Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitas dan Kepuasan Pelayanan Bidang Kesehatan di Mall Pelayanan Publik Kota Metro berdasarkan Importance-Performance Analysi S dan Customer Satisfaction Index Ningrum, Agustin Setia; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Ningsih, Eka Sari
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17162

Abstract

Masalah utama atas pelayanan publik di masyarakat adalah tingkat ketidakpuasan atas pelayanan yang diberikan yang memberikan dampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. Tujuan penelitian untuk menganalisis kualitas dan kepuasan pelayanan bidang kesehatan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Metro berdasarkan Importance-Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index Tahun 2023. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh masyarakat sebanyak 136 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner SERVEQUAL. Hasil penelitian karakteristik responden sebagian besar perempuan (60,3%), pendidikan menengah (47,8%) dan ibu rumah tangga (29,4%). Gap yang paling tinggi adalah pada atribut kemampuan pegawai dalam menanggapi keluhan, kritik atau saran dari masyarakat serta kecepatan dan ketepan dalam proses administrasi. Index kepuasan atas pelayanan sebesar 79,39% atau dalam kategori puas. Prioritas perbaikan paling banyak pada dimensi (responsiveness dan assurance) dengan atribut kemampuan dalam menanggapi keluhan/kritik/saran, kecepatan dan ketepatan dalam proses administrasi, kesopanan dan keramahan, memberikan senyum dan sapa dan pengetahuan yang sesuai dengan bidangnya, sehingga perlu diadakan pelatihan pelayanan excellent kepada para pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Persepsi Terhadap Perilaku “PATUH” Pada Penderita Hipertensi Silaen, Rahel Gusnita; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Samino, Samino
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17310

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku “PATUH” pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar  155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (p-value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (p-value=0,001 OR=3), persepsi manfaat (p-value=0,000 OR=3,9) keyakinan diri (p-value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan (p-value=0,068) dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH” adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal  berpengaruh.
Analisis Penataan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan Sesuai dengan Analisis Beban Kerja Amir, Sabrina; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Febriani, Christin Angelina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17161

Abstract

Puskesmas Metro mengalami kekurangan tenaga kesehatan terkait dengan cakupan penduduk dan tambahan program kerja puskesmas yang semakin banyak. Tujuan penelitian diketahuinya hasil analsis penataan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan berdasarkan hasil analisis beban kerja. Jenis penelitian kualitatif dengan teknik observasi, studi dokumen dan wawancara mendalam. Informan terdiri dari 9 (sembilan) tenaga kesehatan dan informan kunci dari Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Metro. Instrumen menggunakan pedoman wawancara dan lembar analisis beban kerja. Analisis data dengan analisis beban kerja serta analisis kualitatif dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil analisis rasio ketersediaan SDM Kesehatan belum ideal. Terdapat Kesenjangan ketersediaan SDMK dengan kesenjangan tertinggi pada tenaga bidan sebanyak 8 orang, perawat 5 orang, dokter 3 orang sedangkan SDMK lainnya seperti dokter gigi, promkes, sanitasi lingkungan, nutrisionis, apoteker dan ATLM masing-masing sebanyak 1 orang. Rekomendasi perlu diajukan kembali usulan pengadaan tenaga kesehatan terkait urgensinya serta menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan kesehatan untuk memfasilitasi Praktek Kerja Lapangan dan penempatan tenaga kesehatan untuk menambah kapasitas kerja tenaga kesehatan yang sudah ada.
Model Analysis of Job Satisfaction in Nurses Rokhayati, Yuli; Samino, Samino; Irianto, Torry Duet
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 April 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i1.707

Abstract

Job satisfaction reflects how much employees like or dislike various aspects of their work. At RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM, many nurses expressed dissatisfaction: 52,4% with income, 38,1% with working conditions, 52,4% with promotion opportunities, 57,1% with the work itself, 52,4% with recognition, 57,1% with work experience, and 71,4% with both self-development and overall job satisfaction. This dissatisfaction impacts nurses’ performance. This study aimed to determine a job satisfaction model among nurses at RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM, South Lampung. It used a cross-sectional analytic design with a qualitative approach, involving all 149 nurses as subjekts through total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using Smart PLS (Partial Least Squares). The modified model showed all latent variable constructs had good discriminant validity, and the AVE test indicated no issues with convergent validity. Bootstrapping analysis revealed that among eight exogenous variables, only self-development and promotion opportunities significantly affected job satisfaction (p-value<0,05; t>1,96). The R² value of 0,701 suggests that these two variables can explain 70,1% of job satisfaction. Self-development was measured with five indicators (highest t=13,836), promotion opportunities with five indicators (highest t=15,576), and job satisfaction with six indicators (highest t=15,285). The study recommends the hospital prioritize improving self-development and promotion opportunities to enhance job satisfaction, contributing to better planning and organizational growth.
Hubungan Perilaku “CERDIK” dengan Kadar Gula Darah pada Usia Produktif Risiko Tinggi Diabetes Melitus Tipe 2 Nurzana, Desi; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino; Aryawati, Wayan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17226

Abstract

Masyarakat risiko tinggi menderita DM dan tidak melakukan pemeriksaan deteksi dini ternyata 175 (24,9%) orang diantaranya menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan perilaku “CERDIK” dengan kadar gula darah usia produktif risiko tinggi DM Tipe 2  di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung sebanyak 231 orang dengan jumlah sampel  sebanyak 144 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p-value=0,00 OR=3,1), enyahkan asap rokok (p-value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p-value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p-value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p-value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p-value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p-value 0,00 dengan OR=3,6. Hendaknya kepada Puskesmas melakukan skrining Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) pada usia produktif risiko tinggi DM, serta melakukan inovasi seperti penyediaan layanan konseling jiwa bagi usia produktif risiko tinggi penyakit degeneratif DM.
Analisis Faktor Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Fesliria, Eka; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka; Yanti, Dhiny Easter; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17383

Abstract

Stunting merupakan indikator fisik malnutrisi kronis pada masa anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor determinan terjadinya stunting pada balita di Kota Metro. Jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan case control. Besar sampel yang diambil sebanyak 156 balita yang terdiri dari 78 (kasus) dan 78 (kontrol). Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis  multivariat dengan uji  regresi logistic. Hasil didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu usia ibu (p-value 0,037), jarak kehamilan (p-value 0,002), status gizi ibu (p-value 0,001), tingkat pendidikan (p-value 0,009), status ekonomi (p-value 0,033), berat bayi lahir (p-value 0,034), dan riwayat pemberian ASI (p-value 0,037). Sementara jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Variabel yang signifikan mempengaruhi terjadinya stunting yaitu status gizi ibu (OR: 7,503) jarak kehamilan (OR: 5,249), usia ibu (OR: 2,715), dan riwayat pemberian ASI (OR: 2,281) setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan dan status ekonomi. Status gizi ibu merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi terjadinya stunting (p-value 0,001). Disarankan upaya pencegahan dimulai dari faktor status gizi ibu dengan cara memberikan edukasi pada ibu hamil tentang pentingnya makanan bergizi dan minum tablet tambah darah pada saat hamil, dan rajin memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Andriani, Verra; Yuliasari, Dewi; Sunarsih, Sunarsih; Samino, Samino
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17506

Abstract

Tingginya angka kehamilan beresiko tinggi yang terjadi pada ibu hamil mengakibatkan banyak terjadi permasalahan reproduksi pada wanita dan rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang efektifitasnya relative lama dan merupakan  salah satu upaya promotif serta preventif dari Program Keluarga Berencana Pemerintah dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan hasil pra survey di Puskesmas Rajabasa Indah terdata rendahnya cakupan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Puskesmas Rajabasa Indah Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analytic cross sectional dan pengambilan sampel dengan menggunakan tekhnik accidental sampling dilakukan dari bulan Juni sampai Jui 2021 terhadap 100 responden akseptor KB dimana pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan ceklist, kemudian dilakukan analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan korelasi antara dua variabel dependen dan independen.Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan distribusi frekuensi pemilihan MKJP terbanyak pada non MKJP yaitu 69 orang (69 %), tingkat pendidikan paling banyak pendidikan rendah 63 orang (63%), tingkat pengetahuan paling banyak tingkat pengetahuan rendah 68 orang (68%), umur responden paling banyak antara 20-30 tahun yaitu 59 orang (59%), pekerjaan paling banyak pada status bekerja 66 orang (66%), jumlah anak terbanyak kategori anak banyak yaitu 68 orang (68%) dan dukungan suami paling banyak kategori dukungan yang baik 63 orang (63%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,026), tingkat pengetahuan (p=0,034), umur (p=0,035), pekerjaan (p=0,024), jumlah anak (p=0,010), dan dukungan suami (p=0,024) dengan pemilihan MKJP. Saran bagi Wanita Pasangan Usia Subur hendaknya dapat berpartisipasi dalam program Pelayanan Keluarga Berencana dengan menggunakan jenis kontrasepsi MKJP. Kata Kunci                  : Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Umur, Jumlah Anak, Dukungan Suami dan MKJP.     ABSTRAK THE FACTORS CONCERNING THE USE OF LONG-TERM CONTRACEPTION METHOD  The high number of high-risk pregnancies that occur in pregnant women causes many reproductive problems on women and low level of family welfare. Long-Term Contraception Method is a contraceptive method with relatively high effectiveness and is one of the promotive and preventive efforts from the Government Family Planning Program in order to suppress the rate of population growth. Based on the results of the pre-survey at Rajabasa Indah Health Center, it was found that the low coverage of the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2020. The objective of this study was to determine the factors that influence the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2021.This research was quantitative with a cross-sectional analytic research design and sampling using the accidental sampling technique carried out from June to July 2021 on 100 respondents who were registered as family planning acceptors. The data collection technique was through questionnaires and checklists, then data analysis was carried out univariate and bivariate with statistical tests Chi Square and was presented in the form of frequency distribution table and table of correlation relationships between two dependent and independent variables.From the research that has been conducted, it was found that the preference distribution of long term contraception method was the highest  in non-long term contraception method namely 69 people (69%), the most dominant education level was 63 people (63%) with low background, the most dominant knowledge level was 68 people (68%) with low knowledge,  59 people (59%) respondents were between 20-30 years,  66 people (66%) were in the working status, 68 people (68%) had many children and 63 people (63%) had good husband support. There were significant relationships between education (p=0.026), level of knowledge (p=0.034), age (p=0.035), occupation (p=0.024), number of children (p=0.010), and husband support (p=0.024) toward the preferences of long-term contraception method. Suggestions for Women with Childbearing Age should be able to participate in the Family Planning Service program using the long-term contraception method type for contraception. Keywords       : Education, Knowledge, Occupation, Age, Number of Children, Husband Support and long-term Contraception Method.  
PERBEDAAN PEMBERIAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN FE+ASAM FOLAT TERHADAP PENINGKATAN HAEMOGLOBIN IBU HAMIL TM I DAN II Fradika, Agustina; Samino, Samino; Mariza, Ana; Sari, Dewi Yulia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5195

Abstract

Background: Pregnant women with risk of anemia have miscarriage, prematurely birth babies, low birth weight babies, and bleeding before and after childbirth. In Indonesia, the problem of anemia in pregnant women is still a public health problem because of it’s prevalence of more than 50%. To treat anemia in pregnant women is usually a treatment there are two ways that are pharmacologically and non-pharmacological.Purpose: The purpose of the study aims to determine the consumtion of regular Fe tablets with Fe+Folic acid on increased hemoglobin in pregnant women TM I and II.Methods: Quantitative research type, experimental Quasi with non-equivalent control group approach, sampling technique purposive sampling, univariate data analysis and bivariate using t-test.Results: The statistical test with the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05 which means there is a difference in routine Fe with Fe+Folic Acid to increase hemoglobin in pregnant women TM I and II.Conclusion: The average pretest hemoglobin in the group that was given routine FE to pregnant women with TM I and II with a mean of 9,733 and after the second measurement there was an increase in Hb with a mean of 10,740. Suggestion The average pretest Hb given FE + folic acid to pregnant women TM I and II with a Mean 10.02 and after the 2nd measurement the Hb increased to a Mean 11.00. Suggestion : It is expected for expectant mothers to always consusate Folic acid and Fe tablets during pregnancy from TM I to TM III and still consume Fe tablets although not consuming Folic acid. Keywords: Fe tablets, Folic Acid, Hemoglobin ABSTRAK Latar Belakang: Ibu hamil yang menderita anemia berisiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, bayi berat lahir rendah, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Di Indonesia masalah anemia pada ibu hamil masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 50%. Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil biasanya penanganan ada 2 cara yang dilakukan yaitu secara farmakologi dan non farmakologi.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian konsumsi tablet Fe rutin dengan Fe+Asam Folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, Quasi Eksperimental dengan pendekatan non equivalent control group, teknik sampling purposive sampling, analisa data univariat dan bivariate menggunakan t-tes.Hasil: Rata-rata Hemoglobin pretes pada kelompok yang diberi FE rutin terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 9,733 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb dengan Mean 10,740Rata-rata Hb pretes yang diberi FE+asam folat terhadap ibu hamil TM I dan II dengan Mean 10,02 dan setelah dilakukan pengukuran ke 2 mengalami kenaikan Hb menjadi Mean 11,00.Kesimpulan Hasil uji statistik dengan t-tes didapat nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan FE rutin dengan FE+asam folat terhadap peningkatan Hemoglobin pada ibu hamil TM I dan II.Saran: Diharapkan bagi ibu hamil agar selalu mengkonsumsi Asam Folat dan tablet Fe selama masa kehamilan dari TM I hingga TM III dan tetap mengkonsumsi Fe meskipun tidak mengkonsumsi Asam Folat. Kata Kunci: Tablet Fe, Asam Folat, Hemoglobin.   
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis Purnama, Ade Sinta; Irianto, Torry Duet; Nuryani, Dina Dwi; Samino, Samino; Amirus, Khoidar
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1349

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease that remains a public health problem. Community behavioral factors such as smoking, contact with TB patients, and not opening windows are suspected to contribute to the high incidence of TB. Controlling TB risk factors is one of the Indonesian government's strategies in developing a strategic plan to end TB. Therefore, monitoring risk factors in the community is crucial to inform policymakers in developing prevention programs. Purpose: To analyze the relationship between TB incidence factors. Method: This quantitative study used a case-control design. The sampling technique used purposive sampling, resulting in a sample of 120 respondents divided into 60 case groups and 90 control groups. Data analysis used the chi-square test and multiple logistic regression. Results: There was a significant association between smoking behavior (p=0.000; OR=5.500), contact with TB patients (p=0.000; OR=29.571), and not opening windows (p=0.000; OR=3.754) and TB incidence. Contact behavior with TB patients (p=0.000; OR=24.665) was the most dominant factor influencing tuberculosis incidence. Conclusion: There is a relationship between smoking behavior, contact with TB patients, and not opening windows and TB incidence.   Keywords: Contact with TB Patients; Opening Windows; Smoking Behavior; Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Faktor perilaku hidup masyarakat seperti merokok, kontak dengan penderita TB, serta tidak membuka jendela rumah diduga berperan dalam tingginya kejadian TB. Salah satu strategis pemerintah Indonesia dalam mengembangkan rencana strategis untuk mengakhiri TB adalah mengendalikan faktor risiko TB, sehingga pemantauan faktor risiko di masyarakat sangat penting untuk memberi informasi kepada para pembuat kebijakan untuk pengembangan program pencegahan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara Faktor kejadian TB. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel diperoleh sebanyak 120 responden yang dibagi menjadi kelompok kasus sebanyak 60 responden dan kelompok kontrol sebanyak 90 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil: Ada hubungan signifikan antara perilaku merokok (p=0.000; OR=5.500), kontak dengan penderita TB (p=0.000; OR=29.571), serta tidak membuka jendela (p=0.000; OR=3.754) terhadap kejadian TB. Perilaku Kontak dengan penderita TB dengan nilai (p=0.000; OR=24.665) merupakan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi kejadian tuberculosis Simpulan: Ada hubungan perilaku merokok, kontak dengan penderita TB, dan tidak membuka jendela terhadap kejadian TB. Kata Kunci: Kontak Penderita TB; Membuka Jendela; Perilaku Merokok; Tuberkulosis.
Informed Consent in Pringsewu Regional General Hospital: Legal Evidence Perspective Samino, Samino; Perdana, Agung Aji; Kuntoro, Selamet
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1: March, 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.578 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i1.1113

Abstract

Quality health care is the right of every patient and his family. One of the indicators of quality services is the fulfillment of informed consent in accordance with the laws and regulations. Preliminary studies of several informed consent documents at Pringsewu Hospital found that all of them were not filled out completely. This study aims to analyze informed consent documents from the perspective of legal evidence.The study was conducted at Pringsewu Hospital in July 2021. The research method used a qualitative descriptive analysis approach, with 75 informed consent documents and two informants. How to collect data by reviewing the informed consent document that has been filled in at the hospital medical record installation, by checking the completeness of filling out the informed consent document for the five most types of actions, and in-depth interviews with the responsible leadership.The results showed that 75 informed consent documents were reviewed, none of which were filled out completely. The five most important indicators were not filled in completely, consecutively: name and signature of witness II, name and signature of witness I, gender of the patient, and gender of the giver of consent. To improve the completeness of filling out documents, the hospital will provide education to doctors, nurses, and administrative staff, as well as strict supervision. It was concluded that incomplete informed consent documents, as legal evidence, were low quality. The hospital leaders should conduct socialization to doctors, nurses and administrative staff regarding the importance of filling out the medical treatment approval form properly and completely.Abstrak: Pelayanan kesehatan bermutu  merupakan hak setiap pasien dan  keluarganya. Salah satu indikator pelayanan bermutu terpenuhinya pelaksanaan informed consent sesuai peraturan perundang-undangan. Studi pendahuluanterhadap beberapa dokumen informed consent di RSUD Pringsewu ditemukan semuanya tidak terisi dengan lengkap. Penelitian bertujuan untuk menganalisis dokumen informed consent  perspektifalat bukti hukum.Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu Juli 2021. Metode penelitian  menggunakan  pendekatan analisis deskriptif kualitatif, dengan 75 dokumen informed consent dan dua informan. Cara pengambilan data dengan mengkaji dokumen informed consent yang telah isi di instalasi rekam medik RS, dengan melakukan checklist kelengkapan pengisian  dokumen informed consent pada lima jenis tindakan terbanyak, dan wawancara mendalam pihak pimpinan yang bertanggung jawab.Hasil penelitian menunjukkan 75 dokumen informed consent yang dikaji tidak ada satupun dokumen yang terisi dengan lengkap. Lima indikator terbanyak tidak diisi dengan lengkap berturut-turut: nama dan tanda tangan saksi II, nama dan tanda tangan saksi I, jenis kelamin pasien, dan jenis kelamin pemberi persetujuan. Untuk meningkatkan kelengkapan pengisisan dokumen RS akan melakukan edukasi terhadap para dokter, perawat, dan tenaga administrasi, serta pengawasan secara ketat.  Disimpulkan dokumen informed consent yang tidak terisi dengan lengkap, sebagai alat bukti hukum kualitasnya rendah. Pimpinan RS melakukan sosialisasi pada para dokter, perawat dan tenaga administrasi mengenai pentingnya pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran dengan baik dan lengkap.
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agus Rifai Rahmat Ahcmad Farich Ahmad Sultoni Amanda, Mansura Feby Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Arham, Noeroel Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astari, Yulia Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto Barliyan, Muh. Agus cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Damayanti, Latipia Devy Septina Sari Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani dwi ayu lestari, dwi ayu Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa Farich, Achmad Fatmasari, Yeni Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hardinata, Andri Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Joko Susilo Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Maysura, Futry Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Mas Fierna Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rokhayati, Yuli Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Sutama Suwardi Suwardi Tri Windiari Sepsetyowati Umartono, Umartono Umi Muslikhah Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Yuyun Riantika