Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung Riyanti, Riyanti; Sari, Fitri Eka; Samino, Samino; Hardinata, Andri; Liasari, Deny Eka; Azzahra, Dhika; Ramayanti, Rika; Efendi, Rahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.14029

Abstract

ABSTRAK Kawasan tanpa rokok atau KTR yang merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau. Mengimplementasikan strategi promosi kesehatan guna menyelesaikan permasalahan kesehatan terkait dengan aturan Kawasan Bebas Rokok. Skema Alur Pelaksanaan Penyampaian hasil analisis situasi, prioritas masalah dan akar masalah tentang implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di RSPBA, dilakukan dengan cara konsolidasi dan presentasi hasil analisa masalah. Kegiatan konsolidasi ini dihadiri oleh Manajemen RSPBA dan Pembimbing Akademik. Pada dasarnya pengunjung menyadari akan pentingnya melestarikan lingkungan tanpa asap rokok. Namun dalam pelaksanaan dibutuhkan motivasi dan dukungan majemen terhadap pengawas puntung rokok dalam menjalankan tugasnya dengan diberikan kewenangan. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan sosialisasi dan aksi sosial memberikan mafaat yang signifikan pada wilayah kerja RS Pertamina Bintang Amin maupun pengunjung. Dengan aksi sosial tersebut memberikan manfaat kesegaran udara dan kenyamanan sehingga meningkatkan kunjungan pasien di RS Pertamina Bintang Amin. Kata Kunci: Kebijakan Rumah Sakit, Kawasan Tanpa Asap Rokok (KtR)  ABSTRACT A non-smoking area or KTR is a room or area that is prohibited for smoking or activities for producing, selling, advertising and/or promoting tobacco products. Implement health promotion strategies to resolve health problems related to Smoke-Free Zone regulations. Implementation Flow Scheme Submission of the results of the situation analysis, problem priorities and root causes regarding the implementation of Smoke Free Zones (KTR) at the RSPBA, is carried out by consolidating and presenting the results of the problem analysis. This consolidation activity was attended by RSPBA Management and Academic Advisors. Basically, visitors are aware of the importance of preserving an environment without cigarette smoke. However, implementation requires motivation and management support for cigarette butt supervisors in carrying out their duties with the authority they are given. Implementing Community Service activities with outreach and social action provides significant benefits to the Pertamina Bintang Amin Hospital work area and visitors. This social action provides the benefits of fresh air and comfort thereby increasing patient visits at Pertamina Bintang Amin Hospital. Keywords: Hospital Policy, Smoke Free Area (KtR)
FAKTOR PEMICU PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA WARGABINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Samino, Samino; Angelina, Christin; Lestari, Dwi Ayu; Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari; Salsabilla, Nadya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27393

Abstract

Penelitian ini menarik kesimpulan dari data yang diperoleh bahwa mayoritas responden berusia 20 tahun dengan sebanyak 5 (13.5%) orang, pekerjaan terakhir yang paling umum adalah sebagai LC/pemandu lagu dengan 12 (32.4%) responden, dan pendidikan tertinggi adalah jenjang SMP/Sederajat yang diikuti oleh 18 (48.6%) responden. Mayoritas responden adalah berstatus janda atau belum menikah, mencapai 15 (40.5%) orang, dan memiliki pendapatan bulanan di atas atau sama dengan 500.000 rupiah, yaitu sebanyak 21 (56.8%) orang. Sebanyak 26 (70.3%) responden mendapatkan narkoba dari teman. Penggunaan narkoba paling umum terjadi dalam kapasitas yang jarang, yaitu 1-3 bulan, dengan 21 (56.8%) responden. Mayoritas keluarga responden merasa kurang mendapatkan kasih sayang, sedangkan mayoritas individu merasa lebih mudah memasuki sebuah komunitas atau kelompok baru setelah menggunakan NAPZA. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai sebesar 0.000.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan Samino, Samino; Rahmandini, Hafizhah Harjiati; Lukman, Iing; Amirus, Khoidar; Riyanti, Riyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 9 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i9.13984

Abstract

Background: Basic vaccination is the first type of vaccination that must be given to babies from birth to protect their bodies from certain diseases. The vaccination program is part of an effort to reduce morbidity, morbidity and mortality in infants and toddlers. In 2019-2020, basic vaccination achieved 95% according to the target, and from mid-2020 to the end of 2021 it was only 76% and in 2022 there will be an increase of around 85%.Purpose: To determine the determinants of the completeness of basic vaccinations for toddlers aged 9-24 months at the UPTD of the Capable Poned Inpatient Health Center in Tulang Bawang Barat in 2023.Method: Quantitative analytical research with a cross-sectional design. The technique for taking the sample size was purposive sampling, and those who met the inclusion criteria were 108 people. Data analysis used the chi square test and multivariate analysis used multiple logistic regression.Results: Analysis shows that mothers have low education (51.9%), receive family support (54.6%), access to affordable vaccination services (75.9%), receive support from the role of health workers (63.9%). There is a significant relationship between education level (p–value=0.026), family support (p–value=0.000), accessibility of vaccination services (p–value= 0.000), support from the role of health workers (p–value=0.000) and completeness of vaccination base. Multivariate analysis of family support is the dominant variable in the completeness of basic vaccinations in children compared to the role of health workers and access to health services (p-value=0.000).Conclusion: The most dominant influencing factor on the completeness of basic vaccination is the family support factor compared to the mother's education factor, service access factor, and the support factor of the role of health workers.Suggestion: There is a need to increase outreach and education about the importance of basic vaccinations for the health and immunity of babies to avoid dangerous diseases, to increase knowledge among the public, especially mothers and their families, so they can understand the purpose and benefits of vaccination for the health of their toddlers. Keywords: Children; Vaccinations; Toddlers. Pendahuluan: Vaksinasi dasar merupakan jenis vaksinasi pertama yangg harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Program vaksinasi termasuk dalam upaya untuk menurunkan angka kesakitan, kecatatan dan kematian pada bayi dan balita. Pada tahun 2019-2020 awal pencapaian vaksinasi dasar 95% sesuai target, dan pertengahan tahun 2020 sampai akhir tahun 2021 menjadi hanya 76% dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan sekitar 85%.Tujuan: Untuk mengetahui determinan kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Dayamurni Tulang Bawang Barat tahun 2023.Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Teknik pengambilan jumlah sampel purposive  sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 108 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistic ganda.Hasil: Analisis diperoleh bahwa ibu berpendidikan rendah (51.9%), mendapat dukungan keluarga (54.6%), aksesibilitas pelayanan vaksinasi yang terjangkau (75.9%), mendapatkan dukungan peran petugas kesehatan (63.9%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p–value=0.026), dukungan keluarga (p–value=0.000), Aksesibilitas Pelayanan Vaksinasi (p–value= 0,000),dukungan peran petugas kesehatan(p–value=0,000) dengan kelengkapan vaksinasi dasar. Analisa multivariate dukungan keluarga merupakan variabel dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar pada anak dibandingkan dengan peran petugas kesehatan dan akses pelayanan kesehatan ( p–value=0.000).Simpulan: Faktor berpengaruh yang paling dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar adalah faktor dukungan keluarga dibandingkan dengan faktor pendidikan ibu, faktor akses pelayanan, dan faktor dukungan peran petugas kesehatan.Saran: Perlu ditingkatkan lagi penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi dasar untuk kesehatan dan kekebalan tubuh bayi agar terhindar dari penyakit berbahaya, untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan keluarganya sehingga bisa mengerti apa tujuan dan manfaat dari vaksinasi untuk kesehatan balitanya. Kata Kunci: Anak-anak; Balita; Vaksinasi Dasar. 
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Leafleat Tentang Pemantauan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Fatmasari, Yeni; Riyanti, Riyanti; Sari, Fitri Eka; Samino, Samino
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.3821

Abstract

Bandar Lampung ranks fourth in the prevalence of stunting (44.6) in Lampung province after Central Lampung (52.7%), Pesawaran (50.8%), Metro (47.3%). According to the 2014 Nutritional Status Assessment data, the highest prevalence of stunting in toddlers in the Bandar Lampung area is in Rajabasa District (55.6%), the second highest is in Kemiling District (39.6%). The nutritional status of malnutrition in the Kemiling Health Center has increased every year from 1.8% in 2020 to 2.4% in 2021. The aim was to determine the differences in knowledge and attitudes of mothers before and after counseling using leaflet media on monitoring the nutritional status of toddlers in the Kemiling Health Center Work Area. This study is a quantitative study using an experimental method with a population of 1150 mothers of toddlers and a sample of 98 respondents. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data were tested univariately and bivariately using the Paired Sample T-Test. The results of the study showed that the nutritional status of toddlers at the Kemiling Health Center was mostly normal nutritional status of 68 toddlers (69.4%), overnutrition of 22 toddlers (22.4%) and undernutrition of 8 toddlers (8.2%). The average value of knowledge of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 7.78 (64.8%) and after counseling using leaflet media to 9.22 (76.8%). The average value of attitudes of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 41.22 (68.7%) and after counseling using leaflet media to 50.49 (84.1%). There was a difference in knowledge (p-value 0.000) and attitudes (p-value 0.000) of toddler mothers before and after the distribution of leaflets related to monitoring toddler nutrition at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung. Keywords : Nutritional Status, Leaflet, Toddlers, Monitoring
Determinan Terjadinya Stunting pada Anak Usia 0-24 Bulan di Kabupaten Aceh Besar Maysura, Futry; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17562

Abstract

Menurut data UNICEF 2020, prevalensi global stunting pada anak kecil pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 21,3% atau 144 juta anak di bawah usia lima tahun masih stunting, Menurut data yang terdapat di Dinas Kesehatan jumlah angka stunting itu sangat tinggi. Pada tahun 2019 22,4%, tahun 2020 (16,7%), tahun 2021 (14,1%), tahun 2022 (17,9%) dan 2023 (15,3%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa Saja Determinan Terjadinya Stunting Pada Anak  Usia  0-24 Bulan Di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain potong lintang (Cross Sectional Study), Jumlah sampel yang digunakan adalah 384 responden dengan pengukuran sampel menggunakan rumus lameslow. Hasil Dari Kesimpulan ini adalah Berdasarkan pada table akhir yang menjadi variable dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting terdapat pada variable ketahanan pangan dengan nilai Or 1.668 artinya ketahanan pangan beresiko 1.668 lebih besar untuk kejadian stunting. untuk variable penyakit infeksi dan pengetahuan orang tua menjadi variable convonding karna nilai P-Value 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, nilai α 0,05. 
Metode Deteksi Stunting secara Otomatis pada Balita 0-24 Bulan dengan Menggunakan Metode Antropometri Berbasis Arduino Arham, Noeroel; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17561

Abstract

Stunting merupakan keadaan status gizi dinilai dengan berdasarkan indeks panjang badan menurut umur (PB/U) atau tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score -2 SD. Tujuan penelitian ini untuk mempermudah dan mempercepat dalam melaksanakan pengukuran Stunting sesuai berdasarkan dengan standar antropometri penilaian status gizi anak dengan menggunakan Automatic Stunting Meter. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik eksperimen diperlakukan dengan cara Quasi experiment dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development (RD). Populasi balita umurnya 0 bulan sampai umur 24 bulan di wilayah Puskesmas Gampong Cot Ba’u Kecamatan Sukajaya Kota Sabang berjumlah 125 balita yang diambil merupakan anak balita berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Dari hasil pengukuran antara manual dan otomatis dengan alat automatic stunting meter ada perbedaan secara signifikan durasi diantara 2 kelompok tersebut, rata-rata durasi pengukuran manual dengan waktu 62,69 detik sedangkan rata-rata durasi pengukuran otomatis dengan waktu 22,55 detik. Sedangkan pengukuran rata-rata status gizi pada balita presentase keberhasilan adalah 99,94 % dan terjadinya presentase error sebesar 0,05 %. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa sistem alat ukur stunting otomatis dengan metode antropometri berbasis arduino  serta konektivitas antara perangkat lunak dengan perangkat keras dapat bekerja dengan baik serta durasi pengukuran lebih sedikit dibandingkan dengan manual.
Evaluasi Penerapan Sistem Keselamatan Gedung C Universitas Abulyatama Aceh Amanda, Mansura Feby; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17564

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang tidak dapat diabaikan dalam setiap lingkungan kerja, termasuk di dalam gedung-gedung perkantoran, komersial, maupun industri. Penerapan sistem keselamatan pada peralatan K3 menjadi landasan utama dalam menjaga kondisi kerja yang aman dan produktif bagi semua penghuni Gedung. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana evaluasi penerapan system keselamatan Gedung c universitas abulyatama aceh Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penilaian terhadap evaluasi penerapan siitem keselamatan gedung C Universitas Aulyatama Aceh, Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 6 orang narasumber. implementasi sistem keselamatan di Gedung Abulyatama Aceh belum sepenuhnya memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan sejumlah kekurangan signifikan dalam berbagai aspek keselamatan, termasuk penempatan dan ketersediaan peralatan keselamatan, serta prosedur tanggap darurat, tetapi sekarang dari pihak Universitas Abulyatama sedang melakukan perbaikan dari berbagai aspek terhadap perlatan tersebut.
Analysis of Factors Affecting Physicians' Job Satisfaction Barliyan, Muh. Agus; Irianto, Torry Duet; Samino, Samino
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i2.716

Abstract

Dissatisfaction among physicians can lead to decreased productivity, thereby disrupting performance and patient care. This study aimed to identify several factors influencing physicians’ job satisfaction, namely income, job security, age, length of service, supervision, interpersonal relationships, workload, and motivation at Dr. H. Bob Bazar, SKM Regional General Hospital. This quantitative study used an analytical approach with a cross-sectional design. The study population consisted of 37 physicians from Dr. H. Bob Bazar, SKM Regional General Hospital in South Lampung. The sampling method was comprehensive sampling. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was conducted using bivariate analysis (simple linear regression) and multivariate analysis (F-test). The results showed that income (p-value = 0,002), interpersonal relationships (p-value = 0,001), supervision (p-value = 0,010), workload (p = 0,000), and motivation (p = 0,000) had a significant effect on physicians’ job satisfaction. Job security (p-value = 0,051), age (p-value = 0,667), and length of service (p-value = 0,662) did not affect job satisfaction. The primary factor influencing physicians’ job satisfaction was workload, with a coefficient b = 0,347. The findings of this study reveal that income, interpersonal relationships, supervision, workload, and motivation influence physicians’ job satisfaction, whereas job security, age, and length of service do not. This study provides informative, analytical evidence to assist hospital administration in improving factors that affect physicians’ job satisfaction.
Management of Santri Character Education in Answering the Challenges of Modernity in the Era of Globalization Nur Mahmudah, Fitri; Samino, Samino
Journal of Law and Social Politics Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v2i2.38

Abstract

Background: Islamic boarding schools (pesantren) are increasingly required to adapt to the rapid advancement of science, technology, and globalization. As an unavoidable global dynamic, globalization has brought significant changes to various aspects of life, including education. Consequently, pesantren are encouraged to respond proactively by integrating traditional Islamic values with modern knowledge and technological developments while maintaining their distinctive educational identity. Objective: This study aims to analyze the management of santri character education in Islamic boarding schools in responding to the challenges of modernity in the era of globalization. Methods: The study employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data were collected through observations, interviews, and documentation to examine leadership patterns, teaching strategies, communication systems, and decision-making processes within pesantren institutions. Results: The findings indicate that Islamic boarding schools have undergone positive structural and cultural transformations. These changes include more open leadership patterns, improved relationships between leaders and santri, more effective communication, and participatory decision-making processes. Pesantren have revitalized teaching methods to foster scientific traditions and lifelong learning, strengthened leadership adaptability, and developed more conducive, comprehensive, and empowering learning environments. Conclusion: The management of santri character education in Islamic boarding schools has demonstrated a constructive response to the challenges of modernity. Through adaptive leadership, revitalized teaching practices, and an inclusive learning environment, pesantren are able to preserve Islamic values while effectively engaging with the demands of globalization.
Strategi Guru dalam Memotivasi Siswa pada Penyelesaian Soal Tes Kompetensi Akademik Ahmad Sultoni; Joko Susilo; Agus Rifai Rahmat; Umartono, Umartono; Umi Muslikhah; Samino, Samino
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9178

Abstract

This study aims to analyze the strategies implemented by teachers to increase student motivation when facing and completing Academic Competency Test questions and identify factors that influence the effectiveness of these strategies. The subjects of this study were teachers at Madrasah Aliyah Negeri 2 Magelang, Madrasah Aliyah Negeri 4 Boyolali, Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Klaten, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Sragen, Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Wonogiri, and Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Klaten. The informants of this study were teachers. The study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that teachers implemented various strategies, such as providing verbal motivation, constructive feedback, gradual practice, the use of contextual learning methods, and positive reinforcement to increase student self-confidence. The effectiveness of these strategies was influenced by several factors, including students' psychological conditions, learning environment support, teacher-student interactions, the availability of learning resources, and the suitability of the learning approach to students' needs. Overall, this study emphasizes the importance of adaptive and student-centered learning strategies to improve their motivation and ability to solve Academic Competency Test questions.
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agus Rifai Rahmat Ahcmad Farich Ahmad Sultoni Amanda, Mansura Feby Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Arham, Noeroel Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astari, Yulia Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto Barliyan, Muh. Agus cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Damayanti, Latipia Devy Septina Sari Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani dwi ayu lestari, dwi ayu Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa Farich, Achmad Fatmasari, Yeni Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hardinata, Andri Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Joko Susilo Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Maysura, Futry Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Mas Fierna Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rokhayati, Yuli Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Sutama Suwardi Suwardi Tri Windiari Sepsetyowati Umartono, Umartono Umi Muslikhah Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Yuyun Riantika