Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERBANDINGAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA DARI MASYARAKAT MAJEMUK KE MASYARAKAT MULTIKULTURAL Saddam, Saddam; Mubin, Ilmiawan; Mayasari S.W., Dian Eka; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Rahmandari, Ismi Arifiana; Risdiana, Risdiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3424

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan menyajikan konsep ke-Indonesia-an secara menyeluruh sejak sebelum merdeka hingga setelah kemerdekaan. Mengkaji sistem sosial budaya Indonesia zaman penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan dari konsep masyarakat mejemuk dan masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan library research. Data dikumpulkan menggunakan dokumentasi berupa buku, makalah, artikel, dan jurnal relevan. Analisis data menggunakan content analysis, untuk mendapatkan infensi valid dan dapat diteliti kembali berdasarkan konteksnya. Pengecekan antar pustaka dan membaca kembali pustaka dilakukan guna menjaga keaslian dan kesalahan hasil kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa penjajahan Belanda selalu diupayakan memperkuat dan membentuk lagi masyarakat Indonesia berdasarkan habituasi masing-masing antar suku, budaya, agama, dan adat-istiadat. Belanda menggunakan potensi yang ada dalam masyarakat untuk memperkuat maksud tertentu, hingga mengarahkan masyarakat Indonesia memperkuat kemajemukan. Masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang hidup secara berkelompok secara terpisah berdasarkan suku, agama, ras dan kelas sosial dengan corak khas tertentu. Rasialis menjadi hal yang dilestarikan dalam masyarakat majemuk secara mendasar. Masyarakat multikultural adalah suatu kondisi masyarakat majemuk yang telah tercapai sebuah keteraturan dan keharmonisan dalam masyarakat, dengan banyaknya diferensiasi sosial masyarakat tercipta suatu keharmonisan, saling menghargai, kesederajatan dan mempunyai kesadaran tanggungjawab sebagai satu kesatuan.Abstract: The purpose of writing presents the concept of Indonesia as a whole from before independence until after independence. Reviewing the Indonesian socio-cultural system during the Dutch colonial era and after independence from the concept of a rich society and multicultural society. This study uses library research. Data is collected using documentation in the form of books, papers, articles, and relevant journals. Data analysis uses content analysis, to obtain valid inferences and can be re-examined based on the context. Checking between libraries and rereading libraries is done to maintain the authenticity and errors of the study results. The results showed that during the Dutch colonial period was always sought to strengthen and reshape Indonesian society based on their respective habituation between tribes, cultures, religions, and customs. The Dutch used the potential in society to strengthen certain intentions, to direct the Indonesian people to strengthen diversity. Compound society is a society that lives in groups separately based on ethnicity, religion, race, and social class with a certain distinctive pattern. Racists are fundamentally preserved in compound society. A multicultural society is a condition of compound society that has been achieved a regularity and harmony in society, with much social differentiation of the community created a harmony, mutual respect, equality and awareness of responsibility as a whole.
PELATIHAN IMPLEMENTASI METODE CARD SORT PADA PROSES PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA Hafsah, Hafsah; Isnaini, Isnaini; Saddam, Saddam; Abisyofian, Abisyofian; Andini, Meli
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i3.25291

Abstract

Abstrak: Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan minimnya pengetahuan guru terhadap metode pembelajaran lain, termasuk metode card sort. Hal ini menyebabkan siswa merasa bosan dan kurang serius menerima pelajaran dengan metode pembelajaran yang monoton hingga berakibat pada menurunya presetasi belajar. Melalui kegiatan pelatihan implementasi metode card sort pada proses pembelajaran guru dan siswa ini harapkan memberikan solusi atas masalah yang di hadapi di Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan kegiatan yaitu: tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahapan pelaksanaan kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Tim dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini merupakan dosen dan mahasiswa Prodi PPKn UMMAT. Tim telah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan metode Card Sort, serta tim juga memiliki pengalaman dalam kegiatan-kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan sukses, mitra terlibat maksimal bahkan mitra menginginkan kegiatan PkM terus dilakukan setiap tahun terutama pembahasan tentang metode card sort pada proses pembelajaran guru dan siswa. Pelatihan metode card sort pada proses pembelajaran guru dan siswa mendukung tugas guru di era industry 4.0.Abstract: Teachers often use the lecture method in learning. This causes a lack of teachers' knowledge of other learning methods, including the card sort method. This causes students to feel bored and less serious about receiving lessons with monotonous learning methods, resulting in a decrease in learning performance. Through the implementation of the Card sort method in the learning process of teachers and students, it is hoped that it will provide solutions to the problems faced at the Boarding School Mu'allimin Muhammadiyah West Lombok. The activity is carried out through 3 stages of activities, namely: preparation, implementation, and evaluation stages. The stages of the implementation of the activity were carried out using the method of lectures, questions and answers, and simulations. The team in the implementation of this service activity is lecturers and students of the UMMAT PPKn Study Program. The team has experience in implementing the Card Sort method, and the team also has experience in Community Service activities. The activity was carried out smoothly and successfully, partners were involved to the maximum, and even partners wanted PkM activities to continue to be carried out every year, especially the discussion of the card sort method in the learning process of teachers and students. Training on the card sort method in the learning process of teachers and students supports teachers' duties in the industry 4.0 era.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Berfikir Kritis Siswa di Kelas Yuni, Yuni; Sajida, Hanna; Saddam, Saddam; Winata, Aliahardi; Astari, Wiya Mela; Mariyati, Yuni; Masyitah, Putri Maya
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.24618

Abstract

Abstrak: Metode diskusi adalah sebuah pendekatan dalam berkomunikasi yang melibatkan pertukaran ide, pendapat, dan informasi antara beberapa individu atau kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran metode diskusi dalam meningkatkan berpikir kritis siswa di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis diskusi memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan mereka dalam berpikir kritis. Diskusi memungkinkan siswa untuk aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dan menganalisis informasi sehingga membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara efektif. Peran guru sebagai fasilitator dalam mengelola diskusi, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan membimbing siswa dalam merespons informasi secara kritis sangatlah penting. Selain itu, siswa juga mengapresiasi manfaat diskusi dalam mendalami pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar dan melatih kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang efektivitas metode diskusi sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa di kelas.
Pendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan: Kajian Ontologis, Epistemologi dan Aksiologis Pedagogik M.Pd, Hafsah; Saddam, Saddam; Endang, Sri
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i2.21403

Abstract

Selama pandemi perguruan tinggi beralih dari pendidikan tatap muka ke jarak jauh melalui pembelajaran hybrida. Akibatnya, siswa pendidikan tinggi harus menggunakan sistem online tanpa persiapan yang memadai untuk berhasil dalam lingkungan belajar baru mereka karena tidak semua memiliki keterampilan mengatur diri yang cukup untuk pembelajaran online. Tujuan kajian ini adalah untuk menjelaskan pendidikan sebagai ilmu pengetahuan: kajian ontologis, epistemologi dan aksiologis pedagogik. Studi literatur review terkait filsafat pedagogik. Data yang dikumpulkan sebanyak 83 artikel terkait pendidikan sebagai ilmu pengetahuan: kajian ontologis, epistemologi dan aksiologis pedagogic. Artikel internasional terindeks sebanyak 26 artikel, artikel terakreditasi nasioanl 37 artikel dan prosiding nasional 5 artikel dan prosiding internasional 10 artikel. Pengumpulan data menggunakan observasi dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan mengumpulkan data, verifikasi data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa  perspektif ontologi, pedagogik berfokus pada esensi pendidikan, menggali hakikat dari fenomena pendidikan terkait asal-usul, eksistensi, dan tujuan hidup manusia.  Epistemologis mendasari nilai-nilai kebenaran dimana menjadi acuan dalam pengembangan ilmu, juga estimologi Pedagogik berfungsi sebagai dasar utama dalam pengembangan potensi intelektual. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang membahas nilai-nilai baik dan buruk serta aspek-aspek keindahan, memiliki relevansi penting dalam konteks pendidikan. Jadi kajian pedagogik sebagai pengembangan pembelajaran dalam filsafat pendidikan. During the pandemic, colleges shifted from face-to-face to remote education through hybrid learning. As a result, higher education students must use online systems without adequate preparation to succeed in their new learning environment. Not all have sufficient self-organizing skills for online learning. This study aims to explain education as a science: ontological studies, epistemological and pedagogic axiological. Review literature study related to educational philosophy. Data collected from as many as 83 articles related to education as a science: ontological studies, epistemological, and pedagogic axiological. International articles indexed as many as 26 articles, nationally accredited articles 37 articles, national proceedings five articles, and international proceedings ten articles. Data collection using observation and document analysis. Data analysis is carried out in the stages of collecting, verifying, reducing, and drawing conclusions. The results of this study show that the ontological and pedagogic perspective focuses on the essence of education, exploring the nature of educational phenomena related to the origin, existence, and purpose of human life. Epistemology underlies the values of truth, which are references in the development of science. Also, Pedagogical etymology serves as the primary basis for the development of intellectual potential. Axiology is a branch of philosophy that discusses good and bad values and aspects of beauty that are significantly relevant to education. So, academic studies as the development of learning in educational philosophy
URGENSI PEMAHAMAN WAWASAN NUSANTARA BAGI GENERASI MUDA DI ERA GLOBALISASI Saddam, Saddam; Dwi Sulystyaningsih, Naning; Ketut Sakawibawa, I Dewa; Arifiana Rahmandari, Ismi; Emiliyati
Madani : Journal of Social Sciences and Social Science Education Vol. 2 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/7mws6z65

Abstract

Abstract Globalization continues to develop and has a significant impact on human life, including the younger generation. Every aspect of life is influenced by social, economic, political and cultural aspects. Understanding the insight of the archipelago is very important in this day and age. where many negative impacts are caused and the lack of understanding of the archipelago's insight by the community, especially the current generation. Based on this, this research aims to provide an understanding to the younger generation of the importance of understanding the archipelago's insight. This research is a literature study that reviews and discusses previous research articles on the importance of understanding archipelago insight for the younger generation. the results obtained are that Archipelago Insight has an important role in realizing the same perception for all Indonesian citizens. Development and socialization of archipelago insight is very important for Indonesian citizens, especially for the younger generation today in the era of globalization which affects all aspects of life that can endanger the unity and integrity of the Indonesian nation.
Pelatihan Pengembangan Instrumen Afektif Dengan Software Lisrel 8.5 Untuk Guru Sma Muhammadiyah Mataram candra, candra; Saddam, Saddam
Abdi Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v5i1.5198

Abstract

Tujuan pelatihan pengembangan instrument secara umum adalah untuk memberikan pemahaman maupun kemampuan tentang cara mengembangkan instrument afektif dengan menggunakan program lisrel 8.50 kepada guru. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah SMA Muhammadiyah Mataram. Kegiatan ini dilakukan dengan metode Coaching (Pelatihan) untuk memberikan pengalaman langsung kepada guru tentang pengembangan instrumen. Berdasarkan hasil selama mengikuti pelatihan, diperoleh bahwa guru SMA Muhammadiyah Mataram setelah dilakukan sosialisasi dan praktek pengembangan instrument diperoleh hal-hal sebagai berikut. Pertama, pelatihan dan sosialisasi sebelumnya guru tidak pernah menerima materi pelatihan yang dilaksanakan. Kedua, guru memperoleh pemahaman cara mengembangkan instrument non tes dengan lisrel 8.50. Ketiga, pada pelaksanaan menggunakan softwer lisrel, guru mampu mengaplikasikan secara mandiri dan dapat membaca dengan baik ouput instrument hasil analisis. Waktu yang dihabiskan selama kegiatan yakni 3 minggu yang terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi dan praktek penggunaan softwer.
Pengembangan Literasi Kebangsaan pada Siswa Sanggar Bimbingan Kampung Baru Kuala Lumpur Malaysia Rizwana, Refi Aniza; Rejeki, Sri; Saddam, Saddam; Farid, Muhammad Rifaat Adiakarti; Kaman, Supardi Yoga
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 3, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v3i2.138

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, untuk mengembangkan literasi kebangsaan pada siswa Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru, siswa, observasi kelas, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan di Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur telah memberikan kontribusi yang positif dalam pengembangan literasi kebangsaan pa-da siswa. Aktivitas-aktivitas seperti membaca buku, menulis, dan diskusi kelompok tentang nilai-nilai kebangsaan dan sejarah Indonesia membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang kebangsaan dan menjadi lebih peduli terhadap negara. Tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan literasi kebangsaan, seperti kurangnya waktu dan dukungan dari orang tua. Sanggar Bimbingan Kampung Ba-ru, Kuala Lumpur perlu melakukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan literasi kebangsaan pada siswa, seperti melibatkan orang tua dalam kegiatan-kegiatan literasi dan mengadakan kegiatan di luar kelas.
Peningkatan Kecerdasan Logika Terhadap Efektifitas Pembelajaran di Kelas Berbasis Problem Solving Hanik, Hanik; Winata, Aliahardi; Muttaqin, Zedi; Isnaini, Isnaini; Saddam, Saddam; Azwar, Wahyu
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i1.28051

Abstract

This study aims to analyze the impact of logical intelligence on the effectiveness of problem-based learning strategies. The research adopts the Systematic Literature Review (SLR) method, utilizing data from 22 peer-reviewed international journal articles indexed in Google Scholar and published by various academic sources. The findings reveal that logical intelligence significantly influences the effectiveness of classroom learning strategies. Logical intelligence serves as a critical factor in enhancing students' academic outcomes, where the implementation of problem-solving approaches fosters critical and logical thinking skills essential for addressing academic challenges. By understanding these characteristics, educators can design appropriate teaching strategies, establish inclusive learning environments, and provide opportunities for students to contribute optimally. Additionally, the study highlights the importance of integrating traditional and digital instructional media to enrich students' learning experiences. This combination not only increases student engagement but also ensures that the learning process remains relevant and meaningful. The conclusions emphasize that incorporating logical intelligence into problem-based learning strategies can substantially enhance classroom learning effectiveness, offering valuable insights for educators aiming to improve pedagogical practices.
Strategi Pencegahan Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia di Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Maemunah, Maemunah; Saddam, Saddam; Sakban, Abdul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28158

Abstract

Penelantaran anak merupakan perbuatan yang melanggar hukum pidana karena membiarkan mereka tidak mendapatkan pemenuhan hak-hak perlindungan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia di Jerowaru kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Informan penelitian terdapat 5 orang pengasuh dan 3 orang aparat desa. Pengumpulan data menggunakan interview dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan tahapana pengumpulan data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan serta triangulasi keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia dapat dilakukan dengan cara: pertama, kebijakan dan regulasi perlindungan anak pekerja migran Indonesia harus diperkuat pada aspek perlindungan anak pekerja migran yang ditinggal dengan melindungi hak asuh, pendidikan, kesehatan dan sosial. Kedua, kerja sama pemerintah dengan forum anak desa sebagai wadah pembinaan anak pekerja migran dengan memberikan upaya peningkatan penguatan karakter. Ketiga, memberikan penguatan pola pengasuh anak melalui pendampingan berkelanjutan agar para pengaruh anak PMI ini mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Keempat, program pendidikan dan kesadaran bagi pengasuh sangat penting dilakukan untuk mencegah penelantaran anak pekerja migran, sehingga dengan pola tersebut mampu memberikan efek yang positif terhadap perlindungan anak. Jadi strategi pencegahan penelantaran anak sebagai perlindungan anak seawal mungkin untuk mengurangi penelantaran anak yang lebih besar. Child neglect is an act that violates criminal law because it allows them not to get the fulfillment of child protection rights. The purpose of this study was to explore strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children in Jerowaru, East Lombok Regency. This research method uses qualitative research with an empirical legal approach. The research informants were five caregivers and three village officials. Data collection used interviews and document analysis. Data analysis used the stages of data collection, data display, data verification, drawing conclusions, and triangulation of data validity. The results of this study indicate that strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children can be carried out in the following ways: first, policies and regulations for the protection of Indonesian migrant worker children must be strengthened in terms of protecting migrant worker children who are left behind by protecting custody, education, health, and social rights. Second, government cooperation with village children's forums as a forum for fostering migrant worker children by providing efforts to improve character building and third, providing strengthening of child care patterns through ongoing assistance so that these PMI children receive humane treatment and uphold human rights values. Fourth, education and awareness programs for caregivers are critical to prevent the neglect of migrant workers' children so that this pattern can provide a positive effect on child protection. So, the strategy of avoiding child neglect as early child protection as possible is to reduce the neglect of older children.
Strengthening Digital Literacy as a Strategy to Prevent the Commodification of Belis Culture in Manggarai Femberianus Sunario Tanggur; Cahyo Budi Utomo; I G W Wisnuwardana; Saddam Saddam; Nuryanti Nuryanti
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.2064

Abstract

The commodification of Belis culture in Manggarai, East Nusa Tenggara, Indonesia, is increasing, threatening the preservation of traditional values related to social honor and family relations. These values are now starting to shift into commodities that are traded for economic interests. Preservation efforts through education and cultural revitalization have not been effective in facing this challenge. Therefore, this study aims to examine the strengthening of digital literacy as a strategy to prevent the commodification of Belis culture. The research uses a qualitative approach with a case study method, which allows in-depth exploration of the phenomenon of cultural commodification. The results show that strengthening digital literacy is an important solution to protect Belis culture, by giving the community the ability to access and disseminate cultural information through digital platforms. Some of the strategies found in this research include: first, increasing the capacity of the community in utilizing digital technology to preserve Belis culture; second, creating educational content about Belis culture through articles, videos, and podcasts; and third, forming digital communities to support cultural preservation collaboratively.
Co-Authors -, Ibrahim - Abdul Sakban Abisyofian, Abisyofian Achmad Zurohman Adiman Fariadin Afriati Affiati Ahmad Afandi Aini, Faridatul Akhlul Nazar Aliahardi Winata Andini, Meli Ardyawin, Iwin Arifiana Rahmandari, Ismi Arpan Islami Bilal Arsyad Abd. Gani Astari, Wiya Mela Azwar, Wahyu Babul Bahrudin Baiq Hapipah Cahyo Budi Utomo Candra candra Dandi Sugandi Darmawati Sumarni Dwi Novitasari Dwi Sulystyaningsih, Naning Eko Patrio Emiliyati Farid, Muhammad Rifaat Adiakarti Fijai Fijai Fitriani Fitriani Fredinan Yulianda Habib Ratu Perwira Negara Hafsah Hafsah Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Halus Mandala Halus Mandala Hanik, Hanik Hayatun Nufus Hidayatullah Hidayatullah Humaira . Humaira Humaira I G W Wisnuwardana Ibrahim Ibrahim Ihsan Ihsan Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Irma Setiawan, Irma Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Jayawarsa, A.A. Ketut Kamaludin Kamaludin Kaman, Supardi Yoga Ketut Sakawibawa, I Dewa Kristina Nona Woro M Taufik Rachman M. Ajhar M. Ulfatul Akbar Jafar M.Pd, Hafsah Malik Ibrahim Mariyati, Yuni Mariyati, Yuni Mayasari S.W., Dian Eka Mochammad Imron Awalludin Mohamad Jayadi Muamar Kadafi Mubin, Ilmiawan Muhamad Saoki Muhamad Saoki Muttaqien, Zedi Muttaqin, zedi Nahlya Nahlya Nurkisah Nurkisah Nurlailah Nurlailah Nuryanti Nuryanti Palahuddin, Palahuddin Putri Maya Masyitah Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Rahmandari, Ismi Arifiana Rifaid Rifaid RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Rizwana, Refi Aniza Rody Satriawan Sajida, Hanna Sakban, Abdul Saoki, Muhamad Sari, Nursina Sawaludin Sawaludin Sina Sina Sindi Aryani Siti Hasanah Siti Hasanah Sri Endang Sri Rejeki Sri Rejeki Sri Suratmi, Sri Sudarta Sudarta Sulystyaningsih, Naning Dwi Supratman Supratman Susana Sarina Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Syudirman, Syudirman Tanggur, Femberianus Sunario TATI NURHAYATI Vera Mandailina Vera Mandailina, Vera Winata, Aliahardi Yudhi Lestanata Yundari, Yundari Yuni Mariyati YUNI, YUNI Zedi Muttaqin Zedi Muttaqin