p-Index From 2021 - 2026
7.648
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Natural Science: Journal of Science and Technology Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Jurnal Teknik Mesin BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology FRANCISOLA AL KAUNIYAH BAHASA DAN SASTRA Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Mozaik Humaniora KEMBARA ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Kajian Linguistik dan Sastra Khazanah Informatika: Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika Pro-Life Panggung BIOPROSPEK Haluan Sastra Budaya Jurnal SOLMA Early Childhood Research Journal (ECRJ) Kandai Jurnal Rekayasa Sipil Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Masyarakat Berdaya dan Inovasi JIKA (Jurnal Informatika) Jurnal Sains Agro Jurnal Restikom : Riset Teknik Informatika dan Komputer Lingua Susastra Jurnal Ekonomi Efektif International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer dan Informatika) Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Matematika (Inomatika) ABDINE Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal Lektur Keagamaan Widyaparwa Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Sewagati Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Cilpa : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa Qurthuba: The Journal of History and Islamic Civilization Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

KEHADIRAN MOTIF CERITA MADAME BOVARY (1856) KARYA GUSTAVE FLAUBERT DALAM HIKAYAT SITI MARIAH (1910--1912) KARYA HADJI MOEKTI: KAJIAN SASTRA BANDINGAN Susanto, Dwi
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1133

Abstract

The presence of Madame Bovary's story motif (1856) in Indonesian literature, especially Hikayat Siti Mariah (1910--1912) provides evidence that there is a reception of similar between French and Dutch colonial or Indonesian. This paper aims to (1) find out the ideas of the two texts in displaying similar story motif, (2) the form of respons from Madame Bovary (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912), and (3) the significance of Madame Bovary's presence (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) as a social response. This paper uses a comparative literary point of view by considering the social context as a response. The objects are Madame Bovary (1856) by Gustave Flaubert and Hikayat Siti Mariah (1910--1912) by Hadji Moekti and the significance of the presence of Madame Bovary in Indonesian literature. The research data consists of the content or ideas of the two texts, the spirit of age, and the social context. Data interpretation is done by comparing the content or ideas of the two texts by considering the social context of each text. The results obtained are (1) the two texts present ideas against the bourgeois class resistance by using symbols of women and sexuality, (2) the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) takes the motive of the story to attack the Dutch capitalists and liberal groups who construct the identities of the colonized subjects, and (3) the presence of the text of Madame Bovary (1856) in Indonesian literature shows a global anti-colonial spirit. Kehadiran motif cerita Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia terutama Hikayat Siti Mariah (1910--1912) memberikan bukti terdapat resepsi atas semangat dan persoalan yang serupa antara masyarakat Prancis dan tanah jajahan Belanda atau Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk (1) mengetahui gagasan kedua teks tersebut dalam menampilkan motif cerita yang serupa, (2) mengetahui wujud sambutan dari Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912), dan (3) mengetahui makna kehadiran Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) sebagai satu respon sosial. Tulisan ini mengunakan sudut pandang sastra bandingan dengan mempertimbangkan konteks sosial sebagai satu respon. Objek tulisan ini adalah Madame Bovary (1856) karya Gustave Flaubert dan Hikayat Siti Mariah (1910--1912) karya Hadji Moekti dan  makna kehadiran teks Madame Bovary dalam sastra Indonesia. Data penelitian ini terdiri atas isi atau gagasan dari kedua teks, semangat zaman, dan konteks sosial. Interpretasi data dilakukan dengan membandingkan isi atau gagasan kedua teks dengan mempertimbangkan konteks sosial masing-masing teks. Hasil yang diperoleh adalah (1) kedua teks menghadirkan gagasan terhadap perlawanan kelas borjuis dengan memanfaatkan simbol perempuan dan seksualitas, (2) teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) mengambil motif cerita untuk menyerang kaum kapitalis dan golongan liberal Belanda yang mengkonstruksi identitas  subjek terjajah, dan (3) kehadiran teks Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia menunjukan semangat anti penjajahan yang mengglobal terutama kolonialisme. 
RESEPSI PEMBACA PERANAKAN TIONGHOA PADA CERPEN “CLARA ATAWA WANITA YANG DIPERKOSA” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Alayya, Syamila Isyqi; Muthmainnah, Atikah; Susanto, Dwi
Widyaparwa Vol 52, No 1 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i1.1491

Abstract

The May 1998 incident has become a historic event for the Indonesian nation, especially the Chinese race, who at that time were victims of the atrocities of the rioting of the indigenous masses. The pain of being a victim then became a collective memory for the Chinese ethnic group which continues to live on to this day. “Clara atawa Wanita yang Diperkosa” by Seno Gumira Ajidarma is a short story that contains this collective memory. Thus, this study tries to examine the psychology of a Chinese descent reader when they read the short story of “Clara atawa Wanita yang Diperkosa”. There is one reader respondent, who is a Chinese descent female student. In this study, the method used is descriptive qualitative method with data sources derived from readers and literature related to Norman Holland's Reader Response Criticism and the history of the events of May 1998. The method of collecting data is through interviews and interview transcripts. The results obtained are in the form of reception by the Chinese descent reader which is based on collective memories of events happened in May 1998. Apart from reader's past experiences which shape the responds psychologically, reader reception is in the form of rejection of the injustice received by Chinese people which is represented in the short story "Clara atawa Wanita yang Diperkosa”. Peristiwa Mei 1998 telah menjadi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, terutama ras Tionghoa yang pada saat itu menjadi korban kekejaman amuk massa pribumi. Rasa sakit hati menjadi korban pada saat itu lalu menjadi memori kolektif bagi etnis Tionghoa yang terus hidup hingga saat ini. “Clara atawa Wanita yang Diperkosa” karya Seno Gumira Ajidarma merupakan cerpen yang memuat memori kolektif tersebut. Maka, kajian ini mencoba menelisik kejiwaan pembaca peranakan Tionghoa ketika membaca cerpen “Clara atawa Wanita yang Diperkosa”. Responden pembaca berjumlah dua orang, yaitu mahasiswi peranakan Tionghoa. Dalam kajian ini, metode yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari pembaca dan literatur terkait resepsi sastra Norman Holland serta sejarah peristiwa Mei 1998. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan transkrip wawancara tersebut. Hasil yang didapat berupa penerimaan pembaca Tionghoa yang didasari pada memori kolektif peristiwa kerusuhan Mei 1998. Selain pengalaman-pengalaman pembaca di masa lalu yang membentuk penerimaannya secara psikologis, resepsi pembaca berupa penolakan terhadap ketidakadilan yang diterima orang Tionghoa yang direpresentasikan dalam cerpen “Clara atawa Wanita yang Diperkosa”.
RESEPSI KOVER NOVEL CANTIK ITU LUKA (2015) DALAM VERSI TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS Sari, Mustika Wulan; Arofani, Nilam Yuhanisa; Susanto, Dwi
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1355

Abstract

The novel Beauty Is a Wound is an English translation of the original Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. These two novels have two different covers due to the reception they received from the publishers. This study aims to examine the cover reception of Beauty Is a Wound. This paper also looks at the differences in visual design between the two novels and examines how the publisher gave its reception through the cover of Beauty Is a Wound. The qualitative research method prioritizes data quality. Data collection is done by observing, reading, and taking notes. The research data covers of Cantik Itu Luka (2015) and Beauty Is a Wound (2015), texts related to novels, authors, and publishers, as well as information about literary receptions. Data were analyzed through data reduction, presentation, and interpretation. The results of this study reveal that the reception on the cover of Beauty Is a Wound occurs due to readers having different social and cultural backgrounds. In addition, market tastes are also an essential consideration for publishers to provide their responses. Novel Beauty Is a Wound merupakan terjemahan bahasa Inggris dari versi original Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Kedua novel ini memiliki dua kover berbeda karena munculnya resepsi oleh penerbit. Penelitian ini bertujuan mengkaji resepsi kover Beauty Is a Wound. Tulisan ini juga melihat perbedaan desain visual antara kedua novel tersebut, dan mengkaji bagaimana penerbit memberikan resepsinya melalui kover Beauty Is a Wound. Metode penelitian berjenis kualitatif mengutamakan kualitas data. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati, membaca, dan mencatat. Data penelitian berupa kover Cantik Itu Luka (2015) dan Beauty Is a Wound (2015), teks-teks terkait novel, pengarang, dan penerbit, serta informasi-informasi tentang resepsi sastra. Data dianalisis melalui reduksi data, menyajikan data, dan interpretasi data. Hasil penelitian ini mengungkapkan resepsi dalam kover Beauty Is a Wound terjadi akibat dari pembaca yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang berbeda. Selain itu, selera pasar juga menjadi pertimbangan penting terhadap penerbit untuk memberikan tanggapannya. 
REPRESENTASI PERMOHONAN KEADILAN GERAKAN AKSI KAMISAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA (2017) KARYA LEILA S. CHUDORI Shabrina, Almira Wynne; Susanto, Dwi
Widyaparwa Vol 52, No 1 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i1.1660

Abstract

 The novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori is a response to the social situation of society in the 2000s or the era after the Reformation regarding requests for human rights and justice through the Kamisan Action Movement. This research aims to reflect the social response of the novel Laut Bercerita to requests for human rights and justice through the Aksi Kamisan movement using a literary sociology approach. This research is included in the qualitative research category. This data was obtained from the novel text and the author's biography. The novel Laut Bercerita by Leila S. Chudori is the research data source. Social situations, author biographies, and text content ideas are connected as part of the data analysis process to reveal how the social world of the novel is depicted. The result of this research is Leila. S Chudori is a social representative of a group that cares about human rights and justice. This novel supports the struggle for human rights and justice carried out by the Kamisan Action movement. The novel Laut Bercerita reflects society's social life after the reform era. Based on data research, the novel Laut Bercerita is intended as a means of criticizing the government for its slowness in resolving human rights violations.Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan tanggapan terhadap situasi sosial masyarakat tahun 2000-an atau era setelah reformasi atas permohonan keadilan HAM melalui gerakan Aksi Kamisan. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan tanggapan sosial novel Laut Bercerita atas permohonan keadilan HAM melalui gerakan Aksi Kamisan dengan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kualitatif. Data ini diperoleh dari teks novel dan biografi penulis. Novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori menjadi sumber data penelitian. Situasi sosial, biografi pengarang, dan gagasan isi teks dihubungkan sebagai bagian dari proses analisis data untuk mengungkap bagaimana dunia sosial novel digambarkan. Hasil dari penelitian ini adalah Leila. S Chudori merupakan wakil sosial dari kelompok yang peduli pada keadilan HAM. Novel ini mendukung perjuangan keadilan HAM yang dilakukan gerakan Aksi Kamisan. Novel Laut Bercerita adalah refleksi kehidupan sosial masyarakat setelah era reformasi. Berdasarkan penelusuran pada data, novel Laut Bercerita dimaksudkan sebagai sarana mengkritik pemerintah yang lamban dalam melakukan penyelesaian pelanggaran HAM tersebut.
Co-Authors Abdul Fadlil Abdullah, Agni Pusparina Putri Achmad Basuki Achmad Nugrahantoro Ade Candra, Ade Adi, Rizky Kusumo Aditya, Anggie Yudistira Adviany, Ida Afida, Nurul Lailia Ahmad Jundi Al Mubarak Aini, Fadhilah Dhinur Aji Nugroho Aji, Rendra Suprobo Al Faruq, Hammam Alayya, Syamila Isyqi Albar, Dini Salima Alfirman, Diva Muhammad aloysius mering Alqoronie, Uwais Anggraeni, Martianda Erste Anggraini , Martianda Erste Annisa Nur Fauziah Anton Yudhana Apsari, Lela Ardiansyah, DT Arifin, Ahmad Zaki Arofani, Nilam Yuhanisa Ashafidz Fauzan Dianta, Ashafidz Fauzan Ashafidz Fauzan, Ashafidz Bagaskara, Yunior Dhian Barriyah, Insanul Qisti Baskoro Baskoro, Baskoro Betrand Erlangga Candra, Rizal Naufal Chairunisak, Uum Helmina Chandra, Dio Pamola Cinthya, Nathasha Darmawan, Zakha Maisat Eka Debby Ustari Deny Tri Ardianto Duanda, Prada Esaliana, Dias Eva Agustriani Hutauruk, Eva Agustriani Faradisa, Rosiyah Fathoni, Kholid Finanda, Septy Asri Fitzgelard, Arsyita Rahma Flora Grace Putrianti Hane, Thomas Didimus Harahap, Aqiilah Bilqiis Salsabiil Hartina, Hartina Hetty Manurung, Hetty Huda, Lailatul Ikhsani, Mifta Kurnia Imbenai, Gibson Samuel Indary, Melati Deshy Indri Astuti Islam, Mohamad Fajarudin Kharismajati, Gema Khilian, Abdul Mutalib Kulsum, Lastunna Umi Kuncoro, Nayla Amara Kusuma, Andri Kusumawati, Eko Kusumawati, Eko Lukmanul Hakim Lupiyanto M Baihaqi Mahmudah Mahmudah Margatama, Tegar Taryan Mayasari, Fony Medi Hendra, Medi Mibtadin Mibtadin, Mibtadin Moh. Zikky, Moh. Monita Olivia Muhammad Fauzi Arif Muhammad Irfan MUHAMMAD REZA FAHLEVI Muhammadiyah, Muhammadiyah munasirah, Munasirah Mustariani, Erry Muthmainnah, Atikah Mutia Hesti Istiqomah Negara, Muhammad Radhitya Kusuma Nofer, Dolly Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Miftah Nurhikmah, Putri Indah Nuriyadin, Nuriyadin Nursinta, Neng Tita Pandhito, Bagus Wahyu Periyanto, Ari Peryanto, Ari Pitasari, Putri Amalia Dwi Pradahati, Kisma Prihatini Prihatini, Prihatini Priyani, Diah Indah Purnama, Miryan Sucianti Putri Permatasari, Putri Putri, Dheya Kusuma Arianing Putri, Fiorhentina Rabbaniyah, Nabilah Ramdani, Nurrahmad Rante, Hestiasari Ratna Kusuma, Ratna Rustam, Fradilah Rusydi Umar Sabila, Nabila Dienna Samsurianto Samsurianto Samsurianto Saptaningsih, Nur Saputri, Hafizah Rahma Sari, Mustika Wulan Sasanti Silvya Putri Sasmi, Dwi Andini Arditya Shabrina, Almira Wynne Sidik, Muhamad Fajar Siti Muslifah, Siti Siti Patimah, Isad Suhaeb Stafrizal, Syafrizal Sudrajat Sudrajat Suhendar, Satrian Sujarwo, Joko Supriyanto, Rahmat Susanto, Moh. Rusnoto Syafrizal Syafrizal Syamsiar, Syamsiar Syarief Fajaruddin Titi Lestari, Titi Titis Srimuda Pitana, Titis Srimuda Tri Budi Santoso Wati, Ilma Wiwit Rahina Wati, Rianna Wati, Rianna Wibowo, Eko Putra Widananda, Charisma Wulan Widi Sarinastiti Widiyanto, Imam Juni Widowati Pusporini, Widowati Wijayanti, Fadhilah Ayu Winarno, Nadya Yanti Puspita Sari Yenny Muliani Yudistira Aditya, Anggie Yuliatin, Ervinda Yuwono Fitri Widodo Zahra'ni, Izzahtu Nuha Zainuddin, Muhammad Agus Zikky, Moh Zulfikar Djauhari