Claim Missing Document
Check
Articles

HMI, CAK NUR DAN GELOMBANG INTELEKTUALISME ISLAM INDONESIA JILID 2 Sabri, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i2.6527

Abstract

Artikel ini menjawab pertanyaan bagaimana posisi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia dan kaitannya dengan fenomena kegairahan intelektualisme Islam. Munculya gelombang baru intelektualisme Islam di Indonesia ditujukan dengan yang disebut sebagai “kelompok pembaruan pemikiran Islam” di Indonesia. Gerakan ini muncul merupakan respons Islam terhadap gagasan modernisasi di tanah air. Atau fenomena tersebut merupakan respons intelektual kaum Muslim terhadap situasi sosio-historis yang melingkari kehidupan bangsa Indonesia saat itu. Dalam mencermati perjalanan sejarahnya yang telah melampaui usia setengah abad, dinamika HMI adalah sebuah catatan yang berkembang, dan diyakini sebagai salah institusi yang telah memainkan peran fungsional-historisnya dalam mozaik sejarah perjuangan Indonesia. Peran-peran historis yang telah secara inheren melekat dalam tubuh HMI semestinya menjadi energi gerak dalam satu misi besar: transformasi sosial menuju Indonesia baru dengan visi intelektualisme Islam yang kompatibel. Untuk mengantisipasi perubahan masyarakat yang cepat, maka upaya-upaya mengubah orientasi, cara-pandang, metode, paradigma, dan gerak juang HMI, dengan sendirinya menjadi sebuah kemestian sejarah, khususnya dalam “membayangkan” masa depan bangsanya.ABSTRACTThis article answers the question of how the position of the Islamic Student Association (HMI) as an oldest Islamic student organization in Indonesia and its relevance to the phenomenon of Islamic intellectual excitement.  The emergence of a new wave of Islamic intellectualism in Indonesia is marked by the so-called “group of Islamic thought reform”. Its presence is a response to the idea of modernization in Indonesian country. In other words, the phenomenon is a response of Muslim scholars to social and historical atmospheres encircling the Indonesian life at that time.  By looking at its historical path that has exceeded the age of half a century, HMI's dynamics is a growing record and is believed as an institution which has played its functional and historical role in mosaic story of Indonesian struggle. These historical roles that have been inherently embedded in the body of HMI should be the energy of motion in one tremendous mission; social transformation toward new Indonesia with compatible vision of Islamic intellectualism. To anticipate rapid social changes, HMI’s efforts of changing orientations, perspectives, methods, paradigms, and also struggle moves become a historical necessity, particularly in “reflecting” the future of the nation.    
KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS AKHLAK: PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Sarif Hidayatulloh; Sembodo; Sabri, Muhammad
Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Ta'lim: Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/talim.v6i1.2938

Abstract

Perubahan global yang cepat menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara strategis tanpa kehilangan identitas nilai keislamannya. Dalam konteks tersebut, kepemimpinan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada efektivitas manajerial dan inovasi teknis, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai akhlak mulia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep kepemimpinan visioner berbasis akhlak dalam perspektif manajemen pendidikan Islam modern, serta menelaah urgensi dan implikasinya bagi pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema kepemimpinan visioner, akhlak Islami, dan manajemen pendidikan Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mensintesis konsep, karakteristik, dan peran strategis kepemimpinan visioner berbasis akhlak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berbasis akhlak memiliki peran penting dalam membangun visi Islami yang berorientasi jangka panjang, menciptakan inovasi pendidikan yang terarah dan bernilai etis, memperkuat hubungan interpersonal berbasis moral, serta memastikan pengambilan keputusan institusional yang berlandaskan prinsip kemaslahatan. Model kepemimpinan ini juga terbukti relevan dalam menjaga keberlanjutan, reputasi, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah tantangan globalisasi. Dengan demikian, kepemimpinan visioner berbasis akhlak dapat diposisikan sebagai model ideal dan strategis dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam modern yang unggul, dan berintegritas.
Co-Authors Abbas, Bakhtiar Abdullah, Ilmi Adi Nugroho Susanto Putro Agus Halid, Agus Aidil Adha, Muhammad Alawiyah, Faizah Alifuddin, Muh ANGRIAWAN, RANDY Arba’i, Wahid Ariani, Sri Shanti Arifin, Suci Ramadhani Ariwathan, Mutahhari Arridina Susan Silitonga - Asraf, Asraf Azmi, Muhyidin Brilliant, Brilliant Danial - Datu, Nurcholish Madjid Devi Armita Diki, Diki Doris Sukma Encep Syarief Nurdin, Encep Syarief Erlita, Erlita Fadilla, Annisa Tria FAOZAN FAOZAN Firdaus , M. Hilmi Ghazi Mauer Idroes Hafni Zahara Halim Dwi Putra Harmonika, Sri Hatta, Hariadi Hidayat, Romi Hulyadi, Hulyadi Husaeri, Husaeri Ifandi, Ilham Ihsani, Nurul Ikhsan, Muh ILHAM Indrayanti, Nur Irsal Irsal Irwana, Salman Irwandi, Andi Ismail Suardi Wekke Jainury, Aldi Jauna, Jauna Jayadi, Ikbal Kasnawi, M. Tahir Kasriadi, Dedy Kian, Lia M. Muhali Madola, Nofri Mardiana, Lina Mardiana Marwiah, Marwiah Mashun, Mashun Maslihatin, Tatik Masriany, Masriany Mirja, Mirja Mohamed, Dr.S.H.Sheik Muhajirin, Muhajirin Muhammad Arafah Muhammad Asy'ari Muhammad Ridwan Ridwan, Muhammad Ridwan Muhammad Salahuddin Munawir, Ahmad Najihah, Firqatun Novizal Wendry, Novizal Nurihsan, Achmad Juntika Nurussoleha, Nurussoleha Pani, Rahmayatul Pasnur Purnama, M. Risky Putra, Halim Dwi Rabiatul Adawiyah Rahmat Muhammad, Rahmat Raisah, Putri Reymond Reflon F Gultom Riani, Rini Zakia Zulpa Rozana, Dira RR. Ella Evrita Hestiandari Sa'diah, Halimatus Saeful, Muhammad Safri, Edi Sam Hermansyah Samudra, Andi Sapri, Yohanes Sarif Hidayatulloh Sarwan, Sarwan Sembodo Shofi, Shofi Sinamoi, Syamsuri Alpha Joshua Siti Musyahidah Sodiman Sodiman, Sodiman Suherman Sukma, Doris Sulistijaningsih, Sri Sunardi - Sunardi Sunardi Supyan, Asri Suroso, Bekti Syamsiar, Syamsiar T, Syamsu Taufik Taufiq Karma Thoibatun, Siti Zulpina Wahyudi, Ihsan Wais, Abdul Wati, Jusrida Wildan Seni, Wildan Yahya, Fizian Zainul Arifin