p-Index From 2021 - 2026
14.797
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MediaTor: Jurnal Komunikasi Mediator Syiar Hukum: Jurnal Ilmu Hukum JURNAL LITIGASI (e-Journal) Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum FIAT JUSTISIA: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Dinamika Hukum Jurnal IUS (Kajian Hukum dan Keadilan) Jurnal Daulat Hukum Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Substantive Justice International Journal of Law Bina Hukum Lingkungan Recital Review NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI YUSTISI Journal on Education Sociological Jurisprudence Journal Jurnal Notariil Awang Long Law Review Unes Law Review Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Yudisial Jurisprudensi: Jurnal Ilmu Syariah, Perundang-undangan, Ekonomi Islam Era Hukum: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum Buana Ilmu AL-Ishlah : Jurnal Ilmiah Hukum Jurnal Hukum Adigama JURNAL USM LAW REVIEW Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam INTERNATIONAL JOURNAL OF SOCIAL, POLICY AND LAW (IJOSPL) IJPD (International Journal Of Public Devotion) Jurnal Kewarganegaraan JIAL (Journal of Indonesian Adat Law) International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Sosial dan Teknologi Journal La Sociale Journal of English Language and Education JHCLS Law Development Journal Jurnal Impresi Indonesia USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam BHIRAWA LAW JOURNAL Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Indonesia Law Review (ILREV) Law Doctoral Community Service Journal Journal of Law, Poliitic and Humanities Bina Hukum Lingkungan Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Journal of Scientific Research, Education, and Technology Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development International Journal of Law and Society Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Kanun: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Hukum & Pembangunan Journal of Law and Legal Reform The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Indonesian Journal of Criminal Law Studies Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Academia Open
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kedudukan Hukum Pengemudi Ojek Online dalam Sistem Kerja Berbasis Platform Digital Khoirunnisa, Balqis; Farma Rahayu, Mella Ismelina
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.51269

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong munculnya sistem kerja berbasis platform digital yang mengubah pola hubungan antara penyedia dan pengguna jasa, termasuk dalam sektor transportasi daring. Pengemudi ojek online menjadi kelompok pekerja digital yang menghadapi persoalan hukum terkait ketidakjelasan status, karena perusahaan aplikasi menetapkan hubungan kemitraan meskipun mekanisme kerja dikendalikan sepenuhnya melalui algoritma. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum pengemudi ojek online dengan menggunakan metode yuridis normatif melalui penelaahan peraturan perundang-undangan, doktrin, dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengemudi memenuhi unsur pekerjaan, upah, dan perintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan karena pengemudi memberikan layanan secara berulang, menerima pendapatan yang ditetapkan perusahaan, dan wajib mengikuti instruksi aplikasi untuk mempertahankan akses kerja. Dominasi kontrol perusahaan melalui standar operasional, distribusi pesanan, tarif, serta evaluasi berbasis algoritmik menimbulkan subordinasi yang tidak sejalan dengan prinsip kemitraan. Temuan tersebut menguatkan pandangan bahwa hubungan yang berlangsung bersifat hubungan kerja terselubung, serupa dengan pertimbangan dalam kasus Uber BV v Aslam di Inggris yang mengakui pengemudi sebagai pekerja karena tingkat kontrol perusahaan yang signifikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengaturan khusus untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang sesuai bagi pengemudi ojek online sebagai bagian dari ekosistem kerja digital. Pembentukan regulasi menjadi urgensi agar kesenjangan antara konsep kemitraan dan praktik operasional tidak menimbulkan kerentanan bagi pengemudi dalam memperoleh hak-hak konstitusionalnya.
The Synergy of Local Wisdom and National Law in Environmental Law Enforcement: A Qualitative Study in Indigenous Communities Nugroho, Aldhy Bintang; Ningtiyas, ⁠Hanna Ade; Nurramdani, Husni; M, Nabila Dyahayu; K, Rachmasari Anna; FR, Mella Ismelina
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1620

Abstract

Environmental degradation in Indonesia, driven by deforestation, land degradation, and uncontrolled exploitation of natural resources, requires an environmental law enforcement strategy that goes beyond national regulations and recognizes the essential role of indigenous local wisdom. This study aims to analyze the contribution of local wisdom to environmental preservation, identify challenges in the implementation of national law in indigenous territories, and formulate a synergy model between the two to strengthen environmental law enforcement. A qualitative approach with a case study method was employed, focusing on indigenous communities that actively practice traditional resource management. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis of national regulations and customary laws. The findings reveal that local wisdom effectively maintains ecological balance through culturally rooted governance systems, yet its formal legal recognition remains limited, creating a gap between state policy and local practices. Strengthening the synergy between national law and local wisdom is essential to establish a more participatory, just, and sustainable environmental law enforcement system and to enhance the social legitimacy of environmental policies.
Effectiveness of Online Single Submission Policy for Faster Land Transactions Compliance Raita Varia; Sudiro, Amad; Mella Ismelina F. Rahayu; Tolib Turgun Ugli Rakhmonov
Journal of Human Rights, Culture and Legal System Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Human Rights, Culture and Legal System
Publisher : Lembaga Contrarius Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53955/jhcls.v5i3.781

Abstract

The Job Creation Law, the Online Single Submission–Risk Based Approach, and the Basic Agrarian Law collectively reshape Indonesia’s land licensing system while simultaneously creating substantial regulatory and institutional challenges. This study evaluates the effectiveness of the OSS-RBA policy in accelerating land transaction compliance while preserving legal certainty and administrative efficiency. The research adopts a doctrinal legal method by examining statutory instruments, implementing regulations, and administrative procedures governing land licensing and spatial conformity. To strengthen the analysis, the study integrates a comparative legal approach to assess patterns of institutional coordination and digital governance. The analysis concentrates on three central dimensions: regulatory consistency in land rights verification and spatial suitability, institutional coordination among competent authorities, and the integration of spatial and land information systems. The results show that regulatory overlaps and normative inconsistencies continue to generate legal uncertainty in land licensing. Fragmented institutional authority further weakens coordination and delays administrative decision-making. In addition, limited interoperability between spatial and land databases reduces the effectiveness of digital licensing services. This study concludes that the OSS-RBA policy will effectively accelerate land transaction compliance only through regulatory harmonization, strengthened inter-agency coordination, and the establishment of an integrated spatial–land information system to ensure legal certainty, good governance, and sustainable land administration.
ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-XXI/2023 PERIHAL PENGUJIAN UU 1/2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UU 27/2007 TERHADAP UUD NRI 1945 TENTANG LARANGAN PENAMBANGAN PADA PULAU-PULAU KECIL Sukamto, Iwan; Ismelina Farma Rahayu, Mella
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i10.2025.4328-4340

Abstract

Pengelolaan pulau-pulau kecil di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya tekanan eksploitasi sumber daya alam, khususnya pertambangan yang berpotensi merusak ekosistem yang rapuh. Kondisi ini menimbulkan masalah konstitusional terkait kewajiban negara dalam memastikan keberlanjutan lingkungan dan perlindungan hak masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam Putusan No. 35/PUU-XXI/2023 serta implikasi normatifnya terhadap regulasi pertambangan di pulau-pulau kecil. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus melalui penelaahan peraturan, doktrin, serta putusan MK. Hasil analisis menunjukkan bahwa Mahkamah menegaskan pentingnya prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan ekologis sebagai landasan pembatasan pertambangan, terutama karena pulau kecil dikategorikan sebagai critical natural capital yang tidak dapat digantikan oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Putusan ini juga menekankan bahwa negara wajib memastikan perlindungan ekosistem pesisir sesuai Pasal 33 UUD 1945 melalui pembatasan eksploitasi yang bersifat abnormally dangerous activity. Selain itu, putusan tersebut memperjelas bahwa harmonisasi antara UU Minerba dan UU PWP3K merupakan syarat mutlak untuk menghilangkan tumpang tindih regulasi dan mencegah ambiguitas perizinan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Putusan MK No. 35/PUU-XXI/2023 merupakan tonggak penting bagi penguatan perlindungan pulau-pulau kecil dan harus diikuti dengan regulasi turunan yang konsisten agar tujuan keberlanjutan ekologis dapat tercapai.
Analisis Permasalahan Pengelolaan Sampah di DKI Jakarta Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 Virginia Tjendra; Mella Ismelina
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 1 (2024): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i1.3197

Abstract

Pengelolaan sampah di DKI Jakarta menjadi isu mendesak dengan sekitar 7.000 ton sampah dihasilkan setiap hari akibat pertumbuhan populasi dan urbanisasi. Meskipun Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan infrastruktur, implementasinya terhambat oleh kurangnya kesadaran warga, infrastruktur yang tidak memadai, dan rendahnya koordinasi antara pemerintah dan swasta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat untuk merumuskan langkah strategis demi menjadikan Jakarta kota yang bersih dan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini yakni Pengelolaan sampah di DKI Jakarta, meskipun didukung Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019, masih menghadapi tantangan besar seperti kurangnya koordinasi antar lembaga, alokasi anggaran yang tidak memadai, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesulitan dalam mencari mitra pendanaan untuk proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) juga mengindikasikan kelemahan dalam skema pembiayaan. Tanpa kolaborasi dan strategi yang efektif, pengelolaan sampah yang berkelanjutan akan sulit dicapai
Pengelolaan dan Pengawasan Kualitas Air oleh Pemerintah Daerah Terhadap Pencemaran Akibat Limbah Industri dalam Perspektif Lingkungan Rivaldi Rizky; Mella Ismelina Farma Rahayu
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 5 No. 4 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v5i4.4594

Abstract

Pencemaran air di sungai menjadi masalah serius di Indonesia, terutama di Sungai Brantas, Jawa Timur. Pencemaran ini disebabkan oleh limbah industri yang dibuang ke sungai, menyebabkan kematian massal ikan dan mengancam kesehatan masyarakat yang bergantung pada air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola dan mengawasi kualitas air sungai, terutama dalam konteks Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 08/Pdt.G/2019/PN Sby. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer adalah putusan pengadilan, sedangkan sumber data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, literatur, dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan yang signifikan dalam pengelolaan dan pengawasan kualitas air sungai, namun dalam kasus Sungai Brantas, terdapat kelemahan dalam implementasi kewenangan tersebut. Putusan pengadilan mengkritik respons yang tidak memadai, pemantauan yang lemah, dan kurangnya koordinasi dari pemerintah daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, peningkatan kapasitas personel, penegakan hukum yang tegas, pemanfaatan teknologi, pelibatan masyarakat, serta penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan pengelolaan kualitas air sungai di Jawa Timur.
KEPASTIAN HUKUM PENGATURAN HUNIAN BERIMBANG TERHADAP KEGIATAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN Vania Dzakirah; Mella Ismelina Farma Rahayu
Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum Vol. 13 No. 11 (2025)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/KS.2025.v13.i11.p20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepastian hukum pengaturan hunian berimbang serta dampaknya terhadap upaya pemerataan akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan hunian berimbang yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2016 telah menyediakan dasar hukum yang cukup kuat untuk mewajibkan pengembang menghadirkan komposisi hunian mewah, menengah, dan sederhana secara proporsional. Namun, implementasinya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain kurangnya pemahaman pengembang, lemahnya pengawasan pemerintah daerah, serta disharmonisasi regulasi pusat dan daerah. Pengaturan ini pada prinsipnya memiliki dampak positif dalam memperluas akses MBR terhadap hunian yang layak dan terjangkau, tetapi efektivitasnya belum optimal karena tidak semua pengembang menjalankan kewajiban sesuai ketentuan. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan penegakan hukum, harmonisasi regulasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat guna memastikan terselenggaranya pembangunan perumahan yang inklusif dan berkeadilan. This study aims to analyze the legal certainty of the balanced housing regulation and its impact on promoting equitable access to housing for low-income communities in Indonesia. This research employs a normative legal method using a statute approach and a conceptual approach. The findings indicate that the balanced housing provisions stipulated in Law Number 1 of 2011 on Housing and Settlement Areas and Government Regulation Number 14 of 2016 provide a strong legal basis requiring developers to supply a proportional composition of luxury, medium, and simple housing units. Nevertheless, the implementation remains constrained by several challenges, including limited understanding among developers, weak supervision by local governments, and regulatory disharmony between central and regional authorities. Although the regulation contributes positively to expanding access to adequate and affordable housing for low-income groups, its effectiveness is not yet optimal due to inconsistencies in developer compliance. This study highlights the need for strengthened law enforcement, regulatory harmonization, and enhanced community participation to ensure that the balanced housing policy effectively promotes inclusive and socially equitable housing development in Indonesia.
KEARIFAN SPIRITUAL DALAM PENDIDIKAN HUKUM LINGKUNGAN Rahayu, Mella Ismelina Farma; Susanto, Anthon F.; Muliya, Liya Sukma
LITIGASI Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/litigasi.v23i2.6321

Abstract

This paper will describe and examine local wisdom values that are implemented in environmental law education in Indonesia. Environmental law education is now more oriented towards liberal environmental law education so that it ignores the values of local wisdom. Based on this, the problem that arises is how about local wisdom can be the basis for environmental law education by internalizing local wisdom in environmental law teaching materials. The study in this paper uses m The research approach method is normative juridical. Secondary data were gathered through literature searches and analyzed using qualitative legal analysis to reach conclusions using a deductive syllogism.From the results of the study, it was concluded that klocal wisdom is full of spiritual meaning and ethical values. This local wisdom rests on the philosophy of values, ethics, and ways of behaving and behaving that are traditionally institutionalized. This is an important basis for environmental law education, which is a guide for humans when dealing with their environment. Keyword : Wisdom, Values, Education, Environmental Law.
Legal Protection of Notary/PPAT in Making Deeds Based on Fake Information (Case Study of Decision Number: 73/PDT.G/2012/PN.PL) Khairunnisa Riani Putri; Mella Ismelina Farma Rahayu
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v2i6.101

Abstract

A Notary is a public official who is authorized to perform certain legal formalities, especially to draw up or certify contracts, deeds, and other documents for use in other jurisdictions. The Land Deed Making Officer or PPAT is a public official who is authorized to make certain deeds related to land belonging to Flats Units. The Notary/PPAT is responsible for upholding integrity and morals. Legal protection and guarantees for the Notary/PPAT are needed for the implementation of the legal service function. Protection is needed to protect Notaries/PPATs who have carried out deed-making activities carefully and professionally in accordance with legal provisions and statutory regulations. Notaries/PPATs often receive false information or documents from parties, so Notaries/PPATs are suspected of being involved in criminal or civil cases. The purpose of this study is to examine the legal provisions for the protection of the position of Notary/PPAT in making Deeds based on False Statements (Case Study of Decision Number 73/PDT.G/2012/PN.PL). The research method uses a normative legal approach with qualitative descriptive data analysis. The results of the study show that Notaries/PPATs have the right to obtain legal protection in order to create legal certainty as public officials whose function is to provide services to the public. Notary/PPAT is not responsible in terms of fraud and mistakes made by the parties. The Notary/PPAT is only in charge of recording what is conveyed by the parties to be further stated in the deed or party. The legal protection provided by the state with regulations or legal rules is considered optimal in protecting Notaries/PPATs.
Notary Responsibilities for Making Deeds Based on False Statements (Case Study of Decision Number: 782/PDT.G/2020/PN JKT.SEL) Eztha Oke Sonia; Mella Ismelina Farma Rahayu
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2023): Edunity : Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v2i6.106

Abstract

Notaries are public officials (openbare ambtenaren) appointed by the Ministry of Law and Human Rights (KEMENKUMHAM) who have the authority to make authentic deeds. The notary deed clearly explains the rights and obligations of the parties so that the notary deed becomes the strongest and most complete means of evidence because it can prove the truth of its contents compared to a deed made privately. If a Notary as a public official is proven to have made a mistake in the deed they made, then as a result of their actions they can be held accountable both criminally and civilly if it causes a loss. In the case of the South Jakarta District Court decision number 782/PDT.G/2020/PN JKT.SEL a Notary in Tangerang was involved in a civil case of unlawful acts that resulted in the deed’s cancellation. A notary deed that is canceled by a court decision does not mean the result of a notary's mistake in making the deed, but can also be caused by an error or negligence on the part of the parties resulting in a lawsuit because the notary has made the deed in accordance with the regulations. The notary as a public official has the right to refuse not to notify the contents of the deed in accordance with the oath of office they uttered and taking the minutes of the deed and calling the notary must go through the approval of Notary Honorary Council as an institution that has the authority to carry out guidance and supervision of the notary and the existence of the right of refusal. become a form of legal protection for Notaries when carrying out their duties. This study uses normative legal research methods, by analyzing court decisions as the primary legal.
Co-Authors Abdullah, Reza Ade Adhari Adhi Gani Wiguna Adhytia Nugraha Afrizal Hadi Permana Agnes Listya Adeline Agustinus Astono Aldiansyah Yudha Prawira Alegra, Vincent Mayer Amad Sudiro Amad Sudiro, Amad ammanda michelle sumampow Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Ananda Surya Dharma Anastasia Wahyu Murbani Andre Jr Cardenas Andreas Sutjiadi Andriani, Kasmita Angin , Sarwan Perangin Antari, Ni Putu Dea Anthon F. Susanto Anthon F. Susanto, Anthon F. Anthon Freddy Susanto Anthon Freddy Susanto Anthon Freddy Susanto Anthony Robert Phangestu Abady Antoinette Evaline Blegur Selly Kua Arinto Nurcahyo Aris Yulia Asrun, Andi Muhammad Atalla Mufid Ayu, Bumi Benny Iswari Carissa Janice Carissa Maharani Carrin Finerly Christiawan, Rio Columbanus Priaardanto Cynthia Phillo Delfero, Alessandro Devira Ayu Larashati Dewi, A.A Sagung Laksmi Dharma, Ananda Surya Diana Fitriana Doly Indra Utama, Iqbal Dwi Andika , Dery Dzakiah, Wanda Putri Edwin, Shane Efridani Lubis Elle Tasya Putri Engkus Kusnadi Evellyn Octavia Eztha Oke Sonia F. Susanto, Anthon Fara Jane Fatimah Zahro Fatsym, Jennisyh Aurora febyola berylani sugiarto Felicia Felicia Ferna Tamagangka Feronica Gracia Leslie Finna Maessy Pangestika Firdaus Arifin, Firdaus Firdaus, Arifin Florencia Irena, Florencia Gemilang, Wita Anugrah Gracia Gracia Handoyo Handoyo Hansen Joneri Hanum, Paujiah Hardina, Tati Sri Hartini Saripan Hartono, Octafani Rheaeda Hotris Parlinggoman Sitanggang Hughes Ramadinda Etnneji I Wayan Gde Wiryawan I Wayan Wahyu Wira Udytama Ihsanul Maarif Ika Pratiwi, Rani Iriani, Kunto Fitricia Elfisa Jeffaldo Thio Jennyver Willyanto Joko Pramono Juliane Chaerunnisa K, Rachmasari Anna Kanaya, Franzeska Ratu Kenneth Kenneth Ketut Ria Wahyudani Oktavia Khairunnisa Riani Putri Khanifa Fauziah Khoirunnisa, Balqis Khomaini Kunto Fitricia Elfisa Iriani Kurniawan, Immanuel Stanly Kurniawan, Stanley Laurel Rahardjo Leonardo Alfero Lisna Wati Purba Liya Sukma Muliya Liya Sukma Muliya Louisa, Natasha M, Nabila Dyahayu Maarif, Ihsanul Manik, Kezia Ratu Clarissa Margriet Sulongamanda Rose Anabelle Wetik, Azalea Marlianti, Selly Marsalina Kareth monica lidiyana Muhamad l Haris Zulkarnaen Sitompul Muhammad Yusli Juliansyah Munthe, Duma Sinta Uli Murbani, Anastasia Wahyu Muslim, Yasir Mutia Dewi , Rury Nasution, Adellailla Neni Ruhaeni Ni Made Puspasutari Ujianti Nicholas Panggabean Nico Casey Ningtiyas, ⁠Hanna Ade Nugroho, Aldhy Bintang nur rizki, Raden achmad Nurhasanah, Nia Nurramdani, Husni Oke Sonia, Eztha Pahrazi, Raihan Panggabean, Nicholas Permana, Afrizal Hadi Prabowo, Romi Galih Pradana, Nanda Gita Putri Prawira, Aldiansyah Yudha Prihartati, Julia Purba, Gilbert Purba, Nelvitia Putra, Rifky Anantha Putri, Eka Ratna Raden Achmad Nur Rizki Raita Varia Rambe, Halgi Sujuangon Jhansen Randy Tulus Jordi Marpaung Rasji, Rasji ratna sari purba, Theresia Regina Christhalia Resia Monika Resmaya Agnesia Mutiara Sirait Reyhan Raesandi Riani Putri, Khairunnisa Ricci Ricci Ridhani Aipassa Riska Nadia Galuh Larasa Rivaldi Rizky Rivaldi Rizky Rizki Bagus Saputra Rizki Hirmanto Rizky, Rivaldi Romi Galih Prabowo Romlih, Rheihan Nurrizki RR. ELLA EVRITA H Sahrudi Sambuaga, Jefferson Asprila Saripan, Hartini Seguito Monteiro Selly Marlianti Sheerleen, Sheerleen Sherryl Syella Susilo Simanungkalit, Rosalina Situmorang, Waldus Stevenson, Jerry Sugeng Sugeng Sukamto, Iwan Sukma Muliya, Liya Susanto, Anthon F Sutjiadi, Andreas Syarifah Arabiyah Tamada Xio Fortune Tati Sri Hardina Tolib Turgun Ugli Rakhmonov Ujianti, Ni Made Puspasutari Utami, Annisa Nur Valencia Prasetyo Ningrum Valentin Maurentina Vania Dzakirah Vannes, Jeremy Virginia Tjendra Virginia Tjendra Virriantaka, Virriantaka Walman Gultom Wibisana, Anak Agung Ngurah Adhi Widyaningrum, Tuti William Mulyadanika Yenny AS Yudi Prihartanto Yunita Wahyu Medyawati Yuvirani Sabrianti Yuwono, Excel Febrianka ZK Abdurahman Baizal Zulkarnaen Sitompul, Muhamad l Haris