p-Index From 2021 - 2026
10.693
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Advances in Applied Sciences KEAIRAN MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Rekayasa Jurnal Dampak Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Teras Jurnal JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil SIKLUS: Jurnal Teknik Sipil Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Serambi Engineering Jurnal Kreativitas PKM EKOLOGIA : Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup Techno-Fish Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Journal of Engineering and Scientific Research (JESR) Journal of Tropical Marine Science JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Publikasi Riset Orientasi Teknik Sipil (Proteksi) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( Abdi Ke Ungu) International Journal of Aviation Science and Engineering Journal of Innovation and Technology Teknika Sains : Jurnal Ilmu Teknik Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung COJ (Coastal and Ocean Journal) Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences (IJNHS) Jurnal Sylva Lestari JURNAL HUTAN TROPIS JUSTICIA SAINS: Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan Jurnal Pemberdayaan Ekonomi Journal of Public Health Concerns Journal of Sustainability Science and Technology TEKNOSIA Jurnal Sipil Terapan Jurnal Meteorologi dan Geofisika Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Nemui Nyimah
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Pola Aliran Pada Bangunan Pelimpah Ogee Dan Stepped Dengan Model Fisik 2D Aditya, Robby Firza; Wahono, Endro Prasetyo; Tugiono, Subuh
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i1.1737

Abstract

A spillway building is usually a structure followed by a steep channel. Flow velocity is very dependent on the slope of the bottom channel which causes super critical flow. Besides being fast, the flow in a steep channel also has a considerable energy, so it must be able to be suppressed. The energy reduction in this study was attempted with a stepped spillway. Step weir is a modification of the standard profile for Ogee type weir. This is the background of the author in taking the title of the thesis about Comparative Analysis of Flow Patterns in Ogee and Stepped Overflow Buildings with 2-D Physical Models. The results of this study indicate that the results of the energy line height at the H3 (downstream overflow) point at the upstream height of 3 cm for Ogee are 2.68 cm, and for stepped it is 2.31 cm. There was a decrease in energy by 13.80%. This shows that the stepped spillway can absorb energy better than the Ogee type. The results of observing the flow pattern on the stepped spillway for each increase in the flow rate that overflow in the spillway can be concluded that the flow pattern that occurs is a transition flow to a skimming flow. Keywords: Energy Attenuation, Flow Pattern, Spillway, Stepped Spillway
Analisis Pengaruh Kemiringan dan Bentuk Dasar Fishway Terhadap Rasio Perpindahan Sidat (Anguilla bicolor, sp) Yusuf, Maulana; Wahono, Endro Prasetyo; Kusumastuti, Dyah Indriana; Tugiono, Subuh
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i2.1754

Abstract

The construction of a transverse structure on a river such as a dam and weir needs to pay attention to environmental factors and the surrounding ecosystem, especially for the ecosystem in the river. Therefore, it is necessary to build a fishway or fish in the transverse river structure so that the river ecosystem which has migration characteristics from upstream to downstream or vice versa is not disturbed because the migration route is blocked. This is the background of the author in taking the title of the thesis Analysis of the Effect of Slope and Basic Shape of Fishway on the Eel Movement Ratio (Anguilla bicolor, sp). The results of this study indicate that eels are nocturnal or active at night. Eel activity most often occurs at a fishway angle of 30 ° by testing using a 0.5 inch pvc pipe foothold type, while the lowest activity occurs at a 35 ° fishway tilt angle by testing using a 1 inch pvc pipe foothold type. The most effective slope based on the test results is at a slope angle of 30 ° but for a slope of 50 ° it can still be said to be effective because the activity ratio shows almost double the activity. Keywords: Fishway, Footing Type, Eel Activity
Analisis Perbandingan Kedalaman Gerusan Lokal (Local Souring) Di Hilir Bangunan Pelimpah (Ogee and Stepped Spillway) Dengan Model Fisik 2D Saputra, Eko Adi; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1914

Abstract

AbstrakSpillway atau disebut dengan bangunan pelimpah merupakan bangunan air yang memiliki fungsi untuk mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam waduk. Dalam perencanaan suatu bangunan air diperlukan penelitian terdahulu mengenai masalah penggerusan lokal (Local Scouring) yang terjadi akibat adanya kecepatan air dan turbulensi yang melampaui daya tahan dari dasar saluran pada bagian hilir bangunan. Dari analisis hidrolika penelitian ini menggunakan desain bangunan pelimpah Ogee and Stepped dengan model fisik 2-D dan sedimen yang digunakan adalah pasir dengan diameter seragam yaitu 1,8 mm atau lolos ayakan no. 16. Penelitian ini menunjukkan 5 kali pengamatan pola gerusan lokal di hilir bendung pada setiap percobaan selama 25 menit. Pengamatan gerusan meliputi besarnya debit dan kedalaman gerusan maksimum yang terjadi pada hilir bendung. Pada bangunan pelimpah Ogee Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,097 m dengan Lds sebesar 0,17 m dari hilir pelimpah. Pada bangunan pelimpah Stepped Spillway gerusan maksimum (dsmax) terjadi pada ketinggian di hulu (H0) 3 cm sebesar 0,125 m dengan Lds sebesar 0,09 m dari hilir pelimpah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar debit aliran, maka semakin besar kedalaman gerusan yang terjadi.  Kata kunci : Pelimpah Ogee and Stepped Spillway, Gerusan Lokal, Sedimen.
Simulasi Tampungan Bendungan Sukamahi, Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor Kurniasih, Ayu; Wahono, Endro P; Zakaria, Ahmad; Purwadi, Opik Taufik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i3.1994

Abstract

Banjir yang sering terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang hampir terjadi setiap tahunnya atau setiap musim penghujan datang menimbulkan kerugian harta benda, selain itu juga menggangu kegiatan perekonomian. Salah satu upaya untuk mengurangi pengaruh kerugian yang disebabkan oleh banjir di kota Jakarta tersebut yaitu membangun 2 (dua) buah bendungan di Daerah Aliran Sungai Ciliwung yang terletak di hulu sungai yang berada di Kabupaten Bogor, yaitu Bendungan Sukamahi yang berfungsi sebagai pengendalian banjir sungai ciliwung oleh sebab itu dilakukan simulasi tampungan menggunakan program HEC-HMS 4.5.Penelitian ini dibutuhkan beberapa analisis antara lain meliputi hujan harian maksimum, curah hujan rancangan, hujan efektif, hidrograf satuan banjir rancangan, dan simulasi tampungan menggunakan program HEC-HMS 4.5.Berdasarkan penelitian ini menunjjukan bahwa curah hujan yang mungkin terjadi (PMP) mrncapai 571,7967 mm, debit banjir 2, 5, 10, 20, dan 50 tahun mencapai 56,6853 m3/det, 72,8729 m3/det, 84,1311 m3/det, 110,5354 m3/det. Selain debit banjir, dalam penelitian ini berdasarkan terowongan tertutup didapat kapasitas pelimpah dan volume tampungan dalam kala ulang 50 tahun yaitu didapat tinggi muka air maksimum yaitu 597,4 m, dengan kelebihan 0,65 m diatas spillway dengan volume sebesar 969400 m3.Kata kunci : HEC-HMS, Bendungan, PMP, Simulasi Tampungan.
Analisis Pengaruh Pembagian SUB-DAS Terhadap Debit Puncak dengan Menggunakan Software HEC-HMS Aristiani, Widya; Kusumastuti, Dyah Indriana; Winarno, Dwi Joko; Wahono, Endro Prasetyo
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2003

Abstract

Sungai Way Besai yang terletak pada kecamatan Sumberjaya, kabupaten Lampung Barat memiliki DAS yang cukup besar sehingga DAS tersebut dapat dibagi dalam beberapa Sub-DAS. Pembagian jumlah Sub-DAS di sungai Way Besai dilakukan untuk mengetahui apakah terjadi perbedaan nilai debit puncak pada saat dilakukan perhitungan debit puncak pada beberapa jumlah sub-DAS yang berbeda. Model HEC-HMS merupakan model hidrologi numerik yang dikembangkan oleh Hidrologic Engineering Center (HEC) dari US Army Corps Of Engineers. Pada penelitian ini dilakukan 3 pembagian sub-DAS yaitu pembagian 5 sub-DAS, 11 sub-DAS, dan 25sub-DAS. Metode yang dilakukan pada software HEC-HMS yaitu metode user gage weighting untuk perhitungan precipitation, metode SCS curve number untuk perhitungan volume runoff, metode SCS unit hydrograph untuk perhitungan direct runoff, metode constant monthly untuk perhitungan baseflow, dan metode muskingum untuk perhitungan routing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin banyak jumlah pembagian sub-DAS semakin besar nilai debit puncak yang dihasilkan.
Analisis Kedalaman Gerusan Lokal (Local Scouring) di Hilir Bangunan pelimpah (Stepped Modified Spillway) dengan Model Fisik 2D kuncoro, wahyu hadi; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad; Kusumastuti, Dyah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2011

Abstract

Spillway is a hydraulic structure whose existence is very important because it is built to release excess water or flood discharge that cannot be accommodated in the dam. The hydraulics analysis of this study used a spillway design (Stepped modified Spillway) with a 2-D physical model and the sediment used was sand with a uniform diameter of 1.8 mm or passed sieve no. 16. This research was carried out 5 times for every 25 minutes of upstream water level observations.In the Stepped spillway spillway the maximum scour (dsmax) occurs at an upstream height (H0) of 3 cm of 0.125 m with an Lds of 0.09 m from the downstream of the spillway. Meanwhile, for the Stepped Modified Spillway spillway, the maximum scour (dsmax) occurs at an upstream height ( H0) 3 cm is 0.076 m with Lds of 0.221 m. This shows that the greater the flow rate, the greater the depth of scour that occurs. So it can be concluded that the Lacey method is the closest to the laboratory results. This is because a balance has been achieved. The deeper the local scour that occurs, the more volume of sediment carried downstream of the weir.Keywords: Stepped and stepped modified spillway, local scour, sediment.
Uji Pengaruh Kemiringan dan Tipe Pijakan (Tangga Sekat dan Vertical Pool Passes) pada Dasar Fishway terhadap Rasio Perpindahan Ikan Sidat (Anguilla bicolor, sp) Kusanti, Nency Dwi; Wahono, Endro P; Kusumastuti, Dyah Indriana; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2028

Abstract

Bendung merupakan suatu bangunan sungai yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan. Dalam pembangunan suatu bendung, harus memperhatikan keseimbangan ekosistem yang ada agar ekosistem tetap terjaga, salah satunya dengan cara membangun bangunan pelengkap sungai berupa tangga ikan (fishway). Untuk mengetahui efisiensi bentuk fishway yang dapat dibangun, pada penelitian ini dilakukan percobaan dengan menggunakan ikan sidat (Anguilla bicolor, sp) yang kemudian akan dilakukan pengujian pada alat fishway dengan kemiringan dan dua tipe pijakan yang berbeda, yaitu tangga sekat dan vertical pool passes yang kemudian akan dibandingkan dengan tipe pijakan pipa PVC yang telah dilakukan pada penelitian sebelumnya. Dari penelitian yang telah dilakukan, terjadi penurunan rasio aktivitas seiring bertambahnya sudut kemiringan pada fishway dan diperoleh nilai rasio tertinggi pada percobaan dengan sudut kemiringan 25° dengan rasio sebesar 4,40 untuk tipe pijakan tangga sekat dan 3,72 untuk tipe pijakan vertical pool passes. Sedangkan jika dibandingkan antara tipe pijakan tangga sekat, vertical pool passes dan pipa PVC diperoleh nilai rasio tertinggi yaitu pada penggunaan pipa PVC 0,5 inch dengan rasio sebesar 4,50.
Evaluasi Stabilitas Breakwater pada Kecamatan Panjang Kurniawan, Rizqi; Tugiono, Subuh; Wahono, Endro Prasetyo; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2095

Abstract

Abstract The coast will be easily damaged due to large waves, causing damage to the area around the coastal area which is densely populated with various activities, namely Pantai Kecamatan Panjang, among others as ports, settlements, industry, trade, tourism and fishing activities. With so many activities, it should be accompanied by development that prioritizes conservation aspects to reduce the impact of environmental degradation. One of the efforts to overcome the impact of its degradation is to make a breakwater. This study aims to assess and study the failure of the protected layer unit at the breakwater on the coast of Kecamatan Panjang, so testing the stability of the protected layer using a physical model was carried out at the Hydraulics Laboratory of the University of Lampung using an experimental method. The results showed that the level of breakwater damage was 0% at 4,47 cm HHWL position with a plan wave height of 4 cm. So, the crushed rock will work well to protect the breakwater. Key words: Breakwater, Armor Units, Physical Model, Stability
Pemodelan Hujan-Debit Menggunakan Program HEC-HMS Di Subdas Argoguroh – Margatiga Wicaksono, Muhamad Angga; Wahono, Endro Prasetyo; Wijaya, Riki Chandra; Kusumastuti, Diah Indriana
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2152

Abstract

Sedimentasi sering terjadi akibat usia operasional bendungan. Pemodelan hujan –debit bertujuan untuk perencanaan bidang teknik sipil, dengan kalibrasi hujan – debit menggunakan sofware HEC-HMS, bertujuan untuk memprediksi kejadian-kejadian pola aliran di waktu yang akan datang Penelitian ini dibutuhkan beberapa analisis antara lain, Peta subdas, Peta tutupan lahan, curah hujan rancangan minimum, Data debit minimum, dan kalibrasi menggunakan program HEC-HMS 4.5.dan metode NashBerdasarkan penelitian ini menunjjukan bahwa.model hidrologi terdiri dari 14 subdas yang di kelompokan menjadi 3 subdas dengan luas 45,0220 km2, 81,4272 km2, 62,8081 km2 . Hasil model HEC-HMS 4.5 pada tahun 2014 ialah 14,4 m/s, tahun 2015 ialah 5,0 m/s dan tahun 2018 ialah 3,7 m3/s
Analisis Pola Hidraulik Peredaman Energi pada Kolam Olak Tipe Vlughter di Hilir Pelimpah Bertangga dengan Model Fisik 2D Pandani, Mutia Sasra Olga; Wahono, Endro Prasetyo; Wijaya, Riki Chandra; Mariyanto, Mariyanto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2343

Abstract

Bendung adalah bangunan air yang dibangun melintang sungai atau pada sudetan untuk meninggikan taraf muka air sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang membutuhkannya. Dalam analisis ini digunakan data, antara lain : debit, kecepatan aliran, bilangan froude, bilangan reynold dan peredaman energi. Untuk analisis menggunakan pelimpah bertangga yang dikombinasikan dengan kolam olak tipe Vlughter. Penentuan karakteristik aliran air dan penurunan energi divariasikan dengan 2 kondisi benda uji yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolam olak Model A dan Model B memiliki karakteristik aliran yang sama pada setiap variasi debit, dimana pada Model A dan Model B memiliki tipe aliran turbulen dengan nilai Reynold (Re) > 1000, berdasarkan perhitungan nilai Froude (Fr) diperoleh tipe aliran super kritis pada kolam olak dengan nilai Fr > 1 dan aliran sub kritis pada bagian end sill dengan nilai Fr < 1. Sedangkan, untuk hasil persentase penurunan energi pada ketinggian muka air hulu (H0) 2 cm untuk Model A yaitu sebesar 28.29% dan untuk Model B sebesar 33.13%. Hal ini menunjukan bahwa Model B mampu meredam energi lebih baik dibandingkan dengan Model A. Dan pola aliran yang terjadi merupakan aliran nappe hingga menjadi aliran skimming.
Co-Authors Abdul Fattah Maghribie Abdullah Aman Damai Achmad Y T Panuju Achmad Yahya Teguh Panuju Adenan Yusuf Aditya, Robby Firza Agus Setiawan Agus Setiawan Agustina Iryani, Dewi Agustinus Purna Irawan Ahmad Herison Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria Ahmad Zakaria ahmad zakaria Alami, Fikri Amanda, Tiara Maelta Amini, Rosidah Andandaningrum, Della Andika, Ivana Aprili Andius D. Putra Andius Dasa Putra Andriansyah, Yeddy Anggraini, Witta Putri anggraini, yeshe Angin, Geleng Perangin Anwar Arianti, Tanti Arief Andriansyah Aristiani, Widya Asep Sukohar Ashruri Ashruri, Ashruri Aviati S., Yuniar Ayu Kurniasih Ayu Kurniasih, Ayu Bagus Sapto Mulyatno Bayu Anggileo Pramesona Budi Setiyawan Christine Wulandari Dermiyati Dewi Agustina Iryani, Dewi Agustina Diah Indriana Kusumastuti Dian Triyanto didit kuswadi kuswadi Diyan Ahmad Saputra Dwi Arnanda Putra, Novindio Dwi Joko Winarno Dwi Joko Winarno Dwi Jokowinarno Dyah Indriana Kusumastuti Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Eddy Purwanto Eko Adi Saputra Fahri, Muhammad Yusrizal Faishal Muhammad Hanun Fakhrizal, Achmad Bagus Febrian Febrian Febriyani, Febriyani Fikri Alami Fitria Saftarina Fridayanto, Syahlan Naufal Gatot Eko Susilo Geleng Perangin Angin Gunardi Winarno Gusri Akhyar Ibrahim Hardito, Joni Helmi, Masdar Ika Kustiani Ikhfan Kurniyawan Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Isneini, Mohd Isneini, Muhammad Ivana Aprili Andika Jalal, Muhammad Agung Wijdan Jimad, Habibullah Kaskoyo, Hari Kristianto Usman kuncoro, wahyu hadi Kurniawan, Rizqi Kurniyawan, Ikhfan Kusanti, Nency Dwi Kusumastuti, Diah Indriana Kusumastuti, Dyah I. Lana Izzul Azkia, Lana Izzul Lidya Susanti Lusmeilia Afriani M. Dyan Susila Mahardika, Siti Mariyanto Mariyanto Mariyanto Mariyanto Masdar Helmi Maulana Yusuf Maulana Yusuf Melya Riniarti Mohd. Isneini Muhamad Angga Wicaksono Muhammad Amin Muhammad Reza Mulyasari, Rahmi Murdiagatma, Sefrinta Sasma Murhadi Mutia Sasra Olga Pandani Nababan, Otto Lambok Raya Nasution, Miftahul Jannah Nency Dwi Kusanti Niken, Chatarina Noorhidana, Vera Agustriana Nora Anggraini Noviani, Erina Nugraha, Aditya Wisnu Nugraheni, Melly Nur Arifaini NUR EFENDI Nurhasanah Nurhasanah Ofik Taufik Purwadi, Ofik Taufik Opik Taufik Purwadi Ovalia, Nora Wilya Pandani, Mutia Sasra Olga Park Eun Ha Persada, Citra Purwadi , Ofik Taupik Purwadi, Ofik Taupik Purwadi, Opik Taufik Putri, Septi Malidda Eka Rahmadani, Eria Zundi Rian Alfian Riki Chandra Wijaya Riki Chandra Wijaya Rinawati Rinawati Rinawati Rio Aditomo Mahardika Putra Rizki Pratama Rizqi Kurniawan Robby Firza Aditya Rosidah Amini Roslina Samsul Bakri Samsul Bakri Saputra, Eko Adi Saputro, Rifki Ananda Sari, Dwi Meyta Sasongko, Respati Anton Sembiring, Silsila Jana Firdasa Septiana Widi Lestari Setiajaya, Arif Siti Zulaicha, Annisaa Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sri Ratna Sulistiyanti Subuh Tugiono Subuh Tugiono, Subuh Suharmanto Suharni Suharni Suharno Sulistiyanti, Sri R Suprayitno, Meli Supriono, Bambang Suri, Yola Andara Pratami Susianti, Susianti Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Syah, Aminudin Syarifuddin Azis Taupik Purwadi, Ofik Teguh Endaryanto Tommy Arisandy Trisna Praja, Tondano Tugiono Tugiyono Vera Agustriana Noorhidana wahyu hadi kuncoro Wardani, Dyah Wulan Warganegara, Ariska Wicaksono, Muhamad Angga Widya Aristiani Widyasmoro, Doni Wijaya, Riki Chandra Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Dyah Wulan, Anggraini Janar Yuda Romdania Zainal Abidin