Claim Missing Document
Check
Articles

The Mutual fund investment performance: Indonesia Sharia stock index as characteristics moderating model Azis, Musdalifah; Darmalaksana, Dedy; Suryaningsi, Suryaningsi; Jaafar, Muhammad Sukar
Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam Volume 10 No. 2, July 2024
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JEKI.vol10.iss2.art9

Abstract

Purpose – This study investigates how the Sharia stock price index influences the relationship between various factors, such as the expense ratio, portfolio turnover ratio, cash ratio, age, size, and characteristics of Sharia mutual funds, and their overall performance. Methodology – This study employed a quantitative descriptive research method to analyze 316 populations. Purposive sampling was used to obtain a total of 51 samples. We used research tools for data collection and SMART PLS 4 statistical software to analyze the collected data. Findings – The characteristics of ISSI-moderated mutual funds have a significant positive effect on the performance of Sharia mutual funds. To achieve better performance, investment managers must incur high costs in implementing active strategies. The more active the investment manager is in trading by looking at existing opportunities, the better the performance of the Sharia Mutual Funds. Implications – The implications of this research indicate that the movement of the Sharia stock price index can strengthen the positive causal relationship between several characteristics of Sharia mutual funds. The effects of Sharia mutual fund portfolio instruments, including shares, bonds, and deposits from the Sharia banking industry, also contribute to improving the performance of Sharia mutual funds in Indonesia.Originality – This study investigates the moderating role of the Sharia stock price index on several characteristics of Sharia mutual funds, including the expense ratio, portfolio turnover ratio, cash ratio, age of the mutual funds, and size of the mutual funds, in relation to their performance.
Analisis Program Kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan siswa di SMP Negeri 21 Samarinda Aprily, Fanisa; Bahzar, Moh.; Marwiah, Marwiah; Hardoko, Aloysius; Suryaningsi, Suryaningsi; Wingkolatin, Wingkolatin
Indonesian Journal on Education (IJoEd) Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v1i1.2

Abstract

OSIS merupakan organisasi sah di sekolah yang menjadi tempat bagi siswa untuk mengembangkan potensi keterampilan masing-masing siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program kerja OSIS dalam membentuk karakter kepemimpinan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik analisis data data mengunakan reduksi, pengumpulan data, display data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan terdapat tiga bentuk program kerja yang berpengaruh pada pembentukan karakter kepemimpinan siswa, yaitu LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) memberikan pengalaman langsung dalam kepemimpinan sehingga dapat membentuk karakter disiplin, percaya diri, tanggung jawab, dan berjiwa pemimpin, program kerja pembiasaan siswa di sekolah yang dapat menciptakan budaya disiplin, sopan santun, dan kepatuhan terhadap peraturan sekolah, dan program suara demokrasi dapat mengembangkan kesadaran politik, sikap demokratis, dan berpikir kritis.
Sosialisasi Hukum Pencegahan Tindak Kekerasaan dan Perilaku Bullying Pada Anak di TK ABA Samarinda Yulianingrum, Aullia Vivi; Suryaningsi, Suryaningsi; Alfina, Alfina; Kalsela, Wanda Frisilia
Parta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/parta.v4i2.4672

Abstract

Mengurangi penindasan (bullying) di sekolah merupakan perhatian utama para pendidik, orang tua, dan legislator. Kekerasan terwujud dalam berbagai cara, dan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kekerasan tingkat rendah atau mendasar mempunyai dampak yang besar terhadap lingkungan belajar di sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah dan pendampingan penanganan kasus secara face to face yang meliputi identifikasi kasus, sosialisasi, pemberian materi, pendampingan hukum, solusi, diskusi serta mediasi. Tujuan dari pengabdian adalah menyelesaikan sengketa antara orang tua/wali murid terhadap tindakan bullying oleh siswa penyandang pendampingan psikolog serta memberikan solusi damai antar para pihak yang mengalami konflik. Pengabdian ini menghasilkan bahwa pada kenyataannya bentuk perilaku bullying disertai kekerasan paling umum terjadi di sekolah saat ini dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan bentuk kekerasan yang lebih serius. Oleh karena itu, aspek penting dalam pencegahan kekerasan di sekolah adalah identifikasi dan penerapan intervensi ataupun strategi yang dirancang untuk mencegah atau mengurangi intimidasi di sekolah. Strategi pencegahan intimidasi praktis yang menargetkan berbagai tingkat (yaitu, individu, ruang kelas, dan sekolah) disediakan, dan pedoman praktik terbaik untuk menerapkan program pencegahan intimidasi di sekolah dengan banyak melakukan sosialisasi hukum dan parenting.
Kesenjangan Sosial di Daerah Pertambangan: Analisis Pemerataan Kesejahteraan berdasarkan Sila Keadilan Sosial Muhammad Sultan Febriantsyah; Marsya Esa Nur Islami; Adella Senra Aulia; Suryaningsi Suryaningsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36155

Abstract

Kegiatan pertambangan di Indonesia memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, tetapi pada saat yang sama juga memunculkan kesenjangan sosial yang tajam di wilayah sekitar tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakadilan yang timbul akibat aktivitas pertambangan, khususnya ketimpangan ekonomi, hilangnya sumber penghidupan tradisional, kerusakan lingkungan, serta lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan seperti pekerja perempuan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, analisis hukum, serta kajian yuridisempiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pertambangan sering kali memperbesar jurang sosial-ekonomi antara kelompok yang memperoleh keuntungan dan masyarakat lokal yang menanggung dampak negatif. Analisis berdasarkan nilai Pancasila menunjukkan bahwa: sila ketiga menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan sosial untuk menjaga persatuan, sila keempat menuntut dialog sosial yang inklusif dalam pengambilan keputusan, dan sila kelima menegaskan pemerataan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, penyelesaian kesenjangan sosial di daerah pertambangan membutuhkan kebijakan yang menekankan pada partisipasi masyarakat, keadilan distributif dan prosedural, serta perlindungan terhadap seluruh warga demi terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang adil.
Akses Perempuan Terhadap Sumber Daya Alam dan Pendidikan Lingkungan Anggraheni, Treisha; Ramadhania, Zamitah; Suryaningsi, Suryaningsi
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 1: Journal of Modern Social and Humanities, January 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i1.256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan perspektif perempuan terhadap pengelolaan sumber daya alam serta kontribusinya dalam pendidikan lingkungan di Kalimantan Timur. Melalui wawancara mendalam dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, penelitian ini menggali pandangan mengenai keterlibatan perempuan dalam upaya pelestarian hutan, satwa liar, dan pengelolaan kawasan konservasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui praktik-praktik berkelanjutan di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Selain itu, keterlibatan perempuan dalam pendidikan lingkungan turut memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam. BKSDA Kalimantan Timur menilai bahwa pemberdayaan perempuan dalam program konservasi dan pendidikan lingkungan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan pelestarian, karena perempuan merupakan agen perubahan dalam membangun perilaku ramah lingkungan. Dengan demikian, sinergi antara lembaga konservasi dan peran perempuan merupakan langkah strategis menuju pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dampak Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur Terhadap Partisipasi Perempuan Dalam Konservasi Alam: Studi Kasus Pandangan Staf BKSDA Juisa, Atika Aprilia; Kurnianingsih, Anggun; Suryaningsi, Suryaningsi
Journal of Modern Social and Humanities Vol. 2 No. 1: Journal of Modern Social and Humanities, January 2026
Publisher : Gema Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jmsh.v2i1.271

Abstract

Konservasi alam diakui sebagai pilar krusial pembangunan berkelanjutan, namun sering kali mengabaikan dimensi gender. Perempuan, yang memiliki pengetahuan ekologi lokal dan peran sentral dalam pengelolaan sumber daya, menghadapi hambatan struktural yang menghalangi partisipasi penuh mereka di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hambatan fasilitas dan infrastruktur yang dihadapi perempuan dalam kegiatan konservasi dari perspektif pemangku kepentingan institusional. Menggunakan metode "mini riset" kualitatif dengan pendekatan studi kasus ilustratif, penelitian ini melakukan wawancara mendalam dengan seorang staf perempuan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Wawancara ini dianalisis menggunakan kerangka teoretis berlapis yang mencakup ekofeminisme, kerangka Kebutuhan Praktis vs. Strategis (GAD) dari Moser, dan Sustainable Livelihoods Framework (SLF). Analisis tematik terhadap wawancara tersebut mengidentifikasi beberapa temuan kunci: (1) Keterbatasan infrastruktur dasar terutama toilet yang tidak layak dan sulitnya akses air bersih adalah hambatan nyata dan sering dialami perempuan saat melakukan kegiatan lapangan seperti patroli atau inventarisasi di daerah terpencil. (2) Hambatan mobilitas (transportasi) ke lokasi yang jauh juga menjadi tantangan signifikan yang direspons institusi dengan segregasi tugas berbasis gender. (3) Kebutuhan mendesak yang teridentifikasi adalah penyediaan "fasilitas ramah gender," dengan air bersih dan toilet sebagai prioritas utama. (4) Ditemukan pula bahwa perempuan sudah berperan vital dalam konservasi, khususnya di persemaian, karena dinilai lebih sabar dan teliti. Pembahasan mendalam menunjukkan bahwa kegagalan dalam memenuhi Kebutuhan Praktis Gender (akses infrastruktur) secara langsung menghalangi perempuan untuk berkontribusi secara strategis dan mengakses pengembangan karier di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh utama gender dalam konservasi harus dimulai dari investasi konkret pada infrastruktur fisik yang mendasar, sebagai prasyarat untuk partisipasi yang adil dan berkelanjutan.
Akses Perempuan terhadap Layanan Kesehatan Terkait Dampak Lingkungan Oktapia, Indri; Ramadhani, Risky; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4347

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan menganalisis pengaruh simultan faktor lingkungan (kualitas air bersih dan polusi udara ambien) dan faktor sosial-struktural (kontrol keputusan rumah tangga dan edukasi kesehatan lingkungan) terhadap akses layanan kesehatan perempuan (n=30) di Samarinda. Menggunakan metode Regresi Linier Berganda, hasil Uji F menunjukkan model signifikan secara statistik (Sig. F = 0.000) dengan kontribusi keseluruhan sebesar 45.5% (R-Square). Hasil uji t (parsial) menemukan bahwa kualitas air bersih (B = -0.350, p=0.000) dan kontrol keputusan rumah tangga (B = -0.220, p=0.032) berpengaruh negatif signifikan, mencerminkan bahwa degradasi lingkungan memicu biaya penyakit dan norma patriarki menghambat ketepatan waktu layanan. Sementara itu, polusi udara ambien (B = 0.410, p=0.000) dan edukasi lingkungan (B = 0.510, p=0.000) berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa polusi meningkatkan permintaan layanan dan edukasi meningkatkan kesadaran risiko. Akses perempuan ditentukan oleh interseksi kerusakan lingkungan yang memicu morbiditas dan kesenjangan gender yang membatasi otonomi. Direkomendasikan pergeseran paradigma kuratif ke preventif oleh Puskesmas, serta kebijakan yang mengatasi hambatan biaya tidak langsung dan inklusif terhadap perempuan penyandang disabilitas.
Kurangnya Pelibatan Perempuan dalam Edukasi dan Kampanye Kesadaran Lingkungan Mahasin, Muhammad Fayyadh; Putri, Reiyna Kumala; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya pelibatan perempuan dalam edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan di masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan, namun partisipasinya masih sering terpinggirkan karena minimnya akses terhadap pendidikan lingkungan dan kegiatan sosial berbasis ekologis Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan dan pelatihan lingkungan dapat memperkuat kesadaran ekologis serta mendorong keterlibatan aktif dalam program kampanye lingkungan yang berkelanjutan.
Ketidaksetaraan Gender dalam Partisipasi Pengambilan Keputusan Pengelolaan Sumber Daya Alam Erianto, Fidjri; Jumadi, Muhammad; Suryaningsi, Suryaningsi
Doh Gisin Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.4380

Abstract

Ketidaksetaraan gender dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) masih menjadi persoalan mendasar yang memengaruhi efektivitas, keberlanjutan dan keadilan dalam tata kelola lingkungan. Meskipun perempuan memiliki pengetahuan lokal dalam pengelolaan lahan, air, dan hutan, partisipasi mereka dalam mengambil keputusan sering terbatas karena faktor sosial, budaya, ekonomi dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ketimpangan dalam partisipasi pengambilan keputusan pengelolaan SDA di Indonesia, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang dapat meningkatkan kesetaraan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematik dengan menelaah berbagai sumber akademik, laporan lembaga internasional, serta kebijakan pemerintah terkait gender di sektor lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama partisipasi perempuan terletak pada norma-norma patriarki yang mengakar, struktur kelembagaan yang tidak menyeluruh, serta kurangnya akses terhadap sumber daya dan informasi. Selain itu, kebijakan yang sering kali gagal mengakomodasi peran dan kebutuhan perempuan di tingkat lokal. Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan SDA memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan transformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta penguatan posisi perempuan sebagai pemain strategis dalam tata kelola sumber daya. Dengan demikian, integrasi perspektif gender dalam kebijakan lingkungan bukan hanya persoalan keadilan sosial, tetapi juga prasyarat penting bagi keberlanjutan ekologis dan kesejahteraan masyarakat.
Kerusakan dan Bencana Ekologis: Relevensi Pancasila dalam Menjaga Keseimbangan Alam Saniah, Saniah; Nurzanah, Nabila Ain; Lestari, Indi Rahma; Suryaningsi, Suryaningsi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36483

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa relevan nilai-nilai Pancasila saat menghadapi kerusakan lingkungan yang disebabkan aktivitas pertambangan batubara di Kalimantan Timur. Masalah utama yang dihadapi termasuk penebangan hutan, pencemaran sungai, hilangnya berbagai jenis hewan dan tumbuhan, serta banjir yang berdampak pada kehidupan di masyarakat secara sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif yang berasal dari beberapa jurnal akademis, laporan lembaga lingkungan, dan mengambil data dari pemerintah tahun 2015 sampai 2025. Model analisis yang dipakai adalah analisis isi untuk melihat hubungan antara kerusakan lingkungan alam dan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga (Persatuan Indonesia), sila keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan), dan sila kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai ini bisa memperkuat kerjasama sosial, meningkatkan dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembentukan kebijakan lingkungan, dan mempromosikan keadilan ekologis yang berkelanjutan. Dalam kesimpulannya, Pancasila bisa menjadi dasar moral dan etika dalam membuat kebijakan lingkungan yang adil serta memperhatikan keseimbangan alam. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan sumber daya alam untuk menjaga keberlanjutan ekosistem yang di jaga dengan baik di negara kita.
Co-Authors Addriana Bulu Baan Adella Senra Aulia Aditiyawan, Haris Rizky Afriliani, Rhiska Ahmad, Fakhrul Mubarak Ainani, Ainani Al Faiq, Muhammad Fadhil Aldo Aditya Ramadhan Alfian Rokhmansyah Alfina, Alfina Alias, Alima Tsusyaddya Aloysius Hardoko Andi Muhammad Andriawan, Muhammad Ferry Anggraheni, Treisha Antonio, Christofher Dylan Anugrah Anugrah Aprily, Fanisa Ardiansyah, Hirwan Ardinawati, Ardinawati Ariyani, Alya Arsanda, Wiwid Asmal Asmara, Hidayah Nur Asmara Asnar Asnar Asnar Asnar, Asnar Astuti, Tina Sesarya Azizah, Imroatul Azyuyun, Azyuyun Bahzar , Moh. Bahzar, Moh. Bahzar, Mohammad Bhazar, Moh Carmela, Herlinda Ragil Feby Citra Ayu Deswina Maharani Darmalaksana, Dedy Darman, Siska Shafrianti Pratiwi Dernayun, Dernayun Dewi, Intan Fitria Dwi Vika Sari Edi Rahmad Eki, Lusia Elvira, Alma Endang Dwi Sulistyowati Erianto, Fidjri Erika H, Yulita Erika, Yulita Erwiantono Fadila, Nilda Fadillah, Ridha Khusnul Ghafur, Abd. Hafida, Khoirunisa Hamdawang, Hamdawang Handayani, Nur Fitri Hanif, Tito Ali Hardoko , A. Hardoko , Aloysius Hardoko, A. Hatima, Siti Fahmatul Hautami Nadia Zahratul Afifah Henny Pagoray Herliah , Endang Herliah, Endang Herni Johan Ibrahim, Jihan Fhadillah Inarsia, Inarsia Indah Dwi Lestari Jaafar, Muhammad Sukar Jamil Jamil Jamil Jamil Jamil, M. Jawatir Pardosi Jody, Exca Sukas Juisa, Atika Aprilia jumadi, Muhammad K., Iriyani Kalsela, Wanda Frisilia Khatimah, Kusnul Kurnianingsih, Anggun Kurniawan, Rio Agung Latif, Angel Lestari, Indi Rahma Lusiana, Putri M Jamil, M M. Amir Masruhim Maharani, Diya Desrina Maharani, Nurani Mahasin, Muhammad Fayyadh Majid , Novita Majid, Novita Marbun, Andreas Hari Susanto Marina Marina Marsya Esa Nur Islami Marwiah Johansyah, Marwiah Marwiah Marwiah Marwiah, Marwiah Masaid, Femy Febriyanti Mauldya Nailya, Cut Muhammad Akmal Muhammad Luthfi Muhammad Rean Wahyudi Muhammad Sultan Febriantsyah Musdalifah Azis Mustangin Mustangin Ni Luh Suparni Asih Nila, Nila Nopianto, Eko Nulwelen, Maria Nur Fauzia Nur Yanti, Nur Nurzanah, Nabila Ain Oktapia, Indri Oon Darmansyah Pajerih, Irwan Saputra Paran, Fransiskus Pardosi , Jawatir Pardosi, Jawatir Pardosi Pranaditya, Wahyu Dhira Pratama, Ali Gilang Pujianti, Titin Puspitasari, Ratiani Putri, Novita Amelia Putri, Rani Anggara Putri, Reiyna Kumala RAHAYU, ANA Rahmi, Adelia Hidayatul Ramadani, Fivin Ramadhan, Widzar Alghifary Ramadhani, Risky Ramadhania, Zamitah Ramadhanita, Shavira Ramayanti, Livia Rosmini Rosmini Ruslan, Ridwan Da’I Malarangeng Sabila, Melly Sabila, Melly Sabila SAFITRI, SELVI Sainah, Saniah Saleh, Andi Muhammad Samdi, Abizar Kausar saniah saniah Saputri, Alma Elvira Saputri, Fadhila Dwi Saputri Saputri, Rizda Sandiva Sari, Dwi Vika Savitri, Pitaloka Alif Setiani, Intan Kumala Siti Rabbani Karimuna Solly Aryza Songli, Ariani Sri Muliani, Sri Sri YM, Feranda Surahman, Adi Syafira, Auliya Defi Tabina, Farrah Naila Tammu, Herlindar Taoha, Aurel Amelia Putri Taufik, Aliyyah Nisrina Umi Rahayu, Umi Utami, Faradhita Utsa, M. Nur Darussalam Venna Puspita Sari Wahyuni, Putri Sri Wardani, Indri Reva Warman , Warman Warman Warman Wibowo, Najwa Putri Pratama Widyaningsih, Tika Widyatmike Gede Mulawarman Wijaya, Nur Aida Fida Wingkolatin , Wingkolatin Wingkolatin, Wingkolatin Wirapuspita Wisnuwardani, Ratih Wulandari, Melda Nur Yulia Rahmawati, Yulia Yulianingrum, Aullia Vivi