p-Index From 2021 - 2026
10.639
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora DIKSI Natural Science: Journal of Science and Technology Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) BASASTRA Jurnal Teknik Mesin FRANCISOLA AL KAUNIYAH BAHASA DAN SASTRA Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Mozaik Humaniora JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) KEMBARA ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Khazanah Informatika: Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) International Journal of Science and Applied Science: Conference Series MUDRA Jurnal Seni Budaya Panggung BIOPROSPEK Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture Haluan Sastra Budaya Jurnal SOLMA Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Early Childhood Research Journal (ECRJ) Kandai Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Jurnal Rekayasa Sipil Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Humaniora Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Suar Betang Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Masyarakat Berdaya dan Inovasi JIKA (Jurnal Informatika) Jurnal Sains Agro Jurnal Restikom : Riset Teknik Informatika dan Komputer Jurnal Ekonomi Efektif International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal Lektur Keagamaan Widyaparwa Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sewagati Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa SmartComp Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Panalungtik JENTERA: Jurnal Kajian Sastra ABDINE :Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

WACANA ROMANTISME DALAM SEJARAH SASTRA INDONESIA PERIODE KOLONIAL BELANDA (1900-1942) Dwi Susanto; Rianna Wati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2019): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v5i1.6376

Abstract

Sejarah sastra Indonesia didominasi oleh wacana estetik romantik atau materialisme. Hal ini memengaruhi cara pandang terhadap kesastaraan Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pembentukan dan persebaran wacana estetika romantik dalam sejarah sastra Indonesia. Teori yang digunakan adalah wacana dan kuasa dari Foucault. Objek kajian yang digunakan adalah wacana dan kuasa dalam sejarah sastra Indonesia, terutama wacana estetika romantisme. Hasil yang diperoleh adalah bahwa wacana estetika romantisme dan sejarah sastra Indonesia dibentuk dan digunakan oleh kuasa kolonialisme Belanda. Hal ini ditujukan untuk membentuk masyarakat terjajah sesuai citra dirinya. Sebagai akibatnya, wacana estetika yang lain disingkirkan dan dianggap bukan sebagai kesastaraan sehingga tidak masuk dalam sejarah sastra. Hal ini berlanjut hingga pada masa sesudahnya dan Orde Baru yang menggunakan cara dan strategi yang serupa dengan periode kolonial. 
KONSTRUKSI IDENTITAS DALAM SASTRA TERJEMAHAN EROPA ERA 1900-1930 DAN REAKSINYA DALAM SASTRA INDONESIA Albertus Prasojo; Dwi Susanto
Humaniora Vol 27, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.524 KB) | DOI: 10.22146/jh.10588

Abstract

Sastra Indonesia masa 1900-1930 tidak terlepas dari reaksi atas sastra terjemahan Eropa. Reaksi itu diasumsikan sebagai wujud perlawanan kultural atas konstruksi identitas keindonesiaan atau masyarakat terjajah. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi dari konstruksiidentitas dalam sastra terjemahan Eropa dan reaksinya dalam sastra Indonesia. Teks yang digunakan adalah Robinson Crusoe karya Daniel Defoe, Salah Asoehan (1928) karya Abdul Moeis, dan Nona Tjoe Joe (1922) karya Tio Ie Soei. Dengan menggunakan sudut pandang pascakolonial, strategi dan reaksi terhadap konstruksi identitas itu diwujudkan dalam beberapa hal. Pertama, Robinson Crusoe menawarkan identitas manusia super, terlepas dari lingkungan dan membawa kebudayaannya sebagai kekuatan, menguasai dan mengkontrol lingkungan dan mempertunjukan nafsu kolonial. Kedua, Salah Asoehan (1928) menolak konstruksi identitas tersebut dengan menghadirkan manusia yang tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan, adat, tradisi, dan asal usulnya. Sementara itu, Nona Tjoe Joe (1922) merepresentasikan identitas yang ambigu, terpecah, dan berada di antara dua pilihan: Barat dan Timur.
The Aesthetics of Islamic Literature: Lesson Learned from Forum Lingkar Pena Aries Adenata; Titis Srimuda Pitana; Dwi Susanto
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 26 No. 2 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v26i2.1655

Abstract

This study is to illustrate of the Islamic literature discourse. In the history of modern literature in Indonesia has always appeared Islamic works. But the presence of Islamic literature was deliberately rejected. Even the debate about the Islamic literary discourse occurred in several periods of Indonesian literature. The presence of the aesthetic discourse of Islamic literature between accepted and rejected. One party, assuming that Islamic literature is the same presence as others, for example Hindu literature also exists and is present in the Indonesian literary universe. While others say literature is a literature that does not need to be labeled.
Islamic Children Literature in Digital Media as Religious Literacy Movement Rianna Wati; Dwi Susanto
AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 1 (2019): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 3 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Indonesian Language and Literature Education Study Program and LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.652 KB) | DOI: 10.21009/AKSIS.030114

Abstract

Islamic children literature, which transformated, in new media was viewed as a part of religious movement. This movement was assumed as social reality in this era. The video children animation, Dodo and Syamil take as case. This paper explores social reality from the religous movement phenomena. Ian Watt’s sociology literary theory is used in this paper, especially the genre and the ideological expression to express social world. Data in this paper includes topic, genre, formula, and idea in the Dodo and Syamil phenomena. The data interpretation is done by relating between topic, formula, and ideological concept to find social reality. The result of this paper is that social reality based on religios islamic movement in modernity context. This movement manifested with several topic, such as faith, worship, and characters. NCR Production is a part from islamic movement which was banned by political and ideological situation.
ANALISIS PEREMPUAN SUBALTERN DALAM CERPEN INEM KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (KAJIAN SUBALTERN GAYATRI SPIVAK) Inge Hilya Lentera Pradani; Ika Naviri Anitasari; Dwi Susanto
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2021): JURNAL LITERASI OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.751 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v5i2.6060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya bentuk dominasi penjajah terhadap perempuan subaltern, terutama di bidang pernikahan dini. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan data yang bersumber dari uraian dan dialog yang berkaitan dengan masalah penelitian. Objek yang digunakan adalah objek material dan objek formal. Objek materialnya berupa cerpen Inem karya Pramoedya Ananta Toer dan untuk objek formalnya adalah bentuk penindasan kaum perempuan subaltern. Metode studi pustaka digunakan dalam melakukan pengumpulan data dengan teknik simak catat.Hasil penelitian menunjukan adanya dominasi penjajah dalam bentuk penindasan dari peninggalan sistem imperialisme yang memisahkan kelas atas dan kelas bawah serta budaya patriarki. Bentuk penindasannya sendiri berupa permaginalan, pemaksaan pernikahan dini, pelecehan seksual, dan kekerasan fisik. Sementara itu, bentuk perlawanan dari kaum perempuan subaltern terdiri dari pencegahan pernikahan dini melalui pendapat dan perceraian.
THE POWER OF MYTH NYANGGAR JANUR KUNING AT PENGGING BOYOLALI CENTRAL JAVA Dewi Puspita Sari; Dwi Susanto; Marimin Marimin
Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture 2018: Proceeding of 3rd International Conference on Art, Language, and Culture
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.248 KB)

Abstract

Javanese people is closely related to the myth which origin can be traced back to their ancestors. Mythology, somehow, can be used as a system of oral communication which developed overtime in the societies. A site of religious pilgrim in Pengging, Boyolali, Indonesia, or popularly called ‘the sanctuary of Yosodipuro I, has been a real evidence of the existence of mythology in Javanese people in the modern age. This holy place attracts many people from many regions because its origin story and its formerly religious figure, Yosodipuro I. The visitors believe that by doing religious pilgrim there, can make their dreams come true. The myth tells how Yosodipuro I, a religious figure, is regarded as a mediator of God to the citizens. The existence of mythology in this modern age, somehow, can be caused by the mindsets of the people. These mindsets have constructed code of signs which come within the self. Using the discourse analysis, this paper tells the motive of the visitors in ‘the sanctuary of Yosodipuro I’ by examining the ritual process of Nyanggar Janur Kuning, a fortune – telling. The paper also used Hyper- semiotic to reveal these phenomenon to know that a thing can have many signs. The sign finally reproduces new signs with the unlimited meaning.  The results of the study indicates that people used myth to pursue their dream. Moreover, the visitors change the used-value of this place into the exchange value which represents aspirations.
WACANA KETERASINGAN PEREMPUAN DALAM NOVEL STENSILAN: STUDI KASUS KARYA ENNY ARROW Ariska Puspita Anggraini; Dwi Susanto; Wakit Abdullah
Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture 2018: Proceeding of 3rd International Conference on Art, Language, and Culture
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.231 KB)

Abstract

Stencil novels were so popular in the 1970s until the end of 1990s, precisely when the new order was existed. One of the most popular stencil novels was written by Enny Arrow. Her masterpiece gives abig impact for the generation. Her works present details of sexual relation and descriptionsof the human body, especially the female body, which can be able to awaken the reader's libido. The cover and illustration of the books often present pictures of sexy women. Uniquely, Enny Arrow's novels were able to get away from the tightness of the New Order regime which conditions for banning and censorship. Historically, during the New Order era women seemed to be printed in the culture of ‘controlled by husband'.That’s why the author sees the discourse of alienation in Enny Arrow's works, but how the discourse of alienation described in Enny Arrow's stencil novels? By using theory of power by Foucault, discourse of alienation is understood by the writer as a form of resistance from patriarchal domination that shapes women's understanding.
GHOST MIGRATION IN PLAYSTORE: MYSTERY REPRODUCTION AND AESTHETIC RESISTANCE Dwi Susanto
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.992 KB) | DOI: 10.26499/bahasa.v2i3.50

Abstract

Mystery story genre, such as ghost story, have migrated in virtual media or digital media, exspecially Playstore. The migration caused many modifications and adptation, that convert with digital media. This paper  aims to show ghost story in Playstore aplication, the response reader, and the ghost story as aesthetic discourse pratical.  The data of this paper are ghost stories in Playstore, response readers,and narartion which is related with aesthetic discourse. The interpretation data use sosiological perspective.  This paper result that the ghost story migration in virtual media  have changed image and representation ghost stories became metropolit. It changes the oppsite between tradition versus modern.  The response reader appears that this genre is habitual and popular in thier horizon expecation as information and entertaiment. The simbolic reproduction show that the mystery world create  pleasure, entertaiment, and other mystery. It is resistance toward canonical aesthetic and mystery genre itself, which eliminated by dominan aesthetic.AbstrakGenre cerita misteri, seperti cerita hantu, telah bermigrasi di media virtual atau media digital, khususnya Playstore. Migrasi tersebut menyebabkan banyak modifikasi dan adptasi, yang dikonversi dengan media digital. Makalah ini bertujuan untuk menunjukkan cerita hantu dalam aplikasi Playstore, respons pembaca, dan cerita hantu sebagai wacana estetika yang praktis. Data dari makalah ini adalah cerita hantu di Playstore, respons pembaca, dan narartion yang terkait dengan wacana estetika. Data interpretasi menggunakan perspektif sosiologis. Makalah ini menghasilkan bahwa migrasi cerita hantu di media virtual telah mengubah gambar dan representasi cerita hantu menjadi metropolitan. Ini mengubah oppsite antara tradisi versus modern. Melalui respons pembaca terlihat bahwa genre ini adalah kebiasaan dan populer dalam harapan cakrawala mereka sebagai informasi dan hiburan. Reproduksi simbolik menunjukkan bahwa dunia misteri menciptakan kesenangan, hiburan, dan misteri lainnya. Ini adalah perlawanan terhadap estetika kanonik dan genre misteri itu sendir, yang dihilangkan oleh estetika dominan. 
ESTETIKA GERAK EKOR ORCAELLA BREVIROSTRIS DALAM TEKNIK BAKAR RAKU Indro Dwi Susanto
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.126 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v20i1.385

Abstract

Pesut dengan nama latinOrcaella brevirostris adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar. Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut hidup di sungai-sungai daerah tropis.Mamalia air tawar ini mempunyai kepala berbentuk setengah lingkaran dengan kedua matanya yang kecil. Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai biru hitam. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar setengah lingkaran, tidak ada paruh. Pesut bergerak dalam kawanan. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan hewan yang ahli dalam mendeteksi dan menghindari rintangan yang ada di depan. Mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut. Pesut sangat gemar memunculkan diri ke atas permukaan air dan melompat menunjukan keindahan tubuhnya. Gerak ekor yang gemulai akan terlihat ketika muncul diatas permukaan air. Keindahan ini akan diwujudkan dalam karya keramik artistik dengan teknik bakar raku.
Perempuan, Islam, dan Wacana Kolonial: Pembacaan Pascakolonial terhadap Novel Ratu yang Bersujud (2013) Karya Mahdavi Dwi Susanto; Rianna Wati; Afnan Arummi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.348 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v4i4.278

Abstract

Representations of women, Islam, and colonial discourses appear in the Ratu yang Bersujud (2013). The novel is a counter discourse towards the representation of women and Islam in global discourse. The main problem of this research is the representation of Islam and women towards the Western world within the perspective of the author's subject. The purpose is to show the representation of Islam and women according to the author's subject view. This research uses a post-colonial perspective, especially the way colonized subjects present re-representation or overwriting. The objects are the Ratu yang Bersujud (2013) and the views of colonized subjects on the representation of Islamic identity (women and Islam). This research data consists of text narrative structure, thematic ideas of the text, social context of the author or colonized society, and discourse of modern colonialism. The result of the research is that the author's subject carries out a deconstruction that leads to the defense or resistance to the image or representation of Islam and women in the global discourse. However, it is trapped in ambiguity, which is trapped in colonial discourse and does not voice women in Islam but Islamic identity in the perspective of the patriarchal subject. It is proven as a representation of women as objects of misfortune.
Co-Authors Abdul Fadlil Abdullah, Agni Pusparina Putri Achmad Basuki Achmad Nugrahantoro Ade Candra, Ade Aditya, Anggie Yudistira Afida, Nurul Lailia Afnan Arummi Aini, Fadhilah Dhinur Aji Nugroho Aji, Rendra Suprobo Alayya, Syamila Isyqi Albar, Dini Salima Albertus Prasojo Alfirman, Diva Muhammad aliagaffi, Candara Alisa, Deva Putri aloysius mering Alqoronie, Uwais Amalia Nur Rochmah Amanda Huda Anggraeni, Martianda Erste Anggraini , Martianda Erste Anggraini, Ariska Puspita Annisa Nur Fauziah Anton Yudhana Aprilia Ciptaning Maharani Apsari, Lela Ardhani, Orinta Ardiansyah, DT Ardianto, Deny Tri Aries Adenata Arifin, Ahmad Zaki Ariska Puspita Anggraini Arofani, Nilam Yuhanisa Ashafidz Fauzan Dianta, Ashafidz Fauzan Ashafidz Fauzan, Ashafidz Bagus Kurniawan Barriyah, Insanul Qisti Baskoro Baskoro, Baskoro Betrand Erlangga Candra, Rizal Naufal Chairunisak, Uum Helmina Chandra, Dio Pamola Cinthya, Nathasha Darmawan, Zakha Maisat Eka Deny Tri Ardianto Desiana Muryasari Desta Nurrachmawati Said Dewi Pamungkasari Dewi Puspita Sari Diah Pramudita Dias Esaliana Dolly Nofer Duanda, Prada Eka Puspita Sari Elisa Nur Apriliana Esaliana, Dias Eva Agustriani Hutauruk, Eva Agustriani Fadhilah Ayu Wijayanti Fadil, Abdul Faradisa, Rosiyah Fathoni, Kholid Fauzi Arif, Muhammad Finanda, Septy Asri Fitzgelard, Arsyita Rahma Flora Grace Putrianti Gunawan Gunawan Hane, Thomas Didimus Harahap, Aqiilah Bilqiis Salsabiil Hartina, Hartina Hasbi, Bening Zarah Hetty Manurung, Hetty Huda, Lailatul Ika Naviri Anitasari Ikhsani, Mifta Kurnia Indary, Melati Deshy Indri Astuti Inge Hilya Lentera Pradani Islam, Mohamad Fajarudin Istadiyantha Istadiyantha Izzah, Fadhilah Rifhayu Joko Sujarwo Kharismajati, Gema Khilian, Abdul Mutalib Kisma Pradahati Kuncoro, Nayla Amara Kusuma, Andri Kusumawati, Eko Kusumawati, Eko Lastunna Umi Kulsum Lukmanul Hakim Lupiyanto Malawi, Ibadullah Marimin Marimin Mayasari, Fony Medi Hendra Mibtadin Miftah Nugroho Moh. Zikky, Moh. Monita Olivia Muhammad Fauzi Arif Muhammad Irfan MUHAMMAD REZA FAHLEVI Muhammadiyah, Muhammadiyah munasirah, Munasirah Mustariani, Erry Muthmainnah, Atikah Mutia Hesti Istiqomah Nathasha Cinthya Nofer, Dolly Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Ahmad Nugroho, Miftah Nur Fatul Aini Nurhikmah, Putri Indah Nuriyadin, Nuriyadin OCTAMA DWITANINGSIH Pandhito, Bagus Wahyu Panji Satrio Binangun Periyanto, Ari Peryanto, Ari Prihatini Prihatini, Prihatini Priyani, Diah Indah Purnama, Miryan Sucianti Putri Amalia Dwi Pitasari Putri Permatasari, Putri Putri, Dheya Kusuma Arianing Putri, Fiorhentina Rahmaningtyas, Ika Rizky Ramdani, Nurrahmad Rante, Hestiasari Ratna Kusuma, Ratna Rianna Wati Rianna Wati Ririn Wahyu Eka Sari Rusman, Wafa Nabila Rustam, Fradilah Rusydi Umar Sabila, Nabila Dienna Salma Arezha Samsurianto Saptaningsih, Nur Saputri, Hafizah Rahma Sari, Mustika Wulan Sartika, Resa Sasanti Silvya Putri Sasmi, Dwi Andini Arditya Sayid Mataram Shabrina, Almira Wynne Sidik, Muhamad Fajar Siti Muslifah, Siti Siti Patimah, Isad Suhaeb Stafrizal, Syafrizal Sudrajat Sudrajat Suhendar, Satrian Supana Supana Supriyanto, Rahmat Susanto Susanto Susanto Susanto, Moh. Rusnoto Susanto, Susanto Syafrizal Syafrizal Syamila Isyqi Alayya Syamsiar, Syamsiar Syarief Fajaruddin Titi Lestari, Titi Titis Srimuda Pitana, Titis Srimuda Tri Budi Santoso Wakit Abdullah Rais Wati, Ilma Wiwit Rahina Wati, Rianna Wati, Rianna Wibowo, Eko Putra Wibowo, Prasetyo Widananda, Charisma Wulan Widi Sarinastiti Widiyanto, Imam Juni Widowati Pusporini, Widowati Winarno, Nadya Yanti Puspita Sari Yuliatin, Ervinda Yuwono Fitri Widodo Zahra'ni, Izzahtu Nuha Zainuddin, Muhammad Agus Zikky, Moh Zulfikar Djauhari