sepertihuruf kapital, huruf tebal, maupun miring digunakan untuk menggarisbawahi arti ataumemberikan tekanan pada kata dan emoticons juga digunakan secara luas. (Konijn, dkk,2008:108). Komunikasi nonverbal hanya nampak ketika terjadi pertemuan diantara pasanganyang menjalani LDR. Bentuk-bentuk interaksi nonverbal yang dapat dijelaskan dalamtemuan penelitian adalah bentuk komunikasi nonverbal seperti kinesics dan proximate.Pasangan tetap memiliki area public dan juga area private walaupun mereka beradapada tahap keintiman yang tinggi. Permasalahan tersebut tidak diceritakan karena lembagapendidikan mereka mendidik untuk tidak menceritakan semua yang terjadi di dalamkehidupan pendidikan kepolisian. Panjang atau lamanya waktu yang digunakan seseorangakan menentukan kemungkinan banyaknya informasi dan pengungkapan diri yang dilakukan.(Budyatna&Ganiem, 2011:48)Imbalan dan biaya yang diharapkan oleh para informan adalah mengenai perkiraan(forecast), yaitu bagaimana proyeksi dan prediksi atas hubungan yang sedang dijalani danbagaimana potensi hubungan tersebut di masa depan. Bentuk biaya adalah pengorbanan sertaperhatian dan kesetiaan yang dimiliki oleh pasangan. Sedangkan imbalan adalah harapanmereka atas pasangan dan hubungan mereka di masa depan.Ego yang muncul karena perbedaan antara harapan dan kenyataan yang terjadi padasuatu hubungan akan menyebabkan perselisihan yang berujung konflik. Dalam hubunganasmara jarak jauh yang dialami para informan, konflik yang terjadi umumnya adalahmengenai kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Selain itu, kecurigaan dan prasangka jugamenjadi pemicu adanya konflik pada pasangan. Apabila pada suatu hubunganmemperlihatkan tanda-tanda memburuk tetapi masih ada komitmen kuat pada kedua pihakuntuk mempertahankannya, mereka akan mengatasi hambatan dan memperbaiki keadaan.(Devito, 1996:252)Ketika terjadi permasalahan dalam sebuah hubungan, Beebe dan Redmond(2005:335-336) menyatakan bahwa seseorang mempunyai tiga pilihan dalam menghadapipermasalahan tersebut; menunggu dan melihat apa yang terjadi; membuat keputusan untukmengakhiri hubungan; atau mencoba memperbaiki hubungan. Pasangan yang berkonflikpernah sampai pada relational de-escalation yaitu di tahapan turmoil atau stagnation.Tahapan tersebut menunjukkan bahwa konflik meningkat dan partner menemukan kesalahanyang lainnya. Namun demikian, setelah konflik tersebut pasangan mampu menyelesaikannyadengan kooperatif sehingga kembali pada tahapan intimacy. Komunikasi yang terjadi pascakonflik pun kembali pada keintiman yang tinggi.V. KesimpulanPengelolaan komunikasi yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan komunikasimelalui telepon hanya saat hari pesiar (Sabtu atau Minggu). Pengungkapan diri juga lebihdioptimalkan saat pertemuan yang terjadi. Jika mendapat kesempatan, mereka selalumenghabiskan waktu bersama untuk update kabar masing-masing tanpa ada persoalanpribadi yang ditutup-tutupi. Komunikasi yang sering dilakukan oleh dengan menggunakanhandphone dan media internet seperti facebook, e-mail, Line, ataupun Skype. Seringkaliperaturan dilanggar dengan mencuri kesempatan menggunakan alat komunikasi di dalamkampus Akpol. Hadiah dan gambar yang sering dikirimkan kepada pasangan merupakanbentuk komunikasi nonverbal yang dilakukan untuk mengungkapkan perasaan yang dapatmenguatkan hubungan. Tingginya supportiveness dan rasa saling percaya yang dimiliki olehpasangan ini membuat hubungannya dapat bertahan lama.Konflik yang sering terjadi dalam hubungan karena adanya kesalahpahamankomunikasi serta pihak ketiga yang datang ke dalam hubungan. biasanya, jika konflik sudahmulai naik, pasangannya cenderung menghindar. Ia tidak mau berkomunikasi denganinforman taruna tingkat 1. Penyelesaian masalah dalam konflik tersebut biasanya dilakukansecara kooperatif saat emosi keduanya mulai menurun. Sedangkan konflik kecil yang seringterjadi dalam hubungan informan taruna tingkat 2 disebabkan adanya kecurigaan. Kejujuran,rasa saling percaya, dan pengertian dapat menjadi kunci dalam hubungan jarak jauh yangmemiliki banyak kendala.Daftar PustakaBeebe, Steven A., Susan J. Beebe, and Mark V. Redmond. 2005. InterpersonalCommunication : Relating to Others. 4th ed. Boston: Allyn and Bacon.Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem. 2011. Teori Komunikasi Antarpribadi.Kencana: Jakarta.Cupach, William R. And Daniel J. Canary. 1997. Competence in Interpersonal Conflict.USA: Waveland Press, Inc.Devito, Joseph A. 1996. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Profesional Books.Konijn, Elly A. dkk. 2008. Mediated Interpersonal Communication. New York: Routledge.Littlejohn, Stephen W. 1999. Theories of Human Comunication. USA: WadsworthPublishing Company.West, Richard dan Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi: Analisis danAplikasi (Buku 1). Jakarta: Salemba Humanika.
PDAM TIRTA MOEDAL’S MEDIA RELATIONS ACTIVITIES Imron, Saiful; Naryoso, S.Sos, M.Si, Agus
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.376 KB)

Abstract

Background of this research are focuses on media relations activities of PDAM Tirta Moedal thatt only aimed for the journalists that are work together with PDAM Tirta Moedal, also there are possibilities of difference in point of view from public relations officer towards some good development attempts of media relations to the mass media. This research’s aims is to get knowing the activities of PDAM Tirta Moedal Public Relation’s media relations. This research uses qualitative descriptive method. Researchers collected data by conducting interviews with the PDAM Tirta Moedal’s Head of Sub Division Public Relations which can be used as a key informant because it has a close relationship with the object of research, as well as an interview with a journalist who have experience covering news in PDAM Tirta Moedal. Based on the research results, it can be conclude that to conduct media relations activities, Public Relations of PDAM Tirta Moedal is using the principle of understanding and serving the media, as well as building a reputation as a party that is open to the media. Media relations activities conducted by PDAM Tirta Moedal like media gatherings, press conferences, press releases, and press interviews. The existence of the harmonious relationship between PDAM Tirta Moedal’s Public Relations with the media will create a situation of mutual respect for one another.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS BERMAIN GAME MOBILE LEGEND DAN PENGAWASAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU AGRESIF VERBAL PADA ANAK REMAJA Wibisono, Andika; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.83 KB)

Abstract

The development of technology is growing rapidly, especially in online video games and has an impact on the players, especially in adolescents. With the supervision of parents, it becomes the basis for reducing negative impacts such as aggressive created by violent video games. The purpose of this study was to determine the relationship between the intensity of playing mobile legend and parental supervision with verbal aggressive behavior in adolescents. In determining the hypothesis to be used, this study uses the theory of General Aggression model (GAM) and parental mediation with the Interaction Restrictions model. The study population was teenagers aged 16-18 years in the city of Semarang who played the Mobile Legend game. Based on the results of hypothesis testing carried out using Kendall's Tau b, the results show that: the significance value and correlation (H1) generated from Kendall's Tau b test results using SPSS obtained a significance value of 0.001 (where the significance level is smaller than 0.01 (≤ 1 %)) and the correlation coefficient value is 0.771 which shows that the relationship between variables has a positive correlation, and the level of the relationship is proven to be positively strong. Thus indicating that these results can be concluded. While the significance value and correlation (H2) generated from the results of testing Kendall's Tau b using SPSS obtained a significance value of 0,000 (where the significance level is smaller than 0.01 (≤ 1%)) and the correlation coefficient value is 0.782 which indicates that the relationship between variables have a positive correlation, and the level of the relationship is positive and strong. Thus indicating that these results can be concluded.
Hubungan antara Intensitas Mengakses Informasi Pariwisata Akun Instagram @indtravel dan Intensitas Komunikasi Word of Mouth dengan Minat Wisatawan Mancanegara Berkunjung ke Indonesia Arum Fatimah, Zahra; Naryoso, Agus
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.21 KB)

Abstract

Tourism industry is among the fast growing industry in Indonesia. The previous studies and surveys found that social media and word-of-mouth are usually used by tourists to look for information and recommendations about tourim destination and other tourism related information. This study aims to analyse the relation between intensity of accessing tourism-related information on @indtravel and word-of-mouth communication to the intention of foreign tourists to visit Indonesia. This explanatory-quantitative research used the basic concept of Theory Reasoned Action, Computer Mediated Communication (CMC) Model, and Theory of Uses and Gratification along with the previous journals to explain the relation between each of the independent variabels to the dependen variabel, which is the intention of foreigner to visit Indonesia. The data of the research was collected through online questionnaire, with the targeted sample size of 75 respondents. The method for the sampling technique is purposive sampling since the respondents are chosen by the nationality and those who are actively following @indtravel on Instagram. The econometric computer software SPSS, is used to statistically analyzed the data collected through survey. The results of this study shows that there is a relation between the intensity of accessing tourism-related information on @indtravel and word-of-mouth communication to the intention of foreign tourists to visit Indonesia.
Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Program Directordan Divisi Production Director Ramada, Jaza Akmala; Naryoso, Agus; Lailiyah, Nuriyatul; Widagdo, M Bayu; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.041 KB)

Abstract

Masyarakat saat ini banyak yang telah melupakan sejarah, karena dianggap sebagai sesuatu yang membosankan. Padahal sejarah merupakan pengungkap identitas suatu bangsa, kota, dan daerah tertentu. Lopen Semarang sebagai komunitas pecinta sejarah di kota Semarang berupaya untuk mengajak masyarakat mencintai sejarah dengan melakukan penelusuran dan aksi pelestarian sejarah. Akan tetapi komunitas Lopen Semarang kurang begitu dikenal di publik, sehingga kesulitan dalam upaya mengajak masyarakat tersebut. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentu. Wujud dari karya bidang ini adalah sebuah rangkaian acara kampanye event‘Semarang Historie’ yang terdiri dari acara Roadshow, Press Conference, Histography, Journalist Writing & Photo Contest, Semarang Heritage Race,dan Awarding Night. Pemilihan kegiatan ini didasari atas message “Menjelajahi masa lampau dengan hal-hal kekinian”. Oleh karena itu program-program ini sangat berkaitan dengan gaya hidup dan interestanak muda masa sekarang. Pesan ini diterapkan ke seluruh elemen program, konsep desain, dan produksi. Sebagai Program Directordan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan program dan pembuatan konsep produksi secara keseluruhan. Hasilnya, kampanye eventSemarang Historie ini efektif untuk mengedukasi peserta mengenalkan cara yang mudah dan fundalam melakukan aksi pelestarian sejarah kota Semarang. Selain itu, publisitas yang didapatkan selama pelaksanaan acara Semarang Historie terbukti mampu membuat komunitas Lopen Semarang menjadi lebih dikenal di publik dan juga mendapatkan tambahan beberapa anggota. Untuk kedepan, Lopen Semarang perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu beberapa acara Semarang Historie. Kata kunci : Sejarah, Branding, Komunitas.
PENGGUNAAN SIMBOL VERBAL DAN NONVERBAL DALAM PEMELIHARAAN HUBUNGAN ASMARA PASANGAN DISABILITAS INTELEKTUAL Susanto, Velina Prismayanti; Herieningsih, Sri Widowati; Naryoso, Agus; Rakhmad, Wiwid Noor
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.563 KB)

Abstract

Penyandang disabilitas intelektual menjelaskan kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata-rata normal yang menyebabkan kemampuan anak terbatas dalam hal perilaku adaptif, perkembangan bahasa, dan kemampuan dalam interaksi sosial. Pada dasarnya penyandang disabilitas intelektual juga mengalami masa puber ketika menginjak usia remaja sehingga memiliki hasrat untuk mengenal lawan jenis dan menjalin hubungan asmara. Dengan keterbatasan intelektualnya, pasangan disabilitas intelektual sering mengalami inkonsistensi antara pesan verbal dan nonverbal yang memicu konflik dalam hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemeliharaan hubungan pasangan disabilitas intelektual ringan melalui penggunaan simbol verbal dan nonverbal. Teori Interaksi Simbolik, Teori Pemeliharaan Hubungan, Teori Dialektika Relasional dan Teori Manajemen Privasi Komunikasi menjadi landasan yang digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologiuntuk mengungkapkan pengalaman unik subyek penelitian, yaitu 1 pasangan disabilitas intelektual yang menjalin hubungan asmara. Metode pengumpulan data yaitu observasi pastisipatif dan wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan asmara pasangan disabilitas intelektual dibatasi oleh aturan di lingkungan mereka yang memberikan pengaruh terhadap setiap perilaku komunikasi verbal dan nonverbal antar pasangan. Pemeliharaan hubungan pasangan disabilitas intelektual ringan dilakukan dengan cara menjaga komunikasi, komitmen dan kepuasan hubungan. Komitmen di dalam hubungan dijaga melalui komunikasi yang konsisten, baik secara verbal saat bertatap muka maupun nonverbal seperti sentuhan fisik, gerakan dan ekspresi wajah, serta kontak mata. Pasangan disabilitas intelektual ini juga saling merasakan kepuasan selama menjalin hubungan asmara dan terbuka satu sama lain mengenai hal-hal umum yang dialami pasangan. Pasangan disabilitas intelektual mengelola konflik dengan cara menghindari hal-hal yang memicu konflik, menghindar dari pasangan saat terjadi konflik, secara alamiah melupakan konflik, dan menghadirkan pihak ketiga. Pasangan disabilitas intelektual pun mampu mengelola informasi privat dan publik untuk menghindari konflik. Pasangan disabilitas intelektual bertindak sesuai dengan keinginan dari dalam dirinya sesuai dengan karakter keterbelakangannya. Kata Kunci : Disabilitas, Pemeliharaan Hubungan, Hubungan Asmara
INTERPERSONAL COMMUNICATION STRATEGY FOR MAINTAINING POST-VIOLENCE RELATIONSHIP AULIA NURHASANAH, LISTIA; Naryoso, S.Sos, M.Si, Agus
Interaksi Online Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.43 KB)

Abstract

Annual Notes (CATAHU) 2016 The National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan) shows that dating violence continues to increase from year to year. The fact that dating violence does not yet have a strong legal protection like domestic violence is what keeps many cases of violence going on and destroying courtship relationships. But in fact, many couples who have experienced violence but still able to maintain their relationship until now. Research that aims to know about interpersonal communication strategy to maintain the relationship of courtship after violence uses a qualitative descriptive approach with interpretive paradigm to help interpret and understand attitudes. This study uses a phenomenological approach, with Dating Violence Theory, Interpersonal Communication Theory, Conflict Attribution Theory, Relational Maintenance Theory, and Emotion and Communication Theory. The study will be conducted on six people (3 pairs) of informants, which is composed of dating partner with 1 year long relationship, couple with 2 years long relationship, and couple with 6 years relationship. The results of this study all couples have experienced violence both psychic, physical and sexual, but in psychic violence not all dating partners are aware when doing or becoming victims of violence. Both women and men in this study had been perpetrators or victims of psychic and physical violence in courtship. However, this study revealed that only the women who ever felt to get the act of sexual violence from their partners, that is when felt forced to respond to sexual desire from their partners. They claim to continue doing it because they feel obliged to satisfy the sexual desires of their partners. Communication strategies conducted by courtship who have experienced violence through verbal and novetic communication activities are very important and necessary in maintaining courtship relationships woven. In addition to helping cure the pain of violence, spending time together to hangout and telling strories can be a nurturing in the affection and quality of post-violence relationships. Keeping the rules together, keeping commitments, resolving conflicts with openness, seeking win-win solutions, controlling emotions, mutually memorizing, always be there for each other, giving surprises to please couples, Hearing complaints and giving support to each other can also be an effort that couples make to maintain relationships.
Resistensi terhadap Konstruksi Gender Dominan dalam Yaoi Fanfiction Naruto Royal Revenge Nisa, Mujahidah Amirotun; Naryoso, Agus; Rahardjo, Turnomo; Dwiningtyas, Hapsari
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.524 KB)

Abstract

Konstruksi gender dominan dalam masyarakat membagi peran gendertradisional antara laki-laki dan perempuan. Media massa mainstream seringkali merepresentasikan wanita sebagai pihak inferior dan menjadi objek tatapan dari laki-laki. Salah satu jenis media yang seringkali mengobjektivikasi wanita adalah manga atau komik yang berasal dari Jepang. Para penggemar wanita berusaha melawan konstruksi gender tersebut dengan menggunakan yaoi fanfiction yang tersebar di internet. Yaoi fanfiction yang mengomodifikasikan homoerotisme ini merupakan ekspresi wanita mengenai hubungan yang setara di antara dua individu.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana bentuk resistensi terhadap konstruksi gender dominan yang dimunculkan dalam teks yaoi fanfiction Naruto Royal Revenge karya Fro Nekota, serta mengungkap gagasan residual konstruksi gender yang masih muncul di dalamnya. Teori yang digunakan adalah Teori Resistensi Hidden Transcript James C. Scott. Metode yang digunakan adalah analisis semiotik naratif A.J. Greimas yaitu dengan menganalisis struktur luar dan struktur dalam cerita untuk mendapatkan ideologi dominan yang terdapat di dalam teks.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk-bentuk perlawanan yang berusaha dimunculkan dalam yaoi fanfiction. Resistensi ini muncul dalam aspek sosial, seksual, gender, institusi, ranah publik, dan komodifikasi homoerotis. Hubungan homoseksual yang dimunculkan di dalam yaoi fanfiction menjadi penyalur frustasi wanita terhadap konstruksi gender yang membatasi seksualitas wanita. Namun jika dicermati lebih kritis, resistensi yang berusaha ditampilkan tersebut justru balik menyerang wanita. Realitas baru yang berusaha ditampilkan justru melahirkan dominasi baru yang pada akhirnya tetap mengopresi salah satu pihak. Residu nilai-nilai heteroseksual masih muncul sebagai bagian dalam budaya dominan. Pada akhirnya, resistensi yang muncul dalam Royal Revenge adalah resistensi semu.
Co-Authors Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Saputro, Topo Adi Sukma Waldi Adita Nicko Besari, Adita Afny Khotiatina Afrida Renindyana Putri Agnesya Putri Winanda Ahmad Jailani Siregar Ahmad MAULANA Ahmad Mulyadi Ahyar Yuniawan Aini Fathuningtyas, Maghfira Ainurizaq Putri Aria Santi Al Ghifari, Rafdil Alam Tonggak Amarta Aldha Wulan Nugraheni Aldi Atwinda Jauhar Aldiansyah, Duvit Aldila Leksana Wati Alif Ardhi Wijaya Alifati Hanifah Alisha Mumtaz, Farah Ambar Rakhmawati Amelia Monica Amida Yusriana Amida Yusriana Aminuyati Amrina, Afrilla Anastasia Betsy Palupi Andhika Putra Nugraha Andika Al Hakiem, Muhammad Angelika Putri Ariyani Anggia Anggraini Anggita Muti Arani Zulaikho Anggita Primartiwi Anindhita Puspasari Anindya Ratna Pratiwi Anisa Citra Mahardika Annisa Aulia Mahari Anugrah Beta Familio Anunsiata Vanda Sanderiana Apriani Rahmawati Apriliansyah, Dimas Arbi Azka Wildan, Arbi Azka Ardelia Fitriani, Neysa Arditya Drimulrestu Arifa Rachma Febriyani Arifa Rachma Febriyani Arum Fatimah, Zahra Arum Putri Anjaly Asri Rachmah Mentari Astifah Asdir Atasa Yudha Ergana Atina Primaningtyas Audrey Marsanda, Marchella Audrey Nathania Priscilla Karundeng AULIA NURHASANAH, LISTIA Auralia Wahyu Pradipta Aurisa Hangesti Putri Ayu Emilia Kurniawati Azalea Puspa Sessarina Azka Tsania Yahdini Bagas Satria Pamungkas Basir, Rafi Usman Bayu Bagus Panuntun Bayu Vita Al Hayuantana, Bayu Vita Beta Himawan Putra, Beta Himawan Bintang Diega Pratama Budi Adityo Budiansyah, Dadan Charisma Rahma Dinasih Chykla Azalika Cipta Uli Mediana, Cipta Danieta Rismawati David Fredy Christiyanto David Fredy Christiyanto, David Fredy Debi Astari Decyana Ristiani Deni Arifiin Denta Iswara Kiranasari Setiaji Desy Nurulita Devi Yuhanita Qorina, Devi Yuhanita DHEARAMA FITRI, DHEARAMA Dimas Luky Endra Sadewo, Dimas Dimas Muhammad Dinda Dwimanda Wahyuningtias Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Djoko Setyabudi Dubha Kaldota Diptapramana Dwi Candra Rini Dwi Purbaningrum Dwi Purbaningrum, Dwi Dyah Pitakola, Dyah Dyah Woro Anggraeni Egi Famela Elbert Adinugraha Christianto, Anthony Elisabeth Diana Tindarana Elisabeth Naome, Elisabeth Elisabeth Putri Widasari Elisabeth Sianturi Endang Retnowati Endivi Reksi Novrinta Reksi Novrinta Eryke Pramestaningtyas Fajrina Aulia Arumdhani Fajru Akbari Putra Sinik, Fikri Falah, Moh. Imam Fajrul Febriyanti, RT Annisa feby mangireta . Felisitas Yolandita Suryo Kinasih Fetiyana Luthfi Prihandini Feyza Syifa Ashila Fitri Kaniyah Fitri Nur Hidayat Gabryella, Cathrine Gebiya Efriman Putri Ghaisani, Shabrina Ghozi Garbo Sumarsono Hafiz Maulana Sadiq Hanan Hauzan, Muhammad Hapsari Dwiningtyas Harry Vidita Eka Putra Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrianto Noor Ikhwan Hesti Rahmawati, Widiastri Hilal Al Roshid, Fhatwa Hosa Abirama Kalandara Hutauruk, Bagas Ilman Mursid Andaru Imam Dwi Nugroho Indah Pratiwi Intan Murni Handayani Irawati Sri Wulandari Irfan Zuldi Irine Rachmitasari, Irine IVON BAHARANI, IVON Jana Miani Ulfah Jaza Akmala Ramada Jeffry Septian Putra Jehovani Ratna Mourina, Stella Jessica Inez Indriani, Febronia Joyo NS Gono Joyo Nur S Gono Joyo Nur Suryanto Gono Joyo Nur Suryanto Gono Joyo Nur Suyanto Gono Juita Putri Tristanti, Juita Junelsa Panggalo Kaloka, Rintulebda A. Karina Desi Hariyanto Kartika Ayu Pujamurti Kevin Surya Laksmana, Muhammad Khairunnisa Azizah Khalwah Nabilah Ustushfia Khansa Faadilah Kiky Rizkiana Laeis, Zuhdiar Lintang Ratri Rahmiaji Lintang Ratri Ramiaji Lizzatul Farhatiningsih Lovegi David Sanjaya, Lovegi David Lutfi Oktavia Dewi M Bayu Widagdo M Yulianto M. Ikhlasul Amal Maghfira Ainun F. Maharani Harris, Marsya Manggala Hadi Prawira Maria Elgyptya Assegaff Marlia Rahma Diani Marshanda Putri, Tyara Martha Caesarin Putri Yulinta Maya Puji Lestari Melinda Ayu Santosa Mellisa Indah Purnamasari Mia Michaela Michael Lucky Ananda Mj Rizqon Hasani, Mj Rizqon Much Yulianto Much Yulianto M.Si Much Yulianto M.Si, Much Yulianto Much. Yulianto Muchamad Yuliyanto Muchamad Yuliyanto Muchamad Yuliyanto Muhammad Haikal, Khan Muhammad Kholis Nuha Muhammad Raihan Alifiardy Mujahidah Amirotun Nisa Mustika Berlinda, Lisa Nabila Rezki, Anisa Nabila, Nisrina Laila Nadhif Zufar Faizal, Sulthan Nadia Audy Janatun Adn Nadia Dwi Agustina Nadin Khairun Nisa Nadya Putri Arnolia Naili Farida Nanda Immanuella Natasya Elizabeth Nimas Sintha Naurisma Ninda Nadya Nur Akbar Novia Widiastuti Novita Wulandari NS Gono, Joyo Nur Suryanto Gono, Joyo Nurayyan, Amanda D Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Suraya Ulfa Nurriyatul Lailiyah Nurul Hasfi Oithona Gracelia R. Hutabarat, Oithona Gracelia R. Phopy Harjanti Bulandari Pinondang Caroline, Andrea Primada Qurrota Ayun Primada Qurrota Ayun Primada Qurrota Ayun Primada Qurrota Ayun, Primada Qurrota Putri Susiandi, Alya Qurrota Ayun, Primada Radhityo Ryandhika Rakadiputra Rahmanuz Zidan, Aimar Rahmi Hayati Rakanita Oktaviani Hadi Saputri Rakasiwi Oktaviana Hadi Saputri Rasyid Farhan Taufik, Mohammad RATIH KHOIRUNNISA Raynaldo Faulana Pamungkas Razan Fathantra, Ryan Renindyana Putri, Afrida Retno Wulandari Retno Wulandari Reza Andriana Dewanti Rian Irmawan Ribka Minatisari Sekeon Rifka Ayu Pertiwi Rintulebda A.K Rintulebda Anggung Kaloka Rizki Nuriandini Rizky F, Annisa Rizky Johanuari Putri Rony Kristanto Setiawan Rr Ratri Feminingrum S. Rouli Manalu Saiful Imron Sakinah KP, Dianti Santoso, Hedi Pudjo Saskia Elvira Saundra Centauria Selo Pangestu Imawan Sembiring, Rinawati Shabrina Farahzatu Ghassania Shahnaz Natasha Anya Shinta Maheswari, Irene Silvia Kartika C Dewi Silviana, Resy Siska Nofianti . Siti Ahmaniar Cahya Lestari Siti Ahmaniyar Siti Hawa . Somadi, Ayunda Fitria Sri Ageng Wirdhana Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Sri Widowati Herieningsih Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surya Prabhaswara, Fauzan Sutandi, Richard Jeremy Suwanto Adhi Tandiyo Pradekso Tantri Puji Widyasari Tatia Ridho Ramadhanti Taufik Suprihartini Tegar Tuanggana Teresia Kinta Wuryandini Tiur Agata, Elisa Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Turnomo Rahardjo U Simanullang, Friska Ulya Saida Velina Prismayanti Susanto Vinna Dewi Haryanti Wafda Afina Dianastuti Wahyu Tri Oktaviani Wening Jiwandaru Pradanari Wibisono, Andika Widya K. Siahaan Williams Wijaya Saragih Wiwid Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Wiwied Noor Rakhmad Wulan Ferra Safitri Xavera A, Patrick Yanuar Luqman Yekholia Maoureenth Priharjanto Yeni Setyowati Yenny Puspasari Yenny Puspitasari Yolan Enggiashakeh Soemantri yossie Christy Thenu Yossie Chrity Thenu Yuaristi Ekantina Yuliani Khoirun Nisaa Yulistra Ivo Azhari Yuliyanto, Muh. Zahra Natty Fakhrana Zamratul Khairani Z, Zamratul Khairani Zulinda Vidiatama