Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PEMBERIAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN FE+ASAM FOLAT TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TM I DAN II Fradika, Agustina; Samino, Samino; Mariza, Ana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5195

Abstract

Background: Pregnant women with risk of anemia have miscarriage, prematurely birth babies, low birth weight babies, and bleeding before and after childbirth. In Indonesia, the problem of anemia in pregnant women is still a public health problem because of it’s prevalence of more than 50%. To treat anemia in pregnant women is usually a treatment there are two ways that are pharmacologically and non-pharmacological.Purpose: The purpose of the study aims to determine the consumtion of regular Fe tablets with Fe+Folic acid on increased hemoglobin in pregnant women TM I and II.Methods: Quantitative research type, experimental Quasi with non-equivalent control group approach, sampling technique purposive sampling, univariate data analysis and bivariate using t-test.Results: The statistical test with the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05 which means there is a difference in routine Fe with Fe+Folic Acid to increase hemoglobin in pregnant women TM I and II.Conclusion: The average pretest hemoglobin in the group that was given routine FE to pregnant women with TM I and II with a mean of 9,733 and after the second measurement there was an increase in Hb with a mean of 10,740. Suggestion The average pretest Hb given FE + folic acid to pregnant women TM I and II with a Mean 10.02 and after the 2nd measurement the Hb increased to a Mean 11.00. Suggestion : It is expected for expectant mothers to always consusate Folic acid and Fe tablets during pregnancy from TM I to TM III and still consume Fe tablets although not consuming Folic acid. Keywords: Fe tablets, Folic Acid, Hemoglobin ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Di Indonesia masalah anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 50%. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganan ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian konsumsi tablet Fe rutin dengan Fe+Asam Folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, Quasi Eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariate menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata Hemoglobin pretes pada kelompok yang diberi FE rutin terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 9,733 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb dengan Mean 10,740Rata-rata Hb pretes yang diberi FE+asam folat terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 10,02 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb menjadi Mean 11,00.Kesimpulan Hasil uji statistik dengan t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan FE rutin dengan FE+asam folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar selalu mengkonsumsi Asam Folat dan tablet Fe selama masa kehamilan dari TM I hingga TM III dan tetap mengkonsumsi Fe meskipun tidak mengkonsumsi Asam Folat. Kata Kunci: Tablet Fe, Asam Folat, Hemoglobin.   
Pengaruh Hygiene dan Individu Terhadap Motivasi dan Dampaknya Pada Kinerja Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Ragab Begawe Caram Wibowo, Angga Wahyu Tri; Samino, Samino; Zuana, Eli; Riyanti, Riyanti; F, Christin Angelina
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49194

Abstract

Rendahnya pencapaian indikator kinerja rumah sakit, terutama dalam hal waktu tunggu pelayanan dan kepatuhan prosedural, yang mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek motivasi dan lingkungan kerja tenaga medis yakni dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hygiene dan individu terhadap motivasi serta dampaknya pada kinerja dokter di Rumah Sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 orang dengan teknik total sampling dengan Instrumen lembar kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur variabel hygiene, individu, dan motivasi, serta data sekunder berupa hasil penilaian kinerja (OPPE). Analisis data dilakukan dengan uji jalur (path analysis). Hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh signifikan hygiene dan individu terhadap motivasi kerja dokter. Motivasi juga berpengaruh positif terhadap kinerja, dan berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara hygiene dan individu terhadap kinerja. Faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja dokter adalah motivasi. Peningkatan faktor-faktor motivasi internal dan eksternal perlu menjadi fokus dalam strategi manajemen SDM rumah sakit guna meningkatkan kualitas layanan medis secara menyeluruh.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis Purnama, Ade Sinta; Irianto, Torry Duet; Nuryani, Dina Dwi; Samino, Samino; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1349

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem. Community behavioral factors such as smoking, contact with TB patients, and not opening windows are suspected to contribute to the high incidence of TB. Controlling TB risk factors is one of the Indonesian government's strategies in developing a strategic plan to end TB. Therefore, monitoring risk factors in the community is crucial to inform policymakers in developing prevention programs. Purpose: To analyze the relationship between TB incidence factors. Method: This quantitative study used a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents divided into 60 case groups and 90 control groups. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression. Results: There was a significant association between smoking behavior (p=0.000; OR=5.500), contact with TB patients (p=0.000; OR=29.571), and not opening windows (p=0.000; OR=3.754) and TB incidence. Contact behavior with TB patients (p=0.000; OR=24.665) was the most dominant factor influencing tuberculosis incidence. Conclusion: There is a relationship between smoking behavior, contact with TB patients, and not opening windows and TB incidence.   Keywords: Contact with TB Patients; Opening Windows; Smoking Behavior; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor perilaku hidup masyarakat seperti merokok, kontak dengan penderita TB, serta tidak membuka jendela rumah diduga berperan dalam tingginya kejadian TB. Salah satu strategis pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rencana strategis untuk mengakhiri TB adalah mengendalikan faktor risiko TB, sehingga pemantauan faktor risiko di masyarakat sangat penting untuk memberi informasi kepada para pembuat kebijakan untuk pengembangan program pencegahan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Faktor kejadian TB. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel diperoleh sebanyak 120 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus sebanyak 60 responden dan kelompok kontrol sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Ada hubungan signifikan antara perilaku merokok (p=0.000; OR=5.500), kontak dengan penderita TB (p=0.000; OR=29.571), serta tidak membuka jendela (p=0.000; OR=3.754) terhadap kejadian TB. Perilaku Kontak dengan penderita TB dengan nilai (p=0.000; OR=24.665) merupakan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi kejadian tuberculosis Simpulan: Ada hubungan perilaku merokok, kontak dengan penderita TB, dan tidak membuka jendela terhadap kejadian TB. Kata Kunci: Kontak Penderita TB; Membuka Jendela; Perilaku Merokok; Tuberkulosis.
Informed Consent in Pringsewu Regional General Hospital: Legal Evidence Perspective Samino, Samino; Perdana, Agung Aji; Kuntoro, Selamet
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.578 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.1113

Abstract

Quality health care is the right of every patient and his family. One of the indicators of quality services is the fulfillment of informed consent in accordance with the laws and regulations. Preliminary studies of several informed consent documents at Pringsewu Hospital found that all of them were not filled out completely. This study aims to analyze informed consent documents from the perspective of legal evidence.The study was conducted at Pringsewu Hospital in July 2021. The research method used a qualitative descriptive analysis approach, with 75 informed consent documents and two informants. How to collect data by reviewing the informed consent document that has been filled in at the hospital medical record installation, by checking the completeness of filling out the informed consent document for the five most types of actions, and in-depth interviews with the responsible leadership.The results showed that 75 informed consent documents were reviewed, none of which were filled out completely. The five most important indicators were not filled in completely, consecutively: name and signature of witness II, name and signature of witness I, gender of the patient, and gender of the giver of consent. To improve the completeness of filling out documents, the hospital will provide education to doctors, nurses, and administrative staff, as well as strict supervision. It was concluded that incomplete informed consent documents, as legal evidence, were low quality. The hospital leaders should conduct socialization to doctors, nurses and administrative staff regarding the importance of filling out the medical treatment approval form properly and completely.Abstrak: Pelayanan kesehatan bermutu  merupakan hak setiap pasien dan  keluarganya. Salah satu indikator pelayanan bermutu terpenuhinya pelaksanaan informed consent sesuai peraturan perundang-undangan. Studi pendahuluanterhadap beberapa dokumen informed consent di RSUD Pringsewu ditemukan semuanya tidak terisi dengan lengkap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dokumen informed consent  perspektifalat bukti hukum.Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu Juli 2021. Metode penelitian  menggunakan  pendekatan analisis deskriptif kualitatif, dengan 75 dokumen informed consent dan dua informan. Cara pengambilan data dengan mengkaji dokumen informed consent yang telah isi di instalasi rekam medik RS, dengan melakukan checklist kelengkapan pengisian  dokumen informed consent pada lima jenis tindakan terbanyak, dan wawancara mendalam pihak pimpinan yang bertanggung jawab.Hasil penelitian menunjukkan 75 dokumen informed consent yang dikaji tidak ada satupun dokumen yang terisi dengan lengkap. Lima indikator terbanyak tidak diisi dengan lengkap berturut-turut: nama dan tanda tangan saksi II, nama dan tanda tangan saksi I, jenis kelamin pasien, dan jenis kelamin pemberi persetujuan. Untuk meningkatkan kelengkapan pengisisan dokumen RS akan melakukan edukasi terhadap para dokter, perawat, dan tenaga administrasi, serta pengawasan secara ketat.  Disimpulkan dokumen informed consent yang tidak terisi dengan lengkap, sebagai alat bukti hukum kualitasnya rendah. Pimpinan RS melakukan sosialisasi pada para dokter, perawat dan tenaga administrasi mengenai pentingnya pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran dengan baik dan lengkap.
The Implementation, Policy Sanctions for No-Smoking Area at Pertamina Bintang Amin Hospital Lampung Bandar Lampung Priyogo, Adib; Samino, Samino; Yulyani, Vera; Muhammad, Muhammad
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.954 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.1114

Abstract

Cigarette consumption in Indonesia, especially in Lampung Province and Bandar Lampung City is still high. Policies in the form of laws, provincial regulations and Bandar Lampung City regulations regarding non-smoking areas (NSA) aimed at suppressing the growth rate of cigarette users have not shown success. Pertamina Bintang Amin Hospital Lampung (PBAH) is an area that is required to implement the NSA policy, but visitors are still found smoking. The aim is to determine the implementation of the no-smoking area policy in the hospital. The study utilized a qualitative research method with a case study approach. The data collection was through in-depth interviews, document reviews, and field observations. Nine informants were selected purposively. Data analysis used a thematic analysis approach. The results of the data analysis obtained information that the PBAH had implemented the NSA policy with the decision of the director of the hospital and as the supervisory team. The policy foundations of the hospital are the Health Law, Provincial Local Regulation and Bandar Lampung City Local Regulation. The monitoring process in the building has been going well, as evidenced by the absence of employees/visitors smoking, but outside the building, especially in the parking area, it has not been maximized, this is because the area is quite large and cannot be reached by the supervisor. Sanctions for hospitals that do not implement the NSA policy can be subject to administrative sanctions in the form of a warning. They can be up to the revocation of operational permits. More severe sanctions can be in the form of fines or corporal punishment. It can be concluded that the implementation of the NSA policy at the PBAH has generally been going well. It is recommended that additional NSA signs in the parking area and an expansion of the number of supervisors are needed.Abstrak: Konsumsi rokok di Indonesia, khusunya Provinsi Lampung maupun Kota Bandarlampung masih tinggi. Kebijakan berupa UU, Perda Provinsi maupun Perda Kota Bandarlampung mengenai kawasan tanpa rokok (KTR) bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan pengguna rokok belum menunjukkan keberhasilannya. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung (RSPBA) termasuk kawasan wajib menerapkan kebijakan KTR, namun masih ditemukan pengunjung merokok. Tujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok di RS tersebut. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kajian dokumen, serta observasi lapangan. Informan sembilan orang, dipilih secara purposif. Analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil analisis data diperoleh informasi RSPBA telah menerapkan kebijakan KTR dengan keputusan direktur dan tim pengawasnya. Landasan kebijakan RS adalah UU Kesehatan, Perda Provinsi dan Perda Kota Bandarlampung. Proses pengawasan dalam gedung telah berjalan dengan baik dibuktikan tidak ada lagi pegawai/pengunjung yang merokok, namun untuk luar gedung khususnya di area perparkiran belum maksimal, hal ini disebabkan kawasannya cukup luas dan tidak terjangkau oleh pengawas. Sanksi RS yang tidak melaksanakan kebijakan KTR dapat dikenakan sanksi administrasi berupa teguran dan dapat sampai pencabutan ijin operasional. Sanksi yang lebih berat dapat berupa pidana denda atau badan. Disimpulkan implementasi kebijakan KTR di RSPBA secara umum telah berjalan dengan baik. Disarankan perlu penambahan rambu-rambu KTR di area perparkiran serta perluasan angkauan pengawas.
THE EFFECT OF ROSE AROMATHERAPY (ROSA CENTIFOLIA) ON SLEEP DURATION FOR INFANTS AGED 0-28 DAYS AT PONCOWATI PUBLIC HEALTH CENTER LAMPUNG TENGAH IN 2022 Widiastuti, Valentina Dewi; Latifah, Neneng Siti; Samino, Samino; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.7736

Abstract

ABSTRACT Approximately 75% of growth hormone in children is excreted during sleep. In Indonesia, quite a lot of babies have sleep problems, which is around 44.2% of babies experience sleep disorders such as frequently waking up at night, but more than 72% of parents consider sleep disturbances in infants not a problem or only consider it a small problem (Sekartini , 2012; Chandraini, 2021).Based on presurvey data by looking at data on baby sleep duration problems, which was carried out in 2 Puskesmas Kabupaten Lampung Tengah, namely at UPTD Puskesmas Bandar Jaya and UPTD Puskesmas Poncowati, it was found that 12 infants aged 0-28 days had problems sleeping at UPTD Puskesmas Bandar Jaya, while in In Poncowati Health Center, 20 babies aged 0-28 days had problems fulfilling the baby's sleep time, which was marked by fussy babies and crying, babies couldn't sleep if they weren't carried by their mothers.This study was to determine the effect of giving rose aromatherapy on the sleep duration of infants aged 0-28 days at Poncowati Health Center in Lampung Tengah in 2022.The research method was qualitative with questionnaire research instruments, thenumber of  samples were 36 respondents (infants aged 0-28 days) taken by  purposive sampling technique, data analysis using t test with a two group pretest posttest approach with control group design.Result of the study with an increase in the average quality of baby sleep after beinggiven rose aromatherapy (Rosa Centifolia) at the Poncowati Health Center, Lampung Tengah in 2022 was 33.33% higher than the average increase in infant sleep quality in the control group of 29.17%. From the t-test, the p value of 0.001 ˂ α (0.05) means that H0 is rejected and Ha  is accepted, which means that there is an influence between the two variables.The conclusion is that there is an effect of giving rose aromatherapy on the sleepduration of infants aged 0-28 days. Therefore, it is suggested that this research can be an alternative to get good sleep quality for infants aged 0-28 days. Keywords          : Infant, Rose Aromatherapy, Sleep Duration. Bibliography     : (35) 2015-2021 
HUBUNGAN USIA, KADAR GULA DARAH, KADAR KOLESTROL DAN KADAR NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2023 Pratama, Hendy; Hermawan, Dessy; Amirus , Khoidar; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30732

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara usia, kadar gula darah, kadar kolestrol, dan kadar natrium dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RS Pertamina Bintang Amin Tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 376 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat dan multivariat. Pada hasil uji univariat didapatkan hasil rata-rata usia responden 61.3 tahun. Rata-rata kadar gula darah responden adalah 184.8 mg/dl. Rata-rata kadar kolesterol responden adalah 120.1 mg/dl. Rata-rata kadar natrium responden adalah 146.1 mEq/L. Rata-rata tekanan darah responden adalah 146.1 mm/Hg. Dari hasil uji bivariat terdapat hasil ada hubungan yang signifikan antara kadar natrium dengan hipertensi nilai p-value = 0.005, tidak ada hubungan usia dengan hipertensi nilai p-value = 0.396, tidak ada hubungan gula darah dengan hipertensi nilai p-value = 0.426, tidak ada hubungan kolestrol dengan hipertensi nilai p-value = 0.140. Variabel kadar natrium memiliki pengaruh terhadap kejadian hipertensi nilai p-value=0.007 sekaligus merupakan faktor dominan (Koefisien B = 0.421).
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI POLI MATA RS PERTAMINA BINTANG AMIN 2024 Cahya, Fajar Nur; Samino, Samino; Angelina, Christin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27125

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya kepuasan pelanggan dalam keputusan kunjungan ulang di sebuah rumah sakit. Dimensi kualitas layanan kesehatan, seperti bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati, dapat mempengaruhi keputusan kunjungan ulang pasien di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan terhadap keputusan kunjungan ulang pasien rawat jalan di Poli Mata RS Pertamina Bintang Amin dengan menggunakan studi kuantitatif dan analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor bukti fisik dan jaminan memiliki hubungan signifikan dengan keputusan kunjungan ulang pasien, di mana meningkatkan kualitas bukti fisik, seperti kebersihan fasilitas dan ruang tunggu, dapat meningkatkan kemungkinan kunjungan ulang pasien. Pada hasil univariat terdapat 81% yang memutuskan berkunjung ulang, 19% memutuskan tidak berkunjung ulang, 55,6% bukti fisik baik, 44,4% bukti fisik tidak baik, 69,8% keandalan baik, 30,2% keandalan tidak baik, 85,7% daya tanggap baik, 14,3% daya tanggap tidak baik, 65,1% jaminan baik, 34,9% jaminan tidak baik, 57,1% empati baik, 42,9% tidak baik. Jenis penelitian ini merupakan sebuah studi kuantitatif, dimana survey tersebut dirancang dengan menggunakan desain studi potong lintang. Analisa data yang digunakan yaitu univariat, bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistic model faktor risiko). Meningkatkan kualitas bukti fisik yang berhubungan dengan fasilitas yang ada di RS berhubungan dengan kebersihan dan ruang tunggu, dimana dapat menambah sarana prasaran berkaitan dengan menjaga lingkungan seperti membuat poster untuk menjaga kebersihan dan menambah tempat pembuangan sampah disekitar RS dan juga fasilitas ruang tunggu agar pasien lebih nyaman dalam menunggu antrian.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SUMBER INFORMASI MENGENAI KEBIJAKAN PPKM DENGAN KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASYARAKAT Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu; Samino, Samino; Aryastuti, Nurul
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.1903

Abstract

Kebijakan PPKM merupakan kewenangan pemerintah mejalankan tugas dan fungsinya terkait pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dengan protokol kesehatan 5 M. Hasil survei Badan Pusat statistik Provinsi Lampung mengenai kepatuhan 5M didapakan Memakai masker 84%, Mencuci tangan 67%, Menjaga jarak 55%, Menghindari kerumunan 74%, Membatasi mobilisasi 56%. Angka kejadian kasus covid 19 di Kabupaten Tulang bawang, sampai tanggal 22 Agustus 2022, didapatkan jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 1781 kasus dan kasus kematian sebanyak 94 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui diketahuinya hubungan pengetahuan dan sumber informasi mengenai kebijakan PPKM dengan kepatuhan protokol kesehatan pada masyarakat di Desa Trimulya Jaya Tulang Bawang tahun 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Trimulya Jaya Tulang Bawang pada tahun 2022 sebanyak 1539 orang dengan sampel sebanyak 94 responden. pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi. Analisa bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian berdasarkan distribusi frekuensi didapatkan sebagaian besar responden patuh (69,1%), sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (81,9%) dan sebagian besar responden memiliki sumber informasi positif (58,5%). Hasil uji Chi-square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,000 <0,05 ) dan sumber informasi (p value 0,000 <0,05 ) mengenai kebijakan PPKM dengan kepatuhan protokol kesehatan pada masyarakat di Desa Trimulya Jaya Tulang Bawang tahun 2022. Disarankan untuk seluruh warga dapat mematuhi aturan pemerintah mengenai kebijakan PPKM dan mengikuti aturan protokol kesehatan agar covid-19 mengalami penurunan secara perlahan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Petugas Kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Penengahan Lampung Selatan Tahun 2023 Andayani, Yeni; Samino, Samino; Riyanti, Riyanti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.19189

Abstract

Hasil evaluasi kinerja Puskesmas Rawat Inap Penengahan menunjukkan beberapa jenis pelayanan yang belum mencapai standar 100% diantaranya pelayanan umum rawat jalan tercapai 90%, pelayanan rawat jalan gigi tercapai 90%, layanan dokter dan bidan terlatih tercapai 85% dan kepatuhan terhadap SOP tercapai 85%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Penengahan Lampung Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi adalah petugas kesehatan yang berstatus PNS dan sudah mengikiti evaliasi penilaian kinerja di Puskesmas Rawat Inap Penengahan yang berjumlah sebanyak 48 orang yang seluruhnya dijadikan sebagai sampel. Tehnik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (pearson product moment) dan multivariat (regresi linier berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata nilai kinerja 106,9, rata-rata sikap responden adalah 26,48. Rata-rata motivasi adalah 29,27, kepemimpinan menunjukkan rata-rata 22,46, sedangkan variabel imbalan diperoleh rata-rata 6,71. Hasil statistik menunjukkan ada hubungan sikap (Rhit;0,519), motivasi (Rhit;0,732), kepemimpinan (Rhit;0,508) dan imbalan (Rhit;0,478) dengan kinerja petugas kesehatan. Motivasi merupakan faktor paling berhubungan dengan kinerja (b2=0,719). Puskesmas perlu memberikan perhatian dan reward dan punishment untuk petugas kesehatan yang kinerjanya dianggap kurang baik. Kata Kunci: Imbalan, Kepemimpinan, Kinerja, Motivasi, Sikap.
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Barliyan, Muh Ahcmad Farich Amanda, Fadhila Dwi Amin, Muslim Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asnida, Dewi Astari, Yulia Ayu Rai Saputri, Gusti Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Dayasih, Nia Devy Septina Sari Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani Dira Yuniar, Trisia Duet Irianto, Terry dwi ayu lestari, dwi ayu Dwiyana, M Rizal Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa F, Christin Angelina Farich, Achmad Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka Fikri, Rahmat fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hadinata, Andri Hardinata, Andri Hayka Salsabila, Farra Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kundayani, Tri Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Lesta Ningrum Aprilia Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Neneng Siti Latifah Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Oktavia Rudi, Renna Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Primadiamanti, Annisa Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Govindha Putri, Mas Fierna Rachmawati Rachmawati Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Rahmat Effendi, Rahmat Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rizqy, Muhammad Alva Rokhayati, Yuli Rudi, Renna Oktavia Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Safitri, Erna Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sutama Suwardi Suwardi Suwito Suwito Tri Windiari Sepsetyowati Trikundayani, Trikundayani Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Wibowo, Angga Wahyu Tri Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yudhistira, Hendri Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa Zuana, Eli