p-Index From 2021 - 2026
19.571
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Yustisia Jurnal Komunikasi Hukum Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM PADJADJARAN Jurnal Ilmu Hukum (Journal of Law) Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) Bina Hukum Lingkungan Udayana Journal of Law and Culture BILANCIA Jurnal Surya Kencana Satu : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan CERMIN: Jurnal Penelitian Jurnal Sosial Humaniora Sigli SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Legal Spirit Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Jurnal Media Komunikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Komunitas Yustisia International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) Indonesia Private Law Review International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Batulis Civil Law Review RIO LAW JURNAL International Journal of Educational Review, Law And Social Sciences (IJERLAS) Action Research Literate (ARL) Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Jurnal Litigasi Amsir JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bina Hukum Lingkungan Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyaraka Mamangan Social Science Journal PLEDOI (Jurnal Hukum dan Keadilan) Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues Primagraha Law Review Deposisi: Jurnal Publikasi Ilmu Hukum Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Strata Law Review International Journal of Advance Social Sciences and Education (IJASSE) Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara International Journal of Sustainability in Research (IJSR) Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu Jembatan Hukum: Kajian Ilmu Hukum, Sosial dan Administrasi Negara Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial dan Politik Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Konstitusi: Jurnal Hukum, Administrasi Publik, dan Ilmu Komunikasi Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Strata International Journal of Social Issues Multidiscience: Journal of Multidisciplinary Science Majelis: Jurnal Hukum Indonesia Indonesian Journal of Forestry Research Jurnal Cendekia Ilmiah Bilancia : Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum Jurnal Jurisprudence Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum Proceeding International Conference Restructuring and Transforming Law
Claim Missing Document
Check
Articles

Semi-Public Restructuring: Good Faith and Business Continuity in Indonesian Go-Public Company Bankruptcies Itok Dwi Kurniawan; Ismawati Septiningsih; Rahayu Subekti; Sahat Poltak Siallagan; Fines Fatimah
Indonesia Private Law Review Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/iplr.v6i1.4498

Abstract

Indonesia’s insolvency framework is currently suboptimal in accomodating rapid creditor enforcement with preserving viable firms, particularly publicly listed companies where market signaling and minority interests are at stake. This article proposes the adoption of a semi-public restructuring regime that combines private negotiation (pre-packs) with structured judicial oversight similar to scheme procedures, including limited moratorium and cram-down powers. Using a normative juridical method supported by case analysis (including Garuda’s dual-track restructuring) and interviews with supervisory judges, the paper: (1) identifies legal and practical shortcomings of PKPU/Bankruptcy under Law No. 37/2004; (2) compares UK Part 26A, US Chapter 11, and regional moratorium models; and (3) formulates statutory reforms to operationalize semi-public restructuring in Indonesia. The proposal rests on three core pillars: a mandatory insolvency test, a time-bound moratorium to facilitate rescue, and judicially supervised cram-down with strengthened disclosure obligations to safeguard minority creditors.
Legal Examination of Military Court Decisions on the Criminal Actions of Indonesian Navy Members in Selling Illegal Timber Dandy Ramadhan; Rahayu Subekti
Jurnal Jurisprudence Vol. 15, No. 1, June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jurisprudence.v15i1.10001

Abstract

ABSTRACT Research Objective: This research aims to juridically analyze the Decision of the High Military Court III of Surabaya No. 114-K/PMT.III/BDG/AL/VII/2023 on the involvement of two active members of the Indonesian National Army’s Navy in the crime of transporting timber forest produce without valid documents (illegal logging). This analysis focuses on the application of the general norms of the criminal law, the forestry law, and the military law that intersect in this case, as well as how far the “equality before the law” principle is applied to military personnel. Research Method: This research employed the normative juridical method (doctrinal method) with an analytical approach on legal regulations, legal doctrines, as well as court decisions. The analyzed legal materials include Law No. 34 of 2004 on the Indonesian National Army, Law No. 18 of 2013 on the Prevention and Elimination of Forest Destruction, the Criminal Code, the Military Criminal Code, Law No. 31 of 1997 on the Military Court, as well as the Governmental Regulation No. 5 of 2021. Result: Results of this research show that the action of the Indonesian Navy’s personnel in this case was proven to violate positive law violations both in the realm of general crime and the ream of military criminal law. Judges’ decision was deemed accurate as it considered legal evidence, the losses of the state, as well as the legal equality principle without discriminating against the military institution status. The imposition of penalization in the form of imprisonment and fines in this case also reflected consistency in the application of the legal state principle in military justice. Research Application: This research may become a reference to enforce the law against state apparatus, especially military personnel, who committed legal violations outside of their authority. Apart from that, this analysis may be used as a material for evaluation and improvement of the internal monitoring system in the Indonesian National Army’s environment so that it may be more transparent and accountable. Novelty: The “equality before the law” theory profoundly analyzes this military decision using the ratio decidendi theory. This research offers an interdisciplinary analysis between military law, environmental law, the law on permits, and the principle of constitutional justice in one decision, as well as the confirmation that the “equality before the law” principle must still be enforced for all citizens, including the state defense apparatus. Keywords: Military Decision, Justice, Crime, Illegal Logging.   ABSTRAK Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis Putusan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya No. 114-K/PMT.III/BDG/AL/VII/2023 tentang keterlibatan dua anggota aktif TNI Angkatan Laut dalam tindak pidana pengangkutan hasil hutan kayu tanpa dokumen yang sah (illegal logging). Analisis ini berfokus pada penerapan norma-norma umum hukum pidana, hukum kehutanan, dan hukum militer yang bersinggungan dalam perkara ini, serta sejauh mana asas “kesetaraan di hadapan hukum” diterapkan kepada personel militer. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif (metode doktrinal) dengan pendekatan analitis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan. Bahan hukum yang dianalisis meliputi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer, serta Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan personel TNI AL dalam perkara ini terbukti melanggar hukum positif baik dalam ranah pidana umum maupun ranah hukum pidana militer. Putusan hakim dinilai tepat karena mempertimbangkan alat bukti yang sah, kerugian negara, serta asas persamaan hukum tanpa membeda-bedakan status kelembagaan militer. Penjatuhan pidana berupa pidana penjara dan denda dalam perkara ini juga mencerminkan konsistensi penerapan asas negara hukum dalam peradilan militer. Aplikasi Penelitian: Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk menegakkan hukum terhadap aparatur negara, khususnya personel militer, yang melakukan pelanggaran hukum di luar kewenangannya. Selain itu, analisis ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengawasan internal di lingkungan Tentara Nasional Indonesia agar lebih transparan dan akuntabel. Kebaruan: Teori "kesetaraan di hadapan hukum" menganalisis keputusan militer ini secara mendalam menggunakan teori ratio decidendi. Penelitian ini menawarkan analisis interdisipliner antara hukum militer, hukum lingkungan, undang-undang perizinan, dan asas keadilan konstitusional dalam satu putusan, sekaligus penegasan bahwa asas "kesetaraan di hadapan hukum" tetap harus ditegakkan bagi seluruh warga negara, termasuk aparat pertahanan negara. Kata Kunci: Keputusan Militer, Keadilan, Kejahatan, Pembalakan Liar
Institutional Challenges in the Implementation of Electronic Certificates in Land Services Gustiaji Gustiaji; I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani; Rahayu Subekti
Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi Vol 13, No 2 (2025): Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi
Publisher : Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hpe.v13i2.110019

Abstract

The Indonesia land administration system is presently undergoing a digitalization process, a highly significant development towards having a more transparent and accountable administration. However, the use of digital land certificates has still been facing a number of legal and institutional problems, making them rather ineffective to use. The objective of this research is to investigate the institutional problems involved in the creation of digital land certificates within the Indonesia land administration system. Using a qualitiative methodology with a focus on empirical legal studies, the research combines legal framework analysis and data collection procedures carried out through personal interviews, observation, and documentation, all done within the ATR/BPN Office, located within the Boyolali Regency. Data analysis involved a three-stage process: data reduction, data presentation, and drawing a conclusion, according to qualitiative analysis principles. The research focuses on the relationship between legal frameworks such as Law Number 5 of 1960 regarding the Principle of Agrarian Law and Government Regulation of the Minister of ATR/BPN Number 3 of 2023, and digital land registration process within Indonesia's land administration system. The results showed a significant problem with the process of digitalization, including a lack of infrastructure, a discrepancy in the capacity among personnel, lack of cooperation, and lack of public trust. The findings showed that the successful digitalization process within Indonesia's land administration system can only be accomplished by making the process legal and institutionally ready for such a digitalization process to occur effectively within Indonesia's land administration system.
Tindak Pidana Perzinahan Di Indonesia Dari Perspektif Sosiologi Hukum Hawina Romli; Rahayu Subekti
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 5 No. 01 (2024): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v5i01.5892

Abstract

The values underlying the understanding of the crime of adultery in the Criminal Code are still strongly influenced by Western values. The law that applies in society must take into account the values that are prevalent in the community where the law develops. Legal policy is an integral part of social policy, where the main objective is the safety and well-being of the community. Therefore, legal policies regarding the crime of adultery must also take into account the values, culture, and social structure that have already been established. The formulation of the crime of adultery and its renewal must be verified through sociological approaches. This type of research is normative with the characteristics of prescriptive research, and the analysis technique used is the deductive method. The crime of adultery has been revised in the new Criminal Code, which includes an expansion of the material that differs from the old Criminal Code. That the offense of adultery in the latest Criminal Code already meets and reflects the values, norms, morals, and religion of Indonesian society.
Kepastian Hukum terhadap Sertifikat Tanah Pengganti yang Sudah Terbit dan Sertifikat yang Hilang Ditemukan Kembali Bethari Laksita Rahmania Luhri Sukoco; Adi Sulistiyono; Rahayu Subekti
Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum 2022: Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan terkait penerbitan sertifikat pengganti yang diterbitkan karena hilangnya sertifikat yang lama. Dan apabila sertifikat yang lama telah dianggap hilang tersebut ditemukan kembali, sedangkan sertifikat pengganti sudah terbit. Kemudian dalam artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang kepastian hukum terkait sertifikat pengganti dan sertifikat yang lama telah ditemukan kembali. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode normatif. Tujuan pembahasan tentang terbitnya sertifikat pengganti dan sertifikat yang lama ditemukan kembali untuk mengetahui keberlakuan salah satu sertifikat tersebut dan untuk menemukan serta memastikan kepastian hukumnya antara kedua sertifikat tersebut agar kedepannya tidak terjadi sengketa dan menghindari munculnya sertifikat ganda.
Analisis Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah Berasal dari Warisan Kartika Cahyaningtyas; Al. Sentot Sudarwanto; Rahayu Subekti
Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum 2022: Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengaji dan menganalisis penyelesaian sengketa jual beli tanah berasal dari warisan antara ahli waris dari Mulrejo alias Simpar dengan PT. Amanah Agung Selaras. Hal tersebut dikaji pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang dibuat di bawah tangan pada tanggal 30 Juni 2020 antara salah satu ahli waris dari Mulrejo alias Simpar dengan PT. Amanah Agung Selaras dapat dibatalkan karena tidak dipenuhinya unsur kecakapan yang mengakibatkan adanya akibat hukum. Metode yang digunakan dengan penelitian empiris dengan hasil penelitian adalah penyelesaian permasalahan tersebut harus menempuh jalur litigasi apabila ahli waris lainnya dari Mulrejo alias Simpar tidak terima dan melakukan tuntutan. Pilihan penyelesaian menempun jalur litigasi karena ada unsur pidana dan perdata. Unsur pidananya berupa penipuan yang dengan cara sengaja tidak memberitahukan adanya perbuatan hukum berupa pembuatan perjanjian dengan pihak developer yang dalam hal ini adalah PT. Amanah Agung Selaras, sedangkan unsur perdata berupa perbuatan melawan hukum. Penyelesaian yang diselesaikan pada pengadilan negeri, tetapi terdapat lembaga pemerintahan yang berwenang penyelesaian sengketa tanah di luar pengadilan yaitu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Nasional Pertanahan mengingat apabila penyelesaian melalui pengadilan memerlukan biaya dan waktu yang cukup lama.
Konsep Keadilan Agraria dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Rizqiaranti Salsabila; Lego Karjoko; Rahayu Subekti
Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum 2025: Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Pokok Agraria 1960 merupakan aturan dasar dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia dengan salah satu tujuannya ingin menciptakan keadilan bagi negara dan rakyat. Walaupun telah ditetapkan sebagai tujuannya, keadilan sebagaimana yang dimaksud oleh Undang-Undang Pokok Agraria 1960 tersebut masih saja terasa belum jelas pengertian, kedudukan, lingkup serta liku-liku mengenainya. Ketidakjelasan konsep keadilan ini berimplikasi berbagai hal, termasuk kepada ketidakjelasan tujuan akhir yang diinginkan undang-undang tersebut. Namun demikian, jika dikaji secara teoritik, konsep keadilan yang dimaksudkan oleh Undang-Undang Pokok Agraria 1960 lebih dekat dekat dengan konsep dalam teori utilitarianisme, yakni ingin menciptakan kebahagiaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Akhirnya berdasarkan konsep dalam utilatianisme kebahagiaan selayaknya dapat dinikmati oleh setiap orang/individu, tetapi bila tidak dapat dicapai, maka diupayakan agar kebahagiaan itu dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin individu dalam masyarakat (the greatest happiness for the greatest number of people).
Tendency of Economic Crime in The use of Artificial Intelligence against Online Single Submission Risk based Approach in Sukoharjo Regency Rahayu Subekti; Dandy Ramadhan
Proceeding International Conference Restructuring and Transforming Law Vol. 3 No. 2 (2025): Proceeding International Conference Restructuring and Transforming Law
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of business licensing has been regulated in government regulation Number 5 of 2021 concerning the Implementation of Risk-Based Business Licensing, however the use of the online single submission risk-based approach system in reality causes many problems including collusion and abuse of the authority of the verifier team's access rights which will cause investment realization becomes undirected and there are elements of criminal acts. This matter uses the Empirical Juridical method. In implementing the online business licensing system, the single submission risk-based approach is contrary to Law No. 28 of 1999 concerning State Administration that is Clean and Free from Corruption, Collusion and Nepotism. In conclusion, regarding Artificial Intelligence in public services, it should prioritize good governance that is accountable, not merely in the capacity to take advantage or enter into malicious conspiracy or collusion with those who have the authority to access rights.
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM NOTARIS DAN PPAT DALAM PEMBERIAN HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH MILIK BERSAMA SECARA SEPIHAK Aushi Aulia Rahmah; Rahayu Subekti; Noor Saptanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58598

Abstract

Deeds serve as perfect evidence, even though there is a possibility of error or negligence. Notaries are responsible for preparing Power of Attorney for Encumbering Rights (SKMHT), while Deed Officials Officer (PPAT) also bears responsibility in exercising their authority and obligations, particularly in the preparation of the Deed of Granting Mortgage Rights (APHT). This study aims to understand the responsibilities of Notaries and PPATs regarding deeds that have been revoked based on court decisions. The results of the analysis show that the responsibilities of Notaries in the preparation of SKMHT and PPAT in the preparation of APHT include checking documents, and both are responsible for the authenticity and validity of these documents. This study emphasizes that Notaries and PPAT are required to ensure legality and obtain approval from all parties involved in the granting of Mortgage Rights on jointly owned land. If they are negligent or intentionally certify deeds granting Mortgage Rights without valid consent, Notaries and PPATs may be held legally liable in civil, criminal, and administrative aspects.
Penegakan Hukum Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Oleh Pemerintah Indonesia dan Malaysia Seruni Aqila Haya; Rahayu Subekti; Sapto Hermawan
Hukum dan Masyarakat Madani Vol. 14 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/humani.v14i1.8098

Abstract

Penulisan hukum ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia atas kegiatan pengawasan impor limbah sebagai bahan baku industri jika dibandingkan dengan penegakan hukum oleh pemerintah Malaysia. Indonesia dan Malaysia menghadapi permasalahan yang sama yaitu penyelundupan limbah llegal. Penegakan hukum dilaksanakan agar kedua negara tidak menjadi ‘tempat sampah dunia’.  Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan perbandingan/komparatif (comparative approach). Dengan teknik pengumpulan bahan hukum studi pustaka serta menggunakan metode interpretasi sebagai teknik analisis bahan hukum. Adapun hasil penelitian pada penulisan hukum ini ialah penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia bersifat sektoral. Indonesia mengatur mengenai pengawasan kegiatan impor limbah non-B3 sebagai bahan baku industri dengan berdasarkan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan pengawasan ini dilakukan oleh kerja sama antar lembaga pemerintahan yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Pemerintah Malaysia dalam pelaksanaan pengawasan yang dilakukan oleh beberapa lembaga dan dilaksanakan secara lebih terstruktur serta memiliki satu pedoman pelaksanaan kegiatan impor limbah yang disepakati oleh antar lembaga pemerintahan
Co-Authors Abdul Kadir Adi Sulistiyono Aditya Tri Wijaya Agatha Celia Disfirela Agatha, Thesalonika Vega Puspa Agus Hikmat Agus Priyono Kartono Ahmad Gufran Rosyidi Aji Bayu Prasetya Akbar Ardya Putra Al. Sentot Sudarwanto Amalina Ghaisani Putri Andy Wilmansyah Herman Annisa Fianni Sisma Annisa Fitira Arif Waskitha Aji Arif Waskitha Aji Aristawidya, Nabila Salma Arvin Asta Nugraha Asianto Nugroho Asianto Nugroho Asron Orsantinutsakul Attoillah, Muhammad Ibnu Aushi Aulia Rahmah Ayu Setyo Damayanti Azizatur Rahmawati Benedicta, Salma Jane Benita Setya Putri Bethari Laksita Rahmania Luhri Sukoco Bimo, Muhammad Naufal Aryo Budi, Fenny Cania Prameswari Hadi Waluyo Dandy Ramadhan Dewa Gede Sudika Mangku Dias Rahmadanti Diko Anggalih Utomo Diva Lufiana Putri Divya Aviva Marsyaf Djoko Wahju Winarno Djoko Wahju Winarno Eistetika Sari Ekawati, Margareta Dany Elfira Damayanti Elias Yulio Kristiadi Elindia Munarwan, Alexandra Winona Elizabeth Devina Putri Eloi Turnip Endah Andriyani Fachry, Muhammad Rizqon Fairus Hasna Faisal Ary Justiawan Fajar Dwi Romadhon Fajar, Sukmajati Fanny Fernian Yahya Artikasari Favian Rajendra Ananta Putra Febriyanti, Nabila Fines Fatimah Firman Setiabudi Fitira, Annisa Flora Camellia Gustiaji Gustiaji Hadhika Afghani Imansyah Hadhika Afghani Imansyah Hawina Romli Hawina Romli Hermawan, Sapto Hidayati, Mutiara Resky Husna, Tsabbita Ahmilul Husodo, Jadmiko Anom I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani Imansyah, Hadhika Afghani Indah Gultom, Cahaya Purnama Irawan, Armalia Berlinda Irfannul Ulum Irkham Bagus Prasetia Isharyanto Isharyanto Isharyanto Ismawati Septiningsih Itok Dwi Kurniawan Jaelani, Abdul Kadir Jauhara Berliana Aziza Putri Jomastin Hegel Siringoringo Jonatan Christo Karenina Maria Tavarez Kartika Cahyaningtyas Kenita Rizki Ayutama Khafida Nur Azizah Klaudius Fabian Pramana Putra Kristiadi, Elias Yulio Kurniawan, Ramadhan Laksono Trisnantoro Laksono, Farmasinta Setyaning Lamentira, Stephanie Larasati Dwina Kinanti Lego Karjoko Lego Karjoko Lego Karjoko Lego Karjoko Leni Sasmita Sari Lintang Aprilia Lintang Rayi Lufiana Putri, Diva Lutfi Afifah Machfudz, Drifarrosa Aisy Aufanuha Mahendra Paksi Panji Tetuko Marchelyno Krishna Surya Putra Darma Maria Tavarez, Karenina Marsyaf, Divya Aviva Ma’rufin, Muhammad Zainul Meine Van Noordwijk Milenia La Viola Signorita Monika Diah Maharani Kusumastuti Muhammad Faiz Muhammad Fikri Haikal Muhammad Irfan Muhammad Zaid Tsabit Mulyanto Mulyanto Munarwan, Alexandra Winona Elindia Mustika Wararatna Nadia Nurul Aini Nadia Sekarsari Nadya Priscilla Wibowo Nadya Puteri Nur Utomo Najicha, Fatma Ulfatun Najwa Syifa Radzakani Nanda Putri Ariska Nela Khamrous Salwa Ni Putu Rai Yuliartini Nimas Ratu, Niosi Niosi Nimas Ratu Noor Saptanti Nugroho, Asianto Nuzula Firda Sa'adhati Parakleyto Majma Al-Bahrayn Peregrita Phalida Setyaningrum Pius Triwahyudi Priscila Putri Haneswara Puji Wulandari Kuncorowati Purwono SR Purwono Sungkowo Raharjo Purwono Sungkowo Raharjo Putranto, Muqtadir Ghani Putri Febrianawati, Nita Putri Nursanti, Yunita Putri, Amalina Ghaisani Putri, Benita Setya Rachmadita Sheila Alikaputri Rachmadita Sheila Alikaputri Raharjo, Purwono Sungkowo Ramadhan Kurniawan Ramadhan, Riangga Ferbi Refiana Adista Riyanto Retna Nurhidayah Reza Octavia Kusumaningtyas Rezhar Agustina Wibiningtyas Riyanto, Refiana Adista Rizqiaranti Salsabila Robbani, Anila Romli, Hawina Rosita Candra Kirana Rosita Candrakirana Rosita Candrakirana Rosita Candrakirana Roslila Anggraeni Rosyda Saniyya Ishlaha S A Ningrat Dwi Putri K Sahat Poltak Siallagan Salma Jane Benedicta Salsabila, Putri Balqis Sambas Basuni Sapto Hermawan Sapto Hermawan Sapto Hermawan Sapto Hermawan Sapto Hermawan Sari, Destya Permata Sava, Farrel Ridho Ian Seruni Aqila Haya Setiabudi, Firman Shinta Dwi Destiana Shofi, Zalfa Dhea Fairuz Sisma, Annisa Fianni Siti Ashira Salvina Day Sobirov, Bobur Baxtishodovich Sonia Damayanti Sitompu Sudjudiman, Haikal Narendra Suryono, Arier Syainindita, Saraswati Asa Thesalonika Vega Puspa Agatha Thoriq Nurwahid Tinita Kesait Toif Fadzoli Tri Wijaya, Aditya Ulfatun Najicha, Fatma Utkarsh K Mishra Waluyo Waluyo Waluyo Waluyo Waluyo Waluyo Waluyo Waluyo Warsito Warsito . Wasis Sugandha Weningtyas, Annisa Wibiningtyas, Rezhar Agustina Wida Astuti Wida Astuti Wida Samsi Yudani Widyasari Rizki Ananda Rahmadewi Winarno MS SH Budyatmojo Yarifa Nurul Huda Yoga Yuniadi Yosi Argenta, Aulia Yunita Putri Nursanti Yunitya Hilda Natasya Zalfa Dhea Fairuz Shofi