Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tumbuh tanpa tekanan: stop bullying dan perkawinan anak (become agent of change trough awarrnes) Aliahardi Winata; Arpan Islami Bilal; Baiq Hapipah; Nahlya Nahlya; Mohamad Jayadi; Nurkisah Nurkisah; Hayatun Nufus; Isnaini Isnaini; Zedi Muttaqin; Saddam Saddam; Ahmad Afandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.30229

Abstract

Abstrak Program sosialisasi "Tumbuh Tanpa Tekanan: Stop Bullying dan Hindari Perkawinan Anak (Become agent of change trough awarrnes)" yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa PLP 2 KKN-DIK Universitas Muhammadiyah Mataram di SMKN 1 Janapria pada 18 September 2024 berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu bullying dan perkawinan anak. Dengan pendekatan materi yang komprehensif dan interaktif, siswa memahami definisi, bentuk, dampak, serta pencegahan bullying, dan dampak negatif pernikahan di bawah umur. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi menunjukkan keterlibatan siswa, sedangkan pembagian instrumen evaluasi mendorong refleksi pribadi terhadap pengalaman mereka terkait kedua isu tersebut. Dukungan dari pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru, turut memfasilitasi kelancaran kegiatan. Hasil dari sosialisasi ini menciptakan dasar yang kuat untuk tindakan pencegahan berkelanjutan terhadap bullying dan perkawinan anak di lingkungan sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk program sosialisasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: tumbuh tanpa tekanan; stop bullying; perkawinan anak Abstract The socialization program “Grow Without Pressure: Stop Bullying and Avoid Child Marriage (Become agent of change through awareness)” implemented by a team of PLP 2 KKN-DIK students of Muhammadiyah Mataram University at SMKN 1 Janapria on September 18, 2024 succeeded in raising students' awareness of the issues of bullying and child marriage. With a comprehensive and interactive material approach, students understood the definition, form, impact, and prevention of bullying, and the negative impact of underage marriage. Active participation in discussion sessions demonstrated student engagement, while the distribution of evaluation instruments encouraged personal reflection on their experiences related to both issues. Support from the school, including the principal and teachers, facilitated the smooth running of the activities. The results of this socialization create a strong foundation for sustainable preventive actions against bullying and child marriage in the school environment, and provide recommendations for more effective socialization programs in the future. Keywords: growing up without pressure; stop bullying; child marriage
Studi Presepsi Siswa Terhadap Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Pendidikan Nilai-Nilai Pancasila Arinihubbi Farodisa; Saddam; Aliahardi Winata; Sri Rejeki; Candra; Ayu Sadana Prihatin Ningsih
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi siswa terhadap efektivitas penggunaan media sosial dalam mendukung pendidikan nilai-nilai Pancasila. Mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan metode survey, penelitian melibatkan 30 siswa dari SMA dan SMK sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket Skala Likert dengan 20 item pertanyaan, dirancang untuk mengukur persepsi siswa terhadap manfaat dan dampak penggunaan media sosial dalam konteks nilai-nilai Pancasila. Hasil analisis data menggunakan uji-r menunjukkan nilai korelasi sebesar -0.374 dengan signifikansi (sig) sebesar 0.716. Meskipun nilai korelasi menunjukkan hubungan negatif antara penggunaan media sosial dan pemahaman nilai-nilai Pancasila, signifikansi yang tinggi menandakan bahwa hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik. Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun siswa mungkin memiliki pandangan kritis terhadap penggunaan media sosial dalam konteks pendidikan nilai-nilai Pancasila, hubungan tersebut tidak dapat dianggap sebagai faktor signifikan yang memengaruhi presepsi siswa secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang interaksi antara media sosial dan nilai-nilai Pancasila di kalangan siswa SMA dan SMK. Implikasi temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif yang mengintegrasikan media sosial dalam pendidikan nilai-nilai Pancasila.   This research aims to investigate students' perceptions of the effectiveness of using social media in supporting the education of Pancasila values. Adopting a quantitative approach with a survey method, the study involves 30 students from senior high schools (SMA) and vocational schools (SMK) as research subjects. The research instrument utilized a Likert Scale questionnaire with 20 items designed to measure students' perceptions of the benefits and impacts of using social media in the context of Pancasila values. The data analysis results employing the Pearson correlation coefficient (r) revealed a correlation value of -0.374 with a significance level (sig) of 0.716. Although the correlation value indicates a negative relationship between social media usage and the understanding of Pancasila values, the high significance suggests that this relationship is not statistically meaningful. These findings provide an overview that, despite students having critical views on the use of social media in the context of Pancasila values education, this relationship cannot be considered a significant factor influencing students' overall perceptions. This research contributes to our understanding of the interaction between social media and Pancasila values among high school and vocational school students. The implications of these findings can serve as a foundation for the development of more effective learning strategies that integrate social media into Pancasila values education.
Strategi Pencegahan Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia di Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Maemunah Maemunah; Saddam Saddam; Abdul Sakban
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28158

Abstract

Penelantaran anak merupakan perbuatan yang melanggar hukum pidana karena membiarkan mereka tidak mendapatkan pemenuhan hak-hak perlindungan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia di Jerowaru kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Informan penelitian terdapat 5 orang pengasuh dan 3 orang aparat desa. Pengumpulan data menggunakan interview dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan tahapana pengumpulan data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan serta triangulasi keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia dapat dilakukan dengan cara: pertama, kebijakan dan regulasi perlindungan anak pekerja migran Indonesia harus diperkuat pada aspek perlindungan anak pekerja migran yang ditinggal dengan melindungi hak asuh, pendidikan, kesehatan dan sosial. Kedua, kerja sama pemerintah dengan forum anak desa sebagai wadah pembinaan anak pekerja migran dengan memberikan upaya peningkatan penguatan karakter. Ketiga, memberikan penguatan pola pengasuh anak melalui pendampingan berkelanjutan agar para pengaruh anak PMI ini mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Keempat, program pendidikan dan kesadaran bagi pengasuh sangat penting dilakukan untuk mencegah penelantaran anak pekerja migran, sehingga dengan pola tersebut mampu memberikan efek yang positif terhadap perlindungan anak. Jadi strategi pencegahan penelantaran anak sebagai perlindungan anak seawal mungkin untuk mengurangi penelantaran anak yang lebih besar. Child neglect is an act that violates criminal law because it allows them not to get the fulfillment of child protection rights. The purpose of this study was to explore strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children in Jerowaru, East Lombok Regency. This research method uses qualitative research with an empirical legal approach. The research informants were five caregivers and three village officials. Data collection used interviews and document analysis. Data analysis used the stages of data collection, data display, data verification, drawing conclusions, and triangulation of data validity. The results of this study indicate that strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children can be carried out in the following ways: first, policies and regulations for the protection of Indonesian migrant worker children must be strengthened in terms of protecting migrant worker children who are left behind by protecting custody, education, health, and social rights. Second, government cooperation with village children's forums as a forum for fostering migrant worker children by providing efforts to improve character building and third, providing strengthening of child care patterns through ongoing assistance so that these PMI children receive humane treatment and uphold human rights values. Fourth, education and awareness programs for caregivers are critical to prevent the neglect of migrant workers' children so that this pattern can provide a positive effect on child protection. So, the strategy of avoiding child neglect as early child protection as possible is to reduce the neglect of older children.
ANALISIS KEBUTUHAN IMPLEMENTASI SEKOLAH PENGGERAK DALAM UPAYA MENUMBUHKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Yuni Yuni; Sri Rejeki; Saddam Saddam
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 1 (2026): Volume 11 Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i1.2075

Abstract

In the context of ongoing educational reform in Indonesia, this study aims to analyze the implementation requirements of the Sekolah Penggerak program in fostering the Pancasila Student Profile across three educational units in North Lombok Regency. Employing a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews, direct observations, and document analysis. The study examines six key factors influencing program implementation: human resources, facilities and infrastructure, curriculum adaptation, extracurricular activities, school environment, and funding management. The findings reveal that successful implementation is strongly determined by the professional competence and leadership capacity of teachers and principals, the adequacy of school infrastructure, and the integration of Pancasila values into both curricular and co-curricular activities. Extracurricular programs play a significant role in shaping students’ character, while supportive school environments enhance internalization of core values. Furthermore, effective financial planning and allocation are essential to sustain program activities. This research contributes to the development of strategic frameworks for strengthening character education policy and improving the operational effectiveness of the Sekolah Penggerak initiative in Indonesia.
Memperkenalkan Budaya Belis Manggarai Melalui Teknologi Digital: Pendekatan Kognitivisme Dalam Pembelajaran IPS Femberianus Sunario Tanggur; Moh. Shole; Saddam Saddam; Nuryanti Nuryanti; I Gede Wayan Wisnuwardana
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/jipend.v9i2.2001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan teknologi digital dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Belis Manggarai melalui pendekatan kognitivisme dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah dasar. Dengan perkembangan teknologi digital yang pesat, pendidikan dihadapkan pada tantangan dalam mengintegrasikan budaya lokal, khususnya budaya Belis, ke dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan guru, siswa, dan tokoh masyarakat sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti video interaktif dan aplikasi pembelajaran meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam memahami budaya Belis. Teknologi digital memungkinkan siswa untuk belajar secara lebih interaktif dan multisensori, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai budaya Belis. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berbasis teknologi digital tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan, tetapi juga memperkuat keterlibatan emosional siswa terhadap budaya lokal mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pengajaran yang inovatif untuk melestarikan budaya lokal di era digital.
Co-Authors -, Ibrahim - Abdul Sakban Abdul Sakban Abisyofian, Abisyofian Achmad Zurohman Adiman Fariadin Afriati Affiati Ahmad Afandi Aini, Faridatul Akhlul Nazar Aliahardi Winata Andini, Meli Ardyawin, Iwin Arifiana Rahmandari, Ismi Arinihubbi Farodisa Arpan Islami Bilal Arsyad Abd. Gani Astari, Wiya Mela Ayu Sadana Prihatin Ningsih Azwar, Wahyu Babul Bahrudin Baiq Hapipah Cahyo Budi Utomo Candra , Candra Candra candra Dandi Sugandi Darmawati Sumarni Dwi Novitasari Dwi Sulystyaningsih, Naning Eko Patrio Emiliyati Fijai Fijai Fitriani Fitriani Fredinan Yulianda Habib Ratu Perwira Negara Hafsah Hafsah Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Halus Mandala Halus Mandala Hanik, Hanik Hayatun Nufus Hidayatullah Hidayatullah Humaira . Humaira Humaira I G W Wisnuwardana I Gede Wayan Wisnuwardana Ibrahim Ibrahim Ihsan Ihsan Ilham Ilham Ilham Zitri Inka Nusamuda Pratama Irma Setiawan, Irma Iskandar Iskandar Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Jayawarsa, A.A. Ketut Kamaludin Kamaludin Kaman, Supardi Yoga Ketut Sakawibawa, I Dewa Kristina Nona Woro M Taufik Rachman M. Ajhar M. Ulfatul Akbar Jafar M. Yogi Riyantama Isjoni M.Pd, Hafsah Maemunah Maemunah Malik Ibrahim Mariyati, Yuni Mariyati, Yuni Mayasari S.W., Dian Eka Mochammad Imron Awalludin Moh. Shole Mohamad Jayadi Muamar Kadafi Mubin, Ilmiawan Muhamad Saoki Muhamad Saoki Muhammad Rifa'at Adiakarti Farid Muttaqien, Zedi Muttaqin, zedi Nahlya Nahlya Nurkisah Nurkisah Nurlailah Nurlailah Nuryanti Nuryanti Nuryanti Nuryanti Palahuddin, Palahuddin Putri Maya Masyitah Rahmad Hidayat Rahman, Nanang Rahmandari, Ismi Arifiana Rifaid Rifaid RISDIANA RISDIANA, RISDIANA Rizwana, Refi Aniza Rody Satriawan Sajida, Hanna Saoki, Muhamad Sari, Nursina Sawaludin Sawaludin Sina Sina Sindi Aryani Siswahyudianto Siti Hasanah Siti Hasanah Sri Endang Sri Rejeki Sri Rejeki Sri Suratmi, Sri Sudarta Sudarta Sulystyaningsih, Naning Dwi Supratman Supratman Susana Sarina Syafruddin Muhdar Syaharuddin Syaharuddin Syudirman, Syudirman Tanggur, Femberianus Sunario TATI NURHAYATI Vera Mandailina Vera Mandailina, Vera Winata, Aliahardi Yudhi Lestanata Yundari, Yundari Yuni Mariyati Yuni Yuni YUNI, YUNI Zedi Muttaqin Zedi Muttaqin