Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : SIPIL

PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 1, No 1 (2015): PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.697 KB)

Abstract

Buku " PENGELOLAAN SUMBERDAYA KOLONG" membahas proses terjadinya kolong dimulai dari sejarah pertimahan di Bangka Belitung. Kualitas Air Kolong, Analisis Ketersediaan Air Kolong, Pemanfaatan Air Kolong, Nilai Ekonomis Air Kolong, Hingga strategi Pelestarian.Selain itu dilengkapi beberapa studi kasus dan penyelesaiannya terutama pada pembehasan Nilai Ekonomis Air Kolong (NEA)
PENGARUH PENERAPAN JALAN SATU ARAH TERHADAP JALAN KOLEKTOR SEKUNDER (Studi Kasus Pada Jl. Kh. Abdul Hamid Dan Jl. Kh Abdurrahman Siddik Di Kota Pangkalpinang) Firdaus, Ormuz; Sabri, fadillah
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Perubahan arus lalu lintas menjadi satu arah pada ruas jalan utama yang diterapkan Pemerintah Kota Pangkalpinang tentunya akan berimbas pada pengguna jalan yang memiliki  kecendrungan  untuk  memilih  jarak  tempuh  terpendek  melalui  jalan-jalan alternatif yang menghubungkan jalan utama. Dalam hal ini, yang terjadi adalah tidak adanya perubahan pada manajemen lalu lintas ataupun perubahan fisik yang dilakukan pada jalan alternatif sebagai penghubung jalan utama. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survei perhitungan volume lalu lintas, kemudian dianalisis dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Sedangkan metode untuk mengetahui dampak ekonomi pada pelaku ekonomi mikro yang ada di ruas jalan kolektor sekunder dengan menggunakan teknik wawancara (mengisi kuesioner) secara langsung, kemudian diolah dengan menggunakan software SPSS 17, selanjutnya dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis kinerja lalu lintas yang ada pada ruas JL. KH. Abdul Hamid secara umum, memiliki LOS (Level Of Service) pada jam sibuk dengan tingkat pelayanan E (≤ 1) yang menunjukkan lalu lintas dalam kondisi kadang terhambat, terlihat pada derajat kejenuhan yang diperoleh sebesar 0,942. Sehingga ruas jalan ini sudah tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997. Setelah dilakukannya analisis dampak ekonomi pada pelaku ekonomi mikro pada sisi ruas JL. KH. Abdul Hamid dan JL. KH. Abdurrahman Siddik, maka diperoleh kesimpulan bahwa dengan diterapkannya jalan satu arah maka berdampak positif bagi perekonomian pada ruas jalan kolektor sekunder tersebut. Kata kunci : Jalan Satu Arah, Derajat Kejenuhan, Dampak Ekonomi
KAJIAN IMBANGAN AIR PULAU BANGKA Sabri, Fadillah; Hambali, Robi
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

The management of water resources is inseparable from three issues; excessive water in rainy season, lack of water in dry season, and the decreasing quality of water from time to time. The increasing number of residents in one area in turn increases the global need of water, but this need may not immediately be fulfilled. Water balance is a ratio between water need and supply. Water need includes the need for irrigation and non-irrigation water. With the development in Bangka Island, especially the construction of public facilities and infrastructure, trading and industry, agriculture and plantations, the need of water will always increase. It is crucial to know the status of water balance in Bangka Island so that the water resource management can be controlled. The aim of this study is to figure the amount of water needs and water availability in Bangka Island and to determine the status of water balance in Bangka Island using the method of quantitative analysis of ratio between water needs (WN) and water availability (WA). The result shows that Bangka Island water need is 711,75 m3/capita/year. The number of water supply in Bangka Island from 2013 to 2023 shows a surplus in rainy seasons (November-April) and there are deficits in dry seasons (May-October). The condition of water supplies in all areas of Bangka Island is rated good until 2023, except for in Pangkalpinang. The condition of water balance in Pangkalpinang City is bad, which is 388,13% in 2013, 454% in 2018 and 531,04% in 2023.Key Words:  Water Availability, Water Needs, Water Balance, Bangka Island.
PEMANFAATAN SUMBERDAYA AIR KOLONG SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (Studi Kasus pada Kolong Dam-3 Pemali Kabupaten Bangka) Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan air kolong untuk keperluan pembangkit tenaga listrik belum pernah dilakukan. Masyarakat di Kabupaten Bangka memanfaatkan air kolong baru sebatas untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan untuk air minum. Ada juga pemanfaatan air kolong untuk rekreasi. Terdapat sejumlah208 kolong di Kabupaten Bangka dengan luas genangan 336,16 ha dan sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga listrik mikrohidro (PLTMH). Kolong Dam-3 Pemali memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan saat ini baru dimanfaatkan untuk keperluan air minum (PDAM Tirta Bangka) dan pembibitan ikan air tawar (BBIS). Dengan menggunakan model NRECA diperoleh debit maksimum yang masuk dalam kolong sebesar 0,401 m3/s dan debit minimum sebasar 0,059 m3/s. Debit rencana untuk PLTMH digunakan debit optimum untuk keperluan PDAM dan BBIS sebesar 0,105 m3/s. dengan menggunakan panjang pipa pesat 15 m, diameter pipa 0,25 m, dan tinggi jatuh efektif 4,22 m, serta generator jenis cross flow dihasilkan daya listrik sebesar 2,31 kilo-Watt. Kata Kunci : Air kolong, Pembangkit listrik, Tenaga mikrohidro
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN PEMANFAATAN AIR KOLONG SIMPUR KECAMATAN PEMALI Syah, Akbar; Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kolong Simpur adalah salah satu kolong yang terletak di Kecamatan Pemali KabupatenBangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Air Kolong Simpur direncanakan untukdimanfaatkan sebagai sumber air baku oleh PDAM Tirta Bangka. Untuk itu perludilakukan analisis ketersediaan dan pemanfaatan air pada Kolong Simpur agar airKolong Simpur dapat dimanfaatkan secara optimum. Estimasi aliran masuk kedalamkolong didapat dengan melakukan analisis ketersediaan air dengan model NRECAberdasarkan data curah hujan dan evapotranspirasi selama 10 tahun (2004-2013). Untukmengetahui ketersediaan air pada Kolong Simpur 15 tahun (2014-2028) kedepandilakukan simulasi debit bangkitan dengan model Markov untuk musim ganda. Selanjutnyadata debit bangkitan digunakan sebagai data aliran masuk pada simulasi StandardOperating Rule (SOR) dalam mengetahui keandalan kolong untuk 15 tahun kedepan. Darisimulasi SOR didapatkan nilai debit optimum air kolong yang dapat dimanfaatkan untukmemenuhi kebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali 15 tahun kedepan. Hasilpenelitian menunjukan rerata debit yang masuk kekolong maksimum adalah 0,262 MCMdan debit minimum 0,042 MCM. Debit bangkitan rerata bulanan maksimum 0,250 MCMdan minimum 0,078 MCM. Keandalan kolong 99% terjadi pada target pelepasan 52%dengan debit pengambilan maksimum 26 liter/detik. Analisis terhadap kebutuhan airdomestik penduduk Kecamatan Pemali dengan proyeksi 15 tahun kedepan sebesar 38,13liter/detik, maka dapat disimpulkan bahwa debit optimum tidak mampu memenuhikebutuhan air domestik penduduk Kecamatan Pemali pada tahun 2028 (Qkeb>Qket) ataudebit optimum hanya bisa memenuhi 68% kebutuhan air domestik penduduk Pemali padatahun 2028.Kata Kunci: Kolong, Model NRECA, Model Markov, Simulasi SOR, dan Kebutuhan AirDomestik.
ANALISIS KINERJA SISTEM DRAINASE KELURAHAN KUTO PANJI KECAMATAN BELINYU Restiani, Esi; Sabri, Fadillah
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kelurahan Kuto Panji merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Belinyu yangmemiliki permasalahan pada sistem drainase. Hal ini dikarenakan sering terjadinya banjirsaat musim penghujan. Kapasitas tampang saluran tidak mampu menampung air hujansehingga menyebabkan banjir yang mengganggu aktifitas masyarakat serta arus lalulintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja sistem drainaseKelurahan Kuto Panji Kecamatan Belinyu. Dalam analisis kapasitas tampang saluran,perhitungan dilakukan berdasarkan debit rencana, sedangkan penilaian indikator fisikberdasarkan bobot yang telah ditentukan. Data yang digunakan adalah data curah hujan,peta administrasi, peta kontur, peta tata guna lahan dan outline plan drainase KotaBelinyu. Berdasarkan perhitungan dan kondisi eksisting di lapangan diperoleh hasilbahwa ada beberapa saluran sekunder yang tidak mampu menampung debit rencana yaitusaluran sekunder S2, S3, S4, S6, S8, S11, S12. Sedangkan tingkat kinerja sistem drainaseterhadap indikator fisik yang dinyatakan dalam score adalah kurang (diperoleh totalpengalian nilai dengan bobot sebesar 6015 ≤ 6100) menurut Kementrian PekerjaanUmum. Diperlukan solusi terhadap permasalahan banjir antara lain dengan carapembersihan dan pemeliharaan saluran drainase dari semak, diperlukannya saringansampah dan normalisasi saluran berupa pengerukan secara berkala serta sumur resapanpada bangunan di pinggir saluran.Kata kunci : banjir, debit rencana, indikator fisik, sistem drainase