Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS TEAT DIPPING HERBAL SEBAGAI PENCEGAHAN MASTITIS SUB KLINIS ArtIcle Review Sri Wahyuni; Inggit Kentjonowaty; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teat dipping merupakan tindakan preventif celup puting setelah pemerahan untuk pencegahan mastitis subklinis”.”Antiseptik yang seringdigunakan adalah larutan iodine”. “Penggunaan tanaman herbal sebagai larutan antiseptik teat dipping sudah banyak dilakukan”. “Contoh tanaman herbal unuk teat dipping adalah Daun Kersen”, Daun Sirih Merah , Biji dan Kulit Anggur Hitam, Daun Babandotan dan Daun Kemangi. Penggunaan tanaman herbal sebagai anteseptik mempunyai beberapa mekanisme antiseptik berbeda tergantung bahan fitokimianya. Hasil artikel review menunjukkan bahwa Teat dipping menggunakan tanaman herbal daun karsen, sirih, ekstrak biji dan kulit anggur hitam, ekstrak daun babadotan dan jus daun kemangi dapat membantu menurunkan skor mastitis subklinis. Antiseptikherbaltidakmenimbulkanresistensi karena meminimalisir zat kimia yang masuk ke puting.Tanaman herbal yang digunakan sebagai antiseptik mengandung zat bioaktiv fitokimia seperti : Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tripernoid, Steroid dan Tannin.”Sifat antiseptik Zat-zat fitokimia tersebut yaitu dapat merusak dinding sel bakteri melalui denaturasi protein atau melarutkan lemak penyusun dinding sel bakteri, “menganggu permeabilitas membran sel sehingga aktivitas metabolisme sel bakteri terganggu, penghambatan Aktivitas enzim protease pada transpot selubung sel bakteri dan menghambat replikasi DNA pada sintesis asam nukleat”Kata kunci :mastitis,subklinis, Teat, dipping,herbal
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI DALAM PAKAN KELINCI TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMEN Lukman Prasetiyo; Umi Kalsum; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penam penambahan probiotik Lactobacillus salivarus terhadap persentse karkas dan lemak abdominal Pengambilan data diterapkan pada tanggal 05 Juni 2022 - 05 Juli 2022 di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah kelinci NZW dan Lactobacillus salivarius. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Dosis penambahan probiotik Lactobacillus salivarius terenkapsulasi yaitu P0 = 0 ; P1 = 3 gram; P2=5 gram ; dan P3 = 7 gram per kilogram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik (LsT) pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas (%) baik pada perlakuan maupun kelompok. Rata-rata persentase karkas (%) pada perlakuan yaitu P0= 41,96a, P1= 42,38a, P2= 42,41a dan P3= 43,32b. Rata-rata persentase karkas (%) pada kelompok yaitu K1= 41,71a, K2= 42,41a, K3= 42,87a dan K4= 43,04b. Selanjutnya pada hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik (LsT) pada pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase lemak abdominal (%) baik pada perlakuan maupun kelompok. Rata-rata persentase lemak abdominal (%) pada perlakuan P0= 0,26a, P1= 0,22b, P2= 0,19bc dan P3= 0,10c. Rata-rata persentase lemak abdominal (%) pada kelompok yaitu K1= 0,23a, K2= 0,20b, K3= 0,18bc, K4= 0,15c.Kata kunci : Lactobacillus salivarius, terenkapsulasi, persentase karkas dan lemak abdominal, Kelinci NZW.
PENGARUH BODY CONDITION SCORE (BCS) PADA SAPI SIMENTAL DAN PERANAKAN ONGOLE TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR Septi Haryadi; Nurul Humaidah; Sri Susilowati; A Setiyono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis Pengaruh Body Conditional Score Pada Sapi Simental dan Peranakan Ongole Terhadap Kualitas Semen Segar. Materi menggunakan data sekunder yang meliputi data kualitas semen segar berupa motilitas dan konsentrasi semen segar sapi pejantan Simental 6 ekor dan sapi Peranakan Ongole 6 ekor. Kriteria Pejantan adalah nilai Body Conditional Score (BCS) 3 dan 4 masing-masing 3 ekor, kisaran umur 4 – 10 tahun dengan kondisi tubuh sehat dan normal. Metode penelitian yaitu studi kasus dengan melakukan pencatatan data konsentrasi dan motilitas semen segar dan penilaian BCS Sapi pejantan Simental dan Peranakan Ongole. Data yang sudah ada kemudian dianalisis menggunakan uji analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian diperoleh menunjukan  persentase motilitas semen segar sapi Simental dan Peranakan Ongole (PO) pada  BCS 3 dan 4 tidak berpengaruh (P>0,05). Rata–rata  motilitas (%) Sapi Simental BCS 3 = 80.57 ± 9,0, Sapi Simental BCS 4 = 83.80 ± 0,7, Sapi Peranakan Ongole  BCS 3 = 72.57 ± 3,2, Sapi Peranakan Ongole BCS 4 = 80.77  ± 4,3. Konsentrasi semen segar sapi Simental dan Peranakan Ongole pada  BCS 3 dan 4 tidak berpengaruh  (P>0,05). Rataan Konsentrasi (106/ml) Sapi Simental BCS 3 = 1777.44  ± 131.9, Sapi Simental BCS 4 = 1468.78  ± 231.0, Sapi Peranakan Ongole  BCS 3 = 1022.00  ± 302.2, Sapi Peranakan Ongole BCS 4 = 1429.22  ± 218.3. Kesimpulan Sapi Simental dan Peranakan  Ongole dengan BCS  3 dan 4 mempunyai motiltias dan konsentrasi yang sama. Disarankan Sapi  Simental dan Peranakan Ongole pada BCS 3 dan 4 digunakan sebagai patokan dalam memelihara sapi pejantan.Kata Kunci : sapi Simental, sapi Peranakan ongole, body condition score, kualitas semen
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN AMPAS KECAP DAN JAGUNG TERFERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PRODUKSIBROILER FASE FINISHER Muhamad Badrul Ihsan; Dr. Ir. Usman Ali, MP; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalis pengaruh penambahan ampas kecap dan jagung terfermentasi dalam pakan terhadap penampilan produksi broiler yang meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Pengambilan data diterapkan pada tanggal 18 Juni 2022 - 02 Juli 2022 di Dusun Mandiro, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah ampas kecap, jagung dan broiler. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis penambahan Ampas Kecap dan Jagung Fermentasi (AKJF) yaitu P0 = 0 ; P1 = 7,5%; P2 =15% ; dan P3 = 22,5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan AKJF tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan dengan nilai rataan selama 15 hari (g/ekor/hari) P0 = 129,60, P1 = 129,84, P2 = 131,97, P3 = 131,28. Rataan pada pertambahan bobot badan P0 = 71,16, P1 = 70,66, P2 = 70,32, P3 = 69,48. Sedangkan rataan pada konversi pakan yaitu P0 = 1,82, P1 = 1,84, P2 = 1,88, P3 = 1,89. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penambahan ampas kecap dan jagung terfermentasi sebesar 22,5% masih dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pakan broiler finisher, dengan performa produksi tidak berbeda dengan pakan komersial.Kata kunci : ampas kecap, jagung terfermentasi, performa produksi, broiler
UJI POTENSI ANTISEPTIK HERBAL BAWANG DAYAK SEBAGAI TEAT DIPPING TERHADAP.PENURUNAN SKOR MASTITIS.SUBKLINIS DAN PRODUKSI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) Khofifa Ramadhani; Inggit Kentjonowati; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Dayak adalah tanaman liar yang mempunyai zat bioaktif bermanfaat seperti sebagai antseptik, antioksidan dan anti mikroba. Perlu kajian untuk melihat potensi tersebut pada ternak. Tujuan  penelitian adalah menguji potensi antiseptik herbal Bawang Dayak sebagai teat dipping terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu kambing peranakan Ettawa (PE). Materi yang digunakan yaitu 12 ekor Kambing PE pada laktasi ke-5, larutan Bawang Dayak, povidone iodine 10%  dan reagen CMT untuk uji mastitis. Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Lengkap Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah P0 = Teat dipping dengan povidone iodine 10% (antiseptik kimia), P1 = Teat dipping.antiseptik herbal Bawang Dayak 5%, P2= Bawang Dayak 10%, P3 = Bawang Dayak 15%. Variabel yang diukur adalah penurunan skor mastitis subklinis dan produksi susu. Data.yang telah diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji BNT untuk mengetahui perbedaan tiap perlakuan. Hasil penelitian.menunjukkan bahwa.Bawang Dayak sebagai teat dipping berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap penurunan skor mastitis subklinis dan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap produksi susu. Rata-rata penurunan skor mastitis subklinis pada masing-masing perlakuan sebagai berikut : P0 = 1.67a, P1 = 2.00a, P2 = 2.00b, P3 = 1.00b. Bawang Dayak dapat menurunkan skor mastitis subklinis dari skor 3 menjadi 1. Nilai rata-rata.produksi susu (liter) adalah P0 = 9.94a , P1 = 9.95a, P2 = 9.30a , P3 = 10.40b. Kesimpulan adalah Bawang dayak dengan konsentrasi 15% mempunyai potensi paling baik sebagai antiseptik herbal Bawang Dayak dan dapat meningkatkan produksi susu kambing PE.Kata Kunci: Bawang.Dayak ; susu ; kambing PE; teat dipping ; mastitis
KAJIAN KASUS RETENSI PLACENTA AKIBAT INFEKSI DAN FAKTOR PAKAN PADA SAPI PERAH (ARTICLE REVIEW) Yustian Dwi Cahyo; Nurul Humaidah; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi placenta adalah suatu penyakit yang terjadi akibat selaput fetus atau placenta yang tidak dapat melepaskan diri dari tubuh induk setelah partus melebihi batas normalnya. Secara fisiologik placenta akan dikeluarkan oleh tubuh dalam waktu 8-24 jam post partus. Penyebab terjadinya retensi placenta ini adalah penyakit organ reproduksi, infeksi organ reproduksi, manajemen pemeliharaan yang kurang baik, dan faktor pakan yang diberikan pada ternak. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan retensi placenta diantaranya adalah umur, defisiensi hormon, musim, kematian fetus, kelahiran kembar, kelahiran prematur dan kelemahan induk. Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi sapi dapat disebabkan oleh penyakit, penanganan partus yang kurang tepat dan abortus sehingga mikroorganisme mudah untuk masuk ke dalam organ reproduksi dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan terhabatnya pelepasan ikatan antara kotiledon dan karancula sehingga terjadi retensi placenta. Pakan yang diberikan pada saat sapi bunting harus dapat mencukup kebutuhan hidup ternak. Nutrisi yang terkandung dalam pakan yaitu vitamin, mineral energi dan protein sangat berguna pada masa pre partus. Masa ini adalah masa kritis perubahan hormonal, metabolisme dan kesehatan tubuh. Sehingga pada masa ini nutrisi yang diberikan harus cukup dan seimbang. Apabila terjadi defisiensi nutrisi pada masa ini maka akan dapat menurunkan kekebalan tubuh. Imun tubuh yang menurun dapat menyebabkan mikroorganisme mudah masuk dan menginfeksi saluran reproduksi yang berimbas pada kasus retensi placenta. Kata Kunci : Retensi, Placenta, Infeksi, Pakan, Sapi Perah
PREVALENSI LEPTOSPIROSIS SAPI PEJANTAN DI BBIB SINGOSARI TAHUN 2020-2021 Miftahul Ashar; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLeptospirosis merupakan salah satu penyakit ternak dan termasuk penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Leptospira dapat menginfeksi dan mampu sebagai sumber penularan pada sapi, manusia sapi dan hewan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi, jenis serovar leptospira dan nilai titer antibodi pada sapi pejantan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari pada tahun 2020-2021. Metode penelitian adalah survey. Materi menggunakan data sekunder dari Bank Data Kesehatan Hewan di BBIB Singosari tahun 2020 hingga 2021. Data hasil survey berupa hasil pemeriksaaan leptospirosis dengan uji Microscopic Agglutination Test (MAT). Data dianalisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi leptospirosis  sapi pejantan di BBIB Singosari tahun 2020 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 11,95% (27/226) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 9,72% (21/216), serta tahun 2021 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 7,66% (17/222) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 2,46% (5/203). Ada penurunan kasus Leptospirosis dari tahun 2020 ke tahun 2021. Hasil identifikasi Leptospira yang menginfeksi sapi pejantan di BBBI Singosari adalah Leptospira interrogans serovar hardjo, taravossi, grippotyphosa, bataviae dan rachmati. Serovar yang mempunyai titer antibodi tertinggi tahun 2020 pada musim kemarau adalah serovar hardjo dan taravossi dan pada musim hujan adalah serovar harjo. Titer antibodi tertinggi ada di tahun 2021 adalah serovar hardjo yaitu 1: 1600 yang diperoleh baik pada musim kemarau dan hujan. Saran dilakukan pengkajian lebih dalam pada sapi yang seropositif dengan uji MAT dan peningkatan pelaksanaan Biosekuriti.Kata kunci : Prevalensi, leptospirosis, pejantan, zoonosis
PERFORMA INDUK SAPI CROSSBREEDING BERDASARKAN KARAKTERISTIK KUANTITATIF DAN KINERJA REPRODUKSI DI PETERNAKAN RAKYAT Rio Dwi Sandriono; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa performa induk sapi crossbreeding berdasarkan karakteristik kuantitatif dan kinerja reproduksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Petunjungan Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur.Materi yang digunakan adalah data karateristik kuantitatif dan kinerja reproduksi dari 20 ekor sapi induk Crossbreeding Limpo serta data pendukung dari petugas peternakan Kecamatan Paiton. Metode penelitian adalah survey. Data yang diperoleh dianalisa deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase.Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Limpo usia di atas 3 tahun dan sudah pernah beranak 2 kali. Hasil survey menunjukkan bahwa berdasarkan profil peternak 60 % peternak rata-rata berusia 25-40 tahun, Pendidikan rata-rata tamat SD sebanyak 60%, rata-rata pengalaman Usaha selama 1-5 tahun 95 %, Rata-rata kepemilikan ternak 1-5 ekor 100%, peternak yang menggunakan pakan hijaun rumput gajah sebanyak 100%. Peternak yang memberikan pakan konsentrat 10%. Berdasarkan karateristik kuantitatifrata-rata bobot badan sapi limpo yang berkisar antara 350-500 kg sebanyak 100%. Tinggi badan berkisar antara 120-140 cm sebanyak 60%, lingkar kepala sebesar 85-130 cm sebanyak 65%, Berdasarkan kinerja reproduksinya umur beranak pertama rata-rata berusia lebih dari 2 tahun adalah 65%, masa kosong 5-8 bulan sebesar 100%, Jarak beranak lebih dari 1 tahun 100% , SC rata-rata 2,05.Kesimpulan adalah performa induk sapi crossbreeding Limpo di Desa Petunjungan Kecamatan Paiton berdasarkan karakteristik kuantitatif dan kinerja reproduksi baik.Kata Kunci : Sapi, crossbreeding, kuantitatif, performa,  reproduksi
STUDI KASUS KAWIN BERULANG PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRISIAN HOLLAND DI WILAYAH KERJA PETUGAS KESEHATAN HEWAN BATU Lilasaidah Munawaroh; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan reproduksi merupakan permasalahan reproduksi yang sering terjadi pada sapi perah peternakan rakyat di Indonesia.  Salah satu tanda masalah reproduksi ialah kawin berulang (repeat breeding). Tujuan penelitian ialah menganalisa faktor-faktor yang terkait dengan terjadinya repeat breeding pada sapi perah PFH di wilayah kerja petugas kesehatan hewan Batu. Metode penelitian adalah survey. Materi penelitian ini adalah data dari 50 ekor sapi perah PFH yang mengalami minimum 4 kali kejadian kawin berulang. Data primer didapatkan dari wawancara langsung dengan peternak dan data Sekunder diperoleh dari rekording petugas kesehatan hewan. Data disajikan dalam bentuk prosentase kemudian disajikan secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kejadian kawin berulang terjadi pada peternakan yang tidak melakukan rekording (60%), tidak ada penambahan mineral pakan (66%), sapi tidak diberi kesempatan exercise (86%), sapi dengan produksi susu 11-20 lt/ekor/hari (60%), sapi yang telah partus lebih 3 kali (72%), sapi dengan masa kering 50 hari (50%), sapi dengan BCS 2 (50%), tidak dilakukan pemotongan kuku (74%) dan sapi yang pernah mengalami retensi plasenta (34%). Kesimpulan adalah kasus kawin berulang sering terjadi pada peternakan dengan manajemen yang kurang baik terkait rekording, pakan dan penanganan kesehatan hewan.
STUDI KASUS FASCIOLOSIS SAPI POTONG DI RUMAH POTONG HEWAN SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT Muhammad Rahul Khadafi; Nurul Humaidah; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus Fasciolosis sapi potong di Singkawang Kalimantan Barat. Materi penelitian ini adalah 50 data hati Fasciolosis dari 100 ekor sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH) Singkawang serta data survey di 50 peternak pemilik sapi potong terinfeksi Fasciola hepatica. Metode penelitian adalah survey.  Data ditabulasikan dalam bentuk persentase dan dianalisa secara deskriptif. Variabel yang diamati adalah karakteristik peternak, performa sapi potong, Manajemen pemeliharaan, pengetahuan peternak tentang Fasciolosis, supporting pemerintah, pencegahan dan pengobatan. Hasil penelitian dari persentase tertinggi menunjukkan bahwa karateristik peternak meliputi umur yaitu peternak berusia 41-60 tahun 58%. Pendidikan peternak tertinggi yaitu SMA 46%. Pengalaman beternak 6-10 tahun 54%. Kepemilikan ternak 88% ternak pribadi. Performa sapi meliputi jenis sapi yaitu Sapi Bali 50%. Umur sapi yaitu 3–4 tahun sebesar 56%. Berat badan yaitu 100–150 kg 58%. Pemeliharaan ekstensif 54%. Pemberian pakan hijauan sebanyak 54%. Pengetahuan Fasciolosis adalah 100% peternak pernah mendengar faciolosis, pengetahuan gejala Fasciolosis 76% tahu. Pencegahan Fasciolosis 74% peternak tidak tahu. Pengobatan Fasciolosis 88% peternak tahu. Supporting pemerintah adalah 60% menyampaikan tidak ada penyuluhan. Pengobatan gratis dari pemerintah 76% menjawab tidak mendapatkan. Peternak yang melakukan pencegahan Fasciolosis tidak ada sama sekali atau 0%. Peternak yang melakukan pengobatan Fasciolosis ada 88%. Kesimpulan adalah Ketidaktahuan akan pencegahan Fasciolosis dan kurangnya suporting pemerintah dengan penyuluhan Fasciolosis adalah faktor utama penyebab tingginya Fasciolosis. Saran adalah melakukan edukasi tentang pencegahan Fasciolosis kepada peternak baik oleh pemerintah setempat maupun perguruan tinggi.Kata kunci : fasciolosis, zoonosis, rumah potong hewan, post mortem
Co-Authors A Setiyono AA Sudharmawan, AA Abdul Haliq Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Adriani Adriani Afiatul Hamidah Afidhatul Masruroh Afrizal, Ananda Agus Efendi Ahmad Uzairon Alfachrozi Ali Fatul Ulfah Alwin Fitroh Yovananta Andi Hasan Aprilia Khusnul Khotimah Ardianzah, Ferry Aria Putra, Niko Audrey Erlianti Awwalia, Luthfi Ayu Rahmanda Ayulia Sofianingsih Azwar Bahi Azzumar, Abdul Aziz Basar, Hairil Bibit Pranoto Budi Irwanto JF Chrisna Irfandy Daniel Happy Putra Dastian Rifana Dede Saputra Dedi Suryanto Dedy Suryanto Desita Ismayasari Desy Dwi Setyaningrum Devanti, Adelita Dwi Cahyono Putra Dwi Priyo Utomo Dwi Saputro, Randy Dwisetyawati, Defy Elsa Tsaniyatul Mubarokah Fachruddin, Farhan Gusti Fadli, Cahya Ana Farid Wajdi Fatimatuzzahro Muharromah Fauzi, Muhammad Rifki Feri Widodo Feri Widodo Firman Dwi Arisandi Fitriyah Fitriyah Fitriyah, Shobihatul Freih Jailani Halimah Halimah Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Helmi Adieryansyah Hikmahsari Purna Putri Imam Suprayitno Ina Dwi Istiqomah Indra Gunawan Inggit Kentjonowati Inggit Kentjonowaty Inggit Kentjonowaty Inggit Irawati Dinasari Retnaningtyas Islami, Darajatun Istiqomah, Faikotul Istiqomah, Ina Dwi Johan Sumarsono Kamelia Oktafiyanti Khairul Amali Khofifa Ramadhani Kholifatul Fitri Asfarina Kushariyanto Lailatul Maslikha Lilasaidah Munawaroh Lukman Prasetiyo Lutfi Hakim M Khusnul Khuluq M Rifky M. Walad Alfadlilatul Ma’rifah, Shofia Jannatul Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahayu Hikmatul Haq Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Maulana Azka Mahogra Miftahul Ashar Minan Nur Rochman Moch Fikri Romadhoni Mochammad Bahrudin Moh Fariz Abdillah Moh. Toib Moh. Zainul Arifin Mohammad Jamaludin Mohammad Zakariyyah Mubarokah, Elsa Tsaniyatul Mudawamah Mudawamah Muhamad Badrul Ihsan Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Fauzi Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Muizzhuddin Muhammad Najib Muhammad Rahul Khadafi Musdalifah, Faigah Muzayyin Ilmana Muzayyin Ilmana Nadiah Nurhaliza Nahdlatul Ummah Nanang Hariyanto Ninik Masruro Nisa’us Sholikah Noho, Siti Nurul Asma H. Nurrahman, Abidi Zaky Nurul Jadid Mubarokati Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Rahmatulloh, Ayung Retnaningtyas, irawati Dinasari Rio Dwi Sandriono Riyadi riyadi Rizki Ramadhani setyawan Rizki rizki Rodli, Muhammad Hilman Saiful Rijal Saifulloh, Rafie Achmad Sari, Ayu Mufidah Kartika Septi Haryadi Septi Heryana Cahyani Setyaningrum, Desy Dwi Setyo, Nurhadi Sholikah, Nisa’us Siti Nurul Asma H. Noho Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Suci Lestari Sumartono Sumartono . Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Syahdan syahdan Syarul Sanjaya, Adam Taufiq Ridwan Musaffak Umi Kalsum Umi Kalsum Unung Lesmanah USMAN ALI Usman Ali Usman Ali Vina Anisa Rokhim Wadjdi, Farid Wahyu Rizky Ananda, Bintang Wenny Nur Azizahi Widarko, Agus Yazirin, Cepi Yena Arifa Yena Arifa Yogi Dwi Nugroho Yuda Arlansyah Yulianti Yulianti Yunus Ansori Purwanto, Maulana Yustian Dwi Cahyo Zainur Udin Zakariyyah, Mohammad