Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Istiqomah, Anisa Cahyanti; Kurniati, Mala; Yanti, Dhiny Easter; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16816

Abstract

ABSTRACT It is crucial for people living with HIV/AIDS to pay attention to aspects of their quality of life because HIV/AIDS is a chronic and progressive condition, impacting all facets of life—physical, psychological, social, and spiritual. One significant factor influencing a person's quality of life is family support. This study aims to determine the influence of social support on the quality of life of people living with HIV in Mataram Baru Regency, Lampung Timur. This quantitative study employs a cross-sectional approach. The population for this study comprises all cases in Mataram Baru Regency, Lampung Timur in October 2022, totaling 89 people using a total sampling technique, namely the entire total population. Data were collected using a questionnaire. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis (Chi-Square Test), and multivariate analysis (multiple logistic regression). The results showed that 60,7% of participants reported a good quality of life, 68,5% received emotional support, 58,4% received informational support, and 52,8% did not receive material support. There was a significant relationship between emotional support (p-value = 0,001, OR = 7,9) and material support (p-value = 0,029, OR = 1,9) with quality of life. However, there was no significant relationship between informational support and quality of life (P-value = 0,194). Emotional support emerged as the dominant factor in this study, with the highest odds ratio (OR = 12,981). It is recommended that families provide support to family member living with HIV, such as by participating in activities held by the community of people living with HIV, to foster emotional closeness. Keywords: Quality of Life, Social Support, People Living with HIV ABSTRAK Orang dengan HIV/AIDS sangat penting untuk memperhatikan aspek kualitas hidupnya karena HIV/AIDS bersifat kronis dan progresif, sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Salah satu faktor yang mendukung dimensi pada kualitas hidup seseorang adalah dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dengan kualitas hidup pada penderita HIV di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kasus di Kecamatan Mataram Baru Lampung Timur bulan Oktober 2022 sebanyak 89 orang dengan teknik sampling total sampling yaitu seluruh total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner analisis data dengan univariat, bivariat (Uji Chi Square), multivariat regresi logistik ganda. Hasil didapatkan kualitas hidup baik sebanyak 60,7%, dukungan emosional mendukung sebanyak 68,5%, informasi mendukung sebanyak 58,4%, dan dukungan materi tidak mendukung sebanyak 52,8%. Ada hubungan dukungan emosional (p-value = 0,001 OR 7,9) dan dukungan materi (p-value = 0,029 OR 1,9) dengan kualitas hidup pada penderita HIV dan tidak ada hubungan dukungan informasi dengan kualitas hidup pada penderita HIVdengan nilai (p-value = 0,194) serta faktor yang dominan dalam penelitian dalam penelitian ini adalah dukungan emosional, dimana memiliki nilai OR tertinggi yaitu sebesar 12.98. Saran bagi keluarga diharapkan keluarga dapat memberikan dukungan kepada penderita HIV seperti ikut serta dalam kegiatan yang diadakan oleh komunitas penderita HIV sehingga terjalin kedekatan emosional yang semakin erat. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Dukungan Sosial, Penderita HIV
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Pemeriksaan Kualitas Air di Labkesda Kabupaten Lampung Selatan Astari, Yulia; Wayan, Wayan; Yanti, Dhiny Easter; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17211

Abstract

ABSTRACT Based on the results of the South Lampung Regency LABKESDA report, of the 1,071,727 South Lampung residents whocarry out water quality checks is still low, namely in 2022 there are 154 (0.014%) who carry out water quality checks and in 2023 there are 171 (0.015%) who carry out water quality checks. water quality inspection. Thepurpose of this research is to determine the analysis of the use of health services in water quality checks atLABKESDA South Lampung Regency in 2024. This type of research is qualitative research with a case study approach. There  were  7  informants  for  this  research,  namely,  the  Head  of  the  South Lampung District Health Service,the Head of Administration for the South Lampung LABKESDA, Community Health Center Officers, Clinic Officers,PDAM  Officers,  and  2  members of  the  public.  Informants were  taken  using purposive sampling. Datacollection uses in-depth interview techniques and data analysis techniques using Content Analysis. The results of theresearch show that the Analysis of Health Service Utilization  in  Water  Quality  Inspections  at  LABKESDA,  South  Lampung Regency, Obstacles and Obstacles are still quite high funding and long distances for the community toreach. The benefits can improve health rates, especially in the use of clean water sanitation. The community isconfident and supports the water quality inspection services at LABKESDA South Lampung. Accessibility in checkingwater quality regarding distance is very affordable, but for sub-district areas it is quite far. The availability offacilities and infrastructure at LABKESDA is good and adjusted to applicable regulations. The suggestion of thisresearch is that the government can pick up the ball and increase cooperation with all Community Health Centersand Pustu to facilitate the implementation of good services. Keywords: Facilities, Obstacles, Utilization, LABKESDA  ABSTRAK Berdasarkan hasil laporan LABKESDA Kabupaten Lampung Selatan bahwa dari 1.071.727 jumlah penduduk Lampungselatan yang melakukan pemeriksaan kualitas air masih rendah, yaitu pada tahun 2022 terdapat 154 (0,014%) yangmelakukan pemeriksaan kualitas air dan pada tahun 2023 terdapat 171 (0,015%) yang melakukan pemeriksaankualitas air.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Analisis pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemeriksaan  kualitas  air  di  LABKESDA  Kabupaten  Lampung  Selatan  Tahun 2024. Jenis penelitian  ini  yaitu  penelitian  kualitatif  dengan  pendekatan  Studi kasus. Terdapat 7 informan penelitian ini yaitu, Kepala DinasKesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Kepala Tata Usaha LABKESDA Lampung Selatan, Petugas Puskesmas, PetugasKlinik, Petugas PDAM, dan 2 orang masyarakat. Pengambilan informan dengan cara Purposive Sampling. Pengumpulandata menggunakan teknik wawancara mendalam dan teknik analisis data menggunakan Content Analysis. Hasilpenelitian bahwa Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemeriksaan   Kualitas   Air   di   LABKESDA   Kabupaten   Lampung   Selatan Hambatan Dan Kendala yaitu masih cukup tingginya pembiayaan dan jarak yang jauhuntuk dijangkau masyarakat. Manfaatnya dapat meningkatkan angka kesehatan terutama dalam penggunaan sanitasiair bersih. Keyaninan masyarakat yakin dan mendukung pelayanan pemeriksaan kualitas air di LABKESDA Lampungselatan. Aksebilitas dalam pemeriksaan kualitas air terkait jarak sangat terjangkau  namun  untuk  daerah  kecamatan  agak  jauh.  Ketersediaan  fasilitas sarana  dan  prasarana  yang  ada  di  LABKESDA  sudah  baik  dan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku.  Saran penelitian ini, yaitu agar pemerintah dapat jemput bola danmenambah kerjasama kepada seluruh Puskesmas dan Pustu untuk mempermudah terlaksananya pelayanan dengan baik. Kata Kunci: Fasilitas, Hambatan, Pemanfaatn, LABKESDA
Analysis Of Maternal Knowledge And Attitudes Towards The Completeness Of Rotavirus Immunization In 5-Month-Old Children Wihatyani, Ketut; Samino, Samino; Isnaini, Nurul; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.16515

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi penting untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit, mencegah sakit berat saat terpapar. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 99,6%, namun cakupan vaksinasi rotavirus masih rendah dengan angka 9,62% untuk dosis pertama di Provinsi Lampung.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi rotavirus pada anak usia 5 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2024.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 5 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Mampu Poned Kibang Budi Jaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan sampel 42 orang. Teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat (chi square).Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 29 (69%) responden yang telah melakukan imunisasi rotavirus dengan lengkap, 28 (66,7%) responden yang memiliki pengetahuan baik, dan 25 (59,5%) responden yang memiliki sikap positif. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi rotavirus pada anak usia 5 bulan (p=0,003) dan ada hubungan sikap dengan kelengkapan imunisasi rotavirus pada anak usia 5 bulan (p=0,004). Pengetahuan dan sikap erat kaitannya dengan kelengkapan imunisasi rotavirus. Hal ini dikarenakan apabila ibu memiliki pemahaman yang baik mengenai imunisasi rotavirus, maka akan berdampak pada sikap ibu dan akhirnya membentuk perilaku ibu yang baik yaitu melengkapi imunisasi rotavirus pada anaknya.Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan kelengkapan imunisasi rotavirus pada anak usia 5 bulan. Kata kunci: Imunisasi Rotavirus, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Introduction: Immunization is important for enhancing immunity against diseases and preventing severe illness upon exposure. The coverage of complete basic immunization in Indonesia reaches 99.6%, but the coverage of rotavirus vaccination remains low, with only 9.62% for the first dose in Lampung Province.purpose: To determine the relationship between maternal knowledge and attitudes and the completeness of rotavirus immunization in children aged 5 months in the working area of  Kibang Budi Jaya BEmONC Inpatient Health Care of Lambu Kibang District Tulang Bawang Barat Regency in 2024.method: This was as quantitative research with a cross sectional design. The population in this study were 5-month-old babies in the working area of Kibang Budi Jaya BEmONC Inpatient Health Care of Lambu Kibang District Tulang Bawang Barat Regency with a sample of 42 respondents. The sample technique used was total sampling. The instruments used were questionnaires and observation sheets. Data analysis using univariate and bivariate (chi square).Results: The results of this study show that 29 (69%) of the respondents had completed rotavirus immunization, 28 (66.7%) had good knowledge, and 25 (59.5%) had a positive attitude. Chi-square test results indicate a significant relationship between knowledge and the completeness of rotavirus immunization in 5-month-old children (p=0.003) and between attitude and the completeness of rotavirus immunization in 5-month-old children (p=0.004). Knowledge and attitude are closely related to the completeness of rotavirus immunization. This is because when mothers have a good understanding of rotavirus immunization, it impacts their attitude and ultimately shapes their behavior to ensure that their children receive complete rotavirus immunization.Conclusion: A significant relationship between knowledge and the completeness of rotavirus immunization in 5-month-old children and between attitude and the completeness of rotavirus immunization in 5-month-old children. Keywords: Rotavirus Immunization, Knowledge, Attitude
Analisis Kualitas dan Kepuasan Pelayanan Bidang Kesehatan di Mall Pelayanan Publik Kota Metro berdasarkan Importance-Performance Analysi S dan Customer Satisfaction Index Ningrum, Agustin Setia; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Ningsih, Eka Sari
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17162

Abstract

Masalah utama atas pelayanan publik di masyarakat adalah tingkat ketidakpuasan atas pelayanan yang diberikan yang memberikan dampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. Tujuan penelitian untuk menganalisis kualitas dan kepuasan pelayanan bidang kesehatan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Metro berdasarkan Importance-Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index Tahun 2023. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh masyarakat sebanyak 136 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner SERVEQUAL. Hasil penelitian karakteristik responden sebagian besar perempuan (60,3%), pendidikan menengah (47,8%) dan ibu rumah tangga (29,4%). Gap yang paling tinggi adalah pada atribut kemampuan pegawai dalam menanggapi keluhan, kritik atau saran dari masyarakat serta kecepatan dan ketepan dalam proses administrasi. Index kepuasan atas pelayanan sebesar 79,39% atau dalam kategori puas. Prioritas perbaikan paling banyak pada dimensi (responsiveness dan assurance) dengan atribut kemampuan dalam menanggapi keluhan/kritik/saran, kecepatan dan ketepatan dalam proses administrasi, kesopanan dan keramahan, memberikan senyum dan sapa dan pengetahuan yang sesuai dengan bidangnya, sehingga perlu diadakan pelatihan pelayanan excellent kepada para pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Persepsi Terhadap Perilaku “PATUH” Pada Penderita Hipertensi Silaen, Rahel Gusnita; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Aryawati, Wayan; Samino, Samino
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17310

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku “PATUH” pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar  155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (p-value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (p-value=0,001 OR=3), persepsi manfaat (p-value=0,000 OR=3,9) keyakinan diri (p-value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan (p-value=0,068) dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH” adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal  berpengaruh.
Analisis Penataan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan Sesuai dengan Analisis Beban Kerja Amir, Sabrina; Samino, Samino; Maryam, Riyanti; Noviansyah, Noviansyah; Febriani, Christin Angelina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17161

Abstract

Puskesmas Metro mengalami kekurangan tenaga kesehatan terkait dengan cakupan penduduk dan tambahan program kerja puskesmas yang semakin banyak. Tujuan penelitian diketahuinya hasil analsis penataan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan berdasarkan hasil analisis beban kerja. Jenis penelitian kualitatif dengan teknik observasi, studi dokumen dan wawancara mendalam. Informan terdiri dari 9 (sembilan) tenaga kesehatan dan informan kunci dari Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan Kepala Subbagian Tata Usaha Puskesmas Metro. Instrumen menggunakan pedoman wawancara dan lembar analisis beban kerja. Analisis data dengan analisis beban kerja serta analisis kualitatif dengan triangulasi sumber, metode dan teori. Hasil analisis rasio ketersediaan SDM Kesehatan belum ideal. Terdapat Kesenjangan ketersediaan SDMK dengan kesenjangan tertinggi pada tenaga bidan sebanyak 8 orang, perawat 5 orang, dokter 3 orang sedangkan SDMK lainnya seperti dokter gigi, promkes, sanitasi lingkungan, nutrisionis, apoteker dan ATLM masing-masing sebanyak 1 orang. Rekomendasi perlu diajukan kembali usulan pengadaan tenaga kesehatan terkait urgensinya serta menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan kesehatan untuk memfasilitasi Praktek Kerja Lapangan dan penempatan tenaga kesehatan untuk menambah kapasitas kerja tenaga kesehatan yang sudah ada.
Model Analysis of Job Satisfaction in Nurses Rokhayati, Yuli; Samino, Samino; Irianto, Torry Duet
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 April 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i1.707

Abstract

Job satisfaction reflects how much employees like or dislike various aspects of their work. At RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM, many nurses expressed dissatisfaction: 52,4% with income, 38,1% with working conditions, 52,4% with promotion opportunities, 57,1% with the work itself, 52,4% with recognition, 57,1% with work experience, and 71,4% with both self-development and overall job satisfaction. This dissatisfaction impacts nurses’ performance. This study aimed to determine a job satisfaction model among nurses at RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM, South Lampung. It used a cross-sectional analytic design with a qualitative approach, involving all 149 nurses as subjekts through total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using Smart PLS (Partial Least Squares). The modified model showed all latent variable constructs had good discriminant validity, and the AVE test indicated no issues with convergent validity. Bootstrapping analysis revealed that among eight exogenous variables, only self-development and promotion opportunities significantly affected job satisfaction (p-value<0,05; t>1,96). The R² value of 0,701 suggests that these two variables can explain 70,1% of job satisfaction. Self-development was measured with five indicators (highest t=13,836), promotion opportunities with five indicators (highest t=15,576), and job satisfaction with six indicators (highest t=15,285). The study recommends the hospital prioritize improving self-development and promotion opportunities to enhance job satisfaction, contributing to better planning and organizational growth.
Hubungan Perilaku “CERDIK” dengan Kadar Gula Darah pada Usia Produktif Risiko Tinggi Diabetes Melitus Tipe 2 Nurzana, Desi; Sary, Lolita; Febriani, Christin Angelina; Samino, Samino; Aryawati, Wayan
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17226

Abstract

Masyarakat risiko tinggi menderita DM dan tidak melakukan pemeriksaan deteksi dini ternyata 175 (24,9%) orang diantaranya menderita DM. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan perilaku “CERDIK” dengan kadar gula darah usia produktif risiko tinggi DM Tipe 2  di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2024. Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap  Katibung sebanyak 231 orang dengan jumlah sampel  sebanyak 144 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan perilaku cek kesehatan secara berkala (p-value=0,00 OR=3,1), enyahkan asap rokok (p-value=0,00 OR=3,2), rajin beraktivitas fisik/olahraga (p-value=0,01 OR=2,4), diet sehat dan seimbang (p-value=0,00 OR=6,9), istirahat cukup (p-value=0,00 OR=3,0), kelola stress (p-value=0,00 OR=5,9) dengan kadar gula darah. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kadar gula darah adalah mampu mengelola stress p-value 0,00 dengan OR=3,6. Hendaknya kepada Puskesmas melakukan skrining Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) pada usia produktif risiko tinggi DM, serta melakukan inovasi seperti penyediaan layanan konseling jiwa bagi usia produktif risiko tinggi penyakit degeneratif DM.
Analisis Faktor Determinan Terjadinya Stunting pada Balita di Kecamatan Metro Pusat Kota Metro Fesliria, Eka; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka; Yanti, Dhiny Easter; Nuryani, Dina Dwi
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i2.17383

Abstract

Stunting merupakan indikator fisik malnutrisi kronis pada masa anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor determinan terjadinya stunting pada balita di Kota Metro. Jenis penelitian survey analitik menggunakan pendekatan case control. Besar sampel yang diambil sebanyak 156 balita yang terdiri dari 78 (kasus) dan 78 (kontrol). Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis  multivariat dengan uji  regresi logistic. Hasil didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu usia ibu (p-value 0,037), jarak kehamilan (p-value 0,002), status gizi ibu (p-value 0,001), tingkat pendidikan (p-value 0,009), status ekonomi (p-value 0,033), berat bayi lahir (p-value 0,034), dan riwayat pemberian ASI (p-value 0,037). Sementara jenis kelamin tidak berhubungan dengan kejadian stunting. Variabel yang signifikan mempengaruhi terjadinya stunting yaitu status gizi ibu (OR: 7,503) jarak kehamilan (OR: 5,249), usia ibu (OR: 2,715), dan riwayat pemberian ASI (OR: 2,281) setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan dan status ekonomi. Status gizi ibu merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi terjadinya stunting (p-value 0,001). Disarankan upaya pencegahan dimulai dari faktor status gizi ibu dengan cara memberikan edukasi pada ibu hamil tentang pentingnya makanan bergizi dan minum tablet tambah darah pada saat hamil, dan rajin memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Andriani, Verra; Yuliasari, Dewi; Sunarsih, Sunarsih; Samino, Samino
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17506

Abstract

Tingginya angka kehamilan beresiko tinggi yang terjadi pada ibu hamil mengakibatkan banyak terjadi permasalahan reproduksi pada wanita dan rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga. Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode kontrasepsi yang efektifitasnya relative lama dan merupakan  salah satu upaya promotif serta preventif dari Program Keluarga Berencana Pemerintah dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan hasil pra survey di Puskesmas Rajabasa Indah terdata rendahnya cakupan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Puskesmas Rajabasa Indah pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Puskesmas Rajabasa Indah Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian analytic cross sectional dan pengambilan sampel dengan menggunakan tekhnik accidental sampling dilakukan dari bulan Juni sampai Jui 2021 terhadap 100 responden akseptor KB dimana pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan ceklist, kemudian dilakukan analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan korelasi antara dua variabel dependen dan independen.Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan distribusi frekuensi pemilihan MKJP terbanyak pada non MKJP yaitu 69 orang (69 %), tingkat pendidikan paling banyak pendidikan rendah 63 orang (63%), tingkat pengetahuan paling banyak tingkat pengetahuan rendah 68 orang (68%), umur responden paling banyak antara 20-30 tahun yaitu 59 orang (59%), pekerjaan paling banyak pada status bekerja 66 orang (66%), jumlah anak terbanyak kategori anak banyak yaitu 68 orang (68%) dan dukungan suami paling banyak kategori dukungan yang baik 63 orang (63%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,026), tingkat pengetahuan (p=0,034), umur (p=0,035), pekerjaan (p=0,024), jumlah anak (p=0,010), dan dukungan suami (p=0,024) dengan pemilihan MKJP. Saran bagi Wanita Pasangan Usia Subur hendaknya dapat berpartisipasi dalam program Pelayanan Keluarga Berencana dengan menggunakan jenis kontrasepsi MKJP. Kata Kunci                  : Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Umur, Jumlah Anak, Dukungan Suami dan MKJP.     ABSTRAK THE FACTORS CONCERNING THE USE OF LONG-TERM CONTRACEPTION METHOD  The high number of high-risk pregnancies that occur in pregnant women causes many reproductive problems on women and low level of family welfare. Long-Term Contraception Method is a contraceptive method with relatively high effectiveness and is one of the promotive and preventive efforts from the Government Family Planning Program in order to suppress the rate of population growth. Based on the results of the pre-survey at Rajabasa Indah Health Center, it was found that the low coverage of the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2020. The objective of this study was to determine the factors that influence the use of the Long-Term Contraception Method at Rajabasa Indah Health Center in 2021.This research was quantitative with a cross-sectional analytic research design and sampling using the accidental sampling technique carried out from June to July 2021 on 100 respondents who were registered as family planning acceptors. The data collection technique was through questionnaires and checklists, then data analysis was carried out univariate and bivariate with statistical tests Chi Square and was presented in the form of frequency distribution table and table of correlation relationships between two dependent and independent variables.From the research that has been conducted, it was found that the preference distribution of long term contraception method was the highest  in non-long term contraception method namely 69 people (69%), the most dominant education level was 63 people (63%) with low background, the most dominant knowledge level was 68 people (68%) with low knowledge,  59 people (59%) respondents were between 20-30 years,  66 people (66%) were in the working status, 68 people (68%) had many children and 63 people (63%) had good husband support. There were significant relationships between education (p=0.026), level of knowledge (p=0.034), age (p=0.035), occupation (p=0.024), number of children (p=0.010), and husband support (p=0.024) toward the preferences of long-term contraception method. Suggestions for Women with Childbearing Age should be able to participate in the Family Planning Service program using the long-term contraception method type for contraception. Keywords       : Education, Knowledge, Occupation, Age, Number of Children, Husband Support and long-term Contraception Method.  
Co-Authors Abdul Haris Abriandi, Erick Agung Aji Perdana Agung, Rahmat Agus Barliyan, Muh Ahcmad Farich Amanda, Fadhila Dwi Amin, Muslim Aminah, Mina Amir, Sabrina Amirus , Khoidar Andayani, Yeni Andriani, Verra Angelina F, Christin Angelina, Christin Anggraini Anggraini Areh Sulistiyo Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Asnida, Dewi Astari, Yulia Ayu Rai Saputri, Gusti Ayuningtyas, Rosida Dwi Azzahra, Dhika Bambang Nurwanto cahya, fajar nur Christin Angelina Febriani Dayasih, Nia Devy Septina Sari Dhini Easter Yanti Dhini Easter Yanti Dike Farizan Fadhlillah, Dike Farizan Dina Dwi Nuryani Dira Yuniar, Trisia Duet Irianto, Terry dwi ayu lestari, dwi ayu Dwiyana, M Rizal Editama, Fitra Eka Sariningsih Ekasari, Fitri Eko Purnomo Endah Rachmawati Ermasari, Anissa F, Christin Angelina Farich, Achmad Fauzi, M. Agus Fesliria, Eka Fikri, Rahmat fitriyanti fitriyanti Fradika, Agustina Hadinata, Andri Hardinata, Andri Hayka Salsabila, Farra Hendy Pratama, Hendy Hermawan, Dessy I Gusti Made Yoga Astawa Iing Lukman Irianto, Torry Duet Irna Yunaeni Istiqomah, Anisa Cahyanti Ita Paramitha Januartha, Herzandho Jeffri Herlangga Juminingsih Juminingsih Juminingsih Juminingsih, Juminingsih Khoidar Amirus Kundayani, Tri Kuntoro, Selamet Kurniati, Mala Latifah, Neneng Siti Lesta Ningrum Aprilia Liasari, Deny Eka Lily D. Sidiarto Lolita Sary M. Imam Subarkah Marina Susanti Mariza, Ana Maryam, Riyanti Mas Fierna Putri Muhammad Muhammad Muhani, Nova Mukhlisin Mukhlisin Neneng Siti Latifah Ningrum, Agustin Setia Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nugraheni, Dwi Ary Nur Mahmudah, Fitri Nurdin, Ambia Nurhalina Sari Nurul Isnaini Nurzana, Desi Oktavia Rudi, Renna Pramasasti, Dyah Ayu Siti Utari Primadiamanti, Annisa Priyogo, Adib Purnama, Ade Sinta Putri, Govindha Putri, Mas Fierna Rachmawati Rachmawati Rahmad Efendi Rahmandini, Hafizhah Harjiati Rahmat Effendi, Rahmat Ramayanti, Rika Ratu, Dianing Ayu Yustika Reni A. Febrida Retika, Nelya Rilyani Rilyani Riyanti Riyanti Rizqy, Muhammad Alva Rokhayati, Yuli Rudi, Renna Oktavia Ruswaldi Munir Saepudin Karta Sasmita Safitri, Erna Salsabilla, Nadya Sari, Dewi Yulia Sari, Fitri Eka Sidiarto Kusumoputro Sihono, Bagas Prakoso Silaen, Rahel Gusnita Sofiyah Suryani Sri Wulandari Sunarsih Sunarsih Surtini, Surtini Susila Susila Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Sutama Suwardi Suwardi Suwito Suwito Tri Windiari Sepsetyowati Trikundayani, Trikundayani Viana Teti Anggraeni, Viana Teti Wahjudi Nugroho Wahyu Ardhi Bandono Wahyu Ardhi Bandono, Wahyu Ardhi Wahyu Eko Widodo, Wahyu Eko Wahyu Yuliastuti, Ni Luh Putu Wandi Adiansah, Wandi WAYAN, WAYAN Welly Rizkianti Wibowo, Angga Wahyu Tri Widiastuti, Valentina Dewi Wihatyani, Ketut Windy Febriani Yanti, Dhiny Easter Yasi, Indi Iska Yudhistira, Hendri Yuli Siyamto, Yuli Yuliasari, Dewi Yulyani, Vera Yuviska, Ike Ate Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa Zuana, Eli