p-Index From 2021 - 2026
13.874
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Foristek Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Lahan Suboptimal Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Jurnal Biologi Tropis ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Jurnal Agrotek UMMat CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar Kappa Journal Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Jurnal Hutan Tropika Journal of Intelligent Computing and Health Informatics (JICHI) Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Agrimansion: Agribusiness Management & Extension Journal Peqguruang: Conference Series Empiricism Journal Unram Journal of Community Service (UJCS) Journal of Science and Science Education (JoSSEd) Agroteksos Jurnal Warta Desa (JWD) J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Pijar MIPA Journal Transformation of Mandalika Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Jurnal Pepadu Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Educatoria : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Journal of Soil Quality and Management Jurnal Wicara Desa Journal of Microbiology, Biotechnology and Conservation Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Contextual Natural Science Education Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Plankton (Fitoplankton & Zooplankton) di Perairan Teluk Batu Kumbu Sekotong Barat Bahri, Saipul; Sarjan, Muhammad
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 5 No. 2 (2025): April
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v5i2.361

Abstract

Plankton are aquatic organisms that live floating with passive movement and cannot fight against the current. Plankton consists of phytoplankton and zooplankton. Given the very important role of plankton, research is needed. This study aims to analyze the condition of plankton (phytoplankton and zooplankton commodities) in the waters of Batu Kumbu Bay, Batu Kumbu Hamlet, West Sekotong Village, Sekotong District, West Lombok Regency. Water samples were taken using a plankton net and analyzed using a Sedgewick Rafter Cell (SRC) using a microscope. Data analysis in this study was in the form of the number of species, density (ind / L), dominance index, diversity index (H '), category, evenness and category. The results of this study showed the richness of phytoplankton species, it was found that the number of species found around coastal waters was relatively more, namely 37 species with a density of 159 individuals / liter. While around the jetty/pier there are 21 species with a species density of 91.3 while the richness of zooplankton species, it was found that the number of species found in the pier area, namely 2 species with a species density of 1 individual/liter and in the coastal area 3 species with a density of 2 individuals/liter. As for the level of species diversity (H') both phytoplankton and zooplankton in both locations, where the jetty tends to be low, while in coastal waters it is classified as moderate.
Keberadaan Hama Thrips sp. dan Gejala Virus pada Varietas Kentang (Solanum tuberosum. L) yang Berbeda di Sembalun Lombok Timur Damian Januarta; Irwan Muthahanas; Sarjan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/3qq2e440

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Sembalun, Lombok Timur, namun produktivitasnya sering terkendala oleh hama thrips Thrips sp. yang juga berperan sebagai vektor virus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi populasi Thrips sp., intensitas gejala virus, kerapatan trikoma, serta hasil pada tiga varietas kentang, yaitu Granola, Chitra, dan Titan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nyata antar varietas. Varietas Chitra memiliki populasi Thrips sp. tertinggi (9,83 individu/minggu) dengan intensitas serangan 3,38%/minggu, diikuti Granola (8,23 individu/minggu; 3,08%/minggu), sedangkan Titan terendah (5,54 individu/minggu; 2,34%/minggu). Gejala virus Potato Virus Y hanya ditemukan pada Chitra dengan intensitas 0,41%. Perbedaan serangan berkorelasi dengan kerapatan trikoma, di mana Titan memiliki trikoma paling padat (10,83/cm²) dibandingkan Chitra (7,41/cm²) dan Granola (6,30/cm²). Hasil jumlah umbi, berat, dan produktivitas juga berbeda nyata, varietas Titan menghasilkan jumlah dan berat umbi tertinggi (6,15 umbi/tanaman; 1.233 g/tanaman) dengan produktivitas 65,78 ton/ha. Chitra menghasilkan 5,23 umbi/tanaman (977 g/tanaman; 52,09 ton/ha), sedangkan Granola terendah (4,04 umbi/tanaman; 473 g/tanaman; 12,70 ton/ha). Hasil ini menunjukkan bahwa varietas Titan lebih toleran terhadap serangan thrips dan infeksi virus, sehingga berpotensi menjadi varietas unggul untuk mendukung budidaya kentang berkelanjutan di Sembalun melalui strategi pengendalian hama terpadu.
Diversity of Stingless Bee Species and Their Pests in the Village of Rarung, Central Lombok Jihadi, Amrul; Supeno, Bambang; Sarjan, Muhammad; Haryanto, Hery; Pranggawan Azhari, Anjar
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10571

Abstract

The bekeeping of stingless bees is gaining popularity and developing in West Nusa Tenggara, as it provides an alternative livelihood and plays a vital role in the ecosystem through pollination. Despite growing public interest, detailed data on the diversity of stingless bee species and the challenges farmers face, particularly pest and disease infestations, remain scarce in some areas, such as Central Lombok. The aim of this study was to identify the bred species of stingless bees and the pest and disease species found in bee colonies in Rarung Village. The research was conducted from Juni to September 2024. The research methodology included field surveys, interviews with 4 farmers using snowball sampling techniques. In each farmers, we collected stingless bee and their pests from 10 stup and preserved in alcohol 70%. Morphological identification of bee species and pests was done in Plant Protection Laboratory, University of Mataram . The results showed that four species of stingless bees were being bred in Rarung Village: Tetragonula laeviceps, Tetragonula biroi, Tetragonula clypearis, and Tetragonula sapiens. Other major identified pests included ants (Formicidae), geckos (Gekkonidae), wasps (Vespidae), and signs of fungal pathogens. The results of this study show that bee species from outside Lombok were found in Rarung village that indicate thespecies diversity was affected by the practice of introducing species from outside Lombok.
Kajian Falsafah Ilmu Ontologis, Epistemologis, dan Axiologis Dalam Konteks Keberlanjutan: Pemanfaatan Gulma Air dan Limbah Pertanian Menjadi Aktor Teknis Dalam Sistem Transportasi Buah Widhiantari, Ida Ayu; Sarjan, Muhammad
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.6.2.307-326

Abstract

Pengemasan dan transportasi buah segar menghadapi tantangan ganda: tingginya kerugian pascapanen (40-50%) dan dampak lingkungan dari kemasan plastik konvensional. Kajian literatur ini mengeksplorasi solusi inovatif dengan menganalisis pemanfaatan gulma air (seperti eceng gondok) dan limbah pertanian (seperti kulit pisang dan ampas tebu) sebagai bahan baku kemasan berkelanjutan melalui pendekatan filsafat ilmu. Secara ontologis, hakikat limbah diubah dari bahan tak berguna menjadi sumber daya bernilai yang kaya biopolimer seperti selulosa dan pektin. Validasi epistemologis dilakukan melalui metode empiris, termasuk sintesis material (misalnya, hidrogel dari eceng gondok), pengujian kinerja mekanis, dan Analisis Siklus Hidup (LCA). Hasilnya menunjukkan bahwa material berbasis limbah ini menawarkan kinerja perlindungan yang kompetitif—terbukti mampu mengurangi kehilangan berat, mempertahankan kekerasan, dan meningkatkan retensi warna pada buah selama transportasi. Keunggulan utamanya terletak pada sifat biodegradable, yang dikonfirmasi melalui pengujian penguburan tanah dimana material mengalami pengurangan massa signifikan. Secara aksiologis, inovasi ini memberikan nilai keberlanjutan yang luas. Dengan mendukung ekonomi sirkular, mengurangi polusi plastik, dan meminimalkan kerugian pascapanen, pendekatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 12. Disimpulkan bahwa pemanfaatan limbah untuk kemasan buah tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memiliki landasan filosofis yang kuat untuk menciptakan sistem transportasi buah yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab secara lingkungan.
Praktik Agoforestri Pada Areal Perhutanan Sosial Wanagiri Di Kabupaten Sumbawa:Dari Perspektif Ontologi: Agroforestry Practices in the Wanagiri Social Forestry Area in Sumbawa Regency: From an Ontological Perspective Hartono, Yadi; Sarjan, Muhammad
JURNAL HUTAN TROPIKA Vol 20 No 2 (2025): Volume 20 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v20i2.22093

Abstract

Agroforestry as a sustainable land use system not only represents ecological practices but also reflects the worldview and values of local communities. This study aims to explore agroforestry practices in the Wanagiri social forestry area/HKm in Sumbawa Regency from an ontological perspective, by examining the community's view of the relationship between humans, plants, and the environment. Qualitative methods were used through participatory observation and in-depth interviews with farmers and traditional leaders. The results of the study indicate that agroforestry practices in the Wanagiri social forestry/HKm area in Sumbawa Regency are rooted in the local knowledge system of the Balinese community, which has been passed down from their region of origin. The Balinese ethnic group in the Wanagiri social forestry area/HKm are migrants from Karangasem who arrived in 1985 through a transmigration program. In managing the forest in the Wanagiri social forestry area/HKm, the Balinese community emphasizes harmony between humans and nature. The ontological perspective of the local community reflects a strong relationality, where trees and land are not merely seen as resources but as integral parts of social and spiritual life. This finding indicates the importance of considering ontological frameworks in the development of sustainable and contextual agroforestry policies.
Relasi Ontologis  Manusia, Tanaman Lokal, dan Ekosistem Dalam Sistem Agroforestri:  Kajian Literatur di Kawasan Tambora Gunawan, Gunawan; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cr4p6n19

Abstract

Agroforestri di kawasan Tambora umumnya dipahami sebagai sistem produksi dan konservasi, sementara dimensi ontologis relasi manusia–tanaman–ekosistem masih jarang dikaji secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis agroforestri Tambora melalui perspektif ontologi relasional, sehingga agroforestri dipahami sebagai sistem sosio-ekologis yang ko-konstitutif. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur kualitatif dengan kerangka analisis tematik, berdasarkan artikel ilmiah internasional dan nasional bereputasi yang diseleksi secara sistematis dari basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, dan Taylor & Francis.Hasil sintesis menunjukkan bahwa agroforestri Tambora membentuk relasi timbal balik antara manusia, tanaman, dan ekosistem vulkanik yang tidak dapat dipisahkan secara sektoral. Pada dimensi sosial-budaya, tanaman berfungsi sebagai medium transmisi pengetahuan dan identitas masyarakat; pada dimensi ekologis, keanekaragaman spesies dan struktur vegetasi multistrata meningkatkan resiliensi lanskap; pada dimensi ekonomi, diversifikasi tanaman memperkuat ketahanan mata pencaharian; sementara pada dimensi ontologis, agroforestri dipahami sebagai ruang keberadaan bersama (co-being), di mana manusia dan alam saling membentuk. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi eksplisit pendekatan ontologi relasional dalam kajian agroforestri berbasis konteks lokal Tambora, yang melampaui analisis teknis-ekonomis konvensional. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan studi agroforestri dan menjadi dasar alternatif bagi perumusan kebijakan dan pengelolaan lanskap berkelanjutan yang lebih kontekstual. Kata kunci: agroforestri; ontologi relasional; novelty konseptual; sistem sosio-ekologis; tambora Relational Ontology of Agroforestry in Tambora: A Literature Review of Human–Plant–Ecosystem Relations Abstract Agroforestry in the Tambora region is generally understood as a system of production and conservation, while the ontological dimension of human–plant–ecosystem relations is still rarely examined explicitly. This study aims to address this gap by analyzing Tambora agroforestry through the lens of relational ontology, so that agroforestry is understood as a co-constitutive socio-ecological system. The study employs a qualitative literature review with a thematic analysis framework, based on reputable international and national scholarly articles that were systematically selected from Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and Taylor & Francis. The synthesis indicates that Tambora agroforestry forms reciprocal relations among humans, plants, and volcanic ecosystems that cannot be separated into sectoral domains. In the socio-cultural dimension, plants function as media for the transmission of knowledge and community identity; in the ecological dimension, species diversity and multi-strata vegetation structure enhance landscape resilience; in the economic dimension, crop diversification strengthens livelihood security; while in the ontological dimension, agroforestry is understood as a space of co-being, in which humans and nature mutually constitute one another. The novelty of this study lies in the explicit integration of a relational ontology approach into agroforestry research grounded in the local Tambora context, moving beyond conventional technical-economic analyses. This review offers a conceptual contribution to the development of agroforestry studies and provides an alternative foundation for policymaking and sustainable landscape management that is more context-sensitive.
Etika Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Dalam Perspektif Islam Fadli, Zawil; Sarjan, Muhammad
Contextual Natural Science Education Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Science Education Doctoral Study Program, Postgraduate, Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/cnsej.v2i1.618

Abstract

This article discusses the importance of ethics in sustainable management of natural resources from an Islamic perspective. With a focus on environmental conservation and sustainability of natural resources, this research highlights the ethical principles that must be applied in natural resource management. From an Islamic perspective, the earth and its contents are seen as a gift from Allah that must be protected and used wisely for human welfare and survival. By understanding and applying these ethical principles, it is hoped that sustainability goals can be achieved in managing natural resources for human welfare and environmental sustainability.
Analisis Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis dengan Studi Kasus Hutan Kota Mataram Jannah, Husnul; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4850

Abstract

Deteksi dini serangan hama merupakan langkah krusial dalam mempertahankan fungsi ekologis dan kenyamanan sosial hutan kota. Penelitian ini menggabungkan pendekatan filsafat sains—ontologis, epistemologis, dan aksiologis—dengan analisis empiris untuk merancang sistem deteksi dini serangan hama pada Hutan Kota Pagutan, Mataram. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur terstruktur (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, IEEE Xplore, dan lainnya) terhadap studi 2023–2025, analisis model ontologi untuk representasi entitas (pohon, hama, gejala, parameter lingkungan), serta adaptasi temuan empiris penginderaan jauh (RDVI/NDVI dan UAV) menjadi skenario deteksi pada konteks lokal. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa indikator spektral multitemporal mampu mendeteksi stres pra-visual dengan akurasi tinggi (> 90%) dan bahwa integrasi ontologi meningkatkan interoperabilitas data untuk dukungan keputusan. Simulasi adaptasi data menaksir sekitar 20–30% pohon berisiko mengalami infestasi musiman di Pagutan bila tanpa intervensi; penerapan sistem peringatan dini diperkirakan menurunkan tingkat kerusakan secara signifikan dan mempertahankan kenyamanan pengunjung. Implikasi penelitian ini adalah kerangka konseptual dan teknis yang memungkinkan pemantauan berkelanjutan, prioritas tindakan manajerial, serta penilaian nilai sosial dari pemeliharaan kesehatan pohon. Rekomendasi meliputi penerapan pemantauan multitemporal berbasis satelit/UAV, pengembangan ontologi domain lokal, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi aksiologis. Ontological, Epistemological, and Axiological Analysis with a Case Study of Mataram City Forest Abstract Early detection of pest attacks is essential for maintaining the ecological performance and social comfort of urban forests. This study integrates philosophical perspectives—ontology, epistemology, and axiology—with empirical evidence to design an early-warning framework for pest detection in the Pagutan Urban Forest, Mataram, Indonesia. A structured literature review was conducted using major academic databases (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and IEEE Xplore) focusing on studies published between 2023 and 2025. An ontological model was developed to represent key entities such as tree species, pests, symptoms, and environmental parameters, while remote-sensing findings (RDVI/NDVI and UAV imaging) were adapted into a conceptual early-detection scenario applicable to local conditions. Results indicate that multispectral indicators are capable of identifying pre-visual stress with high accuracy (>90%). Ontology-based integration also enhances data interoperability and supports decision-making across monitoring systems. Simulated interpretation of empirical findings suggests that 20–30% of trees may face seasonal infestation risk in Pagutan without timely intervention. The proposed framework provides a foundation for continuous monitoring, management prioritization, and assessment of social values associated with maintaining healthy urban trees. Key recommendations include the adoption of multitemporal satellite/UAV monitoring, the development of localized domain ontologies, and community participation as an axiological component of urban-forest stewardship.
Epistemologi Lokal dan Sains Modern: Tinjauan Kritis Filsafat Sains terhadap Pengetahuan Ekologis Berbasis Kearifan Lokal Tambora Gunawan, Gunawan; Sarjan, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4852

Abstract

Diskursus mengenai relasi antara pengetahuan lokal dan sains modern semakin menempati posisi penting dalam kajian lingkungan dan keberlanjutan. Pengetahuan ekologis berbasis kearifan lokal tidak lagi dipahami semata sebagai praktik budaya, melainkan sebagai sistem epistemik yang memiliki rasionalitas, validitas kontekstual, dan kapasitas adaptif yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis bagaimana epistemologi lokal diposisikan dalam literatur ilmiah serta bagaimana relasinya dengan sains modern, dengan refleksi konseptual pada kearifan lokal Tambora. Kajian ini menggunakan pendekatan review literatur naratif-kritis terhadap jurnal internasional dan nasional bereputasi yang membahas pengetahuan ekologis lokal, epistemologi sains, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hasil review menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan lokal semakin diakui dalam praktik kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam, posisinya masih sering direduksi secara instrumental dan belum sepenuhnya diakui sebagai sumber epistemik yang setara dengan sains modern. Literatur mutakhir menekankan pentingnya pluralisme epistemologis, keadilan epistemik, dan pendekatan berbasis tempat dalam memahami kompleksitas sistem sosial–ekologis. Dalam konteks Tambora, epistemologi lokal berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih kontekstual, relasional, dan berorientasi pada keberlanjutan. Local Epistemology and Modern Science: a Critical Philosophy of Science Review of Ecological Knowledge Based on Tambora Local Wisdom Abstract The relationship between local knowledge and modern science has become an increasingly important topic in environmental and sustainability studies. Local ecological knowledge grounded in indigenous and local wisdom is no longer understood merely as cultural practice, but as an epistemic system with its own rationality, contextual validity, and adaptive capacity. This article aims to critically review how local epistemologies are positioned within scientific literature and how they relate to modern science, with a conceptual reflection on the local wisdom of the Tambora region. The study employs a critical narrative literature review of reputable international and national journals addressing local ecological knowledge, epistemology of science, and sustainable environmental management. The review findings indicate that although local knowledge is increasingly acknowledged in environmental governance and resource management practices, it is often incorporated instrumentally and not fully recognized as an autonomous epistemic source equivalent to modern science. Recent literature emphasizes the importance of epistemological pluralism, epistemic justice, and place-based approaches for understanding the complexity of social–ecological systems. In the context of Tambora, local epistemology demonstrates strong potential to contribute to the development of scientific knowledge that is more contextual, relational, and sustainability-oriented. This review contributes to contemporary philosophy of science by reinforcing the legitimacy of local knowledge as an integral component of inclusive and reflexive knowledge production.
Karakterisasi Biobriket Limbah Eceng Gondok dan Tembakau serta Pergeseran Paradigma Antroposentrisme ke Ekosentrisme Widhiantari, Ida Ayu; Sarjan, Muhammad
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p04

Abstract

Krisis energi dan degradasi lingkungan global mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk biobriket dari limbah biomassa. Namun, pendekatan pengembangan biobriket sering kali didasarkan pada paradigma antroposentrisme yang menekankan nilai instrumental alam bagi kepentingan manusia, sehingga dianggap kurang memadai untuk mengatasi krisis ekologis multidimensi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran paradigma etika dari nilai instrumental menuju keseimbangan ekologis dalam pengembangan biobriket berkelanjutan, dengan membandingkan perspektif antroposentrisme dan ekosentrisme. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggabungkan data teknis-empiris (karakteristik bahan baku dan proses briketisasi) serta data filosofis terkait prinsip etika lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa biobriket dapat memenuhi tujuan antroposentris, seperti penyediaan energi bersih, pengurangan biaya, dan penanganan limbah (misalnya eceng gondok dan limbah tembakau). Secara bersamaan, pemanfaatan limbah invasif seperti eceng gondok juga mendukung tujuan ekosentris melalui restorasi ekosistem dan pengurangan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati. Kesimpulannya, pengembangan biobriket berkelanjutan dapat menjadi titik temu yang memadukan kepentingan manusia dengan tanggung jawab ekologis, mendorong sintesis antara utilitas manusia dan pemulihan integritas lingkungan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan parameter teknis dan bahan perekat guna meningkatkan keefektifan biobriket secara holistik.
Co-Authors , Kisman A, Syahrial A. Farid Hemon Achmad Fajar Narotama Sarjan Achmad Wiranadi Hakim Adhia Nirmala, Wiwin Adriana, Refia Adrianto, J Agus Muliadi Agus Purbathin Hadi Agus Purbatin Hadi Agus Purbatin Hadi Ahzan, Sukainil Akhmad Qashlim, Akhmad Akram, Ahdiatsa Hairi Al Munawarah , Istiqamah Alfarisi, Muhammad Hilman Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah ALUH NIKMATULLAH Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Amrul Jihadi Ananda Awaliya Andalisa, Rani Andi Ircham Hidayat Anjar Pranggawan Azhari Ardiansyah, Bakhtiar Arif Rahman Hakim Arista, Nada Arya, Muhammad Haikal Akram Asrorul Makmur Azizi Attilla, Lalu Faiz Muhammad Baiq Asma Nufida Baiq Dina Hardianti Baiq Jannatun Na’im Baiq Minarti Rismanovi Baiq. Rara Ulansari Bambang Setiadi Azhari Bambang Supeno, Bambang Basri Basri Basri, Nurfaisah Citra Sintia Andari Damian Januarta Danang, Danang Dara Fitriana Darajah, Lale Imas Inda David Putra Pratama Devi, Ni Made Sathya Paramitha Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewi Yuliantika Dewi, Indah Komala Dewi, Pervitara Arum Dewi, Saskia Septina Djamal, Nur Fadhila Edy Sofyan, Edy Efendi, Ismail Ekawati, Nurdiah Fadli, Zawil Fahrianto, M. Said Fahrudin Fahrudin Farid Hemon Fatriani, Feni Fatristya, Lalu Galeh Inggil Fauzan, Lalu Ahmad Fermana, Rudy Fikry, Muhammad Yul Gang Ma Gunawan Gunawan H, Hasyim. Hamidi Hamidi Handika Setiawan Handry Sudiartha Athar Hardianti, Baiq Dina Hari Aditia Pratama, Muhammad Harianto Harianto Hartono, Yadi Hasriani, Hakim Hendro Yulistiono2 Hery Haryanto Husna, Fitriati Husna, Risqiatul I Gde Mertha I Gde Mertha I Gde Mertha I Gusti Made Kusnarta Ilmiati, Nur Ilwati, Uun Indriyani, Meidina Irwan Muthahanas Isman Sab’i Iswari Pauzi Janiarti, Janiarti Jannah, Husnul Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Junita Junita Kara, Muslimim Khaerus Syahidi Khairat, UL Khairunnisa, Aliefia Shatila Diva Kisman Kisman Kisman Kurniawan Arizona Kusuma Wardani, Intan Lale Girvina Ratu Anindy Lalu Hamdani Husnan Lalu Ishadi Darwinata LaluAzis Juanda Listantia, Nora M. Yusuf Mahbub M Rahman Mahendra, Wisnu Malasari Mardewi, Mardewi Martia Dewi, Suprayanti Maulana Aziz, Lutfi Maulana, Adnan Ma’dika, Agung Mery Windarningsih Mery Windarningsih Mery Wirdianingsih Mia Maharani Dewi Miranda, Johan Mirda, Mirda Moh Taufik Fauzi Muammar Muammar Muammar, Muammar Muchlis Muchlis Muh. Thoriq Dwi Setyawan Muh. Zaini Hasanul Muttaqin Muhammad Tryora Inzaghi Muhammad Wahyu Muhammad Wahyuddin Abdullah Muhammad Yamin Muhammad Zidane Bachtiar MULIA RASYIDI Murdan1 . Mushawwir, Fikri Al Muslihan, Muslihan Neng Annisa Is Amalia Ni Nyoman Sri Putu Verawati Ni Putu Eka Radianti Novita Hidayatun Nufus nuraini nuraini Nurhikmah Nurhikmah Nurwana, Nurwana Ochtavia, Gustia Otto Schmit Pampang, Piere Simak Pariani, Lina Prastika, Yulia Putri Dinda Gunawan Putri, Nydia Alisa Qashlim, A. Akhmad Qutbi, Acik Ardiansyah Rahmatiah, Rindu Rahmatullah, Indradi Ramdhani Sucilestari Rembungan, Risna Riadi, Muh Agus Rifai Rifai Risti, Anisa Rizalandri, Ahmad Rizaldi, Lalu Heri Rizky, M. Muslihan Rosida Rosida Rosita Wati Rosmawati, Ety Ruth Stella Petrunella Thei Sabbar Dahham, Sabbar Dahham Saeful Hadi Safitri, Temi Ainul Sahidu, Arifuddin Saimah, Wardatun Saipul Bahri Salsabila, Raden Roro Nisrinia Samsul Hadi Sanofa, Vicky Santika, Lora Santiyasa, I Nyoman Sari, Cipta Riang Sari, Putri Imbin Sari, Tika Puspa Sarjan, Achmad Fajar Natotama Satrijo Saloko Septia Antasari Setyowati, Dewi Nuraeni Siradjuddin Sopiati Alawiyah Stella Petrunella Thei, Ruth Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sulaiman Sulaiman Sunantara , Aditya Aji Supratman, Giana Suprayanti Martia Dewi, Suprayanti Martia Supriadi Supriadi Suryati Suryati Suwardji Syafputra Pratama, Aldian Syahrial A Syahrial A Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syamsuddin Syarif Husni Syarli, Syarli Tamin, Rosmawati Tarmizi Tarmizi Taslim Sjah, Taslim Tomi Cahyadi Utama Toni Istofan Zikri ulpiana, ulpiana Uswatun Hasanah Utami, Nila Fitria Wahyuni, Srilah Nora Wardani, Novita Susila Widhiantari, Ida Ayu Widiarto Widiarto, Widiarto Witanti Sukma K Wulandari, Febriana Yatin, Nur Yuli Asmi Rahman Yuniarti, Citra Yusran Khery, Yusran Yusriani, Yusriani