p-Index From 2021 - 2026
17.207
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JIA (Jurnal Ilmu Agama) Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Jurnal Studi Al-Qur'an Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Aqlania Jurnal Living Hadis Madinah: Jurnal Studi Islam El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis Holistic Al-Hadis : Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Keilmuan Al-Fath Tsaqofah: Jurnal Agama dan Budaya Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Salimiya : Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Al Muhafidz el-Sunnah: Jurnal Kajian Hadis dan Integrasi Ilmu Al-Mu'tabar Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Madani: Multidisciplinary Scientific Journal AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Socius: Social Sciences Research Journal Ihsanika : Jurnal Pendidikan Agama Islam Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Digital Muslim Review Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits El-Sunan: Journal of Hadith and Religious Studies Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat Akhlak: Jurnal Pendidikan Agama Islam Dan Filsafat Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Reflection: Islamic Education Journal International Journal of Islamic Educational Research Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Ma'had Aly Journal Of Islamic Studies Al-Hasyimi : Jurnal Ilmu Hadis TATHO: International Journal of Islamic Thought and Sciences Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sufiya Journal of Islamic Studies Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR) NETIZEN (JOURNAL OF SOCIETY AND BUSSINESS) Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Humanitis (Jurnal Humaniora Sosial dan Bisnis)
Claim Missing Document
Check
Articles

Tauhid dalam Tasawuf: Antara Ittihad dan Ittisal Muhammad Alif
Aqlania Vol. 8 No. 2 (2017): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1318.475 KB) | DOI: 10.32678/aqlania.v8i02.1027

Abstract

Konsep bersatunya manusia dengan Tuhan (ittiĥād) dan berkomunikasinya manusia dengan Tuhan (ittişāl) telah tertanam dalam pemikiran kaum sufi sejak dulu, walaupun sebagian orang yang anti taşawwuf menggugat dan menyangkal kedua ajaran tersebut sebagai ajaran Islam. Bagi mereka kedua ajaran itu sering dipandang sebagai perbuatan syirik, karena dianggap sebagai ajaran yang memandang Tuhan sebagai imanen tidak transenden serta mengabaikan dualitas antara Tuhan dan makhluk-Nya.
TEORI NASKH HADIS: Metode Alternatif Penyelesaian Hadis Mukhtalif MUHAMMAD ALIF
Holistic al-Hadis Vol 2 No 2 (2016): Juli - Desember 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v2i2.949

Abstract

الدراسة المجملة عن كتب علوم الحديث تبين لنا أن مناقشة مبحث النسخ في كتب علوم الحديث قليلة و موجزة جدا بالنسبة إلى مناقشته في كتب علوم القرآن و كتب أصول الفقه. قد شهد على ذلك قول ابن كثير في كتابه اختصار علوم الحديث: وهذا الفنّ [ معرفة ناسخ الحديث و منسوخه] ليس من خصائص هذا الكتاب بل هو بأصول الفقه أشبه. وكذا قول يوسف القرضاوي يؤيد هذه الحقيقة "أن دعوى النسخ في الحديث أضيق مساحة من دعوى النسخ في القرآن. مع أن الأمركان يجب أن يكون بالعكس، إذ الأصل في القرأن أن يكون للعموم والخلود، أما السنة فمنها ما يعالج قضايا جزئية أو أحوال مؤقة، بحكم إمامته صلى الله علييه وسلم لألمة، وتدبيره لأمورها اليومية " فقد يكون من الأحاديث ما يراد به العزيمة، ومنها ما يراد به الرخصة. وقد يكون بعض الأحاديث مقيدا بحالة، وبعضها الأخر مقيدا بحالة أخرى حتى تبدو كأن الأحاديث متناقضة بعضها ببعض. وتلك الأحاديث المتناقضة في عرف علوم الحديث تسمى بالأحاديث المختلفة. وقد أفردها العلماء في البحث في علم مختلف الحديث. كان علماء علوم القرآن في مواجهة تعارض النصوص الدينية يقدمون الجمع والتوفيق بين تلك النصوص من النسخ. وأما علماء علوم الحديث يقدمون الجمع ثم الترجيح ثم النسخ ثم التوقف. فنسخ الحديث إذا عملية في معالجة الأحاديث المتعارضة بعد مناظرة عدم الإمكان في التوفيق بين الأحاديث وبعد مناظرة عدم الإمكان في ترجيحها. لذالك عرّف العلماء علم ناسخ الحديث و منسوخه : العلم الذي يبحث عن الأحاديث المتعارضة التي لا يمكن التوفيق بينها من حيث الحكم على بعضها بأنه ناسخ، وعلى بعضها الأخربأنه منسوخ.
Metode Kritik Matan Hadis Asih Kurniasih; Muhammad Alif
Holistic al-Hadis Vol 4 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v4i2.3226

Abstract

Kritik sanad merupakan upaya menyeleksi (membedakan) antara ḥadῑṡ ṣaḥῑḥ dan ḍa‘īf dan menetapkan status perawi-perawinya dari segi kepercayaan atau cacat. Muḥammad al-Gazāliy adalah seorang pemikir yang mencoba mengkaji hadis dengan menekankan pada kajian matan dari pada sanad. Menurut Muḥammad al-Gazāliy penelitian suatu hadis tidak selalu harus dimulai dengan kritik sanad, melainkan dapat diawali dengan melakukan penelitian matan hadis. Bahkan tidak jarang menolak hadis yang berkualitas ṣaḥῑḥ dari sisi sanad karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip umum ajaran al-Qur’ān dan argumen rasional.Kajian studi kepustakaan ini bertujuan untuk mengetahui metodologi kritik matan hadis Muḥammad al-Gazāliy secara deskriptif dan analitik. Adapun hasil temuan dari kajian ini adalah sebagai berikut: Pertama, Dalam pandangan Muḥammad al-Gazāliy, hadis mutawatir tidak menjadi persoalan yang mendasar, karena mendapat pembahasan yang luas. Hanya saja Muḥammad al-Gazāliy mempersoalkan status ḥadῑṡ āḥād dari segi kehujjahannya. Muḥammad al-Gazāliy tidak mau mempergunakan ḥadῑs āḥād dalam menetapkan aqidah, masalah aqidah harus berdasarkan keyakinan, dan bukan pada dugaan, sesuatu yang ẓanni tidak layak untuk diamalkan dan dijadikan hukum, serta penelitian hadis pada kritik matan. Kedua, Metode yang diterapkan Muḥammad al-Gazāliy dalam Kritik Matan hadis adalah: 1) Pengujian dengan al-Qur’ān, 2) Pengujian dengan hadis lainnya, 3) Pengujian dengan Fakta Historis, 4) Pengujian dengan kebenaran ilmiah dan logika.
Musibah dalam Perspektif Hadis Lia Awaliah; Muhammad Alif
Holistic al-Hadis Vol 5 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v5i2.3234

Abstract

Pembahasan musibah tidak lepas dari bencana, pembahasan musibah terdapat pada Alquran dan Hadis, musibah yang terjadi sering dikaitkan karena adanya sebab akibat dari ulah manusia itu sendiri, dari pernyataan tersebut masyarakat mengira bahwa bencana yang sering terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh azab yang diturunkan oleh Allah SWT untuk menegur manusia.Bencana atau musibah terjadi bukan hanya karena ulah tangan manusia, melainkan ada faktor alam dan takdir yang menyebabkan adanya bencana yang menimpa manusia di muka bumi. Tetapi meskipun begitu manusia harus tetap menjaga lingkungan agar dapat meminimalisir bencana yang sewaktu-waktu terjadi tanpa bisa diprediksi oleh tekhnologi.Artikel ini membahas Alquran dan hadis tematik tentang musibah, metode pengumpulan data hadis dengan cara menelaah tema-tema besar dalam diskursus musibah untuk menemukan kata kunci, lalu mencari hadisnya dari kitab maṣādir aṣliyyah melalui Ensiklopedia Al-Qur’an dan aplikasi Ensiklopedi Hadis Lidwa Pusaka.
Teologi Feminim Perspektif Al-Qur'an Muhammad Alif
Al-Fath Vol 3 No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i1.3340

Abstract

Fenomena gerakan feminisme yang marak dalam beberapa dekade belakangan ini merupakan budaya tandingan (counter-culture) yang secara tajam menggugat dan menantang nilai-nilai baku (kemapanan tradisi, institusi keluarga dan ideologi patriaki) dalam masyarakatnya, baik di Barat maupun di Timur. Gerakan ini memperjuangkan kebebasan bagi perempuan,merefolmulasi relasi dan kuasa antar lelaki dan perempuan di lingkup yangpaling pribadi, keluarga dan publik. Dalam tulisan ini, penulis berusaha mengungkap makna ayat-ayat alquran yang berkaitan tentang aktifitas feminisme.
Islam dan Demokrasi: Muhammad Alif
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3185

Abstract

Demokrasi dan khilafah merupakan topik yang selalu menghiasi khazanah pemikiran Islam sepanjang masa. Beberapa waktu belakangan ini dengan kasus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) gate, demokrasi dan khilafah kembali dibenturkan lagi. Tulisan ini memaparkan tentang analisis terhadap ayat-ayat yang terindikasi mengandung elan demokrasi, baik demokrasi dalam skup yang besar dalam institusi negara maupun yang kecil dalam institusi keluarga.
Analisis al-Munāsabah Fi Al-Qur’ān Muhammad Alif
Al-Fath Vol 3 No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v3i2.3343

Abstract

Ilmu Al-munasabah ternyata mampu menunjukkan bahwa sistematika Alquran mempunyai hubungan yang harmonis sekaligus menepis anggapan bahwa Alquran itu tidak sistematis. Enam katagori al-munasabah pada pembahasan terdahulu paling tidak telah membuktikan hal tersebut. Kenyataan ini membuat kita percaya bahwa kalam Tuhan itu merupakan mukjizat yang tiada tandingan. Tetapi itu tidak berarti membuat kita terlena sehingga memposisikan Alquran pada tataran eksklusif.
Teori Dan Realitas Pencarian Kesempurnaan (Melacak jejak-jejak kefilosofan Ali Syari’ati) Muhammad Alif
Tsaqofah Vol 6 No 01 (2008): June 2008
Publisher : Departement of History and Islamic Civilization, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tsaqofah.v6i01.3464

Abstract

Ali Syariati (1933-1977) dan Jurgen Habermas (1929-1980-an) keduanya terpengaruh dan sekaligus mengkritisi pemikiran filsafat praxis dan sosialisme Karl Marx. Keduanya hidup sezaman di belahan dunia yang berbeda. Yang satu tinggal di Masyhad, Iran dan belajar filsafat di Paris, sedang lainnya tinggal di Frankfrut, Jerman dan belajar filsafat di Frankfrut, yang satu Muslim dan lainnya non-Muslim. Dengan menuangkan ide-ide praxis ke dalam buku tersendiri, buku Theorie und Praxis, menjadikan Habermas terkenal sebagai tokoh filsafat praxis. Sementara Syariati menuangkan ide-ide praxisnya tersebar dalam berbagai karyanya di antaranya Marxism and Other Western Fallacies dan Man and Islam. Artikel ini membahas tentang pemikiran-pemikiran filsafat Ali Syariati yang didasari oleh “logika hermeneutis” yang berusaha menciptakan konsepsi tentang ilmu pengetahuan yang terarah kepada praxis. Pemikiran-pemikiran filosofis tersebut akan terlihat pada pandangan antropologi filosofis Ali Syariati tentang human being, human becoming dan superhuman (insan kamil/manusia paripurna).
IJTIHAD IBNU HAJAR AL-ASQALANI DALAM MENGKONSTRUKSI ILMU HADIS Muhamad Rama Saputra; Muhammad Alif
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v7i1.1139

Abstract

Ibnu Hajar al-Asqalani merupakan ulama hadis populer yang hidup pada abad ke 8 H. kepopulerannya itu kaya akan karya kitab-kitabnya, sehingga dengan karyanya itu Ibnu Hajar mendapatkan gelar Amirul Mu’minin fil hadis. Lantas dengan karya yang banyak itu, adakah pemikiran baru dan ijtihadnya yang sebelemunya tidak ada. Para ulama setelahnya banyak yang mengutip pada kajian hadis serta mengkodipikasikan dalam kitabnya, seperti al-Sakhawi, al-Suyuthi, al-Biqha’I, Zakaria al-Anshari dan lain-laoin. Pada peniltian ini diawali dengan historiografi, karya-karyanya, dan pemikirannya yang tertuang dalam kitabnya. Melalui penelitian bidang library research yang mengandalkan bahan penelitian dari perpustakaan, seperti buku, kitab, jurnal, ensiklopedia atau majalah sebagai sumber data untuk mencari dan melacak permasalahan tersebut. Adapun Hasil dan temuan penelitian ini, ijtihad Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam bidang Ilmu hadis bahwa beliau layak disebut seorang mujtahid dalam bidang hadis atas dasar pemikirannya yang tertuang dalam karyanya yang mencapai 177 karya Ibnu Hajar dalam bidang hadis, serta dalam kitabnya banyak pemikiran baru yang ulama sebelumnya tidak ada. 
Konsep Keraguan Dalam Islam Aisyah Oktaviyani; Ahmad Rifai; Muhammad Alif; Edriagus Saputra
Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam Vol 4 No 1 (2024): Ikhtisar: Jurnal Pengetahuan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062//IJPI.2024.v4i1/476/5

Abstract

This situation occurs based on the fact that a person cannot be in two different places at the same time. Conflict and doubt is an attitude that is often experienced by every human being, although the form and quality of conflict and doubt is different for each individual. This research uses qualitative methods in the form of library research. The results of this study can be concluded, that as a Muslim, every action or something that is to be decided, should be done after maximum consideration, so that there is no doubt in carrying it out. Even in believing in Allah and the Pillars of Faith, every Muslim should not have doubts about what he believes, so that he has complete and perfect faith in Allah and all that must be believed. So in addressing the steps to overcome the attitude of doubt, namely strengthening skills and abilities, discussion / asking for other people's opinions, self-confidence, planning the actions to be taken and being ready to bear the risks of the actions taken.
Co-Authors A, Alifya Abd Wahid Abdul Aziz Abdul Rozikin Japar Sodik Abdullah Noerkholis Adam Mustaqim Jiddan Adelia, Naurah Agung Danarta Agus Irawan Ahmad Habibi Syahid Ahmad Haikal Ahmad Ramadhani Chaidir Ahmad Rifai Ahmad Rifai Ahmad Rudin Ainun Nabilah Aisyah Nur Hasna Aisyah Oktaviyani AJMAIN, MAFTUH Akhsa Alpar Mubarok Alan Firgi Albarra Gilang Andika alfaridjahal, gunawan Alifya Amar Firdaus Amar Firdaus Amirulloh, Amirulloh Anggi Anggi Anisa Fitriyani Anisa Fitriyani Annida Nazirah Anzil Alaina Maidah Arbi Nazhief Fauzan Asih Kurniasih Attoriq Islami Pasha Avuani Alrijal Choir Umam Ayu Karina Badrudin Budiman, Raja Khafizh Dani Abdu Latief Darin Rihhadatul ‘Aisy Deni Firdaus Devita Maharani, Nadia Diva Pinara Eka Wulandari Elan Herlangga Endang Saeful Anwar Ernawati Erniwati Ernisah Ernisah Esti Rahmawati Eva Fatonah Fahmi Andaluzi Fildzah Aulia Nur Muharromah Firdaus, Amar Firmansyah, Diky Fitriyani, Dina Gendis Ayu Wulan M Gunawan Al-Faridjahal Gunawan Al-Faridjahal Hafidz Taqiyuddin Halawatul Kamala Hanifatul Azizah Hapani, Ridwan Hariroh, Syarifah Herlina Herlina Hikmatul Luthfi Husaeni, Uum Umaroh Ibadurrahman Ibadurrahman Ibia Zaynah Ibrahim Ibrahim Ibya Zaynah Ikhsan, Khaerul Imam Nur Ajid Irfan Padlian Syah Isna Tsania El-Habsa Izar Mutaqin Jessika Jessika Jumrotul Qawwim Karina, Ayu Khairil Ikhsan Siregar Khairul Kahfi Khoerunnisa, Atikah Khusniyah Khusniyah Lia Awaliah Lutfiani, Adelia Maftuh Ajmain MAFTUH AJMAIN Mahmudhatul Lutfiya Khasanah Mareta Asprianti Masrukhin Muhsin Maulayati, Neneng Maulidya Rahmani Melisa Haryati Melisa Nur Azizah Mila Amelia Mila mila Mohamad Hambali Mohammad Adnan Muhamad Abubakar Sidiq Muhamad Adji Saputra Muhamad Rama Saputra Muhammad Atsiil Al Ahnaf Muhammad Fadzli Muhammad Fahrul Ihsan Muhammad Faqih Choiruddin Muhammad Faris Muhammad Gufron Muhammad Hotibul Umam Muhammad Irsyad Mu’afa Muhammad Muttaqin Muhammad Panji Islami Muhammad Ramadhan Muhammad Razesh Musyarraf Muhammad Yushron Kurniawan Mus’idul Millah Muthoharoh Mutiara Irawati MUTIARA MUTIARA mutiara mutiara Muzibul Khoir Nabilla Hendriyana Nadia Nurpadilah Nadirotul Munawaroh Najwa Salsabillah Zalfa Najwa Salsabillah Zalfa Nur Asyifa Nuriyah Nurjaman Nurjaman Nurul Inayah, Nadia Nurwijayanti Oktaviyani, Aisyah Pajriah Pajriah Puspita, Yovi Meli Putri Hudani Nabila R. Rusli Rajib Dafa Al Fikri Refa Hudan Lisalam Repa Hudan Lisalam Rifki Irawan Rinaldi, Muhammad Syafiq Rizki Restu Afandi Rohmat Hidayatullah Rohmawan, Fenki Rosyad, Sabilar Rumsinah Rumsinah Sahrul Ulum Salamah Rahayu Salim Rosyadi Salsabila Alifiya Salsabila Itsnaini Samsul Hilal Saputra, Edriagus Saputra, Muhamad Rama Satria, Rizky Wahyu Sherly Widya Hapitasari Sholahuddin Al Ayubi Siska Adelia Zahra Siti Nurhalijah Siti Nurlaila, Siti Siti Padlah Siti Rohmah Siti Salma Siti Yulinda Nurhalimah Sri Mulyaningsih Sri Mulyaningsih Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Sulton Kholid Syaefulloh Syahid, Aang Ahmad Syahid, Raihan Syifa Roudhatul Jannah Syifaullah Syifaullah Umu Solikhah Vina Najariah Widiyastuti, Hilda Cahyani Wildan Afandi Wuwun Berliani Yetti Hasanah Yulia Hasanah Jefriyanti Zaenal Abidin