Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Prosiding Conference on Research and Community Services

PENDAMPINGAN KELUARGA BALITA KURANG GIZI_STUNTING DI DUKUH TEMPURAN DUSUN CANGKRING DESA PELEM, PARE, KEDIRI Zauhani Kusnul; Erni Rahmawati
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia  balita merupakan  masa pertumbuhan dan perkembangan anak  yang sangat  pesat.  Kebutuhan  asupan  zat gizi pada  masa  ini  harus cukup  dalam jumlah  maupun  kualitasnya. Permasalahan    gizi    pada    usia    dini    berdampak pada terjadinya berbagai gangguan pertumbuhan   dan   perkembangan.   Hasil   penelusuran   data   sekunder   di   Posyandu Dahlia, wilayah kerja Puskesmas Bendo,  pada bulan Maret tahun 2022 diketahui jumlah balita dengan gizi kurang   sebanyak   7   balita   (15,2%).   Dari sejumalah balita yang mengalami stunting maupun gizi buruk sejumlah 5 balita tidak mengalami peningkatan berat badan selama 6-8 bulan terakhir. Tujuan program pendampingan keluarga balita gizi kurang ini adalah untuk  mendukung upaya perbaikan  status  gizi  pada  balita  supaya dapat segera dicapai..  Metode pelaksanaan  program  adalah community relation melalui tahapan: bimbingan dan konseling, pemberian rekomendasi menu dan evaluasi. Kami melakukan  pendataan food recall secara mendetail untuk mendapatkan jumlah asupan kalori rata rata harian anak, sekaligus menilai kecukupan komponen makanan juga keberagaman jenis makanan. Kami juga memberikan makanan tambahan untuk membantu meningkatkan berat badan anak berupa roti dan susu. Berdasarkan hasil pendataan kami dapatkan data bahwa asupan kalori harian anak rata rata dalam rentang cukup disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin anak. Namun kurang dalam kelengkapan komponen dan jenis makanan, sebagian besar anak cenderung menyukai hanya jenis makanan tertentu juga sangat kurang dalam konsumsi sayur dan buah, Setelah pendampingan selama satu bulan kami melakukan evaluasi dan kami dapatkan bahwa semua balita mengalami kenaikan berat badan dengan besaran bervariasi antara 1 sd 5 ons, selain itu keluarga menyatakan berterima kasih dengan adanya pendampingan ini dan menyatakan akan terus melanjutkan upaya perbaikan gizi anak. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa upaya pendampingan secara personal dan intensif memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan balita.