p-Index From 2021 - 2026
14.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN SPF( Sun Protection Factor ) EKSTRAK ETANOL DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) Fitri Febriani; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.254 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1373

Abstract

Ultraviolet merupakan radikal bebas yang jika berlebihan masuk kedalam kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit. Senyawa kimia yang mengandung antioksidan tabir surya dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk radikal bebas. Salah satu tumbuhan yang mengandung antioksidan yang tinggi adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik serbuk simplisia daun asam jawa, mengetahui senyawa kimia metabolit sekunder ekstrak etanol daun jawa dan melihat aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun asam jawa melalui nilai SPF. Tahapan penelitian ini meliputi karakteristik simplisia, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, pengujian SPF (Sun Protection Factor) ekstrak etanol daun asam jawa pada konsentrasi 100, 300, 500, 700 dan 1000 ppm. Hasil karakteristik serbuk daun asam jawa dengan bentuk daun bertangkai pendek, panjang daun 1-2 cm, lebar daun 4-8 mm, tepi daun rata, ujung daun membundar, aroma khas, warna hijau. Kadar air 4,6 %, Kadar sari larut air 37,84 %, Kadar sari larut etanol 25,33 %, Kadar abu 4,51 %, Kadar abu tidak larut asam 1,765 %. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol daun asam jawa mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Uji SPF memberikan hasil secara berturut 3,470; 8,7; 14,74; 20,89; dan 29,995.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK HARD CANDY SARI HERBA PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Misna Rosalinda Hutabarat; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.238 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1374

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) memiliki kandungan glikosida, saponin, asiatikosida, madekasosida, saponin, asam asiatat, dan asam madeksatat. Pegagan memiliki banyak manfaat diantaranya memiliki aktivitas antioksidan, memperbaiki daya ingat, meningkatkan sistem imun, serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah merancang formulasi dasar Hard Candy terbaik dari sari herba pegagan yang diuji mutu fisiknya. Penelitian ini dilakukan dengan cara pembuatan formula dasar Hard Candy dengan variasi konsentrasi F1 (40:60), F2 (50:50), F3 (60:40), F4 (70:30), dan F5 (80:20) antara sukrosa dan sirup fruktosa. Dilakukan pembuatan Hard Candy Sari Herba Pegagan dengan kombinasi sari pegagan sebanyak 1% (F6) dan 3% (F7) yang ditambahkan pada formulasi dasar Hard Candy yang terpilih baik. Pemeriksaan mutu fisik Hard Candy Sari Herba Pegagan meliputi uji organoleptis, uji kadar air, uji stabilitas, dan uji keseragaman bobot. Hasil uji organoleptis Hard Candy Sari Herba Pegagan memberikan rasa, aroma, warna dan bentuk yang normal. Hasil uji kadar air F2 (0,7934%), F6 (0,874%) dan F7 (0,6824%) (≤3,5%) sesuai dengan persyaratan SNI. Hasil uji stabilitas F2,F6, dan F7 stabil pada suhu 8-15°C dengan kemasan tertutup. Hasil uji keseragaman bobot F2 (1740±51,63mg), F6 (1760±51,63mg) dan F7 (1780±42,16mg) sesuai dengan persyaratan Farmakope Indonesia edisi III (penyimpangan bobot ≤5%). Hasil penelitian formulasi dasar Hard Candy yang terbaik terdapat pada F2 (50:50) yaitu permen dapat dicetak dengan gula terlarut secara sempurna dan tidak berair serta tidak lengket.
UJI EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT Tasya Ardana; D. Elysa Putri Mambang; Gabena Indrayani Dalimunthe; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.23 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1377

Abstract

Ekstrak etanol daun eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) memiliki kandungan kimia flavonoid, saponin, tanin, dan glikosida. Flavonoid berkhasiat sebagai analgetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak etanol daun eceng gondok dengan perbandingan dosis tertentu dan perbandingan metampiron. Metode yang digunakan adalah metode kimia dengan menggunakan induksi asam asetat 1% secara intraperitoneal yang menyebabkan iritasi berat pada mukosa membran rongga perut sehingga kaki tertarik kebelakang, badan memanjang dan bagian abdomen menyentuh dasar, gejala ini dinamakan geliat. Hewan uji yang digunakan adalah 25 ekor mencit putih jantan yang dikelompokan menjadi 5 kelompok, kelompok 1 diberikan CMC 0,5% (kontrol negatif), kelompok II diberi Metampiron 1% (kontrol positif), kelompok III, IV, dan Vdiberi ekstrak etanol daun eceng gondok (EEDEG) dengan dosis 300 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, 500 mg/kg BB. Dihitung jumlah geliat selang waktu 5 menit selama 1 jam. Data persentase geliat di analisis dengan metode ANOVA (Analisis Variansi) dan Uji Turkey menggunakan program SPSS 20 (Statistical Program for the Social Sciences).. Hasil penelitian menunjukan EEDEG 300 mg/kg BB mempunyai persentaseefektivitas analgetik sebesar 22,30%, EEDEG dengan dosis 400 mg/kgBB sebesar 44,29%, sedangkan EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB sebesar 93,31%. Dari data tersebut dapat disismpulkan bahwa suspensi EEDEG dengan dosis 500 mg/kg BB mempunyai efektivitas analgetik yang paling baik.
FORMULASI SEDIAAN BLUSH ON DALAM BENTUK POWDER DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA ASOKA (Ixora paludosa (Blume) Kurz) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Winda Aulia; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2022): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.108 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i1.1379

Abstract

Bunga asoka (Ixora paludosa (Blume) Kurz) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai pewarna. Antosianin merupakan metabolit sekunder yang larut dalam air yang bertanggung jawab atas warna merah, ungu, biru pada buah, sayur dan bunga sehingga antosianin dapat menjadi pewarna alami dan dipercaya sebagai antioksidan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa kimia pada ekstrak etanol bunga asoka, mengetahui karakteristik simplisia bunga asoka mengetahui mutu fisik sediaan blush on ekstrak etanol bunga asoka dan mengetahui sediaan yang paling disukai berdasarkan uji kesukaan dengan mengisi kuisioner. Metode penelitian ini dilakukan secara ekperimental, meliputi: penyiapan sampel, karakterisasi simplisia, pembuatan ekstrak, skrinning fitokimia, pembuatan sediaan, uji iritasi, uji homogenitas, uji stabilitas, uji oles dan uji hedonik terhadap sediaan yang dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga asoka mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, tannin, saponin, dengan karakteristik simplisia yang diperoleh yaitu kadar air 3,99%, kadar sari larut air 23,08%, kadar sari larut etanol 17,6%, kadar abu total 0,75%, dan kadar abu tidak larut asam 0,42%. Sediaan yang paling disukai berdasarkan uji hedonis adalah sediaan dengan konsentrasi 35% serta memiliki mutu fisik yang baik, uji homogenitas menunjukkan sediaan terdispersi merata, berdasarkan uji pH memenuhi persyaratan pH pada kulit yaitu pH 4-7, berdasarkan uji stabilitas tidak terdapat perubahan warna, bentuk dan aroma , uji daya oles sediaan blush on yang baik ditandai dengan warna yang jelas saat di oleskan pada kulit punggung tangan, dan tidak menimbulkan iritasi pada saat di oleskan.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN BALSEM STICK DARI KOMBINASI RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) DAN RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L) Karlina Butar Butar; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.383 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1886

Abstract

Balsem merupakan sediaan yang penggunaannya dilakukan dengan cara mengoleskannya ke kulit yang dapat memberikan rasa panas namun jika menggunakan tangan sulit dihilangkan, menimbulkan rasa lengket dan sulit dicuci. Salah satu solusi yang diperlukan dalam inovasi pembuatan balsem yaitu pembuatannya dalam bentuk stick agar praktis dan nyaman digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kombinasi ekstrak rimpang jahe (Zingiber officinale) dan rimpang kecur (Kaempferia galanga L) yang dapat di formulasikan menjadi sediaan balsem stick. Proses pembuatan ekstrak etanol rimpang jahe dan kencur dilakukan menggunakan metode maserasi. Evaluasi uji mutu fisik yang dilakukan meliputi uji organolpetik, uji homogenitas, uji iritasi, uji pH, uji daya oles, uji titik lebur dan uji kesukaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe dan kencur dapat diformulasikan menjadi sediaan balsem stick. Hasil dari 4 formula yaitu F0 memiliki karakteristik berwarna putih, bau spesifik, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasinya kurang hangat. FI memiliki karakteristik berwarna coklat tua, bau khas, tidak begitu menyengat, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasinya pada kulit lebih hangat. FII memiliki karakteristik warna kuning kecoklatan, bau khas, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasi yang ditimbulkan kurang hangat. FIII memiliki karakteristik warna coklat, bau khas, bentuk padat, mudah dioleskan dan sensasi yang ditimbulkan cukup hangat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formulasi terbaik dimiliki oleh FI dengan konsetrasi ekstrak rimpang jahe 13% yang memiliki tekstur lembut, padat, dengan aroma yang tidak begitu menyengat dan paling banyak diminati.
EVALUASI SEDIAAN HARD CANDY SARI BUAH NANAS (Ananas comosus L.) SEBAGAI NUTRASETIKAL Nurul Salsa Abya Ritonga; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Anny Sartika Daulay
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.306 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1887

Abstract

Permen (candy) memiliki cita rasa manis dan segar yang membuat hampir seluruh masyarakat menyukainya mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Permen menurut jenisnya dua yaitu permen kristalin dan permen non kristalin. Salah satu contoh permen ialah hard candy. Hard candy non kristalin memiliki komposisi sirup glukosa, sukrosa, air, bahan tambahannya flavor, pewarna, zat pengasam. Flavor dari essens atau sari buah. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah sukrosa yang baik dalam penentuan rasa hard candy dan hasil evaluasi sediaan hard candy sari nanas. Penelitian ini bersifat eksperimental dan meliputi perlakuan buah nanas, produksi sari nanas, produksi hard candy, pengujian organoleptik, pengujian pH, keseragaman bobot, kadar abu, dan kadar air. Berisi parameter uji permen, uji hedonik hasilnya disajikan secara deskriptif. Pembuatan hard candy menggunakan metode open pan. Berdasarkan hasil penelitian, sari nanas diformulasikan dalam sediaan hard candy dengan variasi kadar sukrosa FI (1500 mg), FII (2000 mg) dan FIII (3000 mg) dengan jumlah masing-masing 11,114 mg, 11,614 mg, dan 12,614 mg secara berurut. Bentuk menarik, rasa, kekerasan yang baik, memiliki pH 5 serta memenuhi semua persyaratan uji evaluasi keseragaman bobot dengan koefisien variasi 1% , 0,80%, 1% , kadar air 2,8%, 2,12%, 1,76% , kadar abu 1,7%, 1,1%, 1,02%, hedonik dari suka 1,24, 1,39, 2 . Hasil uji hedonik dari rasa, tekstur, suka menunjukkan F3 formula terbaik yang banyak disukai dengan kadar sukrosa. Kadar sukrosa memberikan pengaruh terhadap tingkat rasa, suka, kekerasan.
FORMULASI SEDIAAN MINUMAN SERBUK JELI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) Ridwan Taher Lubis; Minda Sari Lubis; Gabena Indrayani Dalimunthe; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.206 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1889

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) salah satu jenis tumbuhan yang mudah sekali kita temukan dan banyak manfaatnya. Sejumlah penelitian diseluruh dunia, lidah buaya membantu mencegah berbagai jenis penyakit. Jenis lidah buaya yang dipakai untuk pembuatan herbal lidah buaya adalah jenis Barbadensis yang mengandung zat untuk kebutuhan manusia, seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, Vitamin E dan Vitamin C. Tanaman ini dapat juga menyembuhkan penyakit diabetes jantung,dan penyakit lainnya. Lidah buaya dapat diformulasikan menjadi minuman serbuk karena dapat memberikan rasa yang menyegarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi baru dari lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) sebagai minuman serbuk dengan komposisi maltodekstrin yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pada penelitian ini lidah buaya diformulasikan dalam bentuk minuman serbuk. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji waktu alir, uji sudut diam dan uji waktu larut, uji organoleptis serta uji hedonik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa evaluasi mutu fisik uji kadar air sediaan berada pada rentang 2,93%-4,73 %,kadar abu 0,12%-0,23%, waktu alir 4,23-6,20 gram/detik, sudut diam 21,95°-29,92o, dan waktu larut berada pada rentang 1,03-2,90 menit. Pada uji hedonik formula yang paling disukai adalah F3 baik dari segi rasa,aroma dan warna. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa minuman serbuk lidah buaya memenuhi eveluasi mutu fisik dan memiliki rasa yang disukai oleh para panelis.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH DAUN JAMBLANG (Syzygium Cumini (L.) Skeels) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Cut Erika Maulydya; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe; Haris Munandar Nasution
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 2 No. 2 (2023): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.667 KB) | DOI: 10.32696/fjfsk.v2i2.1890

Abstract

Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tumbuhan famili Myrtaceae yang telah dikenal dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa aktif tanaman ini adalah golongan polifenol yang merupakan salah satu sumber antioksidan alami. Radikal bebas didefinisikan sebagai suatu atom atau molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya, bersifat sangat reaktif dan tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan teh daun jamblang. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan adalah daun jamblang. Tahapan penelitian meliputi penyiapan sampel, identifikasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pengemasan teh, uji aktivitas antioksidan, pembuatan larutan induk baku DPPH, pembuatan larutan blanko, pembuatan larutan seduhan teh daun jamblang, skrining fitokimia serta menguji aktivitas antioksidan berdasarkan IC50 dengan pembanding vitamin C. Hasil karakterisasi serbuk simplisia diperoleh kadar air 9,164%, kadar abu total 6,60%, kadar abu larut dalam air 3,74%, kadar abu tak larut dalam asam 0,74% dan ekstrak dalam air 34,48%. Hasil skrining fitokimia menunjukan bahwa daun jamblang mengandung senyawa kimia golongan flavonoida, glikosida, tanin, saponin dan triterpenoid/steroida. Hasil analisis aktivitas antioksidan pada daun jamblang memiliki nilai IC50 5,84ppm dan nilai IC50 vitamin C sebesar 34,19 ppm, dimana dari hasil tersebut teh daun jamblang memiliki aktivitas antioksidan sama vitamin C dengan kategori sangat kuat.
Evaluation of the Antihyperuricemia Activity of Bajakah Tampala Stem Ethanol Extract (Spatholobus littoralis Hassk.) in Male White Mice (Mus musculus) Nurul Hidayah; Gabena Indrayani Dalimunthe
NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal Vol. 1 No. 1 (2022): NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal
Publisher : Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.883 KB) | DOI: 10.58549/nsmrj.v1i1.28

Abstract

Hyperuricemia is elevated blood uric acid. Blood uric acid can harm health. Allopurinol can lower uric acid, but it has harmful side effects. The community has treated various diseases with Bajakah stems. This study examined Bajakah Tampala stem ethanol extract secondary metabolites and antihyperuricemia activity. This research identified the bajakah tampala stem plant (Spatholobus littoralis Hassk.), manufactured simplicia, characterized simplicia, phytochemically screened, prepared the ethanol extract, and tested its antihyperuricemia activity against male white mice (Mus musculus). The simplicia and Bajakah tampala stem ethanol extract contained flavonoids, tannins, steroids/triterpenoids, alkaloids, and saponins. At 400 mg/kgBB (3.88 mg/dl), the bajakah tampala stem ethanol extract reduces uric acid at the 6th hour, similar to allopurinol at 10 mg/kgBB (3.46 mg/dl).
PEMANFAATAN SARI LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) DALAM SEDIAAN HARD CANDY M. Arya Wiguna; Minda Sari Lubis; Gabena Indrayani Dalimunhe; Rafita Yuliarti
Cross-border Vol. 6 No. 2 (2023): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the medicinal plants that have medicinal properties is aloe vera. The development of the use of aloe vera as a food and beverage ingredient is related to the chemical composition of aloe vera which is very good for body health. One of the utilization efforts is to extract or take the juice and process it into hard candy. Hard candy (candy) is a form of processed food from heating a mixture of sugar and fruit juice or food additives to give flavor. The purpose of this study was to formulate hard candy with aloe vera juice as the main ingredient by varying the concentration of aloe vera juice in order to get a good formula in terms of taste and physical evaluation of hard candy.is Hard candy made using the oven pan. The research method used is experimental research. This study used aloe vera juice as a sample, and it was formulated into a hard candy preparation and evaluated including organoleptic tests, hardness tests, soluble time tests, tests, ash content tests, water content tests, pH tests and tests of preference level ( hedonic test) by respondents and then the results are presented descriptively. The results showed that aloe vera juice was formulated into hard candy preparations with a concentration variation of 2.5%; 5%; 10; provide an attractive shape, taste and hardness are quite good, have a pH of 5-6 and meet the requirements of water content with a coefficient of variation of 0.91%; 0.87%; and 0.89% ash content 0.99%; 0.99% and 0.99%. The results of the preference level test show that formula 1 is the best formula that is widely preferred with variations in the content of aloe vera juice. Variations in aloe vera juice content have an influence on the level of liking.
Co-Authors Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adli Nuzula Rahmah Agustina, Meri Ahmad darwis Alma Dhita Shafira Andi Syahputra, Ricky Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Arianti, Sellin Arina Ashar, Diya Asparyzha, Rhyzha Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Bambang Hermanto Basaniah Basaniah Chairina Milda Chandra, Putra Cindy Marlina Tambunan Claudy Friesta Melanie Cut Erika Maulydya D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Dewa, Fasca Dikki Miswanda Dina Sri Novita Dina Veranika Dinda Sari Utami Dison Silalahi, Alistraja Emmy Wiriandini Fadhilah M, Ihsan Fadillah, Nike Fathur Rahman Febiyani, Rica Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Ginting, Ovalina Sylvia Br. Girsang, Raflika Azwanda Gita Dwi Puspa Fadillah Hamda, Haikal Handayani, Riska Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humairah, Dwina Angelina Husna, Miftahul husna, nadiatul Ilmi Widya Sari Isnaria, Vita Jurida, Wike Juwita, Sukma Karlina Butar Butar Kartika, Dinda Dwi Khairil Pahmi Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Latifah Sahara Pulungan Lestari, Amanda Putri Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisa Amalia Lubis, Aisyah Putri Lubis Lubis, Asira Lubis, Minda Sari M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Mambang, Elysa Putri Mauliza, Syarifah Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ricky Ramadhian Muhammad Tegar Tri Rizky Mutiara Rahmah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Nasution, Nur Sahadah Nasution, Shamila Sufi Aulia Nasution, Vevi Sarah Nasution, Wardah Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggitha Niswa, Khairun Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuraisyah Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nurmala, Dewi Nurul Haliza Lubis Nurul Hidayah Nurul Salsa Abya Ritonga Olita, Apen Peri , Peri Peri, Peri Puteri, Cut Intan Annisa Rafita Yuliarti Rahma Dona, Rahma Rahma Maulidia Fitri Rahmi , Ulfa Rambe, Robiatun Rambe, Sitiapsah Rangkuti, Cindy Rahayu Rawitri, Kiki Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Rima Marwarni Rina Azhari Risnayanti Ritonga, Oktavia Riza Syafira Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga sahrianti, Hikmah Samosir, Anzly Hasian Samran, Samran Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis , Minda Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu Silvia Sinaga, Rosalinda Mahdalena Siregar, Hikmatussabaria Siti Anisa Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Situmorang, Lusi Grasia Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulaiman Riadi Sulwiyatul K Sani Syahputri, Maulida Syarifah Aulia Tasya Ardana Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wardah Tulail Nadila Widya Sari Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Apriani Br.Lubis Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Anisa Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani