Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening digital citizenship behavior to reduce cyberbullying through learning outcome mediation Yuniawati, Elisa Ika; Tiatri, Sri; Beng, Jap Tji
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7 No 2 (2024): July-December
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v7i2.9530

Abstract

Internet use that does not pay attention to digital ethics can lead to an increase in negative online behaviors such as cyberbullying among students. Cyberbullying behavior as a negative online behavior has a very serious impact not only on individual psychology but also learning outcomes so that it requires strategies and programs that can be used to prevent and reduce these impacts. Digital Citizenship is a concept of positive behavior when using the internet that contains ethics, responsibility, and utilizing the internet appropriately. In addition to digital citizenship behavior, learning outcomes also play a role in reducing negative online cyberbullying behavior. This study aims to examine the role of digital citizenship behavior on negative online cyberbullying behavior with learning outcomes as a mediator. In this study using a quantitative approach, surveys were distributed to 353 participants consisting of grade 1 to 3 junior high school students aged 11 to 16 years with male and female gender at two public junior high schools in Bali. The results showed that there was a role of digital citizenship toward cyberbullying, but learning outcomes did not mediate the relationship between digital citizenship and cyberbullying.
Hubungan Antara Empati Dan Kualitas Hubungan Interpersonal Pada Mahasiswa Pertama Henerges, Anakita; Tiatri, Sri
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 8 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i8.2733

Abstract

Kehidupan mahasiswa pada era globalisasi, melibatkan teknologi sebagai alat yang dapat membantu mereka dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya. Dalam era ini, hubungan antar manusia secara langsung mulai berkurang karena dimudahkan dengan teknologi. Empati dipahami sebagai kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, sedangkan kualitas hubungan interpersonal mencakup aspek Support Conflict, dan Depth . Sampel penelitian terdiri dari 260 mahasiswa dari berbagai jurusan yang diambil secara acak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat empati dengan skala Interpersonal Reactivity Index (IRI) dan kualitas hubungan interpersonal melalui skala Quality of Relationship Inventory (QRI). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,150 dengan nilai signifikansi 0,015, mengindikasikan adanya hubungan negatif yang signifikan antara empati dan kualitas hubungan interpersonal, meskipun dengan tingkat kekuatan hubungan yang lemah. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi empati yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah kualitas hubungan interpersonal yang dimiliki mahasiswa, serta sebaliknya. Hasil dalam penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang mengatakan adanya hubungan positif antara kedua variabel ini. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai hubungan Empati dan Kualitas Hubungan Interpersonal pada penelitian selanjutnya
Keterlibatan Seni Tari dan Identitas Nasional Generasi Muda: Perbandingan Tari Tradisional, Tari Modern, dan Non-Tari Caroline, Gabriella Dinna; Kurnia, Angelica Nathania; Stephanie, Stephanie; Putri, Herviana Haruko Tadia; Tiatri, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mempercepat arus globalisasi budaya dan membuka akses tanpa batas bagi generasi muda terhadap berbagai produk budaya asing. Media sosial dan komunitas daring menjadi ruang utama pertukaran budaya lintas negara, memungkinkan nilai-nilai global diinternalisasi dengan cepat ke dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini terlihat jelas pada dominasi budaya populer Korea Selatan melalui K-pop, yang berperan dalam membentuk identitas sosial baru di kalangan generasi muda Indonesia. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap melemahnya keterikatan generasi muda pada identitas nasional. Di sisi lain, seni tari tradisional Indonesia dipandang memiliki potensi dalam memperkuat identitas nasional karena memuat nilai simbolis, historis, dan filosofis yang menjadi fondasi kebudayaan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat identitas nasional antara generasi muda yang terlibat dalam seni tari tradisional, seni tari modern, dan kelompok non-tari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Analisis inferensial dilakukan menggunakan statistik non-parametrik untuk menguji perbedaan tingkat identitas nasional antarkelompok. Partisipan penelitian terdiri dari generasi muda berusia 18-25 tahun yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan keterlibatan dalam kegiatan seni tari. Hasil penelitian diharapkan memberikan bukti empiris mengenai peran keterlibatan budaya lokal dalam pembentukan identitas nasional serta menjadi dasar bagi kebijakan pelestarian budaya tradisional di tengah tantangan globalisasi budaya.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER NUSANTARA Vebiyan, Amanda Diva; Andriona, Joan; Johan, Hani Rahmawati; Edo, Gavriella Ceacilia Christie Ratu; Bellany, Miranda; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8192

Abstract

ABSTRACT Indonesian cuisine not only reflects the diversity of flavors but is also an integral part of Indonesia's cultural identity, which continues to face challenges in the era of globalization. This article aims to examine the role of social media in promoting Indonesian cuisine through a literature review approach, analyzing various scientific publications from the past ten years. The research began with keyword identification, followed by literature search and selection, and finally, analysis of findings from relevant sources. The study results show that digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube play a strategic role in increasing the visibility and attractiveness of local cuisine, especially among young people. Social media has been proven to contribute to the empowerment of MSMEs, enhance cultural literacy, and strengthen local identity. Besides being a promotional medium, social media also serves as a cultural advocacy tool that actively encourages community participation, especially among young people, in the preservation of traditional cuisine. Nevertheless, challenges such as content polarization, disinformation, and consistency of cultural narratives are issue that need to be anticipated. This study emphasizes the importance of authentic, visually-oriented content marketing strategies aligned with digital trends to sustainably strengthenthe presence of Indonesian cuisine. ABSTRAK Kuliner Nusantara tidak hanya mencerminkan keberagaman rasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang terus menghadapi tantangan di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran media sosial dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui pendekatan tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kata kunci, dilanjutkan dengan pencarian dan seleksi literatur, hingga analisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memainkan peran strategis dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner lokal, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial terbukti berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi budaya, serta penguatan identitas lokal. Selain sebagai media promosi, media sosial juga berfungsi sebagai alat advokasi budaya yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian kuliner tradisional. Meskipun demikian, tantangan seperti polarisasi konten, disinformasi, dan konsistensi narasi budaya menjadi isu yang perlu diantisipasi. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten autentik dan visual yang selaras dengan tren digital untuk memperkuat eksistensi kuliner Nusantara secara berkelanjutan.
PERAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS Lie, Audrey Felicia; Susanto, Jessica Elena; Sutarman, Merryn Oktavia; Simon, Sevilla; Tiatri, Sri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8195

Abstract

ABSTRACT Traditional food is an important part of Indonesian society and culture, reflecting social and cultural values as well as cultural identity. However, modernization and lifestyle changes, including the increasing consumption of fast food, have led to a decline in societal interest in traditional food, despite its symbolic significance for national cultural identity. This study aims to examine the role of traditional food in the formation of cultural identity. The study employed a systematic review method following the PRISMA 2020 model. Data were collected through the Google Scholar database using the keywords “traditional food” and “cultural identity.” Of the 30 articles identified, only six met the inclusion criteria for analysis. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that traditional food plays an important role as a symbol of cultural identity and as a means of preserving national values in the era of globalization. The findings of this study are expected to contribute information, references, and evaluative insights regarding the role of traditional food in the development of local cultural studies. ABSTRAK Makanan tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia yang mencerminkan nilai serta identitas sosial-budaya. Namun, modernisasi dan perubahan gaya hidup, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, menyebabkan menurunnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional, meskipun makanan tersebut memiliki makna simbolis bagi jati diri budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam pembentukan identitas budaya. Metode yang digunakan yaitu metode systematic review dengan model PRISMA 2020. Data dikumpulkan melalui database Google Scholar. Pencarian data menggunakan kata kunci “makanan tradisional” dan “identitas budaya”. Dari 30 artikel yang ditemukan hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria ke tahap analisis. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peranan penting sebagai simbol identitas budaya serta sarana dalam melestarikan nilai-nilai bangsa di tengah era globalisasi saat ini. Temuan hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi, referensi, dan evaluasi mengenai peran makanan tradisional bagi pengembangan kajian budaya lokal.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBENTUK CINTA TANAH AIR GEN Z MELALUI KONTEN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Nathashia, Kyara; Aulia, Nazwa Rahma; Aulia, Shafira Anggun; Putri, Latifah Liwanti; Rahmadani, Putri Alifia; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8018

Abstract

Cultural diversity in Indonesia is one of the nation's most distinctive characteristics and serves as a source of national pride, reflected through the expression of nationalism among its people. In this technological era, social media plays a significant role in shaping individuals' sense of national pride by exposing them to viral content that highlights Indonesia's cultural diversity, thereby forming a national identity for each individual. For Generation Z, the process of forming a national identity is not only shaped by direct interaction, but also influenced by digital communication that takes place on social media. This study aims to explore the role of social media in shaping nationalism among Generation Z individuals through various types of viral content related to Indonesia's cultural diversity. This study used a scoping review method as the main approach. The results of the scoping review show that research on nationalism and love for the homeland in the digital age remains an important focus in the fields of education, culture, and communication. Through active participation in social media, Generation Z can help preserve Indonesia's diverse culture and strengthen the spirit of nationalism that reflects the value of Bhinneka Tunggal Ika (unity in diversity) within the realm of social media. ABSTRAK Keberagaman budaya di Indonesia merupakan salah satu ciri khas bangsa yang perlu dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu dengan menunjukkan rasa cinta tanah air. Di era yang serba teknologi, peran media sosial akan memberikan banyak dampak terhadap individu dalam membentuk rasa cinta tanah air melalui perasaan bangga ketika melihat banyak konten viral yang berisikan keberagaman budaya Indonesia, hingga terbentuk identitas nasional bagi setiap individu. Bagi Gen Z, proses pembentukan identitas nasional tidak hanya terbentuk dari interaksi langsung, tetapi juga dipengaruhi oleh komunikasi digital yang berlangsung di media sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran media sosial dalam membentuk rasa cinta tanah air pada individu Gen Z melalui berbagai macam konten viral terkait keberagaman budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode scoping review sebagai pendekatan utama. Hasil scoping review menunjukkan bahwa penelitian mengenai nasionalisme dan cinta tanah air di era digital, masih menjadi fokus penting dalam bidang pendidikan, budaya, dan komunikasi. Melalui partisipasi aktif di media sosial, generasi Z dapat ikut melestarikan kebudayaan Indonesia yang beragam, serta memperkuat semangat kebangsaan yang mencerminkan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam lingkup media sosial.
HUBUNGAN PENGABAIAN DARI AYAH DENGAN FEAR OF INTIMACY PADA HUBUNGAN ROMANTIS PEREMPUAN DEWASA AWAL Latupono, Sania Alikha Rahmadira; Tiatri, Sri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.8196

Abstract

ABSTRACT Early adulthood is a developmental stage marked by the formation of more stable romantic relationships; however, many young women continue to experience discomfort with emotional closeness, known as fear of intimacy. One contributing factor to this condition may be experiences of paternal neglect. This study aims to examine the relationship between paternal neglect and fear of intimacy among early adult women. The research method used in this study is a non-experimental quantitative approach. A total of 136 participants aged 18 to 25 took part in an online survey using purposive sampling. The instruments used were the Multidimensional Neglectful Behavior Scale, Form AS: Adolescent and Adult-Recall, Short Version and the Fear of Intimacy Scale. Data were analyzed using Spearman’s rho correlation and the Kruskal-Wallis test. The results showed a positive and significant relationship between paternal neglect and fear of intimacy (r = .652, p < .001), indicating that higher levels of paternal neglect are associated with higher levels of fear of intimacy. Additionally, romantic relationship status did not significantly differentiate either variable. These findings highlight the crucial role of fathers in emotional and attachment development and demonstrate that experiences of neglect may have long-term effects on young women's ability to form secure intimate relationships. ABSTRAK Dewasa awal merupakan fase ketika individu mulai membentuk hubungan romantis yang lebih stabil, namun sebagian perempuan masih mengalami ketidaknyamanan terhadap kedekatan emosional atau fear of intimacy. Salah satu faktor yang berpotensi mempengaruhi kondisi tersebut adalah pengalaman pengabaian dari ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengabaian dari ayah dan fear of intimacy pada perempuan dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif non-eksperimental. Sebanyak 136 partisipan berusia 18 sampai dengan 25 tahun mengikuti penelitian ini melalui pengisian kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Neglectful Behavior Scale, Form AS: Adolescent and Adult-Recall, Short Version dan Fear of Intimacy Scale. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengabaian dari ayah dan fear of intimacy (r = .652, p < .001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat pengabaian dari Ayah, semakin tinggi pula fear of intimacy pada partisipan. Sementara itu, status hubungan romantis tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada kedua variabel. Temuan ini menegaskan pentingnya peran Ayah dalam perkembangan emosional dan kelekatan, serta menunjukkan bahwa pengalaman pengabaian memiliki dampak jangka panjang terhadap kemampuan perempuan dewasa awal dalam membangun hubungan intim yang aman.
Membangun Generasi Emas 2045: Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Jiwa Entrepreneurship Angela, Felice; Duarsa, Naraya Kinastrian Siniddhikara; Putri, Arsy Febrianti; Azzuhruf, Naura Reisya; Fatiha, Salsabila Zahrani; Tiatri, Sri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif literatur terkait peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk Generasi Emas Indonesia 2045 melalui pendekatan berbasis entrepreneurship. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing global, beretika, dan berwawasan kebangsaan. Kewirausahaan dianggap sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode scoping review. Proses kajian dilakukan melalui enam tahap, yaitu identifikasi pertanyaan penelitian, penelusuran sumber literatur yang relevan, seleksi literatur dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu, pemetaan data, analisis tematik, serta konsultasi ahli. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik seperti SINTA dengan rentang waktu publikasi 2021–2025. Dari 80 artikel yang diidentifikasi, 7 artikel lolos seleksi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship menjadi strategi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Namun, terdapat celah kajian berupa minimnya studi yang mengintegrasikan ketiga nilai tersebut secara holistik dalam kurikulum formal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pendidikan kewarganegaraan berbasis entrepreneurship yang terstruktur, terukur, dan didukung teknologi digital untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Cybersupport untuk Menjaga Kesejahteraan Psikologis di Ruang Digital pada Gen Z Nichlah, Naila Hullatun; Shalisha, Gabriella; Syarif, Shavira Hasanah Putri A.; Aurelia, Verena; Tiatri, Sri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cybersupport merupakan dukungan sosial berupa perhatian dan penghargaan secara digital dari orang sekitar. Artikel ini menggunakan pendekatan literature review secara sistematis. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui strategi efektif dalam cyberbullying dan hubungannya terhadap kesejahteraan psikologis. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar yang berfokus pada peer-reviewed journal. Artikel ini menggunakan sumber literatur yang dipublikasikan pada tahun 2015 sampai 2025. Setiap artikel akan diseleksi melalui beberapa tahap untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Melalui tahap tersebut, ditemukan 6 artikel yang benar-benar relevan dan memenuhi standar kualitas. Keenam artikel dianalisis lebih lanjut untuk menjawab rumusan masalah. Setelah dianalisis, ditemukan dua kategorisasi tema yaitu intervensi dan dukungan sosial. Intervensi dilakukan melalui program CREEP, Stand-Alone, webinar UPRIGHT, dan aplikasi IMPACT. Sementara itu, dukungan sosial dilakukan dengan communicative strategies dan emotional support. Kedua tema ini dapat mengurangi dampak psikologis yang serius serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Transformasi Budaya Indonesia Di Era Modernisasi Virginia, Clarisa; Napouling, Debby; Yulinta, Helpani; Putri, Nurfathiyyah Farida; Tiatri, Sri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13652

Abstract

Globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menjadi salah satu sumber kekuatan utama yang memengaruhi kehidupan sosial-budaya masyarakat di Indonesia. Ketiganya mendorong keterbukaan, inovasi, serta promosi budaya melalui media digital, namun juga turut melemahkan nilai-nilai tradisional, menggeser interaksi sosial menjadi virtual, dan memunculkan hibridisasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak modernisasi terhadap transformasi budaya di Indonesia melalui metode scoping review. Data diperoleh dari artikel jurnal, laporan penelitian, dan sumber akademik lain yang terbit pada rentang tahun 2020–2025. Seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA-ScR, dari 57 artikel awal menjadi 8 artikel utama yang relevan untuk dianalisis. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik, dengan fokus pada isu pergeseran interaksi sosial, perubahan identitas budaya, peran media digital, dan strategi pelestarian budaya lokal di tengah maraknya globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi menyebabkan adanya perubahan nilai, perilaku, dan identitas sosial-budaya pada masyarakat di Indonesia, terutama generasi muda. Serta, berperan positif sebagai sarana revitalisasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu difokuskan pada penguatan identitas lokal melalui kolaborasi berbagai pihak, agar warisan budaya tetap lestari dan relevan di era modern
Co-Authors Afendi, Jelien Andriona, Joan Andy Surya Putra, Andy Surya Angela, Felice Angelia, Mikha Anisa Husnul Khotimah Anugrah, Chitta Aprilia Putri, Sherly Amanda Arumsari, Chysanti Audy, Ervina Aufa, Rahmatul Aulia, Nazwa Rahma Aulia, Shafira Anggun Aurelia, Verena Ayesha Desfitrianie Azzuhruf, Naura Reisya Bellany, Miranda Caroline, Gabriella Dinna Darmawan, Natalia W. Davira S, Carelene Denilson, Hody Desi Arisandi Dewi, Fransisca I.R. Dewi, Tita Tri Utami Dhiyaashafa, Keisya Azzura Dinatha, Vienchenzia Oeyta Dwitama Duarsa, Naraya Kinastrian Siniddhikara Edo, Gavriella Ceacilia Christie Ratu Ery Dewayani Fatiha, Salsabila Zahrani Febriani, Oki Kartika FELICIA Fransisca I. R. Dewi Graciela, Evelyn Gregorio, Keanen Handayani, Ani Hannandira, Rosa Hanuna, Fatimah Harsoyo, Tania Talitha Heni Mularsih Hervanny Zisli Hutagaol, Alice Shizuka Irene, Joe Iriani R. Dewi, Fransisca Jap Tji Beng Jap, Bernard Amadeus Jaya Johan, Hani Rahmawati Juliana, Sarah Gracyntia Junisah, Bunga Ayu Kurnia, Angelica Nathania Larasati, Kirey Latupono, Sania Alikha Rahmadira Lawrence, Valerie Lie, Audrey Felicia Liesera, Novita Limbor, Ellen Gabriel Lunzaga, Ele Lusiana, Fenny Mar'at, Samsunuwiyati Mar’at, Samsunuwijati Mar’at, Samsunuwiyati Margareta Margareth Natalia Mei Ie Merdiasi, Danella Michelle Friscilia Naomi Sutikno, Naomi Napouling, Debby Nathashia, Kyara Nichlah, Naila Hullatun Nisa, Adilatun Nivia, Nivia Norita Margareth Berta, Norita Margareth Nugraheni, Angelia Prasastha Widi Nurkholiza, Rahmiyana Oeyta, Vienchenzia Pamela Hendra Heng Panatra, Valeria Pandumpi, Shania Krisan Pertama Henerges, Anakita Prasetyo, Sylvia Rosiana Putri, Arsy Febrianti Putri, Handyta Tiara Putri, Herviana Haruko Tadia Putri, Latifah Liwanti Putri, Monica Tri Putri, Najwa Nabila Rigusha Putri, Nurfathiyyah Farida Putriadi, Harvi Wahyu Rahmadani, Putri Alifia Rahmah Hastuti Rahmiyana Nurkholizah Riana Sahrani Salsabila, Tasya Mulia Sania Alikha Rahmadira Latupono Santi Yudhistira Saputra, Mikhael Adam Saraswati, Laksmiari Sefira, Fasia Meta Shalisha, Gabriella Shalsa Dea Purnama Shantya Viratama, Dwi Nurmatin Sharon, Michelle Silky Goswara Simon, Sevilla Soemiarti Patmonodewo Stephanie Stephanie Sucitra, Eric Sugeng Astanggo Susanto, Jessica Elena Sutarman, Merryn Oktavia Suzanna Juwita, Suzanna Syarif, Shavira Hasanah Putri A. Tarigan, Julia Rostaulina Tasya Mulia Salsabila Tji Beng, Jap Tucunan, Byosvelma Michelle Blessya Vebiyan, Amanda Diva Vincent Suryawidjaja Virginia, Clarisa Wasino Wasino Widiastuti, Niken Wijaya, Angeline Carolina Wijaya, Yohannes Yulindasari, Adelia Yulinta, Helpani Yuniawati, Elisa Ika Zahra Shafira ZAHRO, TIARA Zheng, Margareta