This Author published in this journals
All Journal R.E.M (Rekyasa Energi Manufaktur) Jurnal Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SEIKO : Journal of Management & Business NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM YUME : Journal of Management International Journal for Educational and Vocational Studies Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Jurnal Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNISA Kuningan Jurnal Fakultas Ilmu Keislaman UNISA Kuningan AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat International Journal of Science and Society (IJSOC) Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Evidence Of Law Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Bulletin of Management and Business Journal of Community Service Jurnal Visi Manajemen (JVM) Bandung Conference Series: Islamic Education Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Influence: International Journal of Science Review Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat ENDLESS : International Journal of Future Studies Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal ATSAR UNISA Kuningan Lensa Pendas Innovative Research in Civil and Environmental Engineering (IRCEE)
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Berbantu Media Bamboozle dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Elmira Yuliana; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15548

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low learning outcomes of students who have not reached the KKM score of 63% and teacher-centred learning methods. The aim of the research is to determine whether there is an increase in student learning outcomes by using the Teams Games Tournament type cooperative model assisted by Bamboozle media in Islamic Religious Education subjects at Al-Hidayah Ciparay High School. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. This research involved the experimental class XI IPS 2 and the control class XI IPS 1 which showed that 1) Student learning outcomes in the experimental class before the learning model was applied obtained an average score of 46.72 and the control class obtained an average score of 48.44. 2) The implementation of learning that has been carried out in the experimental class produces a percentage of 86% in the very satisfactory category. 3) Student learning outcomes increased after being given treatment, including in the cognitive domain in the experimental class getting an average score of (81.25) while the control class (66.41). In the spiritual affective domain, the experimental class received a score of (86.09) and social affective (85.22), while the control class in the spiritual affective domain received a score of (77.97) and the social affective domain (78.13). In the psychomotor domain, the experimental class received a score of (83.34) while the control class received a score of (69.81). So it can be concluded that the Teams Games Tournament type cooperative model assisted by Media Bamboozle is effective in improving learning outcomes. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai nilai KKM sebanyak 63% dan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantu media Bamboozle pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Al-Hidayah Ciparay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimen. Penelitian ini melibatkan kelas eksperimen XI IPS 2 dan kelas kontrol XI IPS 1 yang menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar siswa di kelas eksperimen sebelum diterapkan model pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 46,72 dan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 48,44. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang sudah terlaksana di kelas eksperimen menghasilkan persentase sebesar 86% dengan kategori sangat memuaskan. 3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan diantaranya pada ranah kognitif di kelas eksperimen mendapat rata-rata nilai (81,25) sedangkan kelas kontrol (66,41). Pada ranah afektif spiritual di kelas eksperimen mendapat nilai (86,09) dan afektif sosial (85,22) sedangkan kelas kontrol pada ranah afektif spiritual mendapat nilai (77,97) dan ranah afektif sosial (78,13). Pada ranah psikomotorik di kelas eksperimen mendapat nilai (83,34) sedangkan kelas kontrol (69,81). Maka dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantu Media Bamboozle efektif dalam meningkatkan hasil belajar.
Implementasi Program Pembinaan Tahfidz melalui Metode Tikrar untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal pada Santri di Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang Sri Wahyuningsih; Aep Saepudin; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15633

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low interest of students in memorizing the Quran, the ease with which they forget the memorization that has been memorized, as well as the difficulty and lack of motivation in the memorization process. The purpose of this study is to examine the implementation of the tahfidz coaching program through the Tikrar method in improving students' memorization skills. This program is designed to help participants memorize the Quran Juz 30 systematically, structured, and sustainable, with various activities and methods that facilitate the process of memorizing, repeating, and understanding the contents of the Quran. This research departs from the idea that the Tikrar method can help students memorize Juz 30 accurately, pay attention to correct tajweed and makhraj, and maintain memorization consistently. In addition, students are also expected to understand the meaning of the memorized verses and be able to apply them in everyday life. The Tikrar method not only focuses on memorization, but also on understanding and practicing the teachings of the Qur'an. The results of the implementation of this tahfidz program at Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang show a significant increase in the students' memorization ability. Weekly evaluation and intensive repetition are proven to strengthen memorization and improve the quality of tajweed recitation. However, this program still faces challenges such as differences in memorization ability, time constraints, and psychological pressure. For this reason, further adjustments are needed so that this program can meet the needs of santri more effectively in the future. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat santri dalam menghafal Alquran, mudahnya mereka melupakan hafalan yang telah dihafal, serta kesulitan dan kurangnya motivasi dalam proses menghafal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi program pembinaan tahfidz melalui metode Tikrar dalam meningkatkan kemampuan hafalan santri. Program ini dirancang untuk membantu peserta menghafal Alquran Juz 30 secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan, dengan berbagai aktivitas dan metode yang memudahkan proses menghafal, mengulang, dan memahami isi Alquran. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa metode Tikrar dapat membantu santri menghafal Juz 30 dengan akurat, memperhatikan tajwid dan makhraj yang benar, serta mempertahankan hafalan secara konsisten. Selain itu, santri juga diharapkan memahami makna ayat-ayat yang dihafal dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode Tikrar tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur'an. Hasil dari penerapan program tahfidz ini di Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan hafalan santri. Evaluasi mingguan dan pengulangan intensif terbukti memperkuat hafalan dan meningkatkan kualitas bacaan tajwid. Namun, program ini masih menghadapi tantangan seperti perbedaan kemampuan hafalan, keterbatasan waktu, dan tekanan psikologis. Untuk itu, diperlukan penyesuaian lebih lanjut agar program ini dapat memenuhi kebutuhan santri secara lebih efektif di masa mendatang.
Implementasi Program Mentoring Melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di MTS Al-Musyawarah Lembang Nisa Asipa Ulhayat; Aep Saepudin; Sobar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15660

Abstract

Abstract. The background to this research is that many school children cannot read the Al-Qur'an well. Learning the Al-Qur'an cannot be done instantly, special learning is needed. Therefore, Mts Al-Musyawarah has a mandatory program that its students must follow, namely the Al-Qur'an Mentoring Program using the peer tutoring method. This program is designed to help students who are not yet fluent in reading the Al-Qur'an. The purpose of this research is to analyze planning, implementation, evaluation, supporting factors and obstacles in the Mentoring Program through Peer Tutors in Improving Al-Qur'an Reading Ability. The method used in this research is descriptive qualitative. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The research results show that the implementation of the Mentoring program through Peer Tutors in Improving Al-Qur'an Reading Ability at Mts Al-Musyawarah Lembang is going well. Students experience an increase in reading after participating in mentoring. This program is carried out on Tuesday-Thursday using the peer tutoring method where the mentors are the upperclassmen they teach. Peer tutoring is effective in improving the ability to read the Koran because students feel comfortable, open and social support from peers increases student activity. Evaluation of the mentoring program includes attendance, student progress and mentor performance. The supporting factors for this program are the support of the school, teachers and good cooperation between mentors & coaching teachers. Meanwhile, the inhibiting factors in this program are the lack of supervisory teachers, as well as the lack of student enthusiasm. Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya anak sekolah belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, untuk mempelajari Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan diperlukan pembelajaran khusus. Maka dari itu Mts Al-Musyawarah memiliki program wajib yang harus diikuti oleh siswanya yaitu Program Mentoring Al-Qur’an dengan menggunakan metode tutor sebaya, program ini dirancang untuk membantu siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan hambatan dalam Program Mentoring melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan program Mentoring melalui Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an di Mts Al-Musyawarah Lembang berjalan dengan baik. Siswa mengalami peningkatan membaca setelah mengikuti mentoring. Program ini dilakukan pada hari selasa-kamis dengan metode tutor sebaya dimana para mentor merupakan kakak kelas yang diajar nya. Tutor sebaya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an karena siswa merasa nyaman, terbuka dan dukungan sosial dari teman sebaya meningkatkan keaktifan siswa. Evaluasi program mentoring mencangkup kehadiran, kemajuan siswa dan kinerja mentor. Faktor pendukung dari program ini adalah dukungan pihak sekolah, guru dan kerjasama yang baik antara mentor & guru pembina. Sedangkan, faktor penghambat dalam program ini adalah kurangnya guru pembina, serta kurangnya semangat siswa.
Upaya Peningkatan Motivasi Menghafal Al-Qur’an Siswa Kelas XI Melalui Program Reward di SMAN 2 Lembang Amelia Indah Lestari; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15661

Abstract

Abstract. Abstract. This research is motivated by the low motivation of students in memorising the Qur'an, in addition to the infak program SMAN 2 Lembang is also motivated by the reward program, with the existence of this, there must be a spirit to build motivation by giving rewards. This reward program aims to motivate students to memorise the Qur'an. This research uses a qualitative approach with analytical descriptive method. Data collection methods used observation, interviews, and documentation. Data analysis used data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that efforts to increase the motivation to memorise the Qur'an of class XI students through the reward program at SMAN 2 Lembang have increased very well. Where this can be seen from the planning in this reward program, namely with a special time and each year will be the same, standardisation of program participants containing worship reports, and a minimum memorization requirement of 1 juz. The implementation of this reward programme is carried out through administrative selection and interviews, Al-Qur'an memorisation selection, and munaqosyah at the end of the test. The evaluation of this reward programme is by monitoring the Al-Qur'an memorisation monitoring card. The motivation needed in the reward programme is intrinsic and extrinsic motivation. The supporting and inhibiting factors in this reward programme are the daily infaq of students and GTK, the worship report card containing the 5 daily prayers, the memorisation control card, qualified facilities and facilitators, and student laziness due to lack of intrinsic motivation. It can be concluded that the reward programme at SMAN 2 Lembang has increased students' motivation in memorising the Qur'an. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya motivasi siswa dalam menghafalkan Al-Qur’an, selain dari pada itu program infak SMAN 2 Lembang juga melatarbelakangi hadirnya program reward, dengan adanya hal tersebut harus adanya suatu semangat dalam membangun motivasi dengan cara pemberian reward. Program reward ini bertujuan untuk memberikan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis datanya menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi menghafal Al-Qur’an siswa kelas XI melalui program reward di SMAN 2 Lembang mengalami peningkatan yang sangat baik. Dimana hal tersebut dapat terlihat dari perencanaan dalam program reward ini yaitu dengan adanya waktu khusus dan setiap tahun akan sama, adanya standarisasi peserta program yang memuat rapot ibadah, serta adanya syarat hafalan minimal 1 juz. Pelaksanaan program reward ini dilakukan melalui seleksi administrasi dan wawancara, seleksi bacaan Al-Qur’an, serta adanya munaqosyah di akhir pengetesan. Evaluasi dari program reward yaitu pemantauan kartu monitoring hafalan Al-Qur’an. Motivasi yang dibutuhkan dalam program reward yakni motivasi intrinsik maupun ekstrinsik. Faktor pendukung dan penghambat dalam program reward ini yaitu ada nya infak harian siswa dan GTK, rapot ibadah dengan memuat 5 waktu shalat, kartu kontrol hafalan, fasilitas dan fasilitator yang mumpuni, serta adanya rasa malas terhadap pribadi siswa dikarenakan motivasi intrinsik yang kurang. Maka dapat disimpulkan bahwa program reward di SMAN 2 Lembang telah mengalami peningkatan motivasi dalam menghafalkan Al-Qur’an siswa-siswi.
Implikasi Pendidikan dari Al-Quran Surat Al-Isra’ Ayat 53 tentang Perintah Berkata Baik terhadap Berkomunikasi dalam Pendidikan Fahmi Faizal Muharom; Aep Saepudin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15698

Abstract

Abstract. Habluminannaas is a powerful reminder of the importance of relationships and needs that have meaning in everyday life. The concept of habluminannaas emphasizes that every human being is not an isolated entity, but rather part of a larger whole. This idea is implemented in the Qur'an which speaks of the importance of unity and cooperation among people, regardless of race, tribe, culture, or other related factors. The basic concept of Islam as a mercy lil alamin, slowly crushed by a wave of group selfishness and momentary interests. Muslims blaspheme each other, slander each other and even threaten each other to be killed in the name of jihad. This condition, which the writer then felt important to remind of the values of Islamic integrity. The purpose of this study is to identify the content of QS.Al-Isra’s paragraph 53 according to the Mufashirs, to study from the QS’s interpretation. Al-Israh’s verse 53, to know the opinions of educational experts on the ethics of communicating, to find the educational implications in Qs.”Al-ISRA’s verse 53 on the command of good speech against the ethic of communicate in education. This research uses the Library Research method with the examination of the study of interpretations, books, notes, journals, and reports related to the research. Thus, the Muslims must keep their words to the other Muslims, or even to the faithful. Even when someone else's speech causes us pain, a Muslim must keep his mouth so that it does not cause division. It's also true in the world of education, educators are required to have the social competence to control. Education implications in QS. Al-Isra verse 53 against Communicating Ethics in Education that is the ethics of communicating is one of the important elements in the learning process, good communication between educators and pupils will produce effective and efficient learning, as well as teachers need to understand the communication behavior of pupils so that learning process is carried out effectively and efficiently.To deviate, it requires an education of parents and of oneself. Abstrak. Habluminannaas merupakan pengingat yang kuat akan pentingnya hubungan dan kebutuhan yang memiliki makna dalam dengan kehidupan sehari-hari. Konsep habluminannaas menekankan bahwa setiap insan bukanlah entitas yang terisolir, melainkan bagian dari keseluruhan yang lebih besar. Gagasan ini diimplementasikan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pentingnya persatuan dan kerja sama di antara orang-orang, terlepas dari perbedaan ras, suku, budaya, atau faktor-faktor lain terkait. Konsep dasar Islam sebagai rahmatan lil alamin, pelan-pelan tergerus oleh gelombang egoisme kelompok dan kepentingan sesaat. Sesama muslim saling hujat, saling fitnah, bahkan saling ancam untuk dibunuh dengan atas nama jihad. Kondisi ini, yang kemudian penulis merasa penting untuk mengingatkan kembali akan nilai-nilai luhur Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengidentifikasi isi kandungan QS.Al-Isra’ ayat 53 menurut para mufassir, mengkaji dari tafsir QS.Al-Isra’ ayat 53, Mengetahui pendapat pakar pendidikan tentang etika berkomunikasi, untuk Menemukan implikasi pendidikan dalam QS. Al-Isra’ ayat 53 tentang perintah berkata baik terhadap etika berkomunikasi dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Library Research (Penelitian pustaka) dengan penelaahan studi tafsir, buku, catatan, jurnal, dan laporan yang berkaitan dengan penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh isi kandungan dari QS.Al-Israa ayat 53 bahwa muslim harus menjaga ucapannya dengan baik dan benar kepada muslim lainnya atau orang musyrik sekalipun. Bahkan apabila ada ucapan orang lain mengakibatkan kita sakit hati, seorang muslim tetap harus menjaga lisannya sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Hal ini juga berlaku di dunia pendidikan, pendidik diharuskan memiliki kompetensi sosial yang mumpuni. Implikasi pendidikan dalam QS. Al-Isra ayat 53 terhadap Etika berkomunikasi dalam pendidikan yaitu etika berkomunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam proses pembelajaran, komunikasi yang baik antara pendidik dan peserta didik akan menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien,serta guru perlu memahami perilaku komunikasi peserta didik agar proses pembelajaran terlaksana dengan efektif dan efisien.menyimpang, maka diperlukan adanya edukasi dari orang tua dan diri sendiri.
Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Animasi Hafiz dan Hafizah Arifani Amril; Aep Saepudin; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15726

Abstract

Abstract. Education is a process of transferring knowledge from people who know to people who don't know (students). Moral education is a conscious effort to guide and direct a person's will to achieve noble behavior and make it a habit. Moral education is very important in developing human potential, so it is necessary to instill educational values in students. The family is the main educator for children, therefore parents have the responsibility to educate children. One of parents' efforts to instill moral educational values is to provide shows that are not just entertainment but also provide teaching. The existence of the animated film Hafiz and Hafizah overcomes parents' concerns so that it continues to provide educational viewing which includes scenes containing moral educational values. The formulation of the problem in the research is: (a). What are the values of moral education in the animated film Hafiz and Hafizah? (b). What is the meaning of the moral values represented in the animated film Hafiz and Hafizah? (c). What is the content of the moral message in the animated film Hafiz and Hafizah? The objects of research in this film are the animation of Hafiz and Hafizah in the episodes Amanah A Wallet, Cleanliness Is Part of Faith, Hafiz Hiccups, Assalamualaikum Friends, I Want To Be, A Surprise for Dad. This research is library research with primary data sources, namely the Hafiz and Hafizah animation films, while secondary data sources include books, journals, etc. Which relates to the values of Islamic education. Researchers use documentation techniques in collecting data, as well as using data analysis techniques, namely content analysis. Based on the research results from the five episodes taken, it was found that the meaning of the moral values contained in the animated film Hafiz and Hafizah Abstrak. Pendidikan merupakan proses transfer pengetahuan dari orang yang tahu kepada orang yang belum tahu (peserta didik). Pendidikan akhlak adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kehendak seseorang untuk mencapai tingkah laku yang mulia dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Pendidikan akhlak sangat penting dalam pengembangan potensi manusia, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Keluarga merupakan pendidik yang utama bagi anak, oleh sebab itu orang tua memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak. Salah satu upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlak yaitu memberikan tontonan yang bukan hanya sekedar hiburan tetapi juga memberikan pengajaran. Adanya film Animasi Hafiz dan Hafizah mengatasi keresahan orang tua agar tetap memberikan tontonan yang mendidik yang didalamnya menampilkan adegan yang berisi nilai-nilai pendidikan Akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu : (a). Apa saja nilai- nilai pendidikan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (b). Bagaimana makna nilai-nilai akhlak yang direpresentasikan dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (c). Bagaimana isi pesan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah?. Objek penelitian dalam film ini yaitu Animasi Hafiz dan Hafizah episode Amanah Sebuah Dompet, Kebersihan Sebagian dari Iman, Hafiz Cegukan, Assalamualaikum Sahabat, Aku Ingin Menjadi, Kejutan Untuk Ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) dengan sumber data primer yaitu film Animasi Hafiz dan hafizah, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku, jurnal,dll. Yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data, serta menggunakan teknik analisis data yaitu content analysis(analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian dari lima episode yang diambil ditemukan makna nilai- nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Hafiz dan Hafizah
Pengelolaan Kegiatan Ekstrakulikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di SD Plus Marhas Kabupaten Bandung Rahmat Zaki Alauddin; Aep Saepudin; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15757

Abstract

Abstract. Abstract. The purpose of this research is to (1) Find out how to plan religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (2) Knowing the implementation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (3) Knowing the evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency. (4) Knowing the supporting and inhibiting factors for religious extracurricular activities to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency.The results of the research show that: (1) Religious extracurricular planning to foster student discipline at SD Plus Marhas Bandung Regency was carried out in a structured manner according to the plan that had been set at the beginning of the semester. (2) The process of implementing religious extracurriculars to foster student discipline at SD Plus Marhas, Bandung Regency is going quite well according to planning. (3) Evaluation of religious extracurriculars to foster student discipline at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency, has had a significant effect on students at Plus Marhas Elementary School, Bandung Regency. (4) The supporting and inhibiting factors that arise regarding this problem can be resolved quite well by extracurricular coaches/educators. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bagaimana perencanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. (2) Mengetahui pelaksanaan program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (3) Mengetahui penilaian hasil program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur (4) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari program Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: : (1) Perencanaan program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini dilakukan dengan rapat internal (2) Proses pelaksanaan program Tahfidz Al-Qura’an di pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur ini masih menggunakan metode turun menurun (3) Penilaian dari hasil program tahfidz al- Qur’an di Pondok Pesantren Alfassalam Ciranjang Cianjur berjalan sesuai dengan perencanaan, meski ada beberapa target yang belum tercapai (4) Faktor pendukung program ini adalah murabbi atau pembimbing yang kompeten dalam bidang tahfidz Sedangkan faktor penghambat program ini adalah kurangnya jumlah murabbi atau pembimbing tahfidz, bukan karena niat untuk Allah, santri yang malas.
Efektivitas Metode Pembelajaran Eksperimen terhadap Peningkatan Rasa Percaya Diri Anak Usia 5 - 6 Tahun di TKQ Miftahul Manan Kota Bandung Nurazqia, Mila; Saepudin, Aep; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9217

Abstract

Abstract. A child full of imagination and high curiosity. However, not all children have a high self-confidence to explore their abilities. As a result, there are still children who feel doubtful, sometimes desperate, avoid others, feel pessimistic, less optimistic, less creative, and low self-confidence. The child’s self-confidence is derived from the interaction of the child with his environment. In addition, the use of learning methods can affect a child’s self-confidence. The study aims to increase the self-confidence of 5-6-year-olds and to analyze the effectiveness of experimental learning methods against the improvement of the confidence of children 5-6 years old. The study uses a quantitative approach with quasi-experimental method with the design of control group pre-test – post test. The results of the study showed an increase in self-confidence seen from the average difference between pre-test and post-test values in the experimental class of 33%. Then performed gain normalization test or test the effectiveness of experimental learning methods, the test results obtained a score of 72% in the category quite effective. Thus, it can be concluded that experimental learning methods are quite effective in increasing the self-confidence of children aged 5-6 years. Abstrak. Anak sosok penuh imajinasi dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tidak semua anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mengeksplor kemampuannya. Akibatnya, masih ada anak yang merasa ragu, kadang putus asa, menghindari orang lain, merasa pesimis, kurang optimis, kurang kreatif, dan rendah kepercayaan dirinya. Sesungguhnya, kepercayaan diri anak diperoleh dari interaksi anak dengan lingkungannya. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran dapat memengaruhi kepercayaan diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun dan menganalisis efektivitas metode pembelajaran eksperimen terhadap peningkatan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dengan desain control group pre test-post test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri dilihat dari selisih nilai rata-rata pre test-post test pada kelas eksperimen sebesar 33%. Kemudian dilakukan uji normalisasi gain untuk uji efektivitas metode pembelajaran eksperimen, hasil pengujian tersebut diperoleh nilai sebesar 72% dalam kategori cukup efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran eksperimen cukup efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia 5-6 tahun.
Upaya Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun melalui Metode Bermain dengan Alat Permainan Edukatif di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Zahra Nada Nabila; Aep Saepudin; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v3i1.9236

Abstract

Abstract. This research was carried out based on the problems that existed in the children of Group B of Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency, namely the suboptimal independence of children. Therefore, learning stimulation is needed which can be an alternative to increasing children's independence, one of which is through the playing method using Educational Game Tools in Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency. This type of research uses Classroom Action Research along with observational data collection techniques, interviews, and documentation. The research location was at Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency with 14 children participating. Preliminary research results show that most children are still in the undeveloped category. At the end of cycle I to the end of cycle II, most of the children were in the starting to develop and developing as expected category. Learning through playing with educational game tools can increase the independence of Group B children in Melati Kindergarten, Tanjungsari District, Sumedang Regency. Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang ada pada anak-anak Kelompok B TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang, yaitu ketidakoptimalan kemandirian anak. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembelajaran yang dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemandirian anak, salah satunya melalui metode bermain dengan menggunakan Alat Permainan Edukatif di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas disertai teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian bertempat di TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang dengan partisipan sebanyak 14 orang anak. Hasil penelitian awal menunjukkan sebagian besar anak masih berada pada kategori belum berkembang (BB). Pada akhir siklus I hingga akhir siklus II, sebagian besar anak berada pada kategori mulai berkembang (MB) dan berkembang sesuai harapan (BSH). Pembelajaran melalui bermain dengan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kemandirian anak Kelompok B TK Melati Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang.
Meningkatkan Kemandirian Anak melalui Kegiatan Life Skill Montessori yang Terintegrasi Nilai-Nilai Islami Kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung 10030220039, Siti Indah Wulandari; Aep Saepudin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v4i1.13231

Abstract

Abstract. Initial observations (before action) were carried out on children in the B2 group of Ashofiah Islamic Kindergarten Cibaduyut Bandung that the children's independence was still low. This is proven in the ability to help others in learning and playing activities, and being able to share toys/food with friends of their own accord. The aim of this research is to determine the application of Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​to increase children's independence. The method used is Classroom Action Research (PTK). These methods include: planning, implementation (action), observation, and reflection. Data collection techniques through observation, performance and documentation. The research results show that children's independence before implementing Montessori life skills activities which are integrated with Islamic values ​​obtained an average score of 69.24% with the criteria for the score still being low and not appropriate. Meanwhile, after implementing Montessori life skills activities which integrated Islamic values, the average score was 80.26% with good and appropriate score criteria. Thus, implementing Montessori life skills activities that are integrated with Islamic values ​​can increase children's independence. Abstrak. Observasi awal (sebelum tindakan) dilakukan pada anak kelompok B2 TK Islam Ashofiah Cibaduyut Bandung bahwa kemandirian anak masih rendah. Hal ini terbukti dalam kemampuan membantu sesama dalam kegiatan belajar dan bermain, dan dapat berbagi mainan/makanan dengan teman atas keinginan sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami untuk meningkatkan kemandirian anak. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi/pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, unjuk kerja dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian bahwa kemandirian anak sebelum diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 69,24% dengan kriteria nilai masih rendah dan belum sesuai. Sedangkan setelah diterapkan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,26% dengan kriteria nilai baik dan sudah sesuai. Dengan demikian, penerapan kegiatan life skill montessori yang terintegrasi nilai-nilai islami dapat meningkatkan kemandirian anak.
Co-Authors 10030220039, Siti Indah Wulandari 10030220042, Karina Nurul Fathia AA Sudharmawan, AA Aldi, Muhamad Alhamuddin Alvia Sabrina Amalia, Yosipa Nur Amelia Indah Lestari Amelia Suci Pertiwi Andri Setiawan Andriani, Dita Annisa Aulia Nur Rahman Arifani Amril Arifin Santosa Arniansyah, Arniansyah Arnita Niroha Halawa Asep Dudi Suhardini Asmaini, Nur Aspandi, Ade Ayi Sobarna Ayu Syahrani, Nutfah Budi Tjahjono Dedi Supriadi Dermawan Zebua Devi Delvita Devia Nabila Ihsani Dewi Mulyani Dewi Wibowo, Lia Yulistia Diana Mukti Lestari Didik Udayana Dinar Nur Inten Elmira Yuliana Erhamwilda Fahmi Faizal Muharom Febiadisti, Vigasta Fiera Martila Safira Fitria, Yesi Fitroh Hayati Gürbüz, Ferit Haditsa Qur'ani Nurhakim Hakim, Arif Halawati, Firda Hanafi, Muhammad Nur Heru Pratikno Hidayat, Asep Iwa Huriah Rachmah Ihsan Sidikin Ikin Asikin, Ikin Intan Nur Syifa Fauziah Irnayanti Paillin Iwan Sanusi Karlis Karlis Khambali, Khambali Kurhayadi, *Kurhayadi Leihitu, Donny Dwy Judianto Meilana, Dariah Mima, Nur Luthfiyani Fajrin Mohamad Hadi Prasetyo, Mohamad Hadi Muhammad Yusuf Muhammad, Giantomi Nadri Taja Nadzira Salma Fauziyah Nesa, Putri Nia Kania Nia Nuraeni Suryaman Nisa Asipa Ulhayat noval hendy kurniawan Nuansah, Unang Nur Rohmatillah Nuraeni, Winda Nuraini, Nabilah Nurazqia, Mila Nurlaela, Arya Brahmana Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Nuryani, Yusni Purnama, Dika Rafli Ramza Fukhairo Rahmat Zaki Alauddin Rally Negara, Iqbal Mulky Rasyid, Hilman Refliza Yanti Ridwan, Ridwan Rosadi, Barkah Rosenda, Diden Salam, Dudung Abdu Salma, Shofia Nurhumaira Siti Rahmawati Sobar Sucipto, Bambang SUDARSIH SUDARSIH Sukma Permana, Yana Sumarno . Sunita Dasman Suryaman, Warman Syifa Farihah Tegar Maulana Teras, Deni Toha Maksun Tuti Asmala Vip Paramarta Vip Pratama Wahyuni, Zulfatul Witri Hendrawati Solihat Yugo, Tri Yugo Zahra Nada Nabila Zalil, Muhammad Abdul