Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Faktor Kepuasan Pasien Poli Rawat Jalan Rsia Prima Qonita Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan Putri, Govindha; Nuryani, Dina Dwi; Muhani, Nova; Samino, Samino; Ekasari, Fitri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.13566

Abstract

ABSTRACT Nowadays healthcare industry has moved towards continuous quality improvement. Thus, health care managers must include patient-centered care activities as a major component. For this reason, patient satisfaction is a quality improvement tool for the overall performance of health facility organizations. Hospitals as health facilities must be able to realize good quality, but there is still patient dissatisfaction with hospital services, including the Prima Qonita Mother and Child Hospital (RSIA), Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. Therefore, researchers want to focus on analyzing the hospital's outpatient satisfaction factors. Analyzing patient satisfaction factors at the RSIA Prima Qonita outpatient clinic, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. The method used is quantitative with a cross sectional design. The samples taken were 388 with accidental sampling techniques. The independent variables assessed were physical evidence (tangible), reliability (reliability), responsiveness (responsiveness), and assurance (assurance) and  empathy (empathy). Bivariate test using spearman correlation test and multivariate using linear regression test. Based on the results of the Spearman Correlation test, the physical evidence factor (r= 0.340), the empathy factor (r= 0.398), the reliability factor (r= 0.409), the responsiveness factor (r= 0.447), and the assurance factor (r= 0.434) were obtained. The results of the multiple linear regression test obtained a p value of 0.000 and a coefficient B value of 1.19 for the empathy variable. Each factor of physical evidence, empathy, reliability, responsiveness and assurance statistically influences patient satisfaction with health services in outpatient clinics. The most dominant factor is the empathy factor. Keywords: Hospital, Quality of Service, Patient Satisfaction, Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy  ABSTRAK Industri pelayanan kesehatan saat ini telah bergerak menuju peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Manajer pelayanan kesehatan harus memasukan kegiatan perawatan yang berpusat pada pasien sebagai komponen utamanya. Kepuasaan pasien menjadi alat peningkatan kualitas untuk kinerja organisasi sarana kesehatan secara keseluruhan. Rumah sakit sebagai sarana kesehatan harus mampu mewujudkan kualitas yang baik, namun masih ditemukan ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit termasuk Rumah Sakit Ibu dan Anak Prima Qonita Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Menganalisis faktor kepuasan pasien poli rawat jalan RSIA Prima Qonita Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan berupa kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sample yang diambil sebanyak 388 dengan teknik accidental sampling. Variabel yang dinilai yaitu bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), dan jaminan (assurance) dan empati (empathy). Uji bivariat menggunakan uji korelasi spearman dan multivariat menggunakan uji regresi linear. Berdasarkan hasil uji Korelasi Spearman didapatkan faktor bukti fisik (r= 0,340), faktor empati (r= 0,398), faktor kehandalan (r= 0,409), faktor daya tanggap (r= 0,447), dan faktor jaminan (r= 0,434). Hasil uji regresi linier berganda diperoleh hasil nilai p value sebesar 0,000 dan diperoleh nilai koefisien B sebesar 1,19 pada variabel empati. Masing-masing faktor bukti fisik, empati, kehandalan, daya tanggap dan jaminan secara statistik berpengaruh terhadap kepuasan pasien pelayanan kesehatan di poli rawat jalan. Faktor yang paling dominan adalah faktor empati. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Dan Empathy
SOSIALISASI KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) BAGI MANAJEMEN DAN KARYAWAN RS PERTAMINA BINTANG AMIN (RSPBA) BANDAR LAMPUNG TAHUN 2022 Samino, Samino; Riyanti, Riyanti; Suwito, Suwito; Duet Irianto, Terry; Agus Barliyan, Muh; Asnida, Dewi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.691-697

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) berencana mengubah penerapan manfaat kategori 1, 2, dan 3 di fasilitas kesehatan menjadi kategori standar atau seragam. KRIS JKN sendiri terakreditasi berdasarkan Pasal 23(4) Undang-Undang Skema Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang menyatakan bahwa apabila peserta memerlukan perawatan rumah sakit maka akan diberikan berdasarkan kategori standar. Rumah sakit harus siap menerima implementasi KRIS JKN dan diharapkan mampu mengembangkan rencana strategis seperti manajemen tarif, pembiayaan, kepegawaian dan fasilitas yang diperlukan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan standar KRIS kepada para manajer dan staf RS Pertamina Bintang Amin. Metodenya terdiri dari pertanyaan, presentasi, diskusi dan tanya jawab untuk pra-ujian dan untuk mengikuti pasca-ujian. Berdasarkan hasil pre-test proporsi informasi dengan frekuensi informasi buruk sebesar 26,7%, dengan frekuensi informasi baik sebesar 73,3%. Informasi tentang hasil post test naik menjadi 100 persen. Berdasarkan uji-t diketahui bahwa sig. (2 sisi) 0,003 0 t tabel 2,0452 maka dapat disimpulkan HO ditolak dan Ha diterima. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara sikap sebelum dan sesudah tes, yang berarti bahwa sosialisasi KRIS memiliki efek pengetahuan pada manajemen dan staf RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI DINAS SOSIAL UPTD REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BANDAR LAMPUNG Ayu Rai Saputri, Gusti; Primadiamanti, Annisa; Samino, Samino; Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa; Hayka Salsabila, Farra; Dira Yuniar, Trisia; Agung, Rahmat; Oktavia Rudi, Renna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.597-600

Abstract

Melakukan pencucian tangan menggunakan sabun tergolong ke dalam salah satu perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia disebabkan praktik mencuci tangan yang kurang baik menjadi suatu permasalahan  khususnya di negara berkembang karena kebanyakan dari masyarakatnya masih lupa untuk melakukan tangan. Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011, Penyandang disabilitas atau penyandang cacat adalah orang dengan keterbatasan baik mental, intelektual, fisik maupun sensorik yang bersifat jangka panjang yang dapat menjadi penyebab dalam menghambat mereka untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya sebagai bentuk partisipasi penuh dan efektif yang didasarkan pada kesetaraan hak. Program dilakukan dengan cara memberikan informasi dan edukasi menggunakan media teknologi berupa laptop dengan media power point. Power point berisi tentang definisi, tujuan, manfaat, dampak, kapan waktu cuci tangan dan langkah-langkah mencuci tangan. Setelah itu dibagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan teman-teman. Hasil yang didapat dari kegiatan penyuluhan kepada penyandang disabilitas sebelum dilakukan penyuluhan, terdapat sekitar 60% dari total peserta masih banyak yang belum tau apa itu pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Setelah dilakukan penyuluhan, persentase berubah cukup signifikan, terdapat 90% yang sudah memahami apa pentingnya dan manfaat cuci tangan memakai sabun. Hasil persentase ini didapat dari kuesioner pre-test dan post-test. Kesimpulannya sebelum diberikan materi, masih banyak yang belum mengerti dan paham terkait pentingnya cuci tangan pakai sabun. Lalu setelah dilakukan penyuluhan, dapat dilihat bahwa sudah cukup banyak hampir semua peserta memahami apa itu pentingnya dan manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS).
FAKTOR PEMICU PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA WARGABINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II BANDAR LAMPUNG TAHUN 2024 Samino, Samino; Angelina, Christin; Lestari, Dwi Ayu; Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari; Salsabilla, Nadya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27393

Abstract

Penelitian ini menarik kesimpulan dari data yang diperoleh bahwa mayoritas responden berusia 20 tahun dengan sebanyak 5 (13.5%) orang, pekerjaan terakhir yang paling umum adalah sebagai LC/pemandu lagu dengan 12 (32.4%) responden, dan pendidikan tertinggi adalah jenjang SMP/Sederajat yang diikuti oleh 18 (48.6%) responden. Mayoritas responden adalah berstatus janda atau belum menikah, mencapai 15 (40.5%) orang, dan memiliki pendapatan bulanan di atas atau sama dengan 500.000 rupiah, yaitu sebanyak 21 (56.8%) orang. Sebanyak 26 (70.3%) responden mendapatkan narkoba dari teman. Penggunaan narkoba paling umum terjadi dalam kapasitas yang jarang, yaitu 1-3 bulan, dengan 21 (56.8%) responden. Mayoritas keluarga responden merasa kurang mendapatkan kasih sayang, sedangkan mayoritas individu merasa lebih mudah memasuki sebuah komunitas atau kelompok baru setelah menggunakan NAPZA. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai sebesar 0.000.
The Relationship Factors of Peers and the Role of Parents in Adolescent Smoking Behavior Rudi, Renna Oktavia; Aryawati, Wayan; Perdana, Agung Aji; Samino, Samino
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.3630

Abstract

One of the problems that often occur in adolescents is smoking-related problems. Smoking, seen from any point of view, is very harmful, both for oneself and those around one. Peer factors and the role of parents can influence adolescent smoking behavior. This study aimed to determine the relationship between peer factors and the part of parents and teenage smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023. The type of research in this research is quantitative, using analytic methods with a cross-sectional approach. The population in this study were all male students at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency, in 2023, with a total of 127 students. The sampling technique used is total sampling. This research instrument uses a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate (chi-square). The results of this study indicate that 80 (63%) of respondents have positive behavior, 84 (66.1%) of respondents get support from peers, and 86 (67.7%) of respondents have a parental role. The chi-square test results found a relationship between peer factors (p-value 0.011 and OR = 2.875) and the part of parents (p-value 0.036 and OR = 2.423) with adolescent smoking behavior at SMPN 3 Menggala, Tulang Bawang Regency in 2023. Suggestions need to be supervised by strict regulations by the school regarding students' smoking habits and the provision of severe sanctions for those who are caught smoking.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan Samino, Samino; Rahmandini, Hafizhah Harjiati; Lukman, Iing; Amirus, Khoidar; Riyanti, Riyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 9 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i9.13984

Abstract

Background: Basic vaccination is the first type of vaccination that must be given to babies from birth to protect their bodies from certain diseases. The vaccination program is part of an effort to reduce morbidity, morbidity and mortality in infants and toddlers. In 2019-2020, basic vaccination achieved 95% according to the target, and from mid-2020 to the end of 2021 it was only 76% and in 2022 there will be an increase of around 85%.Purpose: To determine the determinants of the completeness of basic vaccinations for toddlers aged 9-24 months at the UPTD of the Capable Poned Inpatient Health Center in Tulang Bawang Barat in 2023.Method: Quantitative analytical research with a cross-sectional design. The technique for taking the sample size was purposive sampling, and those who met the inclusion criteria were 108 people. Data analysis used the chi square test and multivariate analysis used multiple logistic regression.Results: Analysis shows that mothers have low education (51.9%), receive family support (54.6%), access to affordable vaccination services (75.9%), receive support from the role of health workers (63.9%). There is a significant relationship between education level (p–value=0.026), family support (p–value=0.000), accessibility of vaccination services (p–value= 0.000), support from the role of health workers (p–value=0.000) and completeness of vaccination base. Multivariate analysis of family support is the dominant variable in the completeness of basic vaccinations in children compared to the role of health workers and access to health services (p-value=0.000).Conclusion: The most dominant influencing factor on the completeness of basic vaccination is the family support factor compared to the mother's education factor, service access factor, and the support factor of the role of health workers.Suggestion: There is a need to increase outreach and education about the importance of basic vaccinations for the health and immunity of babies to avoid dangerous diseases, to increase knowledge among the public, especially mothers and their families, so they can understand the purpose and benefits of vaccination for the health of their toddlers. Keywords: Children; Vaccinations; Toddlers. Pendahuluan: Vaksinasi dasar merupakan jenis vaksinasi pertama yangg harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Program vaksinasi termasuk dalam upaya untuk menurunkan angka kesakitan, kecatatan dan kematian pada bayi dan balita. Pada tahun 2019-2020 awal pencapaian vaksinasi dasar 95% sesuai target, dan pertengahan tahun 2020 sampai akhir tahun 2021 menjadi hanya 76% dan pada tahun 2022 mengalami kenaikan sekitar 85%.Tujuan: Untuk mengetahui determinan kelengkapan vaksinasi dasar pada balita usia 9-24 bulan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Dayamurni Tulang Bawang Barat tahun 2023.Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Teknik pengambilan jumlah sampel purposive  sampling, dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 108 orang. Analisa data menggunakan uji chi square dan analisa multivariat menggunakan regressi logistic ganda.Hasil: Analisis diperoleh bahwa ibu berpendidikan rendah (51.9%), mendapat dukungan keluarga (54.6%), aksesibilitas pelayanan vaksinasi yang terjangkau (75.9%), mendapatkan dukungan peran petugas kesehatan (63.9%). Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p–value=0.026), dukungan keluarga (p–value=0.000), Aksesibilitas Pelayanan Vaksinasi (p–value= 0,000),dukungan peran petugas kesehatan(p–value=0,000) dengan kelengkapan vaksinasi dasar. Analisa multivariate dukungan keluarga merupakan variabel dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar pada anak dibandingkan dengan peran petugas kesehatan dan akses pelayanan kesehatan ( p–value=0.000).Simpulan: Faktor berpengaruh yang paling dominan terhadap kelengkapan vaksinasi dasar adalah faktor dukungan keluarga dibandingkan dengan faktor pendidikan ibu, faktor akses pelayanan, dan faktor dukungan peran petugas kesehatan.Saran: Perlu ditingkatkan lagi penyuluhan dan edukasi tentang pentingnya vaksinasi dasar untuk kesehatan dan kekebalan tubuh bayi agar terhindar dari penyakit berbahaya, untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu dan keluarganya sehingga bisa mengerti apa tujuan dan manfaat dari vaksinasi untuk kesehatan balitanya. Kata Kunci: Anak-anak; Balita; Vaksinasi Dasar. 
Faktor yang Berhubungan dengan Resiko Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kontruksi Bangunan di Universitas Abulyatama Amin, Muslim; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i3.17563

Abstract

Masalah keselamatan dan kesehatan kerja (k3) secara umum di indonesia masih sering terabaikan angka kecelakaan kerja berdasarkan data BPJS ketenagakerjaan, terdapat 123.000 kasus kecelakaan kerja di tahun 2017 dan 157.313 kasus kecelakaan kerja dan angka ini terus naik setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang resiko kecelakaan karena tidak mengunakan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bangunan Universitas Abulyatama. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dengan metode cross sectional, pengambilan data menggunalkan kuesioner dengan jumlah sampel enam puluh tiga sampel. Variable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD hasil ini didapatkan setelah melakukan tahap seleksi akhir pada anasisi multivariat dikarenakan hanya terdapat dua variable saja. Pada tahap seleksi akhir ini didapatkan hasil variable ketersedian APD dengan nilai p-value 0,005 dan nilai Odd Ratio 15.160 Artinya variable ketersediaan APD merupakan variable dominan dengan besaran resiko 15 kali   lebih besar ketidak sediaan APD itu dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di industri konstruksi, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Analisis Faktor Loyalitas Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Mukomuko Yudhistira, Hendri; Samino, Samino; Riyanti, Riyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21983

Abstract

ABSTRACT Inpatient loyalty is an important indicator in assessing service quality and the success of hospital management. Mukomuko Regional General Hospital (RSUD Mukomuko), as the only referral hospital in its region, faces challenges in maintaining patient loyalty, as reflected by fluctuations in the Bed Occupancy Rate (BOR) over the past five years. This study aims to analyze the factors that influence inpatient loyalty at RSUD Mukomuko, including repeat visits, affection, commitment, resistance, and recommendation. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The population in this study consisted of all inpatients at RSUD Mukomuko. The sample comprised 150 patients who met the inclusion criteria: aged 17–60 years, conscious, able to communicate, and hospitalized for a minimum of three days. Samples were selected using accidental sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses to identify the most dominant variable affecting patient loyalty. The results showed that the majority of patients exhibited a high level of loyalty (73.3%). There was a significant relationship between all independent variables and patient loyalty (p < 0.05), with affection toward hospital services being the most dominant factor (OR = 3.949). Therefore, improving the quality of services that foster patient affection and trust is strongly recommended to enhance loyalty. The hospital should develop strategies based on emotional relationships and improve the overall service experience. Keywords: Patient Loyalty, Repeat Visits, Affection, Commitment, Recommendation.  ABSTRAK Loyalitas pasien rawat inap merupakan indikator penting dalam menilai kualitas layanan dan keberhasilan manajemen rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko sebagai satu-satunya rumah sakit rujukan di wilayahnya menghadapi tantangan dalam mempertahankan loyalitas pasien yang ditunjukkan melalui fluktuasi angka Bed Occupancy Rate (BOR) selama lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pasien rawat inap di RSUD Mukomuko, meliputi kunjungan ulang, kesukaan, komitmen, penolakan, dan rekomendasi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Mukomuko. Sampel terdiri dari 150 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia 17–60 tahun, sadar, dapat berkomunikasi, dan telah dirawat minimal tiga hari. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda) untuk mengetahui variabel yang paling dominan memengaruhi loyalitas pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi (73,3%). Terdapat hubungan signifikan antara semua variabel bebas dengan loyalitas pasien (p < 0,05), dengan kesukaan terhadap pelayanan rumah sakit sebagai faktor yang paling dominan (OR = 3,949). Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan yang membangun kesukaan dan kepercayaan pasien sangat disarankan untuk memperkuat loyalitas. Rumah sakit perlu mengembangkan strategi berbasis hubungan emosional dan meningkatkan pengalaman pelayanan secara menyeluruh.  Kata Kunci: Loyalitas Pasien, Kunjungan Ulang, Kesukaan, Komitmen, Rekomendasi.
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu Sebelum dan Sesudah Penyuluhan Dengan Menggunakan Media Leafleat Tentang Pemantauan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Fatmasari, Yeni; Riyanti, Riyanti; Sari, Fitri Eka; Samino, Samino
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.3821

Abstract

Bandar Lampung ranks fourth in the prevalence of stunting (44.6) in Lampung province after Central Lampung (52.7%), Pesawaran (50.8%), Metro (47.3%). According to the 2014 Nutritional Status Assessment data, the highest prevalence of stunting in toddlers in the Bandar Lampung area is in Rajabasa District (55.6%), the second highest is in Kemiling District (39.6%). The nutritional status of malnutrition in the Kemiling Health Center has increased every year from 1.8% in 2020 to 2.4% in 2021. The aim was to determine the differences in knowledge and attitudes of mothers before and after counseling using leaflet media on monitoring the nutritional status of toddlers in the Kemiling Health Center Work Area. This study is a quantitative study using an experimental method with a population of 1150 mothers of toddlers and a sample of 98 respondents. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data were tested univariately and bivariately using the Paired Sample T-Test. The results of the study showed that the nutritional status of toddlers at the Kemiling Health Center was mostly normal nutritional status of 68 toddlers (69.4%), overnutrition of 22 toddlers (22.4%) and undernutrition of 8 toddlers (8.2%). The average value of knowledge of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 7.78 (64.8%) and after counseling using leaflet media to 9.22 (76.8%). The average value of attitudes of toddler mothers increased before counseling using leaflet media, namely 41.22 (68.7%) and after counseling using leaflet media to 50.49 (84.1%). There was a difference in knowledge (p-value 0.000) and attitudes (p-value 0.000) of toddler mothers before and after the distribution of leaflets related to monitoring toddler nutrition at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung. Keywords : Nutritional Status, Leaflet, Toddlers, Monitoring
Determinan Terjadinya Stunting pada Anak Usia 0-24 Bulan di Kabupaten Aceh Besar Maysura, Futry; Samino, Samino; Amirus, Khoidar; Lensoni, Lensoni; Nurdin, Ambia
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i4.17562

Abstract

Menurut data UNICEF 2020, prevalensi global stunting pada anak kecil pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 21,3% atau 144 juta anak di bawah usia lima tahun masih stunting, Menurut data yang terdapat di Dinas Kesehatan jumlah angka stunting itu sangat tinggi. Pada tahun 2019 22,4%, tahun 2020 (16,7%), tahun 2021 (14,1%), tahun 2022 (17,9%) dan 2023 (15,3%). Tujuan Penelitian untuk mengetahui apa Saja Determinan Terjadinya Stunting Pada Anak  Usia  0-24 Bulan Di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain potong lintang (Cross Sectional Study), Jumlah sampel yang digunakan adalah 384 responden dengan pengukuran sampel menggunakan rumus lameslow. Hasil Dari Kesimpulan ini adalah Berdasarkan pada table akhir yang menjadi variable dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting terdapat pada variable ketahanan pangan dengan nilai Or 1.668 artinya ketahanan pangan beresiko 1.668 lebih besar untuk kejadian stunting. untuk variable penyakit infeksi dan pengetahuan orang tua menjadi variable convonding karna nilai P-Value 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kesimpulan dari penelitian ini adalah Untuk penelitian ini terdapat 7 variabel yang semua yang signifikan nilai P-value 0, nilai α 0,05. 
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Barliyan, Muh Agus Rifai Rahmat Ahcmad Farich Ahmad Sultoni Amanda, Fadhila Dwi Amanda, Mansura Feby Amin, Muslim Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Arham, Noeroel Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asnida, Dewi Astari, Yulia Ayu Rai Saputri, Gusti Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto Barliyan, Muh. Agus cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Dayasih, Nia Devy Septina Sari Dewi Setiawati Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani Dira Yuniar, Trisia Duet Irianto, Terry dwi ayu lestari, dwi ayu Dwiyana, M Rizal Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa Farich, Achmad Fatmasari, Yeni Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka Fikri, Rahmat fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hadinata, Andri Hardinata, Andri Hayka Salsabila, Farra Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Joko Susilo Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kundayani, Tri Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Lesta Ningrum Aprilia Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Maysura, Futry Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Neneng Siti Latifah Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Oktavia Rudi, Renna Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Primadiamanti, Annisa Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Govindha Putri, Mas Fierna Rachmawati Rachmawati Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Rahmat Effendi, Rahmat Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rizqy, Muhammad Alva Rokhayati, Yuli Rudi, Renna Oktavia Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Safitri, Erna Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sutama Suwardi Suwardi Suwito Suwito Tri Windiari Sepsetyowati Trikundayani, Trikundayani Umartono, Umartono Umi Muslikhah Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yudhistira, Hendri Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Zaitunah, Zaitunah Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa