Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penambahan Ekstrak Akar Manis (Glycyrrhiza glabra L.) terhadap Aktivitas Antibakteri Permen Eritritol Salaf, Azizah Almisykatu; Sarbini, Dwi; Purwani, Eni
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ekxm8k57

Abstract

Dental caries is a chronic infectious disease that remains a major global health problem, primarily caused by Streptococcus mutans, a bacterium capable of forming dental biofilms. Preventive strategies can be developed through the use of natural non-cariogenic agents such as erythritol which exhibits anti-biofilm properties and licorice root (Glycyrrhiza glabra L.), which contains antibacterial compounds including flavonoids and saponins. This study aimed to evaluate the in vitro antibacterial potential of erythritol candy supplemented with licorice root extract against Streptococcus mutans. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with different concentrations of licorice root extract (0%, 2%, 3%, and 5%), along with a positive control (ampicillin) and a negative control (distilled water). Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method and the inhibition zone diameters were analyzed statistically using Kruskal–Wallis test. The results showed that increasing the concentration of licorice root extract tended to enhance antibacterial activity with inhibition zones ranging from 1.00 ± 0.70 mm (2%) to 3.25 ± 1.76 mm (5%), although the differences were not statistically significant (p > 0.05). In conclusion, erythritol candy containing licorice root extract demonstrated potential antibacterial activity against Streptococcus mutans, although the effect was relatively weak. Further studies are recommended to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC), evaluate anti-biofilm activity, and conduct in vivo testing to confirm its effectiveness under physiological conditions.
PENYULUHAN ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA DI POSYANDU REMAJA “SEHATI” DESA TEMPEL KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO Febrian Rida Saputra; Ilham Nur Ahmadyani; Pinkan Puspita Kinanty; Qoriah Titin Masyitoh; Maharani; Husna Ayu Amalia; Aisyah Sekar Widya Nansha; Mala Azzahra; Dewi Vinata; Maya Cristinawati; Shofia Nur Latifa; Tiara Fatmariska; Dwi Sarbini
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6058

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia, khususnya anemia pada remaja putri, masih menjadi tantangan serius. Di Desa Tempel, Kabupaten Sukoharjo, prevalensi anemia tinggi disebabkan oleh asupan zat besi yang kurang dan kehilangan darah saat menstruasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mencegah anemia melalui edukasi gizi seimbang dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, cek kesehatan, pre- test, edukasi, diskusi, dan pos-test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Desa Tempel, yang dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan tentang pencegahan anemia dengan menerapkan pedoman gizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata- rata 8,22, sementara pos-test meningkat menjadi 8,94. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan konsumsi TTD. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu Remaja dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan TTD.
Hibiscus Sabdariffa Linn) terhadap NF-ĸβ, TNF-α dan ICAM-1 pada Human Umbilical Vein Endothelial Cells (HUVECs) Cultured yang dipapar Low Density Lipoprotein (LDL) Teroksidasi Sarbini, Dwi; Sargowo, Djanggan; Rohman, Muhammad Saifur
The Journal of Experimental Life Science Vol. 1 No. 2 (2011)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1353.389 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2011.001.02.07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek dan mekanisme kerja ekstrak teh Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF - α serta ICAM-1 yang menjadi mediator inflamasi pada aterosklerosis. Penelitian ini menggunakan kultur sel endotel yang diisolasi dari vena umbilikalis manusia ( HUVECs). Kelompok kontrol digunakan HUVECs tanpa paparan ox-LDL (kontrol negatif) dan HUVECs yang dipapar 40 µgml-1 Ox-LDL (kontrol positif). Kelompok perlakuan adalah HUVECs yang dipapar dengan berbagai dosis teh Rosella merah (0,01 mgml-1, 0,005 mgml-1 dan 0,001 mgml-1) dan diberikan selama 2 jam sebelum dipapar ox-LDL. Pengukuran aktifasi NF-ĸβ dilakukan setelah 30 menit paparan Ox-LDL menggunakan imunohistokimia. Ekspresi protein TNF-α dan ICAM-1 diukur setelah 24 jam dipapar Ox-LDL menggunakan imunohistokimia. Berdasarkan analisis ANOVA (p<0.01) terdapat efek penghambatan ekstrak teh Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) terhadap aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF -α serta ICAM-1 yang manjadi mediator terjadinya inflamasi pada aterosklerosis melalui penghambatan aktifasi NF-ĸβ. Terdapat hubungan negatif antara aktifasi NF-ĸβ dan ekspresi protein TNF -α serta ICAM-1 dengan dosis ekstrak teh Rosella merah (Analisis Spearman's [p<0,01, Correlation Coeff = -1]). Kata Kunci: atherosklerosis, ICAM-1, NF-ĸβ, Ox-LDL, Rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn), TNF-α
Pengembangan Formula Enteral Untuk Penyakit Kanker Payudara Berbasis Tepung Kacang Merah dan Whey Protein Isolate (KAWPI) Luthfiya Ninda Ideliasari; Jihan Salsabila Adha; Dwi Sarbini
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.2079

Abstract

Pasien kanker payudara rentan mengalami malnutrisi dan kaheksia karena kurangnya asupan oral. Terapi enteral berbasis tepung kacang merah dan whey protein isolate (WPI) dikembangkan sebagai alternatif formula untuk pasien kanker karena kaya Branched-Chain Amino Acids (BCAA). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji viskositas, osmolalitas, kandungan gizi, kadar air, karakteristik warna, analisis biaya produksi, dan daya terima formula enteral bubuk. Penelitian ini berupa eksperimental dengan 3 variasi perbandingan tepung kacang merah:WPI, yaitu F1 (19%:19%), F2 (20%:17%), dan F3 (22%:15%) serta kontrol formula komersial. Semakin tinggi proporsi tepung kacang merah, makin tinggi viskositas, kadar air, densitas energi, lemak, dan karbohidrat, tetapi semakin rendah daya terima formula enteral. Semakin tinggi proporsi whey protein isolate, maka semakin tinggi kandungan protein, BCAA, dan osmolalitas. Tidak ada pengaruh perbandingan kandungan formula terhadap karakteristik warna. Analisis biaya pembuatan enteral KAWPI didapatkan sebesar Rp14.000/320 mL. Formula terpilih adalah F2 karena memiliki daya terima cukup baik. nilai gizi, viskositas, osmolalitas, serta densitas energi yang memenuhi syarat ESPEN dan mendekati formula komersial meskipun kadar air cukup tinggi.
Pengaruh penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kandungan zat besi dan daya terima boba (tapioca pearl) Anggraeni Oktavia Rohmadhani; Dwi Sarbini
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/9be8tj65

Abstract

Iron deficiency anemia remains a major nutritional problem among adolescents, with a prevalence of 15.5% in Indonesia and 57.7% in Central Java. Boba (tapioca pearls), a beverage popular among adolescents, generally contains low levels of iron. Moringa leaves (Moringa oleifera) are known to be rich in iron, approximately 28 mg per 100 g in powder form, and thus have potential as a natural fortificant in boba products. This study aimed to analyze the effect of Moringa leaf powder addition on the iron content and acceptability of boba. This study employed an experimental design using a Completely Randomized Design (CRD) with one factor, consisting of four treatments: 0%, 5%, 10%, and 15% Moringa leaf powder addition, each with three replications. Iron content was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while acceptability was evaluated by 35 semi-trained panelists using a 7-point hedonic scale. Data were analyzed using One Way ANOVA followed by the Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level. The results showed that the addition of Moringa leaf powder significantly affected both the iron content and acceptability of boba (p<0.05). The iron content increased with higher concentrations of Moringa leaf powder, ranging from 0.059 µg/100 g to 3.637 µg/100 g. The highest acceptability was observed in the 5% treatment, categorized as “liked,” while the 15% treatment showed the lowest acceptance. In conclusion, the addition of 5% Moringa leaf powder is the optimal formulation, as it enhances iron content while maintaining consumer acceptability.
Efek Suplementasi Probiotik terhadap Indeks Massa Tubuh pada Dewasa Overweight Dwi Sarbini; Arini Dewi Safitri; Winda Wahyu Pratiwi
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12653

Abstract

Perubahan kebiasaan makan serta ketersediaan berbagai macam makanan tinggi energi membuat obesitas dan overweight  menjadi salah satu masalah serius. Prevalensi obesitas di Indonesia pada usia 18 tahun ke atas tergolong tinggi (23,4%) berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (2023). IMT membantu memantau status gizi pada dewasa gizi lebih dengan mudah. Gizi lebih ditandai dengan nilai IMT ≥25,0 kg/m2 untuk overweight dan ≥30,0 kg/m2 untuk obesitas. Orang dengan obesitas atau overweight memiliki rasio bakteri Firmicutes lebih banyak. Firmicutes meningkatkan penyimpanan energi di jaringan adiposa. Probiotik dapat memanipulasi mikrobiota usus untuk memulihkan ketidakseimbangan rasio bakteri Firmicutes sehingga dapat mengatasi gizi lebih. Untuk mengetahui efek suplementasi probiotik terhadap IMT dewasa gizi lebih. Menggunakan metode Literature Review terhadap 7 artikel desain penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) 10 tahun terakhir (2014-2024) dipilih dari Pubmed dan Google Scholar reputasi internasional (Q1-Q4) dan nasional (S1-S3). Kata kunci digunakan probiotics, obesity, BMI, body mass index,  probiotik, obesitas, IMT. Sebanyak 5 artikel (71.42%) menyatakan ada penurunan IMT yang signifikan pada dewasa gizi lebih setelah suplementasi probiotik. Suplementasi probiotik dapat memberikan efek penurunan IMT signifikan pada penderita gizi lebih diimbangi dengan dosis 107 hingga 109  dan durasi pemberian 9-12 minggu atau jenis probiotik lebih dari satu.
Hubungan Kejadian Stres dan Kejadian Emotional Eating dengan Status Gizi pada Remaja SMA di Kecamatan Banjarsari Surakarta Devira Novi Aprillia; Dyah Intan Puspitasari; Dwi Sarbini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i4.5961

Abstract

Stress management or coping strategies of stress are individual efforts to manage the emotional pressure they experience. One form of coping strategy that is often practiced is emotional eating, the behavior of overeating arising from emotional factors. This behavior can affect nutritional status. Therefore, this study aims to determine the relationship between stress levels and emotional eating with nutritional status in high school adolescents. This type of research is observational analytic with a quantitative approach and the research design used a cross-sectional study design. This study was conducted in two locations, namely SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta and MAN 1 Surakarta, with a total of 154 respondents selected using a proportional random sampling technique. The instruments used included the Depression Anxiety Stress Scale for Youth (DASS-Y 21) and the Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ) as well as anthropometric measurements. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the Spearman Rank correlation test. The research findings show no significant relationship between stress levels and nutritional status (p-value = 0.629), and between emotional eating and nutritional status (p-value = 0.051). Therefore, it can be concluded that there is no statistically significant relationship between stress events and emotional eating behavior and nutritional status in high school adolescents. This is because stress factors and emotionally triggered eating behavior do not directly affect adolescents' nutritional status in this context. These findings demonstrate the importance of monitoring students' stress levels, which can influence emotional eating, which in turn can affect nutritional status.
Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Anemia dengan AKI dd ACKD, Suspek Sepsis, Wound Dehisensi dd Fistula Enterokutan: Laporan Kasus Alfi Miftahul Nikmah; Dwi Sarbini; Agus Prastowo
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5325

Abstract

Introduction: Acute Kidney Injury (AKI) is a sudden decline in kidney function, whereas Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD) refers to an acute deterioration superimposed on pre-existing chronic kidney disease. Both conditions are associated with high mortality rates, especially when accompanied by other complications such as sepsis and postoperative conditions. Wound dehiscence is a postoperative complication characterized by the reopening of a surgical wound. This risk increases in patients with compromised immune status, sepsis, and chronic illnesses such as Chronic Kidney Disease (CKD). The aim of this case study is to provide nutritional care for a patient with Acute Kidney Injury (AKI) differential diagnosis of Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD), suspected sepsis, wound dehiscence, suspected enterocutaneous fistula, and anemia, tailored to the patient’s clinical condition and nutritional needs. Case Presentation: An 18-year-old female student, referred to as Patient A, was diagnosed with Acute Kidney Injury (AKI) dd Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD), suspected sepsis, wound dehiscence, suspected enterocutaneous fistula, and anemia. The patient had undergone exploratory laparotomy due to perforated appendicitis. Conclusion: The nutritional intervention provided was effective in improving the nutritional status of the patient with Acute Kidney Injury (AKI) dd Acute on Chronic Kidney Disease (ACKD), suspected sepsis, wound dehiscence, suspected enterocutaneous fistula, and anemia.
Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar Serat dan Tekstur Produk Snack Bar Tata Indira; Dwi Sarbini
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.8699

Abstract

The inadequate dietary fiber intake among the Indonesian population contributes to an increased risk of degenerative diseases, including diabetes mellitus. The utilization of Moringa oleifera L. as a functional food ingredient has attracted considerable attention due to its relatively high fiber content and its potential to enhance the nutritional quality of ready-to-eat food products. This study aimed to investigate changes in dietary fiber content and the textural characteristics of snack bars formulated with different levels of moringa leaf flour incorporation. An experimental approach employing a Completely Randomized Design (CRD) was applied, consisting of four treatment formulations with moringa leaf flour substitution levels of 0%, 5%, 10%, and 15%, each conducted in duplicate. Dietary fiber content was determined using the AOAC enzymatic-gravimetric method, while textural properties were evaluated using a Texture Analyzer. Statistical analysis was performed using One-Way ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to identify differences among treatments. The findings demonstrated that increasing the proportion of moringa leaf flour significantly affected both dietary fiber content and the texture of the snack bars (p < 0,05), with fiber levels increasing from 2,51% to 6,87%. The 15% formulation met the criteria for a high-fiber food product, whereas the 5% and 10% formulations were classified as sources of dietary fiber. These results highlight the potential of moringa leaf flour as a valuable ingredient for the development of highly functional snack bar products.
Pengembangan Formula Enteral Blenderized Rendah Indeks Glikemik berbahan Dasar Labu Kuning, Putih Telur Ayam, dan Kacang Hijau (BUTEJO) Regita Shalsabillah Dhita Alam; Alifia Divana Ayu Swastikaningrum; Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari; Rewinta Putri Denaru Kelimari; Tsania Izza Alfadila; Farida Nur Isnaeni; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu cara untuk mencegah malnutrisi dan hiperkatabolisme pada pasien diabetes mellitus adalah dengan pemberian formula enteral blenderized rendah indeks glikemik. Pembuatan formula enteral blenderized rendah indeks glikemik dapat menggunakan bahan lokal yaitu labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan formulasi enteral rendah indeks glikemik berbasis labu kuning, putih telur ayam, dan kacang hijau (BUTEJO) serta melakukan pengujian mutu fisik dan daya terima. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan 2 formula dengan variasi perbandingan putih telur ayam dan kacang hijau 1:1 (F1) dan 2:1 (F2). Selanjutnya akan dilakukan pengujian mutu dan daya terima. Uji mutu yang dilakukan yaitu uji viskositas menggunakan viskometer, osmolalitas menggunakan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji endapan dilakukan dengan membiarkan formula selama 6 jam dalam suhu ruang. Uji daya terima menggunakan uji hedonik. Kandungan gizi dihitung secara empiris menggunakan microsoft excel dengan data dari TKPI 2019, hasil dari uji mutu diolah secara deskriptif, uji daya terima diolah menggunakan uji ANOVA dengan uji lanjut Man Whitney. Hasil: Hasil uji mutu menunjukkan formula 1 memiliki viskositas 42,37cP dan osmolalitas 296 mOsm/kg, sementara formula 2 memiliki viskositas 117,2cP dan osmolalitas 329 mOsm/kg. Hasil uji daya alir pada selang 12 Fr menunjukkan 1,725 cc/detik untuk formula 1 dan 0,695 cc/detik untuk formula 2, sedangkan pada selang 14 Fr, masing masing 2,245 cc/detik dan 0,96 cc/detik. Tidak terdapat endapan setelah 6 jam pengujian, dan berdasarkan parameter keseluruhan pada uji organoleptik didapatkan rata-rata panelis netral terhadap formula 1 dan formula 2. Simpulan: Berdasarkan uji mutu dan daya terima, formula terbaik yaitu formula BUTEJO Formula 1 (1:1) karena memiliki viskositas, osmolalitas, dan daya terima yang lebih baik dibandingkan F2.
Co-Authors A Anifatussaa'dah Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Agus Prastowo Aisyah Sekar Widya Nansha Alfi Miftahul Nikmah Alifa, Elfrida Akmalia Alifia Divana Ayu Swastikaningrum Alya Aulia Rahma Amalia Jati Mahanani Andi Suhendi Anggraeni Oktavia Rohmadhani Anifatussaa'dah, A Anindya Rahmaningtyas Anindya Suryawati Ardalia Rinanda Oktaviani Arini Dewi Safitri Arman, Salsa Avia Atwal Arifin Aulia, Afifah Zakiyatul Ayu Masruro, Andita Azizatullatifah, Safira Basusena, Rahardian Surya Burhanudin Ichsan Cahyani, Teti Dwi Cakra Maharani Chiky Loaren Cintia, Fadhilla Fatwa Citra, Tia Mella Darmayanti, Putri Devina Navabil Ikhmawati Devira Novi Aprillia Dewi Vinata Dinda Agustin Sandra Djalal Fuadi Djanggan Sargowo Djanggan Sargowo Dyah Intan Puspitasari Dzafira, Laila Emy Huriyati Endah Kusuma Rastini Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Erna Herawati Erna Herawati, Erna Fahriza Mei Trihatmoko Faizah Zahrani Farida Nur Isnaeni Faridita khoirun Nisa' Febrian Rida Saputra Febrian, Novi Gita Noer Ferinda Rahma Mawadda Fidhia Nur Rifaini Filsa Afitri Cholidha Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Fitriani, Rizki Ainun Frida Nur Fitriani Hasanah Haliza Arzeti Nurseptiria Hamim Sadewa Hanif, Adhwa Aulia Haryoto Haya Nabilah Utama HI, Marsilia Rosa Sinensis Hidayah Karuniawati Hilmi, Fatia Husna Ayu Amalia Ichsan, Burhanudin Ida Maesaroh Ida Maesaroh, Ida Ida Rohmawati, Ida Ilham Nur Ahmadyani Intan Nur Hidayati, Intan Nur Irma Ristiani Isna Aprilia Isna Rizqi Nurhikmah IZZATUL FAJRIYAH Jihan Salsabila Adha Khusnul Khotimah khusnul khotimah Koesoemo Ratih Kusumastuti, Lina Ayu Laila Dzafira Lestari, Septiana Indah Lili Hernasari Lina Ayu Kusumastuti Listiana Masyita Dewi Luthfiya Ninda Ideliasari M Muslikhatunnisa M Saifur Rohman M. Sholahuddin Mae Sri Hartati Wahyuningsih Maharani Mala Azzahra Mariska Sri Harlianti Marsilia Rosa Sinensis HI Marsya, Vitania Martianny, Dewi Nabila Mashithoh Qurrata A’yun Maulanisa, Hasna Fitri Mawar Lestari Maya Cristinawati Mazaya, Saqya ‘Ainil Melya Ummunnisa Misykat Huda Kesumo Rohmat Putri Gondosari Mochammad Imron Awalludin Mohammad Saifur Rohman Muhammad Saifur Rohman Muhtadi Muhtadi Muhtadi, M Muslihah, Sayyidah Nurul Muwakhidah Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nisa', Faridita khoirun Novi Gita Noer Febrian Nur Achmad Nur Khofipah Nur Lathifah Mardiyati Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana Nurdiana, N Nurseptiria, Haliza Arzeti Oktaviani, Ardalia Rinanda Permatasari, Qisthoni Pinkan Puspita Kinanty Pramudya Kurnia Pratiwi, Winda Wahyu Puryaningtias, Rini Dwi Puspitasari, Dyah Intan Putranto, Lintang Putri, Annisa Mulyarani Qoriah Titin Masyitoh Raafika Studiviani Rahardian Surya Basusena Ratnasari Diah Utami Regita Shalsabillah Dhita Alam Rewinta Putri Denaru Kelimari Rifaini, Fidhia Nur Rini Dwi Puryaningtias Rizki Ainun Fitriani Rusdin Rauf Rustiono, Dedy Safitri, Arini Dewi Salaf, Azizah Almisykatu Sayyidah Nurul Muslihah Selfahyasa Raharjo Septilia Anggi Rahmawati Septiyana, Nur Azizah Dewi Shofia Nur Latifa Studiviani, Raafika Sudrajah Warajati Kisnawaty Suharjo Suharjo Sukmawati, Maya Tafara Fikrama Depriasa Tanti Azizah Sujono Tata Indira Tia Mella Citra Tiara Fatmariska Tista Ayu Fortuna Titi A W Trihatmoko, Fahriza Mei Tsania Izza Alfadila Umi Kurniawati Utama, Haya Nabilah Vitania Marsya Widodo Widodo Winda Wahyu Pratiwi Winda Wahyu Pratiwi Wuryaningsih Dwi Lestari, Wuryaningsih Dwi Yusuf Sulistyo Nugroho