Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Era Pembelajaran Daring: Kesadaran Akan Jati Diri Anak Asli Papua yang Berubah Hetwi Marselina Saerang; Herry Sumual; Eli Jeini Usoh; Viktory Nicodemus Joufree Rotty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.229 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i5.12054

Abstract

Merebaknya virus covid-19 atau lebih dikenal dengan corona mengguncangkan semua sendi kehidupan termasuk pendidikan di atas Tanah Papua. Virus ini tidak memandang usia, pangkat, jabatan. Apa pun dia, siapa pun dia, semua memiliki peluang untuk terserang. Virus ini memaksa kehidupan sosial harus berubah, termasuk metode pembelajaran yang mengantar orang asli Papua mengalami perubahan paradigma kehidupan. Selama ini, pendidik di Papua selalu menggunakan metode pembelajaran konvensional, yaitu tatap muka di kelas antara guru dengan murid atau dosen dengan mahasiswa. Proses pembelajaran, diskusi, tanya-jawab, dan bimbingan semua berlangsung tatap muka. Sekarang harus menggali diri kepada metode belajar dalam jaringan atau disingkat daring (online). Lompatan itu bukanlah berarti apa-apa untuk dunia Pendidikan di Tanah Papua, terutama bagi tenaga pengajar yang masih muda-muda, karena mereka memang generasi yang tumbuh pada era digital atau jaringan. Sementara tenaga pengajar yang sudah lanjut usia dipaksa harus berlari menyesuaikan diri dengan cara baru itu. Walaupun tampak kedodoran, mereka harus siap untuk ikut perubahan. Bagaimana dengan pendidikan tingkat dasar, seperti SD dan SMP apalagi di daerah pedalaman? Tentu saja akan seru sekali jadinya karena pembelajaran daring di samping diperlukan kemampuan mengoperasionalkan jaringan dengan perangkatnya, juga harus dibekali pedagogi daring, sebab pedagogi daring sendiri belum menjadi bahan baku pembelajaran selama ini. Untuk tingkat SD masih sedikit tertolong karena orang tua mereka, terutama ibu-ibu, selalu mendampingi anaknya belajar. Walaupun orang tuanya tidak begitu menguasai penggunaan perangkat, mereka masih bisa diajak bekerja sama untuk membimbing anak-anaknya. Akan tetapi, menjadi persoalan tersendiri bagi anak-anak, bahwa ternyata tidak semua ibu bisa menjadi pendamping yang baik bagi anak-anaknya. Bahkan, cara ibunya mengajar membuat mereka tertekan secara psikologis, malah ada yang berontak dengan membuat puisi agar corona cepat berlalu supaya bisa bertemu guru. Sementara itu, guru SMP dan SMA mengeluh karena ada topik-topik tertentu yang sulit didaringkan. Alasannya, transformasi kognisi bisa dilakukan dengan daring, sementara transformasi afeksi masih banyak kendala yang dihadapi. Tentu ini merupakan tantangan tersendiri antara guru dan murid yang sudah beda zaman dan tantangan. Media daring menjadi titik perubahan jati diri dan system pembelajaran.
Co-Authors Agustinus Takaredase Alfrina Mewengkang Andro Ruben Runtu Angga Saputra Gonibala Arje Cerullo Djamen Ayu Lestari Bagit, Ifrandi Beatrix J. Podung Beatrix Jetje Podung Billy M.H. Kilis Binar Kurnia Prahani Calvin Mamahit Charnila Desria Heydemans Christian, Jessicha Cianlii D.R. Tiwow Claudio Sanger, Oliver Cosmas Poluakan Daniel Riano Kaparang Daniel Riano Kaparang Djami Olii Donal Mateos Ratu Dondokambey, Rainier N Dondokambey, Robby Donsu, Veren Anggita Anjeli Dotulong, Reza A W Eddy Kembuan Eli Jeini Usoh Elni Usoh Emelia Kaseroan Fientje J.A. Oentoe Fientje J.A. Oentoe Fivy Andries Fradel R. Sigar, Verry R. Palilingan, Mario T. Parinsi Fransiska Makaliwe G.J. Soputan Gledis Sonia Rosaline Mamuaya Gloria Ester Verelin Walewangko Gonibala, Angga Saputra Gontah, Reggiana Agnesia Grace Cillya Legesang Grace Jenny Soputan Hendro Maxwell Sumual Henny N. Tambingon Hetwi Marselina Saerang Hetwi Marselina Saerang Heydemans, Charnila Desria I Dewa Ayu Eka Widyadari I Gusti Ayu Mirahyanti Ifrandi Bagit Ihcwan Malah Jeferson Yalindua Jeffry Sony Junus Lengkong Jenny Nancy Kaligis Jessicha Christian Jimmy Waworuntu Josly Tintingon Joulanda A. M. Rawis Julyeta Paulina Amelia Runtuwene Kambu, Kornelius Kaparang, Maria Wihelmina Kapoh, Timothy Waraney Kaseroan, Emelia Keith Francis Ratumbuisang Kembuan, Eddy Ketsia Theresia Zeke Kolopita, Nurani Koloway, Robyn Kumajas, Victor Nomel Landy Thomas Edison Sigar Latif, Nirwan Abd Liando, Olivia Eunike Selvie Lihart Lumapow Liow, Evans S. Listriyanti Palangda Luwsi Nilam Luwunaung Luwunaung, Luwsi Nilam Makaliwe, Fransiska Malah, Ihcwan Mamuaya, Gledis Sonia Rosaline Manawan, Stelly Viane Margareta Oktavia Sumilat Mario Tulenan Parinsi Marius Yoseph Lahea Maru, Gideon M. Mercylia Jillsy Miranda Moningkey Merriam Listiany Modeong Mintjelungan, Marthinus Maxi Mirahyanti, I Gusti Ayu Molo, Renaldy Ryan Guntur Mosey, Samuel Harry Mozes Markus Wullur Ngosiem, Yeremias Nirwan Abd Latif Nurani Kolopita Orbanus Naharia Pabara, Arauna Rangan Palilingan, Ronny Palilingan, Verry Ronny parabelem tinno dolf rompas Pardanus, Rudy Harijadi Wibowo Peggy Veronica Togas Pontoh, Suiling Quido Conferti Kainde Rambitan, Maya C. Rattu, Olviane I. Ratumbuisang, Keith F Reggiana Agnesia Gontah Rianto, Indra Rinny Rorimpandey Rivildy Joevinglie Gregorbermy Tanus Robyn Koloway Rolles N. Palilingan Rolles Nixon Palilingan Ronga, Wendhel Rotty, Victory N.J. Rotty, Viktory Nicodemus Joufree Rudy Harijadi Wibowo Pardanus Runtunuwu, Veren Vestirsa Ruth Sriana Umbase Sauyai, Stanly F M Shelty D. M. Sumual Sigar, Landy Thomas Edison Sompotan, Grace J. Sompotan, Grace Jenny Sondy C. Kumajas Sumual, Tinneke E. M. Supit, Yessi Afrilia Takaredase, Agustinus Tamboto, Hendry Tanus, Rivildy Joevinglie Gregorbermy Taroreh, Olvian Tendean, Sherly D. Teruna, Ilyas Theno, Ignatius Rudi Trudi Komansilan Veren Anggita Anjeli Donsu Veren Vestirsa Runtunuwu Viktory Nicodemus Joufree Rotty Viverdy Memah Wendhel Ronga Wensi Ronald Lesli Paat Widyadari, I Dewa Ayu Eka Wongkar, Meytha Meyske Wuwungan, Hansje T. Yalindua, Jeferson Yessi Afrilia Supit Zafitra, Fadel