p-Index From 2021 - 2026
15.61
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIA (Jurnal Ilmu Agama) Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aqlania Jurnal Living Hadis Madinah: Jurnal Studi Islam El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Salimiya : Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Al Muhafidz el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Al-Mu'tabar Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Socius: Social Sciences Research Journal Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Digital Muslim Review Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal International Journal of Islamic Educational Research Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Ma'had Aly Journal Of Islamic Studies Al-Hasyimi : Jurnal Ilmu Hadis TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sufiya Journal of Islamic Studies Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR)
Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Takhrij Hadith as Islamic Digital Humanities: Reconstructing Epistemic Authenticity and Transmission in the Digital Age Adelia, Naurah; Wahid, Abd; Alif, Muhammad; Andaluzi, Fahmi
Digital Muslim Review Vol. 3 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/dmr.v3i1.68

Abstract

This study examines Digital Takhrij Hadith through the lens of Islamic Digital Humanities (IDH), proposing an epistemic framework for verifying and preserving hadith authenticity in the digital era. Using a systematic literature review and interpretative digital analysis, it explores how digital infrastructures—such as metadata provenance, semantic modeling, and AI-assisted verification—extend the classical logic of isnād, matn, and amānah al-naql. The proposed Digital Takhrij Epistemic Model (DiTEM) unites epis-temological integrity, ontological coherence, and ethical accountability to ensure trust-worthy digital transmission of hadith. Findings show that digitization, when guided by Islamic epistemology, enhances access and scholarly collaboration without compromising authenticity. Rather than replacing traditional scholarship, digital takhrij revitalizes it, transforming digital platforms into ethically grounded ecosystems of ʿilm. This synthesis demonstrates that digital technology can serve not as disruption but as ihyāʾ al-ʿilm—the revival of sacred knowledge through responsible innovation.
Questioning the Distraction of Imam Shafi'I's Absence in the Reports of Bukhari and Muslim Saputra, Muhamad Rama; al Ayubi, Sholahuddin; Alif, Muhammad
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 6 No 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v6i2.7134

Abstract

This paper is about Imam Shaykhon (Bukhari and Muslim) leaving out a narration from Imam Shafi'i. A thing that is left out is certainly not free from causes and intentions. If a narration is left out of a hadith, there must be some shadz and illat in the hadith or the person who reported it. Then, is Imam Shafi'I unjust and has many shadz and illat. From the statements of the scholars about Imam Shafi'I, that he is a Hadith expert. Imam Ahmad bin Hanbal stated that if it were not for Shafi'I, I would not know hadith. This library research relies on library research materials, such as books, books, journals, encyclopedias, and magazines, as data sources to search and track these issues. From the findings of this research, that leaving the history of Imam Shafi'I has a purpose and a veil. Leaving his narration does not mean that there is an illat, but it shows praise and honor towards Imam Shafi'I.
EDUCATION FOR WOMEN: a Thematic Hadith Study with a Grounded Theory Approach Mila, Mila; Firdaus, Amar; Rosyadi, Salim; Millah, Mus'idul; Alif, Muhammad
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 7 No 1 (2024): Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v7i1.8291

Abstract

Some people consider that women do not need to study higher, because women only take care of household affairs. Higher education is considered an obstacle to life goals. This research aims to discuss education for women based on hadith. This research uses a type of qualitative research, namely with a thematic method of hadith with a grounded theory approach. The formal object of this research is the understanding and urgency of education for women which is grouped based on hadith themes. Meanwhile, the material object in this study is the argument that women do not need to study. The discussion in this study explains that women are free to do something, especially in learning. This study concludes that through the grounded theory approach, the themes of women's education hadith are obtained. Education for women is mandatory and prioritized, women also have the right to education. Because it is from women that a new generation will be created and that new generation must be educated to create a quality generation.
Tradisi Mulangkeun di Kp. Kidalang Des. Mander Kec. Bandung Kab. Serang – Banten (Study Living Hadis) Husaeni, Uum Umaroh; Alif, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi "Mulangkeun" di Kampung Kidalang, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, yang berfokus pada resiprositas sosial dan ekonomi. Tradisi ini melibatkan pemberian timbal balik dalam acara penting seperti pernikahan, di mana penerima sumbangan diharapkan untuk mengembalikan bantuan yang setara di masa mendatang. Awalnya dilandasi solidaritas sosial, "Mulangkeun" berkembang menjadi praktik yang memiliki nilai simbolis dan ekonomi, sering kali melibatkan uang tunai. Tulisan ini mengkaji bagaimana tradisi ini berlangsung, dampaknya pada hubungan sosial, serta pergeserannya menjadi sistem yang menyerupai perjanjian utang-piutang. Pendekatan antropologi-ekonomi digunakan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya seperti gotong royong dan dukungan komunitas tetap terjaga meskipun norma tradisional berubah oleh praktik ekonomi modern. Temuan menunjukkan bahwa "Mulangkeun" tetap menjadi praktik budaya penting yang mempererat hubungan sosial meskipun telah mengalami komersialisasi. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi terhadap kondisi sosial ekonomi yang berubah sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti seperti resiprositas dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran tokoh masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan modern dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, tradisi ini memperlihatkan bagaimana budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai fundamentalnya.
Living Hadis; Tradisi Grebeg Besar Demak, Jawa Tengah Darin Rihhadatul ‘Aisy; Repa Hudan Lisalam; Muhammad Alif
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v2i2.922

Abstract

Tradisi Grebeg Besar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merupakan warisan perpaduan tradisi lokal dan nilai islam yang merepresentasikan Living Hadis. Melalui ritual seperti arak-arakan gunungan, doa bersama, dan penjamasan pusaka, memperkuat nilai religius seperti sedekah, syukur, dan ukhuwah Islamiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hubungan antara ritual Grebeg Besar dan ajaran hadis, sekaligus memberikan perspektif tentang relevansi tradisi dalam konteks Islam modern. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini berperan sebagai media integrasi budaya dan agama, meski perlu dikritisi dari aspek keislaman murni.
Living Hadis dalam Tradisi Ngatir: Harmoni Islam di Desa Luhurjaya, Cipanas Sulistiani, Sulistiani; Wulandari, Eka; Alif, Muhammad
Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII)
Publisher : Publication and Inovasi Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jsii.v2i2.937

Abstract

Tradisi Ngatir di Desa Luhurjaya, Cipanas, Lebak, Banten, adalah warisan budaya yang menggabungkan nilai Islam dan kearifan lokal. Dilaksanakan dua kali setahun, pada 12 Rabiul Awal dan 15 Sya’ban, tradisi ini menjadi ungkapan syukur atas panen, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta penguat nilai sosial dan spiritual. Kegiatan meliputi doa bersama, tahlilan, dan kenduri, yang mempererat solidaritas dan menghormati leluhur. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dan living hadis untuk melihat penerapan hadis dalam tradisi ini. Hasilnya, tradisi Ngatir tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga mewariskan nilai budaya kepada generasi muda. Namun, modernisasi menjadi ancaman bagi kelestariannya, sehingga diperlukan upaya pelestarian melalui pendidikan dan dokumentasi.Kata kunci: Tradisi Ngatir, Living Hadis, Kearifan Lokal
Living Hadis dalam Tradisi Nyadran: Melacak Jejak Islam dalam Kearifan Lokal Karina, Ayu; Hudan Lisalam, Repa; Alif, Muhammad
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i8.2755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep living hadis dalam tradisi Nyadran di Desa Singkil Wetan, Jawa Tengah, yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Pendekatan struktural fungsional digunakan untuk memahami fungsi sosial tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyadran mencerminkan nilai-nilai hadis seperti silaturahmi, rasa syukur, dan penghormatan terhadap leluhur yang dapat memperkuat solidaritas sosial
Konsep Ekoteologi Dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Qur’an Tematik Dengan Pendekatan Grounded Theory Isna Tsania El-Habsa; Muhammad Alif; Sholahuddin Al Ayubi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 5 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i5.2513

Abstract

Krisis ekologis global menuntut pendekatan interdisipliner, termasuk dari perspektif keagamaan. Dalam Islam, Al-Qur’an diyakini memuat prinsip-prinsip dasar etika lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi konsep ekoteologi dalam perspektif Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir tematik yang dipadukan dengan metode Grounded Theory. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan alam, penciptaan, dan tanggung jawab manusia dianalisis melalui tiga tahap koding: open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an membangun narasi ekoteologis yang kuat melalui konsep tauhid, kekhalifahan, keseimbangan (mīzān), dan larangan terhadap kerusakan (fasād). Keempat konsep ini saling terhubung dalam membentuk landasan normatif dan spiritual terhadap kesadaran ekologis dalam Islam. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual untuk ekoteologi Islam yang didasarkan pada Al-Qur'an yang tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga praktis untuk membangun etika transformatif untuk lingkungan. Selain itu, pendekatan ini menunjukkan kemungkinan integrasi antara metode kualitatif dan studi tafsir dalam pembentukan teori berbasis teks keagamaan
Eksplorasi Hadis dan Al-Qur’an Qs. Al-Isra' Ayat 82 Tentang Manfaat Kesehatan dalam Perspektif Hijamah Khoerunnisa, Atikah; Alif, Muhammad
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 6 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v6i2.520

Abstract

Hijamah, or wet cupping therapy, is a well-known medical practice deeply rooted in Islamic tradition, with profound historical origins in the hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him). Research on hijamah often integrates both medical and spiritual aspects, and in this context, the exploration of hadith plays a crucial role in understanding the practice's foundation and legitimacy. This study aims to explore the hadiths and the Qur'an related to hijamah, and to analyze their relevance and application in the context of modern medicine. The hadiths discussing hijamah include recommendations and praise for this practice, as reported in various hadith collections such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim. This research employs a qualitative approach using thematic hadith analysis and grounded theory. The analysis results indicate that hijamah receives significant recognition in Islamic tradition as a recommended therapeutic practice, with many hadiths reflecting its blessings and efficacy. This study concludes that while there is a strong basis for hijamah in Islamic tradition, further research is needed to assess the suitability of this practice within the context of modern medicine. The exploration of hadith and the Qur'an provides important insights into the historical and spiritual perspectives of hijamah, but integration with objective medical research is key to scientifically validating its benefits. The findings of this study are expected to provide insights into how Islam utilizes this cupping therapy and how a Muslim should approach it. The research findings can serve as a moral guide and teach the importance of balance, cleanliness, and commitment to religious teachings, all of which contribute to achieving a social status aligned with Islamic values.
Humanistic Islamic Leadership: A Thematic Hadith Study on the Prohibition of Tyranny in Political and State Governance Contexts Devita Maharani, Nadia; Maftuh Ajmain; Muhammad Alif; Hikmatul Luthfi
el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Vol. 6 No. 2 (2025): el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu
Publisher : The Hadith Department, Faculty of Ushuluddin and Islamic Thought, State Islamic University of Raden Fatah Palembang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elsunnah.v6i2.30008

Abstract

This study examines the virtue of knowledge (fadl al-‘ilm) in Islam through a comparative analysis of two major Hadith compilations: Jami’ at-Tirmidhi by Imam at-Tirmidhi and Riyadhus Shalihin by Imam an-Nawawi. In Islamic teachings, knowledge occupies a central position in shaping character, building civilization, and serving as a spiritual means of drawing closer to Allah ﷻ. The first revelation commanding humankind to “read” underscores the fundamental importance of knowledge in Islam. Both Hadith collections selected for this research present narrations on the excellence of knowledge with distinct approaches and structures, making them particularly interesting to explore thematically.This study employs a qualitative methodology using a library research approach and thematic (maudhu’i) analysis. The research procedures include identifying Hadiths related to knowledge, classifying them into subthemes, conducting a comparative analysis of their wording, meaning, and context, and drawing conclusions on the similarities and differences in their presentation. The findings are expected to enrich the understanding of the methodological characteristics of both works in addressing the theme of knowledge, as well as to contribute to the development of thematic Hadith studies and Islamic thought in general.
Co-Authors A, Alifya Abd Wahid Abdul Aziz Abdul Rozikin Japar Sodik Abdullah Noerkholis Adelia, Naurah Agung Danarta Agus Irawan Ahmad Habibi Syahid Ahmad Haikal Ahmad Rifai Ahmad Rifai Ahmad Rudin Ainun Nabilah Aisyah Oktaviyani AJMAIN, MAFTUH Akhsa Alpar Mubarok Alan Firgi alfaridjahal, gunawan Alifya Amar Firdaus Amar Firdaus Amirulloh, Amirulloh Anisa Fitriyani Anisa Fitriyani Annida Nazirah Arbi Nazhief Fauzan Asih Kurniasih Asprianti, Mareta Ayu Karina Badrudin Budiman, Raja Khafizh Darin Rihhadatul ‘Aisy Devita Maharani, Nadia Diva Pinara Eka Wulandari Elan Herlangga Endang Saeful Anwar Ernawati Erniwati Ernisah Eva Fatonah Fadzli, Muhammad Fahmi Andaluzi Fildzah Aulia Nur Muharromah Firdaus, Amar Firmansyah, Diky Fitriyani, Dina Gendis Ayu Wulan M Gunawan Al-Faridjahal Hafidz Taqiyuddin Halawatul Kamala Hanifatul Azizah Hapani, Ridwan Hariroh, Syarifah Herlina Herlina Hikmatul Luthfi Husaeni, Uum Umaroh Ibadurrahman Ibadurrahman Ibia Zaynah Ibrahim Ibrahim Ibya Zaynah Ikhsan, Khaerul Imam Nur Ajid Irfan Padlian Syah Isna Tsania El-Habsa Izar Mutaqin Jessika Jessika Jumrotul Qawwim Karina, Ayu Khairil Ikhsan Siregar Khairul Kahfi Khoerunnisa, Atikah Khusniyah Khusniyah Lia Awaliah Lutfiani, Adelia MAFTUH AJMAIN Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Maryamah Masrukhin Muhsin Maulayati, Neneng Maulidya Rahmani Melisa Nur Azizah Mila Amelia Mila mila Mohamad Hambali Mohammad Adnan Muhamad Abubakar Sidiq Muhamad Adji Saputra Muhamad Rama Saputra Muhammad Fahrul Ihsan Muhammad Faqih Choiruddin Muhammad Faris Muhammad Gufron Muhammad Irsyad Mu’afa Muhammad Muttaqin Muhammad Panji Islami Muhammad Ramadhan Muhammad Razesh Musyarraf Muhammad Yushron Kurniawan Mus’idul Millah Muthoharoh Mutiara Irawati MUTIARA MUTIARA mutiara mutiara Muzibul Khoir Nabilla Hendriyana Nadia Nurpadilah Nadirotul Munawaroh Najwa Salsabillah Zalfa Nur Asyifa NURIYAH Nurjaman Nurjaman Nurul Inayah, Nadia Nurwijayanti Oktaviyani, Aisyah Pajriah Pajriah Puspita, Yovi Meli Putri Hudani Nabila R. Rusli Rajib Dafa Al Fikri Refa Hudan Lisalam Repa Hudan Lisalam Rifki Irawan Rinaldi, Muhammad Syafiq Rizki Restu Afandi Rohmawan, Fenki Rosyad, Sabilar Rumsinah Rumsinah Sahrul Ulum Salamah Rahayu Salim Rosyadi Salsabila Alifiya Salsabila Itsnaini Samsul Hilal Saputra, Edriagus Saputra, Muhamad Rama Satria, Rizky Wahyu Sherly Widya Hapitasari Sholahuddin Al Ayubi Siska Adelia Zahra Siti Nurlaila, Siti Siti Padlah Siti Rohmah Siti Salma Siti Yulinda Nurhalimah Sri Mulyaningsih Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Sulton Kholid Syaefulloh Syahid, Aang Ahmad Syahid, Raihan Syifaullah Syifaullah Umu Solikhah Vina Najariah Widiyastuti, Hilda Cahyani Wildan Afandi Wuwun Berliani Yetti Hasanah Zaenal Abidin