Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan kerapu Famili Serranidae yang tertangkap di Perairan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Afriana Ramadhani; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong; Agung S. Batubara
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7017

Abstract

The objective of the research was to evaluate the length-weight relationships and condition factors of five dominant species of groupers harvested from Pulo Aceh waters, Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. The target species are Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri. The samples were collected from fish landing in Ulee Lheue  and Ujung Pancu from April to July 2016. A total of 40 samples of each species were measured for total length (mm) and weighed for body weight (g). The data were calculated for length weight relationship using an Allometrict Linear Model (LAM). The results showed that Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri have the b values lower than 3 indicate a negative allometric growth pattern, while P. maculatus has the b value higher than 3 indicate a positive allometric growth pattern. The highest condition factor was found in P. leopardus  and P. laevis and the lower condition factor was recorded in E. fuscoguttatus. However, in general the relative weight condition factor was above 100, indicating a balance of prey and predators densities.Telah dilakukan  penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi lima spesies ikan kerapu Famili Serranidae yang dominan tertangkap di Perairan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi lima spesies ikan dari Famili Serranidae dari perairan Pulo Aceh, yaitu; Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus,  Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri. Sampel ikan adalah hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Ulee Lheue dan Ujung Pancu, sampling dilakukan pada April sampai Juli 2016. Hasil pengukuran panjang dan berat terhadap 40 ekor ikan pada masing-masing spesies dianalisis dengan Linear Allometrict Model (LAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dan P. maculatus memiliki pola pertumbuhan allometrik positif. Faktor kondisi tertinggi pada ikan P. leopardus dan P. laevis dan terendah pada ikan E. fuscoguttatus. Faktor kondisi berat relatif secara umum berada diatas 100, menunjukkan adanya keseimbangan kepadatan prey dan predator.
Pelatihan dan Penerapan Rumah Ikan Buatan (Eco Fish Shelter) Kepada Kelompok Masyarakat Susoh Sebagai Upaya Restorasi Habitat Ikan Karang di Pulau Gosong Samsul Bahri; Muhammad Ali Sarong; Hafinuddin Hafinuddin; Irfannur Irfannur; Fajar Oza Pratama; Muhammad Rizal; Erijal Erijal
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8593

Abstract

Perairan Kabupaten Aceh Barat Daya telah dilindungi melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia No.78/KEPMENKP/2020 tentang Kawasan Konservasi Perairan Aceh Barat Daya. Namun tekanan lingkungan dan eksploitasi berlebihan menyebabkan ekosistem ikan karang diperairan ini mulai berkurang. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang ekosistem terumbu karang, melatih masyarakat membuat media rumah ikan buatan ramah lingkungan serta penenggelaman rumah ikan buatan sebagai upaya restorasi habitat ikan karang. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan media rumah ikan buatan dilakukan di Keudee Susoh, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya. Jumlah peserta pada kegiatan adalah 30 orang yang terdiri dari kelompok masyarakat konservasi, panglima laot serta perangkat desa. Kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan melalui pemaparan materi yang disampaikan secara langsung dan bersifat diskusi interaktif sehingga masyarakat dapat bertanya dan berdiskusi secara langsung. Kegiatan kedua yakni pelatihan pembuatan media rumah ikan kepada masyarakat agar masyarakat memahami cara pembuatan rumah ikan yang ramah lingkungan. Kegiatan terakhir adalah penenggelaman media, lokasi penenggelaman pertama dilakukan pada kedalaman 5 meter (dangkal) sedangkan lokasi penenggelaman kedua dilakukan pada kedalaman 10-15 meter. Pembuatan rumah ikan berbahan dasar bambu dan ijuk merupakan suatu terobosan penting dalam menyumbang ilmu pengetahuan terhadap konservasi ekologi laut.
Analysis of spiny lobster fishery sustainability the using ecosystem approach to fisheries management (EAFM) in Pulo Aceh Ahmad Mukminin; Indra Indra; Muhammad Ali Sarong
Depik Vol 11, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.1.24035

Abstract

The high exploitation rate due to increasing global demand caused spiny lobster vulnerable to overfishing. this study aims to assess the sustainability status of lobster fisheries, through the ecosystem approach to fisheries management (EAFM) and to examine the appropriate strategies to support the sustainability of spiny lobster fisheries in Pulo Aceh Islands, Aceh Besar district, Aceh Province. Indicators or domains used in this study are fish resources, habitats, and ecosystems, fishing techniques, economics, social, and governance, which consist of 27 attributes. Results show that the aggregate value of fish resources domain is 59.22 (moderate), habitat and ecosystem domain is 39.14, (poor), fishing technique domain is 28.62 (poor), the economic domain is 65 (good), social domain is 47.82 (moderate) and the institutional domain is 39.89 (poor). The overall aggregate value for the six domains is 46.61 (moderate), the sustainability status of the spiny lobster fishery in Pulo Aceh is in the moderate category. the fish resource domain and the economic domain are the main domains that provide a positive value for the sustainability of the lobster fishery in Pulo Aceh. However, to improve the status of lobster fisheries management in Pulo Aceh; should focus on domains that have low-value categories, which are; fishing techniques, habitats and ecosystems, and governance domain.Keywords:Spiny LobsterPulo Aceh IslandsSustainabilityManagement Strategy
Hubungan panjang berat dan faktor kondisi tiram (Crassostrea gigas) di Kawasan Estuari Tibang dan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh Lili Kasmini; Termala A. Barus; Muhammad A. Sarong; Miswar B. Mulya
Depik Vol 7, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.1.9594

Abstract

Study on the length-weight relationships and condition factors of oyster (Crassostrea gigas) has been done in Tibang and Ulee Lheue estuary areas, Banda Aceh for 4 months starting from July to October 2017. The objective of the study was to observe the condition of oysters in Banda Aceh City. The sampling method used line transect, where each sampling location is divided into 3 stations. Length-weight relationship analysis was performed using Linear Allometric Model (LAM). The result of the analysis of Length-weight relationship in Tibang and Ulee Lheue waters of Banda Aceh City shows the average value of 1.92 and 1.97 (negative allometric). The K value shows at Tibang location (5.07) higher than Ulee Lheue (4.98). Based on the mean value Wr indicates that Ulee Lheue (103.92) has a higher value than Tibang (102.60). The conclusion of K and Wr values shows that the environment in the research location is still stable, so it can be concluded that Tibang and Ulee Lheue waters can still support the life of oysters.Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi tiram (Crassostrea gigas) telah dilakukan di kawasan estuari Tibang dan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh selama 4 bulan dimulai dari Juli hingga Oktober 2017. Tujuan penelitian adalah untuk melihat kondisi tiram di Kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan transek garis, dimana pada setiap lokasi sampling dibagi atas 3 stasiun. Analisis hubungan panjang berat dilakukan menggunakan Linear Allometric Model (LAM). Hasil analisis hubungan panjang berat di perairan Tibang dan Ulee Lheue Kota Banda Aceh menunjukkan nilai b rerata 1,92 dan 1,97 (alometrik negatif). Adapun nilai K menunjukkan rerata pada lokasi Tibang (5,07) lebih tinggi berbanding Ulee Lheue (4,98). Berdasarkan nilai rata-rata Wr menunjukkan bahwa perairan Ulee Lheue (103,92) memiliki nilai lebih tingi bebanding perairan Tibang (102,60). Adapun kesimpulan nilai K dan Wr menunjukkan keadaan lingkungan pada lokasi penelitian masih dalam keadaan stabil, sehingga dapat disimpulkan perairan Tibang dan Ulee Lheue masih dapat mendukung kehidupan tiram.
Morfometrik lima species ikan yang dominan tertangkap di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang Auliyanisa Khayra; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong
Depik Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.2.4907

Abstract

Abstract. The objective of the present study was to analyze the morphometric variationsof five predominant fish species caught in Lake Aneuk Laot, Sabang City,Weh Island.The study was conducted in December 2015 to January 2016. The survey method was used in this study. The fish target were Nile tilapia (Oreochromis niloticus), tilapia (O. mossambicus), snakeskin gourami (Trichopodus pectoralis), giant gourami (Osphronemus goramy) and snakehead (Channa striata). The fish samples were catched using gillnets. The fish sample were analyzed for traditional and truss network morphometrics. The results showed that there is closed morphological relationship between Nile tilapia and tilapia, and between snakeskin gourami and giant gourami, while the snakehead fish was discriminated apart from the two previous groups.Keywords: Morphometric Nile tilapia, tilapia, snakeskin gourami, giant gourami, snakehead fish, Weh Island Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi morfologi ikan hasil tangkapan dominan di Danau Aneuk Laot Kota Sabang dengan menggunakan teknik traditional dan truss morphometric. Penelitian dilakukan pada Desember 2015 sampai Januari 2016. Ikan sampel terdiri dari ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan mujair (O. mossambicus), ikan sepat siam (Trichopodus pectoralis), ikan gurami (Osphronemus gorami) dan ikan gabus (Channa striata). Ikan sampel diperoleh dengan menggunakan alat tangkap jaring. Sebanyak 12 karakter traditional morphometric and 14 karakter truss dianalisis dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelompok ikan, kelompok pertama ikan nila dan ikan mujair, kedua ikan ini kemiripan yang tinggi; kelompok kedua adalah ikan sepat siam dan ikan gurami, kelompok ketiga adalah ikan gabus yang memiliki kemiripan yang jauh dengan kedua kelompok ikan sebelumnya.Kata kunci: Morfometrik, Nila, mujair, sepat siam, gurami, gabus, Pulau Weh
Hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan kerapu Famili Serranidae yang tertangkap di Perairan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Afriana Ramadhani; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong; Agung S. Batubara
Depik Vol 6, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.6.2.7017

Abstract

The objective of the research was to evaluate the length-weight relationships and condition factors of five dominant species of groupers harvested from Pulo Aceh waters, Aceh Besar District, Aceh Province, Indonesia. The target species are Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri. The samples were collected from fish landing in Ulee Lheue  and Ujung Pancu from April to July 2016. A total of 40 samples of each species were measured for total length (mm) and weighed for body weight (g). The data were calculated for length weight relationship using an Allometrict Linear Model (LAM). The results showed that Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus and E. bleekeri have the b values lower than 3 indicate a negative allometric growth pattern, while P. maculatus has the b value higher than 3 indicate a positive allometric growth pattern. The highest condition factor was found in P. leopardus  and P. laevis and the lower condition factor was recorded in E. fuscoguttatus. However, in general the relative weight condition factor was above 100, indicating a balance of prey and predators densities.Telah dilakukan  penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi lima spesies ikan kerapu Famili Serranidae yang dominan tertangkap di Perairan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi lima spesies ikan dari Famili Serranidae dari perairan Pulo Aceh, yaitu; Plectropomus leopardus, P. laevis, P. maculatus,  Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri. Sampel ikan adalah hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Ulee Lheue dan Ujung Pancu, sampling dilakukan pada April sampai Juli 2016. Hasil pengukuran panjang dan berat terhadap 40 ekor ikan pada masing-masing spesies dianalisis dengan Linear Allometrict Model (LAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Plectropomus leopardus, P. laevis, Epinephelus fuscoguttatus dan E. bleekeri memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif dan P. maculatus memiliki pola pertumbuhan allometrik positif. Faktor kondisi tertinggi pada ikan P. leopardus dan P. laevis dan terendah pada ikan E. fuscoguttatus. Faktor kondisi berat relatif secara umum berada diatas 100, menunjukkan adanya keseimbangan kepadatan prey dan predator.
Struktur komunitas mangrove dan strategi pengelolaannya di Kabupaten Pidie, Province Aceh (Community structure of mangrove and its management strategy in Pidie District, Aceh Province) Mirza Karnanda; Zainal A. Muchlisin; Muhammad A. Sarong
Depik Vol 5, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.5.3.5577

Abstract

The objective of the present study was to analyze the community structure of mangrove vegetation in Pidie District, Aceh Province and to plan its management strategies. The study was conducted from August to November 2014 in three subdistricts namely Batee, Kota Sigli, and Simpang Tiga. A total of three sampling stations were determined purposively at every subdistrict where every station has two substations and every substation has three sampling plots of 10 m x 10 m. In addition, a total of 297 respondents as representative of the fish farmer, fishermen, and other stakeholders were interviewed to collect data to plan the management strategies using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. The results showed that there were six species of mangrove found in Pidie District namely Avicennia alba, A. officinalis, A. marina, Rhizophora mucronata, R. apiculata and Sonneratia alba. For seedlings and saplings categories can be classified into very good condition, except in Kecamatan Batee  where S. alba for seedlings was classified into moderate damage and the saplings was in highly damaged condition. The mangrove of trees category was classified into heavily damaged condition. The management strategies of mangrove ecosystem in Kabupaten Pidie can be done by maximizing the function of mangrove ecosystems by replanting the species of mangrove that match with the habitat for their life so that can produce the specific functions; improve the role of government and society in controlling and monitoring the mangrove ecosystems; and establish the local regulations about the management of mangrove ecosystems in Kabupaten Pidie.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas vegetasi mangrove dan menetapkan strategi pengelolaannya di Kabupaten Pidie Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai November 2014 pada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Batee, Kota Sigli, dan Kecamatan Simpang Tiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pada setiap lokasi ditetapkan dua sub statiun pengamatan dan setiap pengamatan dengan tiga titik transek dimana transek berupa kuadrat berukuran 10 m x 10 m. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan transek kuadrat berukuran 10 m x 10 m untuk kategori pohon plot 5 m x 5 m unuk kategori pancang dan 2 m x 2 m untuk kategori semai. Sedangkan untuk data strategi pengelolaan mangrove dengan mewawancarai 297 responden yang merupakan perwakilan beberapa petani tambak dan nelayan di Kecamatan Batee, Kota Sigli, Kecamatan Simpang Tiga dan perwakilan stakeholder terkait. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Pidie dianalisis menggunakan formula SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 6 spesies mangrove di Kabupaten Pidie, yaitu Avicennia alba, A. officinalis, A. marina, Rhizopora mucronata, R. apiculata dan Sonneratia alba. Mangrove di lokasi penelitian untuk tingkat semai dan pancang dapat dikategorikan dalam kondisi sangat baik, kecuali di Kecamatan Batee S. alba pada tingkat semai dikategorikan rusak ringan dan pada tingkat pancang dalam kondisi rusak berat. Mangrove tingkat pohon pada lokasi penelitian dikategorikan rusak berat. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Pidie dapat dilakukan dengan memaksimalkan fungsi ekosistem mangrove berupa penanaman kembali jenis-jenis mangrove tertentu yang sesuai dengan habitat hidupnya sehingga menghasilkan fungsi tertentu; meningkatkan peran pemerintah dan masyarakat; melakukan pengawasan dan monitoring secara berkala di ekosistem mangrove; serta merumuskan peraturan daerah tentang pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Pidie.
Morfometrik Kerang Sinanodonta woodiana di Perairan Lamnaga Kecamatan Meureboh Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh Rudi Hermi; Asri Mursawal; M Ali Sarong; Heriansyah Heriansyah; Munandar munandar; Akbardiansyah akbardiansyah; Alfis Syahril; Friyuanita Lubis; M Barru Airil Fizra Hasibuan
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 1 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i1.7433

Abstract

Penelitian Analisis Morfometrik Kerang Sinanodonta woodiana bertujuan untuk melihat distribusi frekuensi. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 dengan teknik pengambilan data dilakukan secara purposive sampling pada kedalamam 0-1 m. Data yang dianalisis adalah bobot tubuh, Panjang cangkang, lebar cangkang, dan tinggi umbo. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan software Microsoft excel, kemudian ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 88 individu yang terdiri dari bobot antara 3-15 gram, Panjang 20.3-34.4 mm, lebar 22.5-39.6 mm dan tinggi berkisar antara 11.1-19.7 mm.  Penelitian ini dalam simpulkan bahwa seluruh sampel tergolong dalam kerang yang berukuran kecil, hal ini bisa disebabkan pengambilan sampel dilakukan pada perairan dangkal.
Identifikasi dan Analisis Karakteristik Habitat Gastropoda di Kawasan Pesisir Aceh Timur, Provinsi Aceh Sarong, Muhammad Ali; Mawardi, Abdul L.; Suryani, Hera Irma
Jurnal Jeumpa Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v10i2.8574

Abstract

Mangrove memiliki peranan sentral sebagai habitat yang ideal bagi berbagai macam spesies hewan meliputi reptilia, aves, pisces, bivalvia dan gastropoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies gastropoda dan karakteristik habitat pada kawasan pesisir Aceh Timur, Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2023 dikawasan pesisir Aceh Timur dengan rona lingkungan yang bervariasi. Penelitian menggunakan metode survei langsung pada habitat gastropoda. Sampel diambil secara non destruktif pada dua lokasi yang memiliki rona lingkungan berbeda. Data dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan informasi spesies dan karakteristik habitat yang ideal. Hasil penelitian menunjukan bahwa rona lingkungan yang bervariasi berbanding lurus terhadap jumlah spesies dan individu gastropoda pada kawasan pesisir. Ditemukan 7 famili gastropoda dari 15 spesies, dimana gastropoda ditemukan lebih dominan pada lokasi yang jauh dari pemukiman dan aktifitas masyrakat. Karakteristik habitat biota perairan ini baik secara langsung maupun tidak langsung hidup berasosiasi dengan mangrove, dengan kondisi substrat berpasir, berlumpur dan liat. Kondisi salinitas air sangat besar pengaruhnya terhadap keberlangsungan hidup hewan ini, dengan salinitas berkisar antara 22-32‰.
Sosialisasi Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Pesisir Go Bebas Sampah Di Batee Puteh Meulaboeh Nufus, Hayatun; Sarong, M. Ali; Astuti, Rika; Syafitri, Rina; Wahyuni, Sri; Rahmawati, Rahmawati; Mursawal, Asri
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8897

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 di Desa Batee Puteh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan sosialisasi yang bersifat edukasi dituju kepada masyarakat dalam hal ini anak-anak dan remaja Gampong Batee Puteh yang merupakan penduduk sekitar pantai. Hal ini bertujuan untuk untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan arahan kepada masyarakat terutama kepada anak-anak dan remaja di sekitaran pantai Batee Puteh tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai guna menjaga kelestarian biota laut. Pelaksanaan pengabdian menggunakan teori maupun pelatihan dengan metode ceramah. Hasil pengabdian terlaksana baik, lancar, terstruktur dan sukses yang melibatkan masyarakat Desa Batee Puteh. Pengabdian ini berisikan tentang pemaparan bahaya sampah terhadap biota laut.
Co-Authors . Wardiah . Wardiah Abdul L. Mawardi Abdul L. Mawardi Abdullah . Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Afkar Afkar Afriana Ramadhani Agung S. Batubara Ahmad Mukminin Akbardiansyah Akbardiansyah Almukarram Almukarram Amarullah Amarullah Anak Agung Gede Sugianthara Andi Ulfa Tenri Pada Arihsyah Putra Zai Asiah M.D. Auliyanisa Khayra Batubara, Agung Setia Chitra Octavina Cut Nisna Juwita Cut Nurmaliah Cutia Emelda Desriansyah Putra Devi Syafrianti Devi Syafrianti Dewi Andayani Dian Aswita Dian Aswita, Dian Dio Hidayat Djufri Djufri - Djufri Djufri Edwarsyah Edwarsyah Emalfida Emalfida Endah Anisa Rahma, Endah Anisa Erijal Erijal Erijal, Erijal Erliyanda Erliyanda Evi Apriana Fadliyani Fadliyani Fadwa, Frida Fajar Oza Pratama Fakhrah Fakhrah Finta Yani Afrizal Firdus Firdus Fitria Hanum Fitria Ulfa Frida Fadwa Friyuanita Lubis Hafinuddin Hafinuddin Hafnati Rahmatan Hafnati Rahmatan Hanifuddin, Hanifuddin Haridhi, Haekal Azief Haryati Haryati Hasanuddin Hasanuddin Hasyiati, Rasma Hayatun Nufus Hayatun Nufus Heriansyah I Nyoman Sujana Ikramullah Ikramullah Ilham Zulfahmi Indra Indra Intan Maulina Irfannur Irfannur Irma Dewiyanti Ismul Huda Iswadi Iswadi Jamaliah Syukri Jayawarsa, A.A. Ketut Kasmawati Kasmawati Khairil Khairil Khairil Khairil khairun nisa Khairuna Khairuna* Laksono Trisnantoro Liana, Tuti Lili Kasmini Luh Putu Ratna Sundari Luthfi Azmi M Barru Airil Fizra Hasibuan M Rizal M. D. Asiah M. Jakfar M. Rijal, M. Maghfiriadi, Furqan Mai Suriani Maulinda, Maulinda Melvia Yundha Cantika Simatupang Miftahul Khairi Mimie Saputri Mimie Saputri Mirza Karnanda Miswar B. Mulya Mohamad Gazali Momamad Gazali Mudatsir Mudatsir Muhammad Aidil Muhammad Irham Muhammad Nasir MUHAMMAD RIZAL Muhammad Rusdi Muhammad Yassir Muhibbuddin Muhibbuddin Munandar Munandar Mursawal, Asri Mustafa Sabri Nanda R. Janestia Ni Luh Ari Yusasrini Nova Emiliani Nuraini Nuraini Nurlia Zahara Nurmuhajirah Nurmuhajirah Nurul Fajrina Pratama, Fajar Oza Putri Hilmayanti Putri Hilmayanti Rahman, Mufti Aulia Rahmawati, Rahmawati Rananda Arasti Meuna Rika Astuti Rina Syafitri Rina Syafitri, Rina Ronal Kurniawan Roni Arif Munandar Rudi Hermi S., Mimie Sabrina Ayu Nani Nasution Safrida Safrida Said Nazaruddin Salwati Salwati Samingan Samingan Samsul Bahri Samsul Kamal Samsul Kamal Sarah Nadia Sausan Nazhira Sofyan a Sri Rezki Ramadhani Sri Wahyuni Sugianto Sugianto Sugianto Suhartinah Suhartinah Suhendrayatna Suhendrayatna Sulaiman Ali Supriatno Supriatno Supriatno Suryani, Hera Irma Syahril, Alfis Syahrul Purnawan TATI NURHAYATI Termala A. Barus Veithzal Rivai Zainal Wahyu Rizki Wanidar Wanidar Wardiah Wardiah Wiwit Artika Yusli Wardiatno Yusniza, Yusniza Yusra Yusra Yuswar Yunus Zainal A. Muchlisin Zainal A. Muchlisin Zainal A. Muchlisin Zainal Sumardi Ziaul Maula Zulfikar Zulfikar Zuriat Zuriat