p-Index From 2021 - 2026
10.767
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences KEAIRAN MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Jurnal Rekayasa Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Dampak Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Teras Jurnal JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Serambi Engineering Jurnal Kreativitas PKM EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Techno-Fish Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Journal of Engineering and Scientific Research (JESR) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) International Journal of Aviation Science and Engineering Journal of Innovation and Technology Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung COJ (Coastal and Ocean Journal) Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences (IJNHS) Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Sylva Lestari JURNAL HUTAN TROPIS JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Journal of Public Health Concerns Journal of Sustainability Science and Technology Jurnal Sipil Terapan Jurnal Meteorologi dan Geofisika Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOEFISIEN DEBIT PINTU CRUMP DE GRUYTER DAN PINTU SORONG (STUDI KASUS PADA BF 3 & BF 4 BPU 15 D.I. PUNGGUR UTARA) Andandaningrum, Della; Wahono, Endro Prasetyo; Kusumastuti, Dyah Indriana
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i1.15

Abstract

Koefisien debit (Cd) didefinisikan sebagai perbandingan antara debit nyata dan debit teoritis. Pada DI Punggur Utara BPU 15, permasalahan pada sistem irigasi terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah kondisi pintu yang perlu dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis koefisien debit pintu tipe crump de gruyter dan pintu sorong pada pintu BF 3 dan BF 4 sebagai fungsi bukaan pintu air dan menganalisis kinerja pintu sebagai pengatur debit. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi debit pintu dan kondisi pintu serta menghitung koefisien debitnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit yang dihasilkan berbeda. Untuk pintu BF 3 debit yang dihasilkan antara 0,1028 m3/s  sampai dengan 0,6417  m3/s dengan Cd rata-rata sebesar 0,8559 sedangkan untuk pintu BF 4 debit yang dihasilkan antara 0,0296 m3/s  sampai dengan 0,6361 m3/s dengan Cd rata-rata 0,82313. Dan untuk kinerja pintu antara BF 3 dan BF 4 terdapat selisih kehilangan air sebesar 0,0006 m3/s sampai 0,0276 m3/s.
EFISIENSI IRIGASI BERDASARKAN KONDISI SALURAN DI DAERAH IRIGASI PUNGGUR UTARA Sari, Dwi Meyta; Wahono, Endro Prasetyo; Kusumastuti, Dyah Indriana
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 24 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v24i2.17

Abstract

Air irigasi dalam perjalanannya untuk sampai ke petakan sawah mengalami kehilangan air yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya rembesan, evaporasi dan faktor lain seperti adanya eksploitasi air irigasi oleh warga sekitar. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik saluran sekunder di BF 3 sampai dengan BF 5 dan nilai efisiensi yang tercapai, serta untuk mengetahui besar kehilangan air akibat faktor rembesan, evaporasi dan faktor lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi kondisi saluran, menghitung efisiensi yang tercapai dan kehilangan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan pada saluran BF 3 – BF 4 termasuk dalam kategori rusak ringan dengan efisiensi rata – rata yang tercapai sebesar 97,41%. Persentase kehilangan air pada saluran BF 3 – BF 4 akibat faktor rembesan sebesar 53,74%, faktor evaporasi sebesar 0,69% dan faktor lain – lainnya sebesar 46,57%. Sedangkan kondisi pada saluran BF 4 – BF 5 termasuk ke dalam kategori baik dengan efisiensi yang tercapai sebesar 87,44%. Persentase kehilangan air pada saluran BF 4 – BF 5 akibat faktor rembesan sebesar 27,85%, faktor evaporasi sebesar 0,78% dan faktor lain – lainnya sebesar 71,37%.
Model Hubungan Laju Sedimen Melayang Dan Indikator Biota Perairan Sungai Dwi Arnanda Putra, Novindio; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i2.21

Abstract

Pada penentuan kesehatan sungai, faktor seperti laju sedimen dasar sungai berpengaruh terhadap kelimpahan dan keragaman bio-indikator, khususnya makroinvertebrata air, sehingga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ekosistem sungai.  Keberadaan dan kelimpahan beberapa jenis makrozoobenthos sebagai hewan bentik sangat dipengaruhi oleh kondisi habitatnya yaitu sedimen dasar dan kualitas air.  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik sedimen, (2) menganalisis besaran laju sedimen melayang, (3) membandingkan kualitas ekosistem kedua sungai melalui aspek bio-indikator, dan (4) menganalisis hubungan antara laju sedimen melayang terhadap keragaman dan kelimpahan makroinvertebrata di ekosistem sungai.  Penelitian ini dilakukan di sungai Ci Pampangan dan Ci Durian, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.  Pengambilan sampel terbagi tiga yaitu debit air, total suspended solid (TSS) dan sampling makroinvertebrata.  Secara keseluruhan sungai Ci Durian memiliki kualitas sungai yang lebih baik daripada sungai Ci Pampangan.  Hal ini ditunjukkan nilai laju sedimen di sungai Ci Durian yang cenderung lebih stabil per harinya meskipun terjadi perubahan kondisi cuaca.  Akibatnya nilai kelimpahan dan keragaman biota di sungai Ci Durian lebih tinggi dibandingkan sungai Ci Pampangan. Lokasi sungai Ci Durian di kawasan hutan lindung  menjadi salah satu faktor pendorong kualitas sungai ini masih lebih baik dibandingkan dengan sungai Ci Pampangan yang terletak di dekat  pemukiman dan kebun warga.
Optimasi operasi waduk Temburun di Kabupaten Kepulauan Anambas untuk pemenuhan kebutuhan air baku Febriyani, Febriyani; Wahono, Endro Prasetyo; Kusumastuti, Dyah Indriana
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i2.35

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis simulasi dan optimasi operasi waduk Temburun dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian dibagi tiga tahapan utama, yaitu tahap menentukan kapasitas waduk, tahap menentukan debit andalan (inflow) dan tahap memproyeksikan jumlah kebutuhan air baku (outflow). Kemudian dilakukan tahap simulasi dan optimasi waduk dalam dua skenario, optimasi kriteria 1 dan optimasi kriteria 2. Untuk menentukan kapasitas waduk, diperlukan data topografi, peta daerah aliran sungai (DAS), data luas genangan dan volume waduk. Kemudian, untuk mendapatkan data inflow, data yang diperlukan adalah data curah hujan, data klimatologi dan data debit aliran, yang kemudian didapat debit andalan. Setelah itu, untuk mendapatkan data proyeksi outflow, diperlukan data jumlah penduduk dan data jumlah kapal, yang kemudian dilakukan proyeksi sampai tahun 2038. Untuk tahap simulasi, ditetapkan debit andalan sebagai inflow dan kebutuhan air baku sebagai outflow. Hasil penelitian menunjukkan, untuk memenuhi kebutuhan air sebesar 100% selama lima tahun, pelepasan dilakukan setelah air dibiarkan terisi dalam debit inflow yang ada selama 12 periode (Januari 1 sampai Juni 2) di tahun pertama. Selanjutnya, untuk memenuhi 70% dari kebutuhan air baku pelayaran dan 85% kebutuhan air baku domestik dengan kapasitas tampungan waduk terisi 95% dari inflow, pelepasan dilakukan setelah air terisi selama 15 periode sejak Januari 1 hingga Agustus 1 di tahun pertama.
Evaluasi kinerja PDAM Tirta Jasa di Kabupaten Lampung Selatan Suprayitno, Meli; Kusumastuti, Dyah Indriana; Wahono, Endro Prasetyo
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 25 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v25i2.39

Abstract

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) merupakan kegiatan yang bertujuan membangun, memperluas dan meningkatkan sistem fisik dan non fisik dalam kesatuan yang utuh untuk melaksanakan penyediaan air minum kepada masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Sebagai salah satu penyelenggaran SPAM, PDAM dituntut untuk mampu memberikan pelayanan penyediaan air bersih yang sebaik-baiknya kepada masyarakat, disamping mencari keuntungan untuk membiayai serta menghidupi kelangsungan perusahaan itu sendiri. Untuk mengetahui kualitas pelayanan tersebut, perlu dipantau dan dievaluasi melalui suatu ukuran tingkat keberhasilan pengelolaan terhadap kinerjanya. Kegiatan kajian evaluasi kinerja PDAM Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan secara garis besar dilakukan melalui tahapan inventarisasi data; verifkasi, validasi dan updating; evaluasi kinerja PDAM dan penetapan status kinerja PDAM. Penilaian kinerja PDAM menggunakan empat aspek yaitu aspek keuangan, pelayanan, operasional, sumber daya manusia dan delapan belas indikator penilaian kinerja. Bobot aspek keuangan 25%, aspek pelayanan 25%, aspek operasional 35%, dan aspek sumber daya manusia 15%. Hasil penilaian empat aspek tersebut selanjutnya dikelompokkan dalam 3 (tiga) kategori kinerja PDAM yaitu: Sehat, dengan nilai > 2,8; Kurang Sehat, dengan nilai 2,2 - 2,8; dan Sakit, dengan nilai < 2,2.
Edukasi kesehatan pariwisata dalam mendukung pengembangan potensi desa wisata Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Mulyatno, Bagus Sapto; Mulyasari, Rahmi; Wahono, Endro Prasetyo
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1801

Abstract

Background: The development of tourism potential, including coastal tourism, must consider several factors, including tourism health. Banding Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, has beaches with significant potential for development as tourist destinations. Furthermore, the development of coastal tourism potential needs to be accompanied by tourism health education. Purpose: To increase public knowledge about tourism health, including disease prevention, environmental health, safety support for tourism activities, and food safety at tourist sites. Method: The outreach activity was held on Sunday, August 31, 2025, attended by 20 integrated health post (Posyandu) cadres and community members in Banding Village, Rajabasa District, South Lampung Regency, representing each hamlet in Banding Village. The community service program consisted of focus group discussions (FGDs), the creation of information media, and direct outreach activities for the community. Data on knowledge levels was measured using a questionnaire containing questions related to the outreach material. The answers to the questionnaire given and filled out by the cadres before the extension activities were used as pre-test data, while the questionnaire with the same questions given after the extension activities was used as post-test data. Results: Data obtained showed that before the outreach program, the majority of cadres and residents of Banding Village had a level of knowledge about tourism health in the very poor and sufficient categories, with 7 (35.0%) and 10 (50.0%) respectively. However, after the outreach program, understanding of tourism health increased to good (10) and very good (10). Conclusion: This outreach program was quite effective in increasing community knowledge about tourism health and tourism environmental health. Increased community knowledge and understanding of tourism health also contributed positively to disease prevention efforts in tourism areas, food safety, and environmental health in tourism areas. Suggestion: It is hoped that cadres and residents who have acquired this knowledge will continuously monitor public health issues related to tourism activities and can make positive contributions to other communities in efforts to implement sustainable programs. Keywords: Beach tourism; Health education; Tourism environment; Tourism health Pendahuluan: Pengembangan potensi wisata, termasuk wisata pantai, harus memperhatikan beberapa hal termasuk kesehatan pariwisata. Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, memiliki pantai yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Di sisi lain, pengembangan potensi wisata pantai, perlu disertai dengan edukasi kesehatan pariwisata. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan kepariwisataan yang mencakup pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan, dukungan keselamatan pada aktivitas wisata dan kesehatan pangan di tempat wisata. Metode: Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2025 yang dihadiri oleh 20 orang kader posyandu dan masyarakat di Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang merupakan perwakilan dari masing-masing dusun di Desa Banding. Rancangan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari focus group discussion (FGD), pembuatan media informasi dan kegiatan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Pengukuran data tentang tingkat pengetahuan, dilakukan dengan kuesioner berupa pertanyaan yang terkait dengan materi penyuluhan. Jawaban kuesioner yang diberikan dan di isi oleh kader sebelum kegiatan penyuluhan adalah sebagai data pre-test sedangkan kuesioner dengan pertanyaan yang sama diberikan setelah kegiatan penyuluhan adalah sebagai data post-test. Hasil: Mendapatkan data bahwa sebelum dilakukan penyuluhan mayoritas kader dan masyarakat Desa Banding memiliki tingkat pengetahuan tentang kesehatan wisata dalam kategori sangat kurang dan kategori cukup yaitu masing-masing sebanyak 7 orang (35.0%), sedangkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pemahaman kesehatan wisata menjadi kategori baik sebanyak 10 (50.0%) dan kategori sangat baik sebanyak 10 orang (50.0%).. Simpulan: Kegiatan penyuluhan ini cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan wisata dan kesehatan lingkungan pariwisata. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang kesehatan wisata juga berkontribusi positif terhadap upaya pencegahan penyakit pada masyarakat di daerah wisata, kesehatan pangan dan kesehatan lingkungan di daerah pariwisata. Saran: Diharapkan para kader dan masyarakat yang telah mempunyai pengetahuan untuk selalu melakukan monitoring terkait kesehatan masyarakat terhadap aktivitas kepariwisataan dan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat lainnya dalam upaya penerapan program yang berkelanjutan.
Analisis Kerentanan Tsunami Pada Pola Ruang Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Sasongko, Respati Anton; Zakaria, Ahmad; Persada, Citra; Kusumastuti, Dyah I.; Wahono, Endro P.
TEKNIKA SAINS Vol 10, No 2 (2025): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v10i2.4551

Abstract

Tsunami tahun 2018 yang melanda perairan Selat Sunda mengakibatkan kerusakan insfrastruktur, korban jiwa, dan trauma yang mendalam bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Masyarakat yang terdampak bencana tsunami menjadikan kembali wilayah pesisir pantai sebagai lahan terbangun dan pusat kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola ruang berbasis bencana tsunami dengan kondisi eksisting, dan menentukan zonasi penggunaan lahan di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Analisis spasial dengan metode weighted overlay menggunakan sistem skoring dan pembobotan berdasarkan aspek kerentanan fisik lingkungan berupa elevasi, jarak dari garis pantai, dan aspek kerentanan infrastruktur wilayah berupa penggunaan lahan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat kerentanan tsunami tinggi 3,523%, kerentanan sedang 14,603%, dan kerentanan rendah 81,874% dari luas total. Tingkat kerentanan tinggi merupakan pemukiman penduduk yang berada di Garis Sempadan Pantai, sehingga keberadaan pola ruang Kecamatan Rajabasa belum sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang berbasis mitigasi bencana tsunami. Arahan penggunaan lahan sebagi bentuk mitigasi bencana tsunami berupa Zona Penyanga, Zona Akuatik, Zona Kepadatan Rendah, Zona Aman Terbangun.
Analisis Hukum Kebijakan Pengelolaan Sempadan Sungai Perkotaan Terhadap Pertumbuhan Penduduk Noviani, Erina; Wulandari, Christine; Kusumastuti, Dyah Indriana; Yuwono, Slamet Budi; Wahono, Endro P; Bakri, Samsul; Sukohar, Asep; Arianti, Tanti; Hardito, Joni
JUSTICIA SAINS - Jurnal Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2025): JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/jcs.v10i2.4037

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan perkotaan berimbas pada perubahan penggunaan lahan yang mempengaruhi keberlanjutan kawasan sempadan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara kebijakan pengelolaan sempadan sungai dengan dinamika pertumbuhan penduduk di Kota Bandar Lampung dan membandingkannya dengan Kota Pekanbaru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan mengkaji berbagai kebijakan, data demografis, serta dampak lingkungan dan sosial yang muncul akibat perubahan penggunaan lahan di sepanjang daerah aliran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sempadan sungai di Bandar Lampung lebih terancam karena kurangnya pengawasan dan sosialisasi kebijakan, serta tingginya tekanan ekonomi terhadap kawasan tersebut. Sementara itu, di Pekanbaru, meskipun tantangan serupa ada, penataan ruang dan kebijakan pengelolaan sempadan sungai lebih terstruktur. Penelitian ini menyarankan penataan ulang pemanfaatan sempadan sungai, penguatan regulasi, dan peningkatan edukasi masyarakat sebagai langkah strategis dalam mitigasi risiko lingkungan, seperti banjir, dan untuk perlindungan ekosistem riparian yang berkelanjutan.
Comparative Analysis of Rainfall Data Estimation Methods: A Case Study of Tanggamus Regency Fridayanto, Syahlan Naufal; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana; Wahono, Endro Prasetyo
Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31172/jmg.v25i2.1066

Abstract

Rainfall data is vital for water resource systems and natural disaster management. It is required to have complete data to know the needs and structural requirements. However, in reality, plenty of cases of missing or broken rainfall data happened due to specific circumstances. To estimate missing rainfall data, several methods can be used, such as the Arithmetic Mean Method, Normal Ratio Method, Inversed Square Distance Method, and Modified Method. This study analyzed and compared Pearson's Correlation Coefficient and Root Mean Square Error (RMSE) among the methods. The result indicates that based on Pearson's Correlation Coefficient, the Modified Inversed Square Distance Method tends to be the best method for estimating missing rainfall data in the Tanggamus Regency. Several factors contribute to Pearson's Correlation Coefficient, such as rainfall data consistency and the elevation of stations used. Otherwise, based on the Mean Square Error, the Modified Arithmetic Mean Method is the best to use. This research also indicated that Pearson's Correlation Coefficient is better for evaluating missing data than RMSE.
Analysis of Clean Water Distribution Pipe Network PDAM Way Rilau Using Epanet 2.2 Software (Case Study: District Meter Area G26) Jalal, Muhammad Agung Wijdan; Zakaria, Ahmad; Ashruri, Ashruri; Wahono, Endro P.
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jesr.v7i2.225

Abstract

As the population continues to grow, the demand for clean water has risen significantly, requiring Regional Drinking Water Companies (PDAMs) to ensure optimal service by maintaining quality, quantity, and continuity. This study focuses on projecting the clean water demand for PDAM Way Rilau in the DMA G26 service area of Sukabumi Village over the next 20 years, based on current customer data, while also evaluating the adequacy of its production capacity through 2044. Additionally, the research includes a simulation and assessment of the existing water distribution network in 2024 using Epanet version 2.2. The methodology involves projecting customer growth using arithmetic, geometric, and exponential models, followed by calculations of future water demand and analysis of the pipeline system. Results indicate that the projected maximum daily water demand in 2044 will reach 603,245 liters per day (6.982 L/s), while the current production capacity of 1,143,936 liters per day (13.24 L/s) is adequate for long-term needs. However, Epanet simulations identified several technical issues, such as low pressure at nodes J372 and J370, high headloss in pipe Pi356, and below-standard flow velocity in 13 pipes. These issues were addressed by adjusting pipe diameters and increasing reservoir head, resulting in improved network performance under both normal and peak conditions.
Co-Authors Abdul Fattah Maghribie Achmad Y T Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Adenan Yusuf Aditya, Robby Firza Agus Setiawan Agustina Iryani, Dewi Agustinus Purna Irawan Ahmad Herison Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria ahmad zakaria Alami, Fikri Amanda, Tiara Maelta Amini, Rosidah Andandaningrum, Della Andika, Ivana Aprili Andius D. Putra Andius Dasa Putra Andius Dasa Putra Anggraini, Witta Putri anggraini, yeshe Angin, Geleng Perangin Anwar Arianti, Tanti Arief Andriansyah Ariska Warganegara Aristiani, Widya Asep Sukohar Ashruri Ashruri, Ashruri Aviati S., Yuniar Ayu Kurniasih Ayu Kurniasih, Ayu Bagus Sapto Mulyatno Bambang Supriono Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiyawan Christine Wulandari Christine Wulandari Citra Dewi Decci Sandriyana Dermiyati Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina Diah Indriana Kusumastuti Dian Triyanto didit kuswadi kuswadi Diyan Ahmad Saputra Dwi Arnanda Putra, Novindio Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Jokowinarno Dyah Indriana Kusumastuti Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eddy Purwanto Eddy Purwanto Eko Adi Saputra Fahri, Muhammad Yusrizal Faishal Muhammad Hanun Fakhrizal, Achmad Bagus Febrian Febrian Febrian, Febrian Febriyani, Febriyani Fitria Saftarina Fridayanto, Syahlan Naufal Gatot Eko Susilo Geleng Perangin Angin Gunardi Winarno Gusri Akhyar Ibrahim Ha, Park Eun Hafizah Hafizah Hardito, Joni Hari Kaskoyo Helmi, Masdar Ika Kustiani Ikhfan Kurniyawan Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Ivana Aprili Andika Jalal, Muhammad Agung Wijdan Jhons Fatriyadi Suwandi Jimad, Habibullah Kristianto Usman kuncoro, wahyu hadi Kurniawan, Rizqi Kurniyawan, Ikhfan Kusanti, Nency Dwi Kusumastuti, Diah Indriana Kusumastuti, Dyah I. Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lidya Susanti Lusmeilia Afriani M. Dyan Susila Mahardika, Siti Mariyanto Mariyanto Mariyanto Mariyanto Masdar Helmi Maulana Ramadhan Pratama Maulana Yusuf Maulana Yusuf Melya Riniarti Mohd. Isneini Muhamad Angga Wicaksono Muhammad Amin Muhammad Reza Muhammad Reza Fahlefi Muhammad Saipuddin Murhadi Mutia Sasra Olga Pandani Nababan, Otto Lambok Raya Nasution, Miftahul Jannah Nency Dwi Kusanti Niken, Chatarina Noorhidana, Vera Agustriana Nora Anggraini Nora Wilya Ovalia Noviani, Erina Nugraha, Aditya Wisnu Nugraheni, Melly Nur Arifaini Nurhasanah Nurhasanah Ofik Taufik Purwadi, Ofik Taufik Opik Taufik Purwadi Pandani, Mutia Sasra Olga Park Eun Ha Persada, Citra Purwadi , Ofik Taupik Purwadi, Ofik Taupik Purwadi, Opik Taufik Putri, Septi Malidda Eka Rahmadani, Eria Zundi Rahmi Mulyasari Razki Alfatah Khairu Mahli Rian Alfian Riki Chandra Wijaya Riki Chandra Wijaya Rinawati Rinawati Rinawati Rio Aditomo Mahardika Putra Rizki Pratama Rizky J. Sianturi Rizqi Kurniawan Robby Firza Aditya Rosidah Amini Roslina Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Eko Adi Saputro, Rifki Ananda Sari, Dwi Meyta Sasongko, Respati Anton Sembiring, Silsila Jana Firdasa Septiana Widi Lestari Setia Prayitno Setiajaya, Arif Siti Mahmudah Siti Zulaicha, Annisaa Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sri Ratna Sulistiyanti Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Suharmanto Suharmanto Suharni Suharni Suharno Sulistiyanti, Sri R Suprayitno, Meli Suri, Yola Andara Pratami Susianti Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syarifuddin Azis Teguh Endaryanto Tommy Arisandy Trisna Praja, Tondano Triyanto Triyanto Tugiono Tugiyono Vera Agustriana Noorhidana wahyu hadi kuncoro Wardani, Dyah Wulan Wicaksono, Muhamad Angga Widya Aristiani Wijaya, Riki Chandra Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Dyah Wulan, Anggraini Janar Yeddy Andriansyah Yuda Romdania Zainal Abidin