p-Index From 2021 - 2026
13.677
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIA (Jurnal Ilmu Agama) Tanzil: Jurnal Studi Al-Quran Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Studi Al-Qur'an JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aqlania Jurnal Living Hadis Madinah: Jurnal Studi Islam El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Salimiya : Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Al Muhafidz el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Al-Mu'tabar Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Socius: Social Sciences Research Journal Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Digital Muslim Review Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal International Journal of Islamic Educational Research Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Ma'had Aly Journal Of Islamic Studies Al-Hasyimi : Jurnal Ilmu Hadis TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sufiya Journal of Islamic Studies Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Al-Mu'tabar

Angkuh Dalam Perspektif Hadis Tematik Alan Firgi; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arrogance is to think of oneself as superior and superior and to look down on others. Arrogance is caused by several factors, namely: charity and knowledge, lineage, beauty, strength, wealth, lineage, and others. Pride occurs a lot, for example in the family, school, community environment, and anywhere. They act arrogant because they are used to living like that. In the family, for example, parents always accustom their children to always be arrogant. An arrogant person likes praise, he wants to always occupy the top position, doesn't want to be advised, thinks he is the most righteous. Even though such an attitude is not justified in association, especially in Islam. Allah really hates people who act arrogantly, anyone who cannot get rid of that trait, Allah will put him in the most despicable place, namely hell. A person can change, as long as he really wants to change it, namely by believing in the Qur'an, the way to do it is by reading it and understanding the meaning contained in it. Then by memorizing the Qur'an, because by memorizing one's heart will always be close to the Qur'an, do not have time and do not want to do things that can damage faith. And of course the clarity about this arrogance has been explained below in the form of thematic hadith. Adjustment of existing themes so that they can be easily understood to clarify the concept of arrogance from a hadith perspective.
TAKABUR DALAM PERSPEKTIF HADIS Amar Firdaus; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 1 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Takabur adalah prilaku yang merujuk pada sikap sombong, congkak, atau menyombongkan diri seseorang terhadap orang lain. Dalam Islam, takabbur disebut sebagai salah satu dari delapan dosa besar yang harus dihindari, karena menyimpang atau melanggar prinsip kerendahan hati dan pengakuan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah swt. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan prilaku takabbur berdasarkan hadis. Pembahasan didalamnya menjelaskan tentang prilaku takabur, dampak dan cara menghindarinya mengacu pada hadis nabi saw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tematik hadis kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penting bagi setiap individu untuk menghindari takabbur dan berupaya untuk mengembangkan sikap rendah hati, kerendahan diri, dan kesederhanaan melalui penerapan hadis.
Studi Pemahaman Masyarakat Dusun Pasir Malang tentang Hadis Etika Memilih Pemimpin Akhsa Alpar Mubarok; Muhammad Faqih Choiruddin; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemahaman masyarakat Dusun Pasir Malang terhadap etika memilih pemimpin dalam perspektif hadis. Etika memilih pemimpin merupakan hal yang krusial karena berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat. Namun, realitanya, masih banyak sekali masyarakat yang memilih pemimpin berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tanpa memperhatikan nilai-nilai etis yang diajarkan oleh Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan mengimdikasikan bahwa masyarakat Dusun Pasir Malang memiliki tingkat kesadaran yang rendah terhadap penerapan hadis dalam memilih pemimpin. Pemahaman hadis mengenai kriteria pemimpin, seperti sifat amanah, kejujuran, dan tanggung jawab, masih belum diaplikasikan secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin berdasarkan nilai-nilai etika Islam.
Living Hadis Tasyakuran Khatam Al-Qur’an di Yayasan Nuzhatul Muttaqien Tangerang Arbi Nazhief Fauzan; Muhammad Alif; Masrukhin Muhsin
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain how the tradition of Tasyakuran khataman Al-Qur'an in the community, especially in the Nuzhatul Muttaqien foundation. And also analyze what hadiths related to the tasyakuran khataman and the process of implementation, as well as analyzing the values contained therein such as religious values, friendship, charity and so on. This research uses a case study method, such as how the tasyakuran khatmil Qur'an is used in the community, as well as the hadith analysis method to find out the teachings of the Prophet about the appreciation of the Qur'an and its practice. The result is that each region's interpretation of the hadith reading is different, not fixed to just one feast. The most important thing is that the Muslim community can appreciate the Qur'an more because it is a gathering witnessed by thousands of angels and also the descent of Allah's Grace.
Living Qur’an dan Hadis: Tradisi Kenduri Rasulan di Desa Ngampo Gunung Kidul Yogyakarta Anisa Fitriyani; Siti Padlah; Ahmad Habibi Syahid; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Kenduri Rasulan di Desa Ngampo merupakan sebuah perayaan budaya yang kaya akan nilai-nilai sosial dan religius, yang menggabungkan unsur-unsur budaya Jawa dengan ajaran Islam. Meskipun berakar pada kebudayaan lokal, fungsi tradisi tidak hanya sebuah acara sosial, namun sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antar warga dan meningkatkan pemahaman agama. Masyarakat Desa Ngampo mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan ini, yang tercermin dalam sikap saling membantu, berbagi, serta sebagai rasa ungkapan syukur dari segala nikmat dari Allah Swt. Kenduri Rasulan menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat hubungan antar individu, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wujud tindakan pengamalan ajaran islam untuk kehidupan sehari hari yang mengajarkan pentingnya hubungan baik antar sesama, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Kenduri Rasulan di Desa Ngampo bukan hanya sebuah ritual budaya, melainkan juga sebagai sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat dipertahankan sekaligus diharmoniskan dengan ajaran agama, berdampak positif dalam kehidupan sosial dan nilai spiritual masyarakat.
Andragogi Profetik: Telaah Konsep Pendidikan Orang Dewasa Perspektif Hadis Vina Najariah; Ernawati Erniwati; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2272/5

Abstract

Andragogi yang didefiniskan sebagai seni dan ilmu mengajar orang dewasa merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan kemandirian, pengalaman, kebutuhan, dan motivasi pembelajar dewasa. Dalam praktik pendidikan Islam, pendidik (guru) menjadi salah satu komponen utama dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara efektif. Perspektif hadis menunjukkan bahwa pembelajaran sepanjang hayat dan penghargaan terhadap pengalaman hidup merupakan bagian integral dari pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan orang dewasa berdasarkan hadis, serta menggali prinsip-prinsip andragogi yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap hadis-hadis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran orang dewasa dalam Islam mengutamakan pendekatan berbasis pengalaman, memenuhi kebutuhan aktual pembelajar, serta membangun motivasi internal untuk belajar. Selain itu, pentingnya kesabaran, penghargaan terhadap pengalaman, dan komunikasi efektif menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik orang dewasa, yang cara berpikirnya berbeda dengan anak-anak. Studi ini mengembangkan konsep "andragogi profetik" sebagai model pendidikan transformatif berbasis nilai-nilai kenabian.
Transaksi Non Tunai dalam Perspektif Hadis: Antara Inovasi Digital dan Prinsip Syariah Diva Pinara; Muhammad Alif; Repa Hudan Lisalam
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2302/5

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem transaksi ekonomi, termasuk maraknya penggunaan metode pembayaran non tunai seperti e-wallet, mobile banking, dan QR code. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena transaksi non tunai dalam perspektif hadis Nabi Muhammad saw., dengan menitikberatkan pada integrasi antara inovasi digital dan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan prinsip keadilan, kejujuran, larangan gharar (ketidakjelasan), riba (bunga), dan amanah dalam muamalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun bentuk transaksi non tunai tidak secara eksplisit disebut dalam hadis klasik, namun nilai-nilai dan etika yang dikandung dalam hadis memberikan kerangka normatif yang relevan untuk menilai keabsahan dan kelayakan sistem transaksi digital kontemporer. Dengan pemahaman yang kontekstual, transaksi non tunai dapat diterima dalam Islam selama memenuhi prinsip transparansi, keadilan, dan tidak mengandung unsur yang diharamkan. Artikel ini menegaskan pentingnya pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam menilai inovasi ekonomi modern guna menjaga keselarasan antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai Islam.
Analisis Hadis terhadap Fenomena Filial Crisis Kontemporer Nadirotul Munawaroh; Muhammad Alif; Salim Rosyadi
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2305/5

Abstract

The phenomenon of filial crisis—the weakening of children's respect, care, and responsibility toward their parents—has emerged as a significant moral and social challenge in the modern era. This crisis is driven by shifting cultural values, the rise of individualism, and the disruption of traditional family roles in contemporary society. This article aims to analyze the phenomenon from the perspective of the Prophet Muhammad’s hadiths using a thematic and contextual approach. Hadiths addressing filial piety (birr al-wālidayn), prohibitions against disobedience, and encouragement to honor and care for elderly parents are examined in light of today’s social realities. The study finds that these hadiths emphasize not only ethical norms—both vertical (relationship with God) and horizontal (social relationships)—but also provide a spiritual foundation for preserving family harmony. By recontextualizing these prophetic values, Islam offers both normative and practical solutions to address the filial crisis. This study recommends integrating hadith-based values into character education curricula and reinforcing family-based social systems.
Perbuatan dan Azab Neraka dalam Hadis: Analisis Tematik dan Etika Eskatologis Nur Asyifa; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2328/5

Abstract

This study analyzes the relationship between human actions and the threat of hellfire punishment from the perspective of the Hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him). Using a thematic (mawḍū‘ī) approach, this research explores authentic Hadiths that explicitly describe various reprehensible acts and the corresponding forms of hellish punishment warned as their consequences. The study employs the method of takhrij to verify the authenticity of the chains of transmission (sanad), followed by matan analysis to uncover the ethical messages and spiritual dimensions embedded within. Findings indicate that the majority of hellfire threats are rooted in violations of the rights of fellow humans (ḥuqūq al-‘ibād)—such as lying, corruption, injustice, and other social transgressions—rather than ritual violations. This article emphasizes that the eschatological understanding in Hadiths is not merely dogmatic, but serves as a moral character-building mechanism.
Seks Bebas dalam Perspektif Hadis Mutiara, Mutiara; Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874//almutabar.2024.v4i2/2004/5

Abstract

Free sex or in Islam it is called Zina is a social phenomenon that refers to sexual behavior in which individuals engage in sex without long-term commitments, such as marriage or exclusive monogamous relationships. This phenomenon has become a controversial topic in modern culture and has given rise to different views, approaches and impacts depending on the societal perspective. This study uses a qualitative approach with thematic methods. The urgency of this research is the rampant cases of free sex in Indonesia where the majority of the population is Muslim. The formal object of this study is the understanding and view of Islam on free sex which is formulated based on the hadith themes. The results of this study aim to find out how Islam views free sex behavior. The discussion of this study explains that free sex is strictly prohibited in Islam, free sex is one of the signs of the coming of the apocalypse, and punishment for those who commit adultery. Overall, the hadith perspective teaches that free sex or adultery is an act that is condemned and not permissible in Islam. These hadiths emphasize the importance of maintaining honor, marrying as a legal means of having sexual relations, and stipulating harsh punishments for those involved in such acts. Islam encourages individuals to live a legal and responsible sexual life in a legal marriage. The conclusion of this study is that the act of free sex has many negative impacts on the perpetrator, it is easy to contract a disease and free sex is one of the prohibited acts and is a big sin.
Co-Authors A, Alifya Abd Wahid Abdul Aziz Abdul Rozikin Japar Sodik Abdullah Noerkholis Adelia, Naurah Agung Danarta Agus Irawan Ahmad Habibi Syahid Ahmad Haikal Ahmad Rifai Ahmad Rifai Ahmad Rudin Ainun Nabilah Aisyah Oktaviyani Akhsa Alpar Mubarok Alan Firgi alfaridjahal, gunawan Alifya Amar Firdaus Amar Firdaus Anisa Fitriyani Anisa Fitriyani Annida Nazirah Arbi Nazhief Fauzan Asih Kurniasih Ayu Karina Badrudin Darin Rihhadatul ‘Aisy Devita Maharani, Nadia Diva Pinara Diyanna Diyanna Eka Wulandari Endang Saeful Anwar Ernawati Erniwati Ernisah Eva Fatonah Fahmi Andaluzi Firdaus, Amar Firmansyah, Diky Fitriyani, Dina Gendis Ayu Wulan M Gunawan Al-Faridjahal Hafidz Taqiyuddin Halawatul Kamala Hanifatul Azizah Hariroh, Syarifah Herlina Herlina Hikmatul Luthfi Hudan Lisalam, Repa Husaeni, Uum Umaroh Ibia Zaynah Ibrahim Ibrahim Ibya Zaynah Ikhsan, Khaerul Imam Nur Ajid Irfan Padlian Syah Isna Tsania El-Habsa Izar Mutaqin Jannah, Raudotul Jessika Jessika Karina, Ayu Khairil Ikhsan Siregar Khoerunnisa, Atikah Khusniyah Khusniyah Lia Awaliah Lutfiani, Adelia MAFTUH AJMAIN Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Masrukhin Muhsin Maulayati, Neneng Melisa Nur Azizah Mila Amelia Mila mila Mohamad Hambali Mohammad Adnan Muhamad Abubakar Sidiq Muhamad Adji Saputra Muhamad Rama Saputra Muhammad Faqih Choiruddin Muhammad Irsyad Mu’afa Muhammad Muttaqin Muhammad Ramadhan Muhammad Razesh Musyarraf Muhammad Yushron Kurniawan Mus’idul Millah Muthoharoh Mutiara Irawati MUTIARA MUTIARA mutiara mutiara Muzibul Khoir Nabila, Putri Nabilla Hendriyana Nadia Nurpadilah Nadirotul Munawaroh Nadiyya Qurotul Aini Najwa Salsabillah Zalfa Nur Asyifa NURIYAH Nurjaman Nurjaman Nurul Inayah, Nadia Nurwijayanti Oktaviyani, Aisyah Pajriah Pajriah Puspita, Yovi Meli Putri Hudani Nabila R. Rusli Rajib Dafa Al Fikri Refa Hudan Lisalam Repa hudan Repa Hudan Lisalam Repa Hudan Lisalam Reva Hudan Lissalam Rifki Irawan Rizki Restu Afandi Rohmawan, Fenki Rosyad, Sabilar Rumsinah Rumsinah Sahrul Ulum Salamah Rahayu Salim Rosyadi Salsabila Alifiya Salsabila Itsnaini Salsabila, Tasya Samsul Hilal Saputra, Edriagus Saputra, Muhamad Rama Septiani Turaedi, Siti Muliya Sherly Widya Hapitasari Sholahuddin Al Ayubi Siska Adelia Zahra Siti Nurlaila, Siti Siti Padlah Siti Rohmah Siti Salma Siti Yulinda Nurhalimah Sri Mulyaningsih Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Sulton Kholid Syaefulloh Syifaullah Syifaullah Umu Solikhah Vina Najariah Widiyastuti, Hilda Cahyani Wildan Afandi Wuwun Berliani Yetti Hasanah Zaenal Abidin