p-Index From 2021 - 2026
13.225
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Ilmu Administrasi Publik Avatara Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Al-Kimia ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Jurnal Basicedu JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Jurnal Artefak International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran The Indonesian Journal of Social Studies Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Syntax Transformation Jurnal Tinta: Jurnal Ilmu Keguruan dan Pendidikan Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Farmasi SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal DiMas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Media Farmasi Indonesia Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dedikasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Basicedu Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Ezra Science Bulletin International Journal of Emerging Research and Review PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas Jurnal Akademika Kimia Journal of Education Technology and Inovation EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Abisatya Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi
Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Perilaku Seksual Anak Terpapar Pornografi Usia Sekolah Dasar dan Dampaknya Terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Kasus pada Siswa Sekolah Dasar di Surabaya) Luthfiyatin, Luthfiyatin; Suprijono, Agus; Yani, Muhammad Turhan
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v4i2.5280

Abstract

Abstrak: Kecanggihan teknologi memberikan pengaruh terhadap kalangan. Kebebasan dalam mengakses konten pornografi memiliki dampak krusial bagi kalangan remaja dan anak-anak. Meningkatnya kasus kejahatan seksual anak baik menjadi pelaku maupun korban menjadi salah satu masalah yang harus dipecahkan penanganannya oleh banyak pihak. Pemecahan ini merupakan tanggungjawab pemerintah, pemangku pendidikan, serta orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif diskriptif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perubahan perilaku seksual anak usia sekolah dasar yang telah terpapar konten pornografi, bentuk penanganan guru kelas dan orang tua serta dampaknya pada hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mulai mengkonsumsi video porno kelas 2 SD dengan bentuk perubahan perilaku sering terbayang-bayang atau berimaginasi isi video porno, menyentuh bagian sensitif teman lawan jenis, melakukan onani baik telah mengeluarkan sperma maupun tidak. Bentuk penanganan guru kelas diantaranya konseling, membangun komunikasi, kolaborasi dengan orang tua, dan kontrol perilaku. Bentuk penanganan orang tua diantaranya memberikan kegiatan positif, membatasi pertemanan, membangun komunikasi dua arah, pendekatan agama serta kolaborasi dengan guru kelas. Konten pornografi berpengaruh terhadap fokus belajar tetapi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar.Kata Kunci: Perilaku Seksual, Konten Pornografi, Hasil BelajarAbstract: Sophisticated technology increasingly showed the big influence to many people. Freedom to access pornographic content has a crucial impact on youth and children. The increase in cases of child sexual crimes, both perpetrators and victims that is one of the problems that must be solved by many parties. This solution is the responsibility of the government, education stakeholders, and parents. This research was a descriptive qualitative research with a case study approach that aimed to identify forms of sexual behavior changes in elementary school-age children who have been exposed to pornographic content, forms of handling classroom teachers and parents and their impact on student learning outcomes. Data collection was done through in-depth interviews and documentation. The results showed that children began to consume porn videos are in second grade of elementary school with a form of behavior change often shadowed or imagined the contents of pornographic videos, touching sensitive parts of the opposite sex, doing masturbation either had sperm or not. Forms of classroom teacher handling include counseling, building communication, collaboration with parents, and behavioral control. Forms of handling parents include providing positive activities, limiting friendships, building two-way communication, religious approaches and collaboration with classroom teachers. Pornographic content affected the focus of learning that did not show a significant effect on learning outcomes.Keywords: Sexual Behavior, Pornographic Content, Learning Outcomes
Analisis Makna Simbolik dan Nilai-Nilai Motif Batik Jetis Sebagai Implementasi Etnopedagogi untuk Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila Anindya, Salsa; Yani, Muhammad Turhan; Sarmini, Sarmini; Suprijono, Agus
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3943

Abstract

Urgensi penelitian ini ialah pentingnya memanfaatkan budaya lokal Indonesia untuk penguatan pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui makna simbolik pada motif batik jetis sebagai etnoedagogi masyarakat Sidoarjo, 2) Mengetahui nilai-nilai pada motif batik jetis sebagai etnopedagogi masyarakat Sidoarjo, 3) Mentransformasi makna simbolik dan nilai pada motif batik jetis dalam penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan menggunakan studi literatur dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Lebih jelas, studi literatur yang digunakan ialah jenis systematic literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik jetis memiliki beberapa motif yang mengandung nilai kerja keras, peduli lingkungan, kejujuran, cinta damai, mandiri, keindahan, dan kesetiaan. Nilai batik jetis tersebut berkaitan dengan nilai karakter profil pelajar Pancasila yang meliputi: 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) Mandiri, 3) Bergotong-royong, 4) Berkebinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif. Hubungan antara nilai pada motif batik jetis dengan nilai karakter profil pelajar Pancasila kemudian ditransformasikan ke dalam pembelajaran IPS materi keragaman sosial budaya di Masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU TRADISIONAL DI KWT MULYA SEJAHTERA, RW 1, PLALANGAN, GUNUNGPATI, SEMARANG Hesti Wulan S., A. Ariani; Suprijono, Agus; Susanti, Eka; Rininingsih, Uning; Adityasmara, Dhimas
Jurnal Dimas Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.236 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v1i1.3

Abstract

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atauherbal. Hal ini disebabkan karena jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan sepertirimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit batang, dan buah. Obat Herbal harus berasal dari tumbuhan (nabati)misalnya jahe, temulawak, kunyit, bawang putih, ginseng dan lain-lain. Ada juga menggunakan bahan dari tubuhhewan, seperti empedu kambing, empedu ular, atau tangkur buaya. Seringkali kuning telur ayam kampung jugadipergunakan untuk tambahan campuran pada jamu gendong. Jamu merupakan minuman herbal khas Indonesia.Jamu biasanya terdiri dari berbagai jenis tanaman herbal dan rempah pilihan yang murni diambil dari saripatitumbuhan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis). Jamutradisional nggak kalah manfaatnya dengan obat-obatan di apotek. Malah, jamu tradisional lebih alami dan bisaturut serta merawat warisan bangsa kitaKesadaran masyarakat RW 1, Plalangan, Gunungpati, Semarang obat-obatan herbal tradisional sekarang inisemakin tinggi. Dari situ kemudian muncul semangat bahwa masyarakat ternyata memerlukan obat-obatantradisional dengan cara membuat sediaan jamu tradisional tersebut dari tanaman-tanaman obat yang bisa ditanamdipekarangan rumahnya. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 35 anggota KWT Mulya Sejahtera. Pendekatan yangdigunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipasif, sedangkan metode yang diterapkan adalahpendampingan pembelajaran orang dewasa. Kegiatan pengabdian diawali dengan pemaparan tentang beberapa jenissediaan dan tata cara pembuatan jamu tradisional. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan jamutradisional antara lain jamu instan dan es krim jamu. Dari kegiatan pengabdian ini masyarakat menjadi lebih pahampembuatan sediaan jamu tradisional sehingga ketrampilannya meningkat dan meningkatkan produkstivitas danekonomi masyarakat.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMANFAATAN TANAH PEKARANGAN MENJADI TOGA, KWT MULYA SEJAHTERA, RW 1, PLALANGAN, GUNUNGPATI, SEMARANG Suprijono, Agus; Suwarmi; Harni Pebriani, Tris; Kresnawati, Yani
Jurnal Dimas Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.236 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v1i1.4

Abstract

Obat herbal adalah obat yang bersifat organik atau alami yang murni diambil dari saripati tumbuhan yangmempunyai manfaat untuk pengobatan, tanpa ada campuran bahan kimia buatan (sintetis) dan tanpa campuranhewan. Obat Herbal harus berasal dari tumbuhan (nabati) misalnya jahe, temulawak, kunyit, bawang putih, ginsengdan lain-lain. Kesadaran masyarakat RW 1, Plalangan, Gunungpati, Semarang obat-obatan herbal tradisionalsekarang ini semakin tinggi. Dari situ kemudian muncul semangat bahwa masyarakat ternyata memerlukantanaman-tanaman obat yang bisa ditanam dipekarangan rumahnya. Warga di desa tersebut memerlukanpengetahuan tentang tanaman obat yang perlu ditanama di pekarangannya dan juga perlu mengetahui tentang jenisjenispenyakit yang ada dimasyarakat dan mengetahui tanaman obat apa saja yang dapat digunakan untukmengobati penyakit-penyakit tersebut. Kegiatan juga memberi penjelasan tentang pemanfaatan pekarangan menjadikebun TOGA. Kegiatan PKM melibatkan 35 anggota KWT Mulya Sejahtera. Pendekatan yang digunakan dalamPKM ini adalah pendekatan partisipasif, sedangkan metode yang diterapkan adalah pendampingan pembelajaranorang dewasa. Kegiatan PKM diawali dengan pemaparan tentang beberapa jenis penyakit yang sering terjadidimasyarakat antara lain batuk, diare, masuk angin dan pemanfaatan beberapa tanaman obat untuk penyakitpenyakittersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan diakhiri dengan penyerahan bibit-bibit tanamanobat dan penanaman tanaman obat keluarga di pekarangan warga. Dari kegiatan PKM ini masyarakat menjadi lebihpaham akan manfaat beberapa tanaman obat keluarga terhadap beberapa macam penyakit dan mengerti tata carapemanfaatan pekarangan menjadi kebun tanaman obat keluarga.sehingga dapat meningkatkan efektifitaspekarangan rumah.
Pembuatan Masker Peel-off Buah Naga di Dusun Demungan, Tuntang, Kabupaten Semarang Sulistyarini, Indah; Hesti W, Ariani; Susanti, Eka; A, Dhimas; Harni, Tris; Kresnawati, Yani; Suprijono, Agus; Suwarmi; Rininingsih, Uning; Martha C, Intan
Jurnal Dimas Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.382 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i1.24

Abstract

Dusun Demungan memiliki salah satu hasil kebunnya adalah buah naga merah, buah ini hanya dijual dalam bentuk buah segar. Penduduk Dusun Demungan memiliki penduduk remajaputri dan ibu muda yangcukup banyak, di saat pandemic Covid-19 memerlukan tambahan kegiatan yang dapat menamabah penghasilan dan ketrampilan yang dapat dikerjakan dirumah. Kegiatan yang diusahakan menggunakan alat yang sederhana, mudah mengerjakannya tetapi memenuhi unsur hygiene. Sediaan kosmetik yang mudah dibuat yaitu masker peel off. Masker ini bertujuan untuk mengangkat sel-sel yang mati, untuk antiaging, mengatasi sunburn dan menjaga kelembaban kulit. Basis masker yang dipakai adalah PVA, HPMC dan propilen glikol. Pemanfaatan buah naga dengan cara dibender. Pengabdian dilakukan dengan cara edukasi secara langsung dengan warga meliputi penjelasan manfaat buah naga, pengetahuan tentang macam-macam sediaan kosmetik, dan cara pembuatan masker. Alat yang dipakai disesuaiakan dengan keadaan Dusun Demungan tetapi masih sesuai unsur hygiene. Pada pengabdian kepada masyarakat ini peserta dibatasi karena menjaga protocol kesehatan karena dilakukan saat pandemic Covid 19, namun antusiasme peserta bagus sekali. Setelah 2 mgg pelatihan, warga setempat sudah mulai membuat sediaan masker pell off sendiri yang diedarkan di kalangan warga setempat. Pengabdian di Dusun Demungan sangat bermanfaat bagi warga setempat
Pemanfaatan Jahe untuk Suplemen Kesehatan di Dusun Demungan, Kab. Semarang Wulan, Hesti; Kresnawati, Yani; Sulistyarini, Indah; H.P., Eka; Adhityasmara, Dhimas; Harni, Tris; suprijono, Agus; Martha Cahyani, Intan; Suwarmi, Suwarmi
Jurnal Dimas Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.976 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v3i2.25

Abstract

Masa pandemic Covid-19 dibutuhkan tambahan kegiatan masyarakat untuk menopang ekomoni masyarakat. Pada masa ini juga diperlukan suplemen yang dapat untuk meningkatkan imun keseharan masyarakat. Jahe salah satu herbal yang sudah banyak dikenal dan ditanam masyarakat. Ada 3 jenis jahe, yaitu jahe gajah, emprit dan merah. Jahe yang banyak ditanam di Dusun Demungan adalah jahe emprit. Salah satu pengolahan jahe yang ditawarkan pada pengabdian masyarakat ini adalah mengolah menjadi serbuk instan dan syrup. Sediaan ini mudah cara pembuatannya dan menggunalan alat yang sederhana. Penggunaan sediaan ini juga mudah digunakan, dapat langsung diseduh dengan air panas maupun air dingin. Pengabdian masyarakat ini dilakukan langsung tatap muka dengan warga dengan mempertimbangkan Prokes Covid-19 dengan metode penyuluhan dan demontrasi. Warga diajarkan proses pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, sampai pada pengemasan sediaan. Alat-alat yang dipakai disesuaikan dengan alat-alat yang dimiliki warga (secara tradisional). Dengan kegiatan pengabdian ini antusiasme warga sangat baik, dan ada keinginan untuk membuat UMKM, untuk pengemasannya warga dapat memakai kemasanyang banyak dijumpai dan kemasan yang higinis. Pengolahan sediaan ini juga dapat menambah ekonomi warga, karena sumber bahan simplisia yang tersedia melimpah, alat yang tidak membutuhkan investasi
Pemanfaatan Kulit Buah sebagai Bahan Baku Eco-enzym di Dusun Demungan Pebriani, Tris Harni; Hesti Wulan S, A. Ariani; Susanti Hanhadyanaputri, Eka; Sulistyarini, Indah; Martha Cahyani, Intan; Suwarmi; Kresnawati, Yani; Suprijono, Agus; Adhityasmara, Dhimas
Jurnal Dimas Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v4i2.43

Abstract

Pengelolaan sampah menjadi tanggungjawab bersama antara apparat Desa, warga masyarakat maupun penggiat lingkungan hidup. Dusun Demungan merupakan salah satu dusun di Desa karanganyar Kec. Tuntang, Kab. Semarang yang warganya sebagian besar adalah petani, hasil kebunnya salah satunya adalah buah dan sayur. Jika musim panen sampah akan bertambah dan pengolahannya hanya ditimbun dengan tanah sebagai kompos yang membutuhkan tempat dan waktu yang lama. Pengolahan sampah yang dikembangkan dengan metode pemanfaatan sampah sebagai sumber daya alam dan penghasil energi salah satunya dengan pembuatan Eco enzym. Produk ini dapat dimanfaatkan untuk pembersihan lingkung, pembersih seperti desinfektan, maupun sebagai pupuk organik. Pengolahan sampah ini hanya memakai kulit buah; gula:air dengan perbandingan: 3;1:10. Tempat yang digunakan tidak membutuhkan tempat banyak, dan dapat menggunakan sampah anorganik seperti bekas botol minuman mineral, ember benas cat. Eco enzym dapat dikatakan berhasil jika berbau alkohol, agak asam dengan pH dibawah 4, berwarna coklat keruh. Bahan gula dan jenis kulit buah mempengaruhi kualitas dan kuantitas Eco enzym. Manfaat yang bisa diperoleh pada pembuatan Eco enzym ini adalah untuk pencuci pupuk, pencuci sayur, handsanitizer, pembersih lantai. Kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke semua dusun di desa Karanganyar agar pengolahan sampah dapat maksimal dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Antioxidant Activity Test of Ethanolic Extract of Tempuyung Leaves (Sonchus Arvensis L.) Based on Linoleic - Thiocyanic Method Suprijono, Agus; Sulistiani, Dian; Purwadi, Sarosa
Jurnal Akademika Kimia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2023.v12.i2.pp116-122

Abstract

Free radicals chemically have free electrons, free radicals tend to take electrons from other molecules, which then give rise to abnormal compounds. Antioxidants are substances that can delay or prevent free radical oxidation reactions in lipid oxidation. Tempuyung leaves contain flavonoids which can act as antioxidants. This research aims to determine the antioxidant activity of the ethanol extract of tempuyung leaves using the linoleic-thiocyanate method and to determine the total phenolic and total flavonoid content using the Folin-Chiocalteu reagent method. The results showed that the ethanol extract of tempuyung leaf extract had antioxidant activity. Percentage of antioxidant activity of 10 % extract = 82.91 %, 5 % extract = 70.07 %, 1 % extract = 57.70 %, Vitamin E 1 % = 70.2 1%. Total phenolic content of 10% extract = 0.48 %, 5 % extract = 0.25 % and 1 % extract = 0.04 %. The total flavonoid content of the extract is 10 % = 0.14 %, 5 % extract = 0.07 %, and 1 % extract = 0.02 %. Pearson correlation test showed that phenolic and flavonoid compounds greatly influenced the antioxidant activity of the ethanol extract of tempuyung leaves.
Peran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Dalam Penguatan Sikap Pluralisme Siswa Di SMPN 4 Kediri Masruroh, Siti; Setyawan, Katon Galih; Suprijono, Agus; ., Sarmini
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v3i1.51460

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena kurangnya rasa saling menghargai dan bertoleransi pada siswa terutama dengan teman sebaya yang berbeda latar belakang agama akibat dari adanya pembelajaran jarak jauh saat pandemi Covid-19, maka dari itu peran guru ilmu pengetahuan sosial sangat diperlukan untuk menguatkan sikap pluralisme siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran guru ilmu pengetahuan sosial dalam penguatan sikap pluralisme siswa, faktor apa saja yang mendukung bagimana peran guru ilmu pengetahuan sosial, dan faktor apa yang menghambat hal tersebut. Penelitian dilaksanakan di SMPN 4 Kediri. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru telah cukup baik dalam mendidik dan memotivasi siswa guna menguatkan sikap pluralisme. Terdapat beberapa hal yang dilakukan oleh guru ilmu pengetahuan sosial agar terbentuk sikap saling menghargai dan toleransi antarsiswa. Hal ini juga didukung oleh beberapa faktor diantaranya adalah lingkungan sekolah yang kondusif agar siswa dapat secara langsung belajar bagaimana bersikap pluralisme. Akan tetapi disamping itu terdapat faktor penghambat guru ilmu pengetahuan sosial dalam penguatan sikap pluralisme, diantaranya jam belajar yang terbatas akibat adanya pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia dan hal ini membuat kegiatan pada sektor pendidikan masih sangat terbatas.
Analisis kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) kepada guru IPS di Sidoarjo Maulana, Yudistira Rizki; Prasetya, sukma Perdana; Suprijono, Agus; Marzuqi, Muhammad Ilyas
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 3 No. 2 (2023): Issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/penips.v3i2.54634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Pembelajaran IPS yang dapat memotivasi pelajar untuk bisa memecahkan masalah yang ada dan Menerapkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri, mereka juga menerapkannya dalam konteks yang relevan dan dapat meningkatkan pemikiran kritis, mendorong inisiatif pelajar di sekolah, mendorong motivasi internal untuk belajar dan mengembangkan hubungan interpersonal didalam kerja kelompok dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis agar pelajar dapat meningkatkan keberhasilannya dalam memecahkan masalah dunia nyata, khususnya di abad ke-21. Berdasarkan latar belakang pada masalah yang dipaparkan, peneliti bermaksud melakukan penelitian yang berjudul Analisis kemampuan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) kepada pendidik IPS di Sidoarjo . Menentukan jenis-jenis data yang akan peneliti gunakan merupakan pendekatan kualitatif. Tujuan pendekatan kualitatif pada hakekatnya adalah suatu metode yang dihubungkan dengan pemaknaan atau interpretasi terhadap fenomena atau gejala yang diakibatkan baik oleh pelaku maupun perbuatannya. Interpretasi yang lebih dalam dari fenomena ini membutuhkan metode pengumpulan data yang berbeda secara signifikan dari metode penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil wawancara berkelanjutan dengan berbagai pengalaman mengajar 6-39 tahun. Berdasarkan pendapat responden atas pertanyaan yang diajukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa tenaga pendidik dengan pengalaman mengajar yang minim mampu beradaptasi dengan metode pengajaran yang dilakukan. Melanjutkan penggunaan bantuan teknis untuk menyelesaikan tugas lebih menarik dan lebih baik jika kita menganggap bahwa tenaga pendidik yang sudah lama mengajar baru terbiasa menggunakan pembelajaran berbasis teknologi. dan ada juga tenaga pendidik yang menggunakan aplikasi video edukasi untuk menarik perhatian siswa agar mudah memahami dan memahami materi yang dijelaskan oleh tenaga pendidik. Dan panjang atau pendek, berapa lama mereka mengajar, mereka menggunakan metode ini dengan kurikulum yang sama, sehingga tidak ada perbedaan keterampilan tenaga pendidik
Co-Authors , LINDRIASTUTI ., Sarmini A, Dhimas Achmad Dicky Setyawan Adityasmara, Dhimas Agung Stiawan Ajeng Ulima Athaillah Kelana Ali Imron AMINUDDIN KASDI Anam Miftakhul Huda Anindita Surya Mahanani Anindya Rukmamaya Argiyanti Anindya, Salsa Anis Nurhayati Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Ariani Hesti Wulan Arif, Syahrizal Artatila, Mayangsari BAYU SEGARA PUTRA, GEDE Budi Utomo, Anang Corry Liana Damayanti, Tifani Aviva Defit Ekawati Dety Purwantini Dhimas Adhityasmara Dian Ayu Larasati Dias Alvy Pratama Dinar Rizky L Dinar Rizky Listyaputri Djahilape, Sari R. Durrotun Nafisah DWI MEKARSARI, RIRIS Dyah Pratiwi, Arini DZATIYAH HUDA, MAHBUB Eka Susanti EM, Uning Riningsih Ervina Halit Fahmi, Muhammad Qoiri Faiza, Maya Nurani Fajar Wulan Lestari Fery Ardiansyah Muzaki Fika Anggreini GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL H.P., Eka Hanandi, Afwin Hanhadyanaputri, Eka Susanti Hanugalih Hanugalih, Hanugalih Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Harni Pebriani, Tris Harni, Tris Hendra Sukmana HENDRATNO Henri Perwira Negara, Henri Perwira Hesti W, Ariani Hesti Wulan S, A. Ariani Hesti Wulan S., A. Ariani Hesti Wulan, Hesti Hidayat, Rachmad Agus Indah Sulistyarini INDARTI Indra Tejamukti Inna Walidiina Khansa Intan Martha Cahyani, Intan Martha Irfana Nuril Fadhilah Ita Mardiani Zain IZZATUL FAJRIYAH Jacky, M Jacky, M Jingga Ayu Pitaloka Jon Abraham Lalang Yame Ketut Prasetyo Khakim, Moh Lukman KHASANAH, ISWATIN Khasanah, Luthfiyatul Kresnawati, Yani Kurnia Imtichatus Sholichah Kusni Kusni Kusnul Khotimah Layinatul Latifah Lina Roesmawati Luthfiyatin, Luthfiyatin M Jacky M Jacky M. JACKY M. Jacky M. Turhan Yani Maghsyuroh, Risdyah Khurum Mahanani, Anindita Surya MALIK HADI PRAJA, NUR Martha C, Intan Martha Cahyani, Intan Marzuqi, Muhammad Ilyas Maskur, Rini Maulana, Yudistira Rizki MAYA MUSTIKA KARTIKA SARI, MAYA Maya Nurani Faiza Mega Fatimah Rosana Mega Rita Santi Wardhani Melisa Melisa Mohamad Sulthoni Mohammad Hanif Ihsan Mohammad Iqbal Ramdhani Mufid, M. Khoirul Annas Waladul Muhammad Ilyas Marzuqi Muhammad Qoiri Fahmi Muhammad Turhan Yani Muttaqien, Arif Rahman Na'imah, Zaidatun Nandawati, Almania Nasution, Nasution NINDA LAILATUL FAIDA, PUTRI Niswatin Nuansa Bayu Segara Nugroho Hari Purnomo NUR AFIFAH, IMROATUN NUR AINI, SHEERLY Nur Azizah Nur Azizah Dwiyani Nur Habibah NUR TARSILA, HANIF Nur Zakiyatul Fakhiroh Nurasita, Putri Intan NURHAMIDIN, FAUZAN Nurhayati, Anis Pebriani, Tris Harni Pirana Rachma Sari Prastiyono, Hendri Prastyono, Hendri Pratama, Cindy Arinda Diah PUJI RAHAYU, EGA Purwadi, Sarosa PUTRI HIDINIA, DELLA Rachmad Agus Hidayat Raden Mohamad Herdian Bhakti Rendianto, Fakrul Aldi Rendy A.P, Dwi Bagus Rininingsih, Uning Riyadi Riyadi Roesmawati, Lina Roesminingsih Roesminingsih Roesminingsih, Roesminingsih Rusmi, Salsabila Rafidah Ulfah Salsa Anindya Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Sarmini Selta Agatha Z, Vicky Septina Alrianingrum Setyawan, Katon Galih Setyo Trisnadi Shafa Rizqi Nabilah Silvi Nur Afifah Sindy Dwi Jayanti Siti Masruroh Sri Mastuti SUGENG HARIANTO Sugeng Harianto Sukma Perdana Prasetya Sulistiani, Dian Sulthoni, Mohamad Sumarno . Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Supriadi, Andika Susanti Hanhadyanaputri, Eka Suwarmi Suwarmi Suwarmi, Suwarmi Syahrizal Arif Syamsul Arifin Syawaldi, Rizky Bilal sylvia agustin Tejamukti, Indra Tiara Inas Salsabila Trisa, Yosi Trisa, Yosi Tsafinatun Najah Vito Cahya Misran W, Ariani Hesti Wahyu Setiawan Waspodo Tjipto Subroto Windika, Ivenna Salsa Wisnu Wisnu Wisnu Wisnu Wisnu, Mr Wiwik Sri Utami Wulan S., A. A. Hesti YOGA YULIYANTO, AFIF Yosi Trisa Yosi Trisa Yudianto, Galang Rizqullah Yuliatin Yuliatin Yuliatin yuliatin Yullia Susilaningtyas